googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani: Kimiawi darah
Tampilkan postingan dengan label Kimiawi darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimiawi darah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

Kimiawi darah #15: Penetapan Allah yang ajaib

Betapa ajaibnya Allah mempersiapkan kelahiran Anak-Nya dari seorang perawan. Ketika la menciptakan perempuan, Ia menciptakannya sedemikian rupa, sehingga tidak ada darah yang dapat mengalir dari tubuh perempuan itu kepada keturunannya. Untuk mencipta¬kan seorang manusia yang tidak berdosa dan juga keturunan dari Adam, Allah menyediakan suatu cara sehingga manusia itu memiliki tubuh yang berasal dari Adam, tetapi memiliki darah dari sumber yang terpisah. Beberapa orang telah mencoba untuk menjawab pertanyaan "Bagaimana mungkin Dia seorang manusia yang tidak berdosa namun dilahirkan dari seorang perempuan?" dengan cara menganggap Maria sebagai Perawan Suci.' Namun demikian, itu tidak menjawab pertanyaan mengapa Yesus dikatakan adalah seorang yang tidak berdosa.

Sangat jelas diajarkan di dalam Alkitab bahwa Yesus mengambil bagian dalam tubuh manusia, tetapi tidak mengambil bagian dari darah Adam. Di dalam Ibrani 2:14 kita membaca:

"Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka la juga menjadi sama dengan mereka..." (For as much then as the children are partakers of flesh and blood he also himself like we took part of the same...)

Saudara perhatikan bahwa kata 'anak-anak (children)' -- yaitu anak-anak manusia -- dikatakan adalah anak-anak dart darah dan daging, kemudian di dalam ayat ini juga disebutkan tentang Yesus bahwa Ia juga menjadi sama (took part of the same) dengan mereka. Kata 'menjadi sama (took part)' yang menunjuk kepada Kristus sangat berbeda sekali dengan kata 'dari (partakers)' yang menunjuk kepada anak-anak manusia. Pada bagian pinggir Alkitab saya, saya membaca bahwa kata 'menjadi sama' diartikan sebagai 'mengambil bagian dalam sesuatu di luar dirinya sendiri."

Dalam bahasa Yunani kata 'dari (partakers)' adalah koynoneho yang berarti 'mengambil bagian seutuhnya,' sehingga seluruh anak-anak Adam mengambil bagian seutuhnya dalam tubuh Adam dan darah Adam. Namun kita membaca bahwa Yesus 'menjadi sama dengan mereka' di dalam bahasa Yunani¬nya adalah metecho, yang artinya 'mengambil bagian namun tidak seutuhnya.'Anak-anak- manusia berasal dari darah dan daging Adam, tetapi Kristus hanya mengambil bagian dalam tubuh, sedangkan darah-Nya dari pem¬buahan yang supranatural.

Yesus adalah manusia yang seutuhnya. Menurut daging, Ia adalah keturunan Daud, tetapi darah-Nva berbeda dengan darah manusia. Ia ada waktu penciptaan manusia, tubuh Adam dibentuk dari debu tanah, tetapi Allah menghembuskan nafas hidup melalui hidungnya.

Karena nyawa ada di dalam darah, peritiwa ini meng¬hasilkan pembentukan darah di dalam tubuh Adam, tetapi darah Adam yang pertama adalah darah yang fana dan berdosa dan turun kepada semua manusia karena dari satu orang Allah telah menjadikan seluruh bangsa. Dalam diri Adam yang terakhir dan manusia kedua, mengalir darah yang baru dan kudus dan yang tidak her¬dosa, yang secara daging merupakan keturunan Adam dan akibatnya tubuh-Nya mengandung darah yang kudus.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #16: Darah yang kudus, tidak bersalah & tidak dapat binasa.

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #14: Kesaksian para ahli

Kini bagi para pembaca yang mungkin masih meragukan hal ini, izinkan saya mengutip beberapa pendapat para ahli yang dapat dipercaya. Di dalam buku yang berjudul Text Book of Physiology yang ditulia oleh Howell, Edisi Kedua, halaman 885 dan 886, saya membaca:

"Untuk dapat mengerti fungsinya secara umum adalah cukup dengan mengingat bahwa plasenta mengandung vascular chorionic papillae yang esensial dari fetus (janin bayi) yang terbungkus di dalam cairan darah membran desidual sang ibu. Fetal dan darah sang ibu tidak pernah berhubungan. Mereka dipiasahkan satu sama lainnya oleh dinding pembuluh darah fetal dan selaput epithelial chorionic villae."

Atau izinkan saya mengutip dari buku karangan William, Practice of Obstetrics, Edisi Ketiga, halaman 133:

"Darah janin di dalam pembuluh chorionic villae tidak ber¬campur dengan darah ibunya, terpisah satu dengan lainnya oleh dua lapiaan chorionic epithelium."

Dan dari buku yang sama, dari halaman 136 saya mengutip:

"Secara normal tidak ada hubungannya antara darah janin dengan darah ibunya."

Kini, manfaat bagi saudara yang berprofesi sebagai bidan, saya mengutip clari sebuah buku teks yang sudah tidak asing lagi bagi saudara. Cuplikan berikut ini saya kutip dari buku Nurse's Handbook of Obstetrics karangan Louiae Zabriakie, R. N., Edisi Kelima, halaman 75:

"Ketika sirkulasi darah mulai terjadi di dalam embrio, ia akan tetap terpisah dan berbeda dari darah ibunya. Semua makanan dan sampah larutan yang bergerak bolak-balik antara embrio dan si ibu haruslah melalui dinding pembuluh darah dari satu sirkulasi ke sirkulasi lainnya."

Dan dari buku yang sama, Saya mengutip dari halaman 82:

"Janin menerima zat-zat makanan dan oksigen dari darah ibunya melalui medium plasenta. Jantung janin memompa darah melalui arteri tali pusat ke pembuluh plasenta, yang keluar dan masuk dari jaringan kandungan dan berhenti dekat sekali dengan pembuluh kandungan, mengakibatkan difusi, melalui dinding-dindingnya, dari sampah-sampah hasil produksi dalam tubuh janin ke ibunya dan zat-zat makanan dan oksigen dari ibunya ke janin tersebut. Seperti yang telah dikatakan, pertukaran ini diakibatkan oleh proses osmosia, dan tidak ada percampuran secara langsung dari kedua aliran darah ini. Dengan kata lain, tidak ada darah dari si ibu yang mengalir ke dalam tubuh si janin dan begitu pula sebaliknya."

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #15: Penetapan Allah yang ajaib.

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi darah #13: Asal-usul darah

Sekarang ini diketahui dengan pasti bahwa darah yang mengalir di dalam arteri seorang bagi yang masih ada di dalam kandungan tidak berasal dari si ibu, tetapi dihasilkan di dalam tubuh fetus. Namun ini terjadi hanya setelah sel sperma membuahi sel telur dan fetus mulai terbentuk, lalu muncullah darah. Sebagai ilustrasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan hal ini, perhatikan telur seekor ayam.

Sebutir telur yang tidak dibuahi ber¬asal dari sel telur yang ukurannya sedikit lebih besar dari sel telur manusia. Saudara mungkin bisa mengerami telur yang tidak dibuahi ini, tetapi ia tidak akan berkembang. Ia akan segera kering, namun tidak akan menghasilkan anak ayam.

Tetapi coba biarkan telur itu dibuahi dengan cara mempertemukannya dengan sel sperma jantan, maka pengeraman akan membawa kepada terbentuknya kehidupan di dalam embrio. Setelah beberapa jam akan tampak perkembangannya. Dalam beberapa waktu lapisan merah akan pecah yang menunjukkan munculnya darah. Dan nyawa ada di dalam darah sesuai dengan apa yang dituliskan di dalam Alkitab, seperti yang difirman¬kan kepada Musa,

[11]Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya. Imamat 17:11
[14]Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Imamat 17:14


TIDAK MENGANDUNG DARAH IBU

Tidak ada gunanya setetes darah diberikan untuk mengembangkan embrio di dalam rahim seorang ibu. Demikian pandangan para ahli. Ibu menyediakan bagi fetus (janin bayi yang belum lahir), zat-zat makanan untuk pertumbuhan tubuh fetus itu ada di dalam rahim¬nya, tetapi darah yang ada di dalam tubuh fetus itu di¬hasilkan oleh embrio itu sendiri.

Sejak masa pembuahan sampai lahirnya bayi, tidak setetes darah pun yang dialir-kan dari si ibu kepada bayinya. Plasenta, suatu jaringan yang lebih dikenal dengan Hama 'Uri/Lembuni,' yang membentuk setang antara si ibu dengan bayinya. Plasenta terbentuk dengan begitu sempurna sehingga walaupun semua zat makanan yang dapat larut seperti protein, lemak, karbohidrat, garam, mineral, dan juga antibodi mengalir dengan bebas dari si ibu kepada bayinya dan sampah-sampah yang dihasilkan dari metabolisme si bayi dikeluarkan kembali ke sirkulasi si ibu, tidak terjadi pertukaran darah walau setetes pun, dan ini terjadi secara normal.

Darah si bayi itu dihasilkan di dalam tubuh bayi itu sendiri. Si ibu sama sekali tidak menyumbangkan darahnya.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #14: Kesaksian para ahli.

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 22 Maret 2012

Kimiawi Darah #12: Kelahiran Suci dan Ketidakberdosaan Yesus

Matius 1:18-20 Wahyu 1:5
[18]Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. [19]Karena Yusuf suaminya, seorang yang tutus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. [20]Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: 'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.'


[22]Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: [23] Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel'-- yang berarti: Allah menyertai kita. Matius 1:22-23.

Kedengarannya aneh, namun sebenarnya tidak, sehingga dengan catatan yang sejelas ini tidak seorang pun yang dapat menyangkal bahwa Alkitab mengajarkan tentang Kelahiran Suci. Kita dapat mengerti bagaimana seseorang bisa menolak cerita di dalam Alkitab, tetapi bagaimana seseorang dapat berkata bahwa Alkitab tidak mengajarkan bahwa seorang anak dara telah melahirkan tanpa dibuahi.

Dengan jelas Alkitab mengajarkan bahwa Yesus di-kandung dalam rahim seorang anak dara Yahudi dari Roh Kudus, kudus dan terpisah dari keturunan nenek moyang manusia. Alkitab menunjukkan begitu jelas bahwa tidak ada alasan bagi orang percaya untuk menyangkalnya. catatan ini tidak dapat disalahkan oleh para pelajar Alkitab yang serius dan teliti.

KETIDAK BERDOSAAN YESUS

Alkitab juga mengajarkan bahwa Yesus adalah seorang manusia yang tidak berdosa. Sebaliknya, semua manusia dari Adam sampai hari ini dilahirkan dengan mewarisi sifat keberdosaan Adam, sehingga merupakan subyek bagi kutuk dan kematian kekal. Tetapi Manusia Yesus tidak berdosa dan karena itu Ia tidak bisa mati, sampai saat Ia memikul dosa seluruh manusia di dalam diri-Nya dan mati bagi mereka.

Allah telah menjadikan seluruh umat manusia di bumi ini dari satu orang. Karena itu, walaupun Yesus menjadi manusia, la tetap tidak berdosa selama darah yang mengandung dosa tidak terdapat di dalam tubuh-Nya. Allah telah menyediakan jalan di mana Yesus dapat menjadi manusia yang sempurna namun tidak memiliki darah yang mengandung dosa manusia. Itulah masalah yang diselesaikan melalui kelahiran suci.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #13: Asal-usul darah

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #11: Anak Allah yang sempurna

Darah lembu jantan, kambing jantan, dan domba jantan tidak dapat menebus dosa, tetapi hanya menunjuk ke masa depan, yakni kepada Seseorang yang akan datang pada akhir zaman untuk menghapus dosa dengan jalan mengorbankan diri-Nya sendiri. Jadi sesuai dengan rencana Allah, Ia mengutus Anak-Nya ke dalam dunia dan dilahirkan dari seorang perempuan, dan pada akhir hidup-Nya Ia mencurahkan darah-Nya yang kekal dan kudus satu kali dan untuk selamanya. Setelah itu tidak ada lagi pengorbanan. Darah dari hewan yang dikorban¬kan di dalam Perjanjian Lama sifatnya sia-sia dan kotor dan segera hilang, tetapi darah yang tercurah di Kalvari adalah darah yang kekal yang disebut darah yang kudus. Rasul Petrus mengatakan,

[18] Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyang-mu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, [19] melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus.... 1 Petrus 1:18-19

Darah Tuhan Yesus adalah darah yang tidak berdosa, dan karena tidak berdosa, Ia adalah suci, sebab dosa membawa kesia-sisan dan di mana tidak ada dosa di sana tidak ada kesia-sisan. Pada bagian lain dari buku ini kita akan melihat mengapa darah yang mengalir di dalam tubuh Yesus adalah darah yang tidak berdosa. Setiap tetes darah yang mengalir di dalam tubuh Yesus tetap hidup dan tetap segar ketika ia mengalir keluar dari punggung, tangan, kaki, dan lambung-Nya yang terluka.

Darah yang mengucur dari tubuh-Nya di taman Getsemani, darah yang membasahi punggung-Nya ketika Ia disiksa dengan cambuk yang ujung-ujungnya berbentuk bola-bola kecil berduri dan terbuat dari besi sehingga mencabik-cabik tubuh-Nya. Seperti momok yang menyeramkan bagi-Nya, darah yang keluar dari kepala-Nya ketika ditancapkan mahkota duri, yang me¬ngucur ke tangan-Nya, ke kaki-Nya tidak pernah binasa karena darah-Nya adalah darah yang kudus. Daud memuji Dia di dalam kitab Mazmur 16, yang juga dikutip oleh rasul Petrus di dalam kitab Kisah Para Rasul 2, yang berbunyi:

[27] Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan. Kisah Para Rasul 2:27.

Walaupun tubuh Tuhan Yesus Kristus terbaring di dalam kubur selama tiga hari tiga malam, tidak ada kebinasaan karena darah-Nya mengandung darah yang kekal. Lazarus yang telah mati selama empat hari, menurut saudaranya telah berbau, tetapi tubuh Tuhan Yesus tidak binasa, karena yang menyebabkan kebinasaan adalah darah yang berdosa dan itu tidak terdapat di dalam tubuh-Nya. Setiap tetes darah-Nya tetap hidup. Mungkin ketika Imam Besar kita naik ke surga, Ia masuk ke dalam ruangan Maha Kudus, di dalam hadirat Allah, untuk memercikkan darah ke atas tabut Perjanjian di surga, seperti halnya yang dilakukan oleh imam besar di dalam Perjanjian Lama. Di dalam kitab Ibrani kita membaca:

[23]Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di surga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-¬benda surgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik daripada itu. [24] Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. [25] Dan la bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. "Sebab jika demikian la harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang la hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Ibrani 9:23-26.

Setelah Kristus melakukan penebusan, Dia bangkit dari liang kubur, dan kemudian, sebagai Imam Besar Yang Kekal, Ia naik ke surga untuk mempersembahkan darah di dalam kekudusan di tempat Allah bersemayam, dan darah itu ada di sana saat ini, membela dan menguduskan kita. Imam di dalam Kemah Suci tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun. Yang dilakukan-nya hanyalah mempersembahkan darah, dan cukup sampai di situ.

Mungkin ada cawan emas di surga yang berisikan setiap tetes darah yang tetap hidup, murni, berkuasa, dan segar seperti dua ribu tahun yang lalu. Imam di dalam Kemah Suci di dunia harus terus-menerus mengulangi kewajibannya, yaitu memercikkan darah, dan ini merupakan fakta yang jelas bahwa di antara semua perabotan di dalam Kemah Suci tidak ditemukan adanya kursi. Kita melihat adanya mezbah, meja, lampu, dan tabut Allah, tetapi tidak disebutkan tentang adanya kursi di dalam Kemah Suci bangsa Israel. Secara sederhana fakta ini menunjukkan bahwa tugas seorang imam di atas muka bumi yang memercikkan darah hewan korban tidak akan pernah berhenti. Ia tidak bisa duduk untuk beristirahat. Pekerjaannya tidak akan pernah selesai. Namun tentang Imam Besar Yesus Kristus, kita membaca:

[12]Tetapi la, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, la duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah... ""Sebab oleh satu korban saja la telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang la kuduskan. Ibrani 10:12, 14.

Darah telah dicurahkan -- darah yang tidak binasa, kekal, berkuasa, tidak berdosa, mahal, dan yang mengalahkan Iblis. la berlaku pada masa lalu, dan juga pada masa kini dan selama-lamanya kuasanya tidak akan pernah hilang.

Karena semua inilah, darah di dalam Alkitab disebutkan di dalam beberapa istilah. "Darah yang mahal," kata rasul Petrus. "Darah yang tidak binasa," kata Daud. "Darah yang mengalahkan," kata rasul Yohanes di dalam kitab Wahyu, karena mereka mengalahkan dia (Sela) oleh darah Anak Domba dan oleh perkataan kesaksian mereka. Itulah sebabnya Iblis sangat membenci darah dan ia akan melakukan apa saja untuk menghancurkan kuasa darah Kristus!

Saat ini kebenaran yang berlaku bagi bangsa Israel berlaku juga bagi kita, yaitu tidak ada pengampunan tanpa darah. Sampai saat ini karakter hukum ini tidak berubah; demikian juga halnya dengan darah. Hukum itu tetap merupakan pelayanan yang; memimpin kepada kematian (2 Korintus 3:7).

Kebenaran ini juga masih berlaku bahwa "terkutuk¬lah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat" (Galatia 3:10). Mereka, yang hidup di bawah hukum Taurat, hidup di bawah kutuk. Hukum yang tertulis mematikan (2 Korintus 3:6). Allah berfirman kepada bangsa Iarael dan kepada kita, "Apabila Aku melihat darah itu maka Aku akan lewat dari pada kamu" (Keluaran 12:13). Ia tidak berkata, "Apabila Aku melihat kebaikanmu, kesalehanmu, pekerjaanmu, kehidupan ibadahmu yang teratur, ketaatanmu dalam mematuhi Sepuluh Hukum atau mematuhi hukum Taurat, maka Aku akan lewat daripadamu."

Tidak, hanya seperti berikut ini: Apabila Aku melihat darah, maka Aku akan lewat daripadamu. Apakah saudara kira saya terlalu menekankan pentingnya darah, bahwa saya terlalu melebih lebihkan akan makna darah itu sendiri?

Dengarkan, darah disebutkan di dalam Alkitab kurang lebih 700 kali mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, dan bila kita melihat di dalam kitab Wahyu orang banyak di surga yang telah ditebus, kita mendengar mereka menyanyikan pujian, bukan tentang kebaikan mereka, bukan pula tentang ketaatan dan kesetiaan mereka dalam memelihara hukum Taurat, tetapi nyanyian berikut:

[5]"Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan
kita dari dosa kita oleh darah-Nya--" Wahyu 1:5.


Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #12: Kelahiran Suci & Ketidakberdosaan Yesus

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Rabu, 21 Maret 2012

Kimiawi Darah #10: Kekebalan Terhadap Dosa & Darah Kristus

Kita akan membicarakan tentang beberapa elemen lain yang terdapat di dalam darah. Di dalam darah tidak hanya terdapat sel-sel dan elemen pelindung, tetapi para ilmuwan telah menemukan bahwa di dalam darah juga terdapat antibodi atau antitoksin. Inilah elemen yang mencegah terjadinya infeksi.

Sel darah putih melawan infeksi ketika terjadi luka, namun antibodi mencegah infeksi agar tidak menyebar. Sifat alamiah dari antibodi ini tidak sepenuhnya dimengerti, tetapi kita mengetahui dengan pasti bahwa tanpa elemen pencegah penyakit ini, kita akan segera binasa.

Menarik sekali untuk dicatat bahwa antibodi ini dihasilkan untuk menangkal infeksi. Artinya, ketika zat yang berfungsi untuk mencegah penyakit ini mungkin tidak terdapat di dalam darah, setelah seseorang pernah mengalami suatu penyakit, zat-zat ini telah diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak, dan mencegah orang itu agar tidak mengalami penyakit yang sama untuk kedua kalinya. Beberapa dari antibodi ini bertahan cukup lama, seperti dalam kasus penyakit Cacar, dan yang lainnya. Sekali saudara terkena penyakit seperti itu, saudara tidak akan pernah mengalaminya lagi. Antibodi-antibodi yang lain hanya bekerja efektif untuk sementara waktu, memberikan kekebalan hanya satu kali. Sehingga setelah beberapa waktu, penyakit yang sama mungkin dapat menyerang kembali. Satu hal yang perlu dicatat ialah: ketika tubuh diserang penyakit, maka ia akan segera memberikan kekebalan sehingga penyakit itu tidak dapat menyerang lagi. Kekebalan ini ada di dalam darah.

DARAH KRISTUS

Suatu pelajaran penting terbentang di depan kita ketika kita menerapkan kenyataan ini dengan darah Kristus. Setelah kita diselamatkan, kita masih mungkin diserang oleh dunia, keinginan daging, dan Iblis. Bahkan setelah kita lahir baru, tidak jarang kita semua menjadi sasaran dari berbagai pencobaan dan menjadi mundur. Karakteristik seorang Kristen yang gagal adalah bahwa ia mencari pembasuhan oleh darah Kristus dan sesudah itu meminta darah Kristus melindunginya dari hal-hal yang membuat dia mundur. Dia tidak lagi jatuh ke dalam dosa yang sama, karena setiap pengalamannya membangun kekebalan di dalam dirinya terhadap dosa tersebut.

Perbedaan antara orang berdosa dengan orang kudus adalah orang kudus membenci dosanya dan memohon darah Kristus untuk menyucikannya. Sebaliknya orang berdosa menyenangi dosanya dan jatuh lagi ke dalamnya. Orang kudus itu seperti domba. la mungkin jatuh ke dalam lumpur, tetapi di dalam lumpur itu ia merasa tidak sejahtera, dan ia akan terus-menerus mengembik sampai gembalanya datang untuk mengangkatnya keluar dari lumpur itu dan kemudian melindunginya dari lumpur itu dengan membangun pagar.

Orang berdosa itu seperti seekor babi. Ia senantiasa mencari kubangan lumpur dan jika ia menemukannya, ia akan segera loncat ke dalamnya dengan suara mengorok dan akan menjerit dengan suara nyaring jika saudara mencoba untuk mengangkatnya keluar dari lumpur itu dan tidak lama setelah ia keluar dari kubangan itu, ia akan masuk kembali ke dalamnya.

Orang kudus mungkin jatuh ke dalam dosa, tetapi ia tidak selamanya berada di situ, karena ia akan merasa tidak sejahtera selama berada di dalam dosa. Hai orang Kristen, janganlah menjadi putus asa jika saudara telah jatuh. Tuhan kita yang mulia tahu betapa rusaknya kiadaan saudara ketika Ia datang untuk mati bagi saudara. Dia tahu betapa sulitnya untuk tetap hidup tanpa cela di dalam dunia ini di mana 'tidak ada teman yang ramah.' Dia tahu perangkap apa yang ada di jalan dan ketidak¬jujuran dari kedagingan kita, dan ketika Ia mati untuk menyelamatkan saudara, pada saat itu juga Ia mencurah¬kan darah-Nya untuk menyucikan saudara, Dialah yang membuat rasul Yohanes menulis,

[8] Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita me¬nipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. [9]Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1 Yohanes 1:8-9

Saudaraku, tidak ada untungnya bagi kita me¬nyangkal dosa kita. Allah berkata bahwa jika kita melaku¬kannya kita hanya menipu diri kita sendiri. Harapan saudara hanyalah mengakui dosa saudara, dan kemudian Ia mengirim 'tentara sel darah putih' dari darah Kristus yang kudus untuk menyucikan saudara lalu percaya kepada-Nya untuk menjaga saudara dari dosa melalui darah-Nya yang kudus itu yang selain terdiri dari 'sel darah putih' yang berperang dan menyucikan, juga me-ngandung antitoksin untuk mencegah agar saudara tidak jatuh lebih jauh lagi ke dalam dosa. Jangan berputus asa saat ini jika saudara berpikir betapa dalamnya saudara telah jatuh, tetapi pandanglah kepada Dia yang telah mencurahkan darah-Nya yang kudus untuk keselamatan, penyucian, dan perlindungan saudara.

“Allah telah menjadikan bumi dan segala isinya. la, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-¬kuil buatan tangan manusia, [25]dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah la kekurangan apa-apa. Karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. [26] Dari satu orang saja la telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi. Kisah Para Rasul 17:24-26

Satu pernyataan dari ayat-ayat ini memberikan suatu perhatian yang khusus. Paulus berkata bahwa Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia dari satu orang saja untuk mendiami seluruh muka bumi. Satu perkara yang menghubungkan semua manusia dengan setiap manusia lainnya adalah darah yang mengalir di dalam tubuhnya. Semua manusia berasal dari satu darah dan darah itu adalah darah Adam, manusia pertama dan nenek moyang semua suku bangsa manusia.
Karena nyawa ada di dalam darah, seperti yang tertulis di dalam Alkitab, dan upah dosa ialah maut, dosa mencemari darah Adam dan menyebabkan dia harus mengalami kematian. Karena darah semua manusia mengandung dosa Adam, la hanya bisa dibasuh oleh darah yang tidak berdosa, yaitu darah yang membawa penebusan bagi jiwa. Sebagaimana. dosa Adam yang pertama mencemari darah seluruh umat manusia, demikian juga darah Adam yang terakhir yang murni dan tidak berdosa telah membawa penebusan bagi dosa dunia. Karena tanpa pencurahan darah, tidak akan ada pengampunan. Darahlah yang membawa penebusan atas jiwa. Dosa Hawa tidak mempengaruhi kita, walaupun Hawa yang terlebih dahulu berbuat dosa daripada Adam, dosa Adamlah yang, membawa maut ke atas umat manusia karena ini berasal dari benihnya Adam.

Hanya Yesus yang disebut benih dari seorang perempuan, karena Ia dilahirkan dari seorang perempuan dan karena itu darah-Nya tidak mengandung dosa Adam. Yesus memiliki tubuh manusia, tetapi Dia bukan orang yang berdosa seperti saudara dan saya, karena la dilahirkan dari seorang perempuan yang mengandung dari Roh Kudus. Hanya ada satu jalan untuk mengalahkan dosa, yaitu darah yang tidak berdosa; dan hanya satu orang yang dapat memberikannya, yaitu Anak Allah yang tidak berdosa.

Dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, kita melihat pesan Allah akan darah Penebus. Di dalam Perjanjian Lama, kita melihat bagaimana darah domba dan kambing yang dicurahkan pada upacara ibadah umat Iarael. Jauh, jauh sebelum Anak Domba. Allah yang sempurna itu datang, Allah sedang mempersiapkan dunia bagi Dia dengan beragam cara di dalam Perjanjian Lama.

Tanpa darah tidak ada penebusan, dan sampai darah dinyatakan sebagai hukum Allah yang kudus yang menuntut keadilan dan kematian bagi orang berdosa. Itulah sebabnya, ketika Allah memberikan dua loh hukum kepada Musa di atas Gunung Sinai -- hukum yang menuntut keadilan dan bukan belas kasihan, hukum yang berkata Jiwa yang berdosa harus mati, hukum yang menuntut kesempurnaan dan kematian -- Dia juga memberikan kepada Musa di gunung yang sama, petunjuk untuk mendirikan Kemah Suci, yang dibangun atas darah dan yang seluruh upacaranya dibasuh oleh darah. Allah tahu ketika la memberikan hukum itu kepada bangsa Israel, mereka tidak akan dapat memelihara dan melakukannya dengan sempurna dan mereka harus mati. Jadi, dalam kasih karunia-Nya, Dia memberikan Kemah Suci, mezbah, dan darah sehingga orang yang berdosa menurut hukum itu memperoleh hidup melalui darah yang dicurahkan.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #11: Anak Allah yang sempurna

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #9: Dikalahkan Oleh Darah

Sebagaimana darah di dalam tubuh kita melindungi kita dari bahaya dan membunuh kuman-kuman, demikian pula halnya dengan Darah Tuhan Yesus Kristus yang kudus bagi setiap orang percaya. Untuk menjelaskan maksud ini, saya mengutip dari kitab Wahyu pasal 12:

[10]Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: 'Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pe merintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. "'Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka” Wahyu 12:10-11

Mereka mengalahkan dia (Iblis) oleh darah Anak Domba. Ini menunjukkan keadaan bangsa Iarael dalam pencobaan, tetapi juga berlaku bagi kita pada masa sekarang. Iblis membuat tuduhan terhadap kita di hadapan Allah, dan agar kelihatan lebih pasti, dia membuat berbagai tuduhan. Tetapi ketika ia menghadap Allah untuk mendakwa kita, ada Seseorang di sana, yaitu Imam Besar, Anak Domba Allah, dan yang dilakukan-Nya adalah menunjukkan bahwa darah-Nya telah dicurahkan bagi kita dan itu sudah cukup.

Kadangkala Setan juga datang untuk mendakwa kita. Dia menunjukkan dosa-dosa dan pelanggaran kita sehingga kita melihat kelemahan-kelemahan serta dosa-dosa kedagingan kita, kemudian ia berkata, "Apakah engkau seorang Kristen? Apakah engkau sudah diselamatkan? Engkau kelihatannya saja seperti seorang Kristen." Akibatnya, kita menjadi mundur dan kalah jika kita melihat kepada diri kita sendiri dan kepada dosa-dosa kita. Kita mulai meragukan keselamatan kita dan mempertanyakan penebusan kita. Bagaimana kita dapat mengalahkan musuh kita? Bagaimana jika kita mengalami hal yang demikian? Hanya ada satu jawaban: kita mengalahkan dia oleh darah Anak Domba.

Saya melihat kejahatan di dalam diri saya -- tidak jauh seperti yang dilihat oleh Iblis. Saya tidak memiliki harapan di dalam diri saya dan tidak mempunyai rasa percaya diri. Lalu saya melihat kepada darah. Saya melihat ke Kalvari dan memandang Dia yang telah mati di sana bagi saya serta yang telah mencurahkan darah-Nya bagi saya dan kemudian terang memenuhi hati saya. Saya melihat bahwa bukan karena kebaikan saya dan bukan pula karena dosa saya yang menumpuk, tetapi semua hanya karena darah-Nya. Darah itu berperang bagi saya. Itu adalah tentara 'sel darah putih' yang ada di dalam darah Kristus yang telah mengalahkan musuh. Saya mengakui dosa saya, saya tidak menyangkalnya dan saya memegang teguh janji-janji Allah,

[19]Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 1 Yohanes 1:9

[7]Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita daripada segala dosa. 1 Yohanes l:7

[11]Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba. Wahyu 12:11


Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #10: Kekebalan Terhadap Dosa & Darah Kristus

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #8: Sel Darah Putih (Leukosit)

Sebagai tambahan bagi sel-sel darah merah di dalam plasma darah, kita menyebutnya sel-sel darah putih, yang dalam bahasa ilmiahnya disebut leukosit. Butiran-butiran ini dinamakan 'sel-sel darah putih' karena warnanya yang tampak pucat atau putih, demikian pula sebaliknya dengan sel-sel darah merah. Sel-sel darah putih ini berukuran agak lebih besar dari sel-sel darah merah, namun jumlahnya lebih sedikit.

Biasanya sel-sel darah putih ini terdapat di dalam konsentrasi ukuran yang berkisar antara empat ribu sampai tujuh ribu per milimeter kubik, sebaliknya sel-sel darah merah berjumlah sekitar empat sampai lima juta. Namun demikian, jumlah sel darah putih ini sangat cepat sekali berkembang (membelah) jika berada dalam keadaan darurat. Ketujuh ribu sel darah putih ini sering disebut sebagai 'tentara tetap'-nya aliran darah.

Ketika terjadi infeksi pada bagian tubuh tertentu dan tubuh diserang oleh 'tentara' pasukan kuman-kuman, berita ini akan segera sampai ke 'pusat' tempat sel darah putih dihasilkan dan dengan segera organ ini meningkatkan produksi jumlah sel darah putih dan kemudian mengirimkannya ke tempat terjadinya infeksi. Kita bisa menyebutnya 'wajib militer tentara putih' pada keadaan darurat. Jumlah sel darah putih menjadi dua kali lipat, lalu tujuh kali lipat, karena sel darah putih adalah 'tentara' tubuh.

Sel-sel darah putih ini memiliki kemampuan yang kuat untuk membunuh kuman-kuman dan menelannya. Jadi, kalau saudara menusuk jari saudara dan mengakibatkan infeksi, saudara akan segera merasakan bengkak di sekitar luka tersebut. Ini tidak lain disebabkan oleh darah yang sedang bekerja di daerah itu dengan membawa 'pasukan-pasukan' kecil, yaitu sel-sel darah putih. Sel-sel darah putih ini mengelilingi pusat infeksi dengan sepenuhnya dan segera mengepung bakteri yang akan menimbulkan masalah. Jutaan 'tentara' musuh ini segera dibunuh dan dikumpulkan pada satu tempat yang biasa terdapat dalam bentuk yang sering kita kenal sebagai 'nanah.'

Jadi, sekarang peperangan telah berubah dan luka yang tadinya berwarna merah dan sakit serta membengkak kini mencapai puncaknva, la telah berhasil dikelilingi dan akhirnya gelembung itu pecah dan nanah segera dikeluarkan. Nanah mengandung serum dan bangkai 'tentara' kuman, jutaan sel darah putih menyerahkan hidupnya untuk berperang habis-habisan bagi tubuh, juga bersamaan dengan kuman yang jumlahnya tidak terhitung banyaknya yang telah dihancurkan oleh sel darah putih.

Ketika 'bangkai' dalam bentuk nanah itu sudah di¬keluarkan, sel darah putih lainnya akan segera masuk untuk membersihkan 'medan pertempuran' dan kemudian membentuk jaringan baru, sehingga luka itu menjadi sembuh dan yang tertinggal hanyalah bekas goresan. Pada saat-saat seperti ini, 'pasukan' sel darah putih akan berkembang dalam jumlah yang sangat besar, tetapi ketika perang telah berakhir mereka akan kembali ke jumlahnya yang normal. Itulah sebabnya mengapa dokter mengambil sedikit sampel darah dari jari tangan saudara untuk mengetahui jumlah darah pada saat sang dokter mengira bahwa telah terjadi infeksi pada tubuh saudara.

Pada kasus radang usus buntu yang diragukan, dokter mengambil sejumlah darah dan kemudian menyelidikinya. Jika sel darah putih berkembang jumlahnya dengan luar biasa dan 'tentara disiagakan' yang ditandai dengan peningkatan jumlah 'pasukan tentara putih,' maka dokter akan segera memastikan bahwa tubuh orang tersebut sedang mengalami infeksi. Dengan kenyataan seperti ini, kita dapat mengerti ucapan Daud ketika ia berkata, "Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib."

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #9: Dikalahkan Oleh Darah

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #7: Kristus menyediakannya bagi kita

Sebagaimana pentingnya darah bagi tubuh kita, begitu pula pentingnya darah Tuhan Yesus Kristus bagi Tubuh Kristus. Yang walaupun berbentuk cairan, darah dapat menjangkau setiap anggota tubuh, tidak peduli betapa jauhnya jarak anggota itu satu dengan yang lainnya. Seperti halnya darah menyediakan zat-zat makanan untuk hidup dan pertumbuhan, kemudian membawa sampah yang dihasilkan beserta zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh yang merupakan sisa-sisa dari proses metabolisme, demikian juga halnya Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Sumber kehidupan bagi setiap orang percaya, satu-satunya penopang dan makanan bagi kehidupan, demikian juga Seseorang yang terus-menerus menyucikan kita dari hari ke hari, sehingga hidup kekal kita benar-benar KEKAL karena darah Yesus Kristus Anak-Nya telah menyucikan kita dari semua dosa.

Apakah saudara telah meminta kepada Yesus kuasa penyucian-Nya?

Sudahkah saudara dibasuh oleh darah Anak Domba? Apakah pakaian saudara bersih tidak bernoda? Apakah bersih putih seperti salju? Sudahkah saudara dibasuh oleh darah Anak Domba?

Berikut ini adalah suatu jawaban kimiawi surgawi yang luar biasa. Di dalam kitab Wahyu kita membaca bahwa orang-orang kudus Allah membasuh jubah putih mereka dengan darah Anak Domba. Coba perhatikan, dibasuh dengan darah dan menjadi putih! Basuhlah jubah saudara dengan darah manusia dan amatilah warna jubah saudara.

Mustahil membasuh pakaian putih dengan darah manusia, namun laboratorium kimiawi penebusan Allah telah membuktikan cara untuk membasuh semua noda dan kecemaran, dan yang lebih menakjubkan, yaitu dengan membasuhnya di dalam darah Anak Domba. Dia tidak berdosa, hanya darah supranatural yang dapat melakukan hal seperti itu.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #8: Sel Darah Putih (Leukosit)

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Selasa, 20 Maret 2012

Kimiawi Darah #6: Struktur yang misterius & Sel darah merah

Manusia telah mempelajari lebih mendalam perihal darah sejak ditemukannya mikroskop dan perkembangan kimiawi darah, dan meskipun masih diliputi oleh miateri, tetapi kita memiliki alasan yang jelas untuk mengerti struktur fisiknya. Tubuh manusia normal mengandung lima liter darah yang sepenuhnya bergantung kepada peredaran cairan ini untuk hidup, karena itulah nyawa Makhluk ada di dalam darahnya.

Ringkasnya, darah terdiri dari cairan pengangkut yang disebut plasiuo, yakni suatu cairan tidak berwarna yang mengandung Nang bermacam-macam elemen sekuler dan terdapat larutan komponen kimia yang berjumlah sangat besar. Bentuk darah yang padat terdiri dari tiga jenis butiran yang utama. Antara lain ada yang disebut platelets, bentuknya tipis dan transparan yang fungsinya masih belum begitu diketahui. Lalu ada butiran sel darah merah atau eritrosit, terdapat dalam ukuran kurang lebih 5.000.000 per milimeter kubik, inilah yang merupakan sel yang membawa bahan bakar ke jaringan lain dalam bentuk gabungan oksigen dan yang membentuk darah menjadi berwarna merah. 


Selain itu ada juga butiran sel darah putih atau leukosit, yang terdiri dari beberapa jenis, antara lain yang berfungsi untuk melindungi tubuh dengan cara menghancurkan kuman yang dapat mengakibatkan infeksi pada tubuh. Elemen lainnya dalam larutan berfungsi untuk membekukan darah jika arteri atau urat Wadi terputus, dan menghasilkan antibodi guna mencegah penyakit.


SEL DARAH MERAH (ERITROSIT)

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, struktur dan sifat dari butiran darah merah dan darah putih semakin banyak dikenal dan mudah untuk dipelajari. Butiran-butiran darah merah atau eritrosit adalah sel-sel yang berukuran seperti kepingan lempeng yang mengandung substansi misterius yang disebut hemoglobin, yaitu komponen besi yang memiliki afinitas bagi oksigen, bahan bakar tubuh.

Butiran-butiran sel darah merah ini beredar melalui paru-paru dan bertemu dengan oksigen di udara yang kita hirup dan bersatu sehingga membentuk oxy-hemoglobin; lalu dalam bentuk yang demikian butiran-butiran itu beredar ke seluruh sel dan di dalam sel-sel itu butiran-butiran tersebut membebaskan sedikit muatannya, sehingga melengkapi sel-sel itu dengan oksigen yang vital untuk menghasilkan pembakaran dan panas; lalu darah akan mengangkut sampah yang dihasilkan oleh jaringan-jaringan tersebut, seperti karbondioksida dan sampah sisa jaringan metabolisme yang kita kenal sebagai 'sisa-sisa atau kotoran sel' dan membuangnya melalui ginjal, kulit, usus besar, dan paru-paru dan kemudian diisi lagi dengan oksigen murni yang berjumlah besar dan kemudian kembali mengedari lingkaran tadi.

Dan proses ini memakan waktu kurang lebih dua puluh tiga detik untuk satu kali beredar. Makanan dibawa ke setiap jaringan melalui darah dan dalam alat pengangkut yang sama semua 'sampah' juga ikut diangkut, namun demikian tidak pernah terjadi kontaminasi, begitu sempurna Sang Pencipta telah menciptakan kita. Bayangkan, Dinas Kebersihan Kota mengantarkan makanan kita yang tidak terbungkus di dalam sebuah truk yang mengangkut sampah! Inilah yang perlu juga dipikirkan oleh Departemen Kesehatan kita.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #7: Kristus menyediakannya bagi kita

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #5: Dosa, Maut & Kelahiran Suci

Lalu manusia jatuh ke dalam dosa dengan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat dan ia mati secara rohani dan pada akhirnya mati secara jasmani. Karena nyawa ada di dalam darah, dan ketika manusia itu mati, sesuatu terjadi pada darahnya. Dosa mencemari darah manusia, bukan tubuhnya, kecuali secara tidak langsung, karena tubuh disuplai oleh darah. Karena alasan inilah tubuh disebut tubuh yang berdosa karena ia diberi makan secara terus-menerus oleh darah yang telah dicemari dosa. Dan karena Allah telah menjadikan semua bangsa dari satu orang saja, maka dosa itu turun kepada semua keturunan Adam. Sebab itu karena satu orang berdosa, semua orang telah menjadi berdosa.

KELAHIRAN SUCI

Pada kenyataannya dosa telah mencemari darah manusia dan sudah seharusnya juga mencemari Kristus yang dilahirkan dari seorang anak dara, karena itu Kristus juga disebut sebagai keturunan Adam, namun Dia seorang yang tidak berdosa. Karena hal inilah Kristus mengambil bagian tubuh Adam, yang sifatnya tidak berdosa, tetapi Ia tidak dapat mengambil bagian dari darah Adam, yang sesungguhnya telah tercemari dosa. Allah telah mempersiapkan suatu jalan, sehingga Yesus yang dilahirkan dari seorang perempuan (bukan pria) dapat menjadi manusia yang sempurna, namun Ia tidak mengandung darah Adam di dalam urat nadi-Nya. Dia tidak mengandung dosa Adam. Kita akan membicarakan lebih luas subyek tentang kelahiran suci ini pada bagian lain di dalam buku ini, tetapi kita menyinggung masalah ini di sini untuk membuktikan lebih jauh tentang pernyataan bahwa darah manusia mengandung dosa dan seluruh rencana penyelamatan selalu berkisar di sekitar hal yang berkaitan dengan darah.

[13]Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka diaucikan secara lahiriah, [14]betapa lebihnya darah Kristus yang oleh Roh Yang Kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup? Ibrani 9:13-14

Seluruh rencana penyelamatan berada di dalam kuasa darah Tuhan Yesus Kristus. Kita telah ditunjukkan bahwa darah adalah satu-satunya jaringan yang gerakannya tidak terbatas di dalam tubuh.

Hampir seluruh jaringan tubuh lainnya ditentukan oleh keberadaan darah, seperti otot, tulang, urat syaraf, lemak, dan kulit. Semua jaringan itu tetap diam di tempatnya masing-masing. Hanya darah saja satu-satunya jaringan yang tidak tetap keberadaannya, tetapi beredar ke seluruh bagian tubuh, seperti saliva dan getah perut, air mata, dan empedu - ini bukanlah jaringan melainkan sekresi.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #6: Struktur yang misterius dan sel darah merah.

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #4: Semua dipersatukan dan dihubungkan oleh darah

Perhatikan, saudaraku, Allah tidak peduli dengan keberadaan diri kita atau kelompok kita dan la tidak tertarik kepada kebenaran, kelebihan, kepercayaan kita, kita diciptakan dari apa, ataupun organisasi kita. Dia ingin saudara mengenal KESATUAN Tubuh Kristus. Tugas kita bukan mendirikan denominasi dan agama-agama baru dari satu kepercayaan lain melainkan untuk memberitakan kebenaran bahwa kita harus dilahirkan kembali, dan tidak peduli saudara berasal dari gereja mana asalkan saudara telah dibasuh oleh darah Kristus yang kudus.

Perlihatkanlah kepada saya, pria atau wanita yang lebih tertarik untuk membawa orang lain menjadi anggota gerejanya daripada memenangkan mereka bagi Kristus, dan saya akan memperlihatkan kepada saudara seseorang yang masih belum tahu akan kuasa dan darah yang mempersatukan dan menyucikan, yang menjadikan kita semua Satu di dalam-Nya, bukan dalam suatu bentuk atau ritual atau model penyembahan, tetapi ke dalam kesatuan yang sungguh untuk mengagungkan Kepala kita, yaitu Tuhan Yesus, dan kita saling mengasihi satu dengan lainnya. Beberapa orang begitu disibukkan untuk mempertahankan doktrin-doktrin dan pandangan sekte-sekte mereka dan memperbanyak anggota gereja mereka, namun mereka tidak pernah memenangkan jiwa bagi Kristus.

SEMUA DIHUBUNGKAN OLEH DARAH

Semua manusia mengandung darah Adam, darah yang penuh dosa dan tercemar, mati dalam pelanggaran¬-pelanggaran dan dosa. Alkitab mengajarkan bahwa,

[26]Dari satu orang saja la (Allah) telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi. Kisah Para Rasul 17:26.

Semua manusia memiliki satu 'kesamaan' dengan diri Adam. Semua manusia memiliki hubungan darah dengan Adam, entah mereka itu orang kulit putih atau hitam, Yahudi atau bukan Yahudi, penyembah berhala atau orang terpelajar.

Darah mereka membawa hukuman kematian karena dosa Adam, dan karena alasan inilah semua manusia mengalami kematian, tanpa terkecuali. Ingatlah bahwa nyawa itu ada di dalam darah, dan jika manusia mati berarti darahnya sudah mati. Meskipun kita tidak tahu sifat atau keberadaan buah terlarang, pengetahuan yang baik dan yang jahat, kita tahu bahwa dengan memakannya kita mengalami 'pencemaran darah' dan hal itu membawa kepada kematian. Karena Allah telah berkata:

[17] Janganlah kamu makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
Kejadian 2:17.


Begitu kuatnya racun itu sehingga setelah enam ribu tahun, semua keturunan Adam yang dilahirkan masih mengandung racun dosa yang dibawa di dalam darah-nya. Pengulangan dari Kisah penciptaan Adam akan memperjelas kebenaran ini. Kita tahu bahwa Allah men¬ciptakan manusia dari debu tanah. Jadi sebenarnya Adam adalah segumpal tanah liat yang tidak bernyawa. Secara materi, ia hanya terdiri dari debu, yang dibentuk menjadi sesosok tubuh manusia, tetapi tidak bernyawa; ia hanya seperti boneka saja, lalu Alkitab menuliskan bahwa:

[7]Tuhan Allah... menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7.

Nafas Allah menghembuskan sesuatu ke dalam tubuh manusia sehingga membuat manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Sesuatu yang dihembuskan itu adalah darah. Sudah pasti demikian. Hal ini tidak bisa disangkal lagi; karena kita telah melihat bahwa nyawa segala makhluk ada di dalam darah dan jika nyawa itu ditambahkan dengan nafas Allah, maka Dia memberikan darah kepada gumpalan tanah liat yang berbentuk manusia, dan manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Tubuh Adam berasal dari tanah. Darahnya merupakan pemberian yang terpisah yang berasal dari Allah, karena Allah adalah Hidup dan Ia adalah Pencipta semua makhluk.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #5: Dosa, Maut & Kelahiran Suci

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #3: Darah Kristus

Semua uraian di atas berkenaan dengan tubuh jasmani kita, tetapi semuanya itu mengacu kepada kebenaran spiritual yang lebih besar, lebih dalam. Jemaat Yesus Kristus disebut tubuh-Nya dan kita adalah anggota tubuh-Nya dan anggota ini saling berhubungan satu dengan lainnya. Di dalam tubuh ini, Yesus Kristus adalah Kepala dan semua orang percaya adalah anggotanya. Anggota-anggota ini dihubungkan oleh darah Kristus. Nyawa masing-masing anggota bergantung kepada darah-Nya dan untuk hidup, makanan, kekudusan, dan pertumbuhan bergantung semata-mata pada darah Anak Domba Allah, karena nyawa ... ada di dalam darah.

Setiap orang yang lahir baru adalah anggota tubuh dan hidup di dalam kehidupan yang sama dengan setiap anggota yang lain oleh sesuatu yang mempersatukan mereka dan membuat mereka menjadi "satu keluarga dan bersaudara" yaitu darah Kristus. Anggota-anggota ini mungkin terpisah jauh di dalam tubuh; mungkin mereka berbeda warna, mungkin fungsi dan struktur mereka berbeda sama sekali, tetapi mereka adalah anggota dari satu tubuh dan dipersatukan oleh satu jaringan yaitu darah, yang menjangkau setiap anggota di manapun juga mereka berada. Demikian juga dengan tubuh Kristus. Gereja yang sejati. Anggota-anggota-Nya mungkin memiliki warna kulit yang berbeda, putih atau hitam atau kuning. Mungkin mereka berada di lokasi yang jauh terpisah, sejauh Eskimo dengan Afrika Selatan.

Mereka mungkin berbeda kelompok, seperti Katolik dengan Plymouth Brethren, tetapi semua orang yang lahir baru, yang percaya akan karya Tuhan Yesus Kristus, Kepala dari tubuh, adalah saudara di dalam darah, anggota satu keluarga dan satu tubuh, baik mereka itu orang Yahudi atau bukan Yahudi, hitam atau putih, Katolik atau Protestan, bangsawan atau petani. Semua adalah satu melalui darah Tuhan Yesus Kristus.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #4: Semua dipersatukan dan dihubungkan oleh darah

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #2: Fisiologi tentang darah

Di dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam jaringan. Kita mengenalnya sebagai otot, syaraf, lemak, kelenjar, tulang, jaringan penghubung dan lain sebagainya. Semua jaringan ini memiliki satu kesamaan: mereka terdiri atas sel-sel, berukuran sangat kecil dan memiliki fungsi yang khusus dan terbatas. Tidak seperti jaringan-jaringan tersebut, darah berbentuk cairan dan bergerak, sehingga ia tidak terbatas pada satu bagian tubuh saja tetapi bebas bergerak ke seluruh bagian tubuh dan ia menyediakan sel-sel yang terdiri dari zat makanan dan sekaligus membawa sisa-sisa sampah yang dihasilkan oleh aktivitas sel. Inilah proses yang kita sebut dengan metabolisme.

Di dalam tubuh manusia normal cairan ini jumlahnya kurang lebih lima liter, dan darah ini dipompa oleh jantung dan beredar melalui sistem kurang lebih setiap dua puluh tiga detik. Jadi, setiap sel yang ada di dalam tubuh disuplai secara terus-menerus dan dibersihkan, dan pada saat yang sama pula terjadi hubungan konstan dengan setiap sel lainnya yang ada di dalam tubuh. Darah merupakan jaringan yang paling misterius bila dibandingkan dengan jaringan-jaringan lainnya. Darah terdiri dari sejumlah elemen, komponen, dan bahan kimiawi tubuh yang unik yang fungsinya tidak sepenuhnya bisa dimengerti, tetapi semuanya berkaitan dengan misteri nyawa, karena nyawa... ada di dalam darah. Ketika darah gagal mencapai sel-sel dan anggota tubuh lainnya, darah tersebut segera mati dan tidak ada seorang manusia yang mati sebelum darahnya berhenti mengalir. Nyawa ini ada di dalam darah.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #3: Darah Kristus

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Kimiawi Darah #1: Prawadana

PRAWADANA
Ada banyak orang, termasuk orang Kristen sendiri sulit untuk memahami mengapa Allah menjadi manusia di dalam diri Tuhan Yesus, dan mengapa Allah harus menyerahkan Anak-Nya yang tunggal itu mati dan mengucurkan darah-Nya demi keselamatan manusia. Mengapa harus darah yang dikucurkan untuk menyelamatkan manusia? Adakah hubungan antara nyawa dengan darah? Berkenaan dengan penerbitan pesan-pesan berikut di dalam aspek sains dari Injil Anugerah Allah, maka dibuatlah buku ini yang berisi pernyataan yang bersifat menjelaskan. Buku saku (small booklet) ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indanesia dari satu buku yang berjudul Chemistry of Blood yang selain Kimiawi Darah di dalamnya juga terdapat Kimiawi Air Mata, Kimiawi Manusia, Kimiawi Hati Nurani, Kimiawi Doa (sudah terbit), Kimiawi Termig dan Kimiawi Kalvari. Kesemua judul-judul kecil ini akan kami terbitkan dalam Edisi bahasa Indonesia.

Sebagai seorang dokter dan juga ahli bedah selama bertahun-tahun, dan sekarang sebagai seorang tabib bagi banyak jiwa, dia telah mencari tahu obat yang paling ampuh bagi manusia yang sakit di dalam dosa. M.R. DeHaan, M.D. adalah seorang penulis di dalam Our Daily Bread (Edisi Indanesia dengan judul Renungan harian).

Menyingkapkan kepada kita kebenaran Firman. Biarlah Allah, Tabib Yang Ajaib itu sendiri menyingkapkan Firman-Nya melalui Roh-Nya Yang Kudus.

Penyunting

[26]"Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan. [27]Setiap orang yang memakan darah apapun, nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya." Imamat 7:26-27

Alkitab adalah sebuah Kitab tentang darah dan sebuah Kitab berdarah. Ketika kita dituduh memberitakan Injil tentang darah, dengan bangga kita menyangkal tuduhan itu, karena satu-satunya yang memberi nyawa bagi pengajaran kita dan kuasa kepada Firman Allah adalah fakta bahwa darah merupakan nyawa dan kuasa dari Injil. Alkitab sendiri menyatakan dirinya sebagai sebuah Kitab 'kehidupan,' yakni satu-satunya Kitab kehidupan yang ada di dalam dunia; dan Alkitab mampu memberikan hidup kepada setiap orang yang percaya dengan hatinya terhadap semua yang diajarkan di dalamnya. Di dalam Ibrani 4 kita membaca kalimat berikut :

KIMIAWI DARAH

[21]Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun [The word of God ia quick, and powerful, and sharper than any twoedged sword].
Ibrani 4:12


Kata 'quick' pada ayat ini di dalam bahasa Inggrisnya diterjemahkan 'HIDUP'. Firman Allah adalah Firman yang hidup, sungguh jelas berbeda dari buku-buku lain-nya karena satu alasan, bahwa Firman Allah mengandung darah yang mengalir ke dalam seluruh halaman dan juga mengalir di dalam setiap ayat. Dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu kita melihat aliran darah yang menjelaskan bahwa Kitab ini sungguh merupakan Firman Allah yang hidup. Tanpa darah, Alkitab tidak ada bedanya dengan kitab-kitab lainnya yang tidak ada nilainya lagi, karena Alkitab secara terang-terangan mengajarkan bahwa nyawa itu ada di dalam darah. Karena itu, ketika kita mulai menyampaikan pesan tentang darah ini, kita harus memulainya dengan satu prinsip fundamental yang terdapat di dalam Alkitab. Prinsip fundamental ini terdapat di dalam Imamat 17, yaitu :

[17]Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. Imamat 17:11

Prinsip yang sama diulangi lagi di dalam ayat empat belas, yaitu
[14]Karena darah itulah nyawa segala makhluk..." Imamat 17:14

Nyawa -- sesuatu yang begitu misterius sehingga para ilmuwan sampai saat ini belum bisa memahami atau mendefinisikannya -- dikatakan oleh Allah ada di dalam darah suatu makhluk, jadi tidak akan ada nyawa tanpa darah. Walaupun dikatakan segala makhluk, kita akan lebih memperhatikan tentang darah manusia dan khusus-nya darah Yesus Kristus karena di dalam darah-Nya tidak hanya terdapat hidup seperti yang kita kenal secara jasmani, tetapi juga hidup yang kekal.

Klik disini untuk membaca selanjutnya Kimiawi Darah #2: Fisiologi tentang darah

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...