Masih ingatkah Anda dengan Film di era-70 yang berjudul Ali Topan Anak Jalanan ? Ya, ini adalah kisah hidup pemeran utamanya, Junaedi Salat.
Hidup Memprihatinkan
Sebelum menjadi seorang aktor terkenal, Junaedi Salat adalah pria yang hidupnya sangatlah memprihatinkan. Untuk memenuhi kebutuhan perutnya saja ketika itu ia harus pontang-panting menjalani satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya
“Bisa makan sehari sekali saja sudah cukup. Hidup kok menderita amat ya…Pantesan orang bilang, sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibukota. bener juga gitu ya… Jadi terpaksa saya jalanin dengan apa adanya,” ujarnya.
Datangnya Kesempatan Merubah Kehidupan
Suatu ketika boss dimana ia bekerja mengajak Junaedi untuk bermain film. Meski awalnya terkejut, ia pun mengambil tawaran yang diberikan kepadanya.
“Boss saya itu sebenarnya bernama Temmy Effendi, suami dari Rahayu Effendi. Saya terkejut sekali, suatu kali dia ngajak saya main film. ‘Udah sekarang kamu mau film gak?’,
“Saya pikir apa salahnya ya, dapat kesempatan, uangnya juga gede”
Walau tidak memiliki target apa-apa, ternyata ia terpilih bermain sebagai pemeran utama di film pertamanya.
“Pokoknya hari itu sedang ada audisi…nah saya tidak menaruh harapan untuk main film. Saya langsung kok terbayang ‘rumah itu pasti kotor, banyak debu. Jadi saya otomatis aja, masuk ke pintu, buka lihat-lihat, terus pegang-pegang, banyak debu, ngambil bulu ayam, saya bersih-bersihin, gitu…Suruh ngucapin dialog, ngucapin apa adanya aja ternyata pilihan jatuh ke tangan saya. Langsung dapat peran utama”
Ketenaran, Uang, dan Wanita Datang
Setelah berhasil memerankan berbagai film dan menjadi pemeran utama Ali Topan Anak Jalanan, ia pun semakin eksis dalam berbagai bidang.
“Tahun 77 adalah tahun selebritis saya di dalam berbagai bidang. Pertama main Ali Topan, orang kenal saya. Yang kedua, tahun 77 saya bikin vokal grup sama Guruh Soekarno Putra, Suara Mahardika. Yang ketiga saya buat album yang judulnya Sabda Alam, itu juga booming. Akibatnya saya semakin dikenal dan sejak saat itu saya tak pernah cari uang, uang cari saya”
“Perempuan mah gak usah dicari, dicari malahan. Ngajakin kencan, ngajakin jalan, macam-macam. Apalagi kalau kita syuting di luar kota, uhhh...begitu break, masuk hotel, ya udah tinggal milih aja. Menjadi tujuan saya ya uang dan wanita”
Menikah Dengan Wanita Pujaan Hati
Wanita datang silih berganti dalam hidupnya, namun kali ini ada yang berbeda saat ia bertemu dengan wanita yang menjadi pujaan hatinya. “Saya disitu istilahnya koordinator musik. Mau ngga mau kita komunikasi. Dia pemain piano, saya sering komunikasi. Waktu saya ajak bicara, nanggapinnya enak, sopan, baik. Saya menyatakan lah, saya suka gitu ya dan dia menerima”
Mereka akhirnya memutuskan untuk menikah, namun pernikahan tidak lah seindah Junaedi yang diharapkan. “Sementara saya menikah kayak gitu, gak bisa apa-apa. Maki dengan omongan yang kasar”
“Kalau lo di mata Tuhan baik, lo pasti ke surga; kalau lo di mata Tuhan jahat, lo biar pun 1000 kali ke gereja, lo tetap juga lo ke neraka, sama aja. Hidup sehari-hari harus gimana lo. Jadi, yang penting hidup baik. Kalau kita sama-sama hidup baik, kita pasti ke surga,”
Main Perempuan Lagi
Dia pun tidak kuasa dengan nafsu liarnya dan Junaedi pun kembali jatuh ke wanita lain. “Meski sudah punya istri, ya tetap main perempuan. Di luar sana kan banyak yang masih berbodi gitar Spanyol. hahaha.... dan itu dunia lama saya dulu. Jadi, buat saya masuk ke dunia seperti itu biasa aja”
Layaknya seorang aktor yang memerankan sebuah peran, ia sangat pandai bersandiwara. Namun bagaimana jika keadaannya seperti ini. “Jadi kalau saya pulang syuting atau apa, saya lihat dia sudah di rumah. Makanan sudah tersedia, semuanya sudah tersedia. Pokoknya enak lah jadinya rasanya. Melayani suaminya yang gak jelas, dia lakukan. Dia ngelayanin saya, dia masak, masakannya enak, pinter masak lama-lama dia. Pokoknya berubah lah dia menjadi lemah lembut. Rupanya dia juga sering berdoa buat saya”
“Disitulah mungkin Tuhan mulai bekerja”
Apakah peristiwa ini dapat mengubah kehidupannya?
Menemukan Jalan Kebenaran
“Sekitar 2 malam, saya sedang tidur, rumah saya pintunya digedor. Saya terbangun kaget. Saya pikir siapa nih orang kurang ajar. Saya buka pintu, gak ada orang, sepi, kosong, lalu saya tutup lagi. Saya ngelamun di sofa, ‘Ini yang gedor benaran gak ya, kedengaran kok pintu digedor, tapi kok gak ada orang’, lagi saya ngomong-ngomong mikir gitu ya ada suara yang bicara sama saya (Carilah kebenaran maka kamu akan diselamatkan)”
“Saya bingung juga dengan kata-kata itu, apa ini kebenaran. Apa saya gak bener gitu hidupnya. Tapi saya pikir, ah emang gw pikirin. Ya udah, saya tidur lagi, Nah, pagi-pagi tuh kata-kata itu terus terngiang di hati. Kata-kata itu saya tidak tahu datang dari mana, malaikat kah yang ngomong atau Tuhan kah yang ngomong, yang jelas kata-kata itu tertancap di hati saya. Saya pengen tahu apa itu kebenaran. Lantas saya cari dari berbagai agama”
Lalu, dengan cara apa ia akan menemukan jalan kebenaran yang selama ini ia cari? Mungkin kah kitab yang dimiiki istrinya bisa menjawabnya?
“Istri saya tidak tahu sama sekali. Terus sembunyi-sembunyi, saya ambil lagi, saya baca...’Yesus’”
Entah apa lagi yang harus ia lakukan. Baginya, sulit untuk mengerti sebuah jalan kebenaran. “Itu dalam sebuah kendaraan dimana saya mau pergi rekaman, saya bawa mobil dan saya tanya, ‘Yesus, Engkau ini Tuhan atau bukan?’ Saya gak tahu itu, air mata saya turun, nangis, ada penyesalan yang luar biasa dan saya merasakan Tuhan memeluk saya dan ada satu perkataan yang saya dengar waktu itu, ‘anak-Ku yang hilang’”
“Dia berkata, ‘Aku lah Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat dunia, kalau kamu tidak percaya, kamu mati’ Jadi saya terima Dia dan saya nangis sehabis-habisnya. Lalu Tuhan kasih film, berapa ratus kali saya berzinah, perempuan A perempuan B, digambarin semua. Dosa saya itu digambarin semua. ‘Ini yang kamu lakukan dan kamu binasa karena ini’. Saya terima Dia. Terus ada rasa damai di hati. Hidup itu indah, tenang tentram..Yesus, Yesus terima kasih Tuhan, terima kasih”
“Saya pikir dulu kalau saya jadi orang kaya, saya terkenal, itulah hidup yang indah. Ternyata hari itu saya menemukan suatu kehidupan yang terindah di dalam hidup saya dimana saya menemukan rasa damai, yang susah diceritakan ya”
“Saya nangis, istri saya peluk saya. Dia bingung, ‘Kenapa kamu nangis? Ada masalah?’ Saya bilang ngga. ‘Kenapa kamu nangis?’ Ya itu saya ceritain peristiwa itu, terus istri saya peluk saya dan dia nangis. Dia bersyukur kepada Tuhan karena doanya selama ini dijawab”
Hidup Baru di Dalam Yesus
Sosok Yesus telah mengubah kehidupannya hingga ia pun semakin bertekun dalam sebuah pengajaran akan firman Tuhan. “Di dalam Yohanes 14 ayatnya yang keenam, Yesus berkata, ‘Akulah Jalan dan Kebenaran dan kehidupan. Tidak ada seorang pun dapat datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku’. Baru saya tahu yang saya cari selama ini, kebenaran itu apa. Baru saya tahu Yesus itu kebenaran”
“Jawaban itu memang ada di Yesus. Ketika kita menerima Yesus, kita itu diberi surga. Surga itu tidak ternilai. Kita punya uang 500 triliun juga tidak bisa masuk surga kok. Berarti itu suatu pemberian yang mulia, yang sangat mahal. Yang mahal aja Tuhan kasih, masa cuma yang ecek-ecek Tuhan gak kasih ? Itu keyakinan saya’”
“Satu hal kalau kita mau maju ke depan, kita jangan tengok-tengok ke belakang. Tuhan gak mau itu...Saya bersyukur sekali Tuhan itu baik. Sebagai keluarga yang sudah dimenangkan, diselamatkan, ucapan syukur saya dan bapak, hanya bagaimana untuk menyenangkan hati Tuhan lewat sikap hidup, lewat pelayanan yang Tuhan berikan kepada kami,” ungkap Elizabeth Menik S, istri Junaedi Salat.
“Jadi saya tidak takut miskin, tidak takut melarat, tidak takut apa pun karena saya punya Bapa yang menjamin hidup saya. Saya punya Tuhan yang sangat baik, yang mencukupi kebutuhan hidup say, yang sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada, yang tidak mungkin menjadi mungkin, ya itu Dia Yesus namanya dan Dia lah kebenaran yang sejati,” ujar Junaedi Salat mengakhiri kesaksiannya.
Sumber Kesaksian :
Junaedi Salat
Jawaban.com
Baca Selengkapnya...
Tampilkan postingan dengan label Moralitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moralitas. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Juli 2012
Rabu, 27 Juni 2012
Kong Hee Ditangkap Karena Dituduh Gelapkan Uang Gereja
Kong Hee yang merupakan pendiri dari Gereja City Harvest ditahan karena dituduh menggunakan jutaan dolar uang gereja untuk membantu istrinya yang seorang artis, Ho Yeow Sun, untuk meningkatkan karirnya. Polisi Singapura berencana akan menahan dia pada hari ini, Rabu (27/6) dengan konspirasi melanggar kepercayaan.
Menurut pernyataan polisi, pemimpin empat gereja dengan 23.000 anggota itu juga akan ditahan dengan tuduhan melakukan konspirasi pencatatan keuangan yang tidak benar. Ditemukan kecurangan setidaknya senilai $18 juta atau hampir Rp 180 miliar dari uang jemaat, menurut pernyataan komisi sumbangan dalam laman websitenya. Karena itu, Gereja City Harvest (CHC) membawanya ke pengadilan pada Selasa (26/6) kemarin.
“Pagi ini, Pendeta Kong Hee, Pendeta Tan Ye Peng, John Lam, Chew Eng Han dan Sharon Tan telah diberi informasi untuk menghadiri pengadilan besok (hari ini, red). Tidak ada kasus yang menentang gereja saat ini,” tulis Aries Zulkarnain, pendeta eksekutif Gereja City Harvest.
Selama kasus ini berlangsung, maka Dr. Phil Pringle yang merupakan pendiri Gereja Christian City di Sydney dan Dr. A. R. Bernard pendiri dan CEO Christian Cultural Centre di New York yang akan melayani menggantikan Pendeta Kong Hee. “Kedua pendeta ini ditunjuk sebagai pendeta penasihat senior melalui CHC,” tulis Zulkarnain. “Managemen gereja akan terus menyediakan arahan untuk tetap menjalankan gereja. Tata laksana di gereja dan pertemuan kelompok sel akan berlangsung seperti biasa, termasuk ibadah Minggu di Singapore Expo dan Jurong West. Sementara ini, tetap mempertahankan gereja, pendeta-pendeta kami, pemimpin dan keluarga mereka di dalam doa.” tambahnya.
Ini merupakan salah satu kasus besar karena terjadi kepada pendeta yang cukup terkenal. Namun, kita tetap mengharapkan yang terbaik dari situasi yang buruk ini dan berharap gereja ini akan terus berdiri dan menjadi berkat buat sekeliling mereka. Sekaligus berdoa bahwa kebenaran, yang terburuk sekalipun, akan terungkap sehingga di dalam gereja tidak ada kebohongan.
Sumber: jawaban.com
Baca Selengkapnya...
Senin, 11 Juni 2012
Sindikat Pornografi Anak Dunia Terbongkar
Kepolisian Amerika Serikat (AS) membongkar sindikat pornografi anak dan menangkap 190 orang yang terlibat di dalamnya. Selain di AS, para tersangka juga ditangkap di berbagai tempat berbeda seperti Spanyol, Argentina, Inggris dan Filipina. Selain itu petugas juga berhasil menyelamatkan 18 orang anak yang dijebak dalam kasus-kasus pornografi itu.Direktur Lembaga Penegak Hukum Keimigrasian dan Kepabeanan (Immigration and Customs Enforcement atau ICE) John Morton mengungkapkan bahwa sebagian besar tersangka ditangkap lewat Operasi Orion (Operation Orion) yang berlangsung di AS sejak bulan lalu. ’’Kebanyakan kasus eksploitasi anak yang terungkap lewat operasi itu bermula dari obrolan seorang anak atau remaja dengan seseorang yang ditemuinya via dunia maya (internet),” ungkap Morton seperti dikutip dari BBC.
Morton berharap, operasi ini akan menghentikan segala bentuk eksploitasi terutama eksploitasi secara seksual. “Operasi ini akan menjadi peringatan bagi siapapun yang beranggapan bahwa mereka bisa menggunakan internet untuk mengeksploitasi anak-anak. Kami akan buru Anda (tersangka pornografi anak, Red). Begitu tertangkap, kami akan bawa Anda ke proses penuntutan,’’ tutur Morton.
Dalam pernyataan resmi, ICE menyebut Operasi Orion sengaja menarget setiap individu yang sengaja memiliki, menerima, mengirimkan, mendistribusikan, mengiklankan, atau memproduksi gambar-gambar maupun video tentang pornografi anak.
Salah satu tersangka, adalah seorang pengasuh anak berusia 35 tahun asal Lousiana, Amerika Serikat. Dia memanfaatkan anak asuhnya yang masih berusia tujuh tahun sebagai obyek pornografi.
Dalam operasi terpisah, yang dilakukan oleh kejaksaan di Indiana, sembilan orang dituntut karena menjalankan sindikat pornografi anak-anak. Sindikat ini melibatkan para tersangka di Swedia, Serbia, dan Belanda.
Sungguh keterlaluan, orang dewasa yang seharusnya menjaga dan melindungi anak-anak justru memanfaatkan mereka untuk kepentingannya sendiri bahkan tega mengeksploitasi mereka secara seksual. Hal ini membuktikan bahwa kasih sudah semakin dingin, sehingga dekadensi moral pun terjadi. Anak-anak yang menjadi korban harus segera diberikan bantuan secara psikologis, agar mereka bisa bertumbuh kembang secara normal tanpa trauma dan hal negatif lainnya.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Aku Ajak Istriku Berjudi dan Menipu
Dari coba-coba, hingga ketagihan dan berakhir dalam jerat hutang, itulah yang dialami Erick Aristino ketika mencoba judi online. Bagaimana kisah hidupnya? Simak pengakuannya berikut ini:Saya Erick Aristino, saya bekerja di sebuah institusi perbankan. Suatu saat saya terlibat dalam sebuah perjudian di internet. Pada awalnya sih saya cuma coba-coba saja. Saya mulai dari nominal yang kecil, mungkin sekitar 1 sampai 2 dolar saja. Jadi kalau saya menang juga dalam hitungan dolar. Namun ketika saya menang, saya mulai berani menaruh uang dalam jumlah yang lebih besar.
Suatu kali saya mengalami kemenangan yang cukup besar, 30 juta rupiah. Kemenangan besar itu membuat saya semakin berani, saya menaikkan nilai taruhan sebesar 50 juta rupiah. Ternyata saya kalah. Saya merasa bingung, saya merasa panik, dan tidak tahu apa yang harus saya kerjakan. Satu sisi, waktu saya menang, saya begitu bangganya. Namun saat saya kalah, saya merasakan betul-betul kosong.
Kekalahan itu membuat saya terbelit hutang. Akhirnya saya dan istri saya membuat proyek palsu. Setelah itu saya mendatangi seorang teman dan bercerita bahwa saya menang tender, menang suatu proyek dan ingin mengajaknya kerjasama.”
“Ketika itu saya ditanya, saya butuhnya berapa. Saya bilang sekitar seratus jutaan. Saya berjanji akan mengembalikannya dalam jangka waktu 30 hari dan saya janjikan keuntungan 20 persen dari uang yang saya pinjam. Dan dia langsung acc proposal tersebut. Namun saya telah menipu dia. Uang itu tidak digunakan untuk pembelian server, namun uang itu digunakan untuk bermain judi.
Uang pinjaman itu habis, karena saya kalah terus. Saya panik sekali, dan apapun yang saya lakukan, saya cuma ingin marah dan marah saja. Dalam kondisi stres seperti itu, saya memperparah keadaan dengan mengusir istri dan anak saya. Tapi sesaat setelah mereka pergi, saya segera tersadar. Saya menyusul mereka dan meminta istri dan anak saya untuk kembali ke rumah.
Setibanya di rumah saya berlutut dan berkata, "Tuhan ampuni aku. Aku sudah melakukan hal yang ngga berkenan Tuhan. Aku sudah jauh Tuhan. Kehidupanku sudah tercela Tuhan. Hubunganku dengan istriku semakin jauh Tuhan. Aku ingin mengaku Tuhan. Aku ingin berubah."
Ketika saya berdoa, ketika saya memuji Tuhan. Saya merasakan damai sejahtera yang selama ini belum pernah saya dapatkan. Begitu tenang pikiran saya, begitu damai hati saya. Dan saya tahu pada saat itu, Tuhan sedang menjawab.
Erik dan istrinya akhirnya memutuskan untuk menghadapi kenyataan yang selama ini menghantui hidup mereka. Erick menemui temannya yang memberikan pinjaman uang kepadanya.
Saya turun dari mobil, saya minta istri saya untuk berdoa. Dan saat saya melangkah, memang ada sedikit rasa cemas, tapi takut itu sama sekali tidak ada. Saya tahu kalau Tuhan menyertai saya.
Saya katakan saya bisa mencicil satu juta perbulan. Saat itu saya tidak punya uang, bagaimana bisa membayar satu juta perbulan. Hal yang tidak saya sangka-sangka, dia bilang, "Ya udah Rick, kalau kamu maunya seperti itu. Terserah kamu saja."
Saya ngga habis pikir. Sukacita melimpah dalam hati saya. Saya senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Karena saya pikir hal ini adalah hal yang gila, belum pernah saya alami."
Setelah peristiwa itu, Erick pun berusaha mencari pekerjaan. Namun kenyataan pahit harus ia hadapi.
Lamaran yang saya masukkan itu ada 12. Dari level manajer sampai level buruh. Sampai saya mau bekerja gratis, tapi tidak ada panggilan. Dan itu membuat saya bingung.
Dalam kebingungannya itu, Erick menyadari bahwa itu adalah proses yang harus dilaluinya. Hingga sebuah kesempatan datang menghampirinya.
Melalui pinjaman modal dari sang ayah, Erick mendirikan Arpanet. Erick akhirnya diberikan kepercayaan untuk menangani akses internet bagi perusahaan dari salah satu kliennya sewaktu bekerja. Dari usahanya itu, Erick mendapatkan penghasilan yang cukup dan mulai melunasi berbagai hutangnya.
Tapi Tuhan pun menjamah hati teman saya itu. Jadi utang yang tadinya 200 juta, saya cukup bayarkan sebesar 75 juta saja. Itu semua karena kebaikan Tuhan.
Kesuksesan demi kesuksesan diraih oleh Erick, kini Arpanet menjadi perusahaan konsultan bagi 30 perusahaan baik lokal maupun asing.
Saya bersyukur satu hal, bahwa Tuhan Yesus sudah mengampuni dosa saya. Dia sudah membebaskan saya dari permasalahan saya. Dari pergumulan saya. Sehingga saya bisa ada seperti saat ini karena kebaikan Tuhan Yesus saja.(Kisah ini ditayangkan 4 November 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian:
Erick Aristino
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Jumat, 08 Juni 2012
Lebih Dari 200 Pemimpin Gereja Menjadi Ateis di AS
![]() |
| Mike Aus, pendeta di gereja Theophilus di Katy yang memutuskan untuk menjadi ateis |
"Hampir tidak ada orang yang membaca Alkitab," kata Aus dalam acara Up with Chris Hayes, "Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada dalam masalah."
Jemaat-jemaat di Gereja Theophilus sendiri, kepada Local 2, mengaku tidak tahu apa-apa tentang perubahan kepercayaan Aus sampai ia mengumumkannya sendiri melalui siaran televisi itu.
"Apakah Anda akan berkhotbah Minggu depan?" tanya Chris Hayes, pemandu acara tersebut.
"Saya akan kembali minggu depan dan bertemu dengan atasan Saya untuk membicarakan bagaimana selanjutnya," kata Aus. "Kita lihat saja nanti."
Aus adalah seorang pendeta Lutheran yang telah berkhotbah selama hampir 20 tahun. Sekarang, ia mengatakan bahwa ia tidak lagi mempercayai pesan-pesan yang telah dia khotbahkan itu. Ia pun telah menolak permintaan wawancara dari Local 2. Menurutnya, ia telah kehilangan imannya.
"Ketika Saya mulai membuang iman Saya, Saya pun menyadari belakangan ini bahwa tidak banyak yang harus Saya tinggalkan," kata Aus.
Dampak pernyataan Aus sangat dirasakan oleh gerejanya yang beranggotakan sekitar 80 orang. Sepekan setelah pengumumannya, gerejanya pun dibubarkan. Jemaatnya tidak mau berbicara lagi dengan Local 2, tetapi mereka mengatakan bahwa pendeta mereka telah menghancurkan mereka.
"Ketika seorang pendeta muncul dan berkata, 'Saya tidak lagi beriman,' maka itu akan mengguncangkan dunia mereka," kata Dr. Keith Jenkins, seorang pendeta Methodist, mantan presiden Houston Graduate School of Theology. "Jemaat melihat pendeta sebagai super hero spiritual."
Menurut Jenkins, banyak pemimpin gereja yang bertanya-tanya dan kemudian kehilangan iman mereka, tapi belum pernah ada sebelumnya yang kemudian menjadi fenomena umum.
Para pendeta, pelayan dan pemimpin gereja yang tidak lagi percaya TUHAN itu telah membentuk kelompok pertemuan rahasia melalui situs clergyproject.com. Menurut mereka, jumlah anggota yang ada sekarang telah mencapai 240 orang. Beberapa di antaranya, seperti Aus, telah terang-terangan mempublikasikan keputusan mereka. Sementara, pada umumnya memilih untuk merahasiakannya.
Mereka yang memilih untuk merahasiakan keputusan mereka, tetap aktif melayani di gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan, meskipun mereka tidak lagi percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.
"Saya yakin, ada banyak pendeta yang aktif melayani di gereja-gereja, tetapi sedang mengalami krisis iman dan bahkan kehilangan iman mereka, tetapi mereka belum keluar karena memikirkan kehidupan mereka," kata Jenkins.
"Mereka harus segera mengambil keputusan. Mereka tidak perlu tetap bertahan dalam gereja kemudian menggunakan posisi mereka sebagai pendeta dan mencoba mempengaruhi yang lain."
Sumber: Perisai.net
Baca Selengkapnya...
Senin, 04 Juni 2012
Paus Komentari Skandal Vatileaks
Paus Benediktus XVI baru-baru ini menyampaikan pesan terbuka sebagai tanggapan atas skandal yang melibatkan kepala pelayan Vatikan yang ditangkap karena mencuri dokumen rahasia dari Gereja Katolik Roma beberapa waktu lalu.Dalam sambutannya di depan masyarakat Vatikan, Rabu (30/5), Paus mengatakan bahwa skandal "Vatileaks" yang melibatkan seorang Curia di gereja yang dipimpinnya telah membuatnya bersedih.
"Namun, saya tidak pernah kehilangan keyakinan kepada Gereja saya bahwa, meskipun banyak kelemahan manusia, meskipun banyak kesulitan dan cobaan, Gereja ini tetap akan dituntun oleh Roh Kudus dan Tuhan telah memastikan bahwa Gereja tidak akan pernah kekurangan bantuan yang ia butuhkan untuk mendukungnya di dalam perjalanannya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Benediktus XVI menyatakan bahwa kabar-kabar yang beredar selama ini merupakan kabar-kabar serampangan karena semua itu tidak menunjukkan sama sekali fakta yang sebenarnya.
Untuk diketahui, beberapa bulan terakhir Paolo Gabriele, seorang kepala pelayan yang bekerja di rumah tangga Paus, telah menyebarkan dokumen-dokumen rahasia kepausan ke ruang publik. Adapun hal yang ditunjukkan dari dokumen-dokumen rahasia tersebut adalah mengenai banyak pihak internal di Vatikan yang berlomba-lomba untuk menduduki kursi tertinggi dan dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh pelayan-pelayan yang bekerja disana.
Gabriele pun pekan lalu sudah ditangkap oleh polisi Vatikan dengan tuduhan bahwa dia sudah membocorkan satu dokumen disana ke media.
Insiden ini akhirnya dijuluki sebagian orang sebagai "VatiLeaks," menyinggung "Wikileaks," yang adalah sebuah situs yang memuat ribuan halaman dokumen rahasia pemerintah.
Sementara itu, dalam wawancara dengan media internal Vatikan, Uskup Agung Angelo Becciu, Sekretariat Negara Kota Vatikan, menjelaskan bahwa tindakan Gabriele adalah "tidak bermoral."
"Ini bukan hanya merupakan pelanggaran serius terhadap privasi yang dimana setiap orang berhak memilikinya, tetapi juga penghinaan terhadap hubungan kepercayaan yang terjalin antara Benediktus XVI dengan orang-orang yang datang kepadanya," kata Becciu dalam sebuah wawancara dengan L’Osservatore Romano.
“Jadi yang menjadi persoalan disini bukanlah sekedar pencurian surat Paus; lebih daripada itu, ini mengenai hati nurani orang-orang yang telah menganggap Paus sebagai wakil Kristus yang telah dilanggar, dan pelayanan Penerus Rasul Petrus yang sudah diserang."
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Selasa, 29 Mei 2012
Mengatasi Perselingkuhan Online
Dengan mengklik mouse setiap kita dapat menemukan apapun yang kita inginkan: Belanja online, game online, persahabatan online bahkan sex online. Cepat, mudah, dan jika Anda tidak berhati-hati, Anda dapat terperangkap di dalamnya. Hal itu benar adanya, membahayakan bagi mereka yang terperangkap, dan menciptakan masalah bagi banyak orang bahkan banyak pernikahan. Apa yang sepertinya menyenangkan namun dapat menyebabkan Anda jauh dari komitmen pernikahan Anda dan juga hubungan Anda dengan Tuhan.
Mungkin saja Anda berpikir bahwa pandangan seperti ini sedikit berlebihan. Namun fakta menunjukkan bahwa kecanduan online bertumbuh pada tingkat yang fenomenal, seperti halnya untuk game online dan situs porno. Saat ini situs kencan online yang berkembang menawarkan hal-hal yang baru, mudah dan cepat untuk bertemu dengan pasangan masa depan Anda – tak memandang apakah Anda belum atau sudah menikah. Suka atau tidak, ada bahaya yang harus Anda sadari dalam dunia online. Tanpa langkah-langkah keamanan – seseorang yang dapat menjaga kita agar tetap jujur – godaan akan menjadi terlalu besar untuk dihadapi. Banyak orang yang berhasil mengatasi godaan, namun banyak juga yang jatuh dalam pencobaan dan menyebabkan kerusakan yang menghancurkan pernikahan, serta kehidupan emosional dan spiritual.
Sebuah surat yang masuk mungkin dapat menjadi contoh kasus dari apa yang kita bicarakan ini:
Dear Dr Hawkins,
Saya baru menikah 3 bulan dan belum menjadi awal yang baik. Saya baru saja menerima Tuhan Yesus secara pribadi. Masalah saya adalah dengan suami saya – dia adalah seorang yang tidak percaya Tuhan. Tiga minggu setelah kami menikah saya menemukan bahwa ia sangat menggemari dunia online dan telah membayar untuk memiliki akses pada situs-situs kencan. Dia bilang dia melakukan hal itu untuk melacak teman-temannya. Saya tidak percaya itu karena saya baru-baru ini menemukan bahwa dia juga telah bercakap-cakap dengan wanita yang ditemuinya melalui salah satu situs. Suami saya adalah seorang pria yang jauh lebih tua dan hati saya sangat sakit dengan sikapnya ini. Suami saya akan berusia 46 tahun di tahun ini sedangkan saya baru akan memasuki 30 tahun. Terlebih lagi ia telah menikah sebelumnya dan telah memiliki lima orang anak, semuanya berusia remaja, dan mereka semua tidak menyukai saya. Saya telah menyerahkan keadaan ini kepada Tuhan sepenuhnya dan juga kepada suami saya. Keluarga saya telah mengatakan kepada saya untuk meninggalkan suami saya tapi saya tidak ingin melanggar sumpah yang saya buat di hadapan Allah. Adakah saran untuk situasi ini?
Ya, ada banyak saran yang dapat saya berikan bagi Anda yang berada di dalam sutuasi seperti ini:
Pertama, buatlah batasan-batasan yang jelas dan sesuai bagi kegiatan online Anda dan pasangan. Sangatlah tidak pantas bagi setiap orang yang telah menikah untuk memiliki teman lawan jenis di internet. Pengaturan seperti ini berlaku untuk semua masalah. Karena adanya rahasia, belum lagi bangkitnya gairah dan kegembiraan dari persahabatan online dengan lawan jenis seringkali memicu timbulnya masalah.
Selanjutnya, sangat penting bagi Anda untuk membuat perlindungan dalam memantau kegiatan online. Pasangan suami istri harus memiliki kesepakatan tentang memeriksa history dari penggunaan komputer pasangan, bahkan menginstall program “watchdog” untuk memastikan akses ditolak pada situs-situs tertentu.
Kedua, karena pasangan jelas-jelas telah menipu Anda dengan kebohongannya, hal ini menunjukkan masalah yang lebh dalam. Tipu dayanya menunjukkan masalah lebih dalam yang perlu dieksplorasi, seperti kurangnya rasa hormat terhadap Anda, mengabaikan batasan-batasan yang sehat dan mungkin ketidakpuasan dalam pernikahan. Saya ingin tahu seberapa besar komitmennya atas janji pernikahan yang baru diucapkannya. Menciptakan persahabatan dengan wanita lain secara online menunjukkan masalah yang serius.
Ketiga, ada juga masalah keluarga tiri yang membutuhkan perhatian. Anda menunjukkan bahwa anak-anak dari suami tidak menyukai Anda. Kenapa? Apa yang telah Anda lakukan untuk menciptakan persahabatan dengan mereka? Apakah suami Anda merasa terjebak di tengah-tengah? Isu-isu ini, dikombinasikan dengan akltivitas online suami Anda, membutuhkan bantuan darurat pernikahan. Ini bukan waktunya untuk pasif menunggu, melainkan bersikap kritis dan langsung bertindak. Saya sangat setuju dan mendukung dengan pilihan Anda untuk meminta Tuhan membimbing dalam kebijaksanaan, dan berdoa sungguh-sungguh bagi pernikahan Anda, namun Anda juga harus mengambil tindakan. Sebuah intervensi diperlukan, saat Anda atau orang lain yang Anda berdua hormati, berhadapan langsung dengan suami untuk memberitahunya akan kelakuannya yang tidak pantas.
Melihat keadaan yang Anda hadapi saat ini, saya sangat menyarankan agar Anda segera mencari nasehat, dan tentu saja, secara tegas, ajak suami Anda untuk berpartisipasi dalam konseling bersama dengan Anda. Ada banyak hal yang harus dilakukan, namun tidak ada kata menyerah bagi pernikahan Anda. Inilah waktunya untuk mengambil tindakan, menetapkan batasan yang jelas, dan membiarkan suami Anda tahu bahwa Anda akan berjuang untuk menyelamatkan pernikahan.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Mungkin saja Anda berpikir bahwa pandangan seperti ini sedikit berlebihan. Namun fakta menunjukkan bahwa kecanduan online bertumbuh pada tingkat yang fenomenal, seperti halnya untuk game online dan situs porno. Saat ini situs kencan online yang berkembang menawarkan hal-hal yang baru, mudah dan cepat untuk bertemu dengan pasangan masa depan Anda – tak memandang apakah Anda belum atau sudah menikah. Suka atau tidak, ada bahaya yang harus Anda sadari dalam dunia online. Tanpa langkah-langkah keamanan – seseorang yang dapat menjaga kita agar tetap jujur – godaan akan menjadi terlalu besar untuk dihadapi. Banyak orang yang berhasil mengatasi godaan, namun banyak juga yang jatuh dalam pencobaan dan menyebabkan kerusakan yang menghancurkan pernikahan, serta kehidupan emosional dan spiritual.
Sebuah surat yang masuk mungkin dapat menjadi contoh kasus dari apa yang kita bicarakan ini:
Dear Dr Hawkins,
Saya baru menikah 3 bulan dan belum menjadi awal yang baik. Saya baru saja menerima Tuhan Yesus secara pribadi. Masalah saya adalah dengan suami saya – dia adalah seorang yang tidak percaya Tuhan. Tiga minggu setelah kami menikah saya menemukan bahwa ia sangat menggemari dunia online dan telah membayar untuk memiliki akses pada situs-situs kencan. Dia bilang dia melakukan hal itu untuk melacak teman-temannya. Saya tidak percaya itu karena saya baru-baru ini menemukan bahwa dia juga telah bercakap-cakap dengan wanita yang ditemuinya melalui salah satu situs. Suami saya adalah seorang pria yang jauh lebih tua dan hati saya sangat sakit dengan sikapnya ini. Suami saya akan berusia 46 tahun di tahun ini sedangkan saya baru akan memasuki 30 tahun. Terlebih lagi ia telah menikah sebelumnya dan telah memiliki lima orang anak, semuanya berusia remaja, dan mereka semua tidak menyukai saya. Saya telah menyerahkan keadaan ini kepada Tuhan sepenuhnya dan juga kepada suami saya. Keluarga saya telah mengatakan kepada saya untuk meninggalkan suami saya tapi saya tidak ingin melanggar sumpah yang saya buat di hadapan Allah. Adakah saran untuk situasi ini?
Ya, ada banyak saran yang dapat saya berikan bagi Anda yang berada di dalam sutuasi seperti ini:
Pertama, buatlah batasan-batasan yang jelas dan sesuai bagi kegiatan online Anda dan pasangan. Sangatlah tidak pantas bagi setiap orang yang telah menikah untuk memiliki teman lawan jenis di internet. Pengaturan seperti ini berlaku untuk semua masalah. Karena adanya rahasia, belum lagi bangkitnya gairah dan kegembiraan dari persahabatan online dengan lawan jenis seringkali memicu timbulnya masalah.
Selanjutnya, sangat penting bagi Anda untuk membuat perlindungan dalam memantau kegiatan online. Pasangan suami istri harus memiliki kesepakatan tentang memeriksa history dari penggunaan komputer pasangan, bahkan menginstall program “watchdog” untuk memastikan akses ditolak pada situs-situs tertentu.
Kedua, karena pasangan jelas-jelas telah menipu Anda dengan kebohongannya, hal ini menunjukkan masalah yang lebh dalam. Tipu dayanya menunjukkan masalah lebih dalam yang perlu dieksplorasi, seperti kurangnya rasa hormat terhadap Anda, mengabaikan batasan-batasan yang sehat dan mungkin ketidakpuasan dalam pernikahan. Saya ingin tahu seberapa besar komitmennya atas janji pernikahan yang baru diucapkannya. Menciptakan persahabatan dengan wanita lain secara online menunjukkan masalah yang serius.
Ketiga, ada juga masalah keluarga tiri yang membutuhkan perhatian. Anda menunjukkan bahwa anak-anak dari suami tidak menyukai Anda. Kenapa? Apa yang telah Anda lakukan untuk menciptakan persahabatan dengan mereka? Apakah suami Anda merasa terjebak di tengah-tengah? Isu-isu ini, dikombinasikan dengan akltivitas online suami Anda, membutuhkan bantuan darurat pernikahan. Ini bukan waktunya untuk pasif menunggu, melainkan bersikap kritis dan langsung bertindak. Saya sangat setuju dan mendukung dengan pilihan Anda untuk meminta Tuhan membimbing dalam kebijaksanaan, dan berdoa sungguh-sungguh bagi pernikahan Anda, namun Anda juga harus mengambil tindakan. Sebuah intervensi diperlukan, saat Anda atau orang lain yang Anda berdua hormati, berhadapan langsung dengan suami untuk memberitahunya akan kelakuannya yang tidak pantas.
Melihat keadaan yang Anda hadapi saat ini, saya sangat menyarankan agar Anda segera mencari nasehat, dan tentu saja, secara tegas, ajak suami Anda untuk berpartisipasi dalam konseling bersama dengan Anda. Ada banyak hal yang harus dilakukan, namun tidak ada kata menyerah bagi pernikahan Anda. Inilah waktunya untuk mengambil tindakan, menetapkan batasan yang jelas, dan membiarkan suami Anda tahu bahwa Anda akan berjuang untuk menyelamatkan pernikahan.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Senin, 28 Mei 2012
Makin Beringas, Jemaat HKBP Filadelfia Dilempari Air Kencing
Massa intoleran makin bertindak beringas pada saat Minggu (27/5) kemarin. Sekitar pukul 08.00 WIB mereka menghadang Kepala HKBP Filadelfia, Tambun, Bekasi, Pendeta Palti Panjaitan yang hendak memimpin ibadah. “Massa bergerak menghadang di depan perumahan Vila Bekasi Indah 2, tidak jauh dari rumah saya. Anehnya, polisi membiarkan massa itu mendekati kami, dan malah bergerak bersama massa,” kata Panjaitan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (27/5).
Jemaat yang ingin beribadah itu dihujani bermacam-macam. Mulai dari batu, batok kelapa, botol-botol air mineral sampai telur busuk. Tak hanya itu, bahkan massa juga melempari jemaat HKBP dengan air kencing dan kodok sambil meneriakkan kata-kata kasar.
Disesalkan, petugas kepolisian yang semestinya melindungi jemaat tampak tak berdaya dan kalah oleh tekanan massa intoleran. Bahkan, akhirnya Kapolres Bekasi memerintahkan Pendeta Palti untuk membubarkan ibadah bila tidak ingin ada korban jatuh lebih parah dan lebih banyak. Maka kegiatan ibadah pun berhenti pada pukul 09.00 WIB.
Di sisi lain, ada beberapa pengaruh positif dari peristiwa ini. Jemaat GKI Yasmin Bogor pun melakukan kebaktian bersama jemaat HKBP Filadelfia sebagai salah satu wujud peduli. Pendeta Hariman Patianakota dari Gereja Kristen Pasundan yang ditunjuk PGI untuk memimpin ibadah menyerukan pada jemaat agar tetap memelihara kasih di tengah perbedaan dan konflik yang mereka hadapi. Tak hanya itu, beberapa simpatisan dan tokoh nasional tampil memberi orasi. Bungaran Saragih, mantan Menteri Pertanian era Presiden Megawati menyatakan kekagumannya pada perjuangan jemaat. Kendati diperlakukan tidak adil, tetapi jemaat tetap memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Sekitar pukul 15.00 WIB jemaat membubarkan diri dengan tertib sambil memunguti sampah-sampah yang berserakan di sekitar mereka.
Perjuangan mereka agar dapat bebas beribadah perlu mendapatkan perhatian dari semua umat Kristen di Indonesia bahkan di dunia. PBB pun menyoroti intoleransi yang terjadi di Indonesia. Kita tetap percaya bahwa Indonesia suatu hari akan diubah dan menjadi negara yang benar-benar Bhineka Tunggal Ika.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Jemaat yang ingin beribadah itu dihujani bermacam-macam. Mulai dari batu, batok kelapa, botol-botol air mineral sampai telur busuk. Tak hanya itu, bahkan massa juga melempari jemaat HKBP dengan air kencing dan kodok sambil meneriakkan kata-kata kasar.
Disesalkan, petugas kepolisian yang semestinya melindungi jemaat tampak tak berdaya dan kalah oleh tekanan massa intoleran. Bahkan, akhirnya Kapolres Bekasi memerintahkan Pendeta Palti untuk membubarkan ibadah bila tidak ingin ada korban jatuh lebih parah dan lebih banyak. Maka kegiatan ibadah pun berhenti pada pukul 09.00 WIB.
Di sisi lain, ada beberapa pengaruh positif dari peristiwa ini. Jemaat GKI Yasmin Bogor pun melakukan kebaktian bersama jemaat HKBP Filadelfia sebagai salah satu wujud peduli. Pendeta Hariman Patianakota dari Gereja Kristen Pasundan yang ditunjuk PGI untuk memimpin ibadah menyerukan pada jemaat agar tetap memelihara kasih di tengah perbedaan dan konflik yang mereka hadapi. Tak hanya itu, beberapa simpatisan dan tokoh nasional tampil memberi orasi. Bungaran Saragih, mantan Menteri Pertanian era Presiden Megawati menyatakan kekagumannya pada perjuangan jemaat. Kendati diperlakukan tidak adil, tetapi jemaat tetap memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Sekitar pukul 15.00 WIB jemaat membubarkan diri dengan tertib sambil memunguti sampah-sampah yang berserakan di sekitar mereka.
Perjuangan mereka agar dapat bebas beribadah perlu mendapatkan perhatian dari semua umat Kristen di Indonesia bahkan di dunia. PBB pun menyoroti intoleransi yang terjadi di Indonesia. Kita tetap percaya bahwa Indonesia suatu hari akan diubah dan menjadi negara yang benar-benar Bhineka Tunggal Ika.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Tipe Pria Seperti Ini Wajib Dihindari
Anda jomblo dan ingin segera punya pasangan? Jangan terburu-buru. Perdalam pengenalan Anda dengan pribadi calon pasangan Anda dan juga sifat-sifatnya. Sebelum jadi korban, kenali dulu tipe-tipe pria yang harus dihindari.
Temperamental
Emosi berlebihan adalah salah satu pemicu seseorang untuk bertindak kasar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kalau masalah kecil saja sudah membuatnya marah besar, bahkan sampai kasar, itu berarti sudah berbahaya. Selain memaki, dia bisa saja melakukan tindakan yang akan menyakiti Anda.
Posesif
Ini itu dilarang? Kumpul sama teman tidak boleh, ke manapun harus seijin dia, aktivitas Anda harus dibawah pengawasannya? Berarti pria itu cenderung posesif. Pria posesif biasanya tidak suka hal yang tak sesuai harapannya. Cenderung mudah cemburu, termasuk dalam masalah waktu, misalnya waktu bersama teman atau keluarga. Menjalin hubungan dengan pria seperti ini akan emmbuat hidup Anda terkekang dan tidak bisa menghirup kebebasan.
Main Pukul
Sudah tidak diragukan lagi kalau dia adalah pria kasar. Kalau Anda selalu mendapat memar dan rasa sakit di tubuh, itu berarti dia sudah melakukan pelecehan fisik. Terlalu lama bersama pria seperti ini biasanya akan membuat Anda tidak percaya diri, tertutup, dan selalu ketakutan. Dan siapapun tidak pantas menerimanya. Kalau masih pacaran saja sudah seperti ini, apalagi kalau sudah menikah?
Suka Merendahkan
Selain “main tangan”, perilaku kasar juga bisa ditunjukkan dengan kata-kata. Biasanya pria seperti ini suka merendahkan pasangannya. Dan tanpa ragu ia akan melontarkannya di depan Anda dan bahkan semakin menjadi saat Anda berusaha membela diri. Anda harus waspada saat dia bahkan berani merendahkan Anda di depan umum.
Pendendam
Kesulitan mengatasi rasa marah bisa membuat seseorang menjadi pendendam. Kalau ia mengancam untuk menyakiti atau melakukan balas dendam atas perilaku Anda yang tak disukainya, waspadalah. Ini perlu ditanggapi secara serius untuk menghindari kejadian yang lebih buruk lagi.
Mencari pasangan berarti mencari teman hidup. Umumnya kita mencari teman hidup yang dapat membangun pribadi kita menjadi lebih baik, yang dapat melindungi, menjaga kita. Bukan hanya menjadi pasangan namun juga menjadi sahabat serta saudara dan membuat kita senantiasa merasa aman dan nyaman. Dalam mencari pasangan, jangan lupa minta campur tangan Tuhan. Biar Tuhan memberikan pasangan yang terbik bagi hidup kita.
Sumber :
kompas
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Temperamental
Emosi berlebihan adalah salah satu pemicu seseorang untuk bertindak kasar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kalau masalah kecil saja sudah membuatnya marah besar, bahkan sampai kasar, itu berarti sudah berbahaya. Selain memaki, dia bisa saja melakukan tindakan yang akan menyakiti Anda.
Posesif
Ini itu dilarang? Kumpul sama teman tidak boleh, ke manapun harus seijin dia, aktivitas Anda harus dibawah pengawasannya? Berarti pria itu cenderung posesif. Pria posesif biasanya tidak suka hal yang tak sesuai harapannya. Cenderung mudah cemburu, termasuk dalam masalah waktu, misalnya waktu bersama teman atau keluarga. Menjalin hubungan dengan pria seperti ini akan emmbuat hidup Anda terkekang dan tidak bisa menghirup kebebasan.
Main Pukul
Sudah tidak diragukan lagi kalau dia adalah pria kasar. Kalau Anda selalu mendapat memar dan rasa sakit di tubuh, itu berarti dia sudah melakukan pelecehan fisik. Terlalu lama bersama pria seperti ini biasanya akan membuat Anda tidak percaya diri, tertutup, dan selalu ketakutan. Dan siapapun tidak pantas menerimanya. Kalau masih pacaran saja sudah seperti ini, apalagi kalau sudah menikah?
Suka Merendahkan
Selain “main tangan”, perilaku kasar juga bisa ditunjukkan dengan kata-kata. Biasanya pria seperti ini suka merendahkan pasangannya. Dan tanpa ragu ia akan melontarkannya di depan Anda dan bahkan semakin menjadi saat Anda berusaha membela diri. Anda harus waspada saat dia bahkan berani merendahkan Anda di depan umum.
Pendendam
Kesulitan mengatasi rasa marah bisa membuat seseorang menjadi pendendam. Kalau ia mengancam untuk menyakiti atau melakukan balas dendam atas perilaku Anda yang tak disukainya, waspadalah. Ini perlu ditanggapi secara serius untuk menghindari kejadian yang lebih buruk lagi.
Mencari pasangan berarti mencari teman hidup. Umumnya kita mencari teman hidup yang dapat membangun pribadi kita menjadi lebih baik, yang dapat melindungi, menjaga kita. Bukan hanya menjadi pasangan namun juga menjadi sahabat serta saudara dan membuat kita senantiasa merasa aman dan nyaman. Dalam mencari pasangan, jangan lupa minta campur tangan Tuhan. Biar Tuhan memberikan pasangan yang terbik bagi hidup kita.
Sumber :
kompas
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Sikap Kita Pada Pembantu Pengaruhi Karakter Kita
Apa yang kita lakukan di dalam rumah akan mempengaruhi sikap kita di luar rumah, salah satunya adalah bagaimana cara kita memperlakukan pembantu. Berikut adalah beberapa kisah yang mungkin dapat mengubah sikap dan paradigma anda dalam memperlakukan pembantu anda di rumah :
Siapa yang Bayar Siapa yang Perintah
Bi Tini adalah pembantu di rumah Nanda, namun sejak kecil orangtua Nanda mendidiknya untuk tidak seenaknya memerintah Bi Tini. Ibunya selalu berpesan: “Nanda, yang bayar gaji Bi Tini adalah mama. Jadi cuma mama yang boleh perintah Bi Tini, kalau Nanda butuh bantuan Nanda boleh minta tolong. Itu pun juga kalau Bi Tini bisa jadi Nanda tidak boleh memaksa yaaa…,” ajar ibu Nanda.
Kebiasaan mandiri yang dimulai dari dalam rumah inilah yang dibawa Nanda masuk ke masyarakat, hasilnya pun luar biasa. Nanda menjadi sosok yang kreatif dan tidak bergantung pada orang lain, baginya kehidupannya merupakan tanggung jawab dirinya sendiri.
Dimulai dengan “Tolong” akhiri dengan “Terima Kasih”
Ada banyak nama Rina di kampus, tapi hanya satu Rina yang dikenal sebagai, “Rina si Ramah”. Hal ini tidak terjadi begitu saja, sifat Rina yang ramah pada setiap orang membuatnya menjadi sosok yang sangat dicintai dan dikagumi orang-orang di sekitarnya.
Saat diselidiki, ternyata hal ini adalah kebiasaan Rina yang dibawa dari rumah. “Saya selalu melihat mama papa mengucapkan ‘tolong dan terima kasih’ bahkan kepada pembantu. Hal itu mengajarkan saya untuk rendah hati dan mengapresiasi pekerjaan orang lain dengan baik, ungkap Rina sembari tersenyum.
Kasihilah Sesamamu, Termasuk Pembantumu
Sejak kecil Joni melihat kedua orangtuanya memperlakukan pembantunya dengan penuh kasih, mereka kerap membantu Bi Minah setiap kali Bi Minah kesulitan, bahkan orangtua Joni memperlakukan anak Bi Minah, Rio sama seperti mereka memperlakukan Joni. Sampai akhirnya ketika ayah Rio jatuh bangkrut, keluarga memutuskan untuk tidak lagi mempekerjakan Bi Minah karena tidak mampu membayar. Namun saat hal itu disampaikan, Bi Minah justru bekerja tanpa dibayar asal dia dan anaknya bisa tetap berada dalam lingkungan keluarga Rio.
“Saya banyak belajar tentang kasih di keluarga ini Pak, saya tidak mau meninggalkan rumah ini. Biar saya tetap bekerja di sini dan membantu keluarga ini, karena saya percaya keluarga ini adalah keluarga yang diberkati Tuhan,” ucap Bi Minah dengan terisak.
Teladan kasih yang didapatkan Joni dari kedua orangtuanya membuat Joni menjadi pribadi yang penuh kasih. Tak heran, Joni menjadi sosok yang sangat dikagumi teman-temannya bahkan selalu menjadi pembawa damai di lingkungan tempatnya berada.
Karakter yang baik bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir seperti halnya bakat atau talenta. Karakter adalah hasil dari pilihan dan keputusan yang kita buat, jadi tidak ada kata terlambat untuk melatih diri memiliki karakter yang baik.
Sumber : jawaban.com Baca Selengkapnya...
Siapa yang Bayar Siapa yang Perintah
Bi Tini adalah pembantu di rumah Nanda, namun sejak kecil orangtua Nanda mendidiknya untuk tidak seenaknya memerintah Bi Tini. Ibunya selalu berpesan: “Nanda, yang bayar gaji Bi Tini adalah mama. Jadi cuma mama yang boleh perintah Bi Tini, kalau Nanda butuh bantuan Nanda boleh minta tolong. Itu pun juga kalau Bi Tini bisa jadi Nanda tidak boleh memaksa yaaa…,” ajar ibu Nanda.
Kebiasaan mandiri yang dimulai dari dalam rumah inilah yang dibawa Nanda masuk ke masyarakat, hasilnya pun luar biasa. Nanda menjadi sosok yang kreatif dan tidak bergantung pada orang lain, baginya kehidupannya merupakan tanggung jawab dirinya sendiri.
Dimulai dengan “Tolong” akhiri dengan “Terima Kasih”
Ada banyak nama Rina di kampus, tapi hanya satu Rina yang dikenal sebagai, “Rina si Ramah”. Hal ini tidak terjadi begitu saja, sifat Rina yang ramah pada setiap orang membuatnya menjadi sosok yang sangat dicintai dan dikagumi orang-orang di sekitarnya.
Saat diselidiki, ternyata hal ini adalah kebiasaan Rina yang dibawa dari rumah. “Saya selalu melihat mama papa mengucapkan ‘tolong dan terima kasih’ bahkan kepada pembantu. Hal itu mengajarkan saya untuk rendah hati dan mengapresiasi pekerjaan orang lain dengan baik, ungkap Rina sembari tersenyum.
Kasihilah Sesamamu, Termasuk Pembantumu
Sejak kecil Joni melihat kedua orangtuanya memperlakukan pembantunya dengan penuh kasih, mereka kerap membantu Bi Minah setiap kali Bi Minah kesulitan, bahkan orangtua Joni memperlakukan anak Bi Minah, Rio sama seperti mereka memperlakukan Joni. Sampai akhirnya ketika ayah Rio jatuh bangkrut, keluarga memutuskan untuk tidak lagi mempekerjakan Bi Minah karena tidak mampu membayar. Namun saat hal itu disampaikan, Bi Minah justru bekerja tanpa dibayar asal dia dan anaknya bisa tetap berada dalam lingkungan keluarga Rio.
“Saya banyak belajar tentang kasih di keluarga ini Pak, saya tidak mau meninggalkan rumah ini. Biar saya tetap bekerja di sini dan membantu keluarga ini, karena saya percaya keluarga ini adalah keluarga yang diberkati Tuhan,” ucap Bi Minah dengan terisak.
Teladan kasih yang didapatkan Joni dari kedua orangtuanya membuat Joni menjadi pribadi yang penuh kasih. Tak heran, Joni menjadi sosok yang sangat dikagumi teman-temannya bahkan selalu menjadi pembawa damai di lingkungan tempatnya berada.
Karakter yang baik bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir seperti halnya bakat atau talenta. Karakter adalah hasil dari pilihan dan keputusan yang kita buat, jadi tidak ada kata terlambat untuk melatih diri memiliki karakter yang baik.
Sumber : jawaban.com Baca Selengkapnya...
Jatuh di Gereja, Jemaat Tuntut Gereja
Cheryl Jones, seorang jemaat simpatisan menuntut gereja kerena terluka ketika terjatuh dan tidak sadarkan diri saat pencurahan Roh Kudus. Jones menyayangkan sebuah gereja di East St Louis, Illinois, Amerika Serikat, tidak menyediakan pelayan yang bertugas untuk menangkap jemaat yang jatuh ketika kepenuhan Roh.
"Mereka seharusnya memperingatkan Cheryl dan orang-orang sepertinya tentang bahaya, terutama apa yang mungkin terjadi, jika mereka tidak akan memiliki diaken atau umat paroki untuk membantu orang-orang ketika mereka jatuh," ungkap pengacara Cheryl Jones, Brian Millikan seperti dilansir dari ABCNews..
Jones menuntut gereja untuk membayar biaya medis yang harus ditanggungnya akibat kejadian itu. Menurut Jones, biasaya ada dua orang pelayan yang akan berdiri di setiap sisi jemaat untuk mencegah jemaat jatuh dan terluka, namun sayangnya ketika dia terjatuh tidak ada yang menjaganya.
Menurut Jonathan Turley, professor fakultas hukum George Washington University, hal ini membuktikan gereja tidak kebal dari hukum. Gereja tetap harus mengambil tindakan pencegahan yang wajar. Namun pihak gereja sendiri tidak memberikan komentar mengenai pengaduan ini.
Tidak ada penjelasan yang logis ketika seseorang mengaku kepenuhan Roh hingga akhirnya terjatuh. Namun, jika seseorang benar-benar merasakan hal supranatural itu, seharusnya mereka tidak memikirkan lagi tentang keadaan mereka dan hanya fokus pada hadirat Allah.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
"Mereka seharusnya memperingatkan Cheryl dan orang-orang sepertinya tentang bahaya, terutama apa yang mungkin terjadi, jika mereka tidak akan memiliki diaken atau umat paroki untuk membantu orang-orang ketika mereka jatuh," ungkap pengacara Cheryl Jones, Brian Millikan seperti dilansir dari ABCNews..
Jones menuntut gereja untuk membayar biaya medis yang harus ditanggungnya akibat kejadian itu. Menurut Jones, biasaya ada dua orang pelayan yang akan berdiri di setiap sisi jemaat untuk mencegah jemaat jatuh dan terluka, namun sayangnya ketika dia terjatuh tidak ada yang menjaganya.
Menurut Jonathan Turley, professor fakultas hukum George Washington University, hal ini membuktikan gereja tidak kebal dari hukum. Gereja tetap harus mengambil tindakan pencegahan yang wajar. Namun pihak gereja sendiri tidak memberikan komentar mengenai pengaduan ini.
Tidak ada penjelasan yang logis ketika seseorang mengaku kepenuhan Roh hingga akhirnya terjatuh. Namun, jika seseorang benar-benar merasakan hal supranatural itu, seharusnya mereka tidak memikirkan lagi tentang keadaan mereka dan hanya fokus pada hadirat Allah.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Rabu, 23 Mei 2012
Tetap Bertahan Saat Pasangan Selingkuh
Tidak ada pria maupun perempuan yang sudah menikah yang rela diselingkuhi oleh pasangannya. Se-rohani apapun dirinya, di dalam hatinya pasti mengalami luka. Namun di saat yang tidak mengenakkan seperti ini, ada dua pilihan yang pasti salah satunya harus kita pilih: pertama, mengakhiri biduk rumah tangga yang sudah ada (bercerai); dan kedua, melepaskan pintu maaf dan tetap mempertahankan komitmen yang telah dibuat sebelumnya di hadapan Tuhan dan gereja.
Bila kita mau mengacu kepada Alkitab maka pilihan kedua adalah pilihan paling tepat yang harus diambil. Matius 19 : 6 menyatakan bahwa apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh dipisahkan manusia.
Ayat tersebut bukanlah ayat klise - yang membenarkan orang selingkuh untuk mendapatkan pengampunan dari pasangan yang disakiti. Sebaliknya, itu adalah ayat jawaban bagi setiap pasangan suami istri yang ingin mendapatkan kebahagiaan.
Dengan tetap bersatu maka kita sedang membuat visi Tuhan tetap berada di atas keluarga kita. Dan saat visi Tuhan itu kita jalani, berkat-berkat dan janji-janji Tuhan akan kita nikmati secara berlimpah-limpah.
Satu hal penting lain yang perlu diingat oleh setiap Anda yang dikhianati oleh pasangan ialah janganlah terlalu merasa menjadi korban. Mengapa begitu? Tak lain alasannya ialah karena Anda adalah orang yang mengetahui dan menyadari kebenaran Allah tentang pernikahan yang berkenan dihadapan-Nya. Adalah sesuatu mustahil mengharapkan orang yang tertutup mata hatinya dengan kebenaran Allah melakukan kebenaran Allah.
Oleh sebab itu, disaat Anda mengetahui bahwa Anda telah diselingkuhi oleh pasangan, respon selanjutnya setelah Anda menangis adalah pikirkan bagaimana caranya Anda memenangkan hati pasangan Anda kembali.
Contoh langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk memenangkan hati pasangan Anda, yakni dengan memberikan perhatian-perhatian kecil kepadanya seperti menyiapkan makanan maupun minuman sebelum ia pergi beraktivitas. Mungkin pada awalnya, ia acuh tak acuh dengan tindakan yang Anda lakukan. Namun, saat Anda terus setia menaburkan hal yang baik kepadanya, hatinya suatu saat pasti terpaut juga kepada Anda.
Yakinlah, tidak ada hubungan buruk yang tidak bisa dipulihkan dan diperbaharui. Saat Anda memutuskan mempertahankan hubungan buruk Anda, dan menaruhkan pengharapan dan pertolongan kepada Tuhan, jalan keluar untuk persoalan yang Anda hadapi pasti Anda temukan. Bukan itu saja, kebahagiaan yang awalnya Anda cari di dalam kehidupan keluarga Anda, pada akhirnya pun Anda dapati.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Bila kita mau mengacu kepada Alkitab maka pilihan kedua adalah pilihan paling tepat yang harus diambil. Matius 19 : 6 menyatakan bahwa apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh dipisahkan manusia.
Ayat tersebut bukanlah ayat klise - yang membenarkan orang selingkuh untuk mendapatkan pengampunan dari pasangan yang disakiti. Sebaliknya, itu adalah ayat jawaban bagi setiap pasangan suami istri yang ingin mendapatkan kebahagiaan.
Dengan tetap bersatu maka kita sedang membuat visi Tuhan tetap berada di atas keluarga kita. Dan saat visi Tuhan itu kita jalani, berkat-berkat dan janji-janji Tuhan akan kita nikmati secara berlimpah-limpah.
Satu hal penting lain yang perlu diingat oleh setiap Anda yang dikhianati oleh pasangan ialah janganlah terlalu merasa menjadi korban. Mengapa begitu? Tak lain alasannya ialah karena Anda adalah orang yang mengetahui dan menyadari kebenaran Allah tentang pernikahan yang berkenan dihadapan-Nya. Adalah sesuatu mustahil mengharapkan orang yang tertutup mata hatinya dengan kebenaran Allah melakukan kebenaran Allah.
Oleh sebab itu, disaat Anda mengetahui bahwa Anda telah diselingkuhi oleh pasangan, respon selanjutnya setelah Anda menangis adalah pikirkan bagaimana caranya Anda memenangkan hati pasangan Anda kembali.
Contoh langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk memenangkan hati pasangan Anda, yakni dengan memberikan perhatian-perhatian kecil kepadanya seperti menyiapkan makanan maupun minuman sebelum ia pergi beraktivitas. Mungkin pada awalnya, ia acuh tak acuh dengan tindakan yang Anda lakukan. Namun, saat Anda terus setia menaburkan hal yang baik kepadanya, hatinya suatu saat pasti terpaut juga kepada Anda.
Yakinlah, tidak ada hubungan buruk yang tidak bisa dipulihkan dan diperbaharui. Saat Anda memutuskan mempertahankan hubungan buruk Anda, dan menaruhkan pengharapan dan pertolongan kepada Tuhan, jalan keluar untuk persoalan yang Anda hadapi pasti Anda temukan. Bukan itu saja, kebahagiaan yang awalnya Anda cari di dalam kehidupan keluarga Anda, pada akhirnya pun Anda dapati.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Kami tak membenci: Koalisi gereja kulit hitam menentang pernikahan sejenis
The National Black Church Initiative (NBCI), sebuah koalisi dari 34.000 gereja kulit hitam di Amerika dan Amerika Latin dari 15 denominasi, mengecam keputusan National Association for the Advancement of Colored People (NAACP), organisasi hak sipil warga non-kulit putih di Amerika, yang mendukung pernikahan sesama jenis.
Dalam pernyataannya, NAACP mendukung pernikahan sejenis sebagai hak sipil dan menentang setiap upaya untuk mendiskriminasi atau membenci anggota masyarakat yang menyukai sesama jenis. Aksi NAACP ini dipicu oleh pernyataan presiden Obama waktu lalu yang mendukung pernikahan sejenis.
Pdt. Anthony Evans, bersama NBCI, menentang dukungan presiden dan NAACP terhadap pernikahan sesama jenis. Pdt. Evans mengingatkan kelompoknya sama sekali tidak membenci kaum gay, namun mereka tetap tidak akan mendukung pernikahan sejenis. "Kami mencintai saudara dan saudari kita yang gay, tapi gereja kulit hitam tidak akan mendukung pernikahan gay. Hal ini (pernikahan sejenis) sangat berlawanan dengan ajaran Yesus Kristus," katanya.
Dia memperingatkan bahwa Obama dan NAACP akan kehilangan dukungan di antara gereja-gereja kulit hitam karena pernyataan mereka itu.
Ketua NAACP terpilih, Benjamin, mendukung kesetaraan perkawinan sejenis serta menjamin untuk memberikan perlindungan. "Pernikahan Sipil adalah hak sipil dan masalah hukum perdata. Dukungan NAACP untuk kualitas pernikahan berakar dalam Amandemen keempatbelas dari Konstitusi Amerika Serikat dan perlindungan yang sama untuk semua orang," katanya.
Berita terkait. WND melaporkan (5/18) bahwa Youtube telah memblokir sebuah video yang mendokumentasikan dampak praktek pernikahan sejenis yang dilegalkan di Canada dengan alasan "hate speech" (ungkapan kebencian). Dalam video yang ditujukkan untuk publik Amerika itu, Bradlee Dean dari organisasi pelayanan You Can Run But You Cannot Hide yang berargumentasi bahwa pada kenyataannya "pernikahan sejenis bukanlah tentang pernikahan."
"Sebagai contoh," ungkapnya, "apa kaitannya antara menurunkan batas usia untuk pelaku anal seks dengan pernikahan sejenis? Apa hubungannya dengan keluarga dan anak-anak yang disekolahkan dirumah? Apa urusannya dengan negara masuk dan memaksa gereja-gereja untuk melakukan pemberkatan nikah sejenis?" Dean menyebut bahwa "[pernikahan sejenis] adalah pembalikan hukum oleh pemerintah yang totalitarian."
NewsBusters melaporkan bahwa perundangan yang mengatur "hate speech" di Canada telah digunakan oleh gay ekstrimis untuk "melarang orang Kristen yang menyekolahkan anaknya di rumah mengajarkan bahwa hubungan sejenis adalah dosa."
Video Dean yang diblok dua jam sesudah diupload dibuka kembali kemarin (5/21) setelah tindakan Youtube tersebut menarik perhatian media dan dianggap melanggar kebebasan berpendapat. (jawaban/WND/newsbusters)
Sumber: Menarapenjaga.blogspot.com Baca Selengkapnya...
Dalam pernyataannya, NAACP mendukung pernikahan sejenis sebagai hak sipil dan menentang setiap upaya untuk mendiskriminasi atau membenci anggota masyarakat yang menyukai sesama jenis. Aksi NAACP ini dipicu oleh pernyataan presiden Obama waktu lalu yang mendukung pernikahan sejenis.
Pdt. Anthony Evans, bersama NBCI, menentang dukungan presiden dan NAACP terhadap pernikahan sesama jenis. Pdt. Evans mengingatkan kelompoknya sama sekali tidak membenci kaum gay, namun mereka tetap tidak akan mendukung pernikahan sejenis. "Kami mencintai saudara dan saudari kita yang gay, tapi gereja kulit hitam tidak akan mendukung pernikahan gay. Hal ini (pernikahan sejenis) sangat berlawanan dengan ajaran Yesus Kristus," katanya.
Dia memperingatkan bahwa Obama dan NAACP akan kehilangan dukungan di antara gereja-gereja kulit hitam karena pernyataan mereka itu.
Ketua NAACP terpilih, Benjamin, mendukung kesetaraan perkawinan sejenis serta menjamin untuk memberikan perlindungan. "Pernikahan Sipil adalah hak sipil dan masalah hukum perdata. Dukungan NAACP untuk kualitas pernikahan berakar dalam Amandemen keempatbelas dari Konstitusi Amerika Serikat dan perlindungan yang sama untuk semua orang," katanya.
Berita terkait. WND melaporkan (5/18) bahwa Youtube telah memblokir sebuah video yang mendokumentasikan dampak praktek pernikahan sejenis yang dilegalkan di Canada dengan alasan "hate speech" (ungkapan kebencian). Dalam video yang ditujukkan untuk publik Amerika itu, Bradlee Dean dari organisasi pelayanan You Can Run But You Cannot Hide yang berargumentasi bahwa pada kenyataannya "pernikahan sejenis bukanlah tentang pernikahan."
"Sebagai contoh," ungkapnya, "apa kaitannya antara menurunkan batas usia untuk pelaku anal seks dengan pernikahan sejenis? Apa hubungannya dengan keluarga dan anak-anak yang disekolahkan dirumah? Apa urusannya dengan negara masuk dan memaksa gereja-gereja untuk melakukan pemberkatan nikah sejenis?" Dean menyebut bahwa "[pernikahan sejenis] adalah pembalikan hukum oleh pemerintah yang totalitarian."
NewsBusters melaporkan bahwa perundangan yang mengatur "hate speech" di Canada telah digunakan oleh gay ekstrimis untuk "melarang orang Kristen yang menyekolahkan anaknya di rumah mengajarkan bahwa hubungan sejenis adalah dosa."
Video Dean yang diblok dua jam sesudah diupload dibuka kembali kemarin (5/21) setelah tindakan Youtube tersebut menarik perhatian media dan dianggap melanggar kebebasan berpendapat. (jawaban/WND/newsbusters)
Sumber: Menarapenjaga.blogspot.com Baca Selengkapnya...
Minggu, 20 Mei 2012
Berbohong pada Anak, Bolehkah?
Terkadang pada satu situasi, kita orangtua menemui kesulitan saat harus mengatakan kebenaran pada anak. Inilah yang menjadi penyebab orangtua sering melontarkan ‘bohong putih’.
'Bohong putih' sering diartikan para orang tua sebagai kebohongan untuk tujuan baik anak. Dalam hal ini, untuk menyederhanakan masalah atau melindungi kepolosan anak yang belum cukup umur mengerti topik pembicaraan tertentu.
Meski banyak orang menganggap 'berbohong putih' yang dilakukan sesekali tidak apa-apa, namun dari sisi psikologi perkembangan anak, 'berbohong putih' tetaplah suatu kebohongan yang bisa berdampak negatif bagi anak.
Inilah beberapa dampak ‘berbohong putih’ pada anak:
• Anak tidak dididik soal moral baik dan buruk, dengan cara tidak mengatakan hal sebenarnya.
• Membuat anak menerima pesan yang salah dan membingungkan, yang dapat memengaruhi mereka dalam kehidupan bermasyarakat kelak.
• Menimbulkan tanda tanya dan rasa tidak nyaman pada anak.
• Membuat anak meniru cara yang dicontohkan orang tuanya jika kelak ia berada di situasi sama. Tidak mau anak jadi pembohong cilik kan?
• Membuat anak tidak belajar mengembangkan nalarnya, karena ia seolah-olah dibungkam dengan jalan pintas. Padahal, anak seharusnya memiliki kemampuan analitik untuk belajar mengapa begini mengapa begitu.
Jadi, apa yang sebaiknya Anda lakukan? Ahli perkembangan anak mengatakan bahwa yang terbaik adalah menghindari berbohong. Selalu jawab dengan jujur dan beri anak penjelasan sesuai kemampuannya menyerap informasi.
Sumber :
www.parenting.co.id
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
'Bohong putih' sering diartikan para orang tua sebagai kebohongan untuk tujuan baik anak. Dalam hal ini, untuk menyederhanakan masalah atau melindungi kepolosan anak yang belum cukup umur mengerti topik pembicaraan tertentu.
Meski banyak orang menganggap 'berbohong putih' yang dilakukan sesekali tidak apa-apa, namun dari sisi psikologi perkembangan anak, 'berbohong putih' tetaplah suatu kebohongan yang bisa berdampak negatif bagi anak.
Inilah beberapa dampak ‘berbohong putih’ pada anak:
• Anak tidak dididik soal moral baik dan buruk, dengan cara tidak mengatakan hal sebenarnya.
• Membuat anak menerima pesan yang salah dan membingungkan, yang dapat memengaruhi mereka dalam kehidupan bermasyarakat kelak.
• Menimbulkan tanda tanya dan rasa tidak nyaman pada anak.
• Membuat anak meniru cara yang dicontohkan orang tuanya jika kelak ia berada di situasi sama. Tidak mau anak jadi pembohong cilik kan?
• Membuat anak tidak belajar mengembangkan nalarnya, karena ia seolah-olah dibungkam dengan jalan pintas. Padahal, anak seharusnya memiliki kemampuan analitik untuk belajar mengapa begini mengapa begitu.
Jadi, apa yang sebaiknya Anda lakukan? Ahli perkembangan anak mengatakan bahwa yang terbaik adalah menghindari berbohong. Selalu jawab dengan jujur dan beri anak penjelasan sesuai kemampuannya menyerap informasi.
Sumber :
www.parenting.co.id
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Senin, 14 Mei 2012
Remaja Habiskan 200 Juta Untuk Nonton Pornografi
Salah satu usaha iblis untuk menghancurkan umat manusia adalah dengan memutarbalikkan seks. Iblis mengambil apa yang baik dan benar, yaitu seks antara suami dan istri, kemudian menggantikannya dengan nafsu, pornografi, perzinahan, pemerkosaan dan homoseksualitas. Banyak generasi muda yang terjerumus karena tipuan iblis ini.
Dari hasil riset diketahui, jumlah remaja Australia yang kecanduan situs porno terus meningkat. Bahkan disebutkan ada remaja di Adelaide menghabiskan sekitar 20.000 dolar Australia (hampir Rp 200 juta) dari kartu kredit orang tua mereka guna mengakses situs online porno.
"Seorang remaja menghabiskan 13.000 dolar dalam masa delapan sampai sembilan bulan mengunduh gambar-gambar porno, sedangkan seorang lagi menghabiskan 6.000 dolar. Usia mereka baru 14-15 tahun," kata Roberto Mittiga, seorang konselor kecanduan obat dan seksual seperti dilaporkan situs The Adelaide.now.
Mittiga mengatakan, semakin banyak remaja yang baru berusia 12 tahun mengunduh gambar porno yang ekstrim ke komputer ataupun smart phones mereka, sehingga kemungkinan menimbulkan dampak psikologis serius. "Otak mereka belum lagi matang untuk memproses apa yang mereka lihat, dan tindakan ini bisa menimbulkan kecanduan berat di masa depan." kata Mittiga.
Menurut laporan The Adelaide.now, beberapa situs online porno sengaja mencari klien anak-anak dengan membuat gambar porno menggunakan kartun dan karakter dari cerita anak-anak. Bahkan seorang psikiater forensic Australia, Dr Craig Raeside seorang anak yang menonton bahan-bahan porno akan semakin terbiasa dan toleran terhadap isi bahan-bahan yang mereka lihat.
"Ada bukti bahwa dampak porno terhadap anak-anak hampir sama dengan dampak kekerasan, dan ini bisa membuat mereka melakukan tindakan seksual atau kekerasan di masa depan," kata Dr Raeside.
Pornografi jelas bukanlah sesuatu yang boleh dipikirkan karena tidak sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan (Filipi 4:8). Sebagai orang yang sudah diselamatkan, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga kehidupan kita untuk tetap kudus karena dengan semakin serupa dengan Kristus karena Tuhan adalah kudus (Imamat 19:2).
Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...
Dari hasil riset diketahui, jumlah remaja Australia yang kecanduan situs porno terus meningkat. Bahkan disebutkan ada remaja di Adelaide menghabiskan sekitar 20.000 dolar Australia (hampir Rp 200 juta) dari kartu kredit orang tua mereka guna mengakses situs online porno.
"Seorang remaja menghabiskan 13.000 dolar dalam masa delapan sampai sembilan bulan mengunduh gambar-gambar porno, sedangkan seorang lagi menghabiskan 6.000 dolar. Usia mereka baru 14-15 tahun," kata Roberto Mittiga, seorang konselor kecanduan obat dan seksual seperti dilaporkan situs The Adelaide.now.
Mittiga mengatakan, semakin banyak remaja yang baru berusia 12 tahun mengunduh gambar porno yang ekstrim ke komputer ataupun smart phones mereka, sehingga kemungkinan menimbulkan dampak psikologis serius. "Otak mereka belum lagi matang untuk memproses apa yang mereka lihat, dan tindakan ini bisa menimbulkan kecanduan berat di masa depan." kata Mittiga.
Menurut laporan The Adelaide.now, beberapa situs online porno sengaja mencari klien anak-anak dengan membuat gambar porno menggunakan kartun dan karakter dari cerita anak-anak. Bahkan seorang psikiater forensic Australia, Dr Craig Raeside seorang anak yang menonton bahan-bahan porno akan semakin terbiasa dan toleran terhadap isi bahan-bahan yang mereka lihat.
"Ada bukti bahwa dampak porno terhadap anak-anak hampir sama dengan dampak kekerasan, dan ini bisa membuat mereka melakukan tindakan seksual atau kekerasan di masa depan," kata Dr Raeside.
Pornografi jelas bukanlah sesuatu yang boleh dipikirkan karena tidak sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan (Filipi 4:8). Sebagai orang yang sudah diselamatkan, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga kehidupan kita untuk tetap kudus karena dengan semakin serupa dengan Kristus karena Tuhan adalah kudus (Imamat 19:2).
Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...
Selasa, 08 Mei 2012
Billy Graham : Pernikahan adalah Antara Pria dan Wanita
Demi mempertahankan konstitusi amandemen pernikahan di North Carolina, Amerika Serikat, televangelis Billy Graham mengumumkan dukungannya dan juga pelayanannya dengan menegaskan bahwa pernikahan adalah antara pria dan wanita.
North Carolina adalah kota kelahiran Billy Graham. Saat ini amandemen pernikahan di negara bagian tersebut mendapat tentangan terutama aktivis LGBT karena membatasi pernikahan hanya pada satu pria dan satu wanita. Dengan ketentuan tersebut maka mereka yang menganut LGBT dan juga poligami merasa terdiskriminasi. Untuk itu, pada 8 Mei nanti akan dilakukan pemilihan suara untuk menentukan apakah amandemen tersebut akan diubah atau tidak.
Dalam iklan yang dirilis melalui media cetak, tampak foto Billy Graham yang tersenyum dan kutipan dari pernyataannya yang berbunyi :
“Pada usia 93 tahun, Saya tidak pernah berpikir akan memperdebatkan definisi pernikahan. Di Alkitab sudah jelas – Definisi Tuhan tentang pernikahan adalah antara satu pria dan satu wanita. Saya ingin mendesak sesama warga North Carolina untuk memilih Amendemen Pernikahan pada Selasa, 8 Mei. Tuhan memberkati Anda ketika memilih.” ~ Billy Graham
Pernyataan resmi Billy Graham juga dibuat melalui putranya Franklin Graham dan putrinya Anne Graham Lotz yang mengumumkan dukungan mereka untuk amandemen. Saat ini kelompok pro – amandemen masih kalah dalam penggalangan dana dari kelompok oposisi yang pendukung LGBT. Namun dalam pengumpulan suara, menurut jajak pendapat SurveyUSA selama bulan April kelompok pro-amandemen masih memimpin dengan 57-37 persen.
Kebenaran seringkali dibelokkan demi melayani hawa nafsu manusia, namun hal itu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Hal inilah yang dilakukan oleh sebagian besar umat Kristen Amerika yang berjuang untuk mempertahankan nilai-nilai alkitabiah yang ada di dalam undang-undang negara yang merupakan hasil pemikiran para pendirinya.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
North Carolina adalah kota kelahiran Billy Graham. Saat ini amandemen pernikahan di negara bagian tersebut mendapat tentangan terutama aktivis LGBT karena membatasi pernikahan hanya pada satu pria dan satu wanita. Dengan ketentuan tersebut maka mereka yang menganut LGBT dan juga poligami merasa terdiskriminasi. Untuk itu, pada 8 Mei nanti akan dilakukan pemilihan suara untuk menentukan apakah amandemen tersebut akan diubah atau tidak.
Dalam iklan yang dirilis melalui media cetak, tampak foto Billy Graham yang tersenyum dan kutipan dari pernyataannya yang berbunyi :
“Pada usia 93 tahun, Saya tidak pernah berpikir akan memperdebatkan definisi pernikahan. Di Alkitab sudah jelas – Definisi Tuhan tentang pernikahan adalah antara satu pria dan satu wanita. Saya ingin mendesak sesama warga North Carolina untuk memilih Amendemen Pernikahan pada Selasa, 8 Mei. Tuhan memberkati Anda ketika memilih.” ~ Billy Graham
Pernyataan resmi Billy Graham juga dibuat melalui putranya Franklin Graham dan putrinya Anne Graham Lotz yang mengumumkan dukungan mereka untuk amandemen. Saat ini kelompok pro – amandemen masih kalah dalam penggalangan dana dari kelompok oposisi yang pendukung LGBT. Namun dalam pengumpulan suara, menurut jajak pendapat SurveyUSA selama bulan April kelompok pro-amandemen masih memimpin dengan 57-37 persen.
Kebenaran seringkali dibelokkan demi melayani hawa nafsu manusia, namun hal itu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Hal inilah yang dilakukan oleh sebagian besar umat Kristen Amerika yang berjuang untuk mempertahankan nilai-nilai alkitabiah yang ada di dalam undang-undang negara yang merupakan hasil pemikiran para pendirinya.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Senin, 07 Mei 2012
Ruko Kosong di Rusak Massa, Diduga Motif Agama
Sebuah ruko di Jl. Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Samarinda Seberang, Kalimantan Timur dirusak oleh sekelompok massa pada hari Minggu (06/5), di duga kuat perusakan ini bermotifkan isu agama.
Menurut berita yang dirilis oleh Antara News Kaltim, puluhan orang dengan atribut ormas tertentu menyerang ruko tersebut karena ruka yang berada di jalur Samarinda – Balikpapan tersebut kerap digunakan untuk aktifitas keagamaan. Namun menurut keterangan penduduk setempat, ruka tersebut telah dikosongkan karena pada beberapa minggu sebelumnya ormas yang sama telah meminta agar kegiatan di ruko tersebut dihentikan.
"Sebenarnya, sejak penyerangan pertama sudah ada kesepakatan sehingga sejak saat itu tidak pernah lagi terlihat ada aktivitas di ruko itu. Jadi, saat orang-orang itu menyerang, ruko dalam kondisi kosong dan tergembok," demikian pernyataan warga yang tidak disebutkan namanya.
Akibat penyerangan tersebut beberapa kaca ruko rusak. Dikabarkan juga adanya personel polisi yang terluka saat berusaha mengamankan lokasi. Beberapa polisi, TNI dan Satpol PP kini terlihat berjaga di lokasi tersebut dan juga di depan ruko juga masih terlihat garis polisi.
Saat ini massa ormas seperti tidak terkendali lagi dengan membuat kerusuhan dan perusakan di berbagai daerah Indonesia. Apakah hal ini terjadi karena pihak yang berwajib sudah kehilangan wibawanya atau memang terjadi tindakan pembiaran dan sudah di skenario?
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Menurut berita yang dirilis oleh Antara News Kaltim, puluhan orang dengan atribut ormas tertentu menyerang ruko tersebut karena ruka yang berada di jalur Samarinda – Balikpapan tersebut kerap digunakan untuk aktifitas keagamaan. Namun menurut keterangan penduduk setempat, ruka tersebut telah dikosongkan karena pada beberapa minggu sebelumnya ormas yang sama telah meminta agar kegiatan di ruko tersebut dihentikan.
"Sebenarnya, sejak penyerangan pertama sudah ada kesepakatan sehingga sejak saat itu tidak pernah lagi terlihat ada aktivitas di ruko itu. Jadi, saat orang-orang itu menyerang, ruko dalam kondisi kosong dan tergembok," demikian pernyataan warga yang tidak disebutkan namanya.
Akibat penyerangan tersebut beberapa kaca ruko rusak. Dikabarkan juga adanya personel polisi yang terluka saat berusaha mengamankan lokasi. Beberapa polisi, TNI dan Satpol PP kini terlihat berjaga di lokasi tersebut dan juga di depan ruko juga masih terlihat garis polisi.
Saat ini massa ormas seperti tidak terkendali lagi dengan membuat kerusuhan dan perusakan di berbagai daerah Indonesia. Apakah hal ini terjadi karena pihak yang berwajib sudah kehilangan wibawanya atau memang terjadi tindakan pembiaran dan sudah di skenario?
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Ketua PGI : Negara Kita Menjadi Beringas
Intimidasi kelompok intoleran dan ormas terhadap jemaat HKBP Filedelfia, Tambun, Bekasi, dinilai Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Andreas Yewangoe sebagai tindakan kekanak-kanakan. Karena itu Yewangoe meminta agar pemerintah bersikap tegas terhadap kelompok intoleran itu.
“Ini masalah bangsa, ternyata selama 67 tahun tahun kita merdeka, kita masih kekanak-kanakan. Semestinya, pemerintah harus bersikap tegas terhadap aksi FPI dan massa yang melakukan kekerasan terhadap jemaat HKBP Filedelfia yang ingin beribadah," tegas Yewangoe di ruang sidang PGI, Jakarta, Minggu (6/5).
Selanjutnya Yewangoe menegaskan bahwa sikap intoleransi terhadap jemaat HKBP Filedelfia semestinya tidak boleh terjadi, bila Indonesia menerapkan butir-butir UUD 1945 dan Pancasila, dimana konstitusi menjamin kebebasan beribadah setiap warganya. “Pejabat yang melawan konstitusi mestinya turun, dan sangat kita sesalkan negara kita yang terkenal ramah tamah, kini menjadi beringas," ujar Yewangoe.
Ketegasan seorang pemimpin dalam memimpin sebuah bangsa juga dinilainya menjadi persoalan mengapa ketidakrukunan didalam masyarakat terus terjadi. “Hal ini harus ditemukan pemimpin bangsa ini, mulai dari presiden hingga bupati. Kerukunan tanpa keterbukaan, keadilan, dan kebebasan, bukanlah kerukunan sejati, tetapi kerukunan semu,” serunya.
Sekali lagi faktor kepemimpinan memang vital dalam memerintah dalam sebuah negara. Ketidakharmonisan yang sering terjadi diantara umat beragama, memperlihatkan adanya pembiaran dan ketidaktegasan dalam menindak para kelompok yang ingin mengacau negeri ini.
Hal ini juga akan terjadi pada kehidupan kita, jika kita tidak tegas dan disiplin untuk mengendalikan diri dan tanggap terhadap masalah yang terjadi. Bermasalahnya hidup kita akan berimbas pada kerugian untuk diri sendiri dan orang lain.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
“Ini masalah bangsa, ternyata selama 67 tahun tahun kita merdeka, kita masih kekanak-kanakan. Semestinya, pemerintah harus bersikap tegas terhadap aksi FPI dan massa yang melakukan kekerasan terhadap jemaat HKBP Filedelfia yang ingin beribadah," tegas Yewangoe di ruang sidang PGI, Jakarta, Minggu (6/5).
Selanjutnya Yewangoe menegaskan bahwa sikap intoleransi terhadap jemaat HKBP Filedelfia semestinya tidak boleh terjadi, bila Indonesia menerapkan butir-butir UUD 1945 dan Pancasila, dimana konstitusi menjamin kebebasan beribadah setiap warganya. “Pejabat yang melawan konstitusi mestinya turun, dan sangat kita sesalkan negara kita yang terkenal ramah tamah, kini menjadi beringas," ujar Yewangoe.
Ketegasan seorang pemimpin dalam memimpin sebuah bangsa juga dinilainya menjadi persoalan mengapa ketidakrukunan didalam masyarakat terus terjadi. “Hal ini harus ditemukan pemimpin bangsa ini, mulai dari presiden hingga bupati. Kerukunan tanpa keterbukaan, keadilan, dan kebebasan, bukanlah kerukunan sejati, tetapi kerukunan semu,” serunya.
Sekali lagi faktor kepemimpinan memang vital dalam memerintah dalam sebuah negara. Ketidakharmonisan yang sering terjadi diantara umat beragama, memperlihatkan adanya pembiaran dan ketidaktegasan dalam menindak para kelompok yang ingin mengacau negeri ini.
Hal ini juga akan terjadi pada kehidupan kita, jika kita tidak tegas dan disiplin untuk mengendalikan diri dan tanggap terhadap masalah yang terjadi. Bermasalahnya hidup kita akan berimbas pada kerugian untuk diri sendiri dan orang lain.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Kamis, 03 Mei 2012
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 4)
Oleh: John Adisubrata
KUASA DOA
“yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:22-24)
Masa akhir hidup Ted yang harus dilalui selama bertahun-tahun sebagai seorang narapidana bernama buruk, yang amat dibenci oleh masyarakat, ternyata merupakan suatu jangka waktu berharga yang khusus diberikan oleh Tuhan kepadanya di dalam sel penjara. Di sana ia mendapatkan kesempatan yang ‘singkat’ untuk merenungkan kembali serta mengevaluasi semua perbuatan-perbuatan keji yang pernah ia lakukan.
Banyak penjahat bernama buruk lainnya, yang mungkin perbuatan kriminil mereka, jika dibandingkan, tidak ‘sehebat’ kejahatan yang pernah dikerjakan oleh Ted Bundy. Tetapi mereka tidak mendapatkan kesempatan berharga seperti yang dialami olehnya di dalam penjara. Mereka tidak menyesali tindakan-tindakan yang telah mereka lakukan. Mereka tidak peduli dengan keadaan mereka, bahkan keinginan untuk melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang lain, tetap berkobar-kobar di dalam pikiran dan hati mereka.
Mengapa bukan hal-hal seperti itu yang dialami oleh Ted Bundy di sana? Apakah karena Tuhan gemar membeda-bedakan umat ciptaan-Nya? Atau, … apakah karena ada ‘sesuatu’ yang terjadi di sorga, yang mendorong dan menyebabkan Tuhan berkenan akan keselamatan hidup Ted? Sehingga Ia mempersiapkan semuanya untuk kebaikan ‘masa depan’ hidupnya, jauh sebelum Ted dijatuhi hukuman mati oleh para penegak hukum negara tersebut?
Keterlibatan pengacara Kristen, John Tanner, dalam proses pengadilan kasus Ted Bundy bukan merupakan suatu hal yang terjadi secara kebetulan, karena Tuhanlah yang mengirimkan hamba-Nya tersebut ke sana! Jalinan persahabatan dengannya selama bertahun-tahun yang pada akhirnya membuahkan pertobatan Ted, juga bukan merupakan hasil upaya pribadi John Tanner dan isterinya, melainkan hasil pekerjaan Roh Kudus yang sudah mampu menyadarkan diri Ted dari semua dosa-dosanya.
Kejadian-kejadian tersebut telah mengawali proses pertobatannya, yang berakhir dengan pengakuan, penyesalan dan kesediaannya untuk menerima Kristus sebagai Juruselamatnya.
Keinginan Ted untuk meninggalkan suatu ‘warisan’ sebelum kematiannya guna memperingati dan menolong orang-orang lain yang mungkin sedang berada dalam situasi dosa yang sama, yaitu melalui jalan sesat mematikan yang pernah ditempuh olehnya selama bertahun-tahun, telah memungkinkan tim ‘Focus on the Family’ untuk datang menemuinya di dalam sel penjara. Semua itu dapat dilaksanakan, juga hanya oleh karena koneksi yang dimiliki oleh John Tanner, si pengacara kristiani yang mengenal Dr James Dobson secara pribadi.
Bagaikan raja Daud yang bertobat di depan nabi Natan, mengakui dan menyesali dosa-dosa perzinahan dan pembunuhan yang telah dilakukan olehnya, yang dicatat dalam keseluruhan ayat-ayat termasyhur Mazmur 51, Ted ingin melakukan hal yang sama melalui pelayanan Dr James Dobson.
Raja Daud menulis di situ: “Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.” (Mazmur 51:15)
Peristiwa-peristiwa indah yang dialami oleh Ted tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Semua itu dapat dilaksanakan, oleh karena ada orang-orang kudus yang sedang memperjuangkan keselamatannya melalui doa-doa syafaat yang mereka panjatkan kepada Tuhan.
Sebelum wawancara singkat tersebut berakhir, Ted Bundy sempat mengikrarkan imannya sekali lagi kepada Dr James Dobson, tentang kekuatan yang sudah diterima olehnya melalui hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus Kristus.
Meskipun demikian ia tidak berhasrat untuk berpura-pura di depan umum dengan mengatakan, bahwa ia sama sekali tidak mempunyai rasa kuatir. Ia mengakui dengan terus terang, bahwa pada saat-saat yang amat genting, di mana ia harus berjalan seorang diri dalam lembah kekelaman, sering kali ia merasa tidak mempunyai kekuatan untuk melewatinya.
Perasaan-perasaan seperti itu selalu menghantui dirinya sepanjang tahun-tahun terakhir, di mana ia harus menunggu keputusan pengadilan mengenai ‘nasib’ hidupnya.
Raja Daud menulis salah satu Mazmur yang paling termasyhur mengenainya: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4)
Jelas perjalanan Ted tersebut bukan merupakan suatu hal yang menyenangkan baginya, karena sering kali ia merasa sepi, sendiri dan tak berdaya, terutama di saat-saat terakhir menjelang hari kematiannya. Tetapi ia selalu mengingatkan dirinya sendiri, bahwa pada suatu saat semua orang, bersedia ataupun tidak, pasti akan mengalami perjalanan yang akan dilaluinya tersebut. Suatu kelaziman hukum alam yang tidak akan dapat dihindari oleh siapa pun juga!
Keselamatan hidup yang diterima oleh Ted Bundy, si ‘pembunuh serial berdarah dingin’, sebagai hadiah kasih karunia Tuhan sebelum kematiannya, akan selalu merupakan suatu teka-teki aneh yang tak terpecahkan, suatu misteri yang tidak akan pernah dapat dicernakan oleh akal pikiran manusia biasa seperti kita, bagaikan kisah salah seorang penjahat yang disalibkan di sisi Tuhan Yesus Kristus, di atas bukit Golgota.
Pada menit-menit terakhir sebelum kematiannya, penjahat tersebut bertobat dengan mengakui Yesus sebagai ‘Raja’-nya. Suatu pengakuan tulus yang mengakibatkan dia menerima hadiah karunia keselamatan hidup dari Tuhan.
‘Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:42-43)
Adakah seorang di antara kita yang berani ‘memprotes’, jika Tuhan Yesus menyatakan tawaran-Nya ini di depan kita kepada Ted Bundy, atau orang-orang lain yang sudah pernah melakukan kejahatan yang cukup serius terhadap kita? Dan … oleh karena itu menganggap, bahwa dengan menawarkannya kepada mereka, Tuhan telah bertindak ‘tidak adil’.
Beranikah kita ‘melecehkan’ pertobatan seseorang di hadapan Tuhan, karena menganggap bahwa ‘musuh’ kita tersebut sama sekali tidak layak untuk melakukannya?
Apakah kita juga mempunyai keberanian untuk mengutarakan kejengkelan hati kita di hadapan hadirat Tuhan yang kudus, dengan menggerutu seperti orang-orang (Kristen) yang berterus-terang di depan Dr James Dobson, mencurigai dan memprotes pertobatan Ted, dan … alhasil, … juga keselamatan hidup yang sudah dikaruniakan kepadanya?
Tuhan Yesus datang ke dunia dengan tujuan untuk menyelamatkan SEMUA orang yang berdosa, yang bersedia menerima Dia sebagai Juruselamat mereka. Di mata-Nya, harga keselamatan hidup Ted Bundy, atau mereka yang sudah ‘melukai hak-hak asasi’ kita, sama seperti harga keselamatan hidup orang-orang berdosa lainnya.
Jangan lupa, … kita juga termasuk di dalam kelompok orang-orang berdosa tersebut! Karena dosa segenap umat manusia, Ia rela mati disalibkan untuk menanggung semuanya.
Berjaga-jagalah selalu dengan sikap ‘naruli’ kita, agar jangan sekali-kali kita harus ditegur secara pribadi oleh Tuhan Yesus sendiri, seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang terus-menerus berusaha mencobai Dia. Mereka menganggap tingkat ‘kesucian’ diri mereka begitu tinggi, sehingga merasa berhak untuk menghakimi wanita yang tertangkap basah sedang melakukan dosa perzinahan di suatu siang hari bolong.
‘Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7)
Apakah ada salah seorang di antara kita yang berani melemparkan batu yang pertama? Silahkan!
Klik disini untuk membaca:
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 1)
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 2)
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 3)
Sumber: johnadisubrata.wordpress.com Baca Selengkapnya...
KUASA DOA
“yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:22-24)
Masa akhir hidup Ted yang harus dilalui selama bertahun-tahun sebagai seorang narapidana bernama buruk, yang amat dibenci oleh masyarakat, ternyata merupakan suatu jangka waktu berharga yang khusus diberikan oleh Tuhan kepadanya di dalam sel penjara. Di sana ia mendapatkan kesempatan yang ‘singkat’ untuk merenungkan kembali serta mengevaluasi semua perbuatan-perbuatan keji yang pernah ia lakukan.
Banyak penjahat bernama buruk lainnya, yang mungkin perbuatan kriminil mereka, jika dibandingkan, tidak ‘sehebat’ kejahatan yang pernah dikerjakan oleh Ted Bundy. Tetapi mereka tidak mendapatkan kesempatan berharga seperti yang dialami olehnya di dalam penjara. Mereka tidak menyesali tindakan-tindakan yang telah mereka lakukan. Mereka tidak peduli dengan keadaan mereka, bahkan keinginan untuk melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang lain, tetap berkobar-kobar di dalam pikiran dan hati mereka.
Mengapa bukan hal-hal seperti itu yang dialami oleh Ted Bundy di sana? Apakah karena Tuhan gemar membeda-bedakan umat ciptaan-Nya? Atau, … apakah karena ada ‘sesuatu’ yang terjadi di sorga, yang mendorong dan menyebabkan Tuhan berkenan akan keselamatan hidup Ted? Sehingga Ia mempersiapkan semuanya untuk kebaikan ‘masa depan’ hidupnya, jauh sebelum Ted dijatuhi hukuman mati oleh para penegak hukum negara tersebut?
Keterlibatan pengacara Kristen, John Tanner, dalam proses pengadilan kasus Ted Bundy bukan merupakan suatu hal yang terjadi secara kebetulan, karena Tuhanlah yang mengirimkan hamba-Nya tersebut ke sana! Jalinan persahabatan dengannya selama bertahun-tahun yang pada akhirnya membuahkan pertobatan Ted, juga bukan merupakan hasil upaya pribadi John Tanner dan isterinya, melainkan hasil pekerjaan Roh Kudus yang sudah mampu menyadarkan diri Ted dari semua dosa-dosanya.
Kejadian-kejadian tersebut telah mengawali proses pertobatannya, yang berakhir dengan pengakuan, penyesalan dan kesediaannya untuk menerima Kristus sebagai Juruselamatnya.
Keinginan Ted untuk meninggalkan suatu ‘warisan’ sebelum kematiannya guna memperingati dan menolong orang-orang lain yang mungkin sedang berada dalam situasi dosa yang sama, yaitu melalui jalan sesat mematikan yang pernah ditempuh olehnya selama bertahun-tahun, telah memungkinkan tim ‘Focus on the Family’ untuk datang menemuinya di dalam sel penjara. Semua itu dapat dilaksanakan, juga hanya oleh karena koneksi yang dimiliki oleh John Tanner, si pengacara kristiani yang mengenal Dr James Dobson secara pribadi.
Bagaikan raja Daud yang bertobat di depan nabi Natan, mengakui dan menyesali dosa-dosa perzinahan dan pembunuhan yang telah dilakukan olehnya, yang dicatat dalam keseluruhan ayat-ayat termasyhur Mazmur 51, Ted ingin melakukan hal yang sama melalui pelayanan Dr James Dobson.
Raja Daud menulis di situ: “Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.” (Mazmur 51:15)
Peristiwa-peristiwa indah yang dialami oleh Ted tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Semua itu dapat dilaksanakan, oleh karena ada orang-orang kudus yang sedang memperjuangkan keselamatannya melalui doa-doa syafaat yang mereka panjatkan kepada Tuhan.
Sebelum wawancara singkat tersebut berakhir, Ted Bundy sempat mengikrarkan imannya sekali lagi kepada Dr James Dobson, tentang kekuatan yang sudah diterima olehnya melalui hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus Kristus.
Meskipun demikian ia tidak berhasrat untuk berpura-pura di depan umum dengan mengatakan, bahwa ia sama sekali tidak mempunyai rasa kuatir. Ia mengakui dengan terus terang, bahwa pada saat-saat yang amat genting, di mana ia harus berjalan seorang diri dalam lembah kekelaman, sering kali ia merasa tidak mempunyai kekuatan untuk melewatinya.
Perasaan-perasaan seperti itu selalu menghantui dirinya sepanjang tahun-tahun terakhir, di mana ia harus menunggu keputusan pengadilan mengenai ‘nasib’ hidupnya.
Raja Daud menulis salah satu Mazmur yang paling termasyhur mengenainya: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4)
Jelas perjalanan Ted tersebut bukan merupakan suatu hal yang menyenangkan baginya, karena sering kali ia merasa sepi, sendiri dan tak berdaya, terutama di saat-saat terakhir menjelang hari kematiannya. Tetapi ia selalu mengingatkan dirinya sendiri, bahwa pada suatu saat semua orang, bersedia ataupun tidak, pasti akan mengalami perjalanan yang akan dilaluinya tersebut. Suatu kelaziman hukum alam yang tidak akan dapat dihindari oleh siapa pun juga!
Keselamatan hidup yang diterima oleh Ted Bundy, si ‘pembunuh serial berdarah dingin’, sebagai hadiah kasih karunia Tuhan sebelum kematiannya, akan selalu merupakan suatu teka-teki aneh yang tak terpecahkan, suatu misteri yang tidak akan pernah dapat dicernakan oleh akal pikiran manusia biasa seperti kita, bagaikan kisah salah seorang penjahat yang disalibkan di sisi Tuhan Yesus Kristus, di atas bukit Golgota.
Pada menit-menit terakhir sebelum kematiannya, penjahat tersebut bertobat dengan mengakui Yesus sebagai ‘Raja’-nya. Suatu pengakuan tulus yang mengakibatkan dia menerima hadiah karunia keselamatan hidup dari Tuhan.
‘Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:42-43)
Adakah seorang di antara kita yang berani ‘memprotes’, jika Tuhan Yesus menyatakan tawaran-Nya ini di depan kita kepada Ted Bundy, atau orang-orang lain yang sudah pernah melakukan kejahatan yang cukup serius terhadap kita? Dan … oleh karena itu menganggap, bahwa dengan menawarkannya kepada mereka, Tuhan telah bertindak ‘tidak adil’.
Beranikah kita ‘melecehkan’ pertobatan seseorang di hadapan Tuhan, karena menganggap bahwa ‘musuh’ kita tersebut sama sekali tidak layak untuk melakukannya?
Apakah kita juga mempunyai keberanian untuk mengutarakan kejengkelan hati kita di hadapan hadirat Tuhan yang kudus, dengan menggerutu seperti orang-orang (Kristen) yang berterus-terang di depan Dr James Dobson, mencurigai dan memprotes pertobatan Ted, dan … alhasil, … juga keselamatan hidup yang sudah dikaruniakan kepadanya?
Tuhan Yesus datang ke dunia dengan tujuan untuk menyelamatkan SEMUA orang yang berdosa, yang bersedia menerima Dia sebagai Juruselamat mereka. Di mata-Nya, harga keselamatan hidup Ted Bundy, atau mereka yang sudah ‘melukai hak-hak asasi’ kita, sama seperti harga keselamatan hidup orang-orang berdosa lainnya.
Jangan lupa, … kita juga termasuk di dalam kelompok orang-orang berdosa tersebut! Karena dosa segenap umat manusia, Ia rela mati disalibkan untuk menanggung semuanya.
Berjaga-jagalah selalu dengan sikap ‘naruli’ kita, agar jangan sekali-kali kita harus ditegur secara pribadi oleh Tuhan Yesus sendiri, seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang terus-menerus berusaha mencobai Dia. Mereka menganggap tingkat ‘kesucian’ diri mereka begitu tinggi, sehingga merasa berhak untuk menghakimi wanita yang tertangkap basah sedang melakukan dosa perzinahan di suatu siang hari bolong.
‘Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7)
Apakah ada salah seorang di antara kita yang berani melemparkan batu yang pertama? Silahkan!
Klik disini untuk membaca:
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 1)
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 2)
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 3)
Sumber: johnadisubrata.wordpress.com Baca Selengkapnya...
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 3)
Oleh: John Adisubrata
PATUTKAH IA DISELAMATKAN?
‘Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku berkata: “Inipun sia-sia!” (Pengkhotbah 8:14)
Bukankah kita juga harus mengakui dengan jujur, bahwa seringkali kita menunjukkan sikap yang serupa seperti sikap nabi Yunus terhadap bangsa Niniwe, ketika suatu kasus kejahatan sedang menimpa diri kita atau keluarga kita. Kendatipun kasus tersebut mungkin tidak sebanding dengan kasus kejahatan Ted Bundy yang sudah menggemparkan dunia. Mereka yang menyebabkannya langsung kita ‘cap’ dan kita masukkan ke dalam ‘black list’ orang-orang yang tidak kita sukai!
Apabila seseorang telah melakukan suatu kejahatan cukup serius terhadap kita atau keluarga kita, yang tampak terlampau berat untuk menerima pengampunan dari kita, apalagi amnesti dari Tuhan, biasanya kita akan merasa kesal sekali, jika kesempatan untuk bisa menyaksikan orang tersebut menderita, setimpal penderitaan kita gara-gara kejahatannya, menjadi musnah! Pikiran manusia akan selalu menuntut pembalasan atas perbuatan-perbuatan jahat ‘musuh-musuh’ kita, lebih berat lebih memuaskan! Terasa kurang ‘sreg’, jikalau mereka bisa terbebas dari dosa-dosa atau hukuman, hanya gara-gara pertobatan mereka.
Pikiran kita yang sangat terbatas, tidak mungkin dapat menyelami pikiran dan rancangan Allah bagi keselamatan hidup segenap umat manusia. Rencana kita tidak akan pernah sama dengan rencana-Nya, apalagi jika rencana tersebut merupakan salah satu dari rancangan-rancangan ‘jahat’ pikiran kita bagi orang-orang lain yang tidak kita sukai, apa pun motivasi atau penyebabnya.
Alkitab mencatat, bahwa Tuhan selalu mengampuni semua dosa, tidak ada perkecualiannya. Jika kita mau datang menghadap kepada-Nya, dan mengakui dosa-dosa kita dengan segenap hati, Ia berjanji akan mengampuni semuanya serta menyucikan kita.
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)
Peristiwa perempuan yang dikenal oleh seluruh penduduk kota sebagai seorang berdosa, tetapi mempunyai ketabahan untuk datang menghadap Yesus, pada waktu Ia sedang duduk makan di rumah seorang Farisi, bernama Simon, sudah membuktikan kebenaran firman tersebut. Perempuan itu membasahi kaki-kaki Tuhan Yesus dengan cucuran air matanya, lalu menyeka mereka dengan rambutnya.
Tetapi tindakan selanjutnya, di mana ia menciumi kedua kaki Yesus serta meminyaki mereka dengan minyak wangi yang mahal berasal dari dalam buli-buli pualam, telah membuat pribadi wanita berdosa itu menjadi termasyhur sekali, seperti yang ‘dinubuatkan’ oleh Tuhan Yesus sendiri kepada Simon, di hadapan para tamunya. (Matius 26:13; Markus 14:9; Yohanes 12:7) Bahkan peristiwa yang amat mengesankan tersebut sudah diabadikan di dalam keempat Injil Perjanjian Baru.
Yesus juga mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Simon! Ketika Ia mengamati, bahwa orang Farisi tersebut memperlihatkan sikap tidak senang, karena Ia membiarkan perempuan berdosa itu melakukan semua tindakannya secara bebas, Yesus segera menegur Simon dengan suatu kisah yang sederhana!
Di depan para tamu yang hadir di rumahnya, Ia menceriterakan sebuah perumpamaan tentang dua orang yang meminjam uang. Yang seorang berhutang banyak, dan yang lain hanya sedikit. Karena mereka tidak sanggup untuk melunasinya, si pemilik uang membebaskan hutang mereka berdua. Yesus bertanya kepada orang Farisi itu: “Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” (Lukas 7:42b)
Kita semua tentu sudah mengetahui dengan fasih jawaban Simon terhadap pertanyaan Tuhan Yesus, karena jawabannya memang terdengar logis sekali. Apakah kita tidak akan memberi jawaban yang serupa, jika pertanyaan Yesus tersebut ditujukan kepada kita?
Yesus mengakhiri kisahnya dengan mengatakan: “Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah berbuat banyak kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih.” (Lukas 7:47)
Jikalau kita mempelajari awal riwayat hidup Ted Bundy sesuai dengan uraiannya kepada Dr James Dobson, kita akan mengetahui, bahwa ia sebenarnya berasal dari sebuah keluarga Kristen, yang menurut pengakuannya sendiri, adalah keluarga baik-baik dan ‘normal’, yang setiap hari Minggu pergi beribadah ke gereja.
Ted menekankan, bahwa sedari kecil ia bukan seorang anak ‘luar biasa’ yang patut dijadikan teladan anak-anak lainnya, karena jelas ia bukan malaikat. Ted hanya seorang anak biasa-biasa saja bagaikan anak-anak lain sebayanya, yang dididik dalam sebuah keluarga Kristen yang stabil, dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya. Ted bukan berasal dari suatu keluarga yang hancur berantakan, seperti yang sudah diduga, disebar-luaskan, dan ‘disahkan’ oleh masyarakat dunia.
Seperti umumnya terjadi pada keluarga-keluarga biasa lainnya, kedua orang tuanya juga mengasihi dan selalu berusaha melindungi kehidupan kelima anak mereka dari pengaruh-pengaruh jahat dunia yang dapat menyesatkan dan merusak masa depan mereka.
Kendatipun kedua orang tuanya harus menanggung rasa malu yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata lagi, karena mempunyai seorang anak yang dijuluki ‘monster’ oleh masyarakat dunia, apakah mereka sebagai orang-orang percaya, akan berhenti mengasihi dia? Apakah mereka akan berhenti berdoa untuk keselamatan hidupnya?
Apakah jemaat gereja lokal mereka, dan juga orang-orang Kristen yang mengenal keluarga tersebut, tidak ikut berdoa untuk anak Tuhan yang sangat hilang ini?
Roh Allah selalu bekerja dengan penuh keajaiban, yang terlalu misterius untuk dapat dimengerti begitu saja oleh keterbatasan pikiran kita.
Di sinilah KUASA DOA orang-orang kudus untuk pertobatan Ted Bundy dibuktikan oleh Tuhan sendiri!
“Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.” (Roma 6:22)
Klik disini untuk membaca:
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 1)
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 2)
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 4)
Sumber: johnadisubrata.wordpress.com Baca Selengkapnya...
PATUTKAH IA DISELAMATKAN?
‘Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku berkata: “Inipun sia-sia!” (Pengkhotbah 8:14)
Bukankah kita juga harus mengakui dengan jujur, bahwa seringkali kita menunjukkan sikap yang serupa seperti sikap nabi Yunus terhadap bangsa Niniwe, ketika suatu kasus kejahatan sedang menimpa diri kita atau keluarga kita. Kendatipun kasus tersebut mungkin tidak sebanding dengan kasus kejahatan Ted Bundy yang sudah menggemparkan dunia. Mereka yang menyebabkannya langsung kita ‘cap’ dan kita masukkan ke dalam ‘black list’ orang-orang yang tidak kita sukai!
Apabila seseorang telah melakukan suatu kejahatan cukup serius terhadap kita atau keluarga kita, yang tampak terlampau berat untuk menerima pengampunan dari kita, apalagi amnesti dari Tuhan, biasanya kita akan merasa kesal sekali, jika kesempatan untuk bisa menyaksikan orang tersebut menderita, setimpal penderitaan kita gara-gara kejahatannya, menjadi musnah! Pikiran manusia akan selalu menuntut pembalasan atas perbuatan-perbuatan jahat ‘musuh-musuh’ kita, lebih berat lebih memuaskan! Terasa kurang ‘sreg’, jikalau mereka bisa terbebas dari dosa-dosa atau hukuman, hanya gara-gara pertobatan mereka.
Pikiran kita yang sangat terbatas, tidak mungkin dapat menyelami pikiran dan rancangan Allah bagi keselamatan hidup segenap umat manusia. Rencana kita tidak akan pernah sama dengan rencana-Nya, apalagi jika rencana tersebut merupakan salah satu dari rancangan-rancangan ‘jahat’ pikiran kita bagi orang-orang lain yang tidak kita sukai, apa pun motivasi atau penyebabnya.
Alkitab mencatat, bahwa Tuhan selalu mengampuni semua dosa, tidak ada perkecualiannya. Jika kita mau datang menghadap kepada-Nya, dan mengakui dosa-dosa kita dengan segenap hati, Ia berjanji akan mengampuni semuanya serta menyucikan kita.
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)
Peristiwa perempuan yang dikenal oleh seluruh penduduk kota sebagai seorang berdosa, tetapi mempunyai ketabahan untuk datang menghadap Yesus, pada waktu Ia sedang duduk makan di rumah seorang Farisi, bernama Simon, sudah membuktikan kebenaran firman tersebut. Perempuan itu membasahi kaki-kaki Tuhan Yesus dengan cucuran air matanya, lalu menyeka mereka dengan rambutnya.
Tetapi tindakan selanjutnya, di mana ia menciumi kedua kaki Yesus serta meminyaki mereka dengan minyak wangi yang mahal berasal dari dalam buli-buli pualam, telah membuat pribadi wanita berdosa itu menjadi termasyhur sekali, seperti yang ‘dinubuatkan’ oleh Tuhan Yesus sendiri kepada Simon, di hadapan para tamunya. (Matius 26:13; Markus 14:9; Yohanes 12:7) Bahkan peristiwa yang amat mengesankan tersebut sudah diabadikan di dalam keempat Injil Perjanjian Baru.
Yesus juga mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Simon! Ketika Ia mengamati, bahwa orang Farisi tersebut memperlihatkan sikap tidak senang, karena Ia membiarkan perempuan berdosa itu melakukan semua tindakannya secara bebas, Yesus segera menegur Simon dengan suatu kisah yang sederhana!
Di depan para tamu yang hadir di rumahnya, Ia menceriterakan sebuah perumpamaan tentang dua orang yang meminjam uang. Yang seorang berhutang banyak, dan yang lain hanya sedikit. Karena mereka tidak sanggup untuk melunasinya, si pemilik uang membebaskan hutang mereka berdua. Yesus bertanya kepada orang Farisi itu: “Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” (Lukas 7:42b)
Kita semua tentu sudah mengetahui dengan fasih jawaban Simon terhadap pertanyaan Tuhan Yesus, karena jawabannya memang terdengar logis sekali. Apakah kita tidak akan memberi jawaban yang serupa, jika pertanyaan Yesus tersebut ditujukan kepada kita?
Yesus mengakhiri kisahnya dengan mengatakan: “Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah berbuat banyak kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih.” (Lukas 7:47)
Jikalau kita mempelajari awal riwayat hidup Ted Bundy sesuai dengan uraiannya kepada Dr James Dobson, kita akan mengetahui, bahwa ia sebenarnya berasal dari sebuah keluarga Kristen, yang menurut pengakuannya sendiri, adalah keluarga baik-baik dan ‘normal’, yang setiap hari Minggu pergi beribadah ke gereja.
Ted menekankan, bahwa sedari kecil ia bukan seorang anak ‘luar biasa’ yang patut dijadikan teladan anak-anak lainnya, karena jelas ia bukan malaikat. Ted hanya seorang anak biasa-biasa saja bagaikan anak-anak lain sebayanya, yang dididik dalam sebuah keluarga Kristen yang stabil, dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya. Ted bukan berasal dari suatu keluarga yang hancur berantakan, seperti yang sudah diduga, disebar-luaskan, dan ‘disahkan’ oleh masyarakat dunia.
Seperti umumnya terjadi pada keluarga-keluarga biasa lainnya, kedua orang tuanya juga mengasihi dan selalu berusaha melindungi kehidupan kelima anak mereka dari pengaruh-pengaruh jahat dunia yang dapat menyesatkan dan merusak masa depan mereka.
Kendatipun kedua orang tuanya harus menanggung rasa malu yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata lagi, karena mempunyai seorang anak yang dijuluki ‘monster’ oleh masyarakat dunia, apakah mereka sebagai orang-orang percaya, akan berhenti mengasihi dia? Apakah mereka akan berhenti berdoa untuk keselamatan hidupnya?
Apakah jemaat gereja lokal mereka, dan juga orang-orang Kristen yang mengenal keluarga tersebut, tidak ikut berdoa untuk anak Tuhan yang sangat hilang ini?
Roh Allah selalu bekerja dengan penuh keajaiban, yang terlalu misterius untuk dapat dimengerti begitu saja oleh keterbatasan pikiran kita.
Di sinilah KUASA DOA orang-orang kudus untuk pertobatan Ted Bundy dibuktikan oleh Tuhan sendiri!
“Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.” (Roma 6:22)
Klik disini untuk membaca:
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 1)
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 2)
Nyaris Tiada Maaf (Bagian 4)
Sumber: johnadisubrata.wordpress.com Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)















