Elaine, seorang mantan petinggi gereja setan sekaligus mantan penyihir ini bersaksi membongkar rencana dan trik-trik Iblis dalam usahanya menghancurkan gereja-gereja Kristen:
Selama tahun-tahunku di The Brotherhood (kelompok pemuja setan-red) aku amat sungguh-sungguh dilatih, dan aku ganti melatih orang lain, bagaimana cara menyelinap dan menghancurkan berbagai macam gereja. Tujuan Iblis adalah membuat setiap gereja Kristen seperti gereja di Laodikia yang digambarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus dalam Wahyu 3:15-16:
"Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku."
Gereja-gereja yang penuh dengan jemaat yang pasif yang tidak pernah terganggu untuk membaca atau mempelajari Alkitab, yang "secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya..." seperti yang dijelaskan dalam Timotius II:3:5, tidak menjadi ancaman bagi Iblis.
Kami diajar delapan hal penting sebagai rencana dasar untuk menyerang yang dapat disesuaikan di denominasi gereja manapun kami dikirimkan.
Kenyataan bahwa hampir semua pengikut Iblis yang memiliki tingkat tinggi secara teratur menghadiri kebaktian di gereja-gereja Kristen tidak perlu mengherankan bagi setiap orang. Yaitu, setiap orang yang menyediakan waktu untuk membaca firman Tuhan. Setiap orang Kristen dengan sangat jelas diperingatkan bahwa serangan Iblis akan datang dari dalam gereja sendiri - khususnya di zaman kemakmuran.
Ketika Paulus mengucapkan "selamat tinggal" kepada para penatua di Efesus, dia memberi mereka peringatan ini:
"Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata." Kisah Para Rasul 20:25-31.
"Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka." II Korintus 11:13-15
"Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus." Yudas 1:4.
Ayat-ayat diatas menunjukkan dengan jelas sekali bahwa serangan Iblis akan datang dari dalam gereja-gereja kita. Kami tidak akan mencoba memulai perburuan terhadap pengikut Iblis, tetapi keinginan kami adalah untuk menunjukkan kepada Anda taktik-taktik utama yang digunakan Setan sehingga Anda dapat menghentikan aktivitas semacam ini di dalam gereja Anda sendiri. Masing-masing individu bertanggungjawab di hadapan Allah untuk menjadi waspada dan peka, untuk membaca dan sungguh-sungguh mempelajari firman Allah (Alkitab), secara seksama mendengarkan apa yang diajarkan di gereja mereka. Setiap ajaran yang tidak cocok dengan firman Allah harus dilawan, tidak peduli siapa yang mengajarkannya. Namun perlawanan itu harus dilakukan dengan kasih dan lemah lembut, tetapi tegas. Paulus emberikan beberapa nasihat yang sangat baik kepada Timotius tentang masalah ini:
Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian. 1 Timotius 5:1-2.
Kata "tegurlah" berarti meminta dengan sangat, memohon; memohon dengan sangat hormat. Jangan lupa bahwa Yesus mengasihi orang-orang ini dan telah mati bagi mereka sebagaimana Dia telah mati untuk Anda dan aku. Tujuan Anda bukan untuk membongkar mereka, tetapi untuk mengendalikan mereka dan membuat mereka supaya diselamatkan.
Harap jangan melupakan pengalamanku ini. Gereja kecil dimana aku dikirim untuk menghancurkannya mengetahui bahwa aku adalah seorang tukang sihir, namun mereka tidak secara terang-terangan membongkar diriku atau menentangku. Jika mereka melakukan hal itu pasti aku sudah terbunuh dengan segera. Sebaliknya, mereka mengasihiku, mengendalikan diriku sehingga aku tidak bisa membawa doktrin yang menghancurkan dan mereka juga berdoa bagiku sampai akhirnya aku diselamatkan.
Berikut ini adalah 8 hal utama dari serangan yang diajarkan Iblis kepada hamba-hambanya untuk dipergunakan dalam menghancurkan gereja-gereja Kristen.
#1) Pernyataan Iman
Pertama-tama, semua pengikut Iblis harus membuat "pernyataan iman." Dia harus berpura-pura untuk diselamatkan agar bisa memperoleh kepercayaan dari jemaat gereja. Di gereja-gereja yang mengadakan tantangan, orang itu akan maju ke depan, biasanya dengan air mata, dan berpura-pura untuk "diselamatkan." Jika gereja yang khusus itu adalah gereja kharismatik yang sangat menekankan tentang karunia berbahasa lidah maka pengikut Iblis itu akan berbahasa lidah juga. Ini bukan masalah, setan-setan dapat berbahasa lidah dengan amat mudah. Ingat bahwa ketika aku didiami oleh Mann-Chan (salah satu roh jahat yang cukup kuat - red), aku dapat berbicara dengan pejabat-pejabat tinggi negara asing dalam bahasa mereka secara lancar. Inilah mengapa Tuhan begitu menekankan pentingnya ada penafsiran:
"Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah." I Korintus 14:26-28.
Sayang, berapa banyak kerusakan yang dilakukan karena gereja-gereja tidak memperhatikan peringatan yang sederhana ini. Sudah menjadi kebiasaan di gereja-gereja kharismatik dimana banyak orang berbicara dan berdoa dalam bahasa lidah pada waktu yang sama tanpa adan yang menafsirkan selama kebaktian dan persekutuan doa. Pengikut Iblis mengambil banyak keuntungan dari sini. Selama aku melayani Iblis, aku berbicara dalam bahasa lidah secara teratur didalam setiap ibadah dan persekutuan doa, demikian juga yang dilakukan pengikut Iblis lainnya yang bekerja sama denganku. Tidak ada seorangpun yang menafsirkannya. Kami mengutuki gereja. pendeta, seluruh jemaat dan Allah! Dan Tidak seorang pun tahu! Kami menasehati gereja-gereja di manapun berada supaya memperhatikan firman Tuhan ini. Apabila Anda datang bersekutu dalam suatu kelompok, batasilah penggunaan bahasa lidah Anda seperti yang dianjurkan firman Tuhan. Jika Anda melakukan hal ini, berarti Anda telah mengambil langkah yang penting sekali untuk menahan serangan Iblis atas diri Anda.
Tiga bagian Firman Tuhan yang sering diabaikan oleh kebanyakan gereja adalah:
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia." I Yohanes 4:1-3.
"Jawab-Nya: Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku.." Lukas 21:8.
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Matius 7:21-23.
Ini kelihatannya menjadi salah satu hal yang paling membingungkan diantara orang-orang Kristen. Para pengikut Iblis dapat dan benar-benar menggunakan nama Yesus. Mereka dapat mengajar dan berkotbah tentang Yesus, mereka dapat menggunakan nama Yesus dalam doa, dan sebagainya. Ayat-ayat firman Tuhan yang hanya dikutip dari Lukas dan Matius secara jelas menunjukkan hal ini. Satu hal yang tidak bisa mereka lakukan adalah lulus dalam tes yang diberikan dalam I Yohanes 4. Mereka tidak bisa menatap mata Anda dan berkata, "Yesus Kristus yang adalah Allah, yang telah datang menjadi manusia,mati di kayu salib dan tiga hari kemudian bangkit dari antara orang mati dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus inilah Juru Selamat dan Tuhanku." Oh, mereka dapat berkata, "Yesus menyelamatkan aku." Namun, Yesus yang manakah yang sedang mereka bicarakan? Yesus sendiri berkata bahwa banyak orang yang akan muncul dengan menyatakan diri sebagai diri-Nya. Mereka dapat juga membaca atau menirukan pengakuan dan pernyataan iman di dalam Yesus Kristus. Mereka dapat dan benar-benar membaca Alkitab. Jika Anda bertanya kepada mereka apakah Yesus Kristus yang telah menjelma menjadi manusia adalah Juru Selamat mereka, maka mereka bisa berbohong dan berkata "Ya". Namun mereka tidak dapat, dengan mulut mereka sendiri, membuat pernyataan seperti yang disampaikan diatas. Allah telah memberikan kepada kita sebuah ujian untuk digunakan. Marilah kita menggunakan firman Allah.
#2) Membangun Kredibilitas
Para pengikut Iblis membangun kredibilitas d antara gereja-gereja Kristen dengan berbagai macam cara, tergantung pada gereja tertentu. Mereka merupakan para pengunjung tetap. Mereka bisa diharapkan untuk selalu siap dan bersedia membantu dalam setiap proyek pelayanan. Mereka tidak hanya membangun kredibilitas dengan cara seperti ini, namun mereka juga amat mengenal gereja dan anggota jemaatnya. Sangat mudah dan cepat bagi mereka untuk mengetahui siapakah yang benar-benar menyerahkan diri kepada Kristus dan siapakah yang tidak sungguh-sungguh.
#3) Menghancurkan Dasar Doa
"Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus." Efesus 6:18.
Satu tujuan yang terpenting dari pada pengikut Iblis adalah untuk menghancurkan kehidupan doa dalam gereja. Ada begitu banyak ayat dalam Alkitab mengenai doa sehingga kami tidak bisa mendaftarnya semuanya. Gereja yang kuat adalah gereja yang berdoa. Doa memerlukan kedisplinan diri, tapi sayangnya sebagian besar orang Kristenhanya menyediakan sangat sedikit waktu untuk berdoa. Biarlah aku menceritakan kepada Anda kisah nyata tentang bagaimana cara seorang pengikut Iblis menghancurkan kuasa dalam gereja dimana aku dulu dilepaskan. Rebecca dan aku amat bersedih hati atas apa yang telah terjadi, namun kami tidak mampu membuat para pemimpin gereja itu mendengarkan kami.
Tak lama setelah aku benar-benar dilepaskan, kami merasa terkejut sekali melihat pendeta kepala dari coven yang besar dan kuat di kota dimana gereja kami berada,mulai menghadiri gereja kami. Aku mengenal orang ini dan keluarganya secara pribadi ketika aku masih menjadi pengikut Iblis, dan dia pun secara pribadi telah mengancam Rebecca maupun diriku lebih dari satu kesempatan. Hanya dalam waktu dua tahun, dia dan teman-temannya berhasil menghancurkan sama sekali gereja yang luar biasa dan kuat ini! Berulang kali Rebecca dan aku telah memohon dengan sangat disertai cucuran air mata kepada pendeta maupun para penatua gereja, namun mereka tidak mau mendengarkan kami. Kami tidak bisa menuduh "Roh" (bukan namanya yang sebenarnya) sebagai pengikut Iblis, tentu saja karena kami tidak memiliki bukti. Hanya perkataan kamilah yang menunjukkan bahwa kami melawannya. Tetapi kami telah sungguh-sungguh berusaha untuk menunjukkan kepada pendeta dan dua orang penatua lebih dari satu kesempatan bahwa buah-buah dalam hidupnya tidak sesuai dengan Alkitab. Inilah yang telah dia kerjakan.
Roy amat kaya. Dia menjadi anggota gereja tak lama setelah dia mulai menghadirinya. Dia menyatakan bahwa dirinya amat memahami Alkitab, yang kenyataannya memang benar. Dia sumbangan dalam jumlah yang amat besar kepada gereja, menghadiri setiap pertemuan dan aktivitas yang diadakan, dan bergabung dalam grup koor. Pada waktu itu gereja kami memiliki persekutuan doa yang sangat kuat setiap Rabu malam. Setiap minggunya 200-300 orang menghadiri persekutuan doa dan berdoa sebagai satu tubuh yang bersatu. Kami mengadakan persekutuan doa yang amat kuat sehingga kuasa Roh Kudus benar-benar menggoncangkan bangunan gereja. Orang-orang ini memang serius dengan doa.
Kemudian, seperti yang telah diharapkan, gereja mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Anggotanya bertumbuh mulai dari 300 menjadi lebih dari seribu orang dalam waktu kurang daris setahun. Ini merupakan saat yang amat berbahaya bagi setiap gereja. Pendeta dan penatua tidak lagi dapat mengenali setiap anggotanya secara pribadi. Mereka tidak membangun cabang gereja baru untuk memenuhi kebutuhan ini. Sebaliknya, mereka memperbesar bangunan gereja, dan gereja itu terus bertumbuh dengan pesatnya. Setiap orang berpikir bahwa mereka sedang diberkati Allah secara berlimpah - dan memang benar. Namun, banyak diantara pada pendatang yang baru sesungguhnya adalah para pengikut Iblis yang berlagak sebagai orang-orang Kristen. Kurang dari 6 bulan setelah bergabung dengan gereja itu, Roy mulai melakukan aksinya dan mengatakan kepada gereja bahwa Allah telah menaruhkan beban yang amat berat dalam hatinya bagi Amerika. Dia mengatakan bahwa Allah menghendaki agar orang-orang dalam gereja itu mulai datang seminggu sekali pada siang hari untuk berdoa selama satu jam bagi negara itu. Dia bersedia untuk memimpin kelom pok itu. Setiap orang berpikir bahwa ini merupakan hal yang luar biasa, dan Roy pun makin terpandang saja di gereja. Dalam waktu dua bulan dia dipilih menjadi penatua, dan tidak lama kemudian dia terpilih menjadi anggota dewan pemimpin dalam gereja.
Kira-kira 4 bulan setelah pembentukan kelompok "Doa bagi Amerika", dia melancarkan dua serangan berikutnya. Dia bersama istrinya dan sekitar 20 anggota koor dengan nada memelas mengatakan kepada pemimpin koor bahwa mereka mesti berhenti mengikut berlatih koor karena kegiatan itu "terlalu banyak menyita waktu mereka bagi keluarga." Mereka menyatakan bahwa beban mereka terlalu berat jika harus menghadiri persekutuan doa setiap Rabu malam, kemudian langsung berlatih koor, setelah persekutuan doa. Tidak perlu dikatakan, tidak lama kemudian pimpinan koor itu mendatangi para penatua untuk membicarakan tentang latihan koor selama persekutuan doa, dan "Tentu saja mengadakan persekutuan doa mereka sendiri sebelum latihan." Para penatua itu setuju, dan 20 anggota bergabung lagi. Serangan pertama sukses. Karena anggota koor itu besar , maka sebagian besar anggota gereja lantas memilih mengikuti latihan koor, dan mereka tidak lagi mengikuti persekutuan doa yang amat berkuasa itu. Kebanyakan dari anggota gereja lainnya mulai berpikir apakah persekutuan doa itu penting sekali.
Kurang lebih sebulan setelah kemenangan dengan koor, Roy menyerang pada suatu pertemuan para penatua maupun dewan pimpinan. Roy mengatakan kepada mereka bahwa karena pertumbuhan anggota gereja yang amat pesat, maka tidak cukup lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengajar mereka satu per satu agar bertumbuh di dalam Tuhan, atau bagaimana cara menyampaikan Injil kepada orang lain. Dia mengatakan bahwa Sekolah Minggu sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. Dia juga menunjukkan kenyataan bahwa orang-orang tidak bisa mengenal satu sama lain secara pribadi seperti dulu lagi ketika gereja mereka masih kecil. Semua pendapatnya itu betul. NAMUN pemecahannya atas masalah itu adalah menghentikan persekutuan doa yang besar itu dan membaginya menjadi beberapa persekutuan yang lebih kecil yang disebut "kelompok pemuridan", dimana mereka bisa "diajar secara individu" bagaimana agar bisa "bertumbuh dan menginjili" serta dapat mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Pendeta, para penatua dan dewan pimpinan gereja menelan umpan yang dia tawarkan, dan tenggelam.
Persekutuan doa dibubarkan dan kelompok-kelompok pemuridan yang kecil dibentuk. Tentu saja, Roylah yang bertugas membentuk kelompok-kelompok ini. Orang-orang yang dia pilih untuk memimpin mereka kebanyakan adalah para pengikut Iblis. Doa dan kuasa dari gereja itu telah dihancurkan!
Rebecca dan aku menemui pendeta maupun beberapa penatua dengan air mata, mencoba untuk menunjukkan kepada mereka secara Alkitabiah bahwa persekutuan doa yang penuh kuasa merupakan tulang punggung gereja. Mereka tidak mau mendengarkan kami. Dari masing-masing mereka kami mendengar alasan yang sama, "Roy adalah orang pertama yang mengetahui pentingnya doa. Perhatikan bagaimana dia memulai kelompok Doa bagi Amerika."
#4)Gosip
Apabila dasar doa dalam gereja telah dihancurkan, maka para pengikut Iblis akan bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan. Salah satu hal yang paling mudah digunakan adalah gosip. Gosip adalah senjata utama Iblis. Amat sedikit orang yang cukup kuat untuk tidak meneruskan gosip yang telah mereka dengar. Para pengikut Iblis dengan mudah dapat menghancurkan kredibilitas pendeta atau orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam sebuah gereja dengan cara menimbulkan gosip.
Kami menghimbau seluruh penatua gereja supaya benar-benar waspada. Jangan sekali-kali pergi sendirian ke rumah salah seorang anggota gereja yang berlainan jenis kelaminnya untuk membantu atau membimbing mereka. Anda dapat dijebak dengan mudah sekali. Sungguhpun Anda tidak berbuat sesuatu yang kelihatannya salah, tapi siapakah yang dapat membuktikannya? Ada banyak karier seorang pendeta yang telah dihancurkan karena langkah seperti ini. I Tesalonika 5:22 mengatakan, "Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan." Setiap orang Kristen harus dengan hati-hati mentaati ayat firman Tuhan ini.
#5) Mengajar dan Mengubah doktrin
Pengikut Iblis amat ingin mendapatkan posisi untuk mengajar di gereja-gereja. Mereka dapat mengakibatkan kerusakan yang amat luar biasa dalam posisi-posisi seperti ini. Apakah Anda benar-benar tahu dimanakah para pengajar Sekolah Minggu Anda berdiri dengan Tuhan? Apakah Anda sungguh-sungguh tahu segala sesuatu yang mereka ajarkan kepada anak-anak Anda? Ataukah itu biar menjadi urusan orang lain saja? Aku dulu pernah mengajar Sekolah Minggu di sebuah gereja kharismatik di kotaku selama beberapa tahun, dan diberi kesempatan untuk memimpin serta mengajar koor pemuda, sedangkan pada saat yang bersamaan aku melayani Iblis. Kini hatiku hancur saat memikirkan tentang kehidupan banyak orang muda yang telah kuhancurkan dengan cara merekrut mereka menjadi pengikut Iblis melalui kelas-kelas yang kupimpin, dan tidak terbilang lainnya yang waktunya kubuang percuma dengan tidak mengajarkan kepada mereka tentang Injil Yesus Kristus yang benar.
Jangan tertipu. Sejumlah pendeta dari gereja-gereja yang besar dan kaya di negara kami adalah para pengikut Iblis. Pengaruh mereka sangat hebat, dan mereka dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan karena kebanyakan orang Kristen dimana-mana terlalu malas dalam mempelajari Alkitab secara pribadi untuk mengecek segala sesuatu yang mereka katakan!
Ada tiga hal dasar yang paling gencar diajarkan oleh para pengikut Iblis:
a) Doa. Mereka membuat doa menjadi prosedur yang demikian rumit. Mereka seringkali mengajarkan bahwa ada sejumlah langkah yang harus dilalui orang percaya agar mereka bisa yakin bahwa mereka benar-benar memiliki hubungan yang "benar" dengan Allah sebelum mereka dapat memiliki kuasa dalam doa, atau bahkan sebelum Allah dapat mendengar mereka. Mereka menggunakan dan memutarbalikkan banyak ayat Alkitab untuk menjadikan doktrin mereka yang begitu keliru supaya kelihatan benar. Tidak terhitung jumlah orang yang menjadi lemah sekali dalam doa karena doa dinyatakan sebagai beban yang begitu berat dan hal yang amat kompleks. Kami menganjurkan setiap orang untuk mempelajari Ibrani 4:14-16:
"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." Ibrani 4:14-16.
b) Salah satu doktrin Iblis yang paling menghancurkan pada masa kini adalah berita tentang sehat dan kaya. Salah satu cara terbaik untuk menghalangi orang agar tidak bersedia menderita apapun untuk menolong seorang saudara dan untuk melemahkan orang Kristen yang sungguh-sungguh dalam mengalami aniaya (ini benar-benar terjadi di negara kami setiap hari) adalah ajaran bahwa setiap orang Kristen harus sehat setiap waktu dan kaya. Seseorang yang tidak seperti itu berarti gagal di dalam sebagian hidupnya. Ayat-ayat yang menunjukkan tentang kesalahan doktrin itu terlalu banyak jumlahnya untuk didaftar. Salah satu ayat singkat yang meringkas itu semua menyatakan:
"Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya." II Timotius 3:12.
Coba perhatikan bahwa tidak ada batasan mengenai aniaya macam apakah yang akan diderita orang percaya - ini dapat berarti secara keuangan, fisik atau emosional.
c) Doktrin kasih - "Kita tidak dapat menghakimi setiap orang." Para pengikut Iblis melindungi diri mereka sendiri dengan doktrin ini, dan orang Kristen yang pasif tidak ingin menginjak kaki siapapun. Mereka hanya tidak ingin diganggu karena jika mereka melakukan hal itu, maka kehidupan mereka yang sudah terencana dengan baik, tenteram dan berkelimpahan tidak akan seperti itu lagi.
#6) Menghancurkan kesatuan keluarga
Iblis tahu bahwa jika dia berhasil menghancurkan kesatuan keluarga, maka dia dapat juga menghancurkan kesatuan dalam gereja, dan perlu aku tambahkan, menghancurkan negara juga. Pengikut Iblis di dalam gereja Kristen bekerja keras untuk memisahkan keluarga. Mereka mulai melaksanakan berbagai macam program bagi kaum remaja, anak-anak usia sekolah, dan anak-anak prasekolah. Mereka mengembangkan program-program yang terpisah bagi kaum wanita dan pria, sehingga mencoba memisahkan orang tua sesering mungkin.
Anak-anak perlu mendengarkan kotbah-kotbah dan mengikuti persekutuan-persekutuan doa sama banyaknya dengan orang tua mereka. Dengan jelas Alkitab menunjukkan prinsip belajar bersama dalam keluarga. Anak-anak belajar menghormati Allah maupun gereja dengan belajar duduk tenang di gereja dan mendengarkan pendetanya. Segera setelah berbagai program dibuat bagi kaum muda yang memisahkan mereka dari kebaktian utama, mereka kehilangan rasa hormat kepada pendeta dan gereja. MEREKA merasa tidak perlu duduk dan mendengarkan pendeta, dia sudah terlalu membosankan. Inilah sikap yang dengan cepat sekali mereka kembangkan.
#7) Menghentikan semua ajaran yang akurat tentang Iblis.
"Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya." II Korintus 2:11
"Umatku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka aku juga akan melupakan anak-anakmu." Hosea 4:6
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." I Petrus 5:8
"Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat." Yohanes 3:19.
Salah satu sasaran utama Iblis dan antek-anteknya adalah untuk mencegah setiap ajaran tentang dia atau aktivitasnya. Selama orang tetap bersikap acuh-tak acuh terhadap Iblis, dia tidak akan dihalangi dalam melakukan segala sesuatu yang dikehendakinya. Para pengikut Iblis selalu diperintahkan untuk mencegah setiap pengajaran tentang Iblis di dalam gereja yang mereka hadiri.
Alasannya banyak. Mereka mengatakan bahwa setiap pengajaran tentang Iblis memuliakan dia, membuat pikiran orang jauh dari Tuhan, menggoda orang untuk datang kepada Iblis dan dst. Firman Allah secara jelas banyak mengajar tentang Iblis, dan mengingatkan kita bahwa jika kita acuh tak acuh terhadap musuh kita itu, maka dia pasti akan mengambil keuntungan dari kita.
Sebuah pembacaan mantera yang sederhana oleh seorang pengikut Iblis berpangkat tinggi akan memerintahkan roh jahat untuk mengganggu setiap orang yang menghadiri gereja dimana dia juga hadir. Tujuan roh jahat ini adalah untuk berjaga-jaga dan begitu seseorang mengatakan sesuatu tentang Iblis, maka roh jahat itu memasukkan pikiran ke dalam benak orang itu sehingga dia tidak usah mendengarkan segala sesuatu yang disampaikan tentang Iblis.
Awas, ada anggota gereja yang mengeluh paling keras terhadap setiap ajaran tentang Iblis dan segala taktiknya, mungkin akan berubah menjadi pengikut Iblis pada akhirnya.
8) Serangan langsung oleh Tukang Sihir melawan para anggota gereja yang utama.
Inilah alasan lainnya mengapa doa begitu penting. Setiap pendeta dan para pemimpin gereja dan/atau anggota jemaat yang benar-benar berdiri di pihak Tuhan dan melawan Iblis akan mendapat serangan yang luar biasa dari para pengikut Iblis.
Mereka akan ditimpa oleh berbagai macam penyakit jasmani, kesukaran dalam berkonsentrasi, kebingungan, kelelahan, kesukaran dalam berdoa, dll. Para pemimpin gereja manapun harus terus-menerus didukung dalam doa oleh segenap anggota jemaat. Apabila dasar doa seperti ini telah hilang, maka pendeta dan pemimpin-pemimpin gereja akan menghadapi serangan-serangan itu sendirian. Seringkali mereka dikalahkan. Itulah sebabnya mengapa Paulus meminta agar saudara-saudara seimannya berdoa baginya pada bagian akhir sebagian besar surat yang ditulisnya.
Sejumlah besar gereja Kristen yang mati dan tidak berdaya di Amerika Serikat pada masa kini merupakan saksi bagi keberhasilan taktik Iblis yang direncanakan dengan cermat. Doa kami ialah agar setiap orang Kristen yang membaca buku ini akan menghadap Tuhan di dalam doa dan meminta petunjuk-Nya untuk mengetahui cara berperang menghadapi serangan semacam ini dalam gerejaNya.
Dikutip dari buku "Bebas dari cengkeraman setan" by. Rebecca Brown
Baca Selengkapnya...
Tampilkan postingan dengan label Karunia Roh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karunia Roh. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 September 2012
Selasa, 28 Agustus 2012
Wow, ada bahasa lidah palsu! Fakta mencengangkan yang banyak mengacaukan gereja-gereja
Ron (nama samaran) datang kepadaku (Rebecca-red) dengan keluhan utama bahwa dia tidak lagi dapat membaca Alkitabnya atau berdoa, kecuali dalam bahasa lidah. Dia mengalami sakit perut yang hampir terus menerus, sukar tidur dan mengalami depresi berat. Dia telah mencari pertolongan dari berbagai macam gereja selama satu tahun tapi tidak berhasil. Ibunya kebetulan membaca bukuku dan minta Ron untuk membacanya. Setelah membaca bukuku, dia menelponku dan minta untuk bertemu denganku. Aku setuju, dan mengkonseling Ron dengan seorang pendeta yang melayani bersamaku. Aku berharap untuk menekankan sekali lagi bahwa aku TIDAK PERNAH menkonseling laki-laki sendirian. Aku bekerja sama dengan saudara lain di dalam Kristus utuk memimpin acaranya.
Inilah kisah Ron saat kami mulai menanyainya tentang kehidupannya.
Ron dilahirkan dari orang tua Kristen. Mereka adalah misionaris di Meksiko. Dia tidak tahu adanya masalah keturunan karena kedua orang tuanya berasal dari garis keturunan keluarga Kristen yang panjang.
Semua berjalan dengan baik sampai Ron berusia enam belas tahun. Pada waktu itu familinya kembali ke Amerika Serikat selama satu tahun. Selama waktu itu, ibunya jatuh ke dalam dosa perzinahan dan ekibatnya pernikahan mereka pecah. Di dalam pergumulan emosional yang Ron alami akibat perceraian kedua orang tuanya, dia mencari Tuhan secara pribadi untuk pertama kalinya. Dia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Dia mengalami suatu pengalaman yang mendalam dengan Tuhan dan menjadi amat antusias untuk melayani Tuhan. Kesukaannya adalah membaca Alkitab dan berdoa.
Sekitar enam bulan setelah keselamatannya, Ron diminta untuk mengikuti suatu perkemahan Kristen untuk suatu kebaktian kebangunan rohani kaum muda. Dia mengikuti acara itu dan sangat menikmatinya. Kamp rohani itu cukup baik kecuali satu hal. Mereka mengajar hal yang salah tentang baptisan Roh Kudus. Pada akhir kebaktian terakhir pada kamp yang amat emosional itu, sebuah undangan diberikan bagi mereka yang ingin menerima baptisan Roh Kudus. Tentu saja Ron menginginkannya, jadi ia maju ke mimbar untuk didoakan.
Sayangnya orang-orang di mimbar diberitahu untuk menutup mata mereka dan mengankat lengan dan tangan mereka. Kemudian mereka diberitahu untuk menggoyangkan lengan dan tangan mereka, membuatnya santai, dan kemudian menghentikan kendali atas lengan dan tangan mereka, mengosongkan pikiran mereka dan menyerahkan kendali pikiran dan tubuh mereka kepada "Roh Kudus". Mereka diberitahu bahwa, saat mereka melakukan hal ini Roh Kudus akan bebas untuk memasuki mereka dan benar-benar mengambil alih mereka. Ron adalah orang Kristen yang terlalu muda untuk menyadari kesalahan ajaran ini, sehingga dia mencoba untuk mengikuti segala instruksi itu dengan lengkapnya.
Ron berkata bahwa. saat dia mulai membuat lengan dan tangannya santai dan mencoba untuk membersihkan pikirannya, dia tiba-tiba merasakan sesuatu memegang tangannya. Kemudian dia merasakan suatu sengatan energi memasuki lengannya ke dalam perutnya dengan kekuatan yang begitu rupa sehingga membuatnya rebah ke belakang. Dia merasa seakan-akan sebuah bola api berada di dalam perutnya yang mendesak ke atas dadanya dan dia mulai berbicara dalam bahasa lidah. Dia bersukacita dan pulang ke rumah sambil berpikir bahwa dia telah dibaptis oleh Roh Kudus. Sayangnya, Ron telah membuat kondisi untuk menerima roh-roh jahat dengan mengosongkan pikirannya dan menyerahkan kendali atas tubuhnya.
Segera setelah pulang dari camp, seseorang memberi Ron sebuah buku tentang bagaimana mendengar Tuhan berbicara dengan Anda. Buku ini mengajarkan bahwa seorang Kristen harus mengosongkan pikirannya atau menjernihkan benaknya dari semua pikiran dan menunggu Tuhan dengan tenang sehingga Roh Kudus dapat berbicara kepada mereka. Hal ini, tentu saja, suatu kesalahan mutlak, tetapi Ron menerimanya sebagai kebenaran karena dengan cara seperti itulah dia mulai berbicara dalam bahasa lidah di kamp dulu. Saat Ron mempraktikkan cara itu, dia belajar untuk mengosongkan pikirannya dengan cepat dan mengalami ekstasi emosional berulang kali yang dia tafsirkan sebagai pengalaman hadirat Tuhan. Melalui saat-saat meditasi ini, Ron memperolah tiga roh pembimbing. Menurut Anda, bagaimana mereka menyebut diri mereka sendiri? "Bapa, Putra dan Roh Kudus" tentu saja. Nama apa lagi yang akan dipakai roh-roh jahat itu untuk menyebut diri mereka sendiri kepada orang Kristen kecuali ketiga nama itu? Tentu saja Ron tidak menyadari bahwa ketiga roh itu adalah roh-roh jahat yang membimbingnya. Dia mengira dia sedang mendengar suara Tuhan. Dia telah lama bercakap-cakap dengan "tuhan" dan menerima banyak petunjuk dari roh-roh itu. Meskipun begitu, Ron seharusnya menyadari bahwa dia tidak mendengar dari Tuhan yang benar ketika roh-roh itu mulai membimbingnya ke arah dosa. Mereka memberitahu Ron bahwa dia "khusus" dan memutar-balikkan dan membelokkan Kitab Suci untuk melakukan semua macam dosa yang secara langsung bertentangan dengan perintah Allah.
Ron masuk ke universitas Kristen dan kemudian mengikuti Sekolah Alkitab. Ketika dia kuliah, ketiga roh pembimbing tersebut dengan segera menuntunnya ke arah pornografi, hubungan seksual berganti-ganti pasangan, dan akhirnya homoseksual.
Ron menyelesaikan kuliahnya danmenjadi seorang pembantu pendeta di sebuah gereja karismatik besar di Texas. Dia adalah pendeta kaum muda. Ketika berada di gereja ini, dia terlibat dalam inner healing dengan memakai visualisasi dan gambar tuntunan. Karena kemampuannya untuk mengosongkan pikirannya dan berhubungan dengan dunia roh, dia menjadi pakar di dalam teknik-teknik ini dan sangat sibuk diminta untuk menjadi staff konselor di gereja. Dia secara mantap mulai menarik makin banyak saja laki-laki muda ke dalam pengalaman homoseksual. Kelakuannya ini secara terus-menerus dibenarkan oleh ketiga roh pembimbingnya.
Setelah sekitar tiga tahun melayani sebagai pendeta kaum muda. Allah, di dalam anugerah-Nya mulai bekerja di dalam kehidupan Ron. Seorang saudara Kristen datang ke gereja Ron dan menantangnya, memberitahunya bahwa pengalamannya di dunia roh bukan berasal dari Allah. Ron terkejut dan tidak dapat menerima kemungkinan bahwa dia telah ditipu selama ini. Kemudian, sebagai akibat tantangan saudara ini, Ron mulai yakin bahwa perilaku homoseksualnya adalah dosa. Dia memutuskan untuk berjalan lurus dan menikah. Ron mulai berpacaran dengan seorang perempuan yang juga merupakan seorang staff konselor di gereja. Meskipun demikian, gadis ini adalah seorang tukang sihir. Dia ingin menikahi Ron dan mulai membawa Ron ke dalam kendalinya. Ron ketakutan ketika dia menyadari bahwa gadis ini mengendalikan seluruh hidupnya. Dia mencoba untuk memutuskan hubungan mereka dan ketika itulah masalah timbul. Setiap kali Rob secara fisik tidak berdekatan dengan gadis itu, dia mengalami sakit perut yang luar biasa. Dia dengan cepat sampai pada suatu titik, tempat dia tidak lagi dapat membaca Alkitab sama sekali. Dia tidak juga dapat berdoa, kecuali di dalam bahasa lidah. Karena merasa ketakutan dan tertekan, Ron lari. Dia menghentikan pekerjaannya sebagai pembantu pendeta di gereja itu dan pergi ke arah utara ke negara bagian lain untuk mencari pertolongan agar terbebas dari mantera yang ditempatkan tukang sihir itu kepadanya. Dia pergi dari satu gereja ke gereja lain selama satu tahun tanpa pertolongan. Pada saat itulah dia datang kepada kami.
Kami berbicara kepada Ron dengan ekstensif untuk membuat daftar pintu-pintu masuk yang telah dia buat. Ron mengalami kesukaran besar dalam menerima fakta bahwa ketiga roh yang dia dengar secara teratur itu sesungguhnya roh-roh jahat pembimbing. Kami menunjukkan kepadanya dari Kitab Suci bahwa roh-roh ini menunjukkan sifat mereka dengan fakta bahwa mereka telah membimbing Ron ke dalam bermacam dosa seksual. Untuk pertama kalinya, Ron harus berhadapan langsung dengan fakta bahwa Allah tidak membuat perkecualian atas perintah-perintahNya seperti yang roh-roh pembimbing itu katakan kepada Ron.
Ron secara khusus ragu-ragu untuk menyerahkan bahasa lidah yang telah dia kuasai. Dia berargumentasi bahwa satu-satunya cara dia dapat berdoa adalah dengan bahasa lidah. Hal itu saja membuktikan bahwa bahasa lidahnya bukan berasal dari Roh Kudus. Roh-roh jahat telah begitu mengikat Ron sehingga dia secara harfiah tidak dapat berdoa dalam bahasa Inggris. Dia hanya dapat melakukannya di bawah kendali roh jahat di dalam bahasa lidah yang berasal dari roh jahat juga.
Kami menghabiskan waktu beberapa jam bersama Ron untuk menolongnya berdoa melalui semua pintu masuk untuk bertobat dan menutup pintu-pintu masuk itu serta memerintahkan roh-roh jahat itu untuk keluar. Saat Ron berdoa, Tuhan melakukan suatu karya yang menakjubkan dan dengan mantap menunjukkan kepadanya lebih banyak dosa yang telah dia lupakan dan tidak dia ceritakan kepada kami. Setelah Ron menutup setiap pintu masuk secara individu, dia juga membersihkan roh-roh jahat dan memisahkan antara jiwa dan roh, jiwa dan tubuh seperti yang aku gambarkan di dalam kasus #1. Setelah semuanya selesai, kami semua kelelahan.
Kami menghembuskan napas lega dan duduk di lantai dengan bersandar pada kursi tempat kami berlutut. "Wow, Ron," ujarku, "Roh Kudus sungguh-sungguh berkarya dengan indah di dalammu. Tidakkah menakjubkan bagaimana Dia menunjukkan kepadamu bidang-bidang yang engkau lupa ceritakan kepada kami?"
Ron menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Ya, aku kira begitu, aku kira tidak ada yang terjadi."
"Apa maksudmu?" tanyaku.
"Yang aku maksudkan, aku tidak mengira roh-roh jahat itu pergi karena aku tidak merasakan apa-apa."
Hanya karena anugerah Tuhan belaka yang membuatku tidak memuntir leher Ron di tempat itu juga. Hari sudah larut malam dan kami semua sudah menghabiskan waktu lima jam yang melelahkan bersamanya, dan dia tidak mengira sesuatu terjadi karena dia tidak MERASAKAN apa-apa! Inilah contoh yang amat bagus tentang perangkap yang membuat ribuan orang Kristen terjerumus ke dalamnya. Jika mereka tidak merasakan sesuatu, mereka mengira tidak ada apa-apa yang terjadi!
TIDAK ADA PERASAAN DI DALAM IMAN!
TINDAK LANJUT:
Ron mengalami tahun yang amat sulit setelah dilayani pelepasan. Dia terus-menerus menuntut pahala emosional, dan merasa bahwa Tuhan tidak tertarik berhubungan dengannya karena Dia tidak memberi Ron perasaan yang dia inginkan. Ron juga terus-menerus mengalami sakit perut meskipun tidak parah. Aku memberitahunya bahwa- roh-roh jahat dapat dan akan menciptakan gejala-gejala yang sama dari luar maupun dari dalam. Aku mendorongnya untuk memeriksakan tubuhnya secara medis. Dia melakukannyas. Dokter itu tidak mampu menemukan adanya sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Pendeta yang menolongku bersama Ron terus membimbingnya dan akhirnya Ron menjadi anggota sebuah gereja Kristen yang baik. Aku mendorong Ron untuk menghabiskan banyak waktu untuk belajar Alkitab dan menghafalkannya. Aku juga mengkonselingnya untuk minta Tuhan berbicara kepadanya HANYA melalui Kitab Suci selama periode waktu tertentu karena Ron dulu biasa berkomunikasi dengan roh-roh jahat.
Tahun itu merupakan tahun yang berat bagi Ron, tetapi Ron mulai bertumbuh secara rohani dan berjalan dengan iman. Dia mengalami kebebasan untuk berdoa setelah dilayani pelepasan dan dapat membaca Alkitabnya tanpa kesukaran. Dia memperoleh sebuah pekerjaan sekular dan mendisiplin hidupnya. Aku kehilangan kontak dengannya selama satu tahun, tetapi pada saat itu sakit perutnya hilang dan dia terus bertumbuh di dalam Tuhan.
Hatiku sedih saat aku melihat begitu besar kerusakan yang telah dilakukan melalui ajaran yang salah kepada orang-orang muda yang dibakar semangatnya untuk melayani Tuhan. Ada berapa banyak Ron di gereja-gereja kita saat ini? Aku kira kita akan terkejut jika kita mengetahui jumlahnya. Betapa hal ini mendukakan hati Tuhan kita. Aku tidak dapat cukup memuji Tuhan atas kesabaran dan karunia-Nya yang luar biasa di dalam hidup kita dan hidup orang-orang seperti Ron. Sunggguh, Yesus datang untuk membebaskan orang-orang yang terbelenggu!
Dikutip dari buku "Menjadi bejana kemuliaan Allah" oleh Rebecca Brown M.D
Untuk mendapatkan Ebooknya gratis, klik link ini: lalu klik download di sisi kiri atas. Kemudian Anda akan diminta mengupload dokumen apapun untuk dapat mengunduhnya. Upload-lah dokumen yang kecil saja, kemudian link unduh akan segera muncul. Baca Selengkapnya...
Inilah kisah Ron saat kami mulai menanyainya tentang kehidupannya.
Ron dilahirkan dari orang tua Kristen. Mereka adalah misionaris di Meksiko. Dia tidak tahu adanya masalah keturunan karena kedua orang tuanya berasal dari garis keturunan keluarga Kristen yang panjang.
Semua berjalan dengan baik sampai Ron berusia enam belas tahun. Pada waktu itu familinya kembali ke Amerika Serikat selama satu tahun. Selama waktu itu, ibunya jatuh ke dalam dosa perzinahan dan ekibatnya pernikahan mereka pecah. Di dalam pergumulan emosional yang Ron alami akibat perceraian kedua orang tuanya, dia mencari Tuhan secara pribadi untuk pertama kalinya. Dia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Dia mengalami suatu pengalaman yang mendalam dengan Tuhan dan menjadi amat antusias untuk melayani Tuhan. Kesukaannya adalah membaca Alkitab dan berdoa.
Sekitar enam bulan setelah keselamatannya, Ron diminta untuk mengikuti suatu perkemahan Kristen untuk suatu kebaktian kebangunan rohani kaum muda. Dia mengikuti acara itu dan sangat menikmatinya. Kamp rohani itu cukup baik kecuali satu hal. Mereka mengajar hal yang salah tentang baptisan Roh Kudus. Pada akhir kebaktian terakhir pada kamp yang amat emosional itu, sebuah undangan diberikan bagi mereka yang ingin menerima baptisan Roh Kudus. Tentu saja Ron menginginkannya, jadi ia maju ke mimbar untuk didoakan.
Sayangnya orang-orang di mimbar diberitahu untuk menutup mata mereka dan mengankat lengan dan tangan mereka. Kemudian mereka diberitahu untuk menggoyangkan lengan dan tangan mereka, membuatnya santai, dan kemudian menghentikan kendali atas lengan dan tangan mereka, mengosongkan pikiran mereka dan menyerahkan kendali pikiran dan tubuh mereka kepada "Roh Kudus". Mereka diberitahu bahwa, saat mereka melakukan hal ini Roh Kudus akan bebas untuk memasuki mereka dan benar-benar mengambil alih mereka. Ron adalah orang Kristen yang terlalu muda untuk menyadari kesalahan ajaran ini, sehingga dia mencoba untuk mengikuti segala instruksi itu dengan lengkapnya.
Ron berkata bahwa. saat dia mulai membuat lengan dan tangannya santai dan mencoba untuk membersihkan pikirannya, dia tiba-tiba merasakan sesuatu memegang tangannya. Kemudian dia merasakan suatu sengatan energi memasuki lengannya ke dalam perutnya dengan kekuatan yang begitu rupa sehingga membuatnya rebah ke belakang. Dia merasa seakan-akan sebuah bola api berada di dalam perutnya yang mendesak ke atas dadanya dan dia mulai berbicara dalam bahasa lidah. Dia bersukacita dan pulang ke rumah sambil berpikir bahwa dia telah dibaptis oleh Roh Kudus. Sayangnya, Ron telah membuat kondisi untuk menerima roh-roh jahat dengan mengosongkan pikirannya dan menyerahkan kendali atas tubuhnya.
Segera setelah pulang dari camp, seseorang memberi Ron sebuah buku tentang bagaimana mendengar Tuhan berbicara dengan Anda. Buku ini mengajarkan bahwa seorang Kristen harus mengosongkan pikirannya atau menjernihkan benaknya dari semua pikiran dan menunggu Tuhan dengan tenang sehingga Roh Kudus dapat berbicara kepada mereka. Hal ini, tentu saja, suatu kesalahan mutlak, tetapi Ron menerimanya sebagai kebenaran karena dengan cara seperti itulah dia mulai berbicara dalam bahasa lidah di kamp dulu. Saat Ron mempraktikkan cara itu, dia belajar untuk mengosongkan pikirannya dengan cepat dan mengalami ekstasi emosional berulang kali yang dia tafsirkan sebagai pengalaman hadirat Tuhan. Melalui saat-saat meditasi ini, Ron memperolah tiga roh pembimbing. Menurut Anda, bagaimana mereka menyebut diri mereka sendiri? "Bapa, Putra dan Roh Kudus" tentu saja. Nama apa lagi yang akan dipakai roh-roh jahat itu untuk menyebut diri mereka sendiri kepada orang Kristen kecuali ketiga nama itu? Tentu saja Ron tidak menyadari bahwa ketiga roh itu adalah roh-roh jahat yang membimbingnya. Dia mengira dia sedang mendengar suara Tuhan. Dia telah lama bercakap-cakap dengan "tuhan" dan menerima banyak petunjuk dari roh-roh itu. Meskipun begitu, Ron seharusnya menyadari bahwa dia tidak mendengar dari Tuhan yang benar ketika roh-roh itu mulai membimbingnya ke arah dosa. Mereka memberitahu Ron bahwa dia "khusus" dan memutar-balikkan dan membelokkan Kitab Suci untuk melakukan semua macam dosa yang secara langsung bertentangan dengan perintah Allah.
Ron masuk ke universitas Kristen dan kemudian mengikuti Sekolah Alkitab. Ketika dia kuliah, ketiga roh pembimbing tersebut dengan segera menuntunnya ke arah pornografi, hubungan seksual berganti-ganti pasangan, dan akhirnya homoseksual.
Ron menyelesaikan kuliahnya danmenjadi seorang pembantu pendeta di sebuah gereja karismatik besar di Texas. Dia adalah pendeta kaum muda. Ketika berada di gereja ini, dia terlibat dalam inner healing dengan memakai visualisasi dan gambar tuntunan. Karena kemampuannya untuk mengosongkan pikirannya dan berhubungan dengan dunia roh, dia menjadi pakar di dalam teknik-teknik ini dan sangat sibuk diminta untuk menjadi staff konselor di gereja. Dia secara mantap mulai menarik makin banyak saja laki-laki muda ke dalam pengalaman homoseksual. Kelakuannya ini secara terus-menerus dibenarkan oleh ketiga roh pembimbingnya.
Setelah sekitar tiga tahun melayani sebagai pendeta kaum muda. Allah, di dalam anugerah-Nya mulai bekerja di dalam kehidupan Ron. Seorang saudara Kristen datang ke gereja Ron dan menantangnya, memberitahunya bahwa pengalamannya di dunia roh bukan berasal dari Allah. Ron terkejut dan tidak dapat menerima kemungkinan bahwa dia telah ditipu selama ini. Kemudian, sebagai akibat tantangan saudara ini, Ron mulai yakin bahwa perilaku homoseksualnya adalah dosa. Dia memutuskan untuk berjalan lurus dan menikah. Ron mulai berpacaran dengan seorang perempuan yang juga merupakan seorang staff konselor di gereja. Meskipun demikian, gadis ini adalah seorang tukang sihir. Dia ingin menikahi Ron dan mulai membawa Ron ke dalam kendalinya. Ron ketakutan ketika dia menyadari bahwa gadis ini mengendalikan seluruh hidupnya. Dia mencoba untuk memutuskan hubungan mereka dan ketika itulah masalah timbul. Setiap kali Rob secara fisik tidak berdekatan dengan gadis itu, dia mengalami sakit perut yang luar biasa. Dia dengan cepat sampai pada suatu titik, tempat dia tidak lagi dapat membaca Alkitab sama sekali. Dia tidak juga dapat berdoa, kecuali di dalam bahasa lidah. Karena merasa ketakutan dan tertekan, Ron lari. Dia menghentikan pekerjaannya sebagai pembantu pendeta di gereja itu dan pergi ke arah utara ke negara bagian lain untuk mencari pertolongan agar terbebas dari mantera yang ditempatkan tukang sihir itu kepadanya. Dia pergi dari satu gereja ke gereja lain selama satu tahun tanpa pertolongan. Pada saat itulah dia datang kepada kami.
Kami berbicara kepada Ron dengan ekstensif untuk membuat daftar pintu-pintu masuk yang telah dia buat. Ron mengalami kesukaran besar dalam menerima fakta bahwa ketiga roh yang dia dengar secara teratur itu sesungguhnya roh-roh jahat pembimbing. Kami menunjukkan kepadanya dari Kitab Suci bahwa roh-roh ini menunjukkan sifat mereka dengan fakta bahwa mereka telah membimbing Ron ke dalam bermacam dosa seksual. Untuk pertama kalinya, Ron harus berhadapan langsung dengan fakta bahwa Allah tidak membuat perkecualian atas perintah-perintahNya seperti yang roh-roh pembimbing itu katakan kepada Ron.
Ron secara khusus ragu-ragu untuk menyerahkan bahasa lidah yang telah dia kuasai. Dia berargumentasi bahwa satu-satunya cara dia dapat berdoa adalah dengan bahasa lidah. Hal itu saja membuktikan bahwa bahasa lidahnya bukan berasal dari Roh Kudus. Roh-roh jahat telah begitu mengikat Ron sehingga dia secara harfiah tidak dapat berdoa dalam bahasa Inggris. Dia hanya dapat melakukannya di bawah kendali roh jahat di dalam bahasa lidah yang berasal dari roh jahat juga.
Kami menghabiskan waktu beberapa jam bersama Ron untuk menolongnya berdoa melalui semua pintu masuk untuk bertobat dan menutup pintu-pintu masuk itu serta memerintahkan roh-roh jahat itu untuk keluar. Saat Ron berdoa, Tuhan melakukan suatu karya yang menakjubkan dan dengan mantap menunjukkan kepadanya lebih banyak dosa yang telah dia lupakan dan tidak dia ceritakan kepada kami. Setelah Ron menutup setiap pintu masuk secara individu, dia juga membersihkan roh-roh jahat dan memisahkan antara jiwa dan roh, jiwa dan tubuh seperti yang aku gambarkan di dalam kasus #1. Setelah semuanya selesai, kami semua kelelahan.
Kami menghembuskan napas lega dan duduk di lantai dengan bersandar pada kursi tempat kami berlutut. "Wow, Ron," ujarku, "Roh Kudus sungguh-sungguh berkarya dengan indah di dalammu. Tidakkah menakjubkan bagaimana Dia menunjukkan kepadamu bidang-bidang yang engkau lupa ceritakan kepada kami?"
Ron menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Ya, aku kira begitu, aku kira tidak ada yang terjadi."
"Apa maksudmu?" tanyaku.
"Yang aku maksudkan, aku tidak mengira roh-roh jahat itu pergi karena aku tidak merasakan apa-apa."
Hanya karena anugerah Tuhan belaka yang membuatku tidak memuntir leher Ron di tempat itu juga. Hari sudah larut malam dan kami semua sudah menghabiskan waktu lima jam yang melelahkan bersamanya, dan dia tidak mengira sesuatu terjadi karena dia tidak MERASAKAN apa-apa! Inilah contoh yang amat bagus tentang perangkap yang membuat ribuan orang Kristen terjerumus ke dalamnya. Jika mereka tidak merasakan sesuatu, mereka mengira tidak ada apa-apa yang terjadi!
TIDAK ADA PERASAAN DI DALAM IMAN!
TINDAK LANJUT:
Ron mengalami tahun yang amat sulit setelah dilayani pelepasan. Dia terus-menerus menuntut pahala emosional, dan merasa bahwa Tuhan tidak tertarik berhubungan dengannya karena Dia tidak memberi Ron perasaan yang dia inginkan. Ron juga terus-menerus mengalami sakit perut meskipun tidak parah. Aku memberitahunya bahwa- roh-roh jahat dapat dan akan menciptakan gejala-gejala yang sama dari luar maupun dari dalam. Aku mendorongnya untuk memeriksakan tubuhnya secara medis. Dia melakukannyas. Dokter itu tidak mampu menemukan adanya sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Pendeta yang menolongku bersama Ron terus membimbingnya dan akhirnya Ron menjadi anggota sebuah gereja Kristen yang baik. Aku mendorong Ron untuk menghabiskan banyak waktu untuk belajar Alkitab dan menghafalkannya. Aku juga mengkonselingnya untuk minta Tuhan berbicara kepadanya HANYA melalui Kitab Suci selama periode waktu tertentu karena Ron dulu biasa berkomunikasi dengan roh-roh jahat.
Tahun itu merupakan tahun yang berat bagi Ron, tetapi Ron mulai bertumbuh secara rohani dan berjalan dengan iman. Dia mengalami kebebasan untuk berdoa setelah dilayani pelepasan dan dapat membaca Alkitabnya tanpa kesukaran. Dia memperoleh sebuah pekerjaan sekular dan mendisiplin hidupnya. Aku kehilangan kontak dengannya selama satu tahun, tetapi pada saat itu sakit perutnya hilang dan dia terus bertumbuh di dalam Tuhan.
Hatiku sedih saat aku melihat begitu besar kerusakan yang telah dilakukan melalui ajaran yang salah kepada orang-orang muda yang dibakar semangatnya untuk melayani Tuhan. Ada berapa banyak Ron di gereja-gereja kita saat ini? Aku kira kita akan terkejut jika kita mengetahui jumlahnya. Betapa hal ini mendukakan hati Tuhan kita. Aku tidak dapat cukup memuji Tuhan atas kesabaran dan karunia-Nya yang luar biasa di dalam hidup kita dan hidup orang-orang seperti Ron. Sunggguh, Yesus datang untuk membebaskan orang-orang yang terbelenggu!
Dikutip dari buku "Menjadi bejana kemuliaan Allah" oleh Rebecca Brown M.D
Untuk mendapatkan Ebooknya gratis, klik link ini: lalu klik download di sisi kiri atas. Kemudian Anda akan diminta mengupload dokumen apapun untuk dapat mengunduhnya. Upload-lah dokumen yang kecil saja, kemudian link unduh akan segera muncul. Baca Selengkapnya...
Senin, 28 Mei 2012
Jatuh di Gereja, Jemaat Tuntut Gereja
Cheryl Jones, seorang jemaat simpatisan menuntut gereja kerena terluka ketika terjatuh dan tidak sadarkan diri saat pencurahan Roh Kudus. Jones menyayangkan sebuah gereja di East St Louis, Illinois, Amerika Serikat, tidak menyediakan pelayan yang bertugas untuk menangkap jemaat yang jatuh ketika kepenuhan Roh.
"Mereka seharusnya memperingatkan Cheryl dan orang-orang sepertinya tentang bahaya, terutama apa yang mungkin terjadi, jika mereka tidak akan memiliki diaken atau umat paroki untuk membantu orang-orang ketika mereka jatuh," ungkap pengacara Cheryl Jones, Brian Millikan seperti dilansir dari ABCNews..
Jones menuntut gereja untuk membayar biaya medis yang harus ditanggungnya akibat kejadian itu. Menurut Jones, biasaya ada dua orang pelayan yang akan berdiri di setiap sisi jemaat untuk mencegah jemaat jatuh dan terluka, namun sayangnya ketika dia terjatuh tidak ada yang menjaganya.
Menurut Jonathan Turley, professor fakultas hukum George Washington University, hal ini membuktikan gereja tidak kebal dari hukum. Gereja tetap harus mengambil tindakan pencegahan yang wajar. Namun pihak gereja sendiri tidak memberikan komentar mengenai pengaduan ini.
Tidak ada penjelasan yang logis ketika seseorang mengaku kepenuhan Roh hingga akhirnya terjatuh. Namun, jika seseorang benar-benar merasakan hal supranatural itu, seharusnya mereka tidak memikirkan lagi tentang keadaan mereka dan hanya fokus pada hadirat Allah.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
"Mereka seharusnya memperingatkan Cheryl dan orang-orang sepertinya tentang bahaya, terutama apa yang mungkin terjadi, jika mereka tidak akan memiliki diaken atau umat paroki untuk membantu orang-orang ketika mereka jatuh," ungkap pengacara Cheryl Jones, Brian Millikan seperti dilansir dari ABCNews..
Jones menuntut gereja untuk membayar biaya medis yang harus ditanggungnya akibat kejadian itu. Menurut Jones, biasaya ada dua orang pelayan yang akan berdiri di setiap sisi jemaat untuk mencegah jemaat jatuh dan terluka, namun sayangnya ketika dia terjatuh tidak ada yang menjaganya.
Menurut Jonathan Turley, professor fakultas hukum George Washington University, hal ini membuktikan gereja tidak kebal dari hukum. Gereja tetap harus mengambil tindakan pencegahan yang wajar. Namun pihak gereja sendiri tidak memberikan komentar mengenai pengaduan ini.
Tidak ada penjelasan yang logis ketika seseorang mengaku kepenuhan Roh hingga akhirnya terjatuh. Namun, jika seseorang benar-benar merasakan hal supranatural itu, seharusnya mereka tidak memikirkan lagi tentang keadaan mereka dan hanya fokus pada hadirat Allah.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Kamis, 24 Mei 2012
Memaknai Pentakosta
Warta Jemaat Minggu 27 Mei 2012
Pencurahan Roh Kudus memberi makna baru di dalam kehidupan para murid Yesus (KPR 2:1-13). Perubahan radikal terjadi di dalam seluruh aspek hidup mereka. Petrus yang menyangkal Yesus diubah menjadi Petrus yang pemberani. Bukan pemberani dalam hal negatif namun dalam hal menyaksikan Injil Kristus. Kata “saksi” adalah martoos yang diterjemahkan martyr, yaitu menjadi saksi atas sebuah peristiwa dan bila perlu membayarnya dengan nyawa untuk mempertahankan kesaksiannya.
Petrus telah menyangkal Yesus tiga kali (Matius 26:69-75). Ia takut mengakui imannya kepada hamba perempuan Imam besar, sehingga ia menyakiti hati Tuhan. Mungkin ini terdengar wajar bila mengingat tekanan dan intimidasi yang terjadi terhadap para pengikut Yesus. Namun bila kita mengerti bahwa Petrus telah mengalami mujizat-mujizat spektakuler bersama Yesus, maka pengkhianatannya menjadi tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan. Dosa penyangkalan Petrus tidak lebih baik dibandingkan dosa pengkhianatan Yudas dengan menjual Yesus. Perbedaannya: Petrus meresponi perkataan Yesus dan bertobat, sedangkan Yudas mengeraskan hati dan bunuh diri.
Kurang dari dua bulan setelah kegagalan Petrus, Roh Kudus dicurahkan. Petrus, yang penuh Roh Kudus, mengalami perubahan radikal dalam hidupnya, bahkan ia berani mengecam dan menasehati 3000 orang supaya diselamatkan dari angkatan yang jahat ini (KPR 2:40). Ia juga berani menentang para pemimpin Yahudi saat dilarang memberitakan Injil dengan berkata, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." Setelah itu kita tahu, penjara menantikannya.
Roh Kudus dicurahkan bukan hanya untuk menolong kita berdoa dan menyembah Allah atau memiliki hidup yang penuh kemenangan saja. Namun lebih daripada itu, supaya kita memiliki kuasa dan keberanian untuk memberitakan Injil dimanapun kita berada. "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (KPR 1:8). Baca Selengkapnya...
Pencurahan Roh Kudus memberi makna baru di dalam kehidupan para murid Yesus (KPR 2:1-13). Perubahan radikal terjadi di dalam seluruh aspek hidup mereka. Petrus yang menyangkal Yesus diubah menjadi Petrus yang pemberani. Bukan pemberani dalam hal negatif namun dalam hal menyaksikan Injil Kristus. Kata “saksi” adalah martoos yang diterjemahkan martyr, yaitu menjadi saksi atas sebuah peristiwa dan bila perlu membayarnya dengan nyawa untuk mempertahankan kesaksiannya.
Petrus telah menyangkal Yesus tiga kali (Matius 26:69-75). Ia takut mengakui imannya kepada hamba perempuan Imam besar, sehingga ia menyakiti hati Tuhan. Mungkin ini terdengar wajar bila mengingat tekanan dan intimidasi yang terjadi terhadap para pengikut Yesus. Namun bila kita mengerti bahwa Petrus telah mengalami mujizat-mujizat spektakuler bersama Yesus, maka pengkhianatannya menjadi tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan. Dosa penyangkalan Petrus tidak lebih baik dibandingkan dosa pengkhianatan Yudas dengan menjual Yesus. Perbedaannya: Petrus meresponi perkataan Yesus dan bertobat, sedangkan Yudas mengeraskan hati dan bunuh diri.
Kurang dari dua bulan setelah kegagalan Petrus, Roh Kudus dicurahkan. Petrus, yang penuh Roh Kudus, mengalami perubahan radikal dalam hidupnya, bahkan ia berani mengecam dan menasehati 3000 orang supaya diselamatkan dari angkatan yang jahat ini (KPR 2:40). Ia juga berani menentang para pemimpin Yahudi saat dilarang memberitakan Injil dengan berkata, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." Setelah itu kita tahu, penjara menantikannya.
Roh Kudus dicurahkan bukan hanya untuk menolong kita berdoa dan menyembah Allah atau memiliki hidup yang penuh kemenangan saja. Namun lebih daripada itu, supaya kita memiliki kuasa dan keberanian untuk memberitakan Injil dimanapun kita berada. "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (KPR 1:8). Baca Selengkapnya...
Minggu, 13 Mei 2012
Video Nubuatan TB Joshua di YouTube tentang Sukhoi Super Jet 100 Ternyata Saduran 2011
JAKARTA - Jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 pada Rabu (09/05/2012) meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan juga masyarakat Indonesia.
Banyak berita bermunculan berkaitan dengan peristiwa ini. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah adanya seorang pendeta yang dikenal dengan karunia kenabian dan kesembuhan, Temitope Balogun Joshua atau yang dikenal TB Joshua dari Nigeria telah menubuatkan jatuhnya pesawat SSJ 100 dengan tepat, bahkan menyebut hari Rabu dan pesawat berwarna biru.
Dalam video terbaru yang dirilis oleh seseorang dengan ID YouTube ScoanTV pada 10 Mei 2012 memang akan terlihat demikian.
Pada scoanTV Channel YouTube dinyatakan bahwa SCOAN TV adalah official YouTube Channel dari The Synagogue, Church Of All Nations (The SCOAN), Emmanuel TV and T.B. Joshua.
"Ada sebuah pesawat datang ke Indonesia, pesawat yang besar dan mengangkut sejumlah penumpang. Saya melihat kecelakaan. Kapal itu berwarna biru... Saya melihat Rabu. Apa yang akan terjadi pada Rabu?" demikian ungkap TB Joshua dalam video tersebut
Namun apakah hal ini benar?
Setelah Jawaban.com memastikan dengan memeriksa video-video nubuatan TB Joshua yang dirilis di situs YouTube, ternyata cuplikan video yang sama tersebut tertanggal 13 Maret 2011 juga pernah digunakan sebagai pembenaran nubuatan untuk jatuhnya pesawat Merpati MA 60 di laut Papua pada 7 Mei 2011.
Terlihat bahwa ScoanTV telah membuat cuplikan-cuplikan kotbah TB Joshua yang menyatakan akan jatuhnya pesawat di Indonesia dan menyesuaikannya dengan apa yang sedang terjadi, lalu menjadikan hal itu sebagai pembuktian nubuatan.
Tuhan masih berbicara hingga hari ini melalui umat-Nya yang bersedia dan membuka hati untuk-Nya, hal ini memang benar. Namun setiap nubuatan harus diuji, seperti yang dinasihatkan Rasul Paulus (1 Tesalonika 5:20-21), dan dinyatakan dalam 1 Yohanes 4:1 mengingatkan agar “jangan percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Apakah Anda percaya dengan berita tentang nubuatan berkaitan dengan Sukhoi 100 ini? Ujilah dan keputusan selanjutnya ada di tangan Anda. (Jawaban)
Sumber:
kabargereja.tk
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Banyak berita bermunculan berkaitan dengan peristiwa ini. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah adanya seorang pendeta yang dikenal dengan karunia kenabian dan kesembuhan, Temitope Balogun Joshua atau yang dikenal TB Joshua dari Nigeria telah menubuatkan jatuhnya pesawat SSJ 100 dengan tepat, bahkan menyebut hari Rabu dan pesawat berwarna biru.
Dalam video terbaru yang dirilis oleh seseorang dengan ID YouTube ScoanTV pada 10 Mei 2012 memang akan terlihat demikian.
Pada scoanTV Channel YouTube dinyatakan bahwa SCOAN TV adalah official YouTube Channel dari The Synagogue, Church Of All Nations (The SCOAN), Emmanuel TV and T.B. Joshua.
"Ada sebuah pesawat datang ke Indonesia, pesawat yang besar dan mengangkut sejumlah penumpang. Saya melihat kecelakaan. Kapal itu berwarna biru... Saya melihat Rabu. Apa yang akan terjadi pada Rabu?" demikian ungkap TB Joshua dalam video tersebut
Namun apakah hal ini benar?
Setelah Jawaban.com memastikan dengan memeriksa video-video nubuatan TB Joshua yang dirilis di situs YouTube, ternyata cuplikan video yang sama tersebut tertanggal 13 Maret 2011 juga pernah digunakan sebagai pembenaran nubuatan untuk jatuhnya pesawat Merpati MA 60 di laut Papua pada 7 Mei 2011.
Terlihat bahwa ScoanTV telah membuat cuplikan-cuplikan kotbah TB Joshua yang menyatakan akan jatuhnya pesawat di Indonesia dan menyesuaikannya dengan apa yang sedang terjadi, lalu menjadikan hal itu sebagai pembuktian nubuatan.
Tuhan masih berbicara hingga hari ini melalui umat-Nya yang bersedia dan membuka hati untuk-Nya, hal ini memang benar. Namun setiap nubuatan harus diuji, seperti yang dinasihatkan Rasul Paulus (1 Tesalonika 5:20-21), dan dinyatakan dalam 1 Yohanes 4:1 mengingatkan agar “jangan percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Apakah Anda percaya dengan berita tentang nubuatan berkaitan dengan Sukhoi 100 ini? Ujilah dan keputusan selanjutnya ada di tangan Anda. (Jawaban)
Sumber:
kabargereja.tk
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Sabtu, 28 April 2012
Mempersiapkan diri untuk menerima mujizat
Apasaja yang perlu diketahui untuk melihat suatu Mujizat dalam hidup kita? Kita sering mendengar adanya mujizat-mujizat di sekitar kita. Tetapi kenapa kita tidak pernah mendapat mujizat itu dalam kehidupan kita? Ada beberapa ayat penuntun di Markus 6:35-44 ini bisa membantu anda :
Markus 6:35-44 :
6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
Setelah Yesus berkotbah dihadapan 5000 orang laki-laki (Mereka mungkin tidak datang sendirian, mungkin juga datang bersama-sama dengan keluarganya untuk melihat sang Messias, mungkin mereka datang bersama-sama dengan istrinya dan anak-anaknya, dan percayalah besar kemungkinan pasangan suami istri itu mempunyai 2-3 anak, maka tidak mengherankan jika mereka itu jumlahnya sekitar 25,000 bahkan lebih!. Hari makin larut, Yesus dan murid-muridnya tahu bahwa orang-orang ini perlu makan. Haruskan Yesus menyuruh orang-orang itu pergi?
Saya suka ketika Yesus menjawab kepada murid-muridnya “berikan mereka sesuatu untuk dimakan”. “Tetapi? Bagaimana kita bisa melakukannya? Mereka itu setidaknya berjumlah 25,000 orang! Kalau memasak sendiri bisa-bisa menelan waktu 1 bulan kalau ini dilakukan oleh murid Yesus yang 12 orang itu. Biayanya juga akan banyak, ini tidak mungkin Yesus, apakah Engkau serius?
Perhatikan ini :
Prinsip 1 : Mengetahui bahwa anda butuh sesuatu
Prinsip 2 : Temukan apa yang sudah kita punya
Prinsip 3 : Memberikan kepada Tuhan apa yang sudah kita punya
Prinsip 4 : Mengharapkan Tuhan untuk memperbanyak apa yang kita persembahkan.
Prinsip 1: Mengetahui bahwa anda butuh sesuatu
Apabila ada ingin mendapat sesuatu untuk diberikan kepadamu, mintalah. Sangat sederhana sekali, apakah alasannya sehingga kita tidak mau meminta?
1. Kita suka menunda-nunda (lihat ayat 35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.)
2. Kita lupa siapa yang ada di samping kita; Yesus, Sang Pencipta Alam Semesta
Prinsip 2 : Temukan apa yang sudah kita punya
“berapa roti yang kamu punya” Tanya Dia, Pergi dan lihatlah “ketika mereka menemukan, mereka menjawab, "Lima roti dan dua ikan."
Didalam Yohanes 6:6 kita temukan bahwa “Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.”
Mengapa Yesus mencobai kita? Yesus ingin kita mempercayaiNya dengan sebuah benih dan Dia bisa memenuhi kebutuhan kita. Tuhan selalu melihat apa yang ada dalam genggaman kita, jarang sekali Firman Tuhan bekerja dengan sendirinya, tetapi selalu dengan kerjasama dari manusia.
Wow! Saya kira hanya 3kali bahwa Tuhan bekerja sendirian di Alkitab, tanpa kerja-sama dari manusia :
1. Ketika Tuhan menciptakan alam semesta
2. Ketika ada hujan api dan belerang di Sodom dan Gomorah
3. Ketika Yesus bangkit dari kematian.
Yang lain-lainnya, Tuhan selalu menggunakan campur tangan manusia : “berapa roti yang kamu punya?” Setiap perkara mujizat Allah selalu meminta apa yang ada di tanganmu, apa yang ada di genggamanmu? Apakah yang harus kita lakukan ? berikut ini contoh-contohnya :
a. Daud mempunyai 5 butir batu, hasilnya : kemenangan atas Goliat dan pasukannya
b. Nabi Nuh dan kayu, hasil : Penyelamatan makhluk dari bahaya air bah.
c. Nabi Musa dan pembantu-pembantunya, hasil : Pembebasan umat Israel dari perbudakan di Mesir.
d. Lukas 8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
e. Markus 2:4-5 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
f. Matius 9:6-7 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun lalu pulang.
Contoh-contoh diatas secara jelas menunjukkan kerjasama antara Allah dengan manusia. Tuhan memberikan mujizatnya ketika ada kerjasama dari umatNya. Allah ingin kita terlibat, Allah mau kita aktif.
Beberapa orang lebih suka duduk-duduk di sudut rumahnya, menunggu Mujizat Tuhan hadir dalam kehidupan mereka, sampai-sampai mereka mulai menggerutu “mengapa Tuhan tidak menjawab doaku?”
Saudaraku, Allah mau anda terlibat dalam pekerjaanNya, Dia mau bekerjasama denganmu, mengapa? Karena Allah mau mempunyai hubungan dengan manusia. Allah suka berhubungan dengan manusia, Allah itu bukan jin yang disimpan di botol.
Prinsip 3 : Memberikan kepada Tuhan apa yang sudah kita punya
Ini menegaskan apa yang tertulis dalam prinsip 2 diatas. Anda bisa bertanya “Apabila Allah itu berkuasa, mengapa Dia pertu 5 roti dan 2 ikan? Tidak bisakah Dia menyulap ikan dan roti dalam keadaan nyata dengan disajikan secara lezat untuk memberi makan 25,000 orang, dan masing-masing orang akan bisa makan menunya sendiri-sendiri?”
Tentu saja Dia bisa, tapi itu bukan gaya-nya Tuhan. Tuhan mau bekerja dengan campur tangan manusia. Tuhan punya bermacam-macam cara untuk menjawab permintaan kita, tetapi Dia selalu bekerja kalau ada campur tangan manusia.
Contohnya :
a. Lazarus ; gulingkan batu itu!
b. Cornelius ; pergi dari rumahmu dan beritakan injil kepada Paulus. Gaya Tuhan adalah “mari kita bekerja sama, aku ingin mempunyai hubungan baik denganmu, sahabatKu”
Anda mungkin ragu-ragu “tetapi Tuhan, apa yang bisa kuberi untukMu” Tanyalah kepada Tuhan, dan bangunlah hubungan dengan Tuhan, maka Tuhan akan memberitahukan kepadamu. Itu bisa dilakukan dengan ibadah, membangun hubungan dengan Tuhan, pergi ke Gereja, datang ke KKR. Ini bisa saja sudah ada dalam genggamanmu sekarang ini. Allah akan memberitahukanmu.
Prinsip 4 : Mengharapkan Tuhan untuk memperbanyak apa yang kita persembahkan
Yohanes 6:12-13
6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
6:13 Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
Ini senada dengan 2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Dapatkah anda bayangkan, hanya dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan kecil dipersembahkan kepada Yesus. Setelah itu Yesus bukan hanya hanya bisa memberi makan 25,000 orang, murid-muridnya mengumpulkan kembali sisa-nya 12 bakul! Wow! Tuhan memperbanyak apa yang kita beri kepadaNya! Allah kita adalah Allah yang berkelimpahan.
Saya ingin berspekulasi tentang 12 bakul yang tersisa, ada yang mengatakan 1 bakul untuk masing-masing murid. Jujur saja saya pikir ini tidak fair, bukankan murid-murid ini tadinya ragu-ragu? Mengapa Yesus memberikan hadiah atas ketidak-percayaan mereka?
Spekulasi yang lain mengatakan bahwa 12 bakul itu untuk seorang anak yang telah mempersembahkan makanannya, ini bisa dimakan oleh keluarganya selama seminggu untuk bekal ketika mereka hadir dalam pertemuan besar itu, dan melihat mujizat lain atas kebutuhan-kebutuhannya.
Tetapi mungkin saja, 12 bakul itu untuk 12 muridnya. Walaupun mereka itu hanyalah sekumpulan orang yang ragu-ragu bahkan mereka adalah murid-murid Yesus sendiri. Bagaimana bila setiap murid itu membawakan sekeranjang roti kepada anak kecil tadi ke rumahnya? Tentu saja ini bisa menjadi pengajaran yang baik kepada murid-murid itu tentang pentingnya ketergantungan kepada Allah.
Kita tidak akan pernah tahu apa maksud Tuhan tentang 12 bakul sisa makanan. Tetapi faktanya adalah terdapat “sisa” yang terkumpul. Allah adalah Allah Mujizat. Kita perlu Tuhan, maka janganlah lupa bahwa kita perlu menjalin hubungan baik dan bersekutu dengan Allah. Tanpa itu, anda lebih baik menunggu saja di sudut rumahmu menunggu mujizat yang tak kunjung tiba.
Maukah engkau mengundang hadirat Allah dalam hidupmu, dan memiliki persekutuan denganNya? Dia mengetuk pintu di hatimu. Maukah engkau mempersilahkanNya masuk? Tentukan sendiri jawabnya.
Sumber: Sarapanpagi.org Baca Selengkapnya...
Markus 6:35-44 :
6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
Setelah Yesus berkotbah dihadapan 5000 orang laki-laki (Mereka mungkin tidak datang sendirian, mungkin juga datang bersama-sama dengan keluarganya untuk melihat sang Messias, mungkin mereka datang bersama-sama dengan istrinya dan anak-anaknya, dan percayalah besar kemungkinan pasangan suami istri itu mempunyai 2-3 anak, maka tidak mengherankan jika mereka itu jumlahnya sekitar 25,000 bahkan lebih!. Hari makin larut, Yesus dan murid-muridnya tahu bahwa orang-orang ini perlu makan. Haruskan Yesus menyuruh orang-orang itu pergi?
Saya suka ketika Yesus menjawab kepada murid-muridnya “berikan mereka sesuatu untuk dimakan”. “Tetapi? Bagaimana kita bisa melakukannya? Mereka itu setidaknya berjumlah 25,000 orang! Kalau memasak sendiri bisa-bisa menelan waktu 1 bulan kalau ini dilakukan oleh murid Yesus yang 12 orang itu. Biayanya juga akan banyak, ini tidak mungkin Yesus, apakah Engkau serius?
Perhatikan ini :
Prinsip 1 : Mengetahui bahwa anda butuh sesuatu
Prinsip 2 : Temukan apa yang sudah kita punya
Prinsip 3 : Memberikan kepada Tuhan apa yang sudah kita punya
Prinsip 4 : Mengharapkan Tuhan untuk memperbanyak apa yang kita persembahkan.
Prinsip 1: Mengetahui bahwa anda butuh sesuatu
Apabila ada ingin mendapat sesuatu untuk diberikan kepadamu, mintalah. Sangat sederhana sekali, apakah alasannya sehingga kita tidak mau meminta?
1. Kita suka menunda-nunda (lihat ayat 35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.)
2. Kita lupa siapa yang ada di samping kita; Yesus, Sang Pencipta Alam Semesta
Prinsip 2 : Temukan apa yang sudah kita punya
“berapa roti yang kamu punya” Tanya Dia, Pergi dan lihatlah “ketika mereka menemukan, mereka menjawab, "Lima roti dan dua ikan."
Didalam Yohanes 6:6 kita temukan bahwa “Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.”
Mengapa Yesus mencobai kita? Yesus ingin kita mempercayaiNya dengan sebuah benih dan Dia bisa memenuhi kebutuhan kita. Tuhan selalu melihat apa yang ada dalam genggaman kita, jarang sekali Firman Tuhan bekerja dengan sendirinya, tetapi selalu dengan kerjasama dari manusia.
Wow! Saya kira hanya 3kali bahwa Tuhan bekerja sendirian di Alkitab, tanpa kerja-sama dari manusia :
1. Ketika Tuhan menciptakan alam semesta
2. Ketika ada hujan api dan belerang di Sodom dan Gomorah
3. Ketika Yesus bangkit dari kematian.
Yang lain-lainnya, Tuhan selalu menggunakan campur tangan manusia : “berapa roti yang kamu punya?” Setiap perkara mujizat Allah selalu meminta apa yang ada di tanganmu, apa yang ada di genggamanmu? Apakah yang harus kita lakukan ? berikut ini contoh-contohnya :
a. Daud mempunyai 5 butir batu, hasilnya : kemenangan atas Goliat dan pasukannya
b. Nabi Nuh dan kayu, hasil : Penyelamatan makhluk dari bahaya air bah.
c. Nabi Musa dan pembantu-pembantunya, hasil : Pembebasan umat Israel dari perbudakan di Mesir.
d. Lukas 8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
e. Markus 2:4-5 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
f. Matius 9:6-7 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun lalu pulang.
Contoh-contoh diatas secara jelas menunjukkan kerjasama antara Allah dengan manusia. Tuhan memberikan mujizatnya ketika ada kerjasama dari umatNya. Allah ingin kita terlibat, Allah mau kita aktif.
Beberapa orang lebih suka duduk-duduk di sudut rumahnya, menunggu Mujizat Tuhan hadir dalam kehidupan mereka, sampai-sampai mereka mulai menggerutu “mengapa Tuhan tidak menjawab doaku?”
Saudaraku, Allah mau anda terlibat dalam pekerjaanNya, Dia mau bekerjasama denganmu, mengapa? Karena Allah mau mempunyai hubungan dengan manusia. Allah suka berhubungan dengan manusia, Allah itu bukan jin yang disimpan di botol.
Prinsip 3 : Memberikan kepada Tuhan apa yang sudah kita punya
Ini menegaskan apa yang tertulis dalam prinsip 2 diatas. Anda bisa bertanya “Apabila Allah itu berkuasa, mengapa Dia pertu 5 roti dan 2 ikan? Tidak bisakah Dia menyulap ikan dan roti dalam keadaan nyata dengan disajikan secara lezat untuk memberi makan 25,000 orang, dan masing-masing orang akan bisa makan menunya sendiri-sendiri?”
Tentu saja Dia bisa, tapi itu bukan gaya-nya Tuhan. Tuhan mau bekerja dengan campur tangan manusia. Tuhan punya bermacam-macam cara untuk menjawab permintaan kita, tetapi Dia selalu bekerja kalau ada campur tangan manusia.
Contohnya :
a. Lazarus ; gulingkan batu itu!
b. Cornelius ; pergi dari rumahmu dan beritakan injil kepada Paulus. Gaya Tuhan adalah “mari kita bekerja sama, aku ingin mempunyai hubungan baik denganmu, sahabatKu”
Anda mungkin ragu-ragu “tetapi Tuhan, apa yang bisa kuberi untukMu” Tanyalah kepada Tuhan, dan bangunlah hubungan dengan Tuhan, maka Tuhan akan memberitahukan kepadamu. Itu bisa dilakukan dengan ibadah, membangun hubungan dengan Tuhan, pergi ke Gereja, datang ke KKR. Ini bisa saja sudah ada dalam genggamanmu sekarang ini. Allah akan memberitahukanmu.
Prinsip 4 : Mengharapkan Tuhan untuk memperbanyak apa yang kita persembahkan
Yohanes 6:12-13
6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
6:13 Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
Ini senada dengan 2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Dapatkah anda bayangkan, hanya dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan kecil dipersembahkan kepada Yesus. Setelah itu Yesus bukan hanya hanya bisa memberi makan 25,000 orang, murid-muridnya mengumpulkan kembali sisa-nya 12 bakul! Wow! Tuhan memperbanyak apa yang kita beri kepadaNya! Allah kita adalah Allah yang berkelimpahan.
Saya ingin berspekulasi tentang 12 bakul yang tersisa, ada yang mengatakan 1 bakul untuk masing-masing murid. Jujur saja saya pikir ini tidak fair, bukankan murid-murid ini tadinya ragu-ragu? Mengapa Yesus memberikan hadiah atas ketidak-percayaan mereka?
Spekulasi yang lain mengatakan bahwa 12 bakul itu untuk seorang anak yang telah mempersembahkan makanannya, ini bisa dimakan oleh keluarganya selama seminggu untuk bekal ketika mereka hadir dalam pertemuan besar itu, dan melihat mujizat lain atas kebutuhan-kebutuhannya.
Tetapi mungkin saja, 12 bakul itu untuk 12 muridnya. Walaupun mereka itu hanyalah sekumpulan orang yang ragu-ragu bahkan mereka adalah murid-murid Yesus sendiri. Bagaimana bila setiap murid itu membawakan sekeranjang roti kepada anak kecil tadi ke rumahnya? Tentu saja ini bisa menjadi pengajaran yang baik kepada murid-murid itu tentang pentingnya ketergantungan kepada Allah.
Kita tidak akan pernah tahu apa maksud Tuhan tentang 12 bakul sisa makanan. Tetapi faktanya adalah terdapat “sisa” yang terkumpul. Allah adalah Allah Mujizat. Kita perlu Tuhan, maka janganlah lupa bahwa kita perlu menjalin hubungan baik dan bersekutu dengan Allah. Tanpa itu, anda lebih baik menunggu saja di sudut rumahmu menunggu mujizat yang tak kunjung tiba.
Maukah engkau mengundang hadirat Allah dalam hidupmu, dan memiliki persekutuan denganNya? Dia mengetuk pintu di hatimu. Maukah engkau mempersilahkanNya masuk? Tentukan sendiri jawabnya.
Sumber: Sarapanpagi.org Baca Selengkapnya...
Senin, 23 April 2012
Norwegia, tahun 1968: Nubuatan Perang Dunia Ketiga & Kedatangan Yesus
Dua nubuatan yang menarik dan luar biasa ini telah diberikan Tuhan lama sekali di Norwegia.
Nubuatan pertama. Yesus datang segera (tiba-tiba)! Tulisan ini diterjemahkan dari bahasa Inggris. Telah diterjemahkan sama seperti aslinya tanpa dipotong. Gambar, tulisan dalam kurung siku dan berwarna biru tua dari penterjemah. Perterjemah: PenjalaBaja.
Seorang wanita tua [berusia] 90 dari Valdres di Norwegia telah mendapat sebuah penglihatan dari Tuhan di tahun 1968. Penginjil Dr. Emanuel Minos telah mengadakan pertemuan-pertemuan (pelayanan-pelayanan) dimana dia [ibu tersebut] tinggal. Dr. Minos telah mendapat kesempatan bertemu dengan dia [ibu tersebut], dan wanita ini telah bercerita kepadanya apa yang ia telah lihat. Penginjil ini mencatat itu, tetapi karena ia berpikir penglihatan itu sungguh mustahil untuk dimengerti [diterima oleh otak sehatnya], ia menyimpan tulisan penglihatan itu di dalam sebuah laci. Sekarang, hampir 30 tahun kemudian, dia mengerti bahwa dia harus bagikan itu kepada orang lainnya.
Wanita dari Valdres, Norwegia ini telah dikenal sebagai seorang Kristen yang sangat waspada, dapat diandalkan, terjaga dan dapat dipercaya, memiliki reputasi yang baik di antara semua orang yang mengenalnya. Ini adalah apa yang dilihatnya:
”Saya telah melihat waktu saat-saat sebelum datangnya Yesus dan pecahnya Perang Dunia Ketiga (PD III). Saya melihat kejadian-kejadian tersebut dengan mata jasmani [Inilah yang disebut ”penglihatan” di dalam banyak peristiwa di Alkitab, mereka diperlihatkan oleh Tuhan peristiwa-peristiwa yang akan datang, terlihat sama seperti seorang melihat sebuah film]. Saya melihat Dunia seperti sebuah bola dunia dan melihat Eropa, negara demi negara. Saya melihat Skandinavia. Saya melihat Norwegia. Saya melihat hal-hal tertentu yang akan terjadi sebelum kembalinya Yesus, dan tepat sebelum bencana terahir terjadi, sebuah bencana seperti bencana yang kita belum pernah alami.”
Ia menyebutkan empat gelombang:
1. ”Pertama sebelum Yesus datang dan sebelum Perang Dunia III pecah akan ada sebuah ’detente’ [sebuah perkembangan dalam hubungan antara dua negara atau lebih yang sebelumnya tidak bersahabat satu sama lainyanya pada masa lampau] seperti kita tidak pernah miliki sebelumnya. Akan ada perdamaian antara super power-super power di timur dan barat, dan akan damai yang panjang. (Ingat, bahwa ini adalah tahun 1968 ketika Perang Dingin mencapai puncaknya. E. Minos). Dalam masa periode damai akan ada perlucutan senjata di banyak negara, juga di Norwegia dan kita tidak siap ketika itu (perang) datang. Perang Dunia Ketiga akan mulai dengan cara yang tidak seorangpun dapat menduga – dan dari sebuah tempat yang tidak terduga.”
2. “Sebuah kesuaman yang tidak ada bandingnya akan menguasai orang-orang Kristen, suatu kejatuhan dari kehidupan benar Kristen. Orang-orang Kristen tidak akan terbuka untuk kotbah yang keras / tidak menyenangkan teliga. Mereka tidak akan, seperti pada masa-masa yang lebih awal, ingin mendengar kotbah tentang dosa dan anugerah, hukum dan Injil, pertobatan dan pemulihan. Sebagai gantinya akan datang: ajaran Kristen kemakmuran (kebahagiaan).
”Yang penting adalah memiliki sukses, menjadi sesuatu, memiliki hal-hal material, hal-hal yang Tuhan tidak pernah berjanji kepada kita dalam cara seperti ini. Gereja-gereja dan rumah-rumah doa akan ada lebih kosong dan lebih kosong lagi. Sebagai ganti dari kotbah kita telah terbiasa untuk turun-temurun – seperti pikul salib-mu dan ikutlah Yesus, – hiburan, seni dan budaya akan menguasai gereja-gereja di mana seharusnya ada pertemuan pertobatan dan kebangkitan rohani. Ini akan meningkat tajam tepat sebelum kedatangan Yesus.” Sekarang kita dapat mengerti mengapa Yesus mengatakan kalimat ini: “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8).
3. ”Akan ada kebejatan moral yang Norwegia lama belum pernah mengalami seperti: orang-orang akan hidup bersama seperti menikah tetapi tanpa ada pernikahan. (Saya tidak percaya konsep ’co-habitor’ [’kumpul kebo’] ada pada tahun 1968. E. Minos).
Banyak kenajisan sebelum menikah, dan banyak ketidak-setiaan di dalam pernikahan akan menjadi hal alami (umum), dan itu akan dibenarkan dari setiap sisi. Itu bahkan akan memasuki kalangan Kristen dan kita sayangkan itu – bahkan dosa melawan [hal yang] alamiah [hubungan homosexual?]. Tepat sebelum kedatangan Yesus akan ada program-program TV seperti kita tidak pernah alami.” (TV baru saja tiba di Norwegia di tahun 1968. E. Minos).
”TV akan ada diisi dengan kekerasan mengerikan yang mengajari orang-orang untuk membunuh dan menghancurkan satu sama lain, dan akan ada ketidak-amanan di jalan-jalan kita. Orang-orang akan meniru apa yang mereka lihat. Tidak akan ada hanya satu ’stasiun’ TV, Itu akan ada diisi dengan banyak ’stasiun.’ (Wanita ini tidak tahu kata ’channel/ saluran’ yang kita gunakan hari ini. Karenanya ia memanggil mereka ’stasiun-stasiun. E. Minos). TV akan ada tepat seperti Radio, dimana kita memiliki banyak ’stasiun,’ dan akan diisi dengan kejahatan. Orang-orang akan pakai itu untuk hiburan. Kita akan melihat adegan-adegan mengerikan dari pembunuhan dan penghancuran satu sama lain, dan ini akan menyebar di masyarakat. Adegan-adegan sex akan ada juga ditunjukan pada layar, hal-hal yang paling intim yang terjadi di dalam sebuah pernikahan.” (Saya telah protes dan berkata, kita memiliki sebuah paragraf yang melarang semacam ini. E. Minos).
Perempuan tua ini berkata: “Itu akan terjadi, dan kamu akan melihatnya. Semua yang telah kita miliki [nilai-nilai moral yang luhur dan agung] akan ada hancur, dan hal-hal yang paling tidak senonoh akan lewat di depan mata kita.”
4. Orang-orang dari negara-negara miskin akan mengalir ke Eropa. (Dalam 1968 tidak ada hal seperti immigrasi. E. Minos). Mereka akan juga datang ke Skandinavia – dan Norwegia. Akan ada begitu banyaknya mereka sehingga orang-orang [Eropa dan Skandinavia] akan mulai tidak suka mereka dan menjadi keras terhadap mereka. Mereka akan diperlakukan seperti Yahudi-yahudi sebelum Perang Dunia Kedua. Kemudian ukuran penuh dosa-dosa kita akan ada terjangkau (Saya telah protes pada soal immigrasi. Saya tidak mengerti hal tersebut pada saat itu. E. Minos).
Air-air mata mengalir dari kedua mata ibu tua ini ke pipi-pipinya. ”Saya tidak akan melihat itu, tetapi kamu akan. Namun tiba-tiba, Yesus akan datang dan Perang Dunia Ketiga pecah. Itu akan ada sebuah perang yang singkat.” (Ibu ini melihat itu di dalam penglihatan).
”Semua perang yang saya pernah lihat sebelumnya adalah hanya permainan anak kecil dibandingan dengan [perang] satu ini, dan akan diakhiri dengan sebuah bom atom nuklir. Udara akan ada begitu polusinya sehingga seorangpun dapat menarik satu nafas. Itu akan menutupi beberapa benua, Amerika, Jepang, Australia dan negara-negara kaya. Air akan rusak (terkontaminasi?). Kita tidak dapat lagi mengolah tanah. Hasilnya adalah hanya orang yang tersisa akan tersisa. Orang yang tersisa dari negara-negara kaya akan mencoba lari ke negara-negara miskin, tetapi mereka akan ada sekeras pada kita sebagaimana kita telah keras terhadap mereka.”
”Saya bersuka cita bahwa saya tidak akan melihat itu, tetapi ketika waktunya mendekat, kamu harus berani dan menceritakan ini. Saya telah terima ini dari Tuhan, dan tidak ada dari [penglihatan] itu bertentangan dari apa yang Alkitab katakan.” Ayat-ayat Alkitab yang bernubuat tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman bisa dibaca di Injil Matius pasal 24.
Nubuatan kedua: KETIKA MINYAK MENGALIR
Seorang penatua di Gereja Pentakosta di Moss, Norwegia, Martin Anderson, telah mendengar nubuat berikut ini di tahun 1937, di Moss:
“Ketika minyak mengalir keluar dari Lautan Utara dan juga pantai Norwegia, hal-hal akan mulai terjadi, dan kembalinya Yesus adalah tidak lama lagi atau mendekat.”
Ketika kata-kata ini diproklamasikan, orang-orang berdiri di dalam pertemuan jemaat tersebut dan meminta pria itu duduk dan tidak bicara hal yang tidak masuk akal. Pada tahun 1937 itu sungguh tidak masuk akal bebicara tentang minyak ada dipompa sepanjang pantai Norwegia. Hari ini semua perusahaan-perusahaan minyak besar dunia memompa minyak sepanjang pantai Norwegia. Norwegia adalah pengekport minyak kedua terbesar – setelah Arab Saudi. [Sekarang menduduki posisi ketiga terbesar, sesuai laporan dari Kedutaan Norwegia]
Kesimpulan dari semua di atas adalah: Yesus akan datang segera (tiba-tiba).
Catatan [English article] Editor:
Berita ini aslinya dikirim dari Israel ke teman di Amerika Serikat. Dikirim oleh seorang pekerja Kristen Norwegia bernama Von Porat Ragna. Ragna menyatakakan pada catatan kaki bahwa itu diterjemahkan dari Denmark. Dia [wanita ini, Ragna] menyatakan lebih lanjut bahwa Emanuel Minos, Penginjil yang disebutkan dalam cerita ini adalah tetangga terdekat temannya di Oslo. Ragna berkata., ”Saya telah mendengar dia [penginjil ini] saat saya masih muda. Kedua orang tua saya telah tahu dia [Emanuel Minos].”
Karena ketakutan saya untuk tidak menyebarkan nubuatan yang palsu, saya rajin bertanya tentang informasi di dalam surat ini. Publikasi telah ditunda sampai izin bisa dijamin dari Ragna di Israel. Dalam kontak saya dengan dia, dia telah menyakinkan saya bahwa cerita tersebut adalah benar dan dapat diandalkan. Bahkan, dia [Ragna] menceritakan bahwa cerita pertama telah diterbitkan di salah satu koran Kristen Norwegia.
Saya telah temukan di dalam penyelidikan sendiri bahwa cerita pertama telah juga diterbitkan oleh the Christian Information Service in Germany. Situs Dr. Emanuel Minos aktif hari ini dan dapat diakses untuk verifikasi. Meskipun bahasa di situs ini adalah Norwegia, kisah yang sangat mirip dari perempuan dan penglihatannya di dalam Inggrisnya. Cerita di atas disebarkan tepat seperti sebagaimana mereka telah diterima.
Ragna telah mengambil itu keatas dirinya sendiri untuk memverifikasi sebanyak mungkin infomasi di atas yang dia bisa. Ia telah menghubungi Kedutaan Besar Norwegia, dan ia tahu bahwa kini Norwegia telah turun menjadi ekportir minyak ketiga terbesar di dunia.
Sumber asli: churchisraelforum.com
Dikutip dari penjalabaja.wordpress.com dengan editing seperlunya. Baca Selengkapnya...
Nubuatan pertama. Yesus datang segera (tiba-tiba)! Tulisan ini diterjemahkan dari bahasa Inggris. Telah diterjemahkan sama seperti aslinya tanpa dipotong. Gambar, tulisan dalam kurung siku dan berwarna biru tua dari penterjemah. Perterjemah: PenjalaBaja.
Seorang wanita tua [berusia] 90 dari Valdres di Norwegia telah mendapat sebuah penglihatan dari Tuhan di tahun 1968. Penginjil Dr. Emanuel Minos telah mengadakan pertemuan-pertemuan (pelayanan-pelayanan) dimana dia [ibu tersebut] tinggal. Dr. Minos telah mendapat kesempatan bertemu dengan dia [ibu tersebut], dan wanita ini telah bercerita kepadanya apa yang ia telah lihat. Penginjil ini mencatat itu, tetapi karena ia berpikir penglihatan itu sungguh mustahil untuk dimengerti [diterima oleh otak sehatnya], ia menyimpan tulisan penglihatan itu di dalam sebuah laci. Sekarang, hampir 30 tahun kemudian, dia mengerti bahwa dia harus bagikan itu kepada orang lainnya.
Wanita dari Valdres, Norwegia ini telah dikenal sebagai seorang Kristen yang sangat waspada, dapat diandalkan, terjaga dan dapat dipercaya, memiliki reputasi yang baik di antara semua orang yang mengenalnya. Ini adalah apa yang dilihatnya:
”Saya telah melihat waktu saat-saat sebelum datangnya Yesus dan pecahnya Perang Dunia Ketiga (PD III). Saya melihat kejadian-kejadian tersebut dengan mata jasmani [Inilah yang disebut ”penglihatan” di dalam banyak peristiwa di Alkitab, mereka diperlihatkan oleh Tuhan peristiwa-peristiwa yang akan datang, terlihat sama seperti seorang melihat sebuah film]. Saya melihat Dunia seperti sebuah bola dunia dan melihat Eropa, negara demi negara. Saya melihat Skandinavia. Saya melihat Norwegia. Saya melihat hal-hal tertentu yang akan terjadi sebelum kembalinya Yesus, dan tepat sebelum bencana terahir terjadi, sebuah bencana seperti bencana yang kita belum pernah alami.”
Ia menyebutkan empat gelombang:
1. ”Pertama sebelum Yesus datang dan sebelum Perang Dunia III pecah akan ada sebuah ’detente’ [sebuah perkembangan dalam hubungan antara dua negara atau lebih yang sebelumnya tidak bersahabat satu sama lainyanya pada masa lampau] seperti kita tidak pernah miliki sebelumnya. Akan ada perdamaian antara super power-super power di timur dan barat, dan akan damai yang panjang. (Ingat, bahwa ini adalah tahun 1968 ketika Perang Dingin mencapai puncaknya. E. Minos). Dalam masa periode damai akan ada perlucutan senjata di banyak negara, juga di Norwegia dan kita tidak siap ketika itu (perang) datang. Perang Dunia Ketiga akan mulai dengan cara yang tidak seorangpun dapat menduga – dan dari sebuah tempat yang tidak terduga.”
2. “Sebuah kesuaman yang tidak ada bandingnya akan menguasai orang-orang Kristen, suatu kejatuhan dari kehidupan benar Kristen. Orang-orang Kristen tidak akan terbuka untuk kotbah yang keras / tidak menyenangkan teliga. Mereka tidak akan, seperti pada masa-masa yang lebih awal, ingin mendengar kotbah tentang dosa dan anugerah, hukum dan Injil, pertobatan dan pemulihan. Sebagai gantinya akan datang: ajaran Kristen kemakmuran (kebahagiaan).
”Yang penting adalah memiliki sukses, menjadi sesuatu, memiliki hal-hal material, hal-hal yang Tuhan tidak pernah berjanji kepada kita dalam cara seperti ini. Gereja-gereja dan rumah-rumah doa akan ada lebih kosong dan lebih kosong lagi. Sebagai ganti dari kotbah kita telah terbiasa untuk turun-temurun – seperti pikul salib-mu dan ikutlah Yesus, – hiburan, seni dan budaya akan menguasai gereja-gereja di mana seharusnya ada pertemuan pertobatan dan kebangkitan rohani. Ini akan meningkat tajam tepat sebelum kedatangan Yesus.” Sekarang kita dapat mengerti mengapa Yesus mengatakan kalimat ini: “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8).
3. ”Akan ada kebejatan moral yang Norwegia lama belum pernah mengalami seperti: orang-orang akan hidup bersama seperti menikah tetapi tanpa ada pernikahan. (Saya tidak percaya konsep ’co-habitor’ [’kumpul kebo’] ada pada tahun 1968. E. Minos).
Banyak kenajisan sebelum menikah, dan banyak ketidak-setiaan di dalam pernikahan akan menjadi hal alami (umum), dan itu akan dibenarkan dari setiap sisi. Itu bahkan akan memasuki kalangan Kristen dan kita sayangkan itu – bahkan dosa melawan [hal yang] alamiah [hubungan homosexual?]. Tepat sebelum kedatangan Yesus akan ada program-program TV seperti kita tidak pernah alami.” (TV baru saja tiba di Norwegia di tahun 1968. E. Minos).
”TV akan ada diisi dengan kekerasan mengerikan yang mengajari orang-orang untuk membunuh dan menghancurkan satu sama lain, dan akan ada ketidak-amanan di jalan-jalan kita. Orang-orang akan meniru apa yang mereka lihat. Tidak akan ada hanya satu ’stasiun’ TV, Itu akan ada diisi dengan banyak ’stasiun.’ (Wanita ini tidak tahu kata ’channel/ saluran’ yang kita gunakan hari ini. Karenanya ia memanggil mereka ’stasiun-stasiun. E. Minos). TV akan ada tepat seperti Radio, dimana kita memiliki banyak ’stasiun,’ dan akan diisi dengan kejahatan. Orang-orang akan pakai itu untuk hiburan. Kita akan melihat adegan-adegan mengerikan dari pembunuhan dan penghancuran satu sama lain, dan ini akan menyebar di masyarakat. Adegan-adegan sex akan ada juga ditunjukan pada layar, hal-hal yang paling intim yang terjadi di dalam sebuah pernikahan.” (Saya telah protes dan berkata, kita memiliki sebuah paragraf yang melarang semacam ini. E. Minos).
Perempuan tua ini berkata: “Itu akan terjadi, dan kamu akan melihatnya. Semua yang telah kita miliki [nilai-nilai moral yang luhur dan agung] akan ada hancur, dan hal-hal yang paling tidak senonoh akan lewat di depan mata kita.”
4. Orang-orang dari negara-negara miskin akan mengalir ke Eropa. (Dalam 1968 tidak ada hal seperti immigrasi. E. Minos). Mereka akan juga datang ke Skandinavia – dan Norwegia. Akan ada begitu banyaknya mereka sehingga orang-orang [Eropa dan Skandinavia] akan mulai tidak suka mereka dan menjadi keras terhadap mereka. Mereka akan diperlakukan seperti Yahudi-yahudi sebelum Perang Dunia Kedua. Kemudian ukuran penuh dosa-dosa kita akan ada terjangkau (Saya telah protes pada soal immigrasi. Saya tidak mengerti hal tersebut pada saat itu. E. Minos).
Air-air mata mengalir dari kedua mata ibu tua ini ke pipi-pipinya. ”Saya tidak akan melihat itu, tetapi kamu akan. Namun tiba-tiba, Yesus akan datang dan Perang Dunia Ketiga pecah. Itu akan ada sebuah perang yang singkat.” (Ibu ini melihat itu di dalam penglihatan).
”Semua perang yang saya pernah lihat sebelumnya adalah hanya permainan anak kecil dibandingan dengan [perang] satu ini, dan akan diakhiri dengan sebuah bom atom nuklir. Udara akan ada begitu polusinya sehingga seorangpun dapat menarik satu nafas. Itu akan menutupi beberapa benua, Amerika, Jepang, Australia dan negara-negara kaya. Air akan rusak (terkontaminasi?). Kita tidak dapat lagi mengolah tanah. Hasilnya adalah hanya orang yang tersisa akan tersisa. Orang yang tersisa dari negara-negara kaya akan mencoba lari ke negara-negara miskin, tetapi mereka akan ada sekeras pada kita sebagaimana kita telah keras terhadap mereka.”
”Saya bersuka cita bahwa saya tidak akan melihat itu, tetapi ketika waktunya mendekat, kamu harus berani dan menceritakan ini. Saya telah terima ini dari Tuhan, dan tidak ada dari [penglihatan] itu bertentangan dari apa yang Alkitab katakan.” Ayat-ayat Alkitab yang bernubuat tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman bisa dibaca di Injil Matius pasal 24.
Nubuatan kedua: KETIKA MINYAK MENGALIR
Seorang penatua di Gereja Pentakosta di Moss, Norwegia, Martin Anderson, telah mendengar nubuat berikut ini di tahun 1937, di Moss:
“Ketika minyak mengalir keluar dari Lautan Utara dan juga pantai Norwegia, hal-hal akan mulai terjadi, dan kembalinya Yesus adalah tidak lama lagi atau mendekat.”
Ketika kata-kata ini diproklamasikan, orang-orang berdiri di dalam pertemuan jemaat tersebut dan meminta pria itu duduk dan tidak bicara hal yang tidak masuk akal. Pada tahun 1937 itu sungguh tidak masuk akal bebicara tentang minyak ada dipompa sepanjang pantai Norwegia. Hari ini semua perusahaan-perusahaan minyak besar dunia memompa minyak sepanjang pantai Norwegia. Norwegia adalah pengekport minyak kedua terbesar – setelah Arab Saudi. [Sekarang menduduki posisi ketiga terbesar, sesuai laporan dari Kedutaan Norwegia]
Kesimpulan dari semua di atas adalah: Yesus akan datang segera (tiba-tiba).
Catatan [English article] Editor:
Berita ini aslinya dikirim dari Israel ke teman di Amerika Serikat. Dikirim oleh seorang pekerja Kristen Norwegia bernama Von Porat Ragna. Ragna menyatakakan pada catatan kaki bahwa itu diterjemahkan dari Denmark. Dia [wanita ini, Ragna] menyatakan lebih lanjut bahwa Emanuel Minos, Penginjil yang disebutkan dalam cerita ini adalah tetangga terdekat temannya di Oslo. Ragna berkata., ”Saya telah mendengar dia [penginjil ini] saat saya masih muda. Kedua orang tua saya telah tahu dia [Emanuel Minos].”
Karena ketakutan saya untuk tidak menyebarkan nubuatan yang palsu, saya rajin bertanya tentang informasi di dalam surat ini. Publikasi telah ditunda sampai izin bisa dijamin dari Ragna di Israel. Dalam kontak saya dengan dia, dia telah menyakinkan saya bahwa cerita tersebut adalah benar dan dapat diandalkan. Bahkan, dia [Ragna] menceritakan bahwa cerita pertama telah diterbitkan di salah satu koran Kristen Norwegia.
Saya telah temukan di dalam penyelidikan sendiri bahwa cerita pertama telah juga diterbitkan oleh the Christian Information Service in Germany. Situs Dr. Emanuel Minos aktif hari ini dan dapat diakses untuk verifikasi. Meskipun bahasa di situs ini adalah Norwegia, kisah yang sangat mirip dari perempuan dan penglihatannya di dalam Inggrisnya. Cerita di atas disebarkan tepat seperti sebagaimana mereka telah diterima.
Ragna telah mengambil itu keatas dirinya sendiri untuk memverifikasi sebanyak mungkin infomasi di atas yang dia bisa. Ia telah menghubungi Kedutaan Besar Norwegia, dan ia tahu bahwa kini Norwegia telah turun menjadi ekportir minyak ketiga terbesar di dunia.
Sumber asli: churchisraelforum.com
Dikutip dari penjalabaja.wordpress.com dengan editing seperlunya. Baca Selengkapnya...
Jumat, 20 April 2012
Penglihatan Sadhu Sundar Singh #7: Tujuan dan maksud ciptaan
Beberapa bulan yang lalu saya sedang berbaring seorang diri dalam kamar saya, menderita sakit bengkak pada mata saya. Sakitnya begitu parah, sehingga saya tidak dapat bekerja sama sekali. Karena itu, saya gunakan waktu itu untuk untuk berdoa dan berhubungan dengan roh. Pada suatu hari, selagi saya baru berdoa beberapa menit, tiba-tiba dunia roh terbuka bagi saya, dan saya dikelilingi oleh para malaikat. Segera saya lupa akan sakit saya,
karena semua perhatian saya pusatkan kepada mereka. Saya sebutkan saja beberapa pokok yang dibicarakan bersama.
NAMA DI SURGA.
Saya bertanya, "Dapatkah kamu katakan dengan nama apa kamu dikenal ?" Salah seorang malaikat menjawab, "Setiap kami diberi nama baru yang tidak diketahui oleh siapapun, kecuali Tuhan yang orang yang menerimanya (Wahyu 2 : 17). Kami semua telah melayani Tuhan di berbagai-bagai negeri dan dalam berbagai zaman, dan seorangpun tidak perlu mengetahui nama kami. Juga tidak perlu kami mengatakan nama lama kami di dunia. Mungkin hal itu menarik untuk diketahui, tetapi apakah gunanya ? Kami tidak ingin orang mengetahui nama kami, supaya jangan mengira, bahwa kami adalah orang-orang besar, lalu memberi hormat kepada kami, kecuali kepada Tuhan saja, yang begitu mengasihi kami, sehingga ia mengangkat kami dari kejatuhan dan membawa kami masuk ke dalam rumah
yang kekal, di mana kami akan menyanyikan puji-pujian dengan Persekutuan KasihNya dan inilah yang menjadi maksud Tuhan dalam menciptakan kami.
MELIHAT ALLAH
Saya bertanya lagi, "Apakah malaikat-malaikat dan orang-orang kudus yang hidup dalam tingkat tertinggi di surga selalu memandang wajah Allah ? Jikalau mereka melihatNya, dalam bentuk dan keadaan apakah Ia menampakkan Diri ? Salah seorang kudus menjawab, "Sama seperti samudera, penuh dengan air, demikianlah seluruh dunia dipenuhi oleh Allah dan setiap penduduk surga merasa keharidiranNya di mana-mana. Apabila seorang menyelam ke dalam air, diatas, di bawah dan di
sekelilingnya, tidak ada lain, kecuali air saja. Demikianlah kehadiran Allah dirasakan di surga. Sama seperti dalam air laut ada makhluk hidup yang tak terhitung banyaknya, demikian juga wujud Allah yang tak terbatas, anak-anakNya yang terbatas, dapat melihatNya dalam bentuk Kristus. Seperti kata Tuhan, "Siapa yang melihat Aku telah melihat BapaKu" (Yohanes 14 : 9). Dalam dunia roh, kemajuan seseorang menentukan kemampuannya untuk mengetahui dan merasakan Allah, dan Kristus juga menyatakan bentukNya yang mulia kepada setiap orang, sesuai dengan pengertian dan kemampuan rohaninya. Apabila Kristus harus menyatakan diri dalam bentuk mulia yang sama kepada
orang-orang yang diam di daerah gelap dan rendah dari dunia roh, seperti Ia tampakkan DiriNya kepada mereka pada tingkat yang tinggi di surga, maka mereka yang dari tingkat rendah tidak akan dapat tahan terhadapNya. Karena itu ia sesuaikan kemuliaanNya menurut kemajuan dan kemampuan masing-masing jiwa.
Kemudian, seorang kudus lain menambahkan, "Sebenarnya, kehadiran Allah dapat dirasakan dan dinikmati, tetapi tidak dapat diutarakan dengan kata-kata. Sama seperti manisnya permen, dinikmati dengan merasakan, yang tidak dapat diuraikan melalui lukisan grafik yang paling lengkap sekalipun. Demikianlah, setiap orang di surga mengalami sukacita akan kehadiran Allah, setiap orang dalam dunia roh tahu bahwa pengalamannya dengan Allah itu nyata, dengan uraian-uraian secara lisan.
JARAK DI SURGA
Saya bertanya, "Berapakah jarak jauh tempat macam-macam kediaman seorang demi seorang di surga ? Apabila seorang tidak boleh tinggal dalam tingkat lain, apakah ia diijinkan untuk mengunjungi mereka yang tinggal di tingkat lain ?" Lalu, salah seorang kudus menjawab, "Tempat kediaman setiap jiwa ditentukan oleh pertumbuhan rohaninya yang cocok baginya, tetapi untuk waktu yang singkat ia boleh mengunjungi tempat-tempat yang lain. Sewaktu mereka datang dari tingkat yang tinggi, ke tempat-tempat yang rendah, semacam tudung roh diberikan kepada mereka, supaya rupa mulia mereka tidak mengacaukan mereka yang ada di tingkat rendah dan lebih gelap. Demikianlah jikalau seorang dari tingkat rendah pergi ke tingkat yang lebih tinggi, ia juga diberi semacam
tudung roh supaya ia dapat tahan terhadap terang dan kemuliaan tempat itu. Di surga, jarak jauh tidak dapat dirasakan oleh siapapun, karena sesudah seorang mempunyai kerinduan untuk pergi ke tempat yang tertentu, tiba-tiba ia sudah berada di tempat itu. Jarak hanya dirasakan di bumi. Apabila seorang ingin bertemu dengan seorang kudus di tingkat lain, ia sendiri terangkat ke sana dalam sekejap mata, atau pada saat ia berpikir, segera orang kudus dari jauh itu sudah sampai di hadapannya.
POHON ARA YANG LAYU
Saya bertanya, "Semua diciptakan dengan tujuan dan maksud tertentu, tetapi kadang-kadang kelihatannya, seolah-olah tujuan itu tidak digenapi ; umpamanya, tujuan dan maksud pohon ara adalah tanpa buah, Ia mengutukinya. Dapatkah kamu menerangkan kepada saya, apakah tujuan pohon ara itu sudah digenapi atau belum ?"
Seorang kudus menjawab, "Tanpa ragu-ragu tujuannya memang telah digenapi dan lebih dari itu. Tuhan sumber Kehidupan, memberi hidup kepada setiap makhluk dengan tujuan tertentu. Tetapi kalau tujuan itu tidak terpenuhi, Ia berkuasa untuk mengambil kembali hidupnya, untuk memenuhi tujuan yang lebit tinggi. Beribu-ribu hamba Allah telah mengorbankan hidup mereka untuk mengajar dan mengangkat orang lain. Dengan hilangnya nyawa mereka, mereka telah menolong banyak orang, dengan demikian telah memenuhi tujuan dan maksud yang lebih tinggi. dari Allah. Apabila itu sesuai dengan hukum dan merupakan pelayanan yang paling mulia bagi manusia, yang bernilai lebih tinggi dari pohon ara serta ciptaan-ciptaan lain, untuk memberikan hidupnya bagi orang lain, maka bagaimanakah dapat dikatakan tidak adil, apabila sebatang pohon yang tidak berarti, menyerahkan hidupnya bagi pengajaran dan peringatan bagi suatu bangsa yang bengkok ? Maka melalui pohon ara ini, Kristus telah mengajar suatu ajaran yang besar kepada orang Yahudi dan pada seluruh dunia, dan siapa yang tidak berbuah dan gagal dalam maksud mereka sebagai ciptaan Tuhan, ia akan dikeringkan dan dibinasakan.
Fakta-fakta sejarah menyatakan, dengan sangat jelas, bahwa hidup bangsa Yahudi adalah fanatik dan picik pada saat itu, karena tidak berbuah, layu seperti pohon ara itu. Demikianlah hidup orang tak berbuah, walaupun di luar kelihatannya penuh dengan buah, itu hanya merupakan suatu penipuan belaka bagi orang lain, dan ia akan dikutuk serta dibinasakan. Apabila ada seorang yang berkeberatan karena pada waktu Tuhan mengutuk pohon itu bukanlah musim buah, maka tidaklah wajar untuk mencari buahnya pada pohon itu ; ia harus sadar, untuk perbuatan baik, tidak mengenal musim tertentu, karena semua waktu dan musim ditentukan sama harganya bagi perbuatan baik dan setiap orang harus membuat hidupnya berbuah ; dengan demikian ia memenuhi tujuan serta maksud Tuhan untuk yang mana Ia diciptakan.
APAKAH MANUSIA MEMPUNYAI KEMAUAN BEBAS ?
Saya bertanya lagi, "Apakah tidak lebih baik apabila Allah menciptakan manusia dan semua ciptaanNya secara sempurna ? Dengan demikian manusia tidak dapat berbuat dosa dan tidak akan ada kesusahan besar dan penderitaan di dunia. Tetapi, sekarang dalam suatu ciptaan yang takluk kepada kesia-siaan, kita harus mengalami segala macam penderitaan ?"
Seorang malaikat yang datang dari surga tingkat tertinggi dan menduduki jabatan yang tinggi juga, menjawab, "Allah tidak menciptakan manusia seperti mesin yang bekerja secara otomatis ; Ia juga tidak menentukan nasibnya seperti bintang-bintang dan planetplanet, supaya tidak keluar dari garis peredaran yang sudah ditentukan, tetapi ia menciptakan manusia menurut gambar dan bentuk rupaNya, sebagai seorang yang bebas kemauannya.penuh dengan pengertian, ketetapan dan kuasa, bebas untuk melakukan sesuatu. Karena itu ia paling tinggi dari dari pada segala makhluk-makhluknya yang diciptakan. Jikalau manusia tidak diciptakan sebagai seorang yang bebas kemauannya, ia tidak akan menikmati kehadiran Allah atau suka cita surga, karena ia hanya sebagai mesin yang bergerak tanpa pengetahuan atau perasaan, atau seperti bintang-bintang yang berayun tanpa sadar dalam ruang angkasa yang tak terbatas. Tetapi manusia, karena sifatnya sebagai orang bebas kemauannya, pribadinya bertentangan dengan kesempurnaan barang hati maka kesempurnaan yang demikian ini merupakan kesempurnaan yang tidak sempurna karena orang demikian itu sama seperti budak belaka, kesempurnaannya telah memaksanya untuk melakukan suatu perbuatan yang tertentu, dan dalam melakukannya, ia tidak akan mendapat kenikmatan, karena ia tidak dapat memilih kehendak dirinya sendiri. Baginya tidak ada perbedaan antara Allah dan batu."
Manusia, bersama segala ciptaan lainnya, telah takluk kepada kesia-siaan, tetapi tidak untuk
selama-lamanya. Karena tidak dengar-dengaran, manusia atau ciptaan-ciptaan yang lain, membawanya ke dalam segala sakit penyakit dan penderitaan kesia-siaan itu. Dalam pergumulan rohani sajalah, kuasa rohaninya dapat dikembangkan sepenuh. Ya, hanya dalam pergumulan inilah ia dapat belajar suatu pelajaran yang penting bagi kesempurnaannya. Karena itu pada waktu manusia akhirnya mencapai kesempurnaan surga, ia akan mengucap syukur kepada Allah untuk segala penderitaan dan pergumulannya dalam dunia dewasa ini, karena ia akan mengerti sepenuhnya, bahwa segala sesuatu turut bekerja sama untuk kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Allah. ( Roma 8 : 28 ).
PERNYATAAN KASIH ALLAH
Kemudian salah seorang kudus berkata, "Semua penduduk surga tahu bahwa Allah itu kasih, akan tetapi, hal itu disembunyikan sampai kepada kekal, karena KasihNya begitu heran, sehingga Ia mau menjadi manusia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan demi kesucian mereka, Ia rela mati di kayu salib. Oleh karena itu, Ia menderita sedemikian rupa, agar Ia dapat menyelamatkan manusia, dan segala ciptaanNya, yang takut kepada kesia-siaan.
Demikianlah Allah, dalam penjelmaanNya menjadi manusia, telah menunjukkan hatiNya kepada anak-anakNya. Tetapi, jikalau cara yang lain dipakai, KasihNya tidak terbatas itu akan tetap tersembunyi untuk selama-lamanya. Kini, semua ciptaanNya, dengan penghargaan yang sungguh, menantikan kenyataan anak-anak Allah, di mana mereka akan dipulihkan semua dan dimuliakan. Tetapi sekarang, mereka dan semua ciptaan akan tetap mengeluh dan menderita, sampai ciptaan yang baru akan terjadi. Juga, mereka yang telah lahir baru merintih dalam diri mereka, menantikan penebusan tubuh mereka. Waktunya sudah hampir, di mana segala ciptaan, karena taat kepada Allah dalam segala perkara, akan dibebaskan dari kerusakan dan kesia-siaan untuk selama-lamanya. Kemudian akan tinggal kebahagiaan Allah yang kekal, memenuhi tujuanNya menciptakan manusia. maka Allah akan menjadi segala-galanya dalam segala sesuatu. ( Roma 8 : 18 - 23 ).
Malaikat-malaikat juga berbicara kepada saya tentang banyak hal lain. Tetapi, tidak mungkin untuk mencatat semuanya. karena di dunia ini tidak ada bahasa atau persamaan, dengan mana saya dapat mengutarakan arti kebenaran-kebenaran rohani yang begitu dalam, dan mereka juga tidak ingin supaya saya mencobanya ; karena seorang tanpa pengalaman rohani tidak akan dapat mengertinya, maka dalam perkara ini ada bahayanya. Sebaliknya dari pada menolong banyak orang, kebenaran-kebenaran tersebut akan menimbulkan salah paham dan kesalahan. Karena itu, saya hanya menulis dan membicarakan beberapa kejadian yang sederhana saja dengan harapan, bahwa dari kebenaran-kebenaran tersebut, banyak orang akan mendapat petunjuk dan peringatan, pelajaran sert penghiburan.
Juga, waktunya tidak akan lama lagi bagi pembaca-pembaca buku ini, untuk memasuki dunia roh dan akan melihat semuanya ini dengan mata kepala sendiri. Tetapi, sebelum kita meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya, untuk pergi ke rumah yang kekal, kita dengan pertolongan anugerah Allah dan doa dalam roh, akan melakukan dengan setia, tugas yang ditentukan bagi kita masing-masing. Dengan demikian, kita akan memenuhi tujuan dan maksud hidup kita, dan memasuki, tanpa penyesalan sedikitpun, ke dalam suka cita kerajaan Bapa yang baka di surga. A m i n.
Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:
Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.
Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.
Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.
Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
Hanya ada dua alat uji yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita. Baca Selengkapnya...
karena semua perhatian saya pusatkan kepada mereka. Saya sebutkan saja beberapa pokok yang dibicarakan bersama.
NAMA DI SURGA.
Saya bertanya, "Dapatkah kamu katakan dengan nama apa kamu dikenal ?" Salah seorang malaikat menjawab, "Setiap kami diberi nama baru yang tidak diketahui oleh siapapun, kecuali Tuhan yang orang yang menerimanya (Wahyu 2 : 17). Kami semua telah melayani Tuhan di berbagai-bagai negeri dan dalam berbagai zaman, dan seorangpun tidak perlu mengetahui nama kami. Juga tidak perlu kami mengatakan nama lama kami di dunia. Mungkin hal itu menarik untuk diketahui, tetapi apakah gunanya ? Kami tidak ingin orang mengetahui nama kami, supaya jangan mengira, bahwa kami adalah orang-orang besar, lalu memberi hormat kepada kami, kecuali kepada Tuhan saja, yang begitu mengasihi kami, sehingga ia mengangkat kami dari kejatuhan dan membawa kami masuk ke dalam rumah
yang kekal, di mana kami akan menyanyikan puji-pujian dengan Persekutuan KasihNya dan inilah yang menjadi maksud Tuhan dalam menciptakan kami.
MELIHAT ALLAH
Saya bertanya lagi, "Apakah malaikat-malaikat dan orang-orang kudus yang hidup dalam tingkat tertinggi di surga selalu memandang wajah Allah ? Jikalau mereka melihatNya, dalam bentuk dan keadaan apakah Ia menampakkan Diri ? Salah seorang kudus menjawab, "Sama seperti samudera, penuh dengan air, demikianlah seluruh dunia dipenuhi oleh Allah dan setiap penduduk surga merasa keharidiranNya di mana-mana. Apabila seorang menyelam ke dalam air, diatas, di bawah dan di
sekelilingnya, tidak ada lain, kecuali air saja. Demikianlah kehadiran Allah dirasakan di surga. Sama seperti dalam air laut ada makhluk hidup yang tak terhitung banyaknya, demikian juga wujud Allah yang tak terbatas, anak-anakNya yang terbatas, dapat melihatNya dalam bentuk Kristus. Seperti kata Tuhan, "Siapa yang melihat Aku telah melihat BapaKu" (Yohanes 14 : 9). Dalam dunia roh, kemajuan seseorang menentukan kemampuannya untuk mengetahui dan merasakan Allah, dan Kristus juga menyatakan bentukNya yang mulia kepada setiap orang, sesuai dengan pengertian dan kemampuan rohaninya. Apabila Kristus harus menyatakan diri dalam bentuk mulia yang sama kepada
orang-orang yang diam di daerah gelap dan rendah dari dunia roh, seperti Ia tampakkan DiriNya kepada mereka pada tingkat yang tinggi di surga, maka mereka yang dari tingkat rendah tidak akan dapat tahan terhadapNya. Karena itu ia sesuaikan kemuliaanNya menurut kemajuan dan kemampuan masing-masing jiwa.
Kemudian, seorang kudus lain menambahkan, "Sebenarnya, kehadiran Allah dapat dirasakan dan dinikmati, tetapi tidak dapat diutarakan dengan kata-kata. Sama seperti manisnya permen, dinikmati dengan merasakan, yang tidak dapat diuraikan melalui lukisan grafik yang paling lengkap sekalipun. Demikianlah, setiap orang di surga mengalami sukacita akan kehadiran Allah, setiap orang dalam dunia roh tahu bahwa pengalamannya dengan Allah itu nyata, dengan uraian-uraian secara lisan.
JARAK DI SURGA
Saya bertanya, "Berapakah jarak jauh tempat macam-macam kediaman seorang demi seorang di surga ? Apabila seorang tidak boleh tinggal dalam tingkat lain, apakah ia diijinkan untuk mengunjungi mereka yang tinggal di tingkat lain ?" Lalu, salah seorang kudus menjawab, "Tempat kediaman setiap jiwa ditentukan oleh pertumbuhan rohaninya yang cocok baginya, tetapi untuk waktu yang singkat ia boleh mengunjungi tempat-tempat yang lain. Sewaktu mereka datang dari tingkat yang tinggi, ke tempat-tempat yang rendah, semacam tudung roh diberikan kepada mereka, supaya rupa mulia mereka tidak mengacaukan mereka yang ada di tingkat rendah dan lebih gelap. Demikianlah jikalau seorang dari tingkat rendah pergi ke tingkat yang lebih tinggi, ia juga diberi semacam
tudung roh supaya ia dapat tahan terhadap terang dan kemuliaan tempat itu. Di surga, jarak jauh tidak dapat dirasakan oleh siapapun, karena sesudah seorang mempunyai kerinduan untuk pergi ke tempat yang tertentu, tiba-tiba ia sudah berada di tempat itu. Jarak hanya dirasakan di bumi. Apabila seorang ingin bertemu dengan seorang kudus di tingkat lain, ia sendiri terangkat ke sana dalam sekejap mata, atau pada saat ia berpikir, segera orang kudus dari jauh itu sudah sampai di hadapannya.
POHON ARA YANG LAYU
Saya bertanya, "Semua diciptakan dengan tujuan dan maksud tertentu, tetapi kadang-kadang kelihatannya, seolah-olah tujuan itu tidak digenapi ; umpamanya, tujuan dan maksud pohon ara adalah tanpa buah, Ia mengutukinya. Dapatkah kamu menerangkan kepada saya, apakah tujuan pohon ara itu sudah digenapi atau belum ?"
Seorang kudus menjawab, "Tanpa ragu-ragu tujuannya memang telah digenapi dan lebih dari itu. Tuhan sumber Kehidupan, memberi hidup kepada setiap makhluk dengan tujuan tertentu. Tetapi kalau tujuan itu tidak terpenuhi, Ia berkuasa untuk mengambil kembali hidupnya, untuk memenuhi tujuan yang lebit tinggi. Beribu-ribu hamba Allah telah mengorbankan hidup mereka untuk mengajar dan mengangkat orang lain. Dengan hilangnya nyawa mereka, mereka telah menolong banyak orang, dengan demikian telah memenuhi tujuan dan maksud yang lebih tinggi. dari Allah. Apabila itu sesuai dengan hukum dan merupakan pelayanan yang paling mulia bagi manusia, yang bernilai lebih tinggi dari pohon ara serta ciptaan-ciptaan lain, untuk memberikan hidupnya bagi orang lain, maka bagaimanakah dapat dikatakan tidak adil, apabila sebatang pohon yang tidak berarti, menyerahkan hidupnya bagi pengajaran dan peringatan bagi suatu bangsa yang bengkok ? Maka melalui pohon ara ini, Kristus telah mengajar suatu ajaran yang besar kepada orang Yahudi dan pada seluruh dunia, dan siapa yang tidak berbuah dan gagal dalam maksud mereka sebagai ciptaan Tuhan, ia akan dikeringkan dan dibinasakan.
Fakta-fakta sejarah menyatakan, dengan sangat jelas, bahwa hidup bangsa Yahudi adalah fanatik dan picik pada saat itu, karena tidak berbuah, layu seperti pohon ara itu. Demikianlah hidup orang tak berbuah, walaupun di luar kelihatannya penuh dengan buah, itu hanya merupakan suatu penipuan belaka bagi orang lain, dan ia akan dikutuk serta dibinasakan. Apabila ada seorang yang berkeberatan karena pada waktu Tuhan mengutuk pohon itu bukanlah musim buah, maka tidaklah wajar untuk mencari buahnya pada pohon itu ; ia harus sadar, untuk perbuatan baik, tidak mengenal musim tertentu, karena semua waktu dan musim ditentukan sama harganya bagi perbuatan baik dan setiap orang harus membuat hidupnya berbuah ; dengan demikian ia memenuhi tujuan serta maksud Tuhan untuk yang mana Ia diciptakan.
APAKAH MANUSIA MEMPUNYAI KEMAUAN BEBAS ?
Saya bertanya lagi, "Apakah tidak lebih baik apabila Allah menciptakan manusia dan semua ciptaanNya secara sempurna ? Dengan demikian manusia tidak dapat berbuat dosa dan tidak akan ada kesusahan besar dan penderitaan di dunia. Tetapi, sekarang dalam suatu ciptaan yang takluk kepada kesia-siaan, kita harus mengalami segala macam penderitaan ?"
Seorang malaikat yang datang dari surga tingkat tertinggi dan menduduki jabatan yang tinggi juga, menjawab, "Allah tidak menciptakan manusia seperti mesin yang bekerja secara otomatis ; Ia juga tidak menentukan nasibnya seperti bintang-bintang dan planetplanet, supaya tidak keluar dari garis peredaran yang sudah ditentukan, tetapi ia menciptakan manusia menurut gambar dan bentuk rupaNya, sebagai seorang yang bebas kemauannya.penuh dengan pengertian, ketetapan dan kuasa, bebas untuk melakukan sesuatu. Karena itu ia paling tinggi dari dari pada segala makhluk-makhluknya yang diciptakan. Jikalau manusia tidak diciptakan sebagai seorang yang bebas kemauannya, ia tidak akan menikmati kehadiran Allah atau suka cita surga, karena ia hanya sebagai mesin yang bergerak tanpa pengetahuan atau perasaan, atau seperti bintang-bintang yang berayun tanpa sadar dalam ruang angkasa yang tak terbatas. Tetapi manusia, karena sifatnya sebagai orang bebas kemauannya, pribadinya bertentangan dengan kesempurnaan barang hati maka kesempurnaan yang demikian ini merupakan kesempurnaan yang tidak sempurna karena orang demikian itu sama seperti budak belaka, kesempurnaannya telah memaksanya untuk melakukan suatu perbuatan yang tertentu, dan dalam melakukannya, ia tidak akan mendapat kenikmatan, karena ia tidak dapat memilih kehendak dirinya sendiri. Baginya tidak ada perbedaan antara Allah dan batu."
Manusia, bersama segala ciptaan lainnya, telah takluk kepada kesia-siaan, tetapi tidak untuk
selama-lamanya. Karena tidak dengar-dengaran, manusia atau ciptaan-ciptaan yang lain, membawanya ke dalam segala sakit penyakit dan penderitaan kesia-siaan itu. Dalam pergumulan rohani sajalah, kuasa rohaninya dapat dikembangkan sepenuh. Ya, hanya dalam pergumulan inilah ia dapat belajar suatu pelajaran yang penting bagi kesempurnaannya. Karena itu pada waktu manusia akhirnya mencapai kesempurnaan surga, ia akan mengucap syukur kepada Allah untuk segala penderitaan dan pergumulannya dalam dunia dewasa ini, karena ia akan mengerti sepenuhnya, bahwa segala sesuatu turut bekerja sama untuk kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Allah. ( Roma 8 : 28 ).
PERNYATAAN KASIH ALLAH
Kemudian salah seorang kudus berkata, "Semua penduduk surga tahu bahwa Allah itu kasih, akan tetapi, hal itu disembunyikan sampai kepada kekal, karena KasihNya begitu heran, sehingga Ia mau menjadi manusia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan demi kesucian mereka, Ia rela mati di kayu salib. Oleh karena itu, Ia menderita sedemikian rupa, agar Ia dapat menyelamatkan manusia, dan segala ciptaanNya, yang takut kepada kesia-siaan.
Demikianlah Allah, dalam penjelmaanNya menjadi manusia, telah menunjukkan hatiNya kepada anak-anakNya. Tetapi, jikalau cara yang lain dipakai, KasihNya tidak terbatas itu akan tetap tersembunyi untuk selama-lamanya. Kini, semua ciptaanNya, dengan penghargaan yang sungguh, menantikan kenyataan anak-anak Allah, di mana mereka akan dipulihkan semua dan dimuliakan. Tetapi sekarang, mereka dan semua ciptaan akan tetap mengeluh dan menderita, sampai ciptaan yang baru akan terjadi. Juga, mereka yang telah lahir baru merintih dalam diri mereka, menantikan penebusan tubuh mereka. Waktunya sudah hampir, di mana segala ciptaan, karena taat kepada Allah dalam segala perkara, akan dibebaskan dari kerusakan dan kesia-siaan untuk selama-lamanya. Kemudian akan tinggal kebahagiaan Allah yang kekal, memenuhi tujuanNya menciptakan manusia. maka Allah akan menjadi segala-galanya dalam segala sesuatu. ( Roma 8 : 18 - 23 ).
Malaikat-malaikat juga berbicara kepada saya tentang banyak hal lain. Tetapi, tidak mungkin untuk mencatat semuanya. karena di dunia ini tidak ada bahasa atau persamaan, dengan mana saya dapat mengutarakan arti kebenaran-kebenaran rohani yang begitu dalam, dan mereka juga tidak ingin supaya saya mencobanya ; karena seorang tanpa pengalaman rohani tidak akan dapat mengertinya, maka dalam perkara ini ada bahayanya. Sebaliknya dari pada menolong banyak orang, kebenaran-kebenaran tersebut akan menimbulkan salah paham dan kesalahan. Karena itu, saya hanya menulis dan membicarakan beberapa kejadian yang sederhana saja dengan harapan, bahwa dari kebenaran-kebenaran tersebut, banyak orang akan mendapat petunjuk dan peringatan, pelajaran sert penghiburan.
Juga, waktunya tidak akan lama lagi bagi pembaca-pembaca buku ini, untuk memasuki dunia roh dan akan melihat semuanya ini dengan mata kepala sendiri. Tetapi, sebelum kita meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya, untuk pergi ke rumah yang kekal, kita dengan pertolongan anugerah Allah dan doa dalam roh, akan melakukan dengan setia, tugas yang ditentukan bagi kita masing-masing. Dengan demikian, kita akan memenuhi tujuan dan maksud hidup kita, dan memasuki, tanpa penyesalan sedikitpun, ke dalam suka cita kerajaan Bapa yang baka di surga. A m i n.
Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:
Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.
Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.
Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.
Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
Hanya ada dua alat uji yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita. Baca Selengkapnya...
Penglihatan Sadhu Sundar Singh #6: Keadaan orang benar dan akhir kemuliaannya
Surga atau kerajaan Allah dimulai dalam hidup semua orang percaya sejati, dalam dunia ini. Hati mereka selalu dipenuhi dengan damai dan sukacita, walaupun mereka harus menderita aniaya dan kesukaran apapun ; karena Allah sumber segala damai dan hidup, tinggal dalam mereka. Maut bukanlah kematian bagi mereka, tetapi suatu pintu melalui mana mereka masuk ke dalam rumah kekal. Atau kami dapat katakan, walaupun mereka sudah dilahirkan kembali dalam kerajaan Kekal mereka, namun sewaktu mereka meninggalkan tubuh mereke, bagi mereka, itu bukanlah hari kematian, tetapi hari kelahiran ke dalam dunia roh dan merupakan suatu suka cita yang paling besar, seperti kejadian-kejadian ini, yang akan menjelaskan kita.
KEMATIAN SEORANG BENAR
Seorang malaikat menceriterakan kepada saya bagaimana seorang Kristen yang benar, yang dengan sepenuh hatinya melayani Gurunya selama tiga puluh tahun terbaring hampir mati. Beberapa menit sebelum ia meninggal, Allah telah membuka mata rohaninya, sehingga sebelum meninggalkan tubuhnya, ia boleh melihat dunia roh dan dapat menceriterakan apa yang dilihatnya kepada mereka yang mengelilinginya. Ia melihat surga terbuka baginya dan sekelompok malaikat dan orang suci datang menyongsongnya ; di depan pintu, Sang Juru Selamat dengan tangan terbuka menunggu untuk menyambutnya. Karena semua ini ditunjukkan kepadanya, ia berteriak dengan suka cita, sehingga yang duduk dekat tempat tidurnya terkejut. "Betapa indahnya saat ini", ia berseru, "Saya sudah lama menunggu untuk melihat Tuhan saya dan pergi kepadaNya. Oh teman-teman !, Pandanglah wajahNya yang bersinar, penuh dengan kasih dan lihatlah kumpulan malaikat itu datang untuk saya. Betapa indahnya tempat itu ! Teman-teman, saya mau berangkat ke rumah saya yang sebenarnya,
jangan berduka cita karena keberangkatan saya, tetapi bersuka citalah !"
Salah seorang yang hadir dekat tempat tidurnya berkata dengan tenang, "Pikirannya terganggu." Ia mendengar suara yang perlahan itu dan berkata, "Bukan demikian, saya cukup sadar. Saya ingin kamu melihat pemandangan yang indah ini. Sayang sekali, ini tersembunyi bagi pandangan matamu. Selamat tinggal, kita akan bertemu lagi dalam dunia yang akan datang." Sambil mengatakan demikian ia menutup matanya dan berkata, "Tuhan, saya serahkan nyawa saya dalam tanganMu," dan demikianlah ia jatuh tertidur.
MENGHIBUR KEKASIH - KEKASIHNYA
Segera sesudah jiwa meninggalkan tubuhnya, para malaikat mengangkatnya dalam tangan mereka dan sewaktu baru saja mau berangkat ke surga, ia minta supaya mereka menundanya untuk beberapa menit. Ia melihat pada tubuhnya yang mati dan kepada temantemannya, dan berkata kepada malaikat-malaikat itu, "Saya tidak tahu bahwa sesudah meninggalkan tubuhnya, roh dapat melihat tubuhnya sendiri dan teman-temannya. Saya ingin supaya teman-temanku dapat melihat saya, sama seperti saya dapat melihat mereka, supaya mereka tidak menganggap saya seperti mati dan berduka cita karena saya, sebagaimana yang mereka lakukan." Kemudian ia memeriksa tubuh rohaninya dan mendapatkan begitu ringan dan halus, sama sekali berbeda dengan tubuh jasmaninya. Pada saat itu ia coba menahan isterinya dan anak-anaknya yang sedang menangisi dan menciumi tubuhnya yang dingin. Ia mengulurkan tangan rohaninya yang halus dan coba menjelaskan kepada mereka dan dengan kasih yang besar mendorong mereka pergi ; tetapi, mereka tidak dapat melihatnya, bahkan tidak dapat juga mendengar suaranya. Dan ia mencoba untuk menyingkirkan anak-anaknya dari tubuhnya, tangannya seakan-akan melalui tubuh mereka, seolah-olah seperti udara, tetapi mereka tidak merasakan apa-apa. Kemudian salah seorang malaikat berkata, "Ayo, mari, kami akan membawamu ke rumah yang kekal. Jangan merasa sedih akan mereka. Tuhan sendiri dan kami juga akan menghibur mereka. Perpisahan ini hanya untuk beberapa waktu saja."
Sesudah itu, disertai oleh malaikat-malaikat, ia menuju ke surga. Mereka baru saja maju beberapa langkah, ketika sekumpulan malaikat bertemu dengan mereka dengan sorak-sorai, "Selamat datang," Banyak teman dan kekasihnya yang meninggal sebelumnya juga menemuinya dan sewaktu melihat mereka, suka citanya bertambah tambah. Ketika sampai dipintu surga, para malaikat dan orang suci berdiri tenang pada kedua sisinya. Ia masuk dan ditengah pintu ia dijemput oleh Kristus. Segera ia jatuh pada kakiNya dan menyembah Dia, tetapi Tuhan mengangkat dan memeluknya serta berkata, "Hai hambaku yang baik dan setia, masuklah ke dalam kesukaan Tuanmu." Mendengar itu suka citanya tak dapat dikatakan. Air mata kesukaan mulali mengalir dari matanya dan Tuhan telah menyapunya.
Ia berkata kepada para malaikat, "Bawalh dia ke rumah yang paling mulia yang sudah disediakan dari mulanya."
Kini roh Allah ini masih mempunyai pandangan hidup secara dunia, yaitu apabila ia bersama pra malaikat membelakangi Tuhan, itu berarti suatu penghinaan bagi Dia. Karena itu ia ragu-ragu untuk melakukan itu, tetapi pada akhirnya waktu ia memalingkan mukanya pada rumahnya, ia heran, bahwa kemanapun ia memandang, ia dapat melihat Tuhan. Karena Kristus selalu berada di mana-mana dan terlihat di manapun oleh orang-orang suci dan para malaikat. Tambah lagi di samping Tuhan, ia sangat gembira bahwa kemanapun ia melihat, ia dipenuhi dengan suka-cita ; mereka yang lebih rendah kedudukanya menemui yang berkedudukan lebih tinggi tanpa iri hati. Juga mereka yang memiliki kedudukan lebih tinggi menganggap dirinya beruntung dapat melayani saudara-saudaranya yang lebih rendah kedudukannya karena ini adalah kerajaan Allah dan Kasih.
Di setiap bagian surga ada taman - taman yang sangat indah, yang selalu mengeluarkan buah-buahan manis daan lezat dan bermacam-macam bungi yang berbau harum serta tidak pernah layu. Di sana, segala macam makhluk selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Burung-burung yang indah coraknya, menaikkan pujian syukur yang indah, sedemikian manis dan mesra nyanyian-nyanyian para malaikat dan orang suci, sehingga waktu mendengar nyanyian mereka, kami mengalami suatu rasa kesukaan yang tidak terkatakan. Kemanapun mata memandang, di sana hannya terdapat pemandangan yang membawa sukacita luar biasa. Ini sebenarnya adalah Firdaus yang disediakan Allah bagi orang-orang yang mencintaiNya, di mana tidk ada bayang-bayang maut, atau kesalahan, atau dosa, atau
penderitaan, tetapi damai sejahtera dan sukacita kekal.
RUMAH - RUMAH MULIA DI SURGA
Kemudian saya melihat hamba Allah memeriksa rumah mulia yang disediakan untuknya dari jarak jauh sekali, karena di surga semua adalah rohaniah dan mata rohani dapat melihat menembusi segala sesuatu yang menutupi mata atau jarak jauh yang tak terhingga. Melalui kebesaran surga, kasih Allah dinyatakan, dan di mana-mana di dalamnya, semua ciptaanNya, dapat dilihat memuji dan mengucap syukur kepadaNya, dalam keadaan suka cita yang tak ada habis-habisnya. Sewaktu hamba Allah ini bersama-sama dengan malaikat sampai pada pintu rumahnya, ia melihat di sana huruf-huruf bersinar dengan kata-kata, "Selamat datang _ Selamat datang," dan dari huruf-huruf "Selamat datang" ini, terdengar ucapan berulang kali "Selamat datang". Sewaktu ia memasuki rumahnya, ia heran sekali, karena Tuhan sudah ada di sana sebelumnya. Karena itu, suka citanya makin bertambah, hingga tak dapat dilukiskan. Ia berseru, "Saya tinggalkan kehadiran Tuhan dan datang disini atas perintahNya, tetapi saya dapatkan, bahwa Tuhan sendiri sudah ada di sini untuk tinggal bersama saya !" Dalam rumah ini segala sesuatu tersedia, yang tidak dapat
dibayangkan sebelumnya dan setiap orang siap melayaninya. Dalam rumah-rumah terdekat, orang-orang suci yang pikirannya sama dengan dia, hidup dalam suatu persekutuan yang bahagia, karena rumah surga ini adalah kerajaan, yang telah disediakan untuk orang-orang suci sejak dunia ini dijadikan (Matius 25 : 34) ; dan inilah masa depan yang termulia, yang menunggu setiap pengikut Kristus yang benar.
HAMBA TUHAN YANG SOMBONG DAN PEKERJA YANG RENDAH HATI
Seorang hamba Tuhan yang memandang diri sendiri sebagai seorang yang sangat terpelajar dan beragama, meninggal dalam usia yang sangat tua. Tanpa ragu-ragu ia adalah seorang yang sangat baik. Sewaktu malaikat-malaikat datang untuk membawanya ke tempat yang ditentukan oleh Tuhan dalam dunia roh, mereka membawanya ke tempat sementara dan meninggalkannya dengan roh-roh baik lainnya yang baru sampai di sana, di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditentukan, untuk mengajar jiwa-jiwa yang baik, sambil mereka sendiri kembali untuk mengantar roh-roh lain yang baik.
Dalam tempat surga sementara ini, ada tingkat demi tingkat, sampai kepada tempat sorgawi, yang lebih tinggi ; dan di tingkat mana roh-roh boleh masuk untuk diberi pelajaran, ditentukan oleh kebaikan hidup sesungguhnya sewaktu di dunia. Ketika malaikat-malaikat, yang menempatkan pendeta itu dalam tingkatnya yang cocok kembali dengan membawa masuk jiwa lain untuk siapa mereka telah pergi, mereka membawanya melewati hamba Tuhan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Melihat ini, hamba Tuhan itu berteriak dengan suara yang menghardik, "Apakah hakmu, untuk meninggalkan saya di tengah perjalanan menuju ke negeri yang mulia itu, sementara kamu membawa orang lain lebih dekat ke sana ? Baik dalam kesucian, maupun dalam apapun saya sama sekali tidak lebih rendah dari pada orang itu, atau kamu sendiri." Para malaikat menjawab, "Di sini tidak ada pernyataan, siapa yang besar atau yang kecil, banyak atau sedikit, tetapi seorang dimasukkan ke dalam tingkatnya yang patut, sesuai dengan hidup dan imannya. Kau belum siap untuk tingkat yang lebih tinggi, karena itu kau harus tinggal di sini untuk beberapa waktu dan belajar beberapa hal yang akan diajarkan oleh kawan-kawan sekerja yang sudah ditentukan, kemudian, apabila Tuhan memerintahkan kami, dengan senang hati kami membawa kau ke tempat yang lebih tinggi," Ia menjawab, "Seumur hidup, saya telah mengajar manusia mengenai jalan ke Surga. Apa lagi yang perlu saya pelajari ? Saya tahu semuanya itu !"
Kemudian malaikat-malaikat yang ditugaskan mengajar mengatakan, "Mereka harus pergi ke atas sekarang, kami tidak boleh menghalangi mereka, tetapi kami akan menjawab pertanyaanmu. Kawanku, janganlah tersinggung kalau kami berbicara terus terang, karena ini adalah demi kebaikanmu sendiri. Kau pikir, kau sendirian di sini, tetapi Tuhan juga ada di sini, walaupun kau tidak dapat melihatNya. Kesombongan yang kau tunjukkan pada saat kau berkata, "Saya tahu semuanya itu". menghalangi kau untuk dapat melihat Dia dan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Kerjakanlah dan keinginanmu akan dikabulkan." Kemudian salah seorang malaikat berkata, "Orang yang tadi dinaikkan lebih tinggi dari padamu bukanlah seorang yang terdidik atau terkenal. Kau tidak melihat dia dengan baik. Ia adalah anggota dari jemaatmu. Orang-orang hampir tidak mengenalnya, karena ia adalah pekerja biasa dan mempunyai sedikit saja waktu luang dari pekerjaannya. Tetapi di tempat pekerjaannya, banyak orang mengenalnya sebagai seorang pekerja yag rajin dan jujur. Sifat kekristenannya diketahui oleh semua yang berhubungan dengan dia. Dalam peperangan ia
dipanggil untuk bertugas di Perancis. Di sana, sewaktu ia sedang menolong temannya yang luka, ia kena peluru dan mati. Walaupun ia tewas dengan tiba-tiba, ia sudah siap untuk itu. Karena ia tidak perlu tinggal di tempat sementara ini, sejauh mana kau harus tinggal. Pengangkatannya tidak bergantung kepada kebijaksanaannya, tetapi kepada kelayakan secara rohani. Hidupnya yang penuh doa dan rendah hati, sewaktu ia berada di dunia, menyiapkan secara baik untuk dunia roh. Sekarang ia bersuka cita karena telah mencapai tempat yang ditentukan dan ia mengucap syukur dan memuji Tuhan, yang dalam kemurahanNya telah menyelamatkannya dan memberikan hidup yang kekal.
HIDUP SURGAWI
Dalam surga tidak seorangpun dapat menjadi munafik, karena semua dapat melihat hidup orang lain sebagaimana adanya. Terang yang dapat menunjukkan segala sesuatu, membuat orang jahat menyembunyikan dirinya dengan penyesalan, tetapi terang itu memenuhi orang benar dengan suka cita yang amat sangat, karena berada dalam kerajaan Terang Bapa. Di sana, kebaikan mereka nyata bagi semua dan selalu bertambah-tambah, karena tidak ada barang sesuatu yang dapat menghalangi pertumbuhan mereka ; segala sesuatu dapat memelihara dan menolong mereka. Tingkat kebaikan yang dicapai oleh jiwa seseorang dapat dilihat dari cahaya yang bersinar dari seluruh pribadinya, karena sifat dan tabiat menunjukkan dirinya dalam bentuk bermacam-macam warna, seperti pelangi yang bercahaya dalam kebesaran kemuliaannya. Di surga tidak ada sifat iri hati. Semua senang
melihat kenaikan tingkat rohani dan kemuliaan orang lain, dan tanpa mencari alasan kepentingan diri sendiri ; selalu mencoba untuk saling melayani dengan sungguh-sungguh.
Semua karunia dan berkat surga yang tidak dapat dihitung banyaknya, adalah untuk kebutuhan bersama. Tak seorangpun memikirkan untuk mengambil sesuatu demi kepentingan diri sendiri, karena di sana segala sesuatu cukup untuk semua orang. Allah yang Maha Kasih, dapat dilihat dalam Pribadi Yesus, duduk di Takhta surga yang tertinggi. Dari Dia, yang menjadi "Matahari Kebenaran" dan "Terang Dunia", sinar yang menyembuhkan dan memberi hidup, dan gelombang cahaya serta kasih, dapat dilihat mengalir sampai ke ujung jagad ; memenuhi setiap orang kudus dan malaikat serta
membawa kepada siapapun yang disentuhnya, kuasa yang menguatkan dan menghidupkan.
Di surga tidak ada Timur dan Barat, Utara dan Selatan, tetapi bagi setiap jiwa atau malaikat, takhta Kristus tampak sebagai pusat segala sesuatu. Juga di sana, terdapat setiap macam bunga dan buah-buahan yang manis dan lezat dan banyak macam makanan rohani. Sementara memakannya, terasa rasa yang sangat lezat dan bau harum yang menyenangkan, tetapi setelah dicerna, bau yang sangat nyaman yang mengharumkan udara disekitarnya, keluar dari pori-pori tubuh. Singkatnya, kemauan dan keinginan semua penduduk surga telah dilengkapi dalam Allah, karena, dalam setiap kehidupan, kehendak Allah disempurnakan. Demikianlah dalam segala keadaan dan pada setiap tingkat di surga, tiap orang mengalami suka cita yang indah, yang tak berubah. Demikianlah, akhir keadaan orang benar adalah suka cita dan kebahagiaan yang kekal.
Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:
Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.
Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.
Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.
Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1,
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia."
Hanya ada dua alat uji, yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita. Baca Selengkapnya...
KEMATIAN SEORANG BENAR
Seorang malaikat menceriterakan kepada saya bagaimana seorang Kristen yang benar, yang dengan sepenuh hatinya melayani Gurunya selama tiga puluh tahun terbaring hampir mati. Beberapa menit sebelum ia meninggal, Allah telah membuka mata rohaninya, sehingga sebelum meninggalkan tubuhnya, ia boleh melihat dunia roh dan dapat menceriterakan apa yang dilihatnya kepada mereka yang mengelilinginya. Ia melihat surga terbuka baginya dan sekelompok malaikat dan orang suci datang menyongsongnya ; di depan pintu, Sang Juru Selamat dengan tangan terbuka menunggu untuk menyambutnya. Karena semua ini ditunjukkan kepadanya, ia berteriak dengan suka cita, sehingga yang duduk dekat tempat tidurnya terkejut. "Betapa indahnya saat ini", ia berseru, "Saya sudah lama menunggu untuk melihat Tuhan saya dan pergi kepadaNya. Oh teman-teman !, Pandanglah wajahNya yang bersinar, penuh dengan kasih dan lihatlah kumpulan malaikat itu datang untuk saya. Betapa indahnya tempat itu ! Teman-teman, saya mau berangkat ke rumah saya yang sebenarnya,
jangan berduka cita karena keberangkatan saya, tetapi bersuka citalah !"
Salah seorang yang hadir dekat tempat tidurnya berkata dengan tenang, "Pikirannya terganggu." Ia mendengar suara yang perlahan itu dan berkata, "Bukan demikian, saya cukup sadar. Saya ingin kamu melihat pemandangan yang indah ini. Sayang sekali, ini tersembunyi bagi pandangan matamu. Selamat tinggal, kita akan bertemu lagi dalam dunia yang akan datang." Sambil mengatakan demikian ia menutup matanya dan berkata, "Tuhan, saya serahkan nyawa saya dalam tanganMu," dan demikianlah ia jatuh tertidur.
MENGHIBUR KEKASIH - KEKASIHNYA
Segera sesudah jiwa meninggalkan tubuhnya, para malaikat mengangkatnya dalam tangan mereka dan sewaktu baru saja mau berangkat ke surga, ia minta supaya mereka menundanya untuk beberapa menit. Ia melihat pada tubuhnya yang mati dan kepada temantemannya, dan berkata kepada malaikat-malaikat itu, "Saya tidak tahu bahwa sesudah meninggalkan tubuhnya, roh dapat melihat tubuhnya sendiri dan teman-temannya. Saya ingin supaya teman-temanku dapat melihat saya, sama seperti saya dapat melihat mereka, supaya mereka tidak menganggap saya seperti mati dan berduka cita karena saya, sebagaimana yang mereka lakukan." Kemudian ia memeriksa tubuh rohaninya dan mendapatkan begitu ringan dan halus, sama sekali berbeda dengan tubuh jasmaninya. Pada saat itu ia coba menahan isterinya dan anak-anaknya yang sedang menangisi dan menciumi tubuhnya yang dingin. Ia mengulurkan tangan rohaninya yang halus dan coba menjelaskan kepada mereka dan dengan kasih yang besar mendorong mereka pergi ; tetapi, mereka tidak dapat melihatnya, bahkan tidak dapat juga mendengar suaranya. Dan ia mencoba untuk menyingkirkan anak-anaknya dari tubuhnya, tangannya seakan-akan melalui tubuh mereka, seolah-olah seperti udara, tetapi mereka tidak merasakan apa-apa. Kemudian salah seorang malaikat berkata, "Ayo, mari, kami akan membawamu ke rumah yang kekal. Jangan merasa sedih akan mereka. Tuhan sendiri dan kami juga akan menghibur mereka. Perpisahan ini hanya untuk beberapa waktu saja."
Sesudah itu, disertai oleh malaikat-malaikat, ia menuju ke surga. Mereka baru saja maju beberapa langkah, ketika sekumpulan malaikat bertemu dengan mereka dengan sorak-sorai, "Selamat datang," Banyak teman dan kekasihnya yang meninggal sebelumnya juga menemuinya dan sewaktu melihat mereka, suka citanya bertambah tambah. Ketika sampai dipintu surga, para malaikat dan orang suci berdiri tenang pada kedua sisinya. Ia masuk dan ditengah pintu ia dijemput oleh Kristus. Segera ia jatuh pada kakiNya dan menyembah Dia, tetapi Tuhan mengangkat dan memeluknya serta berkata, "Hai hambaku yang baik dan setia, masuklah ke dalam kesukaan Tuanmu." Mendengar itu suka citanya tak dapat dikatakan. Air mata kesukaan mulali mengalir dari matanya dan Tuhan telah menyapunya.
Ia berkata kepada para malaikat, "Bawalh dia ke rumah yang paling mulia yang sudah disediakan dari mulanya."
Kini roh Allah ini masih mempunyai pandangan hidup secara dunia, yaitu apabila ia bersama pra malaikat membelakangi Tuhan, itu berarti suatu penghinaan bagi Dia. Karena itu ia ragu-ragu untuk melakukan itu, tetapi pada akhirnya waktu ia memalingkan mukanya pada rumahnya, ia heran, bahwa kemanapun ia memandang, ia dapat melihat Tuhan. Karena Kristus selalu berada di mana-mana dan terlihat di manapun oleh orang-orang suci dan para malaikat. Tambah lagi di samping Tuhan, ia sangat gembira bahwa kemanapun ia melihat, ia dipenuhi dengan suka-cita ; mereka yang lebih rendah kedudukanya menemui yang berkedudukan lebih tinggi tanpa iri hati. Juga mereka yang memiliki kedudukan lebih tinggi menganggap dirinya beruntung dapat melayani saudara-saudaranya yang lebih rendah kedudukannya karena ini adalah kerajaan Allah dan Kasih.
Di setiap bagian surga ada taman - taman yang sangat indah, yang selalu mengeluarkan buah-buahan manis daan lezat dan bermacam-macam bungi yang berbau harum serta tidak pernah layu. Di sana, segala macam makhluk selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Burung-burung yang indah coraknya, menaikkan pujian syukur yang indah, sedemikian manis dan mesra nyanyian-nyanyian para malaikat dan orang suci, sehingga waktu mendengar nyanyian mereka, kami mengalami suatu rasa kesukaan yang tidak terkatakan. Kemanapun mata memandang, di sana hannya terdapat pemandangan yang membawa sukacita luar biasa. Ini sebenarnya adalah Firdaus yang disediakan Allah bagi orang-orang yang mencintaiNya, di mana tidk ada bayang-bayang maut, atau kesalahan, atau dosa, atau
penderitaan, tetapi damai sejahtera dan sukacita kekal.
RUMAH - RUMAH MULIA DI SURGA
Kemudian saya melihat hamba Allah memeriksa rumah mulia yang disediakan untuknya dari jarak jauh sekali, karena di surga semua adalah rohaniah dan mata rohani dapat melihat menembusi segala sesuatu yang menutupi mata atau jarak jauh yang tak terhingga. Melalui kebesaran surga, kasih Allah dinyatakan, dan di mana-mana di dalamnya, semua ciptaanNya, dapat dilihat memuji dan mengucap syukur kepadaNya, dalam keadaan suka cita yang tak ada habis-habisnya. Sewaktu hamba Allah ini bersama-sama dengan malaikat sampai pada pintu rumahnya, ia melihat di sana huruf-huruf bersinar dengan kata-kata, "Selamat datang _ Selamat datang," dan dari huruf-huruf "Selamat datang" ini, terdengar ucapan berulang kali "Selamat datang". Sewaktu ia memasuki rumahnya, ia heran sekali, karena Tuhan sudah ada di sana sebelumnya. Karena itu, suka citanya makin bertambah, hingga tak dapat dilukiskan. Ia berseru, "Saya tinggalkan kehadiran Tuhan dan datang disini atas perintahNya, tetapi saya dapatkan, bahwa Tuhan sendiri sudah ada di sini untuk tinggal bersama saya !" Dalam rumah ini segala sesuatu tersedia, yang tidak dapat
dibayangkan sebelumnya dan setiap orang siap melayaninya. Dalam rumah-rumah terdekat, orang-orang suci yang pikirannya sama dengan dia, hidup dalam suatu persekutuan yang bahagia, karena rumah surga ini adalah kerajaan, yang telah disediakan untuk orang-orang suci sejak dunia ini dijadikan (Matius 25 : 34) ; dan inilah masa depan yang termulia, yang menunggu setiap pengikut Kristus yang benar.
HAMBA TUHAN YANG SOMBONG DAN PEKERJA YANG RENDAH HATI
Seorang hamba Tuhan yang memandang diri sendiri sebagai seorang yang sangat terpelajar dan beragama, meninggal dalam usia yang sangat tua. Tanpa ragu-ragu ia adalah seorang yang sangat baik. Sewaktu malaikat-malaikat datang untuk membawanya ke tempat yang ditentukan oleh Tuhan dalam dunia roh, mereka membawanya ke tempat sementara dan meninggalkannya dengan roh-roh baik lainnya yang baru sampai di sana, di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditentukan, untuk mengajar jiwa-jiwa yang baik, sambil mereka sendiri kembali untuk mengantar roh-roh lain yang baik.
Dalam tempat surga sementara ini, ada tingkat demi tingkat, sampai kepada tempat sorgawi, yang lebih tinggi ; dan di tingkat mana roh-roh boleh masuk untuk diberi pelajaran, ditentukan oleh kebaikan hidup sesungguhnya sewaktu di dunia. Ketika malaikat-malaikat, yang menempatkan pendeta itu dalam tingkatnya yang cocok kembali dengan membawa masuk jiwa lain untuk siapa mereka telah pergi, mereka membawanya melewati hamba Tuhan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Melihat ini, hamba Tuhan itu berteriak dengan suara yang menghardik, "Apakah hakmu, untuk meninggalkan saya di tengah perjalanan menuju ke negeri yang mulia itu, sementara kamu membawa orang lain lebih dekat ke sana ? Baik dalam kesucian, maupun dalam apapun saya sama sekali tidak lebih rendah dari pada orang itu, atau kamu sendiri." Para malaikat menjawab, "Di sini tidak ada pernyataan, siapa yang besar atau yang kecil, banyak atau sedikit, tetapi seorang dimasukkan ke dalam tingkatnya yang patut, sesuai dengan hidup dan imannya. Kau belum siap untuk tingkat yang lebih tinggi, karena itu kau harus tinggal di sini untuk beberapa waktu dan belajar beberapa hal yang akan diajarkan oleh kawan-kawan sekerja yang sudah ditentukan, kemudian, apabila Tuhan memerintahkan kami, dengan senang hati kami membawa kau ke tempat yang lebih tinggi," Ia menjawab, "Seumur hidup, saya telah mengajar manusia mengenai jalan ke Surga. Apa lagi yang perlu saya pelajari ? Saya tahu semuanya itu !"
Kemudian malaikat-malaikat yang ditugaskan mengajar mengatakan, "Mereka harus pergi ke atas sekarang, kami tidak boleh menghalangi mereka, tetapi kami akan menjawab pertanyaanmu. Kawanku, janganlah tersinggung kalau kami berbicara terus terang, karena ini adalah demi kebaikanmu sendiri. Kau pikir, kau sendirian di sini, tetapi Tuhan juga ada di sini, walaupun kau tidak dapat melihatNya. Kesombongan yang kau tunjukkan pada saat kau berkata, "Saya tahu semuanya itu". menghalangi kau untuk dapat melihat Dia dan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Kerjakanlah dan keinginanmu akan dikabulkan." Kemudian salah seorang malaikat berkata, "Orang yang tadi dinaikkan lebih tinggi dari padamu bukanlah seorang yang terdidik atau terkenal. Kau tidak melihat dia dengan baik. Ia adalah anggota dari jemaatmu. Orang-orang hampir tidak mengenalnya, karena ia adalah pekerja biasa dan mempunyai sedikit saja waktu luang dari pekerjaannya. Tetapi di tempat pekerjaannya, banyak orang mengenalnya sebagai seorang pekerja yag rajin dan jujur. Sifat kekristenannya diketahui oleh semua yang berhubungan dengan dia. Dalam peperangan ia
dipanggil untuk bertugas di Perancis. Di sana, sewaktu ia sedang menolong temannya yang luka, ia kena peluru dan mati. Walaupun ia tewas dengan tiba-tiba, ia sudah siap untuk itu. Karena ia tidak perlu tinggal di tempat sementara ini, sejauh mana kau harus tinggal. Pengangkatannya tidak bergantung kepada kebijaksanaannya, tetapi kepada kelayakan secara rohani. Hidupnya yang penuh doa dan rendah hati, sewaktu ia berada di dunia, menyiapkan secara baik untuk dunia roh. Sekarang ia bersuka cita karena telah mencapai tempat yang ditentukan dan ia mengucap syukur dan memuji Tuhan, yang dalam kemurahanNya telah menyelamatkannya dan memberikan hidup yang kekal.
HIDUP SURGAWI
Dalam surga tidak seorangpun dapat menjadi munafik, karena semua dapat melihat hidup orang lain sebagaimana adanya. Terang yang dapat menunjukkan segala sesuatu, membuat orang jahat menyembunyikan dirinya dengan penyesalan, tetapi terang itu memenuhi orang benar dengan suka cita yang amat sangat, karena berada dalam kerajaan Terang Bapa. Di sana, kebaikan mereka nyata bagi semua dan selalu bertambah-tambah, karena tidak ada barang sesuatu yang dapat menghalangi pertumbuhan mereka ; segala sesuatu dapat memelihara dan menolong mereka. Tingkat kebaikan yang dicapai oleh jiwa seseorang dapat dilihat dari cahaya yang bersinar dari seluruh pribadinya, karena sifat dan tabiat menunjukkan dirinya dalam bentuk bermacam-macam warna, seperti pelangi yang bercahaya dalam kebesaran kemuliaannya. Di surga tidak ada sifat iri hati. Semua senang
melihat kenaikan tingkat rohani dan kemuliaan orang lain, dan tanpa mencari alasan kepentingan diri sendiri ; selalu mencoba untuk saling melayani dengan sungguh-sungguh.
Semua karunia dan berkat surga yang tidak dapat dihitung banyaknya, adalah untuk kebutuhan bersama. Tak seorangpun memikirkan untuk mengambil sesuatu demi kepentingan diri sendiri, karena di sana segala sesuatu cukup untuk semua orang. Allah yang Maha Kasih, dapat dilihat dalam Pribadi Yesus, duduk di Takhta surga yang tertinggi. Dari Dia, yang menjadi "Matahari Kebenaran" dan "Terang Dunia", sinar yang menyembuhkan dan memberi hidup, dan gelombang cahaya serta kasih, dapat dilihat mengalir sampai ke ujung jagad ; memenuhi setiap orang kudus dan malaikat serta
membawa kepada siapapun yang disentuhnya, kuasa yang menguatkan dan menghidupkan.
Di surga tidak ada Timur dan Barat, Utara dan Selatan, tetapi bagi setiap jiwa atau malaikat, takhta Kristus tampak sebagai pusat segala sesuatu. Juga di sana, terdapat setiap macam bunga dan buah-buahan yang manis dan lezat dan banyak macam makanan rohani. Sementara memakannya, terasa rasa yang sangat lezat dan bau harum yang menyenangkan, tetapi setelah dicerna, bau yang sangat nyaman yang mengharumkan udara disekitarnya, keluar dari pori-pori tubuh. Singkatnya, kemauan dan keinginan semua penduduk surga telah dilengkapi dalam Allah, karena, dalam setiap kehidupan, kehendak Allah disempurnakan. Demikianlah dalam segala keadaan dan pada setiap tingkat di surga, tiap orang mengalami suka cita yang indah, yang tak berubah. Demikianlah, akhir keadaan orang benar adalah suka cita dan kebahagiaan yang kekal.
Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:
Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.
Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.
Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.
Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1,
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia."
Hanya ada dua alat uji, yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita. Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)







