googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani: World Prayer Assembly
Tampilkan postingan dengan label World Prayer Assembly. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World Prayer Assembly. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

Menjadi Imam dan Raja untuk Penginjilan serta Doa

Doa dan penginjilan adalah berkat dan tugas mulia yang tidak dapat terpisahkan. Keduanya adalah kekuatan besar yang ampuh menembus selubung kegelapan yang terus mengincar manusia. Tuhan sendiri telah memberikan kepada kita kuasa dan kekuatan dalam anugerah “Imam dan Raja” untuk terus memberitakan FirmanNya.

Hal inilah yang disampaikan pendiri Voice in the City Suzette Hattingh ketika membawakan materi “Prayer and Evangelism” dalam World Prayer Assembly di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor Jawa Barat, Selasa (15/5). Pada sesi ini puluhan peserta yang tidak kebagian tempat harus rela untuk duduk dilantai karena padatnya ruangan yang telah terisi oleh ratusan peserta.

“Peran sebagai Imam tidak bisa saudara sendiri yang mengangkatnya, namun Tuhan sendiri yang akan menetapkan. Dan hal itu telah ditetapkan Tuhan. Artinya Tuhan telah melihat bahwa kita adalah Raja dan Imam. Begitulah cara pandang Tuhan melihat kita,” ujar Suzette.

Mengenai makna dari Imam dan Raja tersebut, Suzette menandaskan bahwa keduanya erat berhubungan sebagai Kuasa Tuhan. “Berbicara mengenai Imam adalah seorang pribadi yang mendominasi mengenai doa. Sedangkan status Raja berarti otoritas, kekuatan, kuasa, mukjizat, tanda ajaib, khotbah. Kita bertindak menyatakan kuasa Tuhan,” tegas Suzette.

Dalam sesi ini Suzette pun menceritakan bagaiman konsep tersebutlah yang membawanya terhadap penginjilan terhadap banyak orang. Bahkan penginjilan dikala dirinya tidak berjalan.

Jika anda secara penuh ingin melihat dan mengetahui materi “Law and Justice” dalam format video ini, silahkan hubungi email lighthousepros@yahoo.com.


Sumber : Jawaban.com - Daniel Tanamal
Baca Selengkapnya...

Kamis, 31 Mei 2012

Kuasa Tuhan Mengendalikan Hukum dan Keadilan

Hukum dan keadilan seringkali dijalani hanya sebatas kemampuan sendiri untuk menjalankannya. Akibatnya banyak aspek khusus dalam kehidupan menjadi batu sandungan karena kita tidak melandaskan kekuatan dan pengertian akan Firman Tuhan dalam melakukan hukum dan keadilan.

Hal inilah yang disampaikan CEO Advocat International Brent McBurney dan praktisi hukum asal Australia Mark Mudri ketikan membawakan materi “Law and Justice” dalam World Prayer Assembly di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor Jawa Barat, Selasa (15/5). “Hukum dan keadilan adalah hal yang penting dalam hati Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk melakukan keadilan, mencintai belas kasihan dan kerendahan hati untuk berjalan bersama Tuhan,” kata Brent McBurney.

Menurut McBurney, jarang sekali kita mendoakan para praktisi hukum seperti pengacara, hakim, jaksa dan perangkat pengadilan lainnya. Hal itulah yang membuatnya terkonsentrasi di Advocat Internasional, membantu praktisi hukum mengerti konsep keadilan yang Tuhan inginkan. “Inilah visi untuk mendorong para praktisi hukum melakukan keadilan dengan belas kasihan,” tambahnya.

Sedangkan praktisi hukum Mark Mudri menyoroti lebih jauh bagaimana kita seharusnya banyak berdoa untuk aparat keamanan, terutama kepolisian. Menurutnya polisi adalah garda terdepan memberantas kejahatan, satu perbuatan dimana roh iblis merasuki pelakunya. Jika polisi pun tidak diperlengkapi dengan “perangkat perang” yang berasal dari Tuhan, akan sulit untuk memberantas tindak kriminalitas.

“Meskipun anda bukan polisi, namun anda dapat membantu mereka (polisi) yaitu dengan mendoakan mereka. Setiap tindak kejahatan ada dimensi spiritualnya. Lalu bagaimana para polisi dapat memberantas, jika mereka tidak diperlengkapi dengan roh dari Tuhan? Nah disitulah peran gereja untuk menolong mereka. Harus ada gerakan doa untuk polisi,” begitu penjelasan dari Mark Mudri.

Tidak berhenti disitu, berbagai kesaksian, dan cara untuk membantu mereka yang berprofesi dibidang penegakan hukum dan keadilan disampaikan secara penuh. Juga diajarkan bagaiman sebuah gerakan doa akan ampuh menolong mereka secara utuh.

Jika anda secara penuh ingin melihat dan mengetahui materi “Law and Justice” dalam format video ini, silahkan hubungi email lighthousepros@yahoo.com.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 24 Mei 2012

World Prayer Assembly dan Kebangkitan Nasional

Satu minggu lalu tepatnya mulai Senin 14 Mei 2012 merupakan pekan paling sakralis untuk rakyat Indonesia dan umat Kristen khususnya, dimana gerakan Doa Akbar Sedunia atau World Prayer Assembly 2012 (WPA 2012) berlangsung penuh secara serentak, menjangkau masyarakat disini selama lima hari penuh.

WPA 2012 bukan hanya gerakan doa semata. Namun sebuah gelombang yang membangkitkan sebuah bangsa keluar dari keterpurukan. Hal inilah yang terjadi ketika WPA pertama diselenggarakan di Korea Selatan pada 1984, carut-marut negara ginseng tersebut, perlahan bangkit dan kini menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat didunia. Ini salah satu bukti kekuatan sebuah gerakan doa yang membangkitkan.

Bukan sesuatu yang kebetulan, jika kini WPA diselenggarakan di Indonesia. Kurang lebih 9.000 peserta dengan 2.500 orang di antaranya pimpinan gereja dari 86 negara, datang berdoa untuk sebuah kebangkitan besar di Indonesia, juga dunia pada umumnya. Tepat ditengah carut-marutnya kondisi ekonomi, sosial dan hukum yang terus terkapar membelenggu negara yang kaya akan sumber daya alam terbesar didunia ini.

Momen WPA pekan lalu pun mengambil juga hari peringatan Kenaikan Tuhan Yesus pada 17 Mei, dimana ratusan ribu umat berkumpul dan berdoa di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan serempak digelar di 371 kota di Indonesia. Membuktikan kedahsyatan “waktunya” Tuhan dalam beracara di Indonesia. Hingga WPA selesai pada Jumat 18 Mei pun masih banyak umat yang haus akan WPA dengan menyaksikan berbagai rekaman video kegiatan di website rohani.

Dan selang sehari kemudian, Minggu 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kembali diperingati, meskipun banyak yang tidak mengetahuinya. Harkitnas menjadi penutup sempurna dalam rangkaian satu pekan gerakan doa WPA. Daripadanya kita disadarkan bahwa penjajahan masih terjadi. Namun bukan dari luar, namun penjajahan dari diri kita sendiri yang malas untuk bangkit dari keterpurukan, dan asyik untuk berkonflik dengan sesama saudara sendiri.

Korelasi inilah sesungguhnya yang harus disadari bersama bahwa, kegerakan doa menjadi pembangkit masyarakat Indonesia untuk bangun dari keterpurukan, dan meraih kembali berkat yang telah Tuhan curahkan, menjadi pribadi yang menjadi berkat bagi sesamanya! Selamat Berdoa…


Sumber : Jawaban.com - Daniel Tanamal
Baca Selengkapnya...

WPA 2012: Sebuah Gelombang Gerakan Doa Antar Generasi

Adanya jurang pemisah atau pembatas antar generasi seringkali membuat sebuah kegerakan rohani tidak dapat diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Hal ini menjadi sebuah perhatian khusus gereja Tuhan dalam pertemuan World Prayer Assembly 2012 yang diselenggarakan di SICC, Sentul pada 14-18 Mei 2012 lalu dengan mencetuskan doa tiga generasi.

Brian Mills, dalam Pleno “Trend Global dan Bagaimana kita Seharusnya Meresponi Kegerakan Doa Global” memaparkan sebuah fakta menyedihkan gereja di Eropa.

“Anak-anak muda di dunia barat, terutama di Eropa barat sudah tidak menerima warisan rohani (dari generasi sebelumnya –red), sehingga saat ini berita Injil menjadi sesuatu yang baru bagi mereka,” demikian ungkap Brian.

Untuk itu Brian mengajak gereja Tuhan untuk melihat visi ke depan dan berdoa dengan strategi. Bukan hanya bereaksi terhadap perubahan dunia, namun membawa agenda Tuhan serta bekerja bersama untuk menggenapi rencana Tuhan.

Dalam pleno yang berbeda Mark McClendon, fasilitator kegerakan Anak Bersinar Bangsa Gemilang juga menyampaikan betapa pentingnya gereja memperhatikan anak-anak.

“Ada orang mengatakan bahwa anak-anak itu seperti spon. Apa saja mereka serap,” demikian jelas Mark. “Apapun yang Anda masukkan kepada mereka, akan keluar dari mereka. Tetapi jika Anda tidak masukkan apa-apa, dunia akan menjadi guru mereka. Media yang akan memuridkan mereka. Dunia yang akan melatih mereka. Jadi kita harus ambil mereka dan latih mereka.”

Menurut Mark, anak-anak bukan hanya seperti spon, tetapi juga seperti sebuah anak panah, harus dibentuk, harus diarahkan lalu dilepaskan. Berdasarkan survey yang didapat oleh Mark, ada sekitar 390 juta anak-anak yang telah dilahirkan baru. Karenanya ia percaya bahwa anak-anak adalah salah satu kunci dari tuaian akhir jaman.

Untuk sebuah tsunami kegerakan rohani, jurang pemisah antar generasi harus dihancurkan. Untuk itu rekonsiliasi antar generasi harus dilakukan dan juga regenerasi dalam tubuh Kristus harus berjalan dengan baik. Mari berikan tempat khusus bagi anak-anak dalam tubuh Kristus, sebagaimana Tuhan juga menganggap mereka istimewa dimata-Nya.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Jumat, 18 Mei 2012

WPA, 2,5 Juta Umat Kristen Menyaksikannya

Pada konser World Prayer Assembly (WPA) yang diadakan di Gelora Bung Karno, Jakarta kemarin (17/5) ada begitu banyak umat Kristen yang berkumpul bersama dan berdoa bagi Indonesia. Bukan hanya dari Indonesia saja, ada peserta yang bahkan berasal dari luar negeri seperti Korea, Jepang, Afrika, Australia, dan juga negara lainnya.

Sebelum dibuka, acara diisi dengan berbagai hamba Tuhan yang berdoa bagi negara Indonesia yang diselingi dengan pujian dan penyembahan dari tim worship. Meski acara baru dibuka pada pukul 18.00 WIB, namun banyak peserta dari berbagai denominasi gereja memadati stadion Gelora Bung Karno sekitar pukul 16.00 WIB. Ada banyak berbagai usia yang datang dan bersemangat mengikuti konser doa WPA ini, meski panas terik menyelimuti hari itu.

Stadion yang dipadati tidak kurang dari 100.000 orang itu, dihadiri juga oleh 2500 pimpinan gereja dari 86 negara dan ada 20.000 lebih anak-anak yang juga akan berdoa bersama. Dan sementara acara berlangsung di Gelora Bung Karno, ada 373 kota di seluruh Indonesia yang mengikuti acara tersebut lewat Live Streaming. Karena itu, diperkirakan tidak kurang dari 2,5 juta umat Kristen yang menyaksikan acara tersebut.

Di dalam acara ini, juga hadir tamu undangan. Dan juga tim praise and worship yang terdiri dari Dr. Ir. Niko Njotorahardjo, Sidney Mohede, Ruth Sahanaya, dan Sari Simorangkir. Acara yang dikemas beraneka ragam tersebut ditandai dengan penyalaan obor api. Api yang dibawa oleh kontingen Korea (tempat WPA sebelumnya berlangsung) dan diberikan kepada kontingen Indonesia.

Di dalam acara itu ada tari-tarian dari anak-anak, tari-tarian dari berbagai daerah, pelepasan balon yang menandakan harapan dan iman anak-anak kepada Tuhan, dan tak kalah pentingnya yaitu doa-doa yang dipanjatkan. Semuanya itu bisa ada karena Indonesia butuh Tuhan, Indonesia memerlukan Tuhan dan semua umat di seluruh dunia menginginkan lawatan Tuhan terjadi.

Harapan seluruh umat Kristen di dunia tertumpah di acara ini. Namun, setelah selesainya acara ini kita tentu tetap berharap dan berdoa bagi Indonesia. Indonesia menjadi negara yang takut akan Tuhan, Indonesia mempunyai generasi yang takut akan Tuhan, menjadi bangsa yang makmur, adil, dan sejahtera. Bangsa yang sesuai nilai-nilai luhur Pancasila.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Menko Kesra Bagikan Ayat Alkitab Habakuk 2:14

Sebagai pembukaan World Prayer Assembly (WPA) 2012 yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta, maka WPA pun mendapat kehormatan didatangi oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakya Indonesia (Menko Kesra), H. R. Agung Laksono.

Di dalam acara tersebut, Laksono mengajak seluruh umat untuk mengucap syukur kepada Tuhan. “Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan yang sangat luar biasa,” kata Laksono yang langsung disambut dengan tepuk tangan. “Kita dipandang baik dan dijadikan tempat untuk melakukan pertemuan oleh berbagai negara untuk melakukan doa bersama sedunia. Ini merupakan pertanda bahwa Indonesia dinilai sebagai negara yang harmonis,” tambahnya lagi yang juga disambut dengan tepuk tangan. Itulah anugerah Tuhan untuk Indonesia, katanya.

Menko Kesra yang lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 23 Maret 1949 ini juga mengatakan bahwa hendaknya setiap warga negara asing yang datang pada acara ini dapat membawa hikmah ke negara mereka tentang keharmonisan di Indonesia. Memang tidak mudah menyelaraskan berbagai macam budaya dan latar belakang yang ada di Indonesia. Meskipun ada riak-riak kecil yang berlangsung di Indonesia akibat perbedaan tersebut, namun Laksono yakin itu hanyalah riak kecil di tengah luasnya samudera harmonis.

Karena itulah, Menko Kesra mengajak semua yang hadir maupun yang menyaksikan secara streaming untuk hidup dalam damai. Karena itu, toleransi haruslah menjadi prinsip utama di dalam hidup berbangsa, tidak boleh ada diskriminasi.

Dan akhirnya, Menko Kesra mengambil suatu ayat yaitu di dalam Habakuk 2:14 yang mengatakan, “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut.” Ini mengandung pengertian bahwa melimpahnya air, bumi akan penuh dengan kemakmuran. Akan penuh dengan kemuliaan, dan kemuliaan itu akan ditunjukkan kepada seluruh umat manusia, jelasnya.

“Hadirin sekalian, WPA 2012 ini memfasilitasi pertumbuhan doa yang lebih besar bagi dunia agar shalom dan sejahtera Tuhan akan datang ke dunia ini. Dan WPA ini memfasilitasi gereja-gereja, dan memfasilitasi percepatan transformasi. Maka saya yakin, WPA 2012 memiliki dampak yang sangat baik bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia. Keterlibatan berbagai hamba Tuhan di seluruh interdenominasi gereja yang terdapat di 100 negara, yang hadir dalam kegiatan ini, merupakan wujud kesatuan untuk bersatu untuk menopang dan melakukan persatuan di dalam pemerintah, mendoakan dunia dan termasuk Indonesia.” Jelas Agung Laksono lagi. Pada akhirnya Laksono mengatakan bahwa acara WPA ini dapat diterima dan dikabulkan oleh Tuhan. “Burung irian, burung cenderawasih. Cukup sekian dan terima kasih…” tutupnya yang diiringi oleh sambutan tepuk tangan para penonton.

Tuhan mendengar setiap orang yang bersungguh-sungguh mencari-Nya dan biarlah apa yang menjadi doa Menko Kesra dapat menjadi doa kita semua. Indonesia hidup dalam damai sejahtera yang seluas samudera dan biarlah riak-riak kecil itu hilang dari bumi pertiwi.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 17 Mei 2012

WPA 2012: Keserakahan Dalam Kapitalisme Harus Segera Diakhiri

Bogor, 15 Mei 2012 - Dua ekonom yang hadir sebagai pembicara dalam Doa Akbar Sedunia atau World Prayer Assembly 2012 di Sentul International Convention Center (SICC), Ed Silvoso dan Jerry Tuma, dalam jumpa pers Selasa petang mendorong dunia terutama umat Kristen, agar mengakhiri akar immoralitas dalam kapitalisme, yakni keserakahan (greediness).

Pakar ekonomi, Ed Silvoso, yang juga President International Transformation Network. Inc, mengatakan kapitalisme dikembangkan oleh negara-negara Barat memang dirancang untuk menciptakan keuntungan bagi para pemilik modal, jadi memang tidak untuk orang miskin.

Namun pada waktu itu masih ada landasan moralnya yakni untuk menolong orang-orang miskin. Dalam perkembangannya hari ini, keserakahan telah membuat kapitalisme kehilangan landasan moralnya, karena banyak orang sudah meninggalkan Allah.
“Sehingga tugas kita sekarang adalah mengembalikan kapitalisme itu ke akar moralitasnya agar dunia menjadi lebih baik,” katanya.

Dia sendiri di Amerika mengembangkan gerakan untuk menguasai 51 persen saham-saham berbagai perusahaan di Amerika melalui International Transformation Network, Inc dalam upaya mengembalikan kapitalisme ke akarnya yang benar yaitu untuk menolong orang-orang miskin dan mengakhiri keserakahan.

Sedangkan dalam pandangannya Jerry Tuma, President Cornerstone Financial Services Inc., kegagalan yang dialami oleh kapitalisme hari ini karena banyak orang berutang sangat besar jauh melebihi kemampuannya. Dan persoalan itu dicoba diatasi dengan sosialisme, dan itulah yang kini terjadi di Prancis sebagai hasil pemilihan umum pekan lalu.

Padahal, lanjutnya, Eropa dan banyak negara maju menghadapi persoalan yang jauh lebih besar dan tidak bisa diatasi oleh sosialisme, yakni masalah kritis penurunan jumlah penduduk yang sangat signifikan.

“Padahal jumlah penduduk yang besar juga memberi kemakmuran, bila jumlah penduduk berkurang akan menghasilkan depresi di bumi,” katanya.

Dia sudah melihat hal itu terjadi di Amerika, dimana kaum lanjut usia, terutama generasi baby boomer yang lahir pasca Perang Dunia II, kini sudah menjadi beban, karena tergantung pada tunjangan sosial dan tunjangan kesehatan, jumlahnya bertambah 10.000 setiap hari.

Di Jepang, jumlah angkatan kerja semakin merosot, dan pada suatu saat nanti jumlah penduduk Jepang akan merosot drastis, dan akan menjadi persoalan besar. Sehingga memperbaiki profil demografi merupakan hal kritikal.

Ed Silvoso dan Jerry Tuma sepakat bahwa Indonesia dalam waktu singkat akan menjadi raksasa ekonomi yang perpeluang memimpin ekonomi dunia asalkan pelaku ekonomi Indonesia tidak serakah, takut akan Allah dan berpihak kepada orang-orang miskin.


Sumber :
Pers Release Panitia WPA 2012
Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Pahami Kehendak Tuhan Dengan Bible Marathon

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini yang tidak dapat kita pahami. Tidak jarang banyak orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena sudah putus asa, atau bertanya pada peramal, dukun dan sebagainya karena takut hidup dalam misteri. Padahal jika kita mengetahui kehendak Tuhan, maka kita akan dapat menghadapi tantangan dalam hidup kita dengan penuh percaya diri dan penyerahan total terhadap Tuhan.

Salah satu peserta yang berhasil Jawaban.com wawancarai bernama Roseli. Menurut Roseli, salah satu materi yang paling menarik untuknya adalah Bible Marathon, dimana lewat materi tersebut dia bisa memahami bagaimana melatih otot-otot iman serta mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup umat manusia.

Roseli menjelaskan, Bible Marathon adalah istilah yang digunakan untuk Alkitab secara berurutan dan stabil seperti perlombaan marathon. Dibutuhkan konsistensi dan komitmen yang baik untuk bisa melakukan Bible Marathon ini. “Dengan Bible Marathon itu kita dapat mengetahui kehendak Tuhan. Jadi dengan baca Alkitab dan berdoa kita bakalan ngerti dan dibukain dan diberikan pengertian-pengertian baru,” Roseli menjelaskan tentang Bible Marathon.

Selain membagikan materi yang menguatkannya, Roseli juga mempunyai harapan yang begitu besar dengan diselenggarakannya acara doa sedunia ini. “Harapannya yaaa pasti terjadi penuaian jiwa besar-besaran, serta ada gerakan doa 24 jam sehari dan tujuh hari dalam satu minggu serta dibangkitkan kembali (semangat dan iman) orang-orang percaya,” ungkap Roseli yakin.

Hari ini (Jumat, 17/5) WPA akan diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada pukul 16:30. Bagi Anda yang tidak dapat menghadiri acara ini, terutama bagi Anda yang berada di luar Jakarta namun rindu untuk menjadi bagian dalam kebangkitan doa ini, Anda dapat menyaksikannya secara live di Jawaban.Com dengan mengakses www.jawaban.com/index.php/wpa. Lawatan Allah telah turun dan gelombang tsunami kegerakan doa telah dimulai. Pastikan diri Anda terlibat di dalamnya dan menjadi bagian dalam mengubah sejarah dunia.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Nus Reimas : Jadilah Gereja Ramah Lingkungan

Ketua umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) Pendeta Nus Reimas mengajak kepada seluruh gereja didunia terutama di Indonesia untuk sadar terhadap kelestarian lingkungan hidup. Hal ini diungkapkannya pada konperensi pers World Prayer Assembly 2012 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor Jawa Barat, Rabu (16/5).

Nus menyoroti karakter sebagian besar jemaat gereja di Indonesia yang masih patrenalistik dengan terpaku pada Pendeta Jemaat. "Itulah budaya sebagian besar jemaat gereja kita yang masih terpaku dengan pendeta. Hal ini dapat menyebabkan jemaat tidak dapat berkembang untuk mengungkapkan kreatifitasnya. Di Indonesia, budaya antri masih susah diterapkan, berikut dengan perilaku membuang sampah sembarangan," katanya menjelaskan mengapa jemaat sulit untuk mengembangkan budaya cinta terhadap kelstarian lingkungan.

Untuk itulah Nus melihat bahwa peran seorang pendeta begitu besar untuk mengarahkan jemaatnya sadar lingkungan. "Pendeta tidak hanya khotbah di mimbar, namun harus dapat menggiring warga jemaat untuk peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup," ujarnya memberi stimulus kepada pendeta dan pemimpin gereja pada umumnya untuk menggerakan jemaat terhadap lingkungan sekitar.

Terakhir dirinya menghimbau agar gereja sepenuhnya mengerti mengenai konsep kebersamaan ini untuk menjadi gereja yang bukan saja sebagai rumah doa, melainkan sebagai gereja yang ramah lingkungan. menjadi contoh bagi sesama dan menjadi basis kegerakan iman yang cinta dan sadar terhadap lingkungan hidupnya.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...