googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani: Kebangunan Rohani
Tampilkan postingan dengan label Kebangunan Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebangunan Rohani. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2012

Jatuh di Gereja, Jemaat Tuntut Gereja

Cheryl Jones, seorang jemaat simpatisan menuntut gereja kerena terluka ketika terjatuh dan tidak sadarkan diri saat pencurahan Roh Kudus. Jones menyayangkan sebuah gereja di East St Louis, Illinois, Amerika Serikat, tidak menyediakan pelayan yang bertugas untuk menangkap jemaat yang jatuh ketika kepenuhan Roh.

"Mereka seharusnya memperingatkan Cheryl dan orang-orang sepertinya tentang bahaya, terutama apa yang mungkin terjadi, jika mereka tidak akan memiliki diaken atau umat paroki untuk membantu orang-orang ketika mereka jatuh," ungkap pengacara Cheryl Jones, Brian Millikan seperti dilansir dari ABCNews..

Jones menuntut gereja untuk membayar biaya medis yang harus ditanggungnya akibat kejadian itu. Menurut Jones, biasaya ada dua orang pelayan yang akan berdiri di setiap sisi jemaat untuk mencegah jemaat jatuh dan terluka, namun sayangnya ketika dia terjatuh tidak ada yang menjaganya.

Menurut Jonathan Turley, professor fakultas hukum George Washington University, hal ini membuktikan gereja tidak kebal dari hukum. Gereja tetap harus mengambil tindakan pencegahan yang wajar. Namun pihak gereja sendiri tidak memberikan komentar mengenai pengaduan ini.

Tidak ada penjelasan yang logis ketika seseorang mengaku kepenuhan Roh hingga akhirnya terjatuh. Namun, jika seseorang benar-benar merasakan hal supranatural itu, seharusnya mereka tidak memikirkan lagi tentang keadaan mereka dan hanya fokus pada hadirat Allah.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 24 Mei 2012

World Prayer Assembly dan Kebangkitan Nasional

Satu minggu lalu tepatnya mulai Senin 14 Mei 2012 merupakan pekan paling sakralis untuk rakyat Indonesia dan umat Kristen khususnya, dimana gerakan Doa Akbar Sedunia atau World Prayer Assembly 2012 (WPA 2012) berlangsung penuh secara serentak, menjangkau masyarakat disini selama lima hari penuh.

WPA 2012 bukan hanya gerakan doa semata. Namun sebuah gelombang yang membangkitkan sebuah bangsa keluar dari keterpurukan. Hal inilah yang terjadi ketika WPA pertama diselenggarakan di Korea Selatan pada 1984, carut-marut negara ginseng tersebut, perlahan bangkit dan kini menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat didunia. Ini salah satu bukti kekuatan sebuah gerakan doa yang membangkitkan.

Bukan sesuatu yang kebetulan, jika kini WPA diselenggarakan di Indonesia. Kurang lebih 9.000 peserta dengan 2.500 orang di antaranya pimpinan gereja dari 86 negara, datang berdoa untuk sebuah kebangkitan besar di Indonesia, juga dunia pada umumnya. Tepat ditengah carut-marutnya kondisi ekonomi, sosial dan hukum yang terus terkapar membelenggu negara yang kaya akan sumber daya alam terbesar didunia ini.

Momen WPA pekan lalu pun mengambil juga hari peringatan Kenaikan Tuhan Yesus pada 17 Mei, dimana ratusan ribu umat berkumpul dan berdoa di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan serempak digelar di 371 kota di Indonesia. Membuktikan kedahsyatan “waktunya” Tuhan dalam beracara di Indonesia. Hingga WPA selesai pada Jumat 18 Mei pun masih banyak umat yang haus akan WPA dengan menyaksikan berbagai rekaman video kegiatan di website rohani.

Dan selang sehari kemudian, Minggu 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kembali diperingati, meskipun banyak yang tidak mengetahuinya. Harkitnas menjadi penutup sempurna dalam rangkaian satu pekan gerakan doa WPA. Daripadanya kita disadarkan bahwa penjajahan masih terjadi. Namun bukan dari luar, namun penjajahan dari diri kita sendiri yang malas untuk bangkit dari keterpurukan, dan asyik untuk berkonflik dengan sesama saudara sendiri.

Korelasi inilah sesungguhnya yang harus disadari bersama bahwa, kegerakan doa menjadi pembangkit masyarakat Indonesia untuk bangun dari keterpurukan, dan meraih kembali berkat yang telah Tuhan curahkan, menjadi pribadi yang menjadi berkat bagi sesamanya! Selamat Berdoa…


Sumber : Jawaban.com - Daniel Tanamal
Baca Selengkapnya...

WPA 2012: Sebuah Gelombang Gerakan Doa Antar Generasi

Adanya jurang pemisah atau pembatas antar generasi seringkali membuat sebuah kegerakan rohani tidak dapat diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Hal ini menjadi sebuah perhatian khusus gereja Tuhan dalam pertemuan World Prayer Assembly 2012 yang diselenggarakan di SICC, Sentul pada 14-18 Mei 2012 lalu dengan mencetuskan doa tiga generasi.

Brian Mills, dalam Pleno “Trend Global dan Bagaimana kita Seharusnya Meresponi Kegerakan Doa Global” memaparkan sebuah fakta menyedihkan gereja di Eropa.

“Anak-anak muda di dunia barat, terutama di Eropa barat sudah tidak menerima warisan rohani (dari generasi sebelumnya –red), sehingga saat ini berita Injil menjadi sesuatu yang baru bagi mereka,” demikian ungkap Brian.

Untuk itu Brian mengajak gereja Tuhan untuk melihat visi ke depan dan berdoa dengan strategi. Bukan hanya bereaksi terhadap perubahan dunia, namun membawa agenda Tuhan serta bekerja bersama untuk menggenapi rencana Tuhan.

Dalam pleno yang berbeda Mark McClendon, fasilitator kegerakan Anak Bersinar Bangsa Gemilang juga menyampaikan betapa pentingnya gereja memperhatikan anak-anak.

“Ada orang mengatakan bahwa anak-anak itu seperti spon. Apa saja mereka serap,” demikian jelas Mark. “Apapun yang Anda masukkan kepada mereka, akan keluar dari mereka. Tetapi jika Anda tidak masukkan apa-apa, dunia akan menjadi guru mereka. Media yang akan memuridkan mereka. Dunia yang akan melatih mereka. Jadi kita harus ambil mereka dan latih mereka.”

Menurut Mark, anak-anak bukan hanya seperti spon, tetapi juga seperti sebuah anak panah, harus dibentuk, harus diarahkan lalu dilepaskan. Berdasarkan survey yang didapat oleh Mark, ada sekitar 390 juta anak-anak yang telah dilahirkan baru. Karenanya ia percaya bahwa anak-anak adalah salah satu kunci dari tuaian akhir jaman.

Untuk sebuah tsunami kegerakan rohani, jurang pemisah antar generasi harus dihancurkan. Untuk itu rekonsiliasi antar generasi harus dilakukan dan juga regenerasi dalam tubuh Kristus harus berjalan dengan baik. Mari berikan tempat khusus bagi anak-anak dalam tubuh Kristus, sebagaimana Tuhan juga menganggap mereka istimewa dimata-Nya.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 19 Mei 2012

Separuh Muslim Radikal di Afrika Sub-Sahara memilih Memikul Salib Kristus

WASHINGTON DC (AS) - Bagi beberapa orang, kabar baik tentang berpalingnya separuh penghuni Masjid dari kelompok radikal di beberapa negara wilayah Afrika Sub Sahara kepada terang Kristus, adalah sesuatu yang mustahil terjadi. Namun demikan, kabar ini benar-benar terjadi.

Seperti diberitakan ChristianPost, pada Senin (26/03/2012), Jerry Trousdale, direktur utama dari International Ministries for City Team, dalam bukunya ‘MIRACULOUS MOVEMENTS’ mencatat sekitar separuh populasi muslim radikal di wilayah Afrika Sub Sahara mengalami perubahan hati dan iman sehingga memandang dan mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat umat manusia.

“Kami telah melayani selama tujuh tahun di Afrika. Sekitar 81 kelompok suku di Afrika, 50 persennya adalah Muslim.” Dijelaskan dari 50 persen suku beragama Muslim, 45 persennya adalah suku Muslim dengan persentase mencapai 100 persen. “Sehingga kita sedang menghadapi sebuah wilayah Islam yang kuat. Mereka adalah orang-orang yang memeluk Islam sejak seratus tahun yang lalu, lainnya sekitar ratusan tahun lebih” lanjutnya.

Dibeberkan, sekitar 50 persen atau sekurangnya 200.000 Muslim telah datang dan memikul salib Kristus. Malahan sebagian besar dari mereka merupakan mantan Islam radikal dan fundamentalis yang telah membantai ribuan suku tetangga mereka yang beragama Kristen.

“Para mantan sheikh, imam dan pemimpin militan Islam [yang telah menjadi pengikut Kristus] membentuk sekitar 20 persen dari pemimpin Kristen baru di wilayah-wilayah Muslim,” ujarnya.

Termasuk juga berbagai ribuan masjid yang diubah menjadi gedung gereja karena semua warganya telah menjadi Kristen. Sebab kini para pemimpin Kristen - mantan muslim radikal sendirilah yang bergerak dan mendirikan puluhan jemaat Kristen baru di wilayah tersebut.


Fokus Pemuridan

Dalam buku ini, Trousdale juga menuturkan ratusan kisah menakjubkan, menyentuh hati dan menginspirasi dari para mantan muslim ini.

Dikisahkan, para mantan Muslim ini sendiri mengakui telah mengalami mujizat, kesadaran dan penglihatan rohani dari Kristus. Diakui mereka, mereka memilik Kristus bukan karena paksaan, rayuan ataupun ‘tawaran sesaat’ seperti yang sering dituduhkan para pembenci Kristus.

Dibeberkan pula, pemenangan ratusan ribu mantan muslim yang menjadi saksi Kristus ini bukan karena pemberian fisik. Tetapi dengan proses pemuridan, setelah mereka sendiri yang mengakui ingin mengikut Kristus dan menjadi saksi akan kasih Kristus serta menelaah firman Tuhan setiap waktu melalui Alkitab.

Trousdale memberikan kunci atas pemenangan para muslim ini dengan menyatakan, bahwa para pelayan dalam penginjilan janganlah berharap dapat mengabarkan kasih Kristus jika mereka berfokus pada pemberian fisik semata.

“Terlalu sering, pelayanan yang berfokus pada pekabaran Injil secara massal. Dengan membuat aksi secukupnya mereka berharap dapat membuka ‘jala’ dan mendapatkan sebanyak mungkin persentasi ‘ikan’ yang melompat kedalam ‘kapal, [termasuk] dengan mengurangi nilai Injil, mereka mengharapkan kepada pertobatan daripada pemuridan, dengan harapan mereka sendiri yang akan dewasa [dalam Kristus]dan kurang memperhatikan perintah terakhir Yesus yakni, ‘jadikan semua bangsa murid-Ku... dan ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah Ku perintahkan kepada mu’ (Matius 28:19-20),” tandasnya. (CP/TimPPGI)


Sumber: kabargereja.tk
Baca Selengkapnya...

Jumat, 18 Mei 2012

WPA, 2,5 Juta Umat Kristen Menyaksikannya

Pada konser World Prayer Assembly (WPA) yang diadakan di Gelora Bung Karno, Jakarta kemarin (17/5) ada begitu banyak umat Kristen yang berkumpul bersama dan berdoa bagi Indonesia. Bukan hanya dari Indonesia saja, ada peserta yang bahkan berasal dari luar negeri seperti Korea, Jepang, Afrika, Australia, dan juga negara lainnya.

Sebelum dibuka, acara diisi dengan berbagai hamba Tuhan yang berdoa bagi negara Indonesia yang diselingi dengan pujian dan penyembahan dari tim worship. Meski acara baru dibuka pada pukul 18.00 WIB, namun banyak peserta dari berbagai denominasi gereja memadati stadion Gelora Bung Karno sekitar pukul 16.00 WIB. Ada banyak berbagai usia yang datang dan bersemangat mengikuti konser doa WPA ini, meski panas terik menyelimuti hari itu.

Stadion yang dipadati tidak kurang dari 100.000 orang itu, dihadiri juga oleh 2500 pimpinan gereja dari 86 negara dan ada 20.000 lebih anak-anak yang juga akan berdoa bersama. Dan sementara acara berlangsung di Gelora Bung Karno, ada 373 kota di seluruh Indonesia yang mengikuti acara tersebut lewat Live Streaming. Karena itu, diperkirakan tidak kurang dari 2,5 juta umat Kristen yang menyaksikan acara tersebut.

Di dalam acara ini, juga hadir tamu undangan. Dan juga tim praise and worship yang terdiri dari Dr. Ir. Niko Njotorahardjo, Sidney Mohede, Ruth Sahanaya, dan Sari Simorangkir. Acara yang dikemas beraneka ragam tersebut ditandai dengan penyalaan obor api. Api yang dibawa oleh kontingen Korea (tempat WPA sebelumnya berlangsung) dan diberikan kepada kontingen Indonesia.

Di dalam acara itu ada tari-tarian dari anak-anak, tari-tarian dari berbagai daerah, pelepasan balon yang menandakan harapan dan iman anak-anak kepada Tuhan, dan tak kalah pentingnya yaitu doa-doa yang dipanjatkan. Semuanya itu bisa ada karena Indonesia butuh Tuhan, Indonesia memerlukan Tuhan dan semua umat di seluruh dunia menginginkan lawatan Tuhan terjadi.

Harapan seluruh umat Kristen di dunia tertumpah di acara ini. Namun, setelah selesainya acara ini kita tentu tetap berharap dan berdoa bagi Indonesia. Indonesia menjadi negara yang takut akan Tuhan, Indonesia mempunyai generasi yang takut akan Tuhan, menjadi bangsa yang makmur, adil, dan sejahtera. Bangsa yang sesuai nilai-nilai luhur Pancasila.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Menko Kesra Bagikan Ayat Alkitab Habakuk 2:14

Sebagai pembukaan World Prayer Assembly (WPA) 2012 yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta, maka WPA pun mendapat kehormatan didatangi oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakya Indonesia (Menko Kesra), H. R. Agung Laksono.

Di dalam acara tersebut, Laksono mengajak seluruh umat untuk mengucap syukur kepada Tuhan. “Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan yang sangat luar biasa,” kata Laksono yang langsung disambut dengan tepuk tangan. “Kita dipandang baik dan dijadikan tempat untuk melakukan pertemuan oleh berbagai negara untuk melakukan doa bersama sedunia. Ini merupakan pertanda bahwa Indonesia dinilai sebagai negara yang harmonis,” tambahnya lagi yang juga disambut dengan tepuk tangan. Itulah anugerah Tuhan untuk Indonesia, katanya.

Menko Kesra yang lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 23 Maret 1949 ini juga mengatakan bahwa hendaknya setiap warga negara asing yang datang pada acara ini dapat membawa hikmah ke negara mereka tentang keharmonisan di Indonesia. Memang tidak mudah menyelaraskan berbagai macam budaya dan latar belakang yang ada di Indonesia. Meskipun ada riak-riak kecil yang berlangsung di Indonesia akibat perbedaan tersebut, namun Laksono yakin itu hanyalah riak kecil di tengah luasnya samudera harmonis.

Karena itulah, Menko Kesra mengajak semua yang hadir maupun yang menyaksikan secara streaming untuk hidup dalam damai. Karena itu, toleransi haruslah menjadi prinsip utama di dalam hidup berbangsa, tidak boleh ada diskriminasi.

Dan akhirnya, Menko Kesra mengambil suatu ayat yaitu di dalam Habakuk 2:14 yang mengatakan, “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut.” Ini mengandung pengertian bahwa melimpahnya air, bumi akan penuh dengan kemakmuran. Akan penuh dengan kemuliaan, dan kemuliaan itu akan ditunjukkan kepada seluruh umat manusia, jelasnya.

“Hadirin sekalian, WPA 2012 ini memfasilitasi pertumbuhan doa yang lebih besar bagi dunia agar shalom dan sejahtera Tuhan akan datang ke dunia ini. Dan WPA ini memfasilitasi gereja-gereja, dan memfasilitasi percepatan transformasi. Maka saya yakin, WPA 2012 memiliki dampak yang sangat baik bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia. Keterlibatan berbagai hamba Tuhan di seluruh interdenominasi gereja yang terdapat di 100 negara, yang hadir dalam kegiatan ini, merupakan wujud kesatuan untuk bersatu untuk menopang dan melakukan persatuan di dalam pemerintah, mendoakan dunia dan termasuk Indonesia.” Jelas Agung Laksono lagi. Pada akhirnya Laksono mengatakan bahwa acara WPA ini dapat diterima dan dikabulkan oleh Tuhan. “Burung irian, burung cenderawasih. Cukup sekian dan terima kasih…” tutupnya yang diiringi oleh sambutan tepuk tangan para penonton.

Tuhan mendengar setiap orang yang bersungguh-sungguh mencari-Nya dan biarlah apa yang menjadi doa Menko Kesra dapat menjadi doa kita semua. Indonesia hidup dalam damai sejahtera yang seluas samudera dan biarlah riak-riak kecil itu hilang dari bumi pertiwi.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 17 Mei 2012

WPA 2012: Keserakahan Dalam Kapitalisme Harus Segera Diakhiri

Bogor, 15 Mei 2012 - Dua ekonom yang hadir sebagai pembicara dalam Doa Akbar Sedunia atau World Prayer Assembly 2012 di Sentul International Convention Center (SICC), Ed Silvoso dan Jerry Tuma, dalam jumpa pers Selasa petang mendorong dunia terutama umat Kristen, agar mengakhiri akar immoralitas dalam kapitalisme, yakni keserakahan (greediness).

Pakar ekonomi, Ed Silvoso, yang juga President International Transformation Network. Inc, mengatakan kapitalisme dikembangkan oleh negara-negara Barat memang dirancang untuk menciptakan keuntungan bagi para pemilik modal, jadi memang tidak untuk orang miskin.

Namun pada waktu itu masih ada landasan moralnya yakni untuk menolong orang-orang miskin. Dalam perkembangannya hari ini, keserakahan telah membuat kapitalisme kehilangan landasan moralnya, karena banyak orang sudah meninggalkan Allah.
“Sehingga tugas kita sekarang adalah mengembalikan kapitalisme itu ke akar moralitasnya agar dunia menjadi lebih baik,” katanya.

Dia sendiri di Amerika mengembangkan gerakan untuk menguasai 51 persen saham-saham berbagai perusahaan di Amerika melalui International Transformation Network, Inc dalam upaya mengembalikan kapitalisme ke akarnya yang benar yaitu untuk menolong orang-orang miskin dan mengakhiri keserakahan.

Sedangkan dalam pandangannya Jerry Tuma, President Cornerstone Financial Services Inc., kegagalan yang dialami oleh kapitalisme hari ini karena banyak orang berutang sangat besar jauh melebihi kemampuannya. Dan persoalan itu dicoba diatasi dengan sosialisme, dan itulah yang kini terjadi di Prancis sebagai hasil pemilihan umum pekan lalu.

Padahal, lanjutnya, Eropa dan banyak negara maju menghadapi persoalan yang jauh lebih besar dan tidak bisa diatasi oleh sosialisme, yakni masalah kritis penurunan jumlah penduduk yang sangat signifikan.

“Padahal jumlah penduduk yang besar juga memberi kemakmuran, bila jumlah penduduk berkurang akan menghasilkan depresi di bumi,” katanya.

Dia sudah melihat hal itu terjadi di Amerika, dimana kaum lanjut usia, terutama generasi baby boomer yang lahir pasca Perang Dunia II, kini sudah menjadi beban, karena tergantung pada tunjangan sosial dan tunjangan kesehatan, jumlahnya bertambah 10.000 setiap hari.

Di Jepang, jumlah angkatan kerja semakin merosot, dan pada suatu saat nanti jumlah penduduk Jepang akan merosot drastis, dan akan menjadi persoalan besar. Sehingga memperbaiki profil demografi merupakan hal kritikal.

Ed Silvoso dan Jerry Tuma sepakat bahwa Indonesia dalam waktu singkat akan menjadi raksasa ekonomi yang perpeluang memimpin ekonomi dunia asalkan pelaku ekonomi Indonesia tidak serakah, takut akan Allah dan berpihak kepada orang-orang miskin.


Sumber :
Pers Release Panitia WPA 2012
Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Pahami Kehendak Tuhan Dengan Bible Marathon

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini yang tidak dapat kita pahami. Tidak jarang banyak orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena sudah putus asa, atau bertanya pada peramal, dukun dan sebagainya karena takut hidup dalam misteri. Padahal jika kita mengetahui kehendak Tuhan, maka kita akan dapat menghadapi tantangan dalam hidup kita dengan penuh percaya diri dan penyerahan total terhadap Tuhan.

Salah satu peserta yang berhasil Jawaban.com wawancarai bernama Roseli. Menurut Roseli, salah satu materi yang paling menarik untuknya adalah Bible Marathon, dimana lewat materi tersebut dia bisa memahami bagaimana melatih otot-otot iman serta mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup umat manusia.

Roseli menjelaskan, Bible Marathon adalah istilah yang digunakan untuk Alkitab secara berurutan dan stabil seperti perlombaan marathon. Dibutuhkan konsistensi dan komitmen yang baik untuk bisa melakukan Bible Marathon ini. “Dengan Bible Marathon itu kita dapat mengetahui kehendak Tuhan. Jadi dengan baca Alkitab dan berdoa kita bakalan ngerti dan dibukain dan diberikan pengertian-pengertian baru,” Roseli menjelaskan tentang Bible Marathon.

Selain membagikan materi yang menguatkannya, Roseli juga mempunyai harapan yang begitu besar dengan diselenggarakannya acara doa sedunia ini. “Harapannya yaaa pasti terjadi penuaian jiwa besar-besaran, serta ada gerakan doa 24 jam sehari dan tujuh hari dalam satu minggu serta dibangkitkan kembali (semangat dan iman) orang-orang percaya,” ungkap Roseli yakin.

Hari ini (Jumat, 17/5) WPA akan diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada pukul 16:30. Bagi Anda yang tidak dapat menghadiri acara ini, terutama bagi Anda yang berada di luar Jakarta namun rindu untuk menjadi bagian dalam kebangkitan doa ini, Anda dapat menyaksikannya secara live di Jawaban.Com dengan mengakses www.jawaban.com/index.php/wpa. Lawatan Allah telah turun dan gelombang tsunami kegerakan doa telah dimulai. Pastikan diri Anda terlibat di dalamnya dan menjadi bagian dalam mengubah sejarah dunia.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Nus Reimas : Jadilah Gereja Ramah Lingkungan

Ketua umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) Pendeta Nus Reimas mengajak kepada seluruh gereja didunia terutama di Indonesia untuk sadar terhadap kelestarian lingkungan hidup. Hal ini diungkapkannya pada konperensi pers World Prayer Assembly 2012 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor Jawa Barat, Rabu (16/5).

Nus menyoroti karakter sebagian besar jemaat gereja di Indonesia yang masih patrenalistik dengan terpaku pada Pendeta Jemaat. "Itulah budaya sebagian besar jemaat gereja kita yang masih terpaku dengan pendeta. Hal ini dapat menyebabkan jemaat tidak dapat berkembang untuk mengungkapkan kreatifitasnya. Di Indonesia, budaya antri masih susah diterapkan, berikut dengan perilaku membuang sampah sembarangan," katanya menjelaskan mengapa jemaat sulit untuk mengembangkan budaya cinta terhadap kelstarian lingkungan.

Untuk itulah Nus melihat bahwa peran seorang pendeta begitu besar untuk mengarahkan jemaatnya sadar lingkungan. "Pendeta tidak hanya khotbah di mimbar, namun harus dapat menggiring warga jemaat untuk peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup," ujarnya memberi stimulus kepada pendeta dan pemimpin gereja pada umumnya untuk menggerakan jemaat terhadap lingkungan sekitar.

Terakhir dirinya menghimbau agar gereja sepenuhnya mengerti mengenai konsep kebersamaan ini untuk menjadi gereja yang bukan saja sebagai rumah doa, melainkan sebagai gereja yang ramah lingkungan. menjadi contoh bagi sesama dan menjadi basis kegerakan iman yang cinta dan sadar terhadap lingkungan hidupnya.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Selasa, 15 Mei 2012

WPA 2012 Resmi di Buka, Gelombang Doa Melanda Indonesia

World Prayer Assembly 2012 (WPA 2012) resmi dibuka pada Senin, 14 Mei 2012 di Sentul International Convention Center (SICC). Acara yang dihadiri peserta dari 60 negara ini mengusung tema "A New Wave Is Comming" (Gelombang Baru sedang datang), dimana ayat dasarnya diambil dari Habakuk 2:14.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia WPA Dr.Bambang Widjaya menyatakan bahwa ada tiga alasan digelarnya acara ini. Pertama adalah saat ini dunia sedang memerlukan intervensi Ilahi untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat baik moral, spiritual, dan juga sosial ekonomi.

Alasan kedua, pertumbuhan persatuan gereja-gereja baik di Indonesia maupun dunia saat ini sangat pesat. Dalam kesatuan ini seluruh lembaga aras nasional di Indonesia, seperti KWI, PGI, PGLII, PGPI dan berbagai lembaga pelayanan umat bersehati mendukung pelaksanaan WPA 2012 kali ini.

Alasan ketiga adalah gerakan rohani yang saat ini sedang melanda anak-anak muda, menjadi sebuah momentum untuk gerakan doa lintas generasi. WPA 2012 ini juga memberikan perhatian khusus kepada gerakan doa di antara anak-anak, kaum muda dan juga di dunia kerja.

WPA pertama kali diselenggarakan di Korea pada tahun 1984. Pertemuan tersebut menjadi pelopor untuk kegerakan doa nasional dan juga internasional yang ada saat ini. Dalam WPA 2012 ini Indonesia menjadi tuan rumah, namun tetap bekerja sama dengan Korea Selatan sebagai co-host dalam pelaksanaannya.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Jumat, 11 Mei 2012

Alami Berbagai Mujizat, Enam Ribu Muslim di Pakistan Memutuskan Mengikut Terang Kristus

KARACHI (PAKISTAN) - Adalah sebuah fakta yang tidak dapat ditutupi oleh satupun manusia di muka bumi ini, bahwa Yesus Kristus adalah benar-benar Tuhan yang hidup yang berkuasa atas segala yang ada di semesta.

Seorang penginjil terkemuka dari Kenya, Taras Mekeda menjadi saksi mata atas mujizat dan kuasa Tuhan yang terjadi pada ribuan muslim di Pakistan.

Dipublikasikan Christian Telegraph, pada Sabtu (05/05/2012), Makeda menceritakan pelayanan kebaktian kebangunan rohani yang dilakukannya bersama temannya Dmitry Makarenko selama 3 minggu di Pakistan yang diawali di kota Lahore pada dua minggu awal dan pada minggu ke tiga dilaksanakan kota Karachi. Ia menyatakan puluhan ribu warga baik umat Kristen maupun Muslim mengalami mujizat dan dijamah oleh Kristus.

Dalam tiga minggu itu, berbagai mujizat dan keajaiban terjadi kepada ribuan orang yang hadir di KKR tersebut. Yang luar biasa dari puluhan ribu jemaat Kristen yang hadir ada sekitar 6,000 muslim yang sengaja datang dengan sembunyi-sembunyi. Mereka mengalami mujizat penyembuhan sehingga mereka dengan yakin memilih mengikuti Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.

Makeda menceritakan, teman pelayanannya Sarftaz William dan yang menetap di Pakistan selama beberapa tahun menyatakan umat Kristen di negara itu sangat membutuhkan lawatan dan kebangunan rohani, sehingga untuk melaksanakan Festival ini mereka telah mempersiapkan dalam jangka waktu yang lama.

Kebaktian kebangunan rohani pada untuk jemaat di sekitar kota itupun dilaksanakan atas dukungan dari berbagai denominasi gereja di negara itu. Dan ia mengharapkan ratusan jemaat yang imannya mulai pudar dapat diperbaharui melalui Festival Persahabatan Mujizat ini.

"Di Karachi, atas pertolongan Tuhan, kami mengabarkan Injil Kristus kepada 36,000 orang selama empat hari Festival Persahabatan," tulis Makeda.

Makeda mengakui, walau khawatir akan keselamatan dirinya karena berada di negara yang tingkat kejahatannya tinggi, ia tetap teguh dan yakin bahwa kasih Kristus dapat membuat segala yang mustahil menjadi bisa.

Pada hari pertama pada 19 April 2012, ungkapnya, sekitar 3,000 orang datang mengikuti kebaktian yang bertempat di lapangan sepak bola, banyak jemaat yang batal datang sebab hari itu, hujan deras disertai kilat melanda Karachi. "Jadi giliran saya untuk mengharapkan Yesus turut terlibat."

Usai berkhotbah tentang kuasa Yesus Kristus yang menyembuhkan orang buta, banyak orang mulai berdatangan ke atas panggung dan memberikan kesaksian mereka atas mujizat yang mereka alami. Kemudian ratusan orang secara berkelompok berderet untuk memberikan kesaksian yang mereka alami saat itu.

"Tak terhitung mujizat yang terjadi, banyak orang buta dan tuli yang sembuh, ada puluhan orang yang tumornya hilang seketika. Ada juga seorang anak yang tangannya tidak dapat digerakan karena sakit yang tidak diketahui, mengalami kesembuhan. Satu hal yang sangat diingat adalah sembuhnya seorang pria dari mati kaku tubuhnya setelah terserang stroke. Ada pula wanita yang dapat membuka mulutnya dan berbicara setelah beberapa mendapatkan penyakit yang membuat mulutnya tertutup. Juga seorang wanita muslim yang bersama ayahnya bersaksi bahwa dirinya terlepas dari kuasa iblis setelah menyebut nama Yesus Kristus, ada 30 orang yang juga mengalami hal yang sama." tutur Makeda.

Pada hari kedua usai ibadah dan doa. Dari 150,000 hadirin, ratusan orang pincang yang ingin bersaksi pada hari pertama, maju keatas panggung, mereka berdiri sambil menceritakan mujizat yang mereka alami. Selain juga ribuan warga baik Kristen dan muslim yang berbaris menuju panggung hanya untuk menceritakan mujizat yang mereka alami saat mengikuti kebaktian tersebut.


Lapar Rohani, Haus Mujizat
Para muslim ini, ungkapnya, datang dengan sukarela selain juga untuk membuktikan apakah mereka dapat sembuh dan mengalami mujizat yang telah dialami ribuan umat Kristen. "Mereka lapar secara rohani dan datang untuk mendengarkan kasih dan kuasa dari Yesus."

Namun, kisah tentang mujizat yang dialami ribuan muslim itu pun menjadi kontroversi di negara itu, terutama ketika KKR di Karachi.

"Beberapa hari kemudian, surat kabar Muslim sekuler mengkritisi kami dengan menulis berita tentang 3,000 Muslim yang berpindah menjadi Kristen," kata Makeda. "Saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sebab saya tidak mengajak orang untuk berpindah agama, sebab di dunia ini terlalu banyak agama yang tersedia, dan saya hanya membagikan kasih Tuhan tanpa ada diskriminasi".

Dan adalah sebuah sukacita yang besar bagi Makeda dan umat Kristen di Karachi, sebab 3000 muslim tersebut telah melihat kasih sejati Kristus yang tidak dapat terelakkan. (ChristianToday/TimPPGI)


Sumber: kabargereja.tk
Baca Selengkapnya...