googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani

Selasa, 11 April 2017

Jual Green Coffee Sindoro


GREEN COFFEE BEAN atau (kopi Hijau) adalah biji kopi yang tidak di goreng, disangrai atau dipanggang terlebih dahulu. Green Coffee Bean yang manfaatnya lebih spesifik untuk kesehatan adalah biji kopi mentah (biji kopi arabika pilihan) dimana penyajiannya bisa dilakukan dengan cara bijinya langsung diseduh dengan air panas atau dengan cara dihaluskan (dibuat bubuk) yang nantinya bisa dibuat kapsul (@500 mg x 50 kapsul) atau bisa juga disajikan layaknya kopi bubuk biasa/ground.

Green Coffee Bean yang kami tawarkan dibawah ini adalah biji kopi arabika pilihan yang sudah di ekstrak menjadi bubuk (belum melalui proses penggorengan atau sangrai) dan tentunya bebas bahan kimia. Green Coffee Bean ini baik untuk membantu diet dengan cara menekan nafsu makan.

Kenapa Harga Disini Lebih Murah?. Banyak ragam serta jenis GREEN COFFEE BEAN yang beredar dipasaran dan harganya jauh lebih dan mahal jika dibandingkan disini, bahkan ada yang harganya sampai 5x lipat. Namun karena kami adalah petani , tentunya harga yang Anda dapatkan jauh lebih murah jika dibandingkan ditempat lain karena kami adalah Tangan Pertama. Dari mulai menanam, memanen, mensortir hingga proses pengilingan menjadi serbuk itu dilakukan oleh kelompok kami sendiri. 100% GREEN COFFEE BEAN asli tanpa campuran apapun.

GARANSI UANG KEMBALI jika terbukti palsu atau terdapat campuran lain. Salut kapsul sudah terdaftar di Dinkes RI dan BPOM serta Bubuk di Dinkes RI. Keduanya sudah bersertifikat halal.

**Perhatian : Hasil tiap individu berbeda-beda, tergantung dari berbagai Faktor termasuk metabolisme tubuh.

 Adakah Jaminan Berat Badan Bisa Turun Setelah Mengkonsumsi Green Coffee Bean? Menurut DR OZ, bahwa kekuatan dari kopi hijau (green coffee bean asli) adalah Asam Klorogenat yang diketahui efektif sebagai cara diet sehat-alami dan cenderung aman dalam membantu pembakaran lemak, pembentukan energi, dan melawan masalah kadar gula darah tinggi.

Meskipun ada beberapa consumer kami yang memberikan testimoni positif setelah menkonsumsi Green Coffee Bean termasuk efeknya pada penurunan berat badan, kami tidak menjamin semua yang menkonsumsi Green Coffee Bean merasakan efek yang sama dikarenakan setiap individu memiliki metabolisme tubuh yang berbeda.

ORDER : WA 089613680280 / PIN 58852F52
atau cek di bukalapak.com disini atau disini

ATURAN MINUM BUBUK GREEN COFFEE
Untuk kondisi tubuh normal : Sehari 2x minum. Sekali minum 1 sendok makan kopi dicampur / diaduk dengan air hangat (bukan panas) 200 ml (Jika terlalu panas akan merusak zat chlorogenatnya). Konsumsi 30 menit sebelum makan (untuk penderita maag 30 menit sesudah makan). Setiap minum 1 gelas kopi diimbangi dengan minum air 3 gelas untuk membantu proses penurunan berat badan.

ATURAN MINUM KAPSUL GREEN COFFEE
Kapsul 1 botol isi 50 kapsul, diminum sehari 2x, setiap minum 2 kapsul, 30 menit sebelum makan pagi dan sore (Untuk penderita maag 30 menit sesudah makan). 1 botol untuk pemakaian 12 hari.

PERHATIAN !!!
Tidak Dianjurkan untuk Ibu hamil, penderita jantung, diabetes, hipertensi, maag dan keluhan-keluhan yang sensitif terhadap cafein.


Berikut Beberapa Manfaat Green Coffee Bean Asli Organik Kami

1. Untuk menurunkan berat badan Green Coffe Bean atau kopi hijau diyakini bisa membantu menurunkan berat badan khususnya membantu program diet dengan cara menekan nafsu makan. Fakta ini diperkuat berdasarkan hasil penelitian di tahun 2001, yang dilakukan oleh Gastroenterology research and practice. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak dari biji kopi hijau lebih efektif untuk membantu penurunan berat badan.

2. Untuk menurunkan tekanan darah Hypertension Reseach menunjukkan bahwa, khasiat dari green coffee bean (kopi Hijau) terbukti bisa membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Hal ini ketika para tim peneliti mengumpulkan 117 pria yang memiliki tekanan darah tinggi ringan, kemudian mereka disuguhkan kopi hijau dan plasebo untuk mereka konsumsi selama kurun waktu 28 hari. Dari situ bisa ditemukan hasil bahwa tekanan darah yang telah dialami oleh para pasien tersebut bisa menurun, dibandingkan mereka menggunakan plasebo. Dari tahap perbandingan ini, dinyatakan bahwa kopi hijau memang bisa memberikan khasiat yang laur biasa, yaitu bisa menjadi bahan alami untuk membantu menurunkan tekanan darah.

 3. Membantu melembabkan Kulit Kandungan asam lemak dan ester yang terdapat pada kopi hijau ini, bisa anda gunakan untuk memelihara sekaligus melembabkan kulit. Dimana kedua kandungan tersebut mencakup Arachidonic Asam, Asam oleat, dan Asam linoleat, yang semuanya itu memang baik untuk menjaga kulit agar tidak mudah kendur, dan cepat kering. Sehingga mengkonsumsi kopi hijau sangat baik untuk melembabkan kulit.

4. Untuk detoksifikasi secara alami Manfaat lainnnya dari ekstrak kopi hijau adalah sebagai pendetoks tubuh secara alami. Kandungan pada kopi hijau akan membersihkan racun yang terdapat pada organ hati. Bahkan kopi hijau bisa membantu membersihkan lemak yang tidak diperlukan oleh tubuh, kolesterol jahat, dan lainnya. Sehingga dari situ kopi hijau akan membantu memberikan efek dalam meningkatkan fungsi organ dalam tubuh.

 5. Meningkatkan metabolisme Dengan kandungan klorogenat yang terdapat pada Green CoffeBean (kopi hijau), yang ntinya akan diproduksi tubuh menjadi zat antioksidan, mampu membantu meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Sehingga Khasiat yang terdapat dari Green coffee bean ini juga tidak kalah dengan sajian kopi lain.












Baca Selengkapnya...

Senin, 10 April 2017

ASPEK FUTURE GAMBAR DIRI

Dengarkan mp3 klik disini : Aspek Future Gambar Diri

Aspek kedua dari gambar diri adalah aspek future atau yang akan datang, yaitu harus menjadi apa atau bagaimana dirinya tersebut (self esteem). Aspek ini sangat diperankan oleh filosofi orang tersebut. Misalnya, kalau seseorang memandang kekayaan adalah nilai tertinggi dalam kehidupan ini, maka bayangan dirinya ke depan adalah menjadi orang kaya. Dalam hal ini cita-cita dan obsesinya adalah menjadi konglomerat atau paling tidak menjadi orang kaya secara materi. Bayangan dalam pikirannya mengenai dirinya pada waktu yang akan datang adalah memiliki rumah bagus, mengendarai mobil mewah, bisa jalan-jalan ke luar negeri, bisa berbelanja di mal, memakai pakaian mahal dan perhiasan, orang menghormatinya dan lain sebagainya. Ia pasti menjadi seorang yang berjiwa materialistis. Menilai segala sesuatu berdasarkan kekayaan atau uang. 

Fakta yang menyedihkan, banyak orang Kristen ke gereja yang orientasi berpikirnya juga masih seputar kekayaan dunia dan pemenuhan kebutuhan jasmani. Mereka adalah orang-orang yang gambar dirinya sudah rusak. Ciri dari orang Kristen seperti ini adalah mereka menganut teologi kemakmuran (prosperity theology). Sejujurnya, pengajaran ini merumuskan bahwa orang yang diberkati adalah orang yang memiliki kekuatan finansial yang tinggi. Keberkenanan di hadapan Tuhan diukur dari berkat jasmani atau harta dunia yang diberikan Tuhan kepada seseorang.

Percakapan dalam gereja selalu mengenai berkat jasmani. Ironisnya mereka berkhotbah mengenai gambar diri, seakan-akan mereka telah menemukan gambar diri yang benar. Di gereja-gereja seperti ini pendeta miskin semestinya tidak boleh berkhotbah, sebab belum memiliki gambar diri yang benar. Pendeta yang aset kekayaannya 10 miliar rupiah barulah bisa berkhotbah dan mengajar pendeta yang aset kekayaannya hanya 1 miliar rupiah. Pendeta yang aset kekayaannya 1 miliar rupiah bisa berkhotbah kepada pendeta yang aset kekayaannya 100 juta rupiah. Pendeta yang aset kekayaannya 100 juta rupiah bisa berkhotbah kepada pendeta yang aset kekayaannya 10 juta rupiah dan seterusnya. Pendeta yang aset kekayaannya 10 juta mestinya tidak pantas berkhotbah kepada pendeta yang aset kekayaannya lebih dari 10 juta.

Kalau seseorang memandang gelar adalah nilai tertinggi, maka ia berusaha mencapai jenjang pendidikan tertentu untuk dapat meraih gelar. Dalam hal ini cita-cita dan obsesinya adalah menjadi seorang yang terhormat di kalangan atau dunia akademis, bisa menjadi dosen, guru besar atau rektor di sebuah perguruan tinggi. Paling tidak dengan gelar tersebut ia dihargai dan dihormati orang lebih dari mereka yang tidak memiliki gelar. Biasanya mereka memandang rendah orang yang tidak memiliki gelar setingkat dengan dirinya, tetapi sebaliknya ia akan sangat menghormati orang yang memiliki gelar lebih tinggi dari dirinya.

Di saat seseorang memandang kedudukan adalah nilai tertinggi kehidupan, ia akan berusaha menjadi orang yang terhormat, baik di gelanggang politik maupun di bidang lain dengan segala cara. Kalau mereka tidak berbudi pekerti baik, maka mereka akan menjadi orang-orang yang berwatak jahat dan licik. Demi kemenangan dalam gelanggang politik atau memenangkan posisi sebagai kepala daerah -seperti bupati, walikota, gubernur, bahkan presiden- mereka bisa berlaku curang dan licik. Mereka bisa mencurangi pemilihan tersebut dengan money politic, black campaign, mengubah hasil perolehan di Komisi Pemilihan Umum dan lain sebagainya.

Mereka juga bisa menggunakan agama sebagai alasan untuk bisa mengalahkan kompetitornya dalam pemilihan Kepala Daerah. Hal ini tentu saja bisa merusak sendi-sendi keutuhan dan persatuan bangsa, tetapi ironinya mereka justru beralasan bahwa semua itu mereka lakukan demi NKRI. Betapa jahat dan liciknya orang-orang seperti itu. Mereka yang sudah memiliki uang hasil korupsi, kemudian menggunakan uangnya untuk memperoleh kedudukan bagi dirinya atau anggota keluarganya. Kalau suatu negara dipenuhi orang-orang seperti ini, maka negara hanya menunggu waktu menjadi seperti banyak negara di Afrika, Timur Tengah dan banyak negara di belahan dunia lainnya.

Di dalam lingkungan gereja, juga terdapat praktik-praktik yang tidak jauh berbeda. Para pemimpin gereja yang gagal mengenakan gambar diri seperti Bapa atau serupa dengan Tuhan Yesus, berkampanye untuk menjadi pimpinan wilayah atau ketua sinode. Bagi mereka, kedudukan itu adalah kehormatan, kebesaran nama diri, kenyamanan atau fasilitas. Tidak heran jika terjadi money politic, black campaign dan berbagai praktik yang mestinya tidak boleh ada di lingkungan keluarga Allah. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pejabat gereja yang gagal memiliki gambar diri yang benar. 

Sumber disini
Baca Selengkapnya...

Jual biji kopi manual roasted/sangrai


Kami (Admin blog ini) / KITNETO COFFEE hanya menjual biji kopi yang sudah di proses roasting/sangrai manual, bukan biji mentah.

Semua proses dilakukan secara manual, dari penjemuran, menghilangkan kulit ari biji kopi s.d sangrai / roasting.

Dapat custom/request tingkat kematangan roasting (Light, Medium & Dark). 

Anda order dan dalam 1-2 hari kami jalankan proses sangrai/roasted secara manual, setelah jadi segera kami kirim ke alamat tujuan.
Tanggal sangrai / roasting akan kami cantumkan.

Kami menjual terutama dalam bentuk biji/bean namun bisa juga dalam ground/bubuk dengan harga sama. Dalam hal ini tentu kesegaran aroma setelah roasted/sangrai lebih tahan lama yang biji/beans daripada yang bubuk.

Melayani permintaan variasi campuran (blended) dengan jenis kopi lain (sesuai stok).

Melayani dalam satuan volume 1 kg dan 250 gram di dalam kemasan gold gusset aluminium foil yang tersegel rapat. Yang kemasan 250 gram telah dilengkapi dengan katup udara (valve) satu arah.

Produsen berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam roasting/sangrai biji kopi secara manual sehingga kualitas dan keaslian kopi pasti mantap.

Jika Anda ragu silakan WA saya di 089613680280, buat janjian untuk mencari waktu untuk melakukan video call via WA dan akan saya tunjukkan proses produksi biji kopi manual-roasted/sangrai secara real time.

Berikut jenis-jenis kopi nusantara yang kami jual secara online. Harga terlampir dibawah ini adalah harga nett dan belum termasuk ongkos kirim.
 

1. Biji Kopi Luwak Liar NTB 
    • 1 kilogram >>> Rp. 585.000,-
    • 250 gram >>> Rp. 173.000,-
Biji Kopi Manual - Roasted Luwak Liar NTB


2.  Biji Kopi Arabica Bengkulu
  • 1 kilogram >>> Rp. 251.000,-
  • 250 gram >>> Rp. 74.000,-
Biji Kopi Manual - Roasted Arabica Bengkulu



3. Biji Kopi Luwak Bandung
  • 1 kilogram >>> Rp. 188.000,-
  • 250 gram >>> Rp. 56.000,-
 
Biji Kopi Manual - Roasted Luwak Bandung


4. Biji Kopi Aceh Bourbon
  • 1 kilogram >>> Rp. 314.000,-
  • 250 gram >>> Rp. 93.000,-
Biji Kopi Manual - Roasted Aceh Bourbon


5.  Biji Kopi Toraja

  • 1 kilogram >>> Rp. 167.000,-
  • 250 gram >>> Rp. 49.000,-
Biji Kopi Manual - Roasted Toraja



6. Biji Kopi Robusta Temanggung
  • 1 kilogram >>> Rp. 57.000,-
  • 250 gram >>> Rp. 19.000,-
Biji Kopi Manual - Roasted Robusta Temanggung


7. Biji Kopi Robusta Boja

  • 1 kilogram >>> Rp. 54.000,-
  • 250 gram >>> Rp. 18.000,-


Di bawah ini video alat kopi manual-roasted/sangrai berusia puluhan tahun




dan ini video sekilas proses pembuatan kopi manual-roasted kami.




Terimakasih atas kunjungan Anda.
Baca Selengkapnya...

Jumat, 17 Oktober 2014

PENGUDUSAN HIDUP

Roh Kudus yg ditaruh-Nya dalam diri kita sudah pasti setiap hari akan mendesak, menegor dan memberi kemampuan kita untuk hidup kudus sesuai standar kekudusan Sang Anak. Namun kalo kita sering tidak menggubris Roh Kudus maka lama-lama Beliau akan berduka dan akhirnya padam atau undur. Kalo diterusin bisa-bisa kita binasa dehh...

Alkitab menakdirkan kita bukan hanya supaya disebut dengan predikat kudus (pengudusan secara kedudukan) melainkan benar-benar menjadi kudus dalam realita seluruh aspek hidup kita (pengudusan melalui proses). Melakukan langkah pertama tanpa sungguh-sungguh melakukan langkah kedua sama saja dengan menghina dan menolak Roh Kudus.

1. Pengudusan dalam seluruh aspek-realita hidup merupakan tujuan mengapa Roh tersebut ditaruh Bapa di dalam hidup kita :
Rom_6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

2. Kalau kita tidak bertekun di dalam pengejaran akan kekudusan maka tidak mungkin kita sampai kepada hidup kekal :
Rom_6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

3. Pengudusan dalam area percabulan, yaitu supaya jangankan melakukan beneran, hanya berpikir untuk melakukan pun sudah mendukakan Roh Kudus !
1Th 4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,

4. Kekudusan bukan sesuatu yg statis namun harus progresif sampai....sampai mencapai kesempurnaan sebagaimana teladan kehidupan kekudusan Kristus :
2Co_7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

5. Kekudusan adalah suatu target yang hanya dapat dicapai jika kita MAU DIHAJAR oleh Roh-Nya :
Heb_12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

6. Kekudusan adalah sesuatu yang harus dikejar sampai kita mati atau sampai gambar dan rupa Sang Anak terlihat jelas :
Heb_12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

7. Orang yang mau bertekun dihajar Roh Kudus dan Firman Allah supaya makin kudus dan berkenan akan menjadi orang-orang paling berbahagia di dunia dan akhirat karena akan diperkenankan melihat, menemukan, memahami dan bersahabat dengan Allah dalam dimensi rohani yang tak terbatas :
Mat 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

8. Bahkan Sang Anak sendiri harus membuktikan kesalehan dan kekudusan hidupNya agar semakin berkenan kepada Bapa-Nya dan agar doa dan ratap tangis-Nya di dengar oleh Bapa :
Heb_5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

Kalau kita tidak mau meneladani dan mengikuti jejak kehidupan Sang Anak sudah pasti secara langsung atau tidak langsung kita sudah mengikuti Iblis.
Baca Selengkapnya...

Kamis, 16 Oktober 2014

YANG KACUNG SIAPA COBA: KITA ATAU TUHAN ?

Ada seorang majikan yang kaya mencari pembantu rumah tangga di pelosok desa. Akhirnya ia mendapatkannya dengan membayar sejumlah uang kompensasi kepada keluarga besarnya yang lumayan besar dengan maksud agar setelah bekerja pembantu tersebut sanggup melakukan semua yang majikan kehendaki. Tiba saatnya pembantu tersebut mulai bekerja namun belum mulai bekerja ternyata ia malah menuntut haknya sedemikian rupa terhadap majikannya :

"Nyah...tolong bon dulu separo gaji buat beli perlengkapan kosmetik",
"Nyah...tolong kasur di tempat tidur saya diganti yang lebih besar...",
"Nyah...tolong makanan saya diganti ya karena tidak cocok dengan selera saya...",
"Nyah...tolong kamar tidur saya dipindah ya karena yang ini terlalu sempit..."
"Nyah...tolong ini....tolong itu...."


Kita mungkin menertawakan kelakuan PRT tersebut, namun sudah lupakah kita bahwa sering tanpa sadar itulah cerminan sikap kita terhadap Tuhan Yesus yang telah menebus dan membeli hidup kita lunas dari hukum dosa dan hukum maut. Ia menebus dengan maksud supaya kita bisa dimiliki oleh-Nya sepenuhnya agar bisa diubah sesuai kehendak-Nya.

Jangankan melakukan kehendak Yang Menebus hidup kita, jika mengerti kehendak-Nya saja tidak. Jangankan mengerti, jika membaca dan menggali Alkitab saja tidak serius dilakukan. Sikap kekurangajaran terhadap Tuhan sesungguhnya tidak bisa ditolerir. Apabila sekarang kita anggap zaman anugerah merupakan zaman dimana anugerah Tuhan melimpah-limpah sehingga kita asumsikan bahwa Tuhan terlihat seperti diam saja atau seolah-olah mentolerir semua tindakan manusia maka hal itu sebenarnya tidaklah demikian.

Zaman anugerah malahan mengerikan sebenarnya karena Tuhan akan sering terlihat seperti diam seribu bahasa. Orang berkelakuan moral bejat bisa tetap eksis dalam pelayanan, semuanya berjalan dengan baik tanpa seorang pun tahu, dan ybs tetap kelihatannya diberkati dan dipakai Tuhan secara luar biasa pula, bahkan dalam nubuat, mujizat dan mengusir roh-roh jahat. Hal ini sangat mengerikan. Sebab itu Tuhan Yesus baru berterus terang ketika Ia datang sebagai hakim yang adil (Mat 7:21-23). Meski demikian bukan berarti sekarang 100% Tuhan bungkam karena kalau kita mau kita bisa mengintip Rapor bayangan kita apakah merah atau tidak?

Dengan menggali dan mengerti firman Kebenaran kita diijinkan mengintip rapor kita. Tuhan mengijinkan meminjamkan kacamata-Nya untuk meneropong hidup kita. Masalahnya hal ini tidak bisa dilakukan sambil lalu atau sebagai suplemen hidup saja. Kekristenan bukan suplemen atau sampingan, melainkan harus menyita seluruh aspek hidup kita. Usaha untuk mengerti kebenaran harus menyita seluruh hidup kita, jika tidak, kita takkan pernah bisa mengintip rapor bayangan Tuhan atas hidup kita. Jangan salahkan Tuhan jika nanti kita berakhir di kegelapan yang paling gelap dimana hanya dapat digambarkan dengan ratapan dan kertak gigi.

2Pet 2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,

Jadi yang penting adalah melakukan tanggung jawab kita untuk mengerti dan melakukan kehendak Sang Tuan Pemilik hidup kita. Bukan minta tolong ini dan tolong itu yang menjadi fokus hidup karena kalau minta tolong tanpa landasan pikiran yang benar malah berpotensi meledek dan melecehkan Sang Tuan karena tanpa sadar kita menyamakannya sebagai "tukang ini dan tukang itu", tukang menolong atau tukang menjaga...atau kita sejajarkan Tuhan atau perlakukan Tuhan dengan mekanisme seperti orang berurusan dengan dukun.

Tidak usah diminta pun Tuhan akan menolong dan menjaga hidup kita, bahkan lebih dari yang kita minta dan pikirkan, asalkan hidup kita berkenan kepada Majikan kita. Jadi hal ini tidak perlu dipersoalkan. Yang benar-benar perlu dipersoalkan adalah : Apakah kita mengerti dan melakukan kehendak Majikan Agung kita? Itu saja.
Baca Selengkapnya...

Selasa, 14 Oktober 2014

PAKAIAN PESTA

Mat 22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
Mat 22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
Mat 22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
Mat 22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
Mat 22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
Mat 22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
Mat 22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
Mat 22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
Mat 22:9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
Mat 22:10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
Mat 22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
Mat 22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
Mat 22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
Mat 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

DALAM Perjanjian Baru Tuhan mengemukakan kisah mengenai seorang raja yang mengadakan pesta perjamuan (Mat. 22:1-14). Hal ini merupakan ilustrasi yang memuat pelajaran rohani yang sangat berharga. Raja tersebut mengundang tamu-tamu khususnya, tetapi tamu-tamu khususnya tidak menghargainya, bahkan membunuh dan menyiksa utusan-utusannya. Kemudian Raja tersebut memerintahkan hamba-hambanya mengundang siapa saja yang ditemui di jalan-jalan untuk datang ke pestanya.

Ketika Raja yang mengadakan pesta melihat ada tamu yang tidak memakai pakaian pesta, Raja itu mengusirnya dengan tegas. Orang yang tidak mengenakan pakaian pesta bukanlah termasuk orang-orang jahat yang membunuh dan menyiksa utusan-utusan Raja, tamu tersebut juga sudah menghargai undangan Raja dengan datang ke pesta itu. Tetapi ternyata untuk memenuhi undangan tersebut bersyarat.

Barangkali tamu yang tidak memakai pakaian pesta berpikir bahwa Raja itu sangat baik dan pemurah, lagi pula ia sudah memenuhi undangan, pasti dirinya diterima. Tetapi ternyata tidak. Ia salah duga, karena tidak mengerti “aturan mainnya”. Aturan mainnya bukan dibuat oleh si tamu tetapi yang mengundang. Berarti tamu tersebut tidak mengenal Raja yang sangat memperhatikan tata krama atau kesantunan. Karena kebodohan ini tamu tersebut ditolak.

Di akhir perumpamaan ini Tuhan Yesus tegas sekali menyatakan bahwa banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih (Mat. 22:14). Pemilihan ini bukan berdasarkan kedaulatan Sang Raja, tetapi berdasarkan aturan yang sudah ada, bahwa tamu yang hadir dalam pesta haruslah mengenakan pakaian pesta yang pantas. Untuk ini masing-masing tamu undangan harus mempersiapkan diri. Ternyata untuk bisa masuk ke dalam pesta diperlukan respon yang sungguh-sungguh dan kontinyu dari para tamu undangan, sampai mereka mendapatkan dan mengenakan baju pesta mereka sendiri.

Raja tersebut tidak menyediakan pakaian pesta untuk tamu undangannya. Kalau Raja itu menyediakan pakaian pesta untuk tamu undangannya betapa jahatnya dia, ia tidak menyediakan pakaian pesta untuk tamu-tamu tertentu lalu ia mengusir orang yang tidak diberi pakaian pesta. Tentu Tuhan tidak demikian. Masing-masing orang percaya yang mendapat panggilan untuk menghadiri “pesta Anak Domba Allah”, yaitu pertemuan dengan Tuhan di Kerajaan-Nya.

Setiap orang percaya harus mengusahakan kesucian hidup sebagai pakaian pesta di Kerajaan Sorga. Hal ini adalah sesuatu yang sangat mutlak yang harus diusahakan lebih dari mengusahakan segala sesuatu. Usaha ini harus dilakukan terus menerus tak kenal siang dan malam sampai seseorang menutup mata.

Apabila kita tidak mengenakan pakaian pesta, yaitu kesucian hidup atau komitmen serius untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus maka kita sudah pasti akan dibuang ke kegelapan paling dalam, dimana yang ada hanyalah ratap penyesalan dan kertak gigi.

Mat 22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Hal ini paralel atau sejajar dengan kebenaran yang diungkapkan Tuhan Yesus di dalam Matius 7:21-23 :

Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Mat 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Mat 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Kalau kita tidak merasa takut dan gentar dengan kebenaran yang dikumandangkan Tuhan Yesus ini, maka ada kemungkinan kita selama ini telah mendengar Injil yang tidak orisinil, yang hanya menyebabkan bertambahnya kebebalan dan ketulian rohani kita. Injil yang orisinil (utuh/asli) bukan saja memberi kita fasilitas-anugerah (Penebusan, Roh Kudus, Injil dan penggarapan Bapa), namun Injil yang orisinil pasti akan berdampak menarik, menyandra, menantang dan menawan kita untuk berkomitmen mengerjakan fasilitas-anugerah tersebut sampai tuntas, yaitu sampai gambar dan rupa Allah Anak menjadi nyata di dalam kita.

1Co 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri DITOLAK. (Paulus takut ditolak atau dianggap tidak berguna sehingga akhirnya dibuang / dicampakkan oleh Tuhan)

Php_2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa TAAT; karena itu TETAPLAH KERJAKAN keselamatanmu dengan TAKUT dan GENTAR, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.

1Pe 1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu SAMA SEPERTI Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 1Pe 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 1Pe 1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu HIDUP DALAM KETAKUTAN selama kamu menumpang di dunia ini.

Tuhan memberkati !
Baca Selengkapnya...

Kamis, 03 Oktober 2013

Evangelism is a way of life

Apa yang langsung terlintas dalam benak anda saat mendengar kata penginjilan? Ada orang yang tidak mengerti apa itu penginjilan, ada pula orang yang langsung tegang atau ketakutan mendengar kata itu. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebab ternyata banyak orang Kristen yang takut bila harus mengabarkan Injil. Mereka takut mendapatkan penolakan atau bahkan penganiayaan dari masyarakat. Ada pula yang merasa diri tidak toleran terhadap agama lain, ada yang takut dicap fanatik dan lain sebagainya.

Dari pengalaman menggembalakan beberapa tahun yang lalu, kami terbeban untuk memperlengkapi jemaat untuk bukan saja bertumbuh kerohaniannya namun juga menjadikan mereka saksi Kristus yang efektif. Hingga kami bukan saja mengadakan pemuridan namun juga pelatihan misi & penginjilan. Kami berhasil mengutus jemaat untuk menjadi misionaris lokal, memberitakan kabar baik pada suku terabaikan. Namun kami juga tidak dapat memungkiri bahwa ada pula jemaat yang mengikuti pelajaran di kelas misi & penginjilan ini, hanya sekedar untuk mendapatkan “pengetahuan”. Dan hal ini tampak saat praktek lapangan “banyak yang berhalangan hadir”. Seolah memberitakan Injil merupakan sebuah tugas yang mengerikan.

Banyak juga orang Kristen beralasan panggilan Tuhan atas hidup mereka bukanlah penginjil, dan menaruhkan beban penginjilan sepenuhnya pada mereka yang terpanggil atau memiliki jawatan sebagai penginjil. Banyak orang percaya bahwa tugas penginjilan “hanya” bagi orang-orang tertentu dengan pengurapan khusus seperti Billy Graham, Luis Palau, Morris Cerullo, Reinhard Bonnke, Oral Roberts, Benny Hinn dan nama besar lainnya. Sebab mereka berpikir bahwa menginjili orang berarti mereka harus mengadakan acara kebaktian penginjilan atau KKR di stadion sepakbola dan lalu berkhotbah mengenai berita keselamatan bagi para hadirin. No wonder! Benarkah pandangan tersebut? Bagaimana di gereja atau tempat pelayanan anda?

Saya percaya bahwa ada jawatan penginjil, Alkitab menyatakan,”IA (Tuhan Yesus) lah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”(Efesus 4:11-13)

Memang ada jawatan penginjil namun penginjilan bukanlah semata tugas dia seorang diri atau hanya sekelompok orang saja. Para penginjil ditugaskan bukan saja mewartakan Kabar Baik bagi yang terhilang tetapi mereka juga bertugas memperlengkapi umat Tuhan bagaimana cara mengabarkan berita Injil. Tuhan menugaskan kita semua untuk menjadi saksi-saksiNya. Dan inilah pesan Tuhan sebelum Ia naik ke sorga,”Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKU di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”(Kisah 1:8). Haloooo, ini tugas kita semua sebagai anak Tuhan.

”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20). Ini adalah sebuah amanat terakhir sebelum YESUS naik ke surga. Sebuah amanat agung yang harus gereja TUHAN lakukan. Namun apa daya, sebagian besar gereja di akhir zaman ini sudah melupakannya dan fokus hanya untuk kepentingan segelintir golongan. Akibat kemandulan gereja dalam mengemban amanat agung ini, lahirlah pelayanan atau organisasi penginjilan (parachurch) di luar institusi gereja.

Gereja harus berfokus pada menghasilkan murid (disciples) dan bukan sekedar pengikut (followers). Juan Carlos Ortiz dalam bukunya Murid Sejati menyatakan bukti kegagalan gereja menghasilkan murid Kristus adalah terlahirnya Sekolah Alkitab. Sebuah kritikan pedas namun dapat menjadi cambuk bagi tiap gembala sidang untuk mulai memperlengkapi jemaat Tuhan menggenapi Amanat Agung Tuhan Yesus. Sampai kini Sekolah Alkitab masih berdiri untuk menopang, puji Tuhan atas hal tersebut. Sekaranglah saatnya bagi gereja TUHAN untuk bangkit dan memperlengkapi umat Tuhan serta mengutus mereka menjadi garam dan terang dunia.

Ada perbedaan yang sangat mendasar antara seorang murid dan pengikut, seorang Pengikut Kristus yang hanya menginginkan berkat dan identik dengan sesuatu yang bersifat materi. Seorang pengikut akan memuji Tuhan kala segala sesuatu berjalan lancar sesuai kehendaknya. Namun ketika segala sesuatu menjadi sulit, ia dapat dengan mudah melupakan Kristus bahkan beralih iman. Tuhan tidak pernah terkesan dengan mereka yang bermulut manis, sebab IA tahu isi hati setiap manusia.

Sedangkan seorang murid Kristus tahu ketika ia melakukan kehendak Tuhan, maka berkat Tuhan maka berkat Tuhan sudah ada di atas kepalanya dan siap untuk dicurahkan. Seorang murid rela berkorban bagi Tuhan dan sesamanya.

Saya kagum pada kesungguhan dan ketulusan Bunda Teresa (almarhum), yang rela hidup apa adanya untuk dapat melayani kaum yang kurang beruntung di Calcuta, India. Dia tidak menunggu sampai ada pihak donatur datang dan baru bergerak melayani. Saat pimpinan rohaninya tidak mendukungnya, dia tetap percaya bahwa Tuhan yang akan menolong dan membuka jalan. Kala ia tidak memiliki kelas untuk mengajar, kala ia tidak memiliki kapur dan papan tulis; ia mengajar di alam terbuka, menggunakan sebatang kayu untuk menulis dan tanah sebagai media papan tulisnya. Ia mungkin bukan seorang yang cakap mengajar atau berkhotbah tentang kasih namun kasihnya terbukti dengan merawat mereka yang sakit kusta dan aneka penyakit lainnya. Kasihnya meluap dari hubunganya yang dekat dengan Tuhan Yesus. Sungguh kehidupan Bunda Teresa memberikan inspirasi yang luar biasa mengenai kasih Kristus di muka bumi.

Ada banyak strategi penginjilan yang diajarkan. Salah satu pelajaran penginjilan dasar, sebagai contoh ada metode 4 Hukum Rohani yang diperkenalkan oleh Para Navigator. Saya mengenal metode ini kala duduk di bangku Sekolah Alkitab. Dimana metode ini menjadi landasan pola penginjilan kami saat itu. Dimana kami harus praktek lapangan dengan menggunakan cara tersebut.

Di sini saya akan sedikit saja menjabarkan cara penginjilan 4 Hukum Rohani, agar anda memiliki gambaran:


ALLAH INGIN KITA TAHU BAHWA:

Semua orang adalah orang berdosa dan tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Sebagaimana ada tertulis “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23)”
Yesus Kristus sudah menyediakan jalan keselamatan. Sebagaimana ada tertulis,”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)
Kita harus bertobat dari dosa-dosa kita, mengakui dan meninggalkannya. Sebagaimana ada tertulis,”Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kitadan menyucikan kita dari segala kejahatan.(1 Yohanes 1:9)
Hal menerima atau menolak jalan keselamatan ini akan menentukan nasib kita di akhirat. Sebagaimana ada tertulis “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat pada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada atasnya.” (Yohanes 3:36)

Ada pula metode pengembangan yang hampir sama dari Explosion Evangelism (EE). Kala saya menggembalakan sebuah sidang jemaat di kota Surabaya, saya pun pernah mengutus beberapa staf gereja dan jemaat yang aktif untuk diperlengkapi di EE-Malang.

Ke dua pelayanan ini secara luar biasa dipakai oleh Tuhan dan memberikan fondasi untuk penginjilan yang efektif dalam mengabarkan Injil baik secara individu maupun kelompok. Masih ada juga cara Roman’s Road (pola Jalan Roma), yang sempat saya pelajari saat mengikuti pendidikan theologia.

Saya pernah melakukan penginjilan dengan membagi-bagikan traktat di jalan-jalan, ada pula metode “hit and run”, yang diprakarsai oleh pelayanan JTC melalui traktat bergambarnya yang menarik (Di Indonesia traktat ini dicetak oleh pelayanan Nafiri Allah Terakhir). Dan ada pula traktat tertulis yang dicetak oleh penerbit Gandum Mas. Namun ini semua bukan satu-satunya metode dalam penginjilan. Ada begitu banyak ragam dalam mengabarkan Kabar Baik bagi mereka yang terhilang. Sebagai informasi traktat merupakan penjabaran berita Injil melalui tulisan atau gambar cetak.

Cara-cara di atas ini baik, namun bagi beberapa orang cara tersebut membutuhkan nyali besar atau bahkan kadang menakutkan. Kebanyakan cara penginjilan yang diajarkan di kelas-kelas pemuridan atau school of ministry, mirip dengan salah satu pola di atas. Saya pun mengajar hal ini di kelas penginjilan. Metode itu menjadi salah bila menjadi satu-satunya cara untuk mengabarkan Injil. Tuhan kita kreatif dan dinamis, IA tidak kaku, kuno ataupun statis. Di saat saya merasa frustasi dan gagal memperlengkapi jemaat untuk menggenapi Amanat Agung, saat itulah Tuhan mewahyukan hal-hal baru dan semuanya itu saya tuangkan dalam buku ini.

Buku ini ditulis untuk menyadarkan pada setiap anak Tuhan bahwa penginjilan merupakan tugas kita semua. Tuhan memanggil kita untuk mengikuti teladan hidupNya dan menghasilkan buah bagi Kerajaan Tuhan. Penekanan dalam buku ini adalah penginjilan bukan sebagai sesuatu yang menegangkan apalagi menakutkan. Kita akan belajar mengenai pola penginjilan yang natural dan bersahabat sehingga dapat diimplementasikan dengan mudah oleh semua orang.

Apakah anda pernah membaca bagaimana jemaat mula-mula merupakan jemaat yang disukai dan setiap hari jumlah mereka ditambahkan Tuhan(Kisah 2:47)? Mengapa jemaat mula-mula dapat mempengaruhi dunia dalam waktu yang singkat? Padahal kebanyakan dari mereka hidup di tengah aniaya hingga mengungsi keberbagai kota (Kisah 8:1b)?

Bagaimana cara mereka mewartakan berita Injil? Apakah strategi khusus mereka? Metode apa yang mereka gunakan? Darimana mereka memiliki keberanian untuk mengabarkan Injil di tengah situasi yang sesulit itu? INGAT: PENGINJILAN bukanlah sesuatu yang menakutkan sebab merupakan bagian kehidupan kita. Ketika anda hidup dalam ketaatan, berita Injil itu sudah ada dan nampak dalam hidup sehari-hari anda.

Saya percaya bahwa sebenarnya penginjilan bukanlah sesuatu yang menakutkan, tidak perlu biaya besar, tidak perlu keahlian dan pelatihan bertahun-tahun, yang diperlukan adalah hati yang penuh dengan belas kasihan terhadap mereka yang terhilang. Sebagaimana pandangan mata BAPA terhadap mereka yang belum mengenal putraNYA yang tunggal, YESUS KRISTUS atau bahkan mereka yang telah meninggalkan DIA dengan alasan mereka sendiri.
Baca Selengkapnya...