googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani: Skandal
Tampilkan postingan dengan label Skandal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skandal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Kong Hee Ditangkap Karena Dituduh Gelapkan Uang Gereja

Kong Hee yang merupakan pendiri dari Gereja City Harvest ditahan karena dituduh menggunakan jutaan dolar uang gereja untuk membantu istrinya yang seorang artis, Ho Yeow Sun, untuk meningkatkan karirnya. Polisi Singapura berencana akan menahan dia pada hari ini, Rabu (27/6) dengan konspirasi melanggar kepercayaan. Menurut pernyataan polisi, pemimpin empat gereja dengan 23.000 anggota itu juga akan ditahan dengan tuduhan melakukan konspirasi pencatatan keuangan yang tidak benar. Ditemukan kecurangan setidaknya senilai $18 juta atau hampir Rp 180 miliar dari uang jemaat, menurut pernyataan komisi sumbangan dalam laman websitenya. Karena itu, Gereja City Harvest (CHC) membawanya ke pengadilan pada Selasa (26/6) kemarin. “Pagi ini, Pendeta Kong Hee, Pendeta Tan Ye Peng, John Lam, Chew Eng Han dan Sharon Tan telah diberi informasi untuk menghadiri pengadilan besok (hari ini, red). Tidak ada kasus yang menentang gereja saat ini,” tulis Aries Zulkarnain, pendeta eksekutif Gereja City Harvest. Selama kasus ini berlangsung, maka Dr. Phil Pringle yang merupakan pendiri Gereja Christian City di Sydney dan Dr. A. R. Bernard pendiri dan CEO Christian Cultural Centre di New York yang akan melayani menggantikan Pendeta Kong Hee. “Kedua pendeta ini ditunjuk sebagai pendeta penasihat senior melalui CHC,” tulis Zulkarnain. “Managemen gereja akan terus menyediakan arahan untuk tetap menjalankan gereja. Tata laksana di gereja dan pertemuan kelompok sel akan berlangsung seperti biasa, termasuk ibadah Minggu di Singapore Expo dan Jurong West. Sementara ini, tetap mempertahankan gereja, pendeta-pendeta kami, pemimpin dan keluarga mereka di dalam doa.” tambahnya. Ini merupakan salah satu kasus besar karena terjadi kepada pendeta yang cukup terkenal. Namun, kita tetap mengharapkan yang terbaik dari situasi yang buruk ini dan berharap gereja ini akan terus berdiri dan menjadi berkat buat sekeliling mereka. Sekaligus berdoa bahwa kebenaran, yang terburuk sekalipun, akan terungkap sehingga di dalam gereja tidak ada kebohongan. Sumber: jawaban.com Baca Selengkapnya...

Senin, 04 Juni 2012

Paus Komentari Skandal Vatileaks

Paus Benediktus XVI baru-baru ini menyampaikan pesan terbuka sebagai tanggapan atas skandal yang melibatkan kepala pelayan Vatikan yang ditangkap karena mencuri dokumen rahasia dari Gereja Katolik Roma beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya di depan masyarakat Vatikan, Rabu (30/5), Paus mengatakan bahwa skandal "Vatileaks" yang melibatkan seorang Curia di gereja yang dipimpinnya telah membuatnya bersedih.

"Namun, saya tidak pernah kehilangan keyakinan kepada Gereja saya bahwa, meskipun banyak kelemahan manusia, meskipun banyak kesulitan dan cobaan, Gereja ini tetap akan dituntun oleh Roh Kudus dan Tuhan telah memastikan bahwa Gereja tidak akan pernah kekurangan bantuan yang ia butuhkan untuk mendukungnya di dalam perjalanannya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Benediktus XVI menyatakan bahwa kabar-kabar yang beredar selama ini merupakan kabar-kabar serampangan karena semua itu tidak menunjukkan sama sekali fakta yang sebenarnya.

Untuk diketahui, beberapa bulan terakhir Paolo Gabriele, seorang kepala pelayan yang bekerja di rumah tangga Paus, telah menyebarkan dokumen-dokumen rahasia kepausan ke ruang publik. Adapun hal yang ditunjukkan dari dokumen-dokumen rahasia tersebut adalah mengenai banyak pihak internal di Vatikan yang berlomba-lomba untuk menduduki kursi tertinggi dan dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh pelayan-pelayan yang bekerja disana.

Gabriele pun pekan lalu sudah ditangkap oleh polisi Vatikan dengan tuduhan bahwa dia sudah membocorkan satu dokumen disana ke media.

Insiden ini akhirnya dijuluki sebagian orang sebagai "VatiLeaks," menyinggung "Wikileaks," yang adalah sebuah situs yang memuat ribuan halaman dokumen rahasia pemerintah.

Sementara itu, dalam wawancara dengan media internal Vatikan, Uskup Agung Angelo Becciu, Sekretariat Negara Kota Vatikan, menjelaskan bahwa tindakan Gabriele adalah "tidak bermoral."

"Ini bukan hanya merupakan pelanggaran serius terhadap privasi yang dimana setiap orang berhak memilikinya, tetapi juga penghinaan terhadap hubungan kepercayaan yang terjalin antara Benediktus XVI dengan orang-orang yang datang kepadanya," kata Becciu dalam sebuah wawancara dengan L’Osservatore Romano.

“Jadi yang menjadi persoalan disini bukanlah sekedar pencurian surat Paus; lebih daripada itu, ini mengenai hati nurani orang-orang yang telah menganggap Paus sebagai wakil Kristus yang telah dilanggar, dan pelayanan Penerus Rasul Petrus yang sudah diserang."


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 12 April 2012

Gereja Amerika Rugi Miliaran Dollar Akibat Skandal

KONFERENSI Waligereja America Serikat (USCCB) baru-baru ini mengeluarkan laporan tentang skandal seks yang melanda Gereja di negara itu, yang menyebabkan milaran dolar melayang. Ini tentu sangat mengejutkan. Apalagi skandal itu sudah membuat panas telinga banyak umat Katolik di sana setelah media membongkar satu per satu kasus-kasus skandal para klerus itu.
Sekarang, dengan munculnya laporan itu barangkali membuat orang tambah menggeleng-gelengkan kepala, atau bahkan marah dan kecewa. Karena selain telinga panas, ternyata kasus-kasus itu merugikan Gereja Katolik AS hingga miliaran dolar.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa kerugian yang ditimbulkan -tidak tanggung-tanggung- mencapai $2.488.405.755 atau kurang lebih sekitar 21 triliun rupiah (jika menggunakan kurs rata-rata 9.100 rupiah per dolar). Jumlah yang sangat banyak tentunya.

Menurut USCCB, seperti yang dikutip CatholicCulture.org, pada tahun 2011 itu sendiri, total kerugian yang ditanggung keuskupan-keuskupan di Amerika mencapai $108.679.706.

Dari jumlah itu $54.4 juta untuk penyelesaian kasus, $6.1 juta untuk terapi para korban, $36.7 juta untuk pengacara, $9.9 juta untuk tunjangan bagi para pelaku, serta $5.6 juta untuk biaya lain-lain. Bukan hanya itu. Ada juga biaya ekstra yang dikeluarkan yang mencapai $35.372.010.
Dengan demikian, secara terperinci, total uang yang dihabiskan baik untuk menangani kasus skandal seks di keuskupan-keuskupan maupun tarekat religius selama kurun waktu antara tahun 2004 -2011 mencapai $2.488.405.755. Dari jumlah itu $2.129.982.621 untuk keuskupan dan eparki dan $358.428.134 untuk tarekat religius.

Jumlah kasus

Tahun lalu dilaporkan ada 21 anak dibawah umur yang diduga mengalami pelecehan oleh imam atau diakon. Tujuh di antara laporan itu dinyatakan ‘bisa dipercaya’ oleh pihak penegak hukum, tiga dinyatakan laporan palsu, lima dinyatakan sebagai pelanggaran batas, dan tiga lagi masih dalam penyelidikan.

Sedangkan jumlah orang dewasa yang diduga mengalami pelecehan oleh imam atau diakon di masa lalu mencapai 683 orang, dengan tuduhan diarahkan kepada 551 imam dan tujuh orang diakon.

Tapi anehnya, dari jumlah imam yang disebutkan itu 253 orang sudah meninggal, 58 orang sudah menjadi awam, 184 sudah “dipecat” dan 281 dinyatakan sudah pernah ada dalam audit sebelumnya.
Dari sekian banyak kasus yang dilaporkan itu, sekitar 68 persen terjadi atau mulai terjadi antara tahun 1960 hingga 1984 dengan mayoritas korban (82 persen) adalah laki-laki, meskipun ada juga (11 orang) dari anak di bawah umur adalah anak perempuan.

Meskipun banyak yang mencibir Gereja Katolik AS atas kasus-kasus ini, namun tanggungjawab yang ditunjukkan di sana bisa diacungi jempol.

Dalam laporan itu ditemukan pula bahwa keuskupan-keuskupan di AS (untuk pertama kali) memberikan bantuan kepada 453 orang yang datang melapor tahun 2011 dan meminta bantuan penyembuhan atau rekonsiliasi. Sementara sekitar 1.750 orang yang sudah datang melapor pada tahun-tahun sebelumnya masih terus diberikan pelayanan oleh gereja.

Memang menyedikan juga karena ditemukan bahwa setengah dari para korban masih berusia antara 10-14 tahun pada saat mereka mengalami pelecehan. Tentu saja trauma itu dibawa hingga usia dewasa.
Barangkali yang membuat orang juga bertanya-tanya, kebanyakan kasus yang dilaporkan pada tahun 2011 lalu merupakan kasus-kasus yang terjadi antara 1975-1979. Itu artinya kasus itu dilaporkan 30 tahun kemudian.

Tanya kenapa baru dilaporkan? Jawabannya: This is America

Sumber: perisai.net
Baca Selengkapnya...

Selasa, 27 Maret 2012

Memalukan! Selama 65 Tahun, Sekitar 20.000 Anak-anak di Gereja Katolik Belanda, Alami Pelecehan Seksual

Sebuah penyelidikan independen di Belanda menemukan bahwa para pastor Katolik di negara itu telah melakukan pelecehan secara seksual atas puluhan ribu anak sejak tahun 1945, menambah deretan laporan serupa di negara-negara Eropa dan Amerika.

Laporan setebal 1200 halaman berjudul: "Seksueel Misbruik van Minderjarigen in de Rooms Katolieke Kerk" yang dirilis hari Jumat di Den Haag oleh komisi independen atas permintaan pihak gereja Katolik Belanda, mengidentifikasi sekitar 800 dugaan pelaku dalam masa 65 tahun, dan mengatakan para pejabat Katolik telah gagal menangani meluasnya pelecehan seksual di sekolah, seminari dan panti-panti asuhan.

Ketua Komisi Wim Deetman dalam konferensi pers yang dilakukan setelah memeriksa hampir 1.800 laporan, mengatakan panel itu menemukan sekitar 20.000 anak-anak yang dilecehkan secara seksual dalam lembaga-lembaga Katolik. Kebanyakan kasus melibatkan pelecehan ringan hingga moderat, tetapi komisi itu memperkirakan ada beberapa ribu kasus perkosaan.

Komisi independen ini mulai bekerja bulan Agustus 2010 menyusul sejumlah dugaan pelecehan di sebuah sekolah Katolik di Belanda Timur, yang mendorong korban-korban lainnya untuk muncul.

Komisi itu juga melakukan survei besar-besaran atas lebih dari 34 ribu orang, guna memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh atas skala dan bentuk pelecehan yang diderita anak-anak Belanda.

Laporan itu memperkirakan, satu dari sepuluh anak di Belanda telah mengalami beberapa bentuk pelecehan, dan satu dari lima anak-anak pernah tinggal dalam satu lembaga – baik lembaga Katholik atau bukan.

Mengakhiri masa kelam

Menanggapi laporan itu, Uskup Agung Utrecht, Mgr Wim Eijk mewakili gereja Katolik di Belanda memberi pernyataan resmi dan permohonan maaf atas tindakan yang telah dilakukan gereja Katolik pada masa lalu.

Ia juga menyatakan Gereja Katolik Belanda merasa malu atas tindakan buruk yang dilakukan para pejabat Katolik pada masa lalu dan bertekad untuk mengakhiri masa kelam itu.

Namun demikian pelecehan seksual di lingkungan gereja Katolik di Belanda bukanlah saja menjadi masalah Belanda, ini telah menjadi skandal Eropa. Pelecehan terjadi juga di Jerman, Belgia, Austria dan Irlandia.

Beberapa korban pelecehan juga tidak puas dengan permintaan maaf Paus Benedictus atas peristiwa itu, mereka menyatakan bahwa mereka tidak digubris, hanya saat peristiwa ini meledak ke media, barulah gereja Katolik berbicara. Sedang lainnya mempertanyakan mengapa mereka diperlakukan sama dengan beberapa korban pelecehan lainnya.

Gereja Katolik di Belanda pada bulan lalu telah menyiapkan suatu sistem ganti rugi berdasarkan parahnya pelecehan yang diderita, dan menawarkan kompensasi hingga 130 ribu dolar – tergantung pada seberapa parah kasusnya. (RNW/Journal/Tim PPGI)

Sumber:
kabargereja.tk
akhirzaman.org
Baca Selengkapnya...

Selasa, 20 Maret 2012

Skandal Seks Pendeta HKBP dengan 19 Mahasiswi

Umat Kristen digegerkan oleh skandal memalukan di kampus teologi. Seorang pendeta dari gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) divonis hanya lima tahun dalam kasus pelecehan seksual terhadap 19 orang mahasiswi teologi HKBP. Kabar memalukan itu diberitakan oleh majalah Kristen selama empat edisi berturut-turut.

Majalah Narwastu edisi November 2010 memuat berita yang menghebohkan tentang skandal perzinahan yang dilakukan Pendeta HKBP Laguboti, Toba Samosir, Sumatera Utara. Sebelumnya, Majalah rohani kristiani itu membleceti kasus memalukan Pendeta Siman Hutahaean STh pada edisi Juli 2010, Agustus 2010 dan September 2010.

Akibat perbuatannya yang melecehkan 19 mahasiswi Sekolah Biblevrouw HKBP Laguboti, Toba Samosir, Sumatera Utara, beberapa bulan lalu, Pendeta Siman Hutahaean divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Balige.

Kasus ini mencuat ke ranah hukum dan menjadi konsumsi pemberitaan publik, setelah 19 mahasiswi HKBP itu melakukan gugatan hukum, karena perlakuan Pendeta Siman Hutahaean STh amat tidak senonoh dan merusak citra pelayanan di HKBP. Akibat ulahnya tersebut, jaksa penuntut umum menuntut hukuman tujuh tahun terhadap Pendeta HKBP ini.



Namun setelah beberapa kali persidangan, akhirnya Majelis Hakim memutuskan vonis hukuman lima tahun penjara dengan potongan selama ditahan.

....hukuman terhadap Pendeta Siman Hutahaean STh harus diberikan agar ada efek jera terhadap pelayan supaya hati-hati melayani sesamanya yang berlainan jenis....

Kuasa hukum 19 mahasiswi korban pelecehan seksual di gereja HKBP, Jose Silitonga SH mengatakan kepada Majalah Narwastu menuturkan, hukuman terhadap Pendeta Siman Hutahaean STh harus diberikan agar ada efek jera terhadap pelayan supaya hati-hati melayani sesamanya yang berlainan jenis.

Jose menambahkan, hukuman terhadap Pendeta Siman Hutahaean STh itu kiranya bisa menyadarkan pimpinan HKBP agar jangan sombong, tapi tetap rendah hati terhadap jemaat.

....Jangan pula pimpinan HKBP hanya ingin memerah susu domba-dombanya, tapi pikirkanlah apa kebutuhan domba-domba tersebut....


“Jangan jemaat atau orang-orang kecil, seperti mahasiswi Biblevrouw diremehkan. Mereka pun hamba-hamba Tuhan dan mesti dihargai. Jangan pula pimpinan HKBP hanya ingin memerah susu domba-dombanya, tapi pikirkanlah apa kebutuhan domba-domba tersebut. Kasus HKBP Ciketing Bekasi, HKBP Filadelfia dan HKBP Cinere seharusnya bisa menyadarkan pimpinan HKBP agar rendah hati. Jangan hanya memikirkan uang dan jabatan saja,” tegas pengacara vokal yang berjemaat di HKBP Kelapa Gading, Jakarta Utara ini.

Terhadap warga HKBP, khususnya yang awam soal hukum Jose mengatakan, ia akan terus memberikan pengetahuan hukumnya lewat diskusi atau ceramah, sehingga pelayan-pelayan HKBP tidak dibodoh-bodohi oleh pihak lain. Misalnya, baru-baru ini Jose sudah diundang pimpinan Sekolah Biblevrouw HKBP Laguboti untuk memberi ceramah tentang hukum, sehingga mahasiswi itu cerdas secara hukum.

....Kasus HKBP Ciketing Bekasi, HKBP Filadelfia dan HKBP Cinere seharusnya bisa menyadarkan pimpinan HKBP agar rendah hati. Jangan hanya memikirkan uang dan jabatan saja....


“Saya akan membela orang-orang yang tertindas di HKBP, sekalipun harus berhadapan dengan pimpinan HKBP,” pangkas Jose yang juga ketua PERWAMKI (Persekutuan Wartawan Media Kristiani Indonesia) ini.

Menurut laporan SIB, aksi pelecehan seksual itu dilakukan Pendeta Siman Hutahaean STh dengan modus pelajaran meditasi. Aksinya sendiri dilakukan dengan cara memanggil mahasiswi untuk pelajaran meditasi. Saat itulah kesempatan dipergunakan SH untuk melakukan aksinya hingga terbongkarnya kasus ini sendiri ke publik. [taz/dbs]

Sumber: danishe.com
Baca Selengkapnya...

Skandal Seks yang Melibatkan Penginjil Televisi, Pendeta, dan Tokoh Kristen Amerika, Kanada, dan Inggris (1)

Apa kata Alkitab tentang kualifikasi penatua, penginjil, pendeta, dan tokoh Kristen? Di antaranya, mereka harus menunjukkan penguasaan diri yang mencegah dirinya dikuasai dosa dan menuruti keinginannya. “. . . hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah angggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran” (Roma 6:12-13). Selain itu, mereka harus saleh, adil, dan tidak bercacat di antara sesama orang percaya. “Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya” (1 Tesalonika 2:10). Secara khusus, para penatua tidak bercatat, punya hanya satu isteri, punya anak-anak yang hidupnya beriman, senonoh, dan tertib. “. . . supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota . . ., yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib” (Titus 1:5-6). Selain itu, semua pelayan Tuhan membela kebaikan sesuai Alkitab. “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan” (1 Tesalonika 2:10).


Tidak semua pelayan Tuhan – pendeta, penginjil, dan tokoh Kristen – memenuhi kualifikasi alkitabiah tadi. Mereka khususnya dari Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. Mereka terlibat atau dituduh terlibat tindakan-tindakan yang mencengangkan, memalukan, dan menurunkan rasa hormat tulus kita pada mereka: mereka terlibat atau dituduh melakukan skandal seks! Percaya atau tidak, mereka mencakup Paul Crouch, Sr., Presiden dan pendiri TBN, dan Benny Hinn!

Mereka semuanya adalah pelayan-pelayan Tuhan dari berbagai denominasi Injili, Pentakosta, Fundamentalisme, dan Protestan di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. Sebagian besar dari aliran Pentakosta, Gerakan Firman Iman, Gerakan Karismatik, dan aliran-aliran sejenisnya; sisanya dari gereja-gereja Protestan tertentu, seperti dari Gereja Baptis. 

Siapakah mereka? Ada dua puluh sembilan di antara sekian yang kami pilih sebagai contoh-contoh kebobrokan moral/etika para pelayan Tuhan.

Charles Fox Parham, 1907

Parham, seorang tokoh Pentakosta AS, memulai gerakan neo-Pentakosta di AS. Tapi dia dituduh melakukan sodomi atau semburit di Texas dan ditahan polisi. Sebagai akibatnya, dia kehilangan semua kepercayaan dengan gerakan itu melalui muridnya, William Seymour!

Aimee Semple McPherson, 1920-an – 1930-an

Dia seorang penginjil wanita yang cantik, pendiri suatu denominasi Pentakosta di AS, dan penginjil Pentakosta pertama yang terkenal. Akan tetapi, wanita kelahiran Kanada ini kawin-cerai beberapa kali, diduga merekayasa drama penculikan atas dirinya sebanyak dua kali, salah satu selama lebih dari tiga puluh hari, demi menjalin hubungan asrama rahasia dan tidak resmi dengan lelaki tertentu yang sudah berkeluarga tahun 1926.

Kathryn Kuhlman, 1930-an

Dia seorang penyembuh rohani dan penginjil wanita terkenal asal AS, seorang pendeta Gereja Baptis dan pendiri Tabernakel KKR Kuhlman di Denver tahun 1933. Akan tetapi, dia terlibat suatu perzinahan dengan seorang rekan penginjil lelaki yang sudah berkeluarga. Lelaki itu menceraikan isterinya supaya dia menikah dengan Kuhlman dan menghancurkan Tabernakel KKR Kuhlman.

Billy James Hargis, awal 1970-an

Hargis seorang penginjil Kristen Protestan fundamental, penginjil yang membuat tafsiran harfiah tentang Alkitab dan yang taat secara ketat pada ajaran Kristen.
Seorang Kristen Protestan fundamental bersifat konservatif, yaitu, enggan menerima perubahan tapi lebih suka mempertahankan nilai-nilai dan kebiasaan tradisional. Berlawanan dengan Kristen Protestan fundamental adalah Kristen liberal, yaitu, Kristen yang berpikiran luas, toleran terhadap pandangan dan standar perilaku orang, kelompok, golongan, pengetahuan atau aliran yang berbeda. Salah satu ajaran Kristen Protestan fundamental mengatakan Alkitab diilhami Roh Kudus dan, karena itu, tidak berisi kesalahan apa pun. Terhadap kepercayaan konservatif ini, orang Kristen liberal mengatakan Alkitab suatu dokumen manusia yang berjangkauan luas. Misalnya, Alkitab berisi kisah-kisah yang tidak pernah terjadi alias berisi kebohongan seperti kisah penciptaan dan kisah air bah Nuh, dua kisah yang dipengaruhi bahan dari agama-agama kafir.
Selain itu, dia seorang penulis dan penginjil radio yang produktif asal AS. Dia membentuk Perguruan Kristen Amerika tahun 1971 untuk mengajarkan asas-asas Kristen fundamental. 

Akan tetapi, suatu skandal seks muncul di perguruan itu. Skandal itu melibatkan tuduhan bahwa Hargis melakukan hubungan seks dengan mahasiswa pria dan wanita. Sebagai akibatnya, dia dipaksa mundur dari jabatannya sebagai seorang anggota presidium Perguruan Kristen Amerika. 

Skandal-skandal seks lanjutan muncul melalui tuduhan lain. Anggota-anggota paduan suara Hargis, “All American Kids”, menuduhnya melakukan tindakan-tindakan seksual yang tidak senonoh. Perguruan itu akhirnya ditutup pertengahan 1970-an.

Apa tanggapan Hargis terhadap tuduhan-tuduhan itu? Dia secara terbuka menyangkalnya.

Lonnie Frisbee, 1970-an – 1980-an

Dia seorang penginjil Pentakosta homoseksual yang tertutup asal AS. Dia mendaku dirinya adalah seorang “nabi yang melihat” di akhir 1960-an dan 1970-an. Meskipun penampilannya seperti seorang hippie (seorang lelaki muda yang penampilannya tidak konvensional di AS tahun 1960-an), dia seorang pendeta dan penginjil Pentakosta yang sangat berhasil. Karena terlibat homoseksualitas, dia dipecat dari kepemimpinannya dalam gereja. Dia meninggal dunia karena AIDS tahun 1993.

Jim dan Tammy Bakker dan Jimmy Swaggart, 1980 dan 1991

Pada tahun 1986, Jimmy Swaggart, seorang penginjil Pentakosta asal AS, mulai serangan-serangan melalui layar televisi terhadap dua orang rekan penginjil televisi, Marvin Gorman dan Jim Bakker. Dia membongkar hubungan asmara Gorman dengan seorang anggota jemaat Gorman. Dia juga menolong membeberkan penyelewengan seksual Bakker; penyelewengan Bakker diatur seorang rekan ketika Bakker melakukan suatu perjalanan ke luar kota. Pembeberan skandal seks kedua penginjil itu mendapat liputan media yang luas.

Gorman membalas. Dia menyewa seorang penyelidik pribadi untuk membongkar kesembronoan perzinahan Swaggart sendiri dengan seorang pelacur. 

Swaggart akhirnya dipaksa mundur dari kependetaannya selama setahun. Dia membuat suatu permohonan maaf yang disiarkan televisi Februari 1988 kepada jemaatnya. “Saya sudah berdosa kepada-Mu, Tuhan,” katanya, “dan saya ingin memohon agar darah-Mu yang berharga membasuh dan membersihkan setiap noda sampai itu ada dalam lautan pengampunan Allah.” 

Ternyata kemudian Swaggart belum bertobat. Dia tertangkap basah oleh polisi Kalifornia tahun 1991 dengan Rosemary Garcia, seorang pelacur. Pelacur itu ikut bersama dia dalam mobilnya; Swaggart dihentikan di jalan karena salah memasuki jalur yang keliru. Ketika ditanya mengapa Rosemary berada bersama Swaggart, pelacur itu, barangkali seorang pelacur jalanan, menjawab, “Dia minta saya untuk seks. Maksudku, itulah sebabnya dia menghentikan saya [di jalan]. Itu yang saya lakukan. Saya seorang pelacur.”

James Cleveland, 1991

Pendeta Cleveland terkenal secara internasional sebagai seorang penyanyi lagu-lagu Gospel, seorang aranser lagu, seorang komponis, dan tokoh di balik penciptaan musik Gospel modern di AS. Tidak heran dia dijuluki Raja Musik Gospel AS. Tapi seniman musik Gospel dan rekaman musik Gospel ini diketahui adalah seorang homoseksual. Dia meninggal dunia karena AIDS. Cleveland pendiri Gereja Baptis Batu Penjuru di Los Angeles, Kalifornia.

Mike Warnke, 1991

Dia seorang penginjil dan pelawak Kristen Pentakosta dan Karismatik populer asal AS selama tahun 1970-an dan 1980-an. Mantan anggota Angkatan Laut AS ini terlibat kawin-cerai berkali-kali, berbagai hubungan asmara, dan perceraian.

Bob Moorehead, 1998

Dia pendeta Gereja Kristen Overlake, AS, suatu gereja mega non-denominasional (mirip Gereja Oikumenis di Indonesia) di Redmond, Washington, gereja terbesar di negara bagian Washington, dari tahun 1970-an sampai dengan Juni 1998. Moorehead seorang pendeta konservatif tapi khotbahnya bergaya dan suasana Karismatik. Pada bulan Juli 1996, dia ditahan polisi karena dituduh melakukan tindakan tidak senonoh dalam suatu kamar mandi untuk umum di Pantai Daytona, Kalifornia. Dia mengundurkan diri di tengah tuduhan melakukan penganiayaan terhadap anggota-anggota dewasa gerejanya selama acara-acara baptisan dan pernikahan puluhan tahun sebelumnya.

Roy Clements, 1999

Dia seorang penulis dan mantan pendeta Kristen Injili (Karismatik) di Inggris. Pada tahun 1999, dia menyingkapkan keterlibatannya dalam suatu hubungan homoseksual dengan seorang lelaki. Dia mundur dari jabatannya sebagai seorang pendeta, dan berpisah dengan isterinya.

John Paulk, 2000

Paulk (tidak berkerabat dengan Earl Paulk, akan disoroti sebentar) seorang tokoh Kristen asal AS yang terlibat homoseksualitas. Dia mantan ketua dewan pengurus Exodus International North America, suatu organisasi Kristen antar-denominasional nirlaba. Organisasi ini memajukan “peran Kebebasan dari homoseksualitas melalui kuasa Yesus Kristus”, didirikan tahun 1976 dan mencakup 120 lembaga penginjilan di AS dan Kanada serta lebih dari 150 lembaga penginjilan di 17 negara lain. Pada bulan September 2000, John Paulk ditemukan dan difoto dalam sebuah bar homoseksual di Washington, D.C. Dia dituduh lawan-lawannya bercumbu-cumbuan dengan beberapa orang lelaki langganan di bar itu.

Paulk membantah dia ada di bar itu kendati bukti-bukti foto mengatakan sebaliknya. Akan tetapi, sebelum dilaporkan terlibat skandal seks itu, dia menulis tentang kehidupannya sebagai seorng homoseksual. Lalu, dia mengaku ada di bar homoseksual itu tapi tidak untuk alasan seks.

Paul Crouch, Sr., 2004

Sebagai pendiri dan presiden Trinity Broadcasting Network, jaringan televisi Kristen Injili (Pentakosta) terbesar sedunia yang berpusat di AS, Paul Crouch diduga keras terlibat skandal seks. Pada tahun 2004, harian Los Angeles Times menerbitkan serangkaian artikel yang menimbulkan pertanyaan tentang tuduhan-tuduhan Enoch Lonnie Ford, seorang mantan karyawan lelaki pada TBN. Menurut tuduhan Ford, dia punya hubungan seksual dengan Crouch selama tahun 1990-an. 

Tapi TBN membantah tuduhan itu. TBN mengkleim bahwa dakuan-dakuan Ford adalah bagian dari suatu rencana pemerasan; sementara itu, Los Angeles Times adalah suatu “koran sayap kiri dan anti-Kristen.”

Meskipun ada bantahan itu, TBN diam-diam membayar uang tutup mulut kepada Ford. Jumlahnya mendekati setengah juta dolar AS. Kalau memang tidak ada hubungan homoseksual antara Paul Crouch, Sr. dan Enoch Lonnie Ford, mengapa Ford disuap supaya tutup mulut tentang tuduhannya? Ada udang di balik batu, bukan?

Douglas Goodman, 2004

Dia seorang pendeta Injili di Pusat Kristen Kemenangan di London, Inggris. Gereja Karismatik itu salah satu yang terbesar di Inggris. Meskipun demikian, Goodman punya reputasi buruk karena suatu skandal seks: dia terlibat serangan seksual terhadap empat anggota jemaatnya tahun 2004. Sebagai akibatnya, dia dipenjarakan selama tiga setengah tahun, dan Pusat Kristen Kemenangan ditutup.

Paul Cain, 2004

Cain seorang pendeta Kristen Pentakosta yang terlibat dengan gereja-gereja neo-karismatik dan Gerakan Karismatik. Suatu sumber lain mengatakan dia seorang pendeta Gereja Hujan Hari Terakhir, suatu gereja yang berkembang dari Pentakostalisme abad ke-20 di AS. Tapi sang pendeta dilaporkan terlibat alkohol dan homoseksualitas.

Nathan Braun, 2005

Pada bulan April 2005, Nathan Braun, seorang penulis asal Kanada tentang vegetarian Kristen dan penginjil asal AS, diusir dan dikeluarkan dari Konferensi Hak-Hak Hewan Akar Rumput. Dia dituduh melakukan serangan seksual terhadap seorang gadis remaja yang menghadiri konferensi itu.

Robert LIARdon, 2006

Dia seorang pendeta, penginjil, dan penginjil televisi Pentakosta asal AS. LIARdon mengaku dia punya hubungan seksual yang lama dengan seorang pendeta pemuda yang membantu pelayanannya.

Ted Haggard, 2006

Dia pendeta Gereja Hidup Baru (dari aliran Pentakosta/Karismatik) di Colorado Springs, Kolorado (AS) dan Presiden Perhimpunan Nasional Evangelis AS antara tahun 2003 dan November 2006. Kedudukan Haggard memampukan dia punya akses sewaktu-waktu ke Presiden AS George W. Bush. 

Pada tahun 2006, Haggard dituduh mengunjungi secara teratur seorang pelacur lelaki. Pelacur ini menyediakan juga metamfetamin, sejenis obat terlarang yang dipakai sebagai suatu rangsangan. 

Haggard mengaku kesalahannya dan mengundurkan diri dari kedua jabatannya tadi. Pengakuan dia ternyata bukanlah pertobatannya. Pada bulan Januari 2009, dia mengaku punya suatu hubungan seksual kedua dengan seorang lelaki anggota gereja.

Apakah skandal seks yang melibatkan Haggard menyadarkan dia agar tidak kembali menjadi seorag pelayan Tuhan? Tidak. Dia kemudian mendirikan sebuah gereja yang baru!

Paul Barnes, 2006

Rekan kerja Ted Haggard ini pendiri dan mantan pendeta senior gereja Injili Kapel Anugerah (beraliran Pentakosta/Karismatik) di Douglas County, Kolorado. Tapi Barnes kemudian mengaku kepada pengurus gereja bahwa dia melakukan kegiatan homoseksual. Sebagai akibatnya, pengunduran dirinya sebagai pendeta diterima 7 Desember 2006.

Lonnie Lathan, 2006

Pada tahun 2006, pendeta senior Gereja Baptis Tulsa Selatan merangkap seorang anggota Panitia Pelaksana Sidang Baptis bagian Selatan di AS ditahan polisi. Lonnie dituduh “menawarkan diri untuk terlibat dalam suatu tindakan percabulan” dengan seorang lelaki. Ternyata orang itu seorang perwira polisi lelaki yang menyamar.

Earl Paulk, 2007

Earl Paulk (tidak berkerabat dengan John Paulk) pendiri dan pendeta Gereja Penuai Bukit Kapel di Decatur, Georgia (AS), sebuah gereja mega Pentakosta/Karismatik di suatu pinggiran kota di Atlanta, dari tahun 1960 sampai dengan 1990-an. Sejumlah wanita dari jemaat gereja itu maju ke depan selama tahun 1990-an dan mengkleim Paulk melakukan hubungan seksual dengan mereka. Beberapa dakuan itu terbukti betul. 

Hal mengagetkan lain adalah kelihaian Earl Paulk menyembunyikan suatu hasil skandal seksnya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya terbongkar. Donnie Earl Paulk, seorang pendeta senior pada gereja tadi, dicurigai adalah putera hasil hubungan gelap Earl Paulk dengan seorang wanita tapi diakui sebagai keponakannya. 

Untuk membuktikan benar-tidaknya tuduhan itu, pengadilan di Decatur memerintahkan supaya suatu tes DNA terhadap Donnie diadakan tahun 2007. Ternyata tes itu menunjukkan bahwa Donnie Earl Paulk bukan keponakan melainkan putera Earl, hasil hubungan gelapnya dengan ipar perempuannya!

Uskup Michael Reid, 2008

Dia seorang penginjil Kristen Pentakosta di Essex, Inggris, pendiri Gereja Pentakosta Peniel di Essex, dan pendiri Yayasan Pelayanan Michael Reid. Gelar Uskup diberikan padanya dalam suatu pertemuan Persekutuan Internasional Gereja-Gereja Karismatik di Nigeria tahun 1995. Tapi pada bulan April 2008, dia mengundurkan diri sebagai seorang pendeta di Gereja Peniel. Ini dia lakukan sesudah dia mengaku melakukan hubungan di luar pernikahan selama delapan tahun. Skandal seks itu dilaporkan secara luas di Internet dan dalam koran-koran Inggris. Meskipun demikian, Reid masih aktif dalam penginjilan di Inggris dan di luar negeri!

Joe Barron, 2008

Dia salah satu dari empat puluh pendeta di Gereja Baptis Prestonwood. Ini salah satu gereja terbesar di AS, dengan 26.000 anggota.

Akan tetapi, Barron ditahan polisi 15 Mei 2008 sesudah dia menawarkan sejumlah uang untuk berhubungan seksual dengan seorang anak di bawah umur. Untuk menjumpai anak itu, Barron mengendarai mobilnya dari kawasan Dallas ke Bryan, Texas. Menurut dugaan, dia berencana terlibat dalam hubungan-hubungan seksual dengan seorang gadis berusia tiga belas tahun yang dia jumpai di Internet. Ternyata “gadis” itu seorang aparat penegak hukum yang menyamar.

Benny Hinn, 2009-2010

Hinn, penginjil televisi dan pendeta Karismatik tenar asal AS itu, didakwa oleh beberapa pendeta di Uganda, suatu bekas jajahan Inggris di Afrika, bahwa dia melakukan sodomi dengan seorang pendeta senior lelaki terkenal di Kampala, ibu kota Uganda. Skandal seks ini terjadi ketika Hinn mengadakan KKR dia di Kampala. 

Ketika skandal seksnya terbongkar, Suzanne, isterinya, yang akhirnya mengetahui kelainan seksual suaminya mengajukan gugatan cerai di pengadilan. Hinn mengatakan gugatan perceraian ini karena “perbedaan-perbedaan yang tidak bisa didamaikan” antara dia dan isterinya, suatu frasa yang secara samar-samar mencoba menutupi skandal seks yang dia lakukan.

George Alan Rekers, 2010

Rekers seorang pendeta Gereja Baptis bagian Selatan, seorang ahli psikologi, seorang mantan profesor Psikiatri Saraf dan Sains Perilaku pada Fakultas Kedokteran Universitas Kalifornia Selatan, AS. Pada tanggal 13 April 2010, George Alan Rekers, seorang pemimpin Kristen, dilaporkan difoto di Bandara Internasional Miami, AS, kembali dari suatu perjalanan ke luar negeri. Dia diketahui kembali bersama seorang pelacur lelaki berusia dua puluh tahun. Namanya Jo-Vanni Roman alias “Lucien”. Padahal, Rekers terkenal anti kaum homoseksual dan perilaku homoseksual. Skandal seks dia diketahui melibatkan seorang homoseksual sebagai seorang teman perjalanan; tindakannya jelas berlawanan dengan sikapnya yang melawan kaum homoseksual

Di blognya, Rekers menyangkal melakukan hubungan seksual dengan Lucien. Tapi dalam berbagai wawancara yang menyusul, Roman mengatakan Rekers sudah membayar dia untuk menyediakan pijatan bugil setiap hari, termasuk menyentuh kemaluannya.

Eddie L. Long, 2010

Pada bulan September 2010, pengaduan-pengaduan sipil diajukan terhadap Eddie L. Long, seorang pendeta suatu jemaat berjumlah sangat besar di Georgia dan di Gereja Baptis Misionari Kelahiran Baru, AS, oleh beberapa orang lelaki. Mereka menyatakan Pak Long memakai kedudukannya sebagai seorang pemimpin gereja untuk menggoda atau memaksa mereka setuju melakukan hubungan seksual dengan imbalan uang, perjalanan, dan barang-barang. 

Pada suatu peristiwa 26 September 2010, Pak Long mengatakan dia akan berjuang untuk mengatasi pengaduan-pengaduan sipil itu di pengadilan. Dia juga tidak akan berkomentar tentang tuduhan-tuduhan itu. 

Tapi pada tanggal 7 Desember 2010, Eddie Long memilih menyelesaikan pengaduan-pengaduan itu di luar pengadilan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah tindakannya merupakan suatu pengakuan tentang perasaan bersalah padanya.
Baca Selengkapnya...

Kamis, 15 Maret 2012

Seks dan gereja Tuhan

Dari serangkaian pemburuan dan penggalian informasi ke pelbagai sinode gereja se-Jabotabek, BAHANA menemukan fakta bahwa dosa skandal seksual di dalam gereja ternyata jauh mengerikan daripada yang selama ini secara bisik-bisik terdengar. Tidak hanya dalam arti kuantitas, tetapi juga dalam arti taraf serta derajatnya. Sangat memprihatinkan! Tragisnya, skandal ini tidak hanya telah meluluhlantakkan keluarga-keluarga Kristen, tetapi juga reputasi dan integritas para pemimpin dan hamba-hamba Tuhan. Para pemimpin yang dijeratnya pun tidak hanya para junior, tetapi bahkan banyak juga yang masuk kalangan senior.

Dari serangkaian pemburuan dan penggalian informasi ke pelbagai sinode gereja se-Jabotabek, BAHANA menemukan fakta bahwa dosa skandal seksual di dalam gereja ternyata jauh mengerikan daripada yang selama ini secara bisik-bisik terdengar. Tidak hanya Elo Lauriksando (bukan nama sebenarnya), contohnya. Gembala muda nan elok parasnya ini senantiasa membiarkan rambutnya yang tersisir rapi terurai sebahu. Anggota jemaat di sebuah kawasan menengah di luar Jakarta yang digembalakannya seakan tak pernah kehabisan perbendaharaan kata acap kali menyanjung kehebatan sarjana teologi ini. Daya pikatnya kala melakukan pelayanan mimbar memang luar biasa. Apa lacur, di akhir 2001 tempo hari gembala muda yang khotbah-khotbahnya memberkati banyak orang ini dipecat oleh pucuk pemimpin sinode tempatnya bernaung. Pasalnya, ia terlibat perselingkuhan! Semula Elo memang bisa berkelit dan lepas dari jerat sanksi gereja. Namun, belakangan ia tak bisa lagi mengelak saat para seniornya menunjukkan bukti foto-foto adegan bugil. Sulit dipercaya, bagaimana mungkin seorang pemimpin jemaat mendokumentasikan peristiwa bejat hubungan intim superrahasia dengan bidikan lensa kamera! Di mana Elo sekarang? Pemimpin yang nyaris menduduki posisi puncak ini raib ditelan bumi, entah di mana rimbanya.

Dari Mimbar ke Warung Nasi

Masih di luar Jakarta. Di sebuah kawasan pemukiman mewah, Allah juga memakai hamba-Nya, Elmondo (juga bukan nama sebenarnya). Orangnya ramah, halus pula budi bahasanya. Bibirnya tak pernah lepas dari sunggingan senyum. Di mimbar, Elomondo pun sosok yang mempesona. Tak heran jika banyak wanita dari ABG sampai ibu-ibu rumah tangga menggandrungi kebolehan pemimpin lapis dua di gereja mereka ini. Namun, di pengujung abad ke-20 lalu tertiup berita gempar. Pemimpin jemaat ini dipecat, lagi-lagi lantaran ia jatuh dalam dosa skandal seks dengan sekretarisnya. Semula Elmondo memang berjuang untuk bangkit lagi. Ia malang melintang berusaha merintis pelayanan baru di luar Jawa. Sayang, kaki dian tampaknya telah diambil Sang Pengutus. Semua usahanya menjadi sia-sia! Sekalipun demikian, nasibnya masih sedikit lebih baik daripada Elo. Elmondo kini diketahui menekuni pelayanan warung nasi. Masuk metropolitan. Fakfak (nama samaran) oleh komunitas gerejanya dipromosikan sebagai pakar pelayanan pelepasan. Nama, posisi, popularitas, nasib dan keberuntungannya lama berkibar. Namun, juga di pengujung abad ke-20 lalu nasib baik tidak lagi berpihak padanya. Salah seorang pimpinan gereja yang mengusung visi kekudusan warga negara sorga ini tak dimungkinkan lagi berlama-lama menyembunyikan aibnya. Fakfak terjerat nikmatnya dosa perzinaan.

Negara Seberang

Melongok ke negara tetangga. Amerika tampaknya jauh lebih parah. Mendiang Edwin Louis Cole dalam bukunya On Becoming A Real Man menyingkapkan krisis moral di tubuh gereja di negeri Paman Sam ini. Sergapan kenikmatan dosa perzinaan, pornografi, dan narkoba telah menelan banyak keluarga Kristen dan hamba Tuhan. Bahkan, di antara mereka termasuk para pemimpin gereja kaliber internasional. Belakangan Alkitab tidak lagi diajarkan di negara adidaya itu. Buntutnya, rezim kekuasaan yang semakin sekuler melegalisasi pelbagai kebijakan maksiat. Amerika telah menjadi bangsa yang pro aborsi, pro homoseks, pro lesbi. Kharisma, sebuah majalah rohani paling berpengaruh di Amerika bahkan menulis, lebih dari 70% pekerja gereja setempat pernah jatuh dalam pelukan dosa skandal seks. Lain lagi di Jepang. Menurut dosen di Saint John International Business School, Dr. Harry Ganda Asi MA, cewek Jepang yang belum pernah melakukan hubungan seks saat ia sudah duduk di bangku SLA akan dijuluki uranai. Arti vulgarnya, cewek yang tidak laku dijual. Jangan heran jika untuk menghindari julukan itu, para pelajar putri yang masih perawan buru-buru akan membayar suatu kelompok agar mau merenggut kegadisannya. Itulah trend kawula muda Jepang. Bahkan, Harry mencatat, dua dari tiga orang muda saat ini sudah pernah jatuh dalam dosa seks di luar nikah.

Bikin Bebal

Walaupun orang Kristen tahu bahwa skandal seksual tidak dibenarkan, dosa ini memang paling jitu membuat orang bebal. Harry mengalaminya. Belum lama sepasang suami-isteri datang ke rumah hamba Tuhan yang memiliki karunia spesifik, yaitu melayani hamba-hamba Tuhan yang bermasalah ini. Keduanya sama-sama pendeta di sebuah gereja. Lantaran problem keuangan dan komunikasi suami-isteri yang terganggu, keduanya jatuh pada perselingkuhan. Berita pun heboh tatkala sang isteri tertangkap basah tidur bersama laki-laki lain di sebuah hotel. Kepada pasangan itu Harry menasihatkan agar mereka berdiam dulu sejenak dari pelayanan. Keduanya disarankan mawas diri hingga kembali dipulihkan. Dasar dosa bikin bebal! Nasihat itu masuk telinga kanan tapi keluar telinga kiri, tidak digubris! Keduanya menolak agar untuk sementara waktu jemaat mereka dilayani hamba Tuhan lain. Keduanya tetap melakukan pelayanan mimbar. Ujung-ujungnya dramatis. Gereja hancur. Jemaat bubar.

Solusi

Apa solusinya? Ditemui di ruang kerjanya di kampus Bidakara, Jalan Gatot Soebroto Jakarta Selatan, Harry yang pernah tercatat sebagai rektor termuda (36 tahun) di Indonesia ini menawarkan komunikasi internal keluarga. Komunikasi yang jujur dilukiskan akan membentengi keluarga-keluarga dari serangan musuh. Harap dicatat, fokus serangan Iblis di akhir zaman ini adalah menghancurkan keluarga-keluarga Kristen. “Saya kenal banyak hamba Tuhan. Dia singa di mimbar, namun sayang komunikasi internal keluarga mereka rata-rata tidak beres. Iblis juga membagikan banyak kesibukan kepada hamba-hamba Tuhan. Mereka dibuat supersibuk. Padahal, dalam hidup ini perlu keseimbangan, hukum keseimbangan,” tuturnya. Saran lain, masih menurut Harry, agar orang-orang muda terhindar dari iming-iming kenikmatan dosa yang luar biasa jahat itu, proteksi mereka dengan sex education sekarang juga! (Toto ObedEdom/S. Rahoyo)

Pecandu Narkoba Otomatis Penganut Sex Bebas

Dr. Lukitobudi menangis. Berulang kali jemaat GKI ini bersimbah air mata ketika melayani wawancara dengan investigator BAHANA di rumahnya di Jati Permai, Pondok Gede, Bekasi. Sembari mengelus dada, dr. Lukito membagikan temuannya. Kapasitas tampung rumah rehabilitasi penderita ketergantungan narkoba se-Jabotabek adalah 5000 orang. 30% dari mereka adalah orang-orang Kristen. Dan, persentase ini terus meningkat. Setiap pecandu narkoba, juntrungnya adalah kejahatan seksual. Hubungan seks bebas (free sex), percabulan, sodomi, aborsi, dan lain-lain. Mau tahu akibatnya? Angka kematian di Jakarta 100 orang per hari. Khusus karena malapetaka, 50% nya adalah kematian karena narkoba. Begitu dahsyatnya akibat yang ditimbulkan oleh malapetaka dosa perzinahan dan dosa menenggak narkoba, toh reaksi masyarakat luas cenderung adem ayem. “Fine-fine aja!,” keluhnya dengan suara gemetar. Padahal sejak 10 tahun terakhir, Indonesia bukan lagi sekadar negara transit, tapi sudah beratribut produsen. Hasil survei memperlihatkan, 70% pelajar di Jakarta pernah mengkonsumsi narkoba. Tak heran, omzet bisnis narkoba di Jakarta saja untuk lokal maupun ekspor sudah mencapai Rp.750 milyar setiap malamnya. Lukito menangis lantaran ketika mencermati proses pembusukan tersebut pihak gereja cenderung menutupi dan sibuk menyembunyikan aib ketimbang berbuat sesuatu. Dia merindukan semua denominasi gereja duduk bersama satu meja dan merumuskan dan menggelar program aksi menghancurkan pekerjaan iblis itu. Lukito juga menangis tatkala menyaksikan keluarga-keluarga Kristen berjatuhan. Padahal, bukankah Allah mendesain keluarga-keluarga kristiani agar darinya lahir keturunan-keturunan ilahi? Patah arangkah Lukito? Tidak! Pasca Pemilu 2004 pengurus YAKI (Yayasan Konselor Indonesia) ini siap menggulirkan terobosan yang bertujuan mengerahkan konselor-konselor sukarelawan. (Toto Obededom)

DAUD DI RUANG KONSELING

Coba tebak, dari manakah awal terjadinya skandal seksual? Mulai dari hal-hal kecil. Betul! Anda tidak salah baca: dosa mahaberat itu selalu dimulai dari hal-hal kecil. Mulai sekadar perhatian, menyesuaikan jadwal pribadi, pulang bersama, makan bersama, dan akhirnya baru di ranjang bersama. Tidak percaya? Fakta ini menjadi bukti.

Namanya Lydia, sebut saja begitu! Dalam usianya yang masih relatif sangat muda, 36 tahun, ia kini telah menjadi kepala sekolah di salah satu SD favorit di Jakarta Barat. Orangnya memang brilian, cekatan, pekerja keras, rajin beribadah pula. Anaknya dua. Suaminya pun lumayan. Tidak hanya tampangnya, tapi juga penghasilannya. Kini keluarganya memang tampak bahagia-bahagia saja. Tapi, siapa sangka sekitar sepuluh tahun lalu ia pernah jatuh ke pelukan pria lain? “Mulanya cuma selalu nyambung waktu ngobrol. Dari situ mulailah kami saling memberi perhatian. Saling memuji kelebihan yang kami miliki, mengambilkan minum waktu makan siang, menawarkan diri menjadi pendengar saat salah satu di antara kami lagi suntuk, pulang bersama. Selanjutnya, aku menganggapnya sebagai adik. Tidak lebih!” demikian sekali waktu sarjana matematika ini berujar. Sampai di situ semuanya tampak beres-beres saja, bahkan tampak mulia. Tak dinyana-nyana, ternyata hal-hal sepele itulah yang mengantar Lydia tidur bersama lelaki yang bukan suaminya itu.

Daud dan Batsyeba

Kisah Raja Daud menyelingkuhi Batsyeba juga tak jauh beda. Mulanya Daud cuma melihat—bahkan tak sengaja—Batsyeba yang lagi mandi. Tapi, sekadar “tak sengaja melihat” itulah yang menjadi awal jatuhnya Daud dalam dosa seksual. Daud mengingini Batsyeba lalu menidurinya sehingga perempuan itu hamil. Akhir kisah perselingkuhan ini sangat tragis dan memalukan. Sang pahlawan yang pernah dielu-elukan karena berhasil memukul roboh raksasa Goliat tersebut dengan sikap pengecut lagi licik membunuh Uria, yang tak lain adalah suami Batsyeba. Ya. Perselingkuhan seksual selalu dimulai dari hal-hal kecil. Perselingkuhan seksual tak pernah serta-merta berawal dari ciuman, apalagi tiba-tiba terjadi begitu saja. Kecuali di pelacuran, tentu saja! Lydia mengawalinya hanya dengan ngobrol dan Daud memulainya cuma dengan tak sengaja melihat. Dalil cinta memang berjalan dengan hukumnya sendiri. Segala aktivitas asmara, sekecil apa pun itu, akan selalu menuntut derajat yang lebih tinggi pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Mula-mula cuma ngobrol, tapi lama-lama ngobrol saja terasa kurang asyik. Ditambahlah ngobrol sambil berpegangan tangan. Ngobrol sambil pegangan tangan pun pada akhirnya tidak lagi memuaskan. Perlu peluk-peluk. Demikian seterusnya, cium pipi, cium bibir dan akhirnya… berhubungan seks. Hukum ini berlaku bagi siapa pun. Tak peduli pendeta, pastor, biarawan, biarawati, seorang suami atau seorang istri. Tengok yang terjadi pada Romo K., seorang pastor pembantu di sebuah paroki di bilangan Bekasi. Pastor muda ini akhirnya harus menanggalkan jubah sucinya dan kawin dengan seorang wanita umatnya. Bisik-bisik terdengar, awalnya hanya konseling biasa. Semula tak seorang pun curiga. Bukankah memberikan konseling merupakan salah satu kewajiban yang melekat pada diri seorang gembala? Ini juga yang terjadi pada Bruder B., seorang biarawan sebuah kongergasi terkemuka di Indonesia. Ia berselingkuh dengan istri seorang karyawannya. Awalnya sama. Si istri sering terlihat masuk ke ruang konseling sang bruder. Pada awalnya juga tak seorang pun curiga. Bruder ini pun akhirnya mencopot jubahnya sekalipun tidak menikah dengan si istri disebut. Entahlah apa saja yang telah terjadi di ruang konseling Romo K. dan Bruder B. Tapi, yang pasti, kalaupun akhirnya mereka melakukan skandal seksual, itu tidak akan terjadi pada konseling pertama.

Mengapa Ruang Konseling

Ikhwal ruang konseling yang sering menjadi awal jatuhnya seorang gembala dalam skandal seks, Yenny (bukan nama sebenarnya) memberikan alasan. “Bagi seorang perempuan, apalagi yang lagi bermasalah kan sangat mengagumi figur lelaki yang bisa mendengarkan, mengerti, dan bisa memberikan nasihat-nasihat bijaksana,” demikian ibu beranak satu yang sewaktu lajang dekat dengan para pastor ini mengungkapkan. “Di ruang konseling kan dia menemukan figur itu,” sambungnya. Tak salah apa yang dikatakan Yenny. Jauh di kedalaman hatinya, seorang perempuan yang lagi kalut memang tidak membutuhkan rumah megah, mobil mewah, harta berlimpah, atau gantengnya wajah. Ia lebih membutuhkan orang yang bisa mendengarkan, mengerti, dan meneguhkan. Nah, kira-kira, di ruang konseling itulah si perempuan terpenuhi kebutuhan terdalamnya itu. Tak heran jika ia lantas mengagumi sang konselor dan akhirnya mencintainya. Bahkan, lebih tragis lagi, ia mulai tergantung dan merasa betapa bahagianya bisa hidup bersamanya. Lain si perempuan, lain pula si laki-laki: sang konselor jika kebetulan ia yang memberikan konseling! Dalam dirinya terkandung naluri melindungi, ingin menjadi pahlawan, dan dianggap hebat. Naluri ini melekat pada setiap laki-laki. Celakanya, naluri itu selain memang karunia, juga sekaligus menjadi titik lemahnya. Kisah kejatuhan Simson dalam Hakim-hakim adalah contohnya. Setelah tiga kali berbohong terhadap Delila, akhirnya ia membeberkan juga rahasia kekuatannya. Keteguhan hatinya luluh lantak setelah perempuan dari Lembah Sorek itu merengek-rengek berhari-hari meminta Simson menceritakan rahasia kekuatannya. Lelaki mana tak merasa iba dan perkasa direngeki perempuan pujaan? Sayang, Simson tak sadar, justru di situlah awal runtuhnya kisah tokoh legendaris itu. Nah, di ruang konseling sangat mungkin kebutuhan kedua insan bertemu. Si perempuan menemukan figur idamannya, sedangkan si konselor mendapatkan kepuasan egonya. Apalagi, misalnya, kebetulan kebutuhan ego si konselor tidak terpenuhi di rumah lantaran komunikasi dengan istrinya macet, katakanlah. Ditambah bahwa di ruang konseling biasanya tiada orang lain pula, segala sesuatu menjadi sangat mungkin terjadi. Karena itu, salah satu cara menghindarkan diri dari tragedi Daud-Batsyeba di ruang konseling adalah si konselor tidak boleh menonjolkan dirinya. “Konselor hanya menjadi perantara kasih karunia Allah. Jadi, dia sendiri tidak boleh hebat. Peran Allah atas persoalan si konseli yang harus ditonjolkan, bukan peran konselornya,” papar Mateas, seorang pengelola media Kristen. “Selain itu, seorang konselor harus menghindarkan diri dari yang oleh ilmu psikologi disebut sebagai transference. Yaitu keterlibatan emosi yang terlalu jauh dari seorang konselor terhadap permasalahan konseli,” sambung aktivis gereja yang sempat mengenyam pendidikan psikologi di Universitas Gajah Mada hingga tingkat akhir ini. Banyak gembala juga sudah menerapkan cara yang tepat saat melakukan konseling. Pintu ruang konseling senantiasa terbuka. Tampaknya sederhana, tapi hal itu setidak-tidaknya akan membentengi kedua manusia daging yang hanya berdua berada di satu ruangan itu untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak senonoh. Cara yang cukup unik dilakukan Thomas J. Sappington, seorang konselor yang juga dosen di sebuah STT di Yogyakarta. Ia tidak pernah melakukan konseling sendirian, terutama ketika konselinya adalah perempuan. Ia selalu melakukannya dengan istrinya. Dengan demikian, entah si konseli maupun si konselor sama-sama berpusat hanya pada masalah, tidak pada urusan pribadi. Memang, kebetulan istrinya juga seorang konselor.

Pertanyaannya, bagaimana kalau sudah telanjur jatuh?

“Itu berakhir di sebuah retreat. Satu atau satu setengah bulan sebelum berangkat (sambil mengangkat kedua bola matanya ke atas-red) saya membangun tekad untuk kembali ke suamiku. Tidak gampang! Sekali dua kali terjatuh lagi. Sangat sakit, bahkan! Dalam retreat selama 3 hari itulah saya meminta kekuatan Tuhan untuk mempertahankan tekadku. Setelah itu, kulepaskan dia dan kuputuskan untuk sama sekali tidak berkomunikasi dengannya. Tidak hanya secara langsung, tapi juga tidak langsung semacam membayangkannya, mencemaskannya, berusaha cari tahu keadaannya, dan sebagainya. Bahkan, ketika ia kirim surat, kubaca pun tidak. Surat itu langsung kubakar,” aku Lydia membagikan caranya keluar dari lilitan skandal seks. Banyak cara untuk menghindari perselingkuhan seksual, memang. Demikianpun, seribu satu jalan tersedia untuk menuju ke sana. Tampaknya, cara yang paling ampuh untuk menghindarinya adalah jangan bermain api. Atau, segeralah padamkan ketika api mulai menyala. Api kecil jauh lebih gampang dipadamkan daripada api yang sudah membara. Ini berlaku pada dosa skandal seksual! (S. Rahoyo)

Sumber:
http://www.bahana-magazine.com/
http://salib.net/News/article/sid=1262.html
Baca Selengkapnya...