googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani: Kemakmuran??
Tampilkan postingan dengan label Kemakmuran??. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemakmuran??. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Lubang jarum - orang kaya sulit masuk Surga ? (Matius 19:24)

TANYA :
Quote:
Saya membaca sebuah ayat di alkitab yang berkata : Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk kedalam kerajaan sorga...
Apakah 'lubang jarum' yang dimaksud dalam ayat ini adalah lubang jarum dalam arti sebenarnya, ataukah lubang jarum nama sebuah tempat di israel (saya pernah mendengar dari kotbah)...



JAWAB :

* Matius 19:24
LAI TB, Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
KJV, And again I say unto you, It is easier for a camel to go through the eye of a needle, than for a rich man to enter into the kingdom of God.
TR, παλιν δε λεγω υμιν ευκοπωτερον εστιν καμηλον δια τρυπηματος ραφιδος διελθειν η πλουσιον εις την βασιλειαν του θεου εισελθειν
Translit Interlinear, palin {lagi} de {dan} legô {Aku berkata} humin {kepada kalian} eukopôteron {lebih mudah} estin {ia adalah} kamêlon {unta} dia {melalui} trupêmatos {mata} raphidos {jarum} dielthein {untuk masuk} ê {daripada} plousion {orang kaya} eis {ke dalam} tên basileian {Kerajaan} tou theou {Allah} eiselthein {untuk masuk}


* Markus 10:25
LAI TB, Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
KJV, It is easier for a camel to go through the eye of a needle, than for a rich man to enter into the kingdom of God.
TR, ευκοπωτερον εστιν καμηλον δια της τρυμαλιας της ραφιδος εισελθειν η πλουσιον εις την βασιλειαν του θεου εισελθειν
Translit Interlinear, eukopôteron {lebih mudah} estin {ia adalag} kamêlon {unta} dia {melalui} tês trumalias {mata} tês raphidos {jarum} eiselthein {untuk masuk} ê {daripada} plousion {orang kaya} eis {ke dalam} tên basileian {Kerajaan} tou theou {Allah} eiselthein {untuk masuk}


* Lukas 18:25
LAI TB, Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
KJV, For it is easier for a camel to go through a needle's eye, than for a rich man to enter into the kingdom of God.
TR, ευκοπωτερον γαρ εστιν καμηλον δια τρυμαλιας ραφιδος εισελθειν η πλουσιον εις την βασιλειαν του θεου εισελθειν
Translit Interlinear, eukopôteron {lebih mudah} gar {karena} estin {ia adalah} kamêlon {unta} dia {melalui} trumalias {mata} raphidos {jarum} eiselthein {untuk masuk} ê {daripada} plousion {orang kaya} eis {ke dalam} tên basileian {Kerajaan} tou theou {Allah} eiselthein {untuk masuk}


Tidak diketahui pasti apakah ada tempat di Israel bernama "lubang jarum" di era Yesus Kristus karena kota Yerusalem tempo doeloe sudah hancur.

Dewasa ini memang ada dua gerbang, yang besar dan yang kecil, dan yang kecil disebut "mata jarum" namun gerbang itu baru ada belakangan, tidak dapat dibuktikan bahwa gerbang atau pintu itu sudah ada di zaman Yesus Kristus.


Ungkapan-ungkapan "lubang-jarum" di atas adalah ungkapan kiasan yang umum di kalangan Semitik

Kalangan Semitik (Ibrani, Aram, maupun Arab) biasa menggunakan tamsil (ibarat) seperti unta atau gajah melewati lubang jarum untuk melukiskan suatu kemustahilan :

"Anda tahu bahwa mereka tidak dapat memperlihatkan kepada seseorang pohon emas, tidak pula seekor gajah melewati mata jarum." (T. Bab. Beracot, vol. 55. 2.)

"Barangkali Anda adalah salah satu dari Pombedita (sekolah Yahudi di Babilonia) yang membuat seekor gajah melewati mata jarum." (T. Bab, Bava Metzia, vol. 38. 2.)

"Demi Allah, kami sudah melihat dengan mata kepala sendiri, membawa seekor gajah melewati mata jarum." (Prefat. ad Zohar, Editor Sultzbach}.


Bahkan Al~Qur'an pun menggunakan ungkapan serupa :

* Q.S. 7:40
"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan." http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=40&t=ind


Maka jelas bahwa ungkapan "lubang jarum" merupakan kiasan (proverb).


Sumber :
- Yohannes/ Biblika
- FF Bruce, Ucapan Yesus yang Sulit, SAAT Malang, p 202-206


Pada pertemuan APP minggu ke 3 umat katolik seKAJ merenungkan pentingnya mengambil sikap dalam mengatasi godaan terutama dalam hal ingin menjadi kaya. Yesus menyatakan bahwa kekayaan bisa menjadi penghalang dalam keselamatan dan juga dalam pemuridan. Kisah ini terjadi saat Yesus dalam perjalanan ke Yerusalem , yaitu menjelang minggu palma. Ia dicari-cari seorang kaya yang sebenarnya ingin meminta konfirmasi bahwa ia layak masuk sorga karena sudah menjalankan seluruh aturan agama. Yesus menjelang akhir pelayananNya justru mengajarkan hal yang kontroversial yang membuat murid-muridnya tercengang.

Bagi orang Yahudi kekayaan adalah tanda bahwa seseorang diberkati karena dekat dengan Allah (Ulangan 28:1-14) dan orang yang miskin adalah orang yang melawan kehendak Allah, orang terkutuk (Ulangan 28:15-46). Begitu sulitnya orang kaya masuk sorga sampai dikatakan mustahil sehingga Yesus mengatakan, lebih mudah “Saya bawa unta masuk lewat lubang jarum”. Ilustrasi ini lah yang membuat kegemparan bagi murid-muridNya yang kental dengan tradisi Yahudi.

Dalam Injil hanya dua kali Yesus mengambil ilustrasi dengan menggunakan unta. Unta tidak jamak berada di tiap tempat di dunia ini, bahkan di Indonesia anda hanya menemukannya di kebun binatang atau Taman Safari. Sepertinya memang Unta di “disain” khusus oleh Allah untuk hidup di padang gurun (Yeh 25:5). Unta bisa bertahan untuk tidak minum berminggu-minggu dan sedikit makan rumput, tapi sekali dia minum bisa berember-ember air. Selain tahan hidup di padang pasir yang kering, unta lebih kuat dari kuda atau keledai dalam hal membawa beban (Kej 37:25; 1Raja10: 30:43; Ayub 1:3), lebih gesit dan tidak mudah tergelincir bila menempuh pegunungan terjal dan berbatu. Hal ini dimungkinkan karena alas kakinya seperti dilapis spons yang mampu menapak batuan tajam dengan lembut tanpa menimbulkan suara.

Saat penulis ditengah kegelapan malam dalam perjalanan mendaki ke puncak gunung Sinai (+1,700 m) yang terjal dan berbatu-batu dengan dingin yang begitu menggigit, tiba2 merebak bau yang menyengat diantara suara orang-orang berbahasa arab. Setelah senter diarahkan ke sumbernya, tampaklah puluhan unta dengan diam, duduk menanti perintah tuannya. Walaupun badannya tinggi dan besar, unta termasuk binatang jinak, bahkan nyaris tidak bersuara walau bergerombol. Unta hanya saling menyentuhkan hidungnya tanpa bersuara bila menyapa unta lain. Beda sekali dengan manusia ya? Karena kegunaannya maka unta sangat bernilai bagi suku2 yang hidup di padang gurun di timur tengah selain kuda dan keledai . Selain sebagai alat transportasi, unta digunakan oleh para pengirim berita ”kilat khusus” untuk mengantar surat perintah raja ( Ester 8:10). Karena kegesitannya unta juga digunakan untuk berperang ( Yes 21:7, 1 Sam30:17)

Bahkan unta-unta kerajaan ditandai dengan kalung emas (Hak 8:21,26) dan diperlakukan dengan sangat baik (Kej 24:31,32) kecuali oleh suku bangsa Yahudi. Karena bagi orang Yahudi unta adalah binatang haram, tidak boleh dimakan (Im 11:4) karena tidak berkuku belah. Unta tidak boleh dimakan, masuk tidak kosher, non halal. Sama seperti orang kusta, haram dan najis karena dikutuk Tuhan, jadi tidak boleh masuk kota. Bila mereka lewat kampung atau berjumpa orang-orang yahudi, maka dari jauh sudah harus membawa bunyi-bunyian dan berteriak-teriak bahwa mereka orang kusta supaya orang-orang lain menyingkir. Inilah yang menjadi ajaran kontroversial bagi murid-murid Yesus, bagaimana mungkin unta yang haram bisa masuk ke kota tempat tinggal orang Yahudi?

Lubang pintu yang disebut lubang jarum adalah bentuk umum lubang pintu orang Yahudi yang serupa dengan lubang jarum sempit memanjang. Tetapi pintu lubang jarum yang berada di tembok pembatas kota baru digunakan bila pintu gerbang kota ditutup setelah ”jam kantor”. Hanya penduduk kota yang bisa masuk lewat pintu lubang jarum yang dijaga tentara. Unta bisa lewat kah? Bisa sekali karena memang pintunya masih cukup tinggi untuk dilewati unta. Unta jelas sekali masih bisa lewat lubang jarum, tetapi penumpang dan barang-barangnya harus diturunkan terlebih dulu. Mengapa? Karena harus diperiksa oleh penjaga pintu, apakah ia penduduk kota dan barang-barangpun harus di ”screening” apa kena pajak atau tidak. Kalau penumpang atau bebannya tidak diturunkan dari onta maka rombongan jelas sudah pasti tidak akan dijinkan masuk melalui pintu penjagaan tersebut. Setelah mengalami pemeriksaan, unta pun harus ditarik masuk kedalam lubang jarum, karena ia binatang jinak yang tidak akan berjalan sendiri tanpa diperintah apalagi melalui jalan sempit di lubang jarum.

Itulah yang dimaksud Yesus, lebih mudah bagi Yesus menarik unta masuk melewati pintu lubang jarum daripada membawa orang kaya masuk surga. Tidak ada yang mustahil bagi Yesus walaupun ia termasuk orang Yahudi tapi Ia adalah 100 % Allah yang memegang kunci pintu Surga. Unta akan diam saja bila barang-barang dan ikatannya dilepaskan, bahkan diam dan menurut untuk ditarik Yesus masuk lorong yang sempit dan gelap (pintu lubang jarum). Tapi orang kaya belum tentu rela melepaskan ikatan (pikiran) nya untuk terus menerus menambah kekayaan dan tidak pernah puas dalam kehidupannya. Juga akan sangat sulit untuk tetap ”diam” tidak berpikir akan hartanya, apalagi harus memikul salib kehidupan dalam melewati lorong gelap dalam hidupnya untuk mengikuti Yesus masuk KerajaanNya.

Kitapun sebenarnya haram dan najis di mata Tuhan, tidak layak masuk surga karena dosa-dosa kita. Tetapi karena kasih karunia Allah kita dibenarkan dan dipilih untuk ditarik masuk Kerajaan Allah. Untuk bisa masuk pun kita harus mau mengikuti Yesus masuk dalam lorong kegelapan dengan kepasrahan. Berani melepaskan segala pikiran didalam kita, termasuk pikiran-pikiran untuk menjadi (bertambah) kaya. Kita perlu punya sikap penurut dan jinak seperti unta, untuk bisa menjadi pengikut Yesus agar sampai pada kehidupan kekal.

Menjadi kaya bukanlah dosa, tetapi keinginan untuk menjadi kaya dengan melanggar hukum Allah, dengan mengurangi hak orang lain, itulah yang berdosa. Yang dibenci Tuhan Yesus adalah cara-cara atau keinginan menjadi kaya sehingga menjadi “berhala” karena cara mendapat kekayaan sering mengurangi hak orang lain atau menghalalkan segala cara sehingga bertentangan dengan kehendak Allah.

Yesus katakan orang miskin SELALU ada padamu (Mat 26:11), artinya lakukan sesuatu bagi orang miskin dengan kekayaanmu terus menerus. Miskin dan kaya adalah relatif, selalu ada orang merasa lebih (kaya) dibandingkan yang lain, demikian pula selalu ada orang yang lebih berkekurangan dari kita walau kitapun belum berkecukupan. Juallah dan berikanlah kepada yang miskin (Markus 10:21) jangan lah kekayaan atau kelebihan kita menghalangi karya Tuhan bagi orang miskin, orang-orang yang berkekurangan dibandingkan kita. Karena kekayaan juga adalah rahmat yang Tuhan percayakan kepada kita untuk digunakan menyenangkan hatiNya dengan berbagi dan melayani orang-orang yang lebih miskin dari kita.

Kita mungkin seperti orang muda tadi yang sudah menjalankan semua ritual agama, berdevosi dengan setia. Tetapi tidak memperhatikan yang paling mendasar, menyerahkan seluruh akal-budi, hati dan pikiran kita dan membangun relasi dengan Allah. Mari kita mau mengambil sikap rendah hati seperti unta agar boleh masuk ke dalam kota dengan taat pada pimpinan Roh Kudus. Hati yang dikuasai belas kasihan Tuhan pasti membuat kita mau ambil bagian dengan berbagi kepada orang miskin, berkarya bagi Tuhan melalui kekayaan kita. Sehingga pada akhirnya dengan tersenyum Tuhan akan menyambut kita, si unta tadi dan mengatakan ” Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat 25:21).


Sumber :
1. Majalah Shalom Betawi edisi April 2006.
2. Sarapanpagi.org
Baca Selengkapnya...

Jumat, 04 Mei 2012

Forex dalam pandangan iman Kristen

Sengaja Admin menyajikan pembahasan topik ini berdasarkan urutan kronologi diskusi/tanya jawab di dalam forumkristen.com supaya terasa lebih hidup dan mudah dipahami dan mengena dari berbagai macam perspektif dan sudut pandang. Mohon perhatikan juga pendapat Bro. Krispus yang pernah punya pengalaman dan bisa dijadikan referensi. Selamat mengikuti.

Lina Bukit :
mau tanya apakah forex itu tidak berkenan dalam ajaran Kristen, mohon penjelasan donk, soalnya aku dah setahun berkencimpung dalam dunia forex ( pergerakan mata uang), atau sama dgn valas?


Marosa :
mungkin perlu anda berikan contoh poin2 yg anda rasa kurang sreg dengan ajaran YESUS..


Ibmagi :
Permasalahan duniawi yaa............ bagi diri sendiri........ bila forex ataupun valas dipandang sebagai suatu perdagangan.......... dan anda tidak dikuasainya atau diperbudak oleh nafsu............. selama itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bukan memenuhi nafsu................ menurut saya sih tidak masalah............ jangankan forex perdagangan sehari2 saja bila nafsu yang menguasai kita............. seperti halnya menimbun barang yang kita harapkan harga naik lalu dijual kembali saat tinggi sehingga merugikan masyarakat................ itulah yang tidak diperkenankan yang artinya kita telah mencuri miik orang lain........... intinya janganlah dikuasai oleh ego/nafsu dan akhirnya merugikan orang lain.............

Semoga bermanfaat...............
TUHAN YESUS memberkati....................


Hanhalim :
Quote from: lina bukit on January 21, 2012, 09:52:04 AM

mau tanya apakah forex itu tidak berkenan dalam ajaran Kristen, mohon penjelasan donk, soalnya aku dah setahun berkencimpung dalam dunia forex ( pergerakan mata uang), atau sama dgn valas

Namanya dagang ya engga apa apa, kan engga ada unsur paksaan (memaksa membeli atau menjual )
tetapi yang perlu diwaspadai adalah apakah perusahaannya legal atau tidak ? , dan yang penting juga engga ada unsur penipuan atauniat menipu, (BANDAR KABUR KETIKA KALAH ) UANG YANG DITANAM IKUT TERBAWA KABUR

TUHAN YESUS MEMBERKATI
HAN


All4him :
saya sendiri jg pernah trading forex.
dan mnrt sy tdk ada hal yg bertentangan dg agama Kristen disitu


jonathan love Yahshua :
Sejauh yang saya tahu, forex dan stock exchange dan future itu adalah sama seperti bisnis yang lain hanya posisi anda dimana. Kalau forex semua jelas, katakanlah anda menganggap bahwa forex adalah sebuah usaha dengan metode analitis yang bisa dibilang sophisticated dan kompleks, tetapi apakah ini hanya sebuah hasil analisa? Disatu sisi iya, dilain sisi tidak.

Ketika anda berada diurutan investor biasa atau kecil menengah maka akses anda memang akan sangat terbatas pada analitis, dan ditingkat ini ada dua posisi yaitu, investor sophisticated, dimana kemampuan analisa nya tinggi, tetapi dilain pihak kalau kemampuan analitis anda rendah, maka anda tergolong "penjudi", apakah judi itu dilarang Tuhan? Anda tahu jawabannya. Tetapi one or the other option about how sophisticated you are in analitic study, pada posisi ini, akses anda sangat terbatas dan anda akan selalu diujung tanduk untuk "menjadi korban", jadi anda harus siap untuk itu, dan jangan salahkan Tuhan kalau itu terjadi.

Disisi lain, kita pandang posisi investor besar dan raksasa sekelas triyunair indo seperti hary tanusudibyo atau tingkat internasional seperti george soros. Mereka ini memiliki akses, almost tanpa batas terhadap segala informasi dan keadaan baik dari outsider maupun insider. Pada posisi ini anda sudah bukan lagi korban, anda adalah "pemangsa". Anda bisa menggerakan forex kemanapun anda mau, harga saham bisa anda permainkan semau anda, dan anda bisa sangat mempengaruhi kebijakan perusahaan bahkan negara, didalam nya penuh dengan kecurangan, kongkalikong, loby2 tingkat tinggi dan insider trading.... Diposisi ini, pekerjaan ini adalah "bertentangan dengan alkitab didalam sangat banyak aspek antara lain, keserakahan, suap, membuat orang menderita, dst.... Jadi dimana posisi anda sangat menentukan apakah anda melanggar alkitab atau tidak.

Banyak investor kecil sangat percaya kepada lembaga seperti bapepam atau yanglain, bahwa kecurangan2 seperti insider trading itu diusahakan tidak ada. Iya, diusahakan tidak ada bagi anda investor kecil, tapi bagi investor besar, hukum itu gak berlaku, karena secara legal, investor besar tetap berhak atas informasi penuh akan keadaan suatu perusahaan sebelum melakukan investasi, padahal anda hanya mampu membaca laporan keuangan yang seringkali juga masih tetap saja ada tulisan keterangan dibawahnya, "unaudited". Pernahkah anda memikirkan ini?
Kalau special mata uang, anda kira bagaimana george soros bisa mempermainkan asia tenggara? Sekedar karena uang banyak? Uang hanya satu faktor, kemampuan suap dan loby mereka yang membuat mereka bisa mendapat informasi keadaan negara secara lengkap dan ijin untuk masuk kedalam suatu negara adalah faktor yang sangat menentukan. So, forex itu berbahaya, keberuntungan sebenarnya satu satunya kunci sukses investor kecil, karena sebenarnya anda cuman berusaha menebak saja, investor besar mau membawa nilai mata uang atau saham ini kemana... Saya yakin kalau anda sudah lama berkecimpung disana anda akan menyadari hal ini...

Shalom.



antok.nugroho88 :

TIDAK SEMUA ISI ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH DAN TIDAK SEMUA FIRMAN ALLAH TERTULIS DALAM ALKITAB

Maaf, saya kurang setuju dengan pernyataan di atas, menurut saya Alkitab adalah mutlak sepenuhnya Firman Tuhan, Karena yang menulis, membuat, menyusun Alkitab tentu bukan orang sembarangan, tentunya orang yang penuh hikmat dari Tuhan YESUS sendiri. Kalau kita meragukan isi Alkitab adalah Firman Allah yang berasal dari Allah sendiri, waaaahhh, bahaya tuh....

mudah2an bermanfaat.
Gbu


bejobejo :
lebih mirp judi, yaitu tebak tebakkan nilainya mau naik atau turun. apalagi forex menggunakan margin. pernah ada satu cerita (entah benar atau tidak ?). Ada seorang pemaian saham, yang memiliki saham X. Suatu hari, saham miliknya di lempar pasar alias nyungsep. Bapak ini tidak tahan melihat pergerakan harga di monitor, dan jantungnya kena serangan. Hari itu juga , dia KOIT. nah bagaimana ?

dimana hartamu berada, di situ hatimu berada


Rita Ratina :
Quote from: lina bukit on January 21, 2012, 09:52:04 AM
mau tanya apakah forex itu tidak berkenan dalam ajaran Kristen, mohon penjelasan donk, soalnya aku dah setahun berkencimpung dalam dunia forex ( pergerakan mata uang), atau sama dgn valas

Sis salam kenal, Mjuah2.
Kalau boleh , anda sebaiknya lepaskan Forex, karena itu mirip dengan judi, dan anda harus dengan sekuat tenaga mencurahkan seluruh pikiran anda ke sana.
Waktumu PASTI banyak terbuang , sudah saat anda tinggalkan, mulailah dengan memikirkan WAKTU UNTUK TUHAN.
Banyak cara kita mencari nafkah, cobalah dengan hidup sederhana, tetapi hatimu damai dan sukacita.
Karena WAKTU UNTUK TUHAN, lebih berharga dari waktu untuk Forex.
Jangan menunda WAKTU UNTUK TUHAN, hidup kita adalah untuk Tuhan.
Apakah dengan forex yang banyak menyita waktumu, memuliakan Tuhan ?
Itulah pertanyaan kita kepada diri kita ?

Kolose 3
3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan YESUS, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

1 Kor 10
10:31 Akumenjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah

Galatia 2
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan KRISTUS yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.


harryhanafi77 :
MENURUT PENDAPAT SAYA FOREX ATAU VALAS BUKANLAH HANYA SEKEDAR BISNIS TETAPI LEBIH MENGACU KEPADA JUDI ATAU LEBIH TEPATNYA PADA SPEKULASI DIMANA SALAH SATU ASPEK SPEKULASI INI ADALAH JUDI.
BILA SEANDAINYA KITA MEMILIKI SEJUMLAH 1.000 US DOLAR DI BANK DENGAN HARGA BELI RP200,-/USD PADA TAHUN INI KARENA DEMIKIAN BAIKNYA PEREKONOMIAN KITA LALU TAHUN DEPAN TERNYATA TERJADI INFLASI DAN NILAI DOLARNYA MELONJAK MENJADI RP1.500/USD, MAKA KITA MENDAPATKAN KEUNTUNGAN BESAR DAN INI MENJADI BERKAT KHUSUS BAGI KITA KARENA DEPOSITO YANG TADINYA BERJUMLAH RP200.000 MENJADI RP1.500.000,- TETAPI KITA BERHENTI SAMPAI DI SANA DAN TETAP MENDEPOSTIOKAN UANG ITU MAKA ITU BUKANLAH SUATU SPEKULASI. LAIN HALNYA DENGAN FOREX DIMANA SETIAP SAAT KITA MEMPERHATIKAN PASARAN NILAI UANG YANG ADA YANG BILA TURUN NILAINYA KITA BIARKAN NAMUN PADA SAAT NILAINYA SEMAKIN TURUN KITA LEPAS, DEMKIAN PULA SEBALIKNYA, SAAT NILAINYA NAIK KITA MASIH BIARKAN SEKALIPUN ADANYA KECENDERUNGAN UNTUK NAIK SAMPAI KITA BERSPEKULASI BAHWA NILAINYA ADA PADA TOP RANGE BARU KITA LEPAS ATAU BILA NILAINYA MULAI TURUN LAGI SEDIKIT BURU2 KITA LEPAS, NAH DI SINILAH PERMAINAN JUDI ITU BERLANGSUNG. SECARA IMPLISIT ALKITAB TIDAK MENYINGGUNG SOAL FOREX SEPERTI JUGA HALNYA DENGAN MEROKOK, TETAPI SECARA TERSIRAT ALKITAB MELARANGNYA KARENA FOREX DAN ROKOK AKAN MENJADI BERHALA BAGI KITA SEBAB MENIMBULKAN KETERIKATAN KITA KEPADANYA.


Rita Ratina :
Quote from: harryhanafi77 on May 01, 2012, 12:27:41 PM
MENURUT PENDAPAT SAYA FOREX ATAU VALAS BUKANLAH HANYA SEKEDAR BISNIS TETAPI LEBIH MENGACU KEPADA JUDI ATAU LEBIH TEPATNYA PADA SPEKULASI DIMANA SALAH SATU ASPEK SPEKULASI INI ADALAH JUDI.
BILA SEANDAINYA KITA MEMILIKI SEJUMLAH 1.000 US DOLAR DI BANK DENGAN HARGA BELI RP200,-/USD PADA TAHUN INI KARENA DEMIKIAN BAIKNYA PEREKONOMIAN KITA LALU TAHUN DEPAN TERNYATA TERJADI INFLASI DAN NILAI DOLARNYA MELONJAK MENJADI RP1.500/USD, MAKA KITA MENDAPATKAN KEUNTUNGAN BESAR DAN INI MENJADI BERKAT KHUSUS BAGI KITA KARENA DEPOSITO YANG TADINYA BERJUMLAH RP200.000 MENJADI RP1.500.000,- TETAPI KITA BERHENTI SAMPAI DI SANA DAN TETAP MENDEPOSTIOKAN UANG ITU MAKA ITU BUKANLAH SUATU SPEKULASI. LAIN HALNYA DENGAN FOREX DIMANA SETIAP SAAT KITA MEMPERHATIKAN PASARAN NILAI UANG YANG ADA YANG BILA TURUN NILAINYA KITA BIARKAN NAMUN PADA SAAT NILAINYA SEMAKIN TURUN KITA LEPAS, DEMKIAN PULA SEBALIKNYA, SAAT NILAINYA NAIK KITA MASIH BIARKAN SEKALIPUN ADANYA KECENDERUNGAN UNTUK NAIK SAMPAI KITA BERSPEKULASI BAHWA NILAINYA ADA PADA TOP RANGE BARU KITA LEPAS ATAU BILA NILAINYA MULAI TURUN LAGI SEDIKIT BURU2 KITA LEPAS, NAH DI SINILAH PERMAINAN JUDI ITU BERLANGSUNG. SECARA IMPLISIT ALKITAB TIDAK MENYINGGUNG SOAL FOREX SEPERTI JUGA HALNYA DENGAN MEROKOK, TETAPI SECARA TERSIRAT ALKITAB MELARANGNYA KARENA FOREX DAN ROKOK AKAN MENJADI BERHALA BAGI KITA SEBAB MENIMBULKAN KETERIKATAN KITA KEPADANYA.

setuju sekali, jadi kita bukan terikat dan bergantung pada Tuhan, tetapi hidup kita setiap saat setiap menit hanya pada memperhatikan forex. Apakah itu merupakan tujuan Allah menciptakan manusia ?

Tujuan Allah menciptakan manusia untuk memuliakan Allah dengan segenap hidup kita dan segenap pikiran kita dan setiap perbuatan dan perkataan kita.


Krispus :
Quote from: lina bukit on January 21, 2012, 09:52:04 AM
mau tanya apakah forex itu tidak berkenan dalam ajaran Kristen, mohon penjelasan donk, soalnya aku dah setahun berkencimpung dalam dunia forex ( pergerakan mata uang), atau sama dgn valas

Ayat-ayat JUDI... sama seperti ayat-ayat MIRAS. Sebenarnya tidak ada larangan berjudi dan minum alkohol yang ada adalah larangan untuk menipu dan mabuk. Tetapi didalam dunia Islam, dimana Indonesia adalah negara mayoritas Islam tidak bisa tidak maka mempengaruhi nilai dan norma masyarakat Indonesia.

Forex disamakan dengan judi dan selanjutnya mendadak menjadi dosa tanpa tahu dasarnya, kira-kira sebab judi oleh masyarakat Indonesia dianggap diharamkan Allah.

Bicara tentang judi, spekulasi berdasarkan perasaan, adalah sebuah tindakan yang berbahaya dengan resiko yang besar. Kata besar disini bukan dalam sejumlah nilai tetapi peluang. Peluang untuk gagal sangatlah besar saat seorang mengambil keputusan berdasarkan spekulasi perasaan atau filling istilah umumnya.

Besarnya kegagalan tergantung dari seberapa besar modal yang dipakai untuk mendapatkan manfaatnya. Untuk mempermudah saya beri gambaran. Untuk mendapatkan 1 ton padi, dibutuhkan benih padi sebesar sepuluh karung. Saat kita menginginkan 10 ton padi maka kita harus menyediaan 100 karung benih. Saat gagal panen terjadi maka yang menyiapkan 1 ton padi kehilangan sepuluh karung dan yang mengharapkan 10 ton, kehilangan seratus karung. Spekulasi terjadi jika petani tidak melihat struktur tanah, tidak memperhatikan waktu dan cuaca. Tetapi tidak dapat disebut spekulasi saat semuanya diperhitungkan dan menanam pada tanah yang baik di iklim yang baik pada bulan dan cuaca yang tepat sehingga panen pada waktunya.

Demikian juga dengan forex, adalah perdagangan mata uang negara-negara terhadap dollar amerika. Spekulasi terjadi saat pemodal atau trader melakukan pembelian atau penjualan tanpa memperhitungkan dengan benar tetapi berdasarkan perasaan dan gosip sekitar telinga. Resikonya besar dalam arti peluang gagalnya besar. Nilai kerugiannya tergantung seberapa modal yang disertakan untuk mendapatkan manfaat yang ditargetkan.

Tetapi seperti halnya petani yang baik, jika seorang pemodal atau trader menghitung dengan benar gerak grafik dalam analisa-analisa dan mepelajari kebijakan-kebijakan pemerintah dan pergerakan moneter secara makro di negara-negara yang sedang diperdagangkan mata uangnya, maka keputusan yang diambil adalah keputusan berdasarkan perhitungan yang meminimkan resiko tersebut dan hal itu bukan spekulasi atau judi dalam istilah awam.

Jadi, jika anda sebagai broker memperdagangkan duit orang dengan bodoh-bodohan, itu baru dosa. Karena anda tidak tahu tetapi menipu pemodal dengan berlagak tahu. Sebagai pemodal yang melakukan tradding sendiri, anda harus tahu resiko ada ditangan anda dan besarnya kerugian dapat menyeret perekonomian keluarga dalam kehancuran tanpa management dana yang benar.

Mengelola uang dalam perdagangan Forex sangat penting, dengan menganggarkan kerugian setiap transaksi dan juga atas seluruh transaksi. Tahu kapan harus menunggu gerak pasar dan kapan harus masuk dan keluar. Semua direncanakan bukan mengalir mengikuti gerak grafik dan angka bagai cowboy naik dan turun kereta api disaat kereta sedang berjalan ditengah perjalanannya. Lantas apa gunanya stasiun kereta api?


Pa_ul :
Quote from: lina bukit on January 21, 2012, 09:52:04 AM
mau tanya apakah forex itu tidak berkenan dalam ajaran Kristen, mohon penjelasan donk, soalnya aku dah setahun berkencimpung dalam dunia forex ( pergerakan mata uang), atau sama dgn valas

IMO, forex/valas itu tdk ubahnya spt dagang,
yg jadi komodity nya ya valas itu
Bisnis apapun kalau sampai lupa segalanya akan merusak, dosa
GBU


Krispus :
Quote from: bejobejo on April 30, 2012, 07:54:56 PM
lebih mirp judi, yaitu tebak tebakkan nilainya mau naik atau turun. apalagi forex menggunakan margin. pernah ada satu cerita (entah benar atau tidak ?). Ada seorang pemaian saham, yang memiliki saham X. Suatu hari, saham miliknya di lempar pasar alias nyungsep. Bapak ini tidak tahan melihat pergerakan harga di monitor, dan jantungnya kena serangan. Hari itu juga , dia KOIT. nah bagaimana ? dimana hartamu berada, di situ hatimu berada

Tidak semua orang bisa membuka sebuah toko besi walau punya modal. Tidak semua orang bisa membuka rumah makan walau punya modal, tidak semua orang bisa membuka usaha ekspedisi walau bisa beli truk dan angkutan niaga lainnya. Demikian juga forex tidak semua orang bisa masuk dalam perdagangan forex ataupun pasar modal yang lainnya.

Ada dua jenis perdagangan dalam pasar modal. Pertama adalah tradisional dimana pemodal membeli produk untuk dimiliki dan mendapatkan manfaat dari memilikinya dikemudian hari, misalkan saham dengan deviden atau kenaikan atau penurunan setelah setahun atau dua tiga tahun bahkan sepuluh tahun kedepan. Kedua adalah perdagangan jual beli, dimana pemodal mengambil keuntungan dari selisih harga bergerak. Keuntungan dan kerugian perdagangan seperti ini cepat dan singkat.

Banyak orang tidak mengerti tetapi sudah menyimpulkan macam-macam tentang pasar modal. Banyak juga orang awam yang tidak juga mengerti dan ingin terlibat dalam bisnis pasar modal tanpa pengetahuan dan ketrampilan yang memadai akhirnya mengalami kerugian. Sama sepeti orang pada ramai-ramai membuka resto sebab menurut banyak orang untungnya banyak. Tetapi berapa banyak yang rugi dan bangkrut karena membuka restoran ikut-ikutan?

Saya berkecimpung dalam pasar modal sebagai tradder, tetapi bukan broker. Selama saya bertransaksi dalam perdagangan tidak pernah saya berspekulasi seperti judi. Semua keputusan memiliki dasar perhitungan TA yang panjang dan memantau berita ekonomi makro negera bersangkutan. Hasilnya adalah kisah kebalikan dari cerita yang anda ceritakan.

Sekali lagi seperti halnya semua bisnis, tidak semua cocok untuk membuka hotel, atau membuka bengkel. Jangan ikut-ikutan terjun dalam sebuah bisnis jika anda tidak benar-benar paham dan tahu apa perencanaannya, system kerja dan bagaimana mengelolahnya.


Krispus :
Quote from: RITA RATINA on May 01, 2012, 11:15:29 AM
Sis salam kenal, Mjuah2.
Kalau boleh , anda sebaiknya lepaskan Forex, karena itu mirip dengan judi, dan anda harus dengan sekuat tenaga mencurahkan seluruh pikiran anda ke sana. Waktumu PASTI banyak terbuang , sudah saat anda tinggalkan, mulailah dengan memikirkan WAKTU UNTUK TUHAN.
Banyak cara kita mencari nafkah, cobalah dengan hidup sederhana, tetapi hatimu damai dan sukacita.
Karena WAKTU UNTUK TUHAN, lebih berharga dari waktu untuk Forex.
Jangan menunda WAKTU UNTUK TUHAN, hidup kita adalah untuk Tuhan.
Apakah dengan forex yang banyak menyita waktumu, memuliakan Tuhan ?
Itulah pertanyaan kita kepada diri kita ?


Kolose 3
3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan YESUS, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.


1 Kor 10
10:31 Akumenjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah


Galatia 2
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan KRISTUS yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Trading forex sehari mungkin hanya butuh 6 jam saja (penggalan waktu). Sebab pergerakan pasar rata-rata sore sampai malam. Padi dan siang pasar uang tidak banyak bergerak.

Jika bicara ekstrim waktu untuk Tuhan, sebaiknya anda bicara dengan broker asuransi atau multilevel. Mereka mencurahkan waktu dan tenaganya bukan hanya 7 atau 8 jam sehari, tetapi bisa sampai 20 jam sehari. Bertemu siapa saja yang dibicarakan disampaikan adalah asuransi atau produk multilevelnya, bukan injil atau Firman Tuhan. Ada banyak orang ditarik menjadi agennya, menjadi downlinenya tetapi tidak satupun ditarik menjadi murid YESUS. Itu ekstrimnya jika cara berfikir anda seperti yang anda utarakan.

Bekerja apa saja dan diaman saja dan kepada siapa saja pernkah Alkitab mengajarkan tidak mencurahkan seluruh tenaga dan kekuatan? Bukankah kita harus bekerja seperti kepada Tuhan bukan kepada manusia. Bahkan Pengkotbah lebih jelas mengatakan kerjakan apa yang dijumpai tanganmu dengan sekuat tenaga. Lalu orang Kristen anjuran anda dirusuh bekerja tidak perlu sekuat tenaga dan perhatian. Anda salah memahami mengapa kita masih hidup didunia ini begitu kita percaya kepada KRISTUS. Kita bukan lampu yang menerangi lampu-lampu lain dalam satu gedung gereja. Tetapi kita adalah lampu yang menerangi tempat-tempat dimana tidak ada lampu disana.

Forex mirip judi? Ya Forex akan menjadi judi jika diperdagangkan dengan spekulasi perasaan hati. Tetapi jika dianalisa dengan benar gerak grafik, dan dipelajari dengan benar ekonomi makro, maka sebenarnya resiko dapat diperkecil dan gerak pasar dapat diprediksi. Sama seperti halnya ramalan cuaca, demikian prediksi pergerakan pasar modal atau pasar uang. Semakin canggih peralatan dan perhitungan ramalan cuaca, maka semakin akurat laporannya, demikian juga dengan forex semakin pandai seseorang dalam studi analisa maka semakin tepat prediksinya. Prediksi pergerakan pasar itu bukan sekedar naik atau turun, tetapi juga naik sampai berapa atau turun sampai berapa. Kapan naik dan turun kembali.

Banyak orang ikut-ikutan dan mereka yang ikut-ikutan itulah yang berbahaya.

Jika anda broker, jadilah broker yang jujur jangan membohongi pemodal anda atau memanipulasinya. Jika anda berbohong maka anda sudah jatuh dalam dosa. Tetapi perdagangan forex bukanlah dosa.

Jadilah terang dimanapun anda berada, jadilah teladan dan perlihatkanlah kepada dunia bahwa anda broker yang takut akan Tuhan.



Rita Ratina :
Quote from: Krispus on May 01, 2012, 03:43:26 PM
Trading forex sehari mungkin hanya butuh 6 jam saja (penggalan waktu). Sebab pergerakan pasar rata-rata sore sampai malam. Padi dan siang pasar uang tidak banyak bergerak.


Jika bicara ekstrim waktu untuk Tuhan, sebaiknya anda bicara dengan broker asuransi atau multilevel. Mereka mencurahkan waktu dan tenaganya bukan hanya 7 atau 8 jam sehari, tetapi bisa sampai 20 jam sehari. Bertemu siapa saja yang dibicarakan disampaikan adalah asuransi atau produk multilevelnya, bukan injil atau Firman Tuhan. Ada banyak orang ditarik menjadi agennya, menjadi downlinenya tetapi tidak satupun ditarik menjadi murid YESUS. Itu ekstrimnya jika cara berfikir anda seperti yang anda utarakan.


Bekerja apa saja dan diaman saja dan kepada siapa saja pernkah Alkitab mengajarkan tidak mencurahkan seluruh tenaga dan kekuatan? Bukankah kita harus bekerja seperti kepada Tuhan bukan kepada manusia. Bahkan Pengkotbah lebih jelas mengatakan kerjakan apa yang dijumpai tanganmu dengan sekuat tenaga. Lalu orang Kristen anjuran anda dirusuh bekerja tidak perlu sekuat tenaga dan perhatian. Anda salah memahami mengapa kita masih hidup didunia ini begitu kita percaya kepada KRISTUS. Kita bukan lampu yang menerangi lampu-lampu lain dalam satu gedung gereja. Tetapi kita adalah lampu yang menerangi tempat-tempat dimana tidak ada lampu disana.


Forex mirip judi? Ya Forex akan menjadi judi jika diperdagangkan dengan spekulasi perasaan hati. Tetapi jika dianalisa dengan benar gerak grafik, dan dipelajari dengan benar ekonomi makro, maka sebenarnya resiko dapat diperkecil dan gerak pasar dapat diprediksi. Sama seperti halnya ramalan cuaca, demikian prediksi pergerakan pasar modal atau pasar uang. Semakin canggih peralatan dan perhitungan ramalan cuaca, maka semakin akurat laporannya, demikian juga dengan forex semakin pandai seseorang dalam studi analisa maka semakin tepat prediksinya. Prediksi pergerakan pasar itu bukan sekedar naik atau turun, tetapi juga naik sampai berapa atau turun sampai berapa.


Banyak orang ikut-ikutan dan mereka yang ikut-ikutan itulah yang berbahaya.


Jika anda broker, jadilah broker yang jujur jangan membohongi pemodal anda atau memanipulasinya. Jika anda berbohong maka anda sudah jatuh dalam dosa. Tetapi perdagangan forex bukanlah dosa.

Teori dengan praktek sangat berbeda.

saya sudah menyaksikan hancurnya keluarga2 yang bermain Forex, sangat menyedihkan , karena anak Tuhan.

Ceritanya sampai tidurpun tidak tenang, banyak lagi, dont touch, sebagai anak Tuhan, memang kita harus bekerja seperti kepada Tuhan, tetapi pekerjaan yang mana ?

Apa saja yang kita lkukan, termasuk saya masak, kalau dengan sepenuh hati dan sukacita, damai, tentu memuliakan Tuhan.

tetapi kalau tegang, kwatir, kadang tidak sabaran kalau di ganggu anak atau di tanya anak, itu bukan lagi sukacita dan tanpa sungut2.

Saya bukan ekstrim, hanya sudah pernah melihat keluarga Kristen yang hancur berantakan anak bini kena getahnya.


Bejobejo :
Quote from: RITA RATINA on May 01, 2012, 03:49:37 PM
Teori dengan praktek sangat berbeda. saya sudah menyaksikan hancurnya keluarga2 yang bermain Forex, sangat menyedihkan , karena anak Tuhan. Ceritanya sampai tidurpun tidak tenang, banyak lagi, dont touch, sebagai anak Tuhan, memang kita harus bekerja seperti kepada Tuhan, tetapi pekerjaan yang mana ? Apa saja yang kita lakukan, termasuk saya masak, kalau dengan sepenuh hati dan sukacita, damai, tentu memuliakan Tuhan. tetapi kalau tegang, kawatir, kadang tidak sabaran kalau di ganggu anak atau di tanya anak, itu bukan lagi sukacita dan tanpa sungut2. Saya bukan ekstrim, hanya sudah pernah melihat keluarga Kristen yang hancur berantakan anak bini kena getahnya.

kali ini saya setuju deh. tetangga saya ada yg sampai rumahnya dijual, demi membayar kerugian bermain main di bidang ini. krispus, tidak semua orang pandai trading. jumlah yg akan dimakan pasar, akan melebihi jumlah yang menang.

ilustrasi aja deh

harga beras/kg di pasar induk, harga perhari terdapat disini

7000
7200
6900
7500
8100
8700
8500
9400
10000
10700
10500
11000
10900
10850
9400
8400
7400
7700
6000
5300
4500
3400
2600
2700
3200
4000

kira kira, kalau jualan beras dipasar dengan harga seoerti diatas, bagaimana ???


Rita Ratina :
Quote from: bejobejo on May 01, 2012, 03:58:22 PM
kali ini saya setuju deh. tetangga saya ada yg sampai rumahnya dijual, demi membayar kerugian bermain main di bidang ini. krispus, tidak semua orang pandai trading. jumlah yg akan dimakan pasar, akan melebihi jumlah yang menang.


ilustrasi aja deh


harga beras/kg di pasar induk, harga perhari terdapat disini


7000
7200
6900
7500
8100
8700
8500
9400
10000
10700
10500
11000
10900
10850
9400
8400
7400
7700
6000
5300
4500
3400
2600
2700
3200
4000

kira kira, kalau jualan beras dipasar dengan harga seoerti diatas, bagaimana ???

Sekali ini juga saya setuju dengan kamu sis.

Sedih melihatnya, tidak harus terjadi kalau ada teman yang dapat kasi informasi, seperti Lina Bukit ini, mudahan dia tidak terlambat.

datangnya sangat mendadak, karena situasi tidak dapat di prediksi, sekalipun pintar menghitung segala sesuatu, tetapi faktos alam dan yang lain2 tidak dapat di prediksi.


Bejo-bejo :
itu belum extreme, kalau mau di lanjutkan, harga beras/kg dipasar induk, tabel lanjutan

4000
4200
3800
3200
2700
2000
1500
1700
1200
1000
700
600
800
550
440
350
500
700
900
1000
1200
1300
1600
2000

kira kira, berapa banyak ibu ibu penjual beras yg rugi di pasar induk ya ?
hehehe

saham/forex ya kira kira spt itulah .......

jadi penjual traditional di pasar2 tidak sama dgn forex

beda jauh.


Krispus :
Quote from: RITA RATINA on May 01, 2012, 03:49:37 PM
Teori dengan praktek sangat berbeda. saya sudah menyaksikan hancurnya keluarga2 yang bermain Forex, sangat menyedihkan , karena anak Tuhan. Ceritanya sampai tidurpun tidak tenang, banyak lagi, dont touch, sebagai anak Tuhan, memang kita harus bekerja seperti kepada Tuhan, tetapi pekerjaan yang mana ? Apa saja yang kita lkukan, termasuk saya masak, kalau dengan sepenuh hati dan sukacita, damai, tentu memuliakan Tuhan. tetapi kalau tegang, kwatir, kadang tidak sabaran kalau di ganggu anak atau di tanya anak, itu bukan lagi sukacita dan tanpa sungut2.
Saya bukan ekstrim, hanya sudah pernah melihat keluarga Kristen yang hancur berantakan anak bini kena getahnya.

Anda tidak membaca posting saya diatas-atasnya. Saya adalah trader yang mempraktekan perhitungan analisa dan management uang.

Tidak semua bisnis cocok dan dapat ditekuni semua orang. Misalkan anda besok menerima surat panggilan untuk menjadi CEO dari Nokia, menerima fasilitas dan gaji yang luar biasa. Apa anda sanggup? Ataukah besok seorang teman menawarkan anda untuk membuka hotel di Bali, anda punya uang, tetapi anda tidak punya gambaran apa-apa tentang dunia perhotelan. Apakah anda melanjutkan langkah anda?

Forex adalah sebuah bisnis yang mana tidak semua orang bisa masuk kedalamnya. Banyak orang bodoh-bodohan menceburkan uangnya ke dalam sebuah bisnis yang tidak dikuasai sama sekali. Apakah itu bijak sana? Berapa banyak orang bangkrut dan hidupnya berantakan karena salah membangun bisnis. Bisnis rumah makan salah satu bisnis yang juga banyak membangkrutkan orang. Lalu apakah kita katakan rumah makan itu buruk dan jahat? Salahkah forex saat orang dengan kepala kosong menerjuni bisnis tersebut dan bangkrut? Atau yang salah teman anda itu?

Kebodohan melekat karena keserakahan. Forex memang mendulang uang, tetapi juga beresiko besar. Konsep berdagangnya tidak sama dengan menjual panci selusin, dapat untung dinikmati. Tetapi bisnis pasar modal adalah bisnis keuangan. Harus paham benar tentang management keuangan, bagaimana mengeloka portfolio dan setiap keuntungan tidak dapat langsung dinikmati, tetapi untuk dicadangkan pada transaksi berikutnya dan sebagainya. Tanpa skill tidak mungkin dapat langgeng, sudah dapat dipastikan sebentar akan tutup. Usaha apa saja bukan hanya forex. Pahami tidak ada uang mudah datang sendiri seperti sulap.

Jika kita pemilik modal dan uang kita dijalankan oleh marketing forex, itu lebih celaka lagi.

Bayangkan ayah anda mengeluarkan dana untuk mendirikan pabrik, tetapi ia mengangkat SPG sebagai pengelola pabriknya. Apa yang anda bayangkan? Tidak sampai setahun pasti bangkrut dan uangnya hangus. Demikian juga marketing forex, rata-rata mereka baru kenal forex dalam hitungan bulan, dan tidak punya pengalaman tradding, tiddak ada pendidikan yang memadai untuk mengelola uang anda dan ia butuh uang. Jelas ambisisnya adalah menciptakan transaksi agar mendapat komisi. Mereka hidup dari komisi. Salah satu skill ungulannya adalah kemampuan merayu agar anda melakukan transaksi.



JudasPriest :
Quote from: RITA RATINA on May 01, 2012, 03:49:37 PM
Teori dengan praktek sangat berbeda. saya sudah menyaksikan hancurnya keluarga2 yang bermain Forex, sangat menyedihkan , karena anak Tuhan. Ceritanya sampai tidurpun tidak tenang, banyak lagi, dont touch, sebagai anak Tuhan, memang kita harus bekerja seperti kepada Tuhan, tetapi pekerjaan yang mana ? Apa saja yang kita lkukan, termasuk saya masak, kalau dengan sepenuh hati dan sukacita, damai, tentu memuliakan Tuhan. tetapi kalau tegang, kwatir, kadang tidak sabaran kalau di ganggu anak atau di tanya anak, itu bukan lagi sukacita dan tanpa sungut2.
Saya bukan ekstrim, hanya sudah pernah melihat keluarga Kristen yang hancur berantakan anak bini kena getahnya.

Hah... forex, don't try this at home. Not recommended. Menurut saya sih, forex adalah bisnis, bukan judi.

Tapi perlu skill khusus untuk masuk dunia forex. Korban2 forex itu kan karena sekarang hanya bermodal $1 dan bisa connect internet, SETIAP ORANG bisa masuk dunia forex ditambah iklan bombastis tentang " cara cepat dapat uang...trading sehari dapet jutaan dsb".
Dulu sih sebelum ada internet hanya orang2 tertentu saja yang bisa dan berani masuk dunia ini.
Kalau saya pribadi menyarankan, bagi yang belum pernah masuk forex jangan kenal dunia ini, kecuali anda sudah siap mental untuk loss, tidak serakah ketika profit, bisa money management secara ketat dsb. Ingat 90% trader adalah loser dan hanya 10% the winnner. Itu yang selalu didengungkan para senior forex.

Bagaimana dgn kita orang Kristen? kembali ke diri kita. Walau anda berdoa sebelum trading,saat trading forex anda sering "terguncang" atau happy saja? kalau itu membuat anda tidak nyaman, bagi yang sudah masuk; lebih baik kita tinggalkan. Shalom.


Bejo-bejo :
beruntunglah yang 10% itu ....

yang 90%, apes nian nasip-nya.

hehehe


Rita Ratina :
Quote from: Krispus on May 01, 2012, 10:22:49 PM
Anda tidak membaca posting saya diatas-atasnya. Saya adalah trader yang mempraktekan perhitungan analisa dan management uang.


Tidak semua bisnis cocok dan dapat ditekuni semua orang. Misalkan anda besok menerima surat panggilan untuk menjadi CEO dari Nokia, menerima fasilitas dan gaji yang luar biasa. Apa anda sanggup? Ataukah besok seorang teman menawarkan anda untuk membuka hotel di Bali, anda punya uang, tetapi anda tidak punya gambaran apa-apa tentang dunia perhotelan. Apakah anda melanjutkan langkah anda?


Forex adalah sebuah bisnis yang mana tidak semua orang bisa masuk kedalamnya. Banyak orang bodoh-bodohan menceburkan uangnya ke dalam sebuah bisnis yang tidak dikuasai sama sekali. Apakah itu bijak sana? Berapa banyak orang bangkrut dan hidupnya berantakan karena salah membangun bisnis. Bisnis rumah makan salah satu bisnis yang juga banyak membangkrutkan orang. Lalu apakah kita katakan rumah makan itu buruk dan jahat? Salahkah forex saat orang dengan kepala kosong menerjuni bisnis tersebut dan bangkrut? Atau yang salah teman anda itu?


Kebodohan melekat karena keserakahan. Forex memang mendulang uang, tetapi juga beresiko besar. Konsep berdagangnya tidak sama dengan menjual panci selusin, dapat untung dinikmati. Tetapi bisnis pasar modal adalah bisnis keuangan. Harus paham benar tentang management keuangan, bagaimana mengeloka portfolio dan setiap keuntungan tidak dapat langsung dinikmati, tetapi untuk dicadangkan pada transaksi berikutnya dan sebagainya. Tanpa skill tidak mungkin dapat langgeng, sudah dapat dipastikan sebentar akan tutup. Usaha apa saja bukan hanya forex. Pahami tidak ada uang mudah datang sendiri seperti sulap.


Jika kita pemilik modal dan uang kita dijalankan oleh marketing forex, itu lebih celaka lagi.


Bayangkan ayah anda mengeluarkan dana untuk mendirikan pabrik, tetapi ia mengangkat SPG sebagai pengelola pabriknya. Apa yang anda bayangkan? Tidak sampai setahun pasti bangkrut dan uangnya hangus. Demikian juga marketing forex, rata-rata mereka baru kenal forex dalam hitungan bulan, dan tidak punya pengalaman tradding, tiddak ada pendidikan yang memadai untuk mengelola uang anda dan ia butuh uang. Jelas ambisisnya adalah menciptakan transaksi agar mendapat komisi. Mereka hidup dari komisi. Salah satu skill ungulannya adalah kemampuan merayu agar anda melakukan transaksi.

Semua tulisan kamu telah saya pelajari dan mengerti, dan setuju sekali, karena anda menjelaskannya sangat jelas dan anda ahlinya.

Seperti yang kamu katakan, banyak yang tidak mengerti, tapi masuk juga, nanti dipikirin, itulah yang celaka.

Terima kasih pemasukan kamu, karena itu yang sering saya diskusi dengan suami saya, kalau tidak mengerti bidang itu, jangan coba2.


Krispus :
Sekedar memberi gambaran sebuah analisa TA membantu membuat prediksi pergerakan mata uang, sehingga kita bisa memperkirakan kapan akan naik, sampai mana naik dan sampai mana turunnya. Silahkan disimak...

Gambar pertama adalah prediksi yang saya buat tanggal 1 Mei 2012 untuk menentukan posisi transaksi dan gambar kedua adalah hasilnya pada tanggal 2 Mei 2012.

Gambar saya ambil dengan capture screen di iPad dan coretan diberikan dengan Photo Pen HD.






Bejobejo :
OMG

melihat gambar itu, mengingatkan saya, pada jaman dulu itu. Orang orang pada ngeramesi nomor buntut..... menenbak pola angka masa lalu, dan menebak angka masa depan

bedanya, ini kelihatan lebih canggih dengan garis2 coretan komputer.

hehehe jangan tersinggung yah.

sedikit pertanyaan, dari perngikut forex, berapa persen orang yg berhasil dan berapa persen orang yg duitnya habis terkikis ?


Krispus :
Quote from: bejobejo on May 02, 2012, 07:10:55 PM
OMG
melihat gambar itu, mengingatkan saya, pada jaman dulu itu. Orang orang pada ngeramesi nomor buntut..... menenbak pola angka masa lalu, dan menebak angka masa depan bedanya, ini kelihatan lebih canggih dengan garis2 coretan komputer.
hehehe jangan tersinggung yah. sedikit pertanyaan, dari perngikut forex, berapa persen orang yg berhasil dan berapa persen orang yg duitnya habis terkikis ?

Anda baca dulu postingan diatas-atas baru menyampaikan pandangan. Capek mengulang-ulang penjelasan bahwa banyak orang masuk bisnis forex tanpa pengetahuan apa-apa.

Berapa persentasinya? Saya menjawab persentasi analisa TA dan review perekonomian makro negara bersangkutan, adalah 70-80% tepat. Dalam pemahaman singkat, analisa 10 kali, 7-8 kali adalah tepat dan sisanya bergerak diluar prediksi. Apakah setiap kali harus mengambil posisi transaksi? Tidak, bisa jadi saya sebulan lebih tidak ada posis analisa yang meyakinkan, bisa jadi sebaliknya sehari bisa dua tiga kali melakukan transaksi.

Jika anda menanyakan prosentasi orang serakah yang tidak tahu apa-apa ingin dapat uang mudah yang masuk dalam bisnis forex, saya kira 90% mereka yang terlibat dalam bisnis forex adalah orang yang ingin dapat uang banyak dalam waktu singkat tanpa kerja keras. Apakah anda termasuk? Korbannya juga?

Saya sebelum masuk bisnis ini mengambil kursusnya dan belajar. Pertama saya mengeluarkan cost untuk belajar sebesar 10 juta untuk beberapa sesi, dan selebihnya saya belajar sendiri. Setelah menguasai semuanya baru saya melakukan tradding disalah satu sekuritas yang saya seleksi cukup lama.

Bagi orang awam grafik diatas jelasnya tampak seperti coretan kosong yang anda katakan "ngeramesi nomer buntut" tetapi bagi saya seperti lembar UN, tiap orang punya pengalaman sendiri-sendiri. Pengalaman anda dengan nomer buntut memberikan gambaran atau ingatan masa lalu, bagi saya coretan tsb mengingatkan masa lalu saat saya kuliah dan mengerjakan soal-soal ujian. Tetapi kalau anda biasa mebaca grafik, anda akan melihat bahwa pergerakan pasar dapat diprediksi. Coretan diatas adalah kesimpulannya, hitungan analisanya tidak saya sertakan bagaimana sampai menyimpulkan pergerakan pasar tersebut. Maaf kalau acak-acakan gambarnya.

Pengalaman penting dalam membentuk persepsi. Tetapi lebih penting dari pengalaman adalah pengetahuan.



Bejobejo :
sory, saya tidak membeli nomor judi buntut

jangan sewot ah


All4him :
Quote from: bejobejo on May 02, 2012, 07:10:55 PM
OMG
melihat gambar itu, mengingatkan saya, pada jaman dulu itu. Orang orang pada ngeramesi nomor buntut..... menenbak pola angka masa lalu, dan menebak angka masa depan
bedanya, ini kelihatan lebih canggih dengan garis2 coretan komputer.
hehehe jangan tersinggung yah.
sedikit pertanyaan, dari perngikut forex, berapa persen orang yg berhasil dan berapa persen orang yg duitnya habis terkikis ?

HAHA
ya jelas bedalah
nomer buntut itu kan sifatnya untung2an alias judi
klo analisa Forex itu pakai analisa Teknikal dan Fundamental

jadi tidak bisa anda analisa asal2an..hasilnya malah bangkrut


Adam dan Hawa :
Quote from: all4Him on Yesterday at 10:11:57 AM
HAHA
ya jelas bedalah
nomer buntut itu kan sifatnya untung2an alias judi
klo analisa Forex itu pakai analisa Teknikal dan Fundamental


jadi tidak bisa anda analisa asal2an..hasilnya malah bangkrut

wah...sangat bermanfaat diskusi ini...hehhehee..

untuk informasi saja, prediksi melalui Teknikal / grafik itu sudah di lakukan oleh pedagang beras Jepang loh, tentunya bukan berdasarkan mimpi dan kutak katik gatuk,...tapi berdasarkan perhitungan pembelian dan penjualan beras, maka di buatlah prediksi ke mana arah grafik beras tersebut, apakah supply atau demand yg terjadi lebih tinggi, maka itulah di ciptakannya candle stick grafik...

hm...semua jenis bisnis atau dagangan adalah cara manusia ber interaksi sosial mempertahankan kelangsungan hidup di bawah naungan Kedaulatan Tuhan, dari yang tradisional smp hi - tech, tinggal bagaiman menyikapinya, apakah dengan ambisi pribadi/emosi yg akan jatuh dalam nafsu dan dosa, atau bersandar pada Anugrah yg sudah di berikan Tuhan, yaitu hikmat dan pengetahuan, dengan berprinsip bahwa uang adalah hanya alat tukar untuk pertahankan hubungan sosial dgn sesama,..

demikian dari saya semoga bermanfaat..


hengkycandra :
Betul, ini merupakan diskusi yang baik. Thanks untuk Bro. Krispus


Sumber : Forumkristen.com
Baca Selengkapnya...

Selasa, 24 April 2012

Pendeta Soaries: Kartu Kredit Hanya Memiskinkan

Hujan tidak menghentikan DeForest B. Soaries, Jr., pendeta senior dari Gereja Baptis Lincoln Gardens di Somerset untuk membakar berbagai promosi yang diberikan kartu kredit. Upaya ini dilakukannya untuk berpesan bahwa perusahaan keuangan harus menghentikan target memberikan kredit.

“Kami membakar tawaran-tawaran ini sebagai bentuk antusiasme untuk meminimalkan penggunaan kartu kredit. Tahun 2012 ini orang kaya makin bertambah kaya dan orang miskin bertambah miskin, inilah yang akan kami perangi,” ungkap pendeta Soaries.

Selama ini pendeta Soaries terus mengkampanyekan betapa bahayanya hidup konsumtif melebihi kemampuan keuangan Anda. Aksi pembakaran yang dilakukan Soaries terpicu dari sebuah artikel yang dimuat oleh The New York Times tentang usaha dari bank-bank untuk meningkatkan pemasaran dan penawaran kartu kredit.

Menurut Soaries penggunaan kartu kredit hanya akan menguntungkan Negara karena menambah pendapatan pajak dan pihak bank karena bunga yang harus dibayarkan oleh pengguna kartu kredit, selebihnya para pengguna kartu kredit akan terus terjerat permasalahan ekonomi. Selain menjadi pendeta, Soaries juga aktif memberikan pengarahan kepada pelajar tentang pentingnya tanggung jawab keuangan.

Yesus memberikan peringatan serius tentang pengelolaan uang, dengan tegas Yesus mengingatkan agar mencukupkan diri dengan gajinya sendiri. Hidup diluar kemampuan dengan berhutang adalah sebuah tindakan yang tidak bijaksana, penulis kitab Amsal mengingatkan bahwa seorang yang berhutang menjadi budak dari si pemberi hutang. Untuk itu berpikirlah baik-baik saat akan mengajukan kredit.

Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 19 April 2012

Menjajakan Firman Allah

* 2 Koritus 2:17

LAI TB, Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

BIS, Kami tidak seperti banyak orang yang memperlakukan berita dari Allah seperti barang dagangan saja. Tujuan-tujuan kami adalah murni, sebab kami ditugaskan oleh Allah. Dan Allah sendiri melihat bahwa kami menyampaikan berita itu sebagai hamba-hamba Kristus.

ENDE, Kami tentu tidak berlaku seperti mereka jang memperdagangkan sabda Allah, melainkan kami berbitjara dihadapan Allah dalam Kristus dengan djudjur, sebagaimana kami diilhami oleh Allah.

DRFT WBTC, Kami tidak menjual firman Allah untuk mendapat keuntungan, seperti yang dilakukan beberapa orang, tetapi dalam Kristus kami memberitakan kebenaran di hadapan Allah. Kami berbicara seperti orang yang telah diutus dari Allah.

KJV, For we are not as many, which corrupt the word of God: but as of sincerity, but as of God, in the sight of God speak we in Christ.

NIV, Unlike so many, we do not peddle the word of God for profit. On the contrary, in Christ we speak before God with sincerity, like men sent from God.

TR, ου γαρ εσμεν ως οι πολλοι καπηλευοντες τον λογον του θεου αλλ ως εξ ειλικρινειας αλλ ως εκ θεου κατενωπιον του θεου εν χριστω λαλουμεν
Translit. interlinear, ou {tidaklah} gar {sebab} esmen {kami adalah} hôs {seperti} hoi polloi {banyak (orang)} kapêleuontes {(yang) menjajakan, memperdagangkan} ton logon {Firman} tou theou {Allah} all {tetapi} hôs {sebagai} ex {yang dari} eilikrineias {ketulusan} all {tetapi} hôs {sebagai} ek {yang dari} theou {Allah} katenôpion {dihadapan} tou theou {Allah} en {didalam} christô {Kristus} laloumen {kami berbicara}


Well, ternyata zaman dulu dan zaman sekarang sama-saja. Ada hamba Allah yang melayani jemaat dengan motivasi "cari uang", ada juga yang tulus. Ayat yang dikutip diatas, sengaja saya berikan beberapa versi terjemahan, agar kita bisa mengerti dan membandingkan makna ayat tersebut. Itu adalah kesaksian Paulus bahwa dirinya tidak sama dengan banyak orang lain (hamba Allah yang lain, pengajar-pengajar palsu, lihat 2 Korintus 11:4, 12-15).

Terjemahan LAI TB, menulis "mencari keuntungan", (Yunani, 'kapêleuô', yang artinya 'memperdagangkan, menjajakan, menawarkan dagangan dengan berkeliling' dari firman Allah. Orang Jawa mungkin paham betul arti kata "jaja/ jojo" (menggelar barang dagangan). Kata yang satir ini dipakai Rasul Paulus dalam menggambarkan perbedaan pelayanannya dengan pelayanan guru-guru palsu yang mengeruk keuntungan dari firman Tuhan. Dan kalau kita perhatikan, rupanya praktek semacam ini belum berakhir hingga sekarang.


Kesaksian Fenomenal :

Banyak diantara kita yang seringkali mengejar-ngejar kisah dari seseorang yang katanya mengalami 'pengalaman rohani' yang luar biasa untuk kita tanggap untuk menceritakan kisah-kisahnya yang heboh itu dari seorang mantan ini dan mantan itu, mantan pemeluk agama lain, mantan dukun/ paranormal, mantan artis, dan seterusnya.

Tentu saja kita harus menyambut baik setiap "mantan a, b, c, e, f" yang kemudian masuk ke lingkungan Kristiani, dimana ia telah memproklamirkan dirinya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya dengan suka-cita dan hati terbuka. Namun kita seringkali melupakan bahwa kita-kitalah juga yang mendorong para "mantan-mantan" itu untuk menjadi seorang "selebritis rohani". Barangkali banyak diantara kita memang kita demen nonton artis, jadinya suka kalau ibadah kita dikunjungi "artis". Dan merekapun menjadi "penginjil dadakan" dengan modal ceritanya yang heboh itu sebelum ia memiliki dasar yang lebih mendalam akan nilai-nilai Kristianitas yang Tuhan Yesus ajarkan. Dimana para "mantan" yang masih perlu banyak bimbingan dalam kerohaniannya ini, sekonyong-konyong kita sulap mereka menjadi pengajar-pengajar atau pengkhotbah-pengkhotbah di mimbar dan arena KKR.

Seseorang yang baru mengenal Tuhan, ibaratnya ia masih menjadi bayi, masih perlu disusui, dibimbing sampai dalam taraf kedewasaan rohani yang matang. Namun dalam banyak kasus kita mempunyai andil untuk para "mantan" yang baru mengenal Kristus itu, yang kemudian dalam tempo cepat dijadikan 'penginjil instan'. Akibatnya banyak dikemudian hari baru kita menyadari bahwa kesaksiannya itu bohong/ fabrikasi belaka. Bahkan kita lihat ada "mantan" yang sudah digiring ke macam-macam KKR, bersaksi kemana-mana, kemudian ia kembali lagi kepada habitatnya yang lama, ini sungguh menyedihkan. Atau memang banyak diantara kita yang suka "dibohongi", sehingga melahap apa saja kesaksian orang asalkan ceritanya menarik, fenomenal, heboh.

Cara seperti itu ibarat acara TV American Idol atau Indonesian Idol, AFI, KDI, dst. Acara seperti American Idol, tentu saja adalah acara yang bagus dan menarik untuk ditontom. Namun acara ini memberikan satu "mimpi", bahwa orang yang mulanya bukan artis/ musisi, yang mulanya 'awam' dalam bidang ini, ia bisa secara instan bagaikan artis penyanyi profesional dan sekonyong-konyong menjadi terkenal. Ya, memang satu dua orang bisa menjadi "Idol" seperti Delon atau Clay Aiken. Namun tentu saja tidak semua orang bakal bernasip seperti Delon.

Acara semacam American Idol juga disukai anak-anak. Namun ada dampak yang kurang baik dari acara ini, misalnya bisa menjadikan anak-anak bakal ogah untuk susah-susah berlatih piano, mereka ogah berlatih biola dll. Karena mereka akan berfikir : ngapain susah susah latihan sekarang jika nanti secara "over-night" bisa menjadi "a rock star". Padahal pada usia 6-12 tahun itu adalah usia-usia yang sensitif dan penting bagi anak dalam menentukan apa yang ia sukai, bakat dan kemampuan yang ia punyai, yang menjadikannya dasar ketika nanti ia dewasa. Saya bersyukur mempunyai ibu yang sangat memperhatikan apa kira-kira yang menjadi bakat anak-anaknya. Seorang musisi besar seperti Ryuichi Sakamoto, tidak hadir secara tiba-tiba, demikian juga yang legendaris seperti W.A. Mozart, dan penyanyi/komposer Indonesia yang beranjak dewasa seperti Sherina. Mereka berlatih sejak kecil untuk menjadi yang terbaik, bukan instant. Orang-orang seperti ini lahir dari investasi yang panjang dengan bimbingan orang-tuanya.

Dan inilah yang sedang terjadi dalam balantika rohani dalam dunia Kekristenan ini. Kita senang mendengar yang heboh, mendengar pengalaman spiritual seseorang yang fenomenal. Kita mendorong-dorong "para mantan" itu untuk bercerita, 'bersaksi', akibatnya kita membuat mereka berusaha untuk menyajikan cerita-cerita yang menarik sedap didengar untuk konsumsi jemaat yang senang akan macam-macam jenis kesaksian untuk kepentingan telinga dan emosi jemaat, tepuk tangan dan sorak riuh menanggapi "kisahnya' yang luar biasa itu. Akibatnya, ia mungkin secara sadar atau tidak sadar ia akan menempatkan "kisahnya" itu sebagai "komoditi/ barang dagangan yang dijajakan". Barangkali pikirnya : "Ah.... rupanya dengan cara 'berceritera pengalaman hidup' seperti ini, aku bisa dapat uang, pujian, dan nama yang terkenal". Alhasil "balantika rohani" tak ubahnya seperti entertaiment dalam dunia sekuler : popularitas, kekayaan dan hormat bisa diperoleh dari kegiatan-kegiatan gerejawi. Barangkali secara tidak sadar kitapun adalah satu diantara mereka atau yang menjadikan mereka berbuat seperti ini. Kita aktif datang ke KKR untuk memburu untuk mendengar dan menyaksikan kesaksian/ mujizat. Kita rajin ke gereja juga untuk mendengar kesaksian, melihat "mujizat", sehingga pengurus gereja-pun ikut sibuk menyusun acara, berusaha menyajikan acara-acara menarik. Misalnya : minggu ini mengundang artis/ mantan-artis A, minggu depan mengundang mantan dukun B, besok kamis ibadah doa malam mengundang pembicara C yang mempunyai 'karunia' nubuat, kemudian mengundang hamba Tuhan D yang mempunyai 'karunia' kesembuhan, dan seterusnya. Kita harus mengerti, ada perbedaan "menjual kesaksian" yang penuh dengan pengalaman yang luar biasa, dengan "memberitakan Kristus". Baiklah sekarang kita menilai dengan bijaksana, apakah dalam suatu kesaksian, bobot "cerita-heboh" itu lebih penting dari berita tentang Kristus?.


Firman untuk uang :

Itu bahasan dari "penginjil dadakan" yang bisa saja dengan tanpa sengaja kita jadikan mereka menjadi pelaku "penjual-penjual firman". Namun hal tersebut tidak terbatas pada yang tipe instan saja. "Penginjil dedengkot" yang berkharisma dan sudah terkenal juga mempunyai kemungkinan untuk menjadi penjaja-penjaja firman, "mengambil keuntungan" dari firman. Salah satu contoh yang paling mudah kita lihat misalnya, di satu sisi menggalang kesetiaan jemaat untuk membayar persepuluhan, dengan menggunakan ayat Alkitab bahwa yang tidak setia membayar itu sesungguhnya "merampok hak Allah" -- di lain sisi --- ia menggunakan ayat itu untuk kepentingan pribadinya. Uang yang dihasilkan dari "penjajaan firman Tuhan" tadi digunakan untuk diri sendiri, untuk emporium gereja yang dikelola olehnya sekeluarga atau orang-orang dekat sendiri. Tidak ada pos-pos yang cukup berarti untuk kegiatan-kegiatan diakonia misalnya, atau untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat sekitar gereja. Sehingga gereja menjadi kaya sendiri tanpa peduli lingkungan. Dalam banyak contoh juga kita lihat, keluarga bapak gembala sebagai owner gereja, mereka kaya sendirian, rumah, tanah, vila, apartemen, mobil mewah, diamon, fashion bermerek, sementara para pekerja di gereja itu hidup pas-pasan, belum tercukupi kebutuhan keluarganya, belum mempunyai rumah sendiri.

Seorang yang telah terjun dalam pelayanan firman, bukan mustahil menjadi 'hamba uang yang mencintai uang' ('philarguros', Lukas 16:14) daripada menjadi hamba Allah yang sesungguhnya. Ayat-ayat yang baik, yang sekiranya untuk mengajar itu di-abuse untuk kepentingan diri sendiri. Tentang abusement firman Allah ini-pun juga pernah dibahas Rasul Paulus dengan bahasa yang cukup keras dalam Roma 16:18 : " Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya".

Mementingkan Allah dan melayani Allah tidak harus berarti sibuk dalam pekerjaan gereja, berkhotbah, bersaksi, menyanyi, bermain musik di gereja atau KKR. Pekerjaan-pekerjaan gerejawi itu malah sering hanya merupakan urusan duniawi, yang digunakan sebagai cara untuk mendapatkan kedudukan, tujuan, ambisi kekuasaan, ambisi utuk tampil/ popularitas dan nafkah pribadi seseorang. Hal ini menunjukkan siapa yang sesungguhnya mereka layani, mereka bukan melayani Allah sebagai tuan, namun kekayaan (Mamon) sebagai tuan, ambisi sebagai tuan, kedudukan sebagai tuan dst. Mementingkan Allah berarti memberikan cukup waktu di hadapan Allah untuk mempelajari prioritas yang dimiliki-Nya bagi hidup umatNya. Gaya hidup dari orang-orang yang mengaku melayani ini, ditentukan oleh komitmennya kepada Kristus.

Ada teladan dari Rasul Paulus yang dapat kita renungkan, Paulus meski mempunyai pengalaman yang luar biasa, ia memfokuskan pelayanannya untuk kemuliaan Allah yang dilayaninya. Motivasinya murni. Ia tidak bermaksud mencari keuntungan apapun dari pelayanannya (lihat 2 Korintus 2:17). Semua semata-mata untuk kemuliaan Allah. Jika Paulus ingin mengejar harta (imbalan khotbah, kesaksian dan tulisan, dll), maka ia tidak perlu melepaskan haknya untuk menerima tunjangan hidup dari gereja di Korintus selama ia melayani di sana (1 Korintus 9:18, 2 Korintus 11:7). Ia juga tidak perlu bersusah payah bekerja sebagai tukang pembuat tenda untuk mencukupi kebutuhannya dalam pelayanan (Kisah 18:4). Ia juga tidak perlu pergi memberitakan Injil kepada orang-orang Makedonia yang secara ekonomi mereka lemah, karena itu membebani keuangan pribadinya.

Paulus juga tidak mengejar popularitas, dengan menjual kesaksian-kesaksiannya yang sangat penuh dengan pengalaman yang luar biasa. Namun ia lebih banyak memberitakan Kristus yang justru membuatnya mengalami banyak kesengsaraan, dipenjara, mengalami kesusahan karam kapal, terkatung-katung di laut, dipukuli, ancaman dibunuh dan bahkan sampai mengalami penghukuman mati. Ia tidak mencari kenikmatan hidup dari ayat-ayat Alkitab yang ia kuasai. Ia melayani Allah dengan sungguh, dan semua ia melakukan sebagai 'privilege' (hak istimewa) dalam melayani Allah yang benar-benar menjadi Tuan-nya. Melayani Allah dengan segala yang ia punya adalah suatu kehormatan. Karena Mamon bukan tuan-nya. Sehingga pada akhirnya ia dengan puas dan bangga mengatakan "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (2 Timotius 4:7).


Blessings in Christ,
Bagus Pramono
July 9, 2007

Sumber: portal.sarapanpagi.org
Baca Selengkapnya...

Minggu, 08 April 2012

Berbahagialah orang yang miskin; bakti sosial Paskah

Sdr. Rio sedang mengkoordinasi Bakti Sosial
Sehubungan dengan momentum PASKAH 8 April 2012, Keluarga MDC Semarang mengadakan bakti sosial pembagian beras sebagai wujud konkrit dari kasih Tuhan Yesus kepada semua manusia tanpa memandang bulu. Acara yang dikoordinasi oleh Sdr. Rio ini disambut antusias oleh jemaat. Terbukti dari 'ikut tersetrumnya' beberapa jemaat lain dengan semangat dan cinta kasih untuk turut memberikan sebagian berkat materinya dengan menyumbangkan beras untuk sesama yang kurang beruntung. Demikian juga banyak jemaat yang lain yang turut terlibat membagikan beras ini sebagai "tanda kasih" di lingkungan tempat tinggal, serta di sepanjang jalan pulang mereka dari gereja. Tiada maksud lain, juga jauh dari suatu itikad kristenisasi. Kami berusaha belajar setulus mungkin untuk memberi dari sebagian berkat yang Tuhan berikan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan, tanpa adanya pamrih tertentu atau maksud terselubung.

Salah satu tujuan pembagian beras adalah Panti Asuhan "Bahtera Kasih" di Jl. Cempedak Semarang yang dipimpin sepasang hamba Tuhan, yaitu Bapak dan Ibu Ipung. Berdua saja mereka mengasuh, merawat dan mendidik ke-47 anak-anak balita yang yatim piatu tersebut. Ketika penulis dan beberapa rekan memasuki panti asuhan tersebut, terlihat kondisi yang memprihatinkan yang cukup mengundang simpati. Banyak anak yang tidur di lantai tanpa alas sama sekali. Suami isteri ini juga tidak mempekerjakan pengerja khusus yang membantu mereka merawat dan mengasuh anak-anak ini. Mereka berdualah yang praktis menjadi Bapak dan Ibu - dalam arti sebenarnya - kepada ke-47 anak tersebut.

Desember 2011 saya sempat menanyakan kepada Bpk. Ipung dan beliau mengaku tidak ada lembaga atau yayasan atau gereja manapun yang telah berkomitmen membantu menunjang pelayanannya kepada anak-anak balita ini. Beliau juga mengaku tidak mau mengikatkan diri kepada lembaga-lembaga atau yayasan-yayasan tersebut. Saya berangan-angan mungkinkah kita mengadopsi mereka dengan memberi bantuan dalam bentuk-bentuk khusus secara kontiyu. Saya bisa saja memberi beberapa persembahan kasih dari kocek sendiri atau beras atau yang lain, tapi sebatas itu saja kemampuan saya, tidak lebih. Menurut saya harus ada usaha sistematik dari gereja Tuhan untuk membantu mengawal nasib anak-anak yatim piatu ini sampai ke gerbang kedewasaan dan kemandirian. Dan tentunya hal seperti ini menuntut keseriusan dari gereja Tuhan dan harus dilakukan secara kontinyu dan tepat sasaran, bukan insidentil.

Mungkin anak-anak yatim piatu ini kalau mau "dipaksakan", dapat juga digolongkan sebagai masyarakat yang kurang mampu/miskin. Namun sekali lagi Yesus mengingatkan supaya kita tidak boleh meremehkan "anak-anak", namun justru harus belajar dari mereka mengenai iman dan percaya. Oleh sebab itu Tuhan Yesus berkata,

Mat_18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

Mat_18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Mat_18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."

Mat_19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Mat_19:14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."

Mar_7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

Mat_18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Luk_9:48 dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."

Gambar berikut ini merupakan salah satu tujuan bakti sosial di area lain, yaitu beberapa keluarga yang kurang beruntung yang sedang menerima bantuan beras.







Untuk membantu memberikan persepsi mengenai arti miskin dalam beberapa perikop tertentu di Alkitab, saya mengutip sebuah pembahasan dari sarapanpagi.org, sebagai berikut:


* Matius 5:3
LAI TB, Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga.
Alkitab Shellabear, Berbahagialah orang jang rendah hatinja; karena orang itoelah jang empoenja keradjaan soerga.
Kitab Sutji Indjil 1912, Berbahagialah mereka jang tidak poenya apa-apa dihadapan Allah, karena merekalah jang empoenja Keradjaan Soerga.
LAI TL, Berbahagialah segala orang jang rendah hatinja, karena mereka itu jang empunja keradjaan surga.
King James Version (KJV), Blessed are the poor in spirit: for theirs is the kingdom of heaven.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha (OJBC), Ashrey {diberkati/berbahagialah} ANIYEY {miskin} RUACH (roh) for theirs is the Malchut (kerajaan) HaShomayim (Surga).
Stephanus Textus Receptus, μακαριοι οι πτωχοι τω πνευματι οτι αυτων εστιν η βασιλεια των ουρανων
Translit. Interlinear, makarioi {berbahagialah/ diberkatilah} hoi {(orang2) yang} ptôkhoi {miskin} tô pneumati {roh} hoti {bahwa} autôn {mereka} estin {adalah} hê basileia {Kerajaan} tôn ouranôn {Sorga}

Matius pasal 5 adalah kotbah pertama dari seri kotbah Tuhan di bukit. Jadi Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang dikenal saat ini sebagai Kotbah di Bukit merupakan pengajaran yang panjang dan merupakan inti dari orang beriman.



MAKNA "BERBAHAGIA" :

Kata "berbahagia" (μακαριος – makarios) ini menunjuk kepada kesejahteraan semua orang.

Karena pada dasarnya kebahagiaan itu menemukan hak hakiki setiap orang. Namun kalau kita mau jujur, tak semua orang mampu merasakan dan menikmati kebahagiaan di dalam hidupnya. Ada banyak orang yang kaya di dalam dunia ini, ada banyak orang pintar di dalam dunia ini, aa banyak keluarga yang kelihatan luarnya bahagia tapi sebelah dalamnya menderita. Mengapa? Karena sebenarnya mereka tidak memiliki kebahagiaan yang sejati. Sehingga apapun yang mereka usahakan untuk menciptakan kebahagiaan didalam hidup mereka tetap mereka tidak bisa.

Kebahagiaan sebenarnya hanya ada di dalam mereka yang sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan. Sehingga kemiskinan itu bukan alasan untuk tidak bisa menikmati kebahagiaan. Justru di dalam kemiskinan itu, Yesus mengatakan, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah".



MAKNA "MISKIN" :

Bukankah kemiskinan identik dengan ketidakpunyaan, kesengsaraan dan penderitaan? Sebab dengan kemiskinannya orang itu harus berjuang sekuat tenaga untuk berusaha memenuhi kebutuhan yang kurang.

"Miskin di hadapan Allah", dalam Alkitab bahasa asli ditulis dengan οι πτωχοι τω πνευματι ; hoi ptôkhoi tô pneumatic, bukan berarti sangat miskin secara materi.

Ada dua kata "miskin" dalam Perjanjian Baru Yunani yaitu : "πενης - penês" dan "πτωχος - ptôkhos".

πενης - penês berarti miskin sedemikian rupa sehingga penghasilan sehari habis buat makan sehari.

Sedangkan Kata πτωχοι- ptôkhoi, bentuk jamak dari "πτωχος - ptôkhos" berarti mereka yang hidup dari meminta sedekah.

Kata "πτωχος - ptôkhos" ini digunakan oleh Matius dalam makna spiritual ditujukan kepada mereka yang miskin rohani dan dengan kerendahan hati "meminta sedekah" agar kerajaan Allah ada dalam hati dan kehidupan mereka.


* Mazmur 34:18
LAI TB, TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang orang yang remuk jiwanya.
KJV, The LORD is nigh unto them that are of a broken heart; and saveth such as be of a contrite spirit.
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
קָרֹוב יְהוָה לְנִשְׁבְּרֵי־לֵב וְאֶת־דַּכְּאֵי־רוּחַ יֹושִׁיעַ׃
Translit, QÂRÕV YEHOVÂH LENISYBERÊY-LÊV VE'ET-DAKE'ÊY-RÛAKH YÕSYÏA'



Mari kita pelajari kata Miskin lebih lanjut :

Kata miskin sering diartikan dalam dalam arti yang sempit. Menurut kita ; apakah sungguh orang Kristen harus miskin untuk memiliki kerajaan Sorga ? Ayo kita belajar jujur saja, siapa diantara kita yang mau miskin? Saya seringkali sharing diantara saudara kita yang lain mengenai " teori ideal dan praktek ideal".

Umumnya banyak pengajar/pengkotbah hanya menanam teori ideal yang membawa kita kepada imaginasi kerohanian yang tinggi. Padahal kita seringkali kebingungan akan penerapan dari teori-teori itu. Sering kali kita mendengar, jadilah terang dan garam dunia tanpa orang yang mengatakan dapat mempraktekkannya sendiri. Kita sering mendengar kotbah " berilah maka kamu akan diberi! " dibalik itu yang mengatakannya sungguh mengharap ingin diberi dari pendengar. Bukankah ini semua suatu kemunafikan belaka ?

Praktek ideal adalah apa yang kita mengerti dari Firman Tuhan yang telah ditabur dalam hati, dan kita mencoba dengan sekuat tenaga, hati dan pikiran mewujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga orang-orang sekitar yang berhubungan dengan kita terkena dampak positip dan nama Tuhan dipermuliakan. Coba renungkan saat ini berapa banyak dari kita yang telah menjadi berkat sungguh-sungguh terhadap orang lain ? Berapa banyak daripada kita yang sungguh-sungguh melayani Tuhan tanpa pamrih ?
Tuhan berkata ; bilamana engkau mengasihiKu, maka engkau akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang telah Aku lakukan bahkan pekerjaaan yang lebih besar daripada apa yang telah Aku lakukan.

Sampai disini saja kita seringkali terjebak oleh batu-batu yang kita ciptakan sendiri, maka pelayanan kita hanya sebatas apa yang menyenangkan hati kita saja, bukan menyenangkan hati Tuhan.

Maka dari itu sangatlah penting sekali kita mengenal apa dan siapa itu Tuhan Yesus, sehingga kita betul-betul dilihat sebagai terang dan dapat dicicipi sebagai garam yang membawakan Kasih Bapa di dalam penghiburan, pelepasan, kekuatan, pengharapan bagi setiap orang yang tertindas, terluka, terikat di dalam kegelapan.

Kita kembali lagi kepada Matius 5:3. Dengan mengerti arti kata "miskin" (Ibrani, עָנִי - ANIY') dalam pandangan mata bangsa Yahudi, semoga ini akan membuat kita lebih mengerti salah satu seri kotbah di bukit itu :


Miskin dapat memiliki pengertian 4 macam :

1. Miskin harta benda

Orang yang tidak punya material dunia. Perhatikanlah karakter orang-orang yang miskin harta benda. Lihat mata mereka, carilah kesimpulan secara umum. Bandingkan orang yang beriman di dalam kemiskinan harta benda dengan yang tidak beriman. Apakah kita juga termasuk orang miskin harta yang tidak memuliakan Tuhan ? Apakah kita akan tetap beriman bila kita miskin harta ? Sikap takut akan miskin harta benda juga menjangkiti banyak umat Tuhan. Kitakah itu ? Maka tidaklah heran misalnya, bila banyak dari pelayan Tuhan mengarah kepada UUD dan bukan pelayanan secara murni.


2. Miskin martabat

Tidak mendapatkan penghargaan umumnya dari orang lainnya. Karena tingkah lakunya sering merugikan orang lain. Seorang Koruptor adalah orang yang 'miskin martabat', seorang yang tidak bisa berbicara dengan sopan bisa disebut miskin martabat. Seorang yang tidak bisa membawa diri/menguasai diri bisa disebut miskin martabat dst.
Hal ini seringkali pula menjangkiti para umat Tuhan. Misalnya, motivasi pelayan Tuhan yang menghendaki dirinya di megahkan seperti apa yang dipikirkan hatinya. Bukan apa yang Firman Tuhan katakan.

Jadi sangatlah banyak orang-orang yang tergolong dalam miskin martabat.


3. Miskin pengetahuan

Kemiskinan yang terjadi di negara ini, juga berakibat dari kemiskinan pengetahuan dari penduduknya. Negeri ini adalah negeri yang subur, koes-plus bilang 'tongkat kayu dan batu jadi tanaman'. Tetapi herannya negeri ini marak 'busung-lapar' akibat kemiskinan.

Miskin pengetahuan ini, juga terjadi pada orang-orang yang malas belajar Alkitab. Tanpa pengetahuan Alkitab, apa yang akan Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita ?
Karena Alkitab berisi Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri. Maka satu kemutlakan bagi orang beriman untuk mempunyai pengertian akan apa yang dikatakan oleh Tuhan serta menjalankannya sehingga pengetahuan ini berada dalam loh hati kita.
Ternyata, bukan cuma umat yang malas belajar Firman Tuhan, tapi saat ini banyak sekali Pengajar/Pendeta yang selalu mengatakan ; 'Tuhan bicara kepada saya ... bla..bla..bla.... kata Tuhan saudara......', jadi kotbah /pengajarannya isinya cuma kesaksian orang itu dengan mengatas namakan Tuhan, sedang Firman Tuhan 'tidak pernah' atau kurang diberitakan. Hal-hal semacam ini sekarang lazim disebut denga istilah 'teologi pengalaman'


4. Miskin karena sadar segala sesuatunya adalah berkat dan anugerah dari Tuhan.

Dengan adanya kesadaran hal ini berarti kita pasti :

a. Diberikan kerajinan untuk bekerja,
b. Rendah hati
c. Rajin merenungkan Firman Tuhan dan juga sebagai pelaku Firman
d. Nama Tuhan selalu dipermuliakan dalam segala tindak tanduk kita.


* Filipi 1:20 mengatakan
" Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sedia kala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan didalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. "


Maka :

• Yang dimaksud dengan orang-orang yang miskin di hadapan Allah ("Miskin dalam roh" οι πτωχοι τω πνευματι ; hoi ptôkhoi tô pneumatic) berarti mereka yang tidak dapat memenuhi kebutuhan rohani sendiri; mereka yang memerlukan hidup, kuasa, dan kasih karunia yang datang dari Roh Kudus untuk mewarisi Kerajaan Allah.

• Adalah orang yang senantiasa merasa kurang akan Firman Allah di dalam hidupnya. Sehingga ia harus terus berusaha mencari Firman yang memberi makanan dalam hidupnya.

• Miskin dihadapan Allah merupakan sikap hidup dan penyembahan total kepada Tuhan yang selalu mengerjakan segala apa yang kita butuhkan.

• Miskin di hadapan Allah sebenarnya penekanannya lebih kepada kebutuhan rohani. Kalau seseorang dipuaskan rohaninya dengan sendirinya kepuasan jasmani akan terpenuhi. Hal inilah yang kurang dimengerti oleh banyak orang.


Allah menghendaki manusia miskin di hadapan-Nya, bukan miskin di hadapan manusia. Miskin di hadapan Allah sebenarnya kita membutuhkan Tuhan untuk memberi kekuatan dan berkat-berkat dalam hidup kita. Sehingga kehausan, kelaparan, penderitaan, kekurangan kita dapat dipenuhi oleh Tuhan. Itupun dibutuhkan suatu kemauan yang sungguh untuk mencari dan mau dituntun oleh cara Allah dan penilaian Allah sendiri yang dinyatakan dalam Firman-Nya dan bukan oleh cara dan nilai dunia ini.

Mari kita selidiki hati kita. Apakah saat ini kita selalu tertuju kepada miskin harta, selalu mencoba mencari banyak dalih karena kita miskin martabat, selalu kita berlagak sombong dan pandai padahal kita malas sekali mencari pengetahuan FirmanNya.

Nyatakan kepada Tuhan kita saat ini bahwa segalanya yang ada pada kita adalah berkat dan anugerahNya, mintalah membuka mata rohani kita maka kita akan mengetahui di hadapan Tuhan kita tidak mempunyai apa-apa. Kasihilah Tuhan dengan segenap jiwa ragamu, kekuatanmu, pikiranmu, katakan kepadaNya ; “Tuhan...ajarkan aku untuk mengasihiMu …” katakan kepadaNya ; “Yesus Kristus, aku mengasihiMu!” Allah sejak dini telah menantikan kita untuk dipelukNya.

Kasih AnugerahNya yang pasti menjamin anda dan saya selalu tercukupi dalam segala hal. Karena kita anak-anakNya sendiri yang telah ditebus lunas oleh Tuhan kita terkasih Yesus Kristus.
Baca Selengkapnya...

Minggu, 25 Maret 2012

Pamrih dalam memberi persembahan

Secara tidak sadar banyak pengkotbah akhir-akhir ini membawa pola pikir jemaatnya untuk memberikan pesembahan kepada Tuhan supaya kita diberkati. Pengajaran di balik mimbar yang saat ini menggejala, dan cenderung menitik-beratkan pada berkat secara materi. Hal ini akan membawa jemaat pada pola pikir dan moral materialisme “berilah maka kau akan diberkati berlipat kali ganda” seperti ajakan salesman perusahaan dana investasi. Bahkan seperti menganggap Tuhan itu tidak beda dengan illah-illah lain yang memberikan rejeki. Ini bahkan memberhalakan Tuhan!

Saya mengharap saudara tidak terlampau cepat merasa aman dan bebas dari bahaya penyembahan berhala, hanya karena saudara tidak menyimpan satu patung pun dan menyembahnya. Tetapi ketika kita menganggap bahwa Allah hanya sebagai sumber berkat, kita memberhalakan Dia menjadi illah yang sama dengan kepercayaan lain, sama dengan patung-patung, sama dengan dewa ini dan dewi itu.

Kelihatannya benar walaupun mereka menggunakan banyak ayat-ayat yang mendukung yang diambil dari alkitab tentang pemberian persembahan supaya kita diberkati . Namun Allah adalah selalu menepati janjinya, tidak pernah ada janjinya yang tidak pernah ditepati :

Bilangan 23:19
“Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”

Raja Salomo mengatakan bahwa 1 Raja-raja 8:56
"Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.

Tuhan tidak akan berbohong, ini adalah satu-satunya hal yang Tuhan tidak bisa lakukan, karena berbohong bukanlah sifat Tuhan. Apa yang telah difirmankanNya tidak akan ada yang tidak digenapi!

Tetapi bagaimana dengan manusia? Ada banyak tendensius dari manusia untuk memanfaatkan (to abuse) sifat Firman yang kekal ini. Manusia memberikan persembahan kepada Tuhan karena punya maksud “tidak mau miskin dan ingin selalu diberkati dengan berkelimpahan” namun dalam mempersembahkannya tidak dilakukan dengan tulus dan kasih. Ini tentu menyakiti hati Tuhan, ayat-ayat Alkitab yang sering dimanfaatkan untuk meraup rejeki, contohnya adalah :

Maleakhi 3:10-12
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Amsal 3:9-10
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Walaupun Tuhan berjanji demikian, namun janganlah kita memberikan persembahan kepada Tuhan atas dasar pamrih supaya diberkati lebih ; “kalau aku memberi perpuluhan maka Allah akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadaku sampai berkelimpahan” Ini jelas perbuatan jahat dimata Tuhan.

Tidak salah apabila jemaat diajar “berilah maka engkau akan diberi”. Tidak salah mereka diajar dalam hal “perpuluhan yang mendatangkan berkat berlimpah” Tetapi hendaknya hal itu diimbangi dengan pengajaran pembentukan hati yang berkenan kepada Tuhan. Sehingga ketika mereka memberi, mereka memberi dengan hati yang mengasihi, bukan dengan tujuan untuk mendapat imbalan dari apa yang diberikannya. Penonjolan berkat jasmani dijadikan suatu bukti bahwa Allah mengasihi kita. Itu adalah penonjolan yang keliru. Maka secara tidak sengaja, jemaat digiring pada kehidupan yang materialisme. Jemaat yang kaya, merasa lebih diberkati dibandingkan jemaat yang miskin.

Saya percaya bahwa ada pahala/ reward untuk setiap ketaatan yang tulus dalam pemberian persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, asalkan kita melakukan dan memberikan dengan motivasi yang benar. Berilah persembahan itu karena engkau benar-benar mengasihi Tuhan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan semata. Sedangkan ketaatan dengan motivasi adalah sebuah egoisme ; mau memberi persembahan karena yakin betul Allah akan memberkati dengan berlipat kali ganda. Berikan persembahan itu karena engkau mengasihi Tuhan, titik!

Yohanes 14:15
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

1 Korintus 10:31
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.


Marilah kita pelajari kisah Ananias dan Safira :


Kisah Para Rasul 5 : 1-11
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Apa yang menyebabkan mereka mati? Mereka memberi persembahan dengan pamrih. Untuk dipuji manusia bahwa mereka sungguh mengasihi Tuhan. Seolah-olah mereka telah mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah untuk pekerjaan Tuhan. Seolah-olah mereka yang paling mengasihi Tuhan. Tuhan tidak mempersoalkan berapa besar jumlah persembahannya, tetapi memperhatikan maksud persembahan itu. Apakah persembahan itu diberi dengan hati yang tulus atau bukan. Maka berhati-hatilah dalam memberikan peresembahan, lakukan semua dengan kerelaan hati dan dengan kemampuan yang kita punya.

Sumber: Sarapanpagi.org
Baca Selengkapnya...