googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani: Pendeta
Tampilkan postingan dengan label Pendeta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendeta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2013

“PERLUKAH GEREJA MODERN BERUBAH?”

Perubahan dalam dunia adalah sesuatu yang biasa. Kita perlu mengikuti perubahan yang terjadi di dalamnya. Dulu orang mengendarai kuda atau kereta kuda tetapi kini orang mengendarai sepeda motor atau mobil. Dulu orang menggunakan burung merpati untuk memberikan kabar berita lalu digantikan dengan cara surat menyurat atau pengiriman pesan melalui telegram tetapi kini orang dapat menggunakan pesawat telpon atau handphone untuk langsung berbincang-bincang, mengirimkan pesan singkat melalui SMS atau surat melalui e-mail atau berbincang melalui dunia maya yang dikenal dengan istilah chatting. Pada saat saya kuliah di perguruan tinggi di akhir tahun 80-an saya menggunakan mesin ketik manual untuk membuat tugas tetapi kini para mahasiswa menggunakan laptop dan printer. Dulu dapat memasang telpon pribadi di rumah sangat sulit dan mahal tetapi sekarang hampir semua orang memiliki telpon seluler. Siapa yang tidak mau berubah maka ia akan ketinggalan zaman, ia menjadi orang “jadul” (zaman dulu) dan gaptek (gagap teknologi). Begitu pula jika gereja tidak mau berubah bersama dengan Tuhan. Suka atau tidak gereja akan tertinggal, gereja akan dan harus mengalami perubahan. Tetapi sudah dapat diprediksikan bahwa pasti ada saja kelompok yang enggan berubah. Bagaimana menurut para pakar theologia tentang perubahan ini?

Beberapa pakar theologia dan riset memberikan beberapa saran perubahan:

DR. C. Peter Wagner, adalah pakar dalam bidang pertumbuhan gereja dan peperangan rohani, salah satu seorang pelopor gerakan Gereja Apostolik Baru, Dekan dari Wagner Leadership Institute (WLI) dan Presiden Global Harvest Ministry menyatakan ada 9 pergeseran paradigma yang tengah berkembang:

Dari Pemerintahan denominasi kepada pemerintahan apostolik atau rasuli.
Dari Reformasi Internal kepada pembaharuan apostolik.
Dari Visi gereja kepada visi kerajaan.
Dari Persekutuan gereja berdasarkan warisan (denominasi) kepada persekutuan gereja berdasarkan teritorial (kota).
Dari ekspansi gereja kepada transformasi masyarakat.
Dari bertoleransi pada setan kepada invasi terhadap kerajaan setan.
Dari Pendidikan theologia kepada memperlengkapi pelayan.
Dari muatan doktrin yang berat kepada muatan doktrin yang ringan.
Dari pengudusan Reformed kepada kekudusan Wesley.

George Barna, pakar riset dari Amerika Serikat dan pimpinan Barna Research, telah meneliti hubungan antara gereja dan budaya Amerika Serikat. Ia telah melihat perubahan yang muncul:

Otoritas: Dari sentralisasi kepada desentralisasi.
Kepemimpinan: dari dipimpin pendeta kepada dipimpin orang “biasa”.
Distribusi kuasa: dari vertikal pada horisontal.
Reaksi pada perubahan: dari menolak kepada menerima.
Identitas: dari tradisi dan aturan kepada misi dan visi.
Lingkup pelayanan: dari segala macam kepada spesialisasi.
Praktek: dari diikat oleh tradisi kepada diikat oleh relevansi.
Peranan umat: dari observasi dan support pada partisipasi dan inovasi.
Produk utama: dari pengetahuan kepada transformasi (perubahan)
Faktor sukses: dari ukuran, efisiensi, image kepada kemudahan akses, pemberian dampak dan integritas.
Tantangan utama: dari momentum, hubungan, kepemimpinan dan kepuasan kepada hubungan, kesatuan, kepemimpinan dan keseimbangan.
Efek teknologi: dari merebut perhatian kepada memfasilitasi pertumbuhan.
Sarana bertumbuh: lebih dari sekedar program-program yang dijalankan lebih baik kepada hubungan dan pengalaman yang lebih mendalam.
Prospek pertumbuhan: dari terbatas pada tanpa batas.

Lebih lanjut George Barna pun menyatakan mengenai 10 profil gereja abad 21:

Gereja abad 21 menolak agama mati.
Gereja abad 21 kembali menemukan sukacita mendengar suara Tuhan.
Gereja abad 21 bergerak dalam penginjilan lintas budaya.
Gereja abad 21 peduli hubungan dari pada program dan organisasi.
Gereja abad 21 memberi keleluasaan pada kreatifitas.
Gereja abad 21 menaruh perhatian terhadap rekonsiliasi.
Gereja abad 21 memiliki pemahaman yang matang tentang peperangan rohani.
Gereja abad 21 menerima konsep “Gereja seKota”
Gereja abad 21 memberikan perhatian kepada pelayanan sosial.
Gereja abad 21 menyembah Allah dengan bebas.

Lain lagi pernyataan Eddie Gibbs, Profesor pertumbuhan gereja di School of World Mission di Fuller Theological Seminary:

Dari hidup di masa lalu kepada berurusan dengan masa kini.
Dari berorientasi terhadap “pasar” kepada berorientasi pada misi.
Dari birokrasi hirarki kepada jaringan apostolik.
Dari menyekolahkan profesional kepada mentoring pemimpin.
Dari mengikuti selebritis rohani kepada menjumpai orang kudus.
Dari menarik pengunjung kepada mencari yang terhilang.
Dari belonging (menerima/keanggotaan) ke believing (percaya/pemuridan).
Dari orthodoxy yang mati kepada iman yang hidup.
Dari jemaat generik kepada komunitas yang berinkarnasi.
Sedangkan Wolfgang Simson dari DAWN Ministries memberikan 15 tesis tentang reinkarnasi gereja (dalam bukunya yang fenomenal Houses That Changes The World):

Gereja adalah gaya hidup, bukan seri pertemuan agamawi.
Waktu untuk merubah sistem.
Reformasi ke tiga (reformasi struktur)
Dari bangunan bait Allah ke gereja yang bertemu di rumah.
Gereja harus menjadi kecil untuk bertumbuh menjadi besar.
Tidak ada gereja yang hanya dipimpin oleh seorang gembala saja.
Potongan yang benar – dipersatukan dengan cara yang salah.
Allah tidak meletakkan gereja di tangan kependetaan yang birokratif.
Dari kekristenan yang terorganisir menjadi kekristenan yang organisme.
Dari menyembah penyembahan menjadi penyembah Allah.
Berhenti membawa orang ke gereja dan mulai membawa gereja ke orang-orang.
Menemukan kembali “perjamuan Tuhan” sebagai perjamuan yang nyata dengan makanan yang nyata.
Dari berbagai denominasi kepada perayaan sekota.
Mengembangkan roh tahan uji terhadap aniaya.
Gereja yang pulang ke rumah.

Robert Fitts, pimpinan Outreach Fellowship International dan penulis buku Church in the House (Gereja di Rumah) memberikan pandangan 40 tren perubahan terhadap transformasi gereja, sebuah buah pemikiran pada kealamiahan dan fungsi gereja:

1. Dari kehidupan berpusat pada pertemuan kepada kehidupan berpusat pada Kristus. (teladan Yesus adalah melayani secara spontan, setiap hari, situasi dimana saja tanpa perencanaan, setiap saat.)

2. Dari Kekristenan kepada Kristus. (Bukan sebuah filosofi, sistem, pergerakan atau agama, tetapi seorang pribadi . . . KRISTUS DALAM DIRIMU!)



3. Dari gedung gereja kepada gereja di rumah. (Menjadi sederhana untuk mudah bermultiplikasi)



4. Dari pertumbuhan yang meningkat hanya dari dalam kepada pertumbuhan dari dalam dan luar yang meningkat. (Baik akibat pertambahan maupun multiplikasi)

5. Dari pelayanan seorang gembala (pendeta) kepada pelayanan lima jawatan (Kita memerlukan ke lima pelayanan jawatan tersebut.)

6. Dari keimamatan khusus kepada keimamatan setiap orang percaya (Membawa Tuhan kepada orang-orang melalui kesaksian kita dan doa syafaat)

7. Dari organisasi kepada organisme (Hati-hati! Lawan dari hirarki adalah anarki)

8. Dari penyembahan tiap minggu kepada penyembahan setiap saat. (Penyembahan itu lebih dari hanya sekedar menyanyi)

9. Dari membawa orang ke gereja kepada membawa gereja kepada orang-orang. (Doa yang membakar. "Bapa, bawa aku ke dalam jalan salibMu hari ini, bawalah aku hari ini bertemu dengan orang yang lapar akan Engkau atau sedang membutuhkan . . . ")

10. Dari simbolis kepada substansi perihal Perjamuan Makan (Suci) (Lakukan sesering mungkin)

11. Dari denominasi kepada jejaring yang dipimpin Roh Kudus (Mengidentifikasi diri dengan gereja sekota)

12. Dari kehormatan sosial kepada menjadi GARAM & TERANG (Menggonjang-ganjingkan dunia)

13. Dari pertunjukan oleh kaum imam profesional kepada I Korintus 14:26. ("Setiap orang yang memiliki pengajaran. .

.") 14. Dari berdasarkan program kepada gereja berdasarkan rumah (Liturgi, Penginjilan, Informal)

15. Dari sistem pendidikan seminari kepada sistem pemuridan (Sekolah Alkitab sederhana)

16. Dari perpuluhan kepada memberikan semuanya sesuai Perjanjian Baru (Kedermawanan dengan janji penghargaan)

17. Dari penundukan diri secara selektif (hanya pada denominasinya) kepada penundukan diri total (tunduk kepada otoritas yang ditunjuk Allah)

18. Dari jabatan kepada fungsi ("Jangan memanggil seorang pun guru, ayah, rabi, dll. . .")

19. Dari gereja independent kepada gereja inter-dependent (terhubung dengan gereja se-kota untuk saling menolong, menguatkan dan menasehati)

20. Dari keanggotaan tersurat kepada anggota Tubuh Kristus (kita merupakan anggota dari seorang dengan yang lainnya)

21. Dari sistem roda kepada pokok anggur (mengutus tim penanam gereja sederhana di rumah-rumah)

22. Dari kesatuan organisasi kepada kesatuan rohani (hanya tinggal satu langkah menuju kesatuan. . .SALING MENERIMA)

23. Dari Safeway atau Circle K kepada Safeway dan Circle K (menerima semua yang Tuhan terima). CATATAN: Safeway dan Circle K merupakan gerai mini market, maksudnya keragaman “nama” gereja modern.

24. Dari “kita dan mereka” kepada “kita” (Menolak untuk mengizinkan roh pemecah belah dalam persekutuan kita)

25. Dari hanya menanam gereja bergedung kepada menanam gereja dimana saja secara spontan. (menyadari ekklesia dapat bertemu dimana saja)

26. Dari belenggu kepada kemerdekaan bagi kaum wanita (Kis 2:17-18 , Gal. 3:26-28)

27. Dari sistem presbiteri (majelis) tanpa orang-orang kepada majelis bersama orang-orang (Kis 15:22)

28. Dari kesewenang-wenangan kepada petunujk alkitabiah dari penatua-penatua yang telah ditetapkan (I Tim. 3, Titus 1)

29. Dari “gembala saya” kepada “gembala-gembala saya” (guru-guru, penginjil-penginjil, rasul-rasul, nabi-nabi)

30. Dari membangkitkan pemimpin-pemimpin kepada mengangkat para hamba. (Kerajaan Allah bertanah rata)

31. Dari visi lokal kepada visi dunia (tiga cabang kepercayaan dalam gereja)

32. Dari membangun kerajaan saya kepada membangun KerajaanNya (Mari saya menolongmu untuk menggenapi visimu.)

33. Dari gereja bertembok kepada gereja se-kota. (Mereka memenuhi Yerusalem dengan pengajaran mereka)

34. Dari rasa takut mengalami pencurian domba kepada takut memiliki domba (Kis 20:28-31)

35. Dari berpusatkan pada gembala kepada membuat semua orang menjadi gembala. (Kis 20:28-31)

36. Dari menggunakan kata “gereja” kepada menggunakan frase “tubuh Kristus." (Kis 19:32-41)

37. Dari pembatasan kepada persekutuan yang tidak dirintangi. ( Saya anggota dari tiap gereja di dalam kota.)

38. Dari diliputi kelalaian kepada ketenangan. (tanaman tomat, api, starter motor)

39. Dari tipe kuliah kepada tipe belajar Alkitab secara interaktif. (Tubuh melayani dirinya sendiri dengan kasih.)

40. Dari piramid kepada kue pancake dalam pengertian kita akan penundukan diri terhadap otoritas. (Saya tunduk kepada Raja segala Raja dan setiap otoritas rohani yang Tuhan utus dalam hidup saya.)


Saya rasa pernyataan dari para pakar di atas cukup banyak untuk menjadi bahan permenungan kita semua. Saya berharap dari hasil permenungan tersebut kita semua dapat berubah ke arah yang lebih baik sebab makin mengerti kehendak Tuhan yang sempurna.
Baca Selengkapnya...

Selasa, 24 September 2013

Bau tak sedap otoritarianisme dalam gereja

Kepemimpinan pada strata "puncak piramida" dalam kehidupan bergereja sering mengidap ‘penyakit kekuasaan’. Dunia juga tahu bahwa pusat kekuasaan selalu rentan dan tidak imun terhadap korup ; makin melimpahnya kekuasaan maka makin terbuka lebar kemungkinan penyalahgunaannya. Praktek manipulasi, dominasi bahkan intimidasi makin tumbuh subur. Entah pada ujung-ujungnya berhubungan dengan keuangan, moralitas atau arogansi. Sering para elite rohani menegaskan bahwa otoritas mereka diperlukan untuk mengontrol dan menjaga kawanan. (Meski disisi lain juga mengundang pertanyaan tentang siapa yang mengontrol mereka? Apakah mereka kebal dosa? Bisa meng"excuse" kesalahan sendiri karena statusnya adalah mandataris Tuhan dan cenderung "tidak bisa salah" ? Kepada siapa secara pribadi mereka memberikan pertanggungjawaban atas keuangan dan moralitas? ). Perlu terus menjadi kritis mengenai seberapa jauh implikasi dan aplikasi soal topik bahasan tersebut supaya kebenaran tentang otoritas tidak diserongkan dan proses pembodohan terus terjadi.

Jika ketidak-seimbangan mengenai hal tersebut tidak terkoreksi maka pada akhirnya otoritarianisme akan tumbuh subur dalam gereja. Proses memberdaya(kan) sering melenceng menjadi proses memperdaya. Apa akarnya? Meski tidak semua akar permasalahannya bisa diungkapkan dalam coretan singkat ini tetapi pada hemat penulis salah satu akar masalahnya adalah pemahaman yang tidak seimbang tentang prinsip penundukan diri dalam Ibrani 13:17 di kalangan pemimpin rohani. Ungkapan ‘tunduk dan taatilah pemimpinmu’ pada ayat tersebut telah dipahami bahkan diterapkan pada konteks yang kurang tepat, sekaligus menjadi senjata ampuh yang digunakan dalam proses manipulasi dan intimidasi terhadap jemaat/pengikut demi kepentingan sepihak, sang pemimpin.

Ada baiknya menjadi jujur tentang situasi tersebut dan melakukan studi serta kajian lebih mendalam lagi. Karena perilaku dibentuk oleh apa yang kita tahu, maka salah pengetahuan berarti salah kelakuan. Hidup kita dibentuk oleh berita yang kita dengar dan hayati. Kebenaran soal kepemimpinan dan penundukan diri pun harus dilihat pada sudut pandang yang seimbang. Kalau kita melihat kata Yunani yang relevan dengan kekuasaan/otoritas rohani maka kata tersebut adalah: exousia. Kata ini biasanya diterjemahkan sebagai 'kekuatan (power)' atau pun 'kekuasaan (otoritas)', dalam bahasa Inggrisnya adalah 'authority'.

Yang menarik adalah bahwa pada Perjanjian Baru, tidak disebutkan bahwa seorang percaya mempunyai 'kekuasaan/otoritas/exousia' seorang terhadap yang lainnya (sekalipun memiliki otoritas atas banyak hal yang lain). Kita punya otoritas/kekuasaan terhadap hal-hal, dan bahkan roh- roh di udara, tetapi tidak pernah terhadap orang Kristen lainnya. Hal ini menimbulkan debat yang mengejutkan mengenai kepemimpinan dan otoritas/kekuasaan rohani. Raja-raja mempunyai otoritas/kekuasaan terhadap subjek mereka; Paulus mempunyai otoritas/kekuasaan dari para imam untuk menganiaya gereja (Kisah 9:14, 26:10-12). Tetapi semua itu dari luar gereja. Di dalam gereja, seorang percaya tidak pernah dikatakan mempunyai exousia terhadap yang lainnya, tanpa memperhatikan posisi atau pun wibawa mereka.

Siapakah yang harus seseorang patuhi? Di sini, jawabannya menarik juga. Jika kita mengamati penggunaan kata “hupakouo”, yang merupakan bahasa Yunani yang berarti 'obey/patuh/taat' maka kita akan menemukan bahwa kita harus mentaati Tuhan, Injil (Roma 10:16) dan pengajaran para rasul (Filipi 2:12, II Tesalonika 3:14). Anak-anak mentaati orang tua mereka, dan hamba kepada tuannya (Efesus 6:1, 5) Apakah hubungan antara orang percaya terhadap para pemimpin jemaat ada dalam konteks "ketaatan" tersebut ? Jika seperti itu, maka hal tersebut tidak dikatakan dalam Perjanjian Baru.

Bagaimana dengan teks dalam Ibrani 13:17, yang berkata: 'taatilah pemimpinmu?' Teks ini menarik, karena memberikan pengertian yang dalam mengenai pengertian kepemimpinan dalam Perjanjian Baru. Keterangan sebelum ini sudah menekankan sisi negatifnya -- bahwa mereka tidak punya otoritas/kekuasaan rohani dalam arti yang biasanya, dan bahwa orang percaya tidak dikatakan harus mentaati mereka, dalam kerangka pengertian "exousia". Bagaimanapun juga, Perjanjian Baru bersikeras bahwa ada pemimpin-pemimpin dalam jemaat lokal dan kehadiran serta pelayanan mereka penting bagi kesehatan dari jemaat. Masalahnya adalah pada konsep kepemimpinan itu sendiri; bersumber dari kebenaran rohani atau konsep kepemimpinan yang dari duniawi? Ada petunjuk dalam Ibrani 13:17. Jika Anda mengamati kata kerja yang diterjemahkan menjadi 'obey/mentaati', Anda akan menemukan kata 'peitho' yang berarti 'membujuk'/persuasi. Dalam bentuk kata yang dipakai di sini (middle-pasif) berarti sesuatu seperti 'biarkan dirimu dibujuk oleh' atau 'mempunyai kepercayaan dalam'.

Sekarang ini sangat membantu. Orang-orang percaya harus membiarkan diri mereka untuk dibujuk oleh para pemimpin mereka. Pemimpin diberi kehormatan tertentu yang membuat kata-kata mereka lebih berbobot dari yang sebenarnya mereka punyai dalam dan dari diri mereka sendiri. Memiliki kemampuan persuasif. Dan para jemaat yang lain harus condong untuk mendengarkan apa yang mereka katakan. Kita harus membiarkan diri kita untuk dibujuk oleh para pemimpin -- tidak untuk mentaati mereka membabi buta/tanpa berpikir, tapi berdiskusi dengan mereka sementara kita condong untuk mendengarkan apa yang mereka katakan. .

Kata kerja lain yang digunakan dalam Ibrani 13:17 menguatkan kesimpulan ini. Ketika teks ini mendesak orang-orang untuk tunduk pada pemimpin, ini tidak menggunakan jenis kata dalam Perjanjian Baru untuk kata 'submit / tunduk' yang kata aslinya adalah “hupotassomai”, yang bermakna konotasi: sesuatu seperti menaruh diri sendiri dalam suatu organisasi di bawah pimpinan orang lain. Kata itu berbeda. Ini adalah “hupeiko”, bukan hupotassomai dan ini hanya muncul sekali dalam Perjanjian Baru. Ini berkonotasi bukan suatu struktur di mana kita tunduk, tetapi suatu peperangan dimana setelah itu orang menyerah/mengalah. Gambarannya (bila dalam kemiliteran) adalah suatu diskusi yang serius, suatu pertukaran tempat ketika suatu partai menyerah. Ini lebih kepada membiarkan diri kita dibujuk oleh pemimpin-pemimpin jemaat, daripada tunduk tanpa perlawanan pada mereka seperti yang kita lakukan pada kekuasaan dan struktur kehidupan yang ada.

Hal ini menjadikan masuk akal dengan kriteria pemimpin dalam surat-surat pastoral. Karakter adalah hal terpenting bagi pemimpin -- mereka harus 'dapat-dihormati’. Jika mereka seharusnya menjadi 'pembujuk', itu berarti mereka harus dengan sangat unggul dapat dihormati, karena orang jenis inilah yang cenderung kata-katanya dapat dianggap serius/penting. Jenis dari 'kemampuan untuk dapat dihormati' yang diuraikan di sana meminjam arti kata kredibilitas dari pemimpin, karena itu memberi kita kepercayaan untuk membuat kita membuka diri sebagai jemaat untuk dibujuk oleh mereka. Bukannya menuntut penghormatan berlebihan atas otoritasnya sementara kehidupannya tidak berkarakter dan kredibel.

Kita harus mengambil ide tentang kepemimpinan dari Perjanjian Baru, bukan dari dunia. Maka, kita harus memulai bukan dengan konsep duniawi dari kepemimpinan, tetapi dengan ide alkitabiah dari kata 'pembujuk' dan mencoba untuk menerapkannya dalam situasi sehari-hari kita. Benar bahwa orang yang olehnya jemaat dibujuk, menerima sejenis penghormatan dan kekuasaan/ otoritas. Tetapi ini bukan kekuasaan yang membabi buta seperti praktek dari banyak otoritas/ kekuasaan rohani dewasa ini.

Kita sudah melihat bahwa otoritas rohani itu berdasarkan kepercayaan yang sungguh-sungguh pada pemimpin. Tapi pemimpin juga berdasar pada kebenaran. Pemimpin jemaat harus mencintai kebenaran dan benci untuk didengarkan ketika mereka tidak menunjukkan integritas dan kredibilitas sejati. Lebih lagi, kebenaran itu penting sekali dalam ke-persuasif-an pemimpin. Tapi persuasif menuntut adanya dialog; dan dialog membutuhkan keaktifan partisipasi dari semua jemaat. Seorang pemimpin yang punya karisma untuk membujuk orang untuk melakukan yang tidak benar, dan melakukannya, itu jahat/sihir. Dan buruk juga, jemaat yang mengikuti secara membabi buta.

Terbujuk pada suatu kebohongan adalah bentuk terburuk dari perbudakan. Pemimpin-pemimpin dalam jemaat terikat dengan kebenaran dan melayaninya jauh di atas pelayanan mereka terhadap yang lain. Dan jemaat terikat dengan tanggung jawab untuk berdialog mengenai kebenaran. Kepercayaan yang ditimbulkan oleh pelayanan itu berbahaya jika tidak dikoordinasi dengan ketundukan pada kebenaran Injil. Jika kebenaran dan kepercayaan tidak berjalan bersama-sama dalam dasar kepemimpinan dalam jemaat, maka kepercayaan yang diciptakan dalam pelayanan ini akan menjadi suatu bentuk yang jelas dari kekuatan-kekuatan yang kita sebut manipulasi.

Kepemimpinan Kristen yang murni, berdasarkan pada kebenaran dan kepercayaan, tidak pada kepemimpinan gaya dunia. Kepemimpinan dalam jemaat disebut sebagai kehidupan pelayanan yang dapat-dihormati. Kehidupan yang kredibel dan berintegritas seperti itu menimbulkan kepercayaan dari orang lain. Pemimpin, seperti semua anggota Tubuh Kristus, tunduk pada kebenaran dan hidup dalam kebenaran yang adalah Kristus sendiri. Seharusnya otoritarianisme kepemimpinan dan pasifnya kepengikutan tidak ada dalam kehidupan bergereja kita. - Cornelius Wing -

Sumber: gerejaperjanjianbaru.blogspot.com
Baca Selengkapnya...

Rabu, 21 November 2012

Guru yang tidak mengajarkan pernikahan sejenis terancam kehilangan pekerjaannya

David Burrowes dan keluarga
(foto: davidburrowes.com)
INGGRIS, London (19 November 2012).

Administrasi pemerintahan Inggris saat ini telah menolak memberikan jaminan bahwa guru tidak akan dikenai disiplin jika mereka tidak mendukung pernikahan sesama jenis di kelas.

Menteri Pendidikan Inggris Truss Liz tidak menawarkan jaminan ketika menanggapi pertanyaan David Burrowes MP yang jelas dan langsung mengenai isu tersebut.

Mrs. Liz mengatakan hal itu tidak mungkin diketahui karena undang-undang tersebut belum secara secara spesifik diumumkan.

Tapi Mr Burrowes mengatakan bahwa hal itu bukan alasan, karena setelah berbulan-bulan Pemerintah seharusnya sudah memikirkan dampak dari pelegalan pernikahan sejenis.

Awalnya ia menyuarakan keprihatinannya kepada menteri Perempuan dan Persamaan, Maria Miller, tentang dampak dari rencana kelompok Koalisi untuk mengubah undang-undang pernikahan, yang kemudian diikuti sebuah publikasi pendapat hukum dari Aidan O'Neill, QC, seorang ahli hak asasi manusia. Mr. O'Neill diminta untuk memberi nasihat tentang dampak dari mendefinisikan ulang arti perkawinan untuk pasangan sesama jenis terhadap sekolah, gereja, rumah sakit, orangtua angkat dan fasilitas umum.



Dampak legalisasi pernikahan sejenis

Di antara kesimpulannya, Mr O'Neill menyebut bahwa sekolah mempunyai kekuatan hukum untuk memberhentikan staf yang dengan sengaja tidak menggunakan cerita atau buku pelajaran yang mempromosikan pernikahan sesama jenis.

Orangtua yang keberatan dengan pernikahan sesama jenis diajarkan kepada anak-anak mereka tidak akan bisa menarik anak mereka dari pelajaran tersebut, ungkapnya menambahkan bahwa sekolah berbasis agama pun tidak akan membuat perbedaan.

Salah satu skenario yang ia angkat adalah ketika sebuah Sekolah Dasar meminta seorang guru Kristen menggunakan buku berjudul King & King, sebuah kisah tentang seorang pangeran yang menikahi seorang pria, dan membuat sebuah drama berdasarkan cerita itu.

"Jika guru menolak untuk mematuhi instruksi yang adalah sah dari pihak sekolah maka itu dapat menjadi alasan pemecatan dari pekerjaannya," simpul Mr O'Neill.



Tak dapat lagi bersandar pada Pengadilan HAM

Mr O'Neill mengatakan bahwa guru tidak dapat menggunakan hukum hak asasi manusia untuk menantang keputusan tersebut karena Pengadilan HAM Eropa di Strasbourg sebelumnya telah "kelihatan tidak mau" membuka peluang bagi [para pekerja] meminta perubahan kondisi kerja mereka untuk alasan agama.

Mr Burrows mengungkapkan bahwa tanggapan Pemerintah di atas menunjukkan bahwa pernikahan sejenis akan diajarkan di sekolah-sekolah dan tidak ada jaminan bagi para guru yang menolaknya atas dasar hati nurani bahwa mereka akan tetap dipekerjakan.

"Ada sebuah pertanyaan besar dan serius apakah pernikahan sesama jenis akan merusak kebebasan hati nurani, itulah pertanyaan besar yang akan masih menggantung dari legislasi ini," ungkap Mr Burrowes.

Pekan lalu, Sir Gerald Howarth, mantan menteri pertahanan, memperingatkan bahwa pendeta militer yang tidak mendukung perkawinan sesama jenis bisa diberhentikan sebagai konsekuensi program Pemerintah Inggris untuk mengubah definisi pernikahan yakni antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. (Telegraph/TCI/MP)



Sumber: menarapenjaga.blogspot.com
Baca Selengkapnya...

Senin, 08 Oktober 2012

Pendeta Jim Bakker dan Teologi Kemakmuran : I Was Wrong

Saat mendengar pembebasan bersyarat saya (1993), saya menyelesaikan studi saya tentang semua kata-kata Yesus dalam Perjanjian Baru. Saya terkejut, setelah berbulan-bulan belajar, saya menyimpulkan bahwa tidak ada satu hal baik pun yang Yesus katakan tentang uang. Sebagian besar pernyataan Yesus tentang kekayaan, kemakmuran, dan mendapatkan hal material berada dalam konteks negatif. Bahkan "Anak yang hilang," salah satu cerita favorit saya. Saya segera menyadari bahwa cerita dimulai dengan si bungsu berkata kepada ayahnya, "Berikan kepada saya! Beri kepada saya bagian warisan saya" (Lukas 15:12). Dia bahkan tidak mengatakan, "Tolong beri aku." Dia hanya menuntut. Tak lama, pemuda itu mendarat di kandang babi itu. Saya mulai melihat bahwa cara tercepat untuk masuk ke kandang babi dimulai dengan "Beri saya”.

Saya kagum akan wahyu "baru" itu, tapi di luar itu, saya sangat prihatin. Dampak sebenarnya dari kata-kata Yesus tentang uang yang mengenai pada hati dan pikiran saya, membuat saya menjadi mual. Saya salah. Saya salah! Salah dalam gaya hidup saya, tentu, tapi lebih mendasar, salah dalam pemahaman saya mengenai berita sejati Alkitab. Bukan saja saya salah, tapi apa yang saya ajar adalah kebalikan dari apa yang Yesus ajarkan. Itulah yang membuat hancur hati saya, ketika saya sadar bahwa saya benar-benar telah bertentangan dengan Kristus, saya merasa ngeri.

Selama bertahun-tahun saya telah menganut dan mendukung suatu injil yang oleh kaum skeptis telah dicap sebagai "Injil Kemakmuran." Saya tidak keberatan dengan label itu, sebaliknya, saya malah bangga karenanya. "Anda benar!" Saya akan mengatakan kepada para pengkritik : "Saya mengkhotbahkan dan menghidupinya! Saya percaya pada Tuhan yang ingin memberkati umat-Nya. Lihat semua orang kudus yang kaya dalam Perjanjian Lama.! Dan Perjanjian Baru dengan jelas mengatakan bahwa di atas segalanya, Tuhan ingin kita makmur bahkan jiwa kita makmur. Jika jiwa Anda makmur, Anda harus makmur secara materi juga!. "

Saya bahkan sampai ke titik di mana saya mengajar orang di PTL. "Jangan berdoa," Tuhan, jadilah kehendak-Mu, ' ketika Anda berdoa untuk kesehatan atau kekayaan. Anda sudah tahu itu adalah kehendak Allah bagi Anda untuk memiliki hal-hal itu. Meminta Tuhan untuk mengkonfirmasi kehendak-Nya ketika Dia sudah memberitahu Anda apa kehendak-Nya bagi Anda adalah sebuah 'penghinaan' terhadap Tuhan. Seolah-olah Anda tidak benar-benar mempercayai-Nya. Daripada berdoa 'Jadilah kehendak-Mu', kalau Anda ingin mobil baru, Anda tinggal mengklaimnya. Pastikan Anda berdoa secara spesifik dan katakan kepada Tuhan warna apa yang Anda inginkan juga.”

Sebuah arogansi! Sebuah kebodohan! Sebuah dosa! Alkitab mengatakan seharusnya kita tidak boleh memberanikan diri mengatakan seperti itu kepada Allah, tetapi kita harus mengatakan, "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu" (Yakobus 4:15).

Saya mungkin tidak sebegitu mencolok tentang hal itu, tapi saya sering mengkhotbahkan 'pesan kemakmuran' di Heritage USA (tempat retreat) dan dalam program televisi kami PTL (Praise The Lord). Tapi ketika saya mulai mempelajari Kitab Suci lebih mendalam di penjara, sesuatu yang membuat saya malu dan malu untuk mengakui bahwa saya jarang mengambil waktu untuk mempelajari Kitab Suci karena kesibukan dalam melayani dan membangun PTL, saya sangat tertekan dengan apa yang saya temukan. Saya menyadari bahwa selama bertahun-tahun saya membantu menyebarkan suatu penipuan, bukan Injil yang benar, suatu injil yang lain - "! "Tuhan ingin Anda menjadi kaya" suatu injil yang menyatakan orang Kristen harus memiliki yang terbaik karena kita adalah anak-anak Allah, "Anak-Anak Raja". Dan bukankah seharusnya anak-anak Raja memiliki yang terbaik yang ditawarkan dunia ini?

Semakin saya mempelajari Alkitab, bagaimanapun, saya harus mengakui bahwa pesan kemakmuran tidak sejalan dengan Kitab Suci. Hati saya hancur saat berpikir bahwa saya telah menyesatkan begitu banyak orang. Saya sangat terkejut bahwa saya bisa begitu salah, dan saya sangat bersyukur bahwa Allah tidak memukul saya mati sebagaimana selayaknya seorang nabi palsu!

Bagaimana saya bisa mengajar dan bahkan menulis buku tentang subjek tentang "Bagaimana menjadi kaya" ketika Yesus berbicara begitu jelas tentang bahaya dari kekayaan duniawi? Salah satu pernyataan Yesus yang terus menggema di kepala dan hati saya adalah dalam perumpamaan tentang penabur, di mana Yesus mengatakan bahwa "Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginannya akan hal yang lain masuklah dan menghimpit firman itu sehingga tidak tidak berbuah "(Markus 4:19). Tipu daya kekayaan.! Semakin saya memikirkannya, semakin saya harus mengakui bahwa saya telah jatuh ke dalam perangkap itu. Saya telah membiarkan pencarian harta benda dan tipu daya kekayaan dan nafsu untuk hal-hal materi menahan Firman Allah dalam kehidupan saya sendiri dan dalam kehidupan anggota keluarga saya dan rekan kerja saya.

Di penjara, saya memutuskan untuk menggali Kitab Suci lebih lanjut untuk melihat apa lagi yang Yesus katakan tentang uang. Saya melihat bahwa Dia berkata,"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Mat. 6:19-21 )

Lain bagian Alkitab lainnya, Matius 6:24, " Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Matius 6:31-33 : Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Dalam bagian yang sama, saya menemukan bahwa prioritas Allah itu jauh berbeda dari apa yang saya cari dahulu.

Ajaran lain Yesus yang juga menegur langsung hati saya: " Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. " (Lukas 6:24). "Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, 'Jika ada orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'" (Matius 16:24 ). Ayat ini secara dramatis menggambarkan secara kontras antara apa yang Yesus ajarkan dan apa yang telah saya ajarkan. Saya telah mengajarkan bahwa orang Kristen dapat memiliki yang terbaik dari kedua dunia, yang terbaik yang dunia ini tawarkan dan yang surga tawarkan. Yesus berkata, "Sangkallah dirimu sendiri."

Di dalam sel, saya mempelajari Alkitab jam larut malam. Seringkali saat matahari terbit di ufuk timur, saya masih meneliti Kitab Suci. Semakin saya mempelajarinya, semakin saya harus menghadapi kenyataan mengerikan: Saya telah mengkhotbahkan doktrin palsu selama bertahun-tahun dan bahkan saya tidak mengetahuinya!

Tragisnya, saya sudah terlambat, untuk mengakui pada PTL bahwa saya telah melakukan hal yang berlawanan dengan yang Yesus ajarkan yaitu saya mengajarkan orang untuk jatuh cinta dengan uang. Yesus tidak pernah menyamakan berkat-berkat-Nya dengan hal-hal materi, tapi saya telah melakukan hal itu. Saya telah meletakkan begitu banyak penekanan pada hal-hal materi, saya secara halus mendorong orang untuk menempatkan hati mereka pada hal-hal materi, daripada kepada Yesus.

Saya mulai berbagi beberapa hal yang saya pelajari dengan beberapa narapidana Kristen. Saya terkejut oleh tanggapan mereka. Alih-alih menjadi gembira bahwa saya akhirnya datang ke sebuah pengetahuan tentang kebenaran, mereka terkejut bahwa saya mengingkari apa yang mereka anggap sebagai prinsip-prinsip rohani yang jelas yang diajarkan oleh hamba-hamba Allah yang tulus

"Ya, tetapi bukankah Yesus juga mengatakan bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup yang berkelimpahan?" tanya David, seorang yang mendukung teologi kemakmuran. Kami beralih ke Yohanes 10:10 dan membaca, "Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan bahwa mereka mungkin memiliki lebih berlimpah" . Itu adalah pernyataan yang luar biasa oleh Yesus sendiri, jadi aku bisa dengan mudah melihat bagaimana David mengaitkannya dengan kemakmuran material. Ketika kami mencari kata-kata dalam kamus bahasa Inggris-Yunani, bagaimanapun, kami menemukan bahwa kata Yunani untuk "hidup" digunakan dalam ayat ini adalah zoe, sebuah kata yang menunjukkan "hidup dalam roh dan jiwa" bukan bios dunia yang digunakan untuk mengacu ke fisik, kehidupan material. Dari dua kata, zoe biasanya dianggap kata, lebih mulia lebih tinggi. Pada dasarnya, Yesus berkata, "Saya ingin Anda untuk memiliki hidup yang berkelimpahan dalam roh, yang saya tertinggi dan terbaik untuk Anda."

"Hei, ayat yang ini tidak ada hubungannya dengan kemakmuran materi," kata David, seperti cahaya yang menghidupkan hati dan pikirannya. "Jika hidup berkelimpahan berarti memiliki rumah, mobil, kekayaan, pesta dan hiburan, maka saya kira dunia sedang mengalami hidup yang berkelimpahan Namun, kita memiliki lebih banyak kebencian, penyakit, dan rasa sakit dari sebelumnya.." "Tidak hanya itu," seru Jorge, seorang pria Spanyol dengan senyum lebar yang telah masuk ke sel saya dan sedang bersandar berlawanan dengan ranjang sambil mengawasi David dan saya mencari melalui buku-buku referensi Alkitab, "Tetapi jika Anda mengukur betapa Tuhan mengasihi Anda dengan berapa banyak uang yang Anda miliki, atau apa jenis mobil yang Anda kendarai, atau seberapa besar rumah Anda tinggal, apa yang terjadi ketika semua hal-hal itu lenyap? " Jorge telah memukul paku tepat di kepala.

Malam harinya sepulang kerja, David dan Jorge sudah kembali. David telah berbicara dengan pacar Kristennya di telepon sore itu dan ia berkata kepadanya, "Tentu saja Tuhan ingin kita makmur, David. Kau tahu. Alkitab bahkan mengatakan demikian dalam 3 Yohanes 1:2." Aku tahu ayat itu dengan baik. Jelas ayat favorit saya "ayat kemakmuran" selama bertahun-tahun, itu adalah ayat utama Perjanjian Baru di mana saya telah membangun pesan kemakmuran saya dan gaya hidup. Ayat ini berbunyi: "Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau makmur dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu makmur. ". Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth (King James Version).

Saya telah mengkhotbahkan ayat ini untuk sebagian besar pelayanan saya. Dikatakan persis apa yang saya percaya - bahwa Tuhan ingin umat-Nya makmur, dan oleh itu, saya mengartikan itu berarti makmur secara finansial dan material, dengan kata lain, untuk menjadi kaya. Sekali lagi, saya tidak pernah benar-benar memeriksa arti sebenarnya dari teks tersebut, dan aku tidak pernah serius mempertimbangkan mengapa ayat ini, pada permukaan bagaimanapun, tampaknya bertentangan dengan begitu banyak dari apa yang Perjanjian Baru katakan di tempat lain. Aku hanya menarik ayat ini keluar dari konteks dan mengartikannya - secara harfiah!

" Aku tiba-tiba teringat salah satu dosen Alkitab saya yang memperingatkan saya untuk tidak pernah untuk mencari kata-kata Alkitab dalam sebuah kamus bahasa Inggris, karena kata-kata mungkin memiliki arti yang sama sekali berbeda daripada di Alkitab bahasa aslinya. Aku menarik kamus Alkitab dan leksikon Yunani dari rak. Kami melihat arti dari kata' makmur'. Kami menemukan kata yang diterjemahkan "kesejahteraan" dalam King James Version dari Alkitab berasal dari eudoo, kata Yunani, yang terdiri dari dua kata akar Yunani, eu, yang berarti "baik," dan hodos, yang berarti "jalan, atau rute, kemajuan, atau perjalanan. " Kami tidak menemukan referensi tunggal dalam bahasa Yunani untuk uang, kekayaan atau keuntungan materi dari kata makmur seperti yang diterjemahkan dalam King James Version.

Rasul Yohanes hanya berkata, "Saya berharap Anda memiliki sebuah perjalanan yang baik, aman, dan sehat sepanjang hidup Anda, bahkan ketika jiwa Anda memiliki perjalanan yang baik dan aman ke surga." Yohanes tidak mengatakan "Di atas segalanya, saya ingin Anda menjadi kaya Di atas segalanya, Anda harus makmur dan menghasilkan uang.." Pernyataan itu bahkan tidak tersirat dalam arti sebenarnya dari ayat itu. Rasul Yohanes mengatakan sesuatu yang sangat mirip ketika ia berkata, "Saudaraku yang terkasih, aku berharap atas segala sesuatu supaya engkau beruntung dan berada dalam kesehatan, bahkan seperti jiwamu." Itu, ucapan keinginan doa dari rasul, bukan prinsip menyarankan orang Kristen harus kaya.

David yang masih tetap berpegang pada teologi kemakmuran menunjuk sebuah bagian dalam Perjanjian Lama Ulangan 08:18. Saya telah menggunakan ayat itu sendiri dalam pesan yang tak terhitung jumlahnya. Ayat ini berbunyi, "Tetapi engkau ingat TUHAN, Allahmu: untuk itu adalah dia yang memberi kekuatan engkau untuk mendapatkan kekayaan, bahwa ia dapat membentuk perjanjian-Nya yang ia bersumpah kepada nenek moyangmu, seperti yang terjadi sekarang ini".

Pada pandangan pertama, ayat itu tampaknya mendukung gagasan bahwa Allah adalah orang yang memberikan kita kekuatan untuk menjadi kaya. Ketika David dan saya membaca ayat dalam konteks dengan berlalunya seluruh Ulangan 8:1-18, bagaimanapun, itu mengambil arti yang berbeda. Kami menyadari bahwa apa yang sebenarnya Allah berkata kepada umat-Nya dalam bagian ini adalah, "Ketika aku membawa kamu keluar dari Mesir ke Tanah Perjanjian dan Anda menikmati berkat-berkat yang telah saya berikan kepada Anda, jangan berpikir bahwa Anda telah berhasil karena Anda kekuatan sendiri. Jangan katakan bahwa itu adalah kekuatan Anda sendiri,. bahwa Anda melakukan semua ini sendiri. " Tuhan kemudian memperingatkan umat-Nya untuk mengingat bahwa Dia adalah layak menerima kemuliaan. Apa yang Tuhan ingin katakan adalah "Ketika Anda masuk ke Tanah Perjanjian, jangan lupa siapa yang membawa Anda ke sana dan memberikan kepada Anda segala sesuatu yang Anda miliki."

David dan saya menggali kata-kata dalam bagian ini, terutama melihat pada kata diterjemahkan kekayaan. Dengan melihat ‘kekayaan’ dalam leksikon Ibrani, kami menemukan bahwa kata itu berasal dari ‘chayil’ kata Ibrani yang digunakan 232 kali dalam Perjanjian Lama. Dalam hampir setiap kasus, kata tersebut dimaksudkan untuk menyiratkan, " kekuatan, kekuasaan, kemampuan, kebajikan, keberanian," dan, oh, ya: "kekayaan." Hal yang paling sering digunakan adalah untuk menggambarkan pria dan wanita yang gagah berani dan tentara.

Seperti David dan saya membaca bagian dengan pemahaman baru, kami menyimpulkan bahwa Tuhan tidak mengatakan, "Aku adalah orang yang memberikan kekayaan." Apa yang benar-benar Dia katakan adalah: "Ingat, Tuhanlah yang telah memberi Anda kekuatan untuk menerima semua yang Anda miliki, Dialah yang telah memberi Anda kekuatan. Dia adalah orang yang telah memberi Anda rumah, tanah, atau lainnya.. harta. "

Saya mengakui, di masa lalu saya telah menggunakan ayat ini untuk membuatnya terdengar seolah-olah itu kehendak Tuhan untuk membuat semua orang kaya dan jika salah satu dari umat-Nya yang miskin itu mungkin karena kurangnya iman atau tidak menerapkan "formula" Alkitab dengan benar . Itu penafsiran yang tidak benar dari bagian itu. Ya, sebenarnya Allah yang memberikan kita kekuatan untuk menerima semua yang kita miliki, tetapi untuk menganggap bahwa Dia ingin semua umat-Nya untuk menjadi kaya berdasarkan Alkitab ini merupakan suatu usaha pelegitimasian yang tidak benar terhadap kebenaran itu.

Setelah David dan saya mempelajari Alkitab tentang kekayaan materi, ia menjadi yakin bahwa Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah menginginkan kita untuk menjadi kaya harta benda. "Tapi Jim, bukankah Tuhan ingin memberkati umat-Nya?" Tanya David. "Tentu saja," jawabku, "Tapi kita tidak harus memutar ke dalam Alkitab ke dalam mengatakan sesuatu yang tidak tepat. Ada banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang memberitahu kita bahwa Allah akan menyediakan bagi kita, dan sebagai kita menghormati Dia dengan menggunakan sumber daya yang Dia memberi kita untuk kemuliaan-Nya, Dia akan terus mencurahkan berkat-berkat yang lebih besar atas kita. " (Bakker kemudian mengutip Mal. 3:10-11, 2 Kor 9:6)

Allah telah berjanji untuk memberkati orang-orang yang menaruh Dia pertama dalam hidup mereka. Prinsip ini tidak pernah berubah. Saya masih percaya bahwa Tuhan memberkati umat-Nya dan akan memenuhi kebutuhan mereka. Tuhan tidak ingin kita menyamakan uang hanya dengan kesalehan. Bahkan, Rasul Paulus berkata bahwa " Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat--yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, .. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. ". (1 Tim 6:3, 5-6).

Untuk pertama kalinya, aku mulai benar-benar mengerti apa yang Paulus maksudkan ketika ia menulis:

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. (1 Tim. 6:8-11)

Selama bertahun-tahun saya mengomentari bagian Alkitab itu. Saya mengabaikannya, membuat alasan untuk itu, atau mencoba untuk memberi penjelasan yang berbeda. Saya menolak untuk menerima penafsiran yang benar. Sekarang saya melihat bahwa pesan itu benar ada sepanjang waktu, sehingga jelas bahwa bahkan seorang anak kecil bisa melihat dan memahaminya. Saya salah.

Saya telah mempengaruhi begitu banyak orang untuk menerima "pesan kemakmuran," Saya sekarang merasa bahwa saya punya tanggung jawab untuk memberitahu teman-teman saya apa yang saya telah pelajari dari studi saya di Alkitab. Beberapa orang terkejut saat mengetahui saya - orang yang mereka anggap sebagai penyebar utama pesan kemakmuran di abad kedua puluh - telah mengingkari pengajaran saya sebelumnya. Lainnya menulis kepada saya dengan sangat senang bahwa saya "akhirnya telah melihat terang."

Saya tahu apa yang Tuhan telah dengan sangat jelas tunjukkan kepada saya dari Firman-Nya. Saya telah mempelajari setiap kata Yesus selama dua tahun, dan saya yakin bahwa pesan kemakmuran adalah suatu penyimpangan dan paling buruk, suatu "injil lain" yang berlawanan dengan Injil Yesus Kristus. Meskipun saya masih percaya Tuhan memberkati umat-Nya, pesan kemakmuran yang telah saya khotbahkan selama bertahun-tahun itu salah.



Catatan :

Pendeta Jim Bakker adalah seorang tele-evangelist yang terkenal dengan acara televisinya PTL (Praise the Lord) yang disiarkan lewat satelit ke seluruh dunia di tahun 1970-80-an. Pada awal 1980-an dia membangun “Heritage USA”, pusat retreat seluas 23.000 di Fort Mill, South Carolina. Pendapatan yang diperkirakan masuk perminggu lewat siaran TV-nya sekita 1 juta dollar. Uangnya itu dipakai untuk pengembangan Heritage USA. Tahun 1984-1987 ternyata ada penyalahgunaan dana keanggotaan Heritage USA yang dilakukan oleh Jim Bakker. Dibayangi skandal seks akhirnya Jim Bakker mengundurkan diri dari acara PTL dan dia dijebloskan ke dalam penjara.

Puji Tuhan, Pendeta Jim Bakker bertobat kembali di penjara dan dia mulai mempelajari Alkitab sungguh-sungguh dan mengkritisi pengajarannya sebelumnya. Dia menulis kesaksian tentang pertobatannya terutama refleksinya atas pengajaran “The Prosperity Gospel” atau Injil Kemakmuran dalam buku yang berjudul “I Was Wrong” dan” Prosperity and the Coming Apocalypse”. Sumber : inspirazio.blogspot.com
Baca Selengkapnya...

Selasa, 28 Agustus 2012

Wow, ada bahasa lidah palsu! Fakta mencengangkan yang banyak mengacaukan gereja-gereja

Ron (nama samaran) datang kepadaku (Rebecca-red) dengan keluhan utama bahwa dia tidak lagi dapat membaca Alkitabnya atau berdoa, kecuali dalam bahasa lidah. Dia mengalami sakit perut yang hampir terus menerus, sukar tidur dan mengalami depresi berat. Dia telah mencari pertolongan dari berbagai macam gereja selama satu tahun tapi tidak berhasil. Ibunya kebetulan membaca bukuku dan minta Ron untuk membacanya. Setelah membaca bukuku, dia menelponku dan minta untuk bertemu denganku. Aku setuju, dan mengkonseling Ron dengan seorang pendeta yang melayani bersamaku. Aku berharap untuk menekankan sekali lagi bahwa aku TIDAK PERNAH menkonseling laki-laki sendirian. Aku bekerja sama dengan saudara lain di dalam Kristus utuk memimpin acaranya.

Inilah kisah Ron saat kami mulai menanyainya tentang kehidupannya.

Ron dilahirkan dari orang tua Kristen. Mereka adalah misionaris di Meksiko. Dia tidak tahu adanya masalah keturunan karena kedua orang tuanya berasal dari garis keturunan keluarga Kristen yang panjang.

Semua berjalan dengan baik sampai Ron berusia enam belas tahun. Pada waktu itu familinya kembali ke Amerika Serikat selama satu tahun. Selama waktu itu, ibunya jatuh ke dalam dosa perzinahan dan ekibatnya pernikahan mereka pecah. Di dalam pergumulan emosional yang Ron alami akibat perceraian kedua orang tuanya, dia mencari Tuhan secara pribadi untuk pertama kalinya. Dia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Dia mengalami suatu pengalaman yang mendalam dengan Tuhan dan menjadi amat antusias untuk melayani Tuhan. Kesukaannya adalah membaca Alkitab dan berdoa.

Sekitar enam bulan setelah keselamatannya, Ron diminta untuk mengikuti suatu perkemahan Kristen untuk suatu kebaktian kebangunan rohani kaum muda. Dia mengikuti acara itu dan sangat menikmatinya. Kamp rohani itu cukup baik kecuali satu hal. Mereka mengajar hal yang salah tentang baptisan Roh Kudus. Pada akhir kebaktian terakhir pada kamp yang amat emosional itu, sebuah undangan diberikan bagi mereka yang ingin menerima baptisan Roh Kudus. Tentu saja Ron menginginkannya, jadi ia maju ke mimbar untuk didoakan.

Sayangnya orang-orang di mimbar diberitahu untuk menutup mata mereka dan mengankat lengan dan tangan mereka. Kemudian mereka diberitahu untuk menggoyangkan lengan dan tangan mereka, membuatnya santai, dan kemudian menghentikan kendali atas lengan dan tangan mereka, mengosongkan pikiran mereka dan menyerahkan kendali pikiran dan tubuh mereka kepada "Roh Kudus". Mereka diberitahu bahwa, saat mereka melakukan hal ini Roh Kudus akan bebas untuk memasuki mereka dan benar-benar mengambil alih mereka. Ron adalah orang Kristen yang terlalu muda untuk menyadari kesalahan ajaran ini, sehingga dia mencoba untuk mengikuti segala instruksi itu dengan lengkapnya.

Ron berkata bahwa. saat dia mulai membuat lengan dan tangannya santai dan mencoba untuk membersihkan pikirannya, dia tiba-tiba merasakan sesuatu memegang tangannya. Kemudian dia merasakan suatu sengatan energi memasuki lengannya ke dalam perutnya dengan kekuatan yang begitu rupa sehingga membuatnya rebah ke belakang. Dia merasa seakan-akan sebuah bola api berada di dalam perutnya yang mendesak ke atas dadanya dan dia mulai berbicara dalam bahasa lidah. Dia bersukacita dan pulang ke rumah sambil berpikir bahwa dia telah dibaptis oleh Roh Kudus. Sayangnya, Ron telah membuat kondisi untuk menerima roh-roh jahat dengan mengosongkan pikirannya dan menyerahkan kendali atas tubuhnya.

Segera setelah pulang dari camp, seseorang memberi Ron sebuah buku tentang bagaimana mendengar Tuhan berbicara dengan Anda. Buku ini mengajarkan bahwa seorang Kristen harus mengosongkan pikirannya atau menjernihkan benaknya dari semua pikiran dan menunggu Tuhan dengan tenang sehingga Roh Kudus dapat berbicara kepada mereka. Hal ini, tentu saja, suatu kesalahan mutlak, tetapi Ron menerimanya sebagai kebenaran karena dengan cara seperti itulah dia mulai berbicara dalam bahasa lidah di kamp dulu. Saat Ron mempraktikkan cara itu, dia belajar untuk mengosongkan pikirannya dengan cepat dan mengalami ekstasi emosional berulang kali yang dia tafsirkan sebagai pengalaman hadirat Tuhan. Melalui saat-saat meditasi ini, Ron memperolah tiga roh pembimbing. Menurut Anda, bagaimana mereka menyebut diri mereka sendiri? "Bapa, Putra dan Roh Kudus" tentu saja. Nama apa lagi yang akan dipakai roh-roh jahat itu untuk menyebut diri mereka sendiri kepada orang Kristen kecuali ketiga nama itu? Tentu saja Ron tidak menyadari bahwa ketiga roh itu adalah roh-roh jahat yang membimbingnya. Dia mengira dia sedang mendengar suara Tuhan. Dia telah lama bercakap-cakap dengan "tuhan" dan menerima banyak petunjuk dari roh-roh itu. Meskipun begitu, Ron seharusnya menyadari bahwa dia tidak mendengar dari Tuhan yang benar ketika roh-roh itu mulai membimbingnya ke arah dosa. Mereka memberitahu Ron bahwa dia "khusus" dan memutar-balikkan dan membelokkan Kitab Suci untuk melakukan semua macam dosa yang secara langsung bertentangan dengan perintah Allah.

Ron masuk ke universitas Kristen dan kemudian mengikuti Sekolah Alkitab. Ketika dia kuliah, ketiga roh pembimbing tersebut dengan segera menuntunnya ke arah pornografi, hubungan seksual berganti-ganti pasangan, dan akhirnya homoseksual.

Ron menyelesaikan kuliahnya danmenjadi seorang pembantu pendeta di sebuah gereja karismatik besar di Texas. Dia adalah pendeta kaum muda. Ketika berada di gereja ini, dia terlibat dalam inner healing dengan memakai visualisasi dan gambar tuntunan. Karena kemampuannya untuk mengosongkan pikirannya dan berhubungan dengan dunia roh, dia menjadi pakar di dalam teknik-teknik ini dan sangat sibuk diminta untuk menjadi staff konselor di gereja. Dia secara mantap mulai menarik makin banyak saja laki-laki muda ke dalam pengalaman homoseksual. Kelakuannya ini secara terus-menerus dibenarkan oleh ketiga roh pembimbingnya.

Setelah sekitar tiga tahun melayani sebagai pendeta kaum muda. Allah, di dalam anugerah-Nya mulai bekerja di dalam kehidupan Ron. Seorang saudara Kristen datang ke gereja Ron dan menantangnya, memberitahunya bahwa pengalamannya di dunia roh bukan berasal dari Allah. Ron terkejut dan tidak dapat menerima kemungkinan bahwa dia telah ditipu selama ini. Kemudian, sebagai akibat tantangan saudara ini, Ron mulai yakin bahwa perilaku homoseksualnya adalah dosa. Dia memutuskan untuk berjalan lurus dan menikah. Ron mulai berpacaran dengan seorang perempuan yang juga merupakan seorang staff konselor di gereja. Meskipun demikian, gadis ini adalah seorang tukang sihir. Dia ingin menikahi Ron dan mulai membawa Ron ke dalam kendalinya. Ron ketakutan ketika dia menyadari bahwa gadis ini mengendalikan seluruh hidupnya. Dia mencoba untuk memutuskan hubungan mereka dan ketika itulah masalah timbul. Setiap kali Rob secara fisik tidak berdekatan dengan gadis itu, dia mengalami sakit perut yang luar biasa. Dia dengan cepat sampai pada suatu titik, tempat dia tidak lagi dapat membaca Alkitab sama sekali. Dia tidak juga dapat berdoa, kecuali di dalam bahasa lidah. Karena merasa ketakutan dan tertekan, Ron lari. Dia menghentikan pekerjaannya sebagai pembantu pendeta di gereja itu dan pergi ke arah utara ke negara bagian lain untuk mencari pertolongan agar terbebas dari mantera yang ditempatkan tukang sihir itu kepadanya. Dia pergi dari satu gereja ke gereja lain selama satu tahun tanpa pertolongan. Pada saat itulah dia datang kepada kami.

Kami berbicara kepada Ron dengan ekstensif untuk membuat daftar pintu-pintu masuk yang telah dia buat. Ron mengalami kesukaran besar dalam menerima fakta bahwa ketiga roh yang dia dengar secara teratur itu sesungguhnya roh-roh jahat pembimbing. Kami menunjukkan kepadanya dari Kitab Suci bahwa roh-roh ini menunjukkan sifat mereka dengan fakta bahwa mereka telah membimbing Ron ke dalam bermacam dosa seksual. Untuk pertama kalinya, Ron harus berhadapan langsung dengan fakta bahwa Allah tidak membuat perkecualian atas perintah-perintahNya seperti yang roh-roh pembimbing itu katakan kepada Ron.

Ron secara khusus ragu-ragu untuk menyerahkan bahasa lidah yang telah dia kuasai. Dia berargumentasi bahwa satu-satunya cara dia dapat berdoa adalah dengan bahasa lidah. Hal itu saja membuktikan bahwa bahasa lidahnya bukan berasal dari Roh Kudus. Roh-roh jahat telah begitu mengikat Ron sehingga dia secara harfiah tidak dapat berdoa dalam bahasa Inggris. Dia hanya dapat melakukannya di bawah kendali roh jahat di dalam bahasa lidah yang berasal dari roh jahat juga.

Kami menghabiskan waktu beberapa jam bersama Ron untuk menolongnya berdoa melalui semua pintu masuk untuk bertobat dan menutup pintu-pintu masuk itu serta memerintahkan roh-roh jahat itu untuk keluar. Saat Ron berdoa, Tuhan melakukan suatu karya yang menakjubkan dan dengan mantap menunjukkan kepadanya lebih banyak dosa yang telah dia lupakan dan tidak dia ceritakan kepada kami. Setelah Ron menutup setiap pintu masuk secara individu, dia juga membersihkan roh-roh jahat dan memisahkan antara jiwa dan roh, jiwa dan tubuh seperti yang aku gambarkan di dalam kasus #1. Setelah semuanya selesai, kami semua kelelahan.

Kami menghembuskan napas lega dan duduk di lantai dengan bersandar pada kursi tempat kami berlutut. "Wow, Ron," ujarku, "Roh Kudus sungguh-sungguh berkarya dengan indah di dalammu. Tidakkah menakjubkan bagaimana Dia menunjukkan kepadamu bidang-bidang yang engkau lupa ceritakan kepada kami?"

Ron menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Ya, aku kira begitu, aku kira tidak ada yang terjadi."

"Apa maksudmu?" tanyaku.

"Yang aku maksudkan, aku tidak mengira roh-roh jahat itu pergi karena aku tidak merasakan apa-apa."

Hanya karena anugerah Tuhan belaka yang membuatku tidak memuntir leher Ron di tempat itu juga. Hari sudah larut malam dan kami semua sudah menghabiskan waktu lima jam yang melelahkan bersamanya, dan dia tidak mengira sesuatu terjadi karena dia tidak MERASAKAN apa-apa! Inilah contoh yang amat bagus tentang perangkap yang membuat ribuan orang Kristen terjerumus ke dalamnya. Jika mereka tidak merasakan sesuatu, mereka mengira tidak ada apa-apa yang terjadi!



TIDAK ADA PERASAAN DI DALAM IMAN!

TINDAK LANJUT:

Ron mengalami tahun yang amat sulit setelah dilayani pelepasan. Dia terus-menerus menuntut pahala emosional, dan merasa bahwa Tuhan tidak tertarik berhubungan dengannya karena Dia tidak memberi Ron perasaan yang dia inginkan. Ron juga terus-menerus mengalami sakit perut meskipun tidak parah. Aku memberitahunya bahwa- roh-roh jahat dapat dan akan menciptakan gejala-gejala yang sama dari luar maupun dari dalam. Aku mendorongnya untuk memeriksakan tubuhnya secara medis. Dia melakukannyas. Dokter itu tidak mampu menemukan adanya sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Pendeta yang menolongku bersama Ron terus membimbingnya dan akhirnya Ron menjadi anggota sebuah gereja Kristen yang baik. Aku mendorong Ron untuk menghabiskan banyak waktu untuk belajar Alkitab dan menghafalkannya. Aku juga mengkonselingnya untuk minta Tuhan berbicara kepadanya HANYA melalui Kitab Suci selama periode waktu tertentu karena Ron dulu biasa berkomunikasi dengan roh-roh jahat.

Tahun itu merupakan tahun yang berat bagi Ron, tetapi Ron mulai bertumbuh secara rohani dan berjalan dengan iman. Dia mengalami kebebasan untuk berdoa setelah dilayani pelepasan dan dapat membaca Alkitabnya tanpa kesukaran. Dia memperoleh sebuah pekerjaan sekular dan mendisiplin hidupnya. Aku kehilangan kontak dengannya selama satu tahun, tetapi pada saat itu sakit perutnya hilang dan dia terus bertumbuh di dalam Tuhan.

Hatiku sedih saat aku melihat begitu besar kerusakan yang telah dilakukan melalui ajaran yang salah kepada orang-orang muda yang dibakar semangatnya untuk melayani Tuhan. Ada berapa banyak Ron di gereja-gereja kita saat ini? Aku kira kita akan terkejut jika kita mengetahui jumlahnya. Betapa hal ini mendukakan hati Tuhan kita. Aku tidak dapat cukup memuji Tuhan atas kesabaran dan karunia-Nya yang luar biasa di dalam hidup kita dan hidup orang-orang seperti Ron. Sunggguh, Yesus datang untuk membebaskan orang-orang yang terbelenggu!



Dikutip dari buku "Menjadi bejana kemuliaan Allah" oleh Rebecca Brown M.D

Untuk mendapatkan Ebooknya gratis, klik link ini: lalu klik download di sisi kiri atas. Kemudian Anda akan diminta mengupload dokumen apapun untuk dapat mengunduhnya. Upload-lah dokumen yang kecil saja, kemudian link unduh akan segera muncul.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 27 Juni 2012

Kong Hee Ditangkap Karena Dituduh Gelapkan Uang Gereja

Kong Hee yang merupakan pendiri dari Gereja City Harvest ditahan karena dituduh menggunakan jutaan dolar uang gereja untuk membantu istrinya yang seorang artis, Ho Yeow Sun, untuk meningkatkan karirnya. Polisi Singapura berencana akan menahan dia pada hari ini, Rabu (27/6) dengan konspirasi melanggar kepercayaan. Menurut pernyataan polisi, pemimpin empat gereja dengan 23.000 anggota itu juga akan ditahan dengan tuduhan melakukan konspirasi pencatatan keuangan yang tidak benar. Ditemukan kecurangan setidaknya senilai $18 juta atau hampir Rp 180 miliar dari uang jemaat, menurut pernyataan komisi sumbangan dalam laman websitenya. Karena itu, Gereja City Harvest (CHC) membawanya ke pengadilan pada Selasa (26/6) kemarin. “Pagi ini, Pendeta Kong Hee, Pendeta Tan Ye Peng, John Lam, Chew Eng Han dan Sharon Tan telah diberi informasi untuk menghadiri pengadilan besok (hari ini, red). Tidak ada kasus yang menentang gereja saat ini,” tulis Aries Zulkarnain, pendeta eksekutif Gereja City Harvest. Selama kasus ini berlangsung, maka Dr. Phil Pringle yang merupakan pendiri Gereja Christian City di Sydney dan Dr. A. R. Bernard pendiri dan CEO Christian Cultural Centre di New York yang akan melayani menggantikan Pendeta Kong Hee. “Kedua pendeta ini ditunjuk sebagai pendeta penasihat senior melalui CHC,” tulis Zulkarnain. “Managemen gereja akan terus menyediakan arahan untuk tetap menjalankan gereja. Tata laksana di gereja dan pertemuan kelompok sel akan berlangsung seperti biasa, termasuk ibadah Minggu di Singapore Expo dan Jurong West. Sementara ini, tetap mempertahankan gereja, pendeta-pendeta kami, pemimpin dan keluarga mereka di dalam doa.” tambahnya. Ini merupakan salah satu kasus besar karena terjadi kepada pendeta yang cukup terkenal. Namun, kita tetap mengharapkan yang terbaik dari situasi yang buruk ini dan berharap gereja ini akan terus berdiri dan menjadi berkat buat sekeliling mereka. Sekaligus berdoa bahwa kebenaran, yang terburuk sekalipun, akan terungkap sehingga di dalam gereja tidak ada kebohongan. Sumber: jawaban.com Baca Selengkapnya...

Sabtu, 09 Juni 2012

Survei: Kebanyakan Orang Kristen Benci Acara Kristen

CEO DoersTV.com Pastor David Wright melakukan survei melalui channel televisinya terhadap lebih dari 100.000 fans di facebook untuk mencari tahu apa yang mereka pikirkan mengenai tayangan televisi Kristen – dan hasilnya sungguh mengejutkan. Wright terkejut saat mengetahui bahwa sebagian besar responden mengatakan mereka membenci program acara TV Kristen dan memilih untuk tidak menontonnya. Wright mengatakan 90 persen responden memberikan umpan balik yang negatif.

Komentar dalam postingan tanggapan menunjukkan kenapa orang memilih mematikan televisi ketika program Kristen ditayangkan:

Terlalu sering meminta uang dan penggalangan dana melalui telethon.
Memanipulasi orang untuk memberi dengan pengajaran yang salah mengenai kemakmuran.
Membosankan dan kurangnya kualitas dari tayangan program.
Kurangnya penyiaran mengenai integritas pemimpin Kristen.
Wrigt mengatakan ia terperangah dengan beragam tanggapan yang ia terima.

“Harapan saya hanya sebatas bahwa orang kristen berpikir program televisi Kristen terlalu membosankan dan tidak relevan dengan perkembangan zaman, namun saya tidak pernah membayangkan adanya ribuan kebencian dari orang Kristen terhadap program acara televisi Kristen,” ungkapnya.

“Sayangnya keserakahan akan uang telah menggantikan kebutuhan untuk melayani di antara banyaknya pelayanan dan jaringan televisi Kristen. Orang-orang muak dengan nafsu akan hal-hal yang berbau materi.”

Wright menambahkan bahwa kurangnya integritas di kalangan pendeta dan pemimpin Kristen hari-hari ini telah memainkan peranan utama terhadap persepsi negatif program-program acara televisi Kristen.

“Kita tidak mungkin membiarkan pendeta terlibat dalam dosa kemudian berharap agar masyarakat tidak mematikan televisi,l” ujarnya.

Hidup dalam integritas adalah tuntutan dunia terhadap setiap anak Tuhan. Melakukannya memang tidak mudah namun hanya dengan cara ini dunia dapat melihat perbedaan nyata antara orang dunia dan orang Kristen yang pada akhirnya dapat menuntun mereka untuk mengenal Tuhan dan Juru Selamat Yesus Kristus.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Jumat, 08 Juni 2012

Lebih Dari 200 Pemimpin Gereja Menjadi Ateis di AS

Mike Aus, pendeta di gereja Theophilus
di Katy yang memutuskan untuk menjadi ateis
LEBIH dari 200 pemimpin gereja di seluruh negeri di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka tidak lagi percaya kepada TUHAN, termasuk seorang pendeta di wilayah Houston, yang pertama kali mengumumkan keputusannya ke publik. Mike Aus, pendeta di gereja Theophilus di Katy, mengumumkan keputusannya untuk menjadi ateis dalam suatu acara televisi Minggu pagi di MSNBC.

"Hampir tidak ada orang yang membaca Alkitab," kata Aus dalam acara Up with Chris Hayes, "Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada dalam masalah."

Jemaat-jemaat di Gereja Theophilus sendiri, kepada Local 2, mengaku tidak tahu apa-apa tentang perubahan kepercayaan Aus sampai ia mengumumkannya sendiri melalui siaran televisi itu.

"Apakah Anda akan berkhotbah Minggu depan?" tanya Chris Hayes, pemandu acara tersebut.

"Saya akan kembali minggu depan dan bertemu dengan atasan Saya untuk membicarakan bagaimana selanjutnya," kata Aus. "Kita lihat saja nanti."

Aus adalah seorang pendeta Lutheran yang telah berkhotbah selama hampir 20 tahun. Sekarang, ia mengatakan bahwa ia tidak lagi mempercayai pesan-pesan yang telah dia khotbahkan itu. Ia pun telah menolak permintaan wawancara dari Local 2. Menurutnya, ia telah kehilangan imannya.
"Ketika Saya mulai membuang iman Saya, Saya pun menyadari belakangan ini bahwa tidak banyak yang harus Saya tinggalkan," kata Aus.

Dampak pernyataan Aus sangat dirasakan oleh gerejanya yang beranggotakan sekitar 80 orang. Sepekan setelah pengumumannya, gerejanya pun dibubarkan. Jemaatnya tidak mau berbicara lagi dengan Local 2, tetapi mereka mengatakan bahwa pendeta mereka telah menghancurkan mereka.

"Ketika seorang pendeta muncul dan berkata, 'Saya tidak lagi beriman,' maka itu akan mengguncangkan dunia mereka," kata Dr. Keith Jenkins, seorang pendeta Methodist, mantan presiden Houston Graduate School of Theology. "Jemaat melihat pendeta sebagai super hero spiritual."

Menurut Jenkins, banyak pemimpin gereja yang bertanya-tanya dan kemudian kehilangan iman mereka, tapi belum pernah ada sebelumnya yang kemudian menjadi fenomena umum.

Para pendeta, pelayan dan pemimpin gereja yang tidak lagi percaya TUHAN itu telah membentuk kelompok pertemuan rahasia melalui situs clergyproject.com. Menurut mereka, jumlah anggota yang ada sekarang telah mencapai 240 orang. Beberapa di antaranya, seperti Aus, telah terang-terangan mempublikasikan keputusan mereka. Sementara, pada umumnya memilih untuk merahasiakannya.

Mereka yang memilih untuk merahasiakan keputusan mereka, tetap aktif melayani di gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan, meskipun mereka tidak lagi percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.

"Saya yakin, ada banyak pendeta yang aktif melayani di gereja-gereja, tetapi sedang mengalami krisis iman dan bahkan kehilangan iman mereka, tetapi mereka belum keluar karena memikirkan kehidupan mereka," kata Jenkins.

"Mereka harus segera mengambil keputusan. Mereka tidak perlu tetap bertahan dalam gereja kemudian menggunakan posisi mereka sebagai pendeta dan mencoba mempengaruhi yang lain."

Sumber: Perisai.net
Baca Selengkapnya...

Rabu, 06 Juni 2012

Sultan HB X: Film Soegija Bukan Media Kristenisasi

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai film Soegija yang mengangkat sosok Uskup Soegijopranoto, bukan media kristenisasi, karena menggambarkan nasionalisme seorang pemimpin umat Katolik.

"Jadi, film Soegija bukan seperti yang diisukan. Film yang disutradarai Garin Nugroho itu menggambarkan peran Uskup Soegijopranoto dalam perjuangan bangsa," katanya usai menerima kunjungan pemain dan produser film Soegija di Yogyakarta, Selasa (5/6).

Menurut dia, Soegijoprnatoto pada waktu itu ikut ambil bagian dalam perjuangan bangsa. Pada waktu itu Yogyakarta sebagai ibu kota Republik Indonesia (RI), dan Soegijopranoto memindahkan keuskupan Semarang ke kawasan Bintaran Yogyakarta.

"Uskup Soegijopranoto mempunyai catatan harian hubungan dengan para pejuang republik," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ia mengatakan film Soegija memiliki integritas, karena menggambarkan masyarakat Katolik yang bersatu dan berjuang bersama tokoh lain dalam memperjuangkan kemerdekaan. "Pada waktu itu seluruh elemen bangsa bersatu, dan bahu-membahu memperjuangkan kemerdekaan. Semua bersatu tanpa memandang agama dan status sosial," katanya.

Pemeran utama film Soegija, Nirwan Dewanto mengatakan selama ini banyak pernyataan adanya kontroversi kristenisasi menjelang pemutaran film tersebut. "Kontroversi kristenisasi meramaikan publisitas film Soegija. Hal itu menunjukkan film tersebut memang istimewa," kata pemeran Soegijopranoto ini.

Produser Eksekutif Film Soegija, Iswarahadi mengatakan film yang menghabiskan dana sekitar Rp12 miliar tersebut, akan mulai diputar di bioskop Yogyakarta pada 7 Juni 2012. "Kami mengajak Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyaksikan pemutaran perdana film Soegija di bioskop Yogyakarta," katanya. © Republika


Sumber: Perisai.net
Baca Selengkapnya...

Jumat, 01 Juni 2012

Seorang Pastor Raih Penghargaan Kalpataru

SEORANG pastor menjadi nominasi peraih penghargaan Kalpataru tahun 2012 dan ia telah ditetapkan berdasarkan Sidang Dewan Pertimbangan Kalpataru.

Sebanyak 19 nominator dari 127 orang dan kelompok yang telah diusulkan untuk menerima kalpataru, terdapat nama putra Kalbar, Pastor Samuel Oton Sidin OFMCap.

Rohaniwan Katolik yang lahir di Peranuk, Bengkayang, 12 Desember 1954, seperti dilansir Pontianak Post, berhasil mendapatkan Kalpataru Kategori Lingkungan Hidup.

Jika melihat kepeduliannya terhadap lingkungan hidup memang tidak mengherankan bila dia mendapatkan gelar tersebut. Dia dan rekan-rekannya berhasil menyulap daerah Gunung Benuah, Ambawang, Kubu Raya yang dulunya gundul menjadi daerah yang asri dan hijau.

Berdasarkan keterangan di Kementerian Lingkungan Hidup, nama Pastor Samuel diusulkan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya, Aswin Fuad Z, karena berhasil melakukan penanaman kembali lahan kritis yang pernah terbakar.

Selain itu dia juga melestarikan jenis-jenis buah, khususnya yang asli Kalimantan dan jenis-jenis kayu khas Kalimantan dengan mencari bibit dari berbagai tempat dan menanamnya pada lahan yang tersedia.

Dia juga dinilai berhasil membuat pembibitan jenis tanaman langka dan mendirikan komunitas bernama Rumah Pelangi yang memberdayakan masyarakat melalui penyuluhan dan sosialisasi tenteng pelestarian alam.

Konservasi keanekaragaman hayati areal hutan yang produktif, baik yang berupa rawa-rawa pada tanah datar maupun tanah perbukitan juga dianggap sukses.

Pastor Samuel menyiapkan bibit entrys karet untuk masyarakat sekitar dan menciptakan sebuah arboretum atau museum lingkungan hidup yang berfungsi sebagai tempat praktik lapangan, penelitian dan lapangan kerja baru bagi para pecinta dan pemerhati lingkungan. Samuel juga dinilai hebat dalam melakukan penangkaran fauna langka.

Terkait penganugerahan Kalpataru itu, Pastor Samuel mengatakan dirinya sama sekali tidak menyangka akan mendapatkannya. Malahan dia belum tahu pasti bahwa namanya yang terpilih.

“Tahu dari mana? Saya memang baru dengar, tapi belum tahu pasti. Sebenarnya saya tidak terlalu berharap mendapat penghargaan itu. Niat saya hanya menjaga kelestarian lingkungan agar bisa dinikmati cucu-cucu kita nanti,” katanya seperti dilansir Pontianak Post. []


Sumber: Perisai.net
Baca Selengkapnya...

Jumat, 18 Mei 2012

Yakin akan Bangkit Pada Hari Ketiga, Pendeta Jung Berpuasa Hingga Meninggal

SEOUL (KORSEL) - Seorang pendeta di Korea Selatan (Korsel) meninggal setelah selama belasan hari tidak makan dan minum. Parahnya, hal itu sengaja dilakukannya karena keyakinan bahwa dirinya akan bangkit dari kematian.

Demikian disampaikan kepolisian Korsel seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (10/5/2012). Kepolisian telah menangkap istri pendeta tersebut atas kelalaian terkait kematian pendeta itu.

Pendeta yang hanya diidentifikasi sebagai Jung tersebut, meninggal setelah berpuasa dan berdoa untuk gerejanya dan para jemaat di Distrik Dongjak, barat daya Seoul. Jung berhenti makan sejak 9 April lalu dan meninggal pada 18 April lalu.

Kepada istrinya, dia memintanya untuk tidak membawanya ke rumah sakit meskipun dirinya tampak akan meninggal. Jung berkata, dirinya akan hidup kembali setelah tiga hari. Wanita berumur 48 tahun itu pun menuruti permintaan Jung. Dia menunggu tiga hari sebelum membawa tubuh Jung yang sudah tak bernyawa ke rumah sakit.

Juru bicara kepolisian di Dongjak mengatakan, wanita itu dituduh telah lalai dengan membiarkan pendeta tersebut meninggal dan membiarkan jasadnya selama tiga hari dengan keyakinan bahwa dia akan kembali hidup. Saat ini dia masih mendekam di penjara menuggu proses persidangan.(Detik)


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Selasa, 08 Mei 2012

Billy Graham : Pernikahan adalah Antara Pria dan Wanita

Demi mempertahankan konstitusi amandemen pernikahan di North Carolina, Amerika Serikat, televangelis Billy Graham mengumumkan dukungannya dan juga pelayanannya dengan menegaskan bahwa pernikahan adalah antara pria dan wanita.

North Carolina adalah kota kelahiran Billy Graham. Saat ini amandemen pernikahan di negara bagian tersebut mendapat tentangan terutama aktivis LGBT karena membatasi pernikahan hanya pada satu pria dan satu wanita. Dengan ketentuan tersebut maka mereka yang menganut LGBT dan juga poligami merasa terdiskriminasi. Untuk itu, pada 8 Mei nanti akan dilakukan pemilihan suara untuk menentukan apakah amandemen tersebut akan diubah atau tidak.

Dalam iklan yang dirilis melalui media cetak, tampak foto Billy Graham yang tersenyum dan kutipan dari pernyataannya yang berbunyi :

“Pada usia 93 tahun, Saya tidak pernah berpikir akan memperdebatkan definisi pernikahan. Di Alkitab sudah jelas – Definisi Tuhan tentang pernikahan adalah antara satu pria dan satu wanita. Saya ingin mendesak sesama warga North Carolina untuk memilih Amendemen Pernikahan pada Selasa, 8 Mei. Tuhan memberkati Anda ketika memilih.” ~ Billy Graham

Pernyataan resmi Billy Graham juga dibuat melalui putranya Franklin Graham dan putrinya Anne Graham Lotz yang mengumumkan dukungan mereka untuk amandemen. Saat ini kelompok pro – amandemen masih kalah dalam penggalangan dana dari kelompok oposisi yang pendukung LGBT. Namun dalam pengumpulan suara, menurut jajak pendapat SurveyUSA selama bulan April kelompok pro-amandemen masih memimpin dengan 57-37 persen.

Kebenaran seringkali dibelokkan demi melayani hawa nafsu manusia, namun hal itu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Hal inilah yang dilakukan oleh sebagian besar umat Kristen Amerika yang berjuang untuk mempertahankan nilai-nilai alkitabiah yang ada di dalam undang-undang negara yang merupakan hasil pemikiran para pendirinya.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Selasa, 01 Mei 2012

Praktek Pemimpin Gay Gereja Masih Terjadi

Seorang pria gay yang sudah menikah diperkirakan akan menjadi suksesor (pengganti) Uskup V. Gene Robinson - uskup gay pertama di gereja Episkopal- yang akan segera pensiun tahun depan.

Sebagaimana diumumkan pihak Keuskupan New Hampshire baru-baru ini, Rev. William W. Rich, seorang homoseksual yang menikah, merupakan wakil senior rektor di Trinity Church di Boston, dan juga salah satu dari tiga kandidat untuk posisi uskup di tempat tersebut.

Adapun dua kandidat lainnya antara lain yakni Rev Penelope Maud Bridges, rektor St Fransiskus Gereja Episkopal di Great Falls, Negara Bagian Vancover, Amerika Serikat dan Rev A. Robert Hirschfeld, rektor dari Gereja Episkopal Kasih Karunia di Amherst, AS.

Untuk diketahui, isu pernikahan gay dan pendeta gay adalah salah satu topik kontroversial dalam komunitas Episkopal.

Keputusan sembilan tahun lalu untuk menahbiskan Robinson sebagai uskup menyebabkan keretakan dalam tubuh gereja, dengan banyak pemimpin Anglikan konservatif menyatakan keberatan mereka terhadap keputusan tersebut dan mencatat bahwa gereja-gereja di Episkopal di AS sudah bertentangan dengan ajaran Anglikan tradisional, serta Alkitab.

Robinson sudah hidup dengan pasangannya, Mark Andrew, selama lebih dari 20 tahun dimana pada 2010 lalu, ia sempat mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya sudah lelah dengan segala kritik dan kecaman yang diarahkan kepadanya akibat orientasinya yang menyukai sesama jenis.

Sementara itu, 200 anggota panel yang terdiri dari para pendeta dan delegasi jemaat direncanakan memberikan suaranya pada 19 Mei mendatang dan memutuskan untuk memilih uskup baru.

Terlepas dari perdebatan peran kaum homoseksual di dalam gereja, para petinggi gereja Keuskupan New Hampshire meyakini jika pun Rich menduduki posisi kepemimpinan, efek yang ditimbulkan dengan terpilihnya dirinya tersebut akan sangat kecil dibandingkan saat Robinson terpilih sebagai Uskup pada 2003 lalu.

Alkitab dengan sangat jelas menunjukkan bahwa pria hanya bisa bersanding dalam pernikahan dengan seorang wanita. Ketika gereja yang justru seharusnya mempraktikkan kebenaran ini justru bertentangan dengan apa yang dituliskan maka itu sama saja menentang apa yang tercatat di dalam Alkitab. Oleh sebab itu, mari dalam jam doa-doa Anda, doakan lah hal ini. Berdoa lah agar gereja-Nya di seluruh dunia dapat menjadi pelaku firman yang setia, yang karenanya nama Tuhan dipermuliakan dan bukan dipermalukan di hadapan orang-orang yang tidak percaya.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 26 April 2012

Sekelompok Pendeta Giring Pendeta Gadungan Ke Kantor Polisi

Seorang pria yang mengaku sebagai pendeta ini ditangkap dan diserahkan oleh sekelompok pendeta ke Mapolsek Kutorejo, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (25/4). Pendeta palsu bernama Roganda Eben Haezer Sibarani (52) yang berasal dari Blitar, Jawa Timur itu dinilai telah menipu pendeta dan pengurus gereja hingga jutaan rupiah.

Dalam aksinya, Roganda mendatangi sejumlah gereja dan meminta sumbangan dengan mengaku sebagai pendeta yang memiliki panti asuhan di Blitar. Sejumlah pendeta dan pengurus gereja sempat tertipu dan menyumbang uang sekitar Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Namun, karena aksinya sering dilakukan membuat sejumlah pendeta mulai curiga dengannya dan menyelidiki keberadaan panti asuhan yang dia kelola.

Dari hasil penyelidikan itulah didapati bahwa yayasan panti asuhan tersebut hanya fiktif. Karena itu, sejumlah pendeta yang tertipu akhirnya menjebak pelaku dan menyerahkannya kepada polisi. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki dan mengembangkan kasus penipuan tersebut. Polisi menduga masih banyak jumlah korban yang juga tertipu namun belum melapor.

Ada-ada saja kelakuan manusia untuk mendapatkan uang, sampai berpura-pura menjadi pendeta, suatu tugas panggilan yang harusnya mulia dan tidak disalahgunakan.

Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Selasa, 24 April 2012

Pendeta Soaries: Kartu Kredit Hanya Memiskinkan

Hujan tidak menghentikan DeForest B. Soaries, Jr., pendeta senior dari Gereja Baptis Lincoln Gardens di Somerset untuk membakar berbagai promosi yang diberikan kartu kredit. Upaya ini dilakukannya untuk berpesan bahwa perusahaan keuangan harus menghentikan target memberikan kredit.

“Kami membakar tawaran-tawaran ini sebagai bentuk antusiasme untuk meminimalkan penggunaan kartu kredit. Tahun 2012 ini orang kaya makin bertambah kaya dan orang miskin bertambah miskin, inilah yang akan kami perangi,” ungkap pendeta Soaries.

Selama ini pendeta Soaries terus mengkampanyekan betapa bahayanya hidup konsumtif melebihi kemampuan keuangan Anda. Aksi pembakaran yang dilakukan Soaries terpicu dari sebuah artikel yang dimuat oleh The New York Times tentang usaha dari bank-bank untuk meningkatkan pemasaran dan penawaran kartu kredit.

Menurut Soaries penggunaan kartu kredit hanya akan menguntungkan Negara karena menambah pendapatan pajak dan pihak bank karena bunga yang harus dibayarkan oleh pengguna kartu kredit, selebihnya para pengguna kartu kredit akan terus terjerat permasalahan ekonomi. Selain menjadi pendeta, Soaries juga aktif memberikan pengarahan kepada pelajar tentang pentingnya tanggung jawab keuangan.

Yesus memberikan peringatan serius tentang pengelolaan uang, dengan tegas Yesus mengingatkan agar mencukupkan diri dengan gajinya sendiri. Hidup diluar kemampuan dengan berhutang adalah sebuah tindakan yang tidak bijaksana, penulis kitab Amsal mengingatkan bahwa seorang yang berhutang menjadi budak dari si pemberi hutang. Untuk itu berpikirlah baik-baik saat akan mengajukan kredit.

Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Jumat, 20 April 2012

Youcef Nadarkhani Rayakan Ulang Tahun Dibalik Penjara

Meskipun dipenjara, Pendeta Youcef Nadarkhani, Senin (2/4), dapat melihat dan bercengkrama dengan anaknya yang bungsu yang hari itu berulang tahun.

Kedatangan sang buah hati merupakan hadiah istimewa bagi Nadarkhani juga, yang sebentar lagi akan merayakan ulang tahun ke-35 setelah ditahan selama dua setengah tahun.

"Hal ini bukan hanya untuk membuktikan Pendeta Youcef masih hidup, tetapi merupakan pengingat yang berharga dari apa yang kita perjuangkan - kebebasan untuk ayah yang penuh kasih, suami yang setia, seorang pendeta peduli, dan pengikut setia Kristus," demikian tulis Pusat Hukum dan Keadilan Amerika Serikat (ACLJ) dalam siaran pers.

Nadarkhani ditangkap otoritas Iran pada Oktober 2009 karena memprotes mata pelajaran wajib yang ditetapkan pemerintah. Ia pun akhirnya dituduh murtad dan sejak ditahan hingga kasusnya masuk ke pengadilan, ia sama sekali belum pernah merasakan udara kebebasan.

Masyarakat internasional dengan penuh perhatian mengikuti kasus Nadarkhani, terutama setelah pengadilan menyatakan Nadarkhani akan dieksekusi mati atas perbuatan kemurtadannya. Namun dalam proses jalannya pengadilan, pemerintah mengatakan tidak akan menghukum mati Nadarkhani.

Tidak lama dari pernyataan pemerintah tersebut, masyarakat internasional justru dikagetkan dengan beredarnya gambar-gambar palsu di internet yang memperlihatkan Nadarkhani digantung. ACLJ yang memantau kasus Nadrkhani dari sejak awal tidak mempercayai berita bohong tersebut. Hanya mereka yakin perintah eksekusi itu ada, tetapi belum dilaksanakan.

Sejauh ini, Brasil, Meksiko, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, merupakan negara-negara yang telah secara terbuka menuntut pembebasan Nadarkhani.

Sementara itu, sang istri, Fatema Pasindedih dan dua putra mereka, Daniel (9 tahun) dan Yoel (7 tahun) menyatakan akan tetap setia menunggu sampai kapan pun juga kebebasan Youcef Nadarkhani - suami dan ayah tercinta mereka - dari penjara.

Tidak ada seorang pun yang menginginkan merayakan kebahagiaan dengan keluarga terdekat di lembaga pemasyarakatan atau pun sel tahanan, tetapi jika ini yang terjadi, mari tetaplah bersukacita. Jangan sesali atau bersedih hati atas keadaan sekitar yang kurang menyenangkan tersebut. Justru naikkanlah ucapkanlah syukur bersama kepada Tuhan karena DIA memberi kesempatan bagi Anda berkumpul bersama secara utuh.

Sebuah pepatah berbunyi, “Di setiap situasi yang buruk, pasti ada hal baik yang bisa ditemukan. Oleh sebab itu, tetaplah memuji Tuhan karena kebaikan-Nya tetap sungguh nyata di dalam kehidupan kita.”


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 19 April 2012

Pastor Katolik menjadi salah satu ”pahlawan lingkungan hidup” tahun 2012

Fr. Edwin Gariguez
Fr. Edwin Gariguez menjadi salah satu dari enam penerima Goldman Environmental Prize (sebuah penghargaan dibidang pelestarian lingkungan hidup) tahun ini di San Francisco, USA, demikian dilaporkan oleh AsiaNews.it.

Selama ini ia telah memperjuangkan pelestarian pulau Mindoro di Filipina dari penambangan, termasuk berpartisipasi dalam pengembangan masyarakat suku dan perlindungan areal terlindung.

Fr. Edwin Gariguez, sekretaris National Commission on Social Action Justice and Peace (Komisi Nasional bidang Aksi Sosial, Keadilan dan Perdamaian), memenangkan Goldman Environmental Prize tahun 2012 untuk perjuangannya atas nama penduduk asli Pulau Mindoro (barat-laut Filipina), di mana kegiatan penambangan menjadi ancaman keberadaan mereka. Sebagai salah satu dari “pahlawan pembela lingkungan hidup,” ia menerima penganugerahan itu hari Senin di San Francisco Opera House, USA.

“Sebagai seorang imam Katolik, saya mengambil bagian dalam misi kami untuk melayani orang miskin dan yang terpinggirkan,” ungkap Fr. Gariguez. “Saya membaktikan diri saya untuk usaha pengembangan dan pembelaan hak-hak masyarakat suku asli, para petani dan nelayan.”

”Saya diajarkan oleh masyarakat suku asli Mangyan untuk menjaga bumi,” jelasnya. Bagi mereka, “alam adalah seperti rahim ibu yang meberikan kita kehidupan,” ungkap Fr. Gariguez yang adalah tenaga Injil.

Fr. Gariguez mulai kampanyenya melawan perusahaan penambang pada akhir tahun 1990-an, ketika Intex Resources, perusahaan milik Norwegia, hendak membangun tambang nikel di area terlindung Capan (Oriental Mindoro) yang dihuni oleh masyarakat asli Mangyan, proyek tersebut telah disetujui oleh pemerintah.

Bersama dengan para pemegang jabatan dan pemimpin gereja, ia turut mendirikan ALAMIN, Persatuan melawan Penambangan, sebuah koalisi yang menentang penambangan yang indiskriminatif.

Akhirnya, pemerintah lokal memberlakukan penangguhan penambangan di pulau itu pada tahun 2002, tapi Intex terus melakukan aktivitasnya di daerah itu.

Untuk menghentikan perusahaan itu, Fr. Gariguez berangkat ke Eropa di mana ia menemui anggota parlemen Norwegia dan para pemegang saham perusahaan Intex.

Dengan bantuan dari sebuah LSM di Norwegia, ia juga memasukkan pengeluhan dengan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pengembangan.

Tahun 2009, ia memimpin 11-hari mogok makan sampai Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (DENR) Filipina menyetujui untuk menyelidiki dugaan pelanggaran aturan perlindungan lingkungan hidup dan masyarkat terkait penambangan itu.

Hasil dari penyelididkan yang dipimpin oleh DENR membatalkan izin Intex tahun 2010 untuk masa waktu tak tentu, penambangan ditahan.

Mulai dari situ, berbagai anggota ALAMIN mendapat ancaman pembunuhan karena protes dan keikut-sertaan mereka. Salah satu dari mereka, Ricardo Ganad, presiden dari Persatuan Hukum Tua di Victoria, dibunuh pada tahun 2010.

Globalnation.inquirer melaporkan bahwa Fr. Edwin Gariguez menerima penghargaan karena “memimpin gerakan masyarakat akar-rumput melawan perusahaan penambang nikel berskala besar untuk melindungi keanekaragaman hayati dan masyarakat asli Pulau Mindoro,” terungkap dalam statement Goldman awards yang berbasis di USA. Penerima penghargaan masing-masing menerima uang sebesar $150.000.

"Melindungi hak-hak orang miskin harus diutamakan daripada keserakahan perusahaan,” ungkapnya dalam pidato yang disampaikannya pada penerimaan award itu. “Pembangunan yang hakiki harus memprioritaskan kebutuhan untuk memastikan keberlanjutan ekologi di atas keuntungan pasar. Kita tidak boleh mengorbankan masyarakat dan lingkungan hidup untuk kepentingan sesaat dari beberapa orang.”***
Baca Selengkapnya...