googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani: Renungan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Mei 2017

PENYELENGGARAAN PELAYANAN YANG BENAR

Penyelenggaraan Pelayanan Yang Benar (MP3)

Hal utama yang harus kita terima dan yakini segenap hati yaitu Tuhan adalah pribadi yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Kita harus memahami bahwa Allah memiliki kehendak yang harus dilakukan setiap saat dan dalam segala hal. Selain itu, Allah juga memiliki rencana. Rencana itu bisa meliputi dua area. Pertama rencana Allah secara umum, yaitu rencana Allah sejak semula membangun Kerajaan dan keluarga Allah. Setiap anak Allah harus terlibat di dalam rencana besar Allah ini. Kedua, rencana Allah secara khusus, yaitu rencana atas setiap individu anak Allah yang sangat spesifik. Dalam hal ini setiap orang percaya menanggung rencana Allah yang khusus dan istimewa bagi dirinya sendiri. Masing-masing orang memiliki rencana khusus yang tidak sama dengan orang lain. Tidak ada orang yang memiliki rencana yang sama dari Allah.

Terkait dengan kehidupan orang percaya sebagai anak-anak Bapa yang dipanggil untuk menghadirkan Kerajaan Allah dan mewujudkan kehendak-Nya dalam hidup ini, Tuhan sangat reaktif dan responsif terhadap segala sesuatu yang kita lakukan. Segala sesuatu yang kita lakukan artinya semua yang kita pikirkan, ucapkan dan lakukan. Reaksi dan respon Tuhan terhadap kehidupan umat pilihan berbeda dengan kehidupan mereka yang bukan umat pilihan. Hal ini disebabkan oleh dua faktor: Pertama, karena kita anak-anak Allah, kedua karena kita harus menghadirkan Kerajaan Allah dan mewujudkan kehendak-Nya. Di dalam kehendak-Nya, juga terdapat rencana-rencana Allah yang harus dilakukan, dalam hal ini kehidupan orang percaya. Hal ini tidaklah diatur oleh hukum-hukum yang tertulis seperti agama pada umumnya. Tetapi diatur oleh kehendak Allah melalui
Roh-Nya.

Memperlakukan Allah sebagai Pribadi yang hidup dan berperasaan sekilas kelihatannya sederhana, tetapi sebenarnya sangat kompleks, sebab orang percaya tidak boleh memiliki area atau wilayah sendiri. Semua wilayah adalah wilayah di mana umat pilihan Allah berurusan dengan Allah. Roma 8:28 mengindikasikan hal ini dengan sangat jelas, bahwa Allah berurusan dengan orang percaya secara pribadi dalam segala hal.

Kenyataan yang tidak bisa dibantah adalah bahwa Tuhan tidak kelihatan, sering seperti tidak ada, seakan-akan Ia ada di tempat yang tidak dapat disentuh dan dijangkau. Mengapa banyak orang tidak menangkap reaksi dan respon Tuhan atas segala sesuatu yang kita lakukan? Karena tidak memiliki kepekaan menangkapnya. Hal ini disebabkan ketertarikan seseorang dengan sesuatu atau seseorang lebih besar dari ketertarikan terhadap Tuhan dan Kerajaan-Nya. Untuk bisa menangkap kehadiran Allah secara maksimal seseorang harus hanya memiliki satu dunia. Dunia itu adalah Tuhan saja atau tidak usah sama sekali. Tuhan absolut, kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan.

Sesungguhnya, mengakui bahwa Tuhan itu ada dan hidup serta memperlakukan Dia sebagai Pribadi yang hidup, yang berperasaan, reaktif dan responsif bukan sesuatu yang mudah. Pada kenyataannya banyak orang yang tidak memperlakukan Dia secara benar. Banyak orang menggerakkan hidupnya, dari apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan seakan-akan Tuhan tidak ada. Hal ini disebabkan seseorang tidak mengerti maksud mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

Banyak orang-orang Kristen yang aktif bergereja, aktivis bahkan pendeta, menganggap Tuhan hanya sekadar wacana percakapan, tetapi tidak menjadi Pribadi yang hidup dan yang mencengkeram hidupnya. Tanpa disadari Tuhan sering dianggap seperti sebuah sistim yang hanya dipercakapkan, tetapi tidak dihadapi dan diperlakukan secara riil. Kalau orang beragama, sistim yang dimaksud adalah hukum-hukum-Nya. Bagi mereka yang penting sudah melakukan hukum-hukum Tuhan. Di luar melakukan hukum-hukum-Nya, maka mereka tidak berurusan dengan Tuhan lagi. Berbeda dengan orang percaya yang harus berurusan dengan Tuhan dalam segala hal. Jika tidak demikian, berarti memperlakukan Tuhan secara tidak pantas. Ini juga berarti, tidak memperlakukan Tuhan sebagai Pribadi yang hidup karena tidak membiasakan diri setiap hari. Sebagai akibatnya mereka tidak mampu memperlakukan Tuhan secara benar. Jika hal ini terjadi berlarut-larut, maka seseorang tidak akan pernah bisa memperlakukan Tuhan secara benar. Orang seperti ini hanya bisa melayani diri sendiri, artinya mencari kepuasan bagi diri sendiri. Ia tidak berusaha untuk dengan sungguh-sungguh menyenangkan perasaan Tuhan.


Sumber Truth Baca Selengkapnya...

Senin, 10 April 2017

ASPEK FUTURE GAMBAR DIRI

Dengarkan mp3 klik disini : Aspek Future Gambar Diri

Aspek kedua dari gambar diri adalah aspek future atau yang akan datang, yaitu harus menjadi apa atau bagaimana dirinya tersebut (self esteem). Aspek ini sangat diperankan oleh filosofi orang tersebut. Misalnya, kalau seseorang memandang kekayaan adalah nilai tertinggi dalam kehidupan ini, maka bayangan dirinya ke depan adalah menjadi orang kaya. Dalam hal ini cita-cita dan obsesinya adalah menjadi konglomerat atau paling tidak menjadi orang kaya secara materi. Bayangan dalam pikirannya mengenai dirinya pada waktu yang akan datang adalah memiliki rumah bagus, mengendarai mobil mewah, bisa jalan-jalan ke luar negeri, bisa berbelanja di mal, memakai pakaian mahal dan perhiasan, orang menghormatinya dan lain sebagainya. Ia pasti menjadi seorang yang berjiwa materialistis. Menilai segala sesuatu berdasarkan kekayaan atau uang. 

Fakta yang menyedihkan, banyak orang Kristen ke gereja yang orientasi berpikirnya juga masih seputar kekayaan dunia dan pemenuhan kebutuhan jasmani. Mereka adalah orang-orang yang gambar dirinya sudah rusak. Ciri dari orang Kristen seperti ini adalah mereka menganut teologi kemakmuran (prosperity theology). Sejujurnya, pengajaran ini merumuskan bahwa orang yang diberkati adalah orang yang memiliki kekuatan finansial yang tinggi. Keberkenanan di hadapan Tuhan diukur dari berkat jasmani atau harta dunia yang diberikan Tuhan kepada seseorang.

Percakapan dalam gereja selalu mengenai berkat jasmani. Ironisnya mereka berkhotbah mengenai gambar diri, seakan-akan mereka telah menemukan gambar diri yang benar. Di gereja-gereja seperti ini pendeta miskin semestinya tidak boleh berkhotbah, sebab belum memiliki gambar diri yang benar. Pendeta yang aset kekayaannya 10 miliar rupiah barulah bisa berkhotbah dan mengajar pendeta yang aset kekayaannya hanya 1 miliar rupiah. Pendeta yang aset kekayaannya 1 miliar rupiah bisa berkhotbah kepada pendeta yang aset kekayaannya 100 juta rupiah. Pendeta yang aset kekayaannya 100 juta rupiah bisa berkhotbah kepada pendeta yang aset kekayaannya 10 juta rupiah dan seterusnya. Pendeta yang aset kekayaannya 10 juta mestinya tidak pantas berkhotbah kepada pendeta yang aset kekayaannya lebih dari 10 juta.

Kalau seseorang memandang gelar adalah nilai tertinggi, maka ia berusaha mencapai jenjang pendidikan tertentu untuk dapat meraih gelar. Dalam hal ini cita-cita dan obsesinya adalah menjadi seorang yang terhormat di kalangan atau dunia akademis, bisa menjadi dosen, guru besar atau rektor di sebuah perguruan tinggi. Paling tidak dengan gelar tersebut ia dihargai dan dihormati orang lebih dari mereka yang tidak memiliki gelar. Biasanya mereka memandang rendah orang yang tidak memiliki gelar setingkat dengan dirinya, tetapi sebaliknya ia akan sangat menghormati orang yang memiliki gelar lebih tinggi dari dirinya.

Di saat seseorang memandang kedudukan adalah nilai tertinggi kehidupan, ia akan berusaha menjadi orang yang terhormat, baik di gelanggang politik maupun di bidang lain dengan segala cara. Kalau mereka tidak berbudi pekerti baik, maka mereka akan menjadi orang-orang yang berwatak jahat dan licik. Demi kemenangan dalam gelanggang politik atau memenangkan posisi sebagai kepala daerah -seperti bupati, walikota, gubernur, bahkan presiden- mereka bisa berlaku curang dan licik. Mereka bisa mencurangi pemilihan tersebut dengan money politic, black campaign, mengubah hasil perolehan di Komisi Pemilihan Umum dan lain sebagainya.

Mereka juga bisa menggunakan agama sebagai alasan untuk bisa mengalahkan kompetitornya dalam pemilihan Kepala Daerah. Hal ini tentu saja bisa merusak sendi-sendi keutuhan dan persatuan bangsa, tetapi ironinya mereka justru beralasan bahwa semua itu mereka lakukan demi NKRI. Betapa jahat dan liciknya orang-orang seperti itu. Mereka yang sudah memiliki uang hasil korupsi, kemudian menggunakan uangnya untuk memperoleh kedudukan bagi dirinya atau anggota keluarganya. Kalau suatu negara dipenuhi orang-orang seperti ini, maka negara hanya menunggu waktu menjadi seperti banyak negara di Afrika, Timur Tengah dan banyak negara di belahan dunia lainnya.

Di dalam lingkungan gereja, juga terdapat praktik-praktik yang tidak jauh berbeda. Para pemimpin gereja yang gagal mengenakan gambar diri seperti Bapa atau serupa dengan Tuhan Yesus, berkampanye untuk menjadi pimpinan wilayah atau ketua sinode. Bagi mereka, kedudukan itu adalah kehormatan, kebesaran nama diri, kenyamanan atau fasilitas. Tidak heran jika terjadi money politic, black campaign dan berbagai praktik yang mestinya tidak boleh ada di lingkungan keluarga Allah. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pejabat gereja yang gagal memiliki gambar diri yang benar. 

Sumber disini
Baca Selengkapnya...

Kamis, 16 Oktober 2014

YANG KACUNG SIAPA COBA: KITA ATAU TUHAN ?

Ada seorang majikan yang kaya mencari pembantu rumah tangga di pelosok desa. Akhirnya ia mendapatkannya dengan membayar sejumlah uang kompensasi kepada keluarga besarnya yang lumayan besar dengan maksud agar setelah bekerja pembantu tersebut sanggup melakukan semua yang majikan kehendaki. Tiba saatnya pembantu tersebut mulai bekerja namun belum mulai bekerja ternyata ia malah menuntut haknya sedemikian rupa terhadap majikannya :

"Nyah...tolong bon dulu separo gaji buat beli perlengkapan kosmetik",
"Nyah...tolong kasur di tempat tidur saya diganti yang lebih besar...",
"Nyah...tolong makanan saya diganti ya karena tidak cocok dengan selera saya...",
"Nyah...tolong kamar tidur saya dipindah ya karena yang ini terlalu sempit..."
"Nyah...tolong ini....tolong itu...."


Kita mungkin menertawakan kelakuan PRT tersebut, namun sudah lupakah kita bahwa sering tanpa sadar itulah cerminan sikap kita terhadap Tuhan Yesus yang telah menebus dan membeli hidup kita lunas dari hukum dosa dan hukum maut. Ia menebus dengan maksud supaya kita bisa dimiliki oleh-Nya sepenuhnya agar bisa diubah sesuai kehendak-Nya.

Jangankan melakukan kehendak Yang Menebus hidup kita, jika mengerti kehendak-Nya saja tidak. Jangankan mengerti, jika membaca dan menggali Alkitab saja tidak serius dilakukan. Sikap kekurangajaran terhadap Tuhan sesungguhnya tidak bisa ditolerir. Apabila sekarang kita anggap zaman anugerah merupakan zaman dimana anugerah Tuhan melimpah-limpah sehingga kita asumsikan bahwa Tuhan terlihat seperti diam saja atau seolah-olah mentolerir semua tindakan manusia maka hal itu sebenarnya tidaklah demikian.

Zaman anugerah malahan mengerikan sebenarnya karena Tuhan akan sering terlihat seperti diam seribu bahasa. Orang berkelakuan moral bejat bisa tetap eksis dalam pelayanan, semuanya berjalan dengan baik tanpa seorang pun tahu, dan ybs tetap kelihatannya diberkati dan dipakai Tuhan secara luar biasa pula, bahkan dalam nubuat, mujizat dan mengusir roh-roh jahat. Hal ini sangat mengerikan. Sebab itu Tuhan Yesus baru berterus terang ketika Ia datang sebagai hakim yang adil (Mat 7:21-23). Meski demikian bukan berarti sekarang 100% Tuhan bungkam karena kalau kita mau kita bisa mengintip Rapor bayangan kita apakah merah atau tidak?

Dengan menggali dan mengerti firman Kebenaran kita diijinkan mengintip rapor kita. Tuhan mengijinkan meminjamkan kacamata-Nya untuk meneropong hidup kita. Masalahnya hal ini tidak bisa dilakukan sambil lalu atau sebagai suplemen hidup saja. Kekristenan bukan suplemen atau sampingan, melainkan harus menyita seluruh aspek hidup kita. Usaha untuk mengerti kebenaran harus menyita seluruh hidup kita, jika tidak, kita takkan pernah bisa mengintip rapor bayangan Tuhan atas hidup kita. Jangan salahkan Tuhan jika nanti kita berakhir di kegelapan yang paling gelap dimana hanya dapat digambarkan dengan ratapan dan kertak gigi.

2Pet 2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,

Jadi yang penting adalah melakukan tanggung jawab kita untuk mengerti dan melakukan kehendak Sang Tuan Pemilik hidup kita. Bukan minta tolong ini dan tolong itu yang menjadi fokus hidup karena kalau minta tolong tanpa landasan pikiran yang benar malah berpotensi meledek dan melecehkan Sang Tuan karena tanpa sadar kita menyamakannya sebagai "tukang ini dan tukang itu", tukang menolong atau tukang menjaga...atau kita sejajarkan Tuhan atau perlakukan Tuhan dengan mekanisme seperti orang berurusan dengan dukun.

Tidak usah diminta pun Tuhan akan menolong dan menjaga hidup kita, bahkan lebih dari yang kita minta dan pikirkan, asalkan hidup kita berkenan kepada Majikan kita. Jadi hal ini tidak perlu dipersoalkan. Yang benar-benar perlu dipersoalkan adalah : Apakah kita mengerti dan melakukan kehendak Majikan Agung kita? Itu saja.
Baca Selengkapnya...

Senin, 30 September 2013

Apakah Kerajaan Allah?

Milt Rodriguez, salah seorang rekan dari pelayanan The Rebuilders – Amerika Serikat menggambarkan Kerajaan Allah sebagai berikut:

"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa." Kol. 1:13, 14


The Power of the Filter (Kuasa dari filter/penyaring)

Kita semua memiliki pola pikir. Ini merupakan sistem atau cara berpikir kita dalam topik-topik tertentu. Tiap topik memiliki suatu set tersendiri dalam hal pemikiran dan “prinsip-prinsip” yang berhubungan dengan pola pikir tersebut. Sebagai contoh, bila Anda seorang perenang Olimpiade maka Anda akan memiliki sebuah “pikiran” yang tertuju pada suatu olahraga tertentu secara spesifik. Seorang atlit renang dlam benaknya akan senantiasa dipenuhi oleh kata-kata air, bagaimana meluncur dengan cepat melalui air, pakaian renang, tutup kepala, kacamata renang, teknik renang, dan sebagainya. Pemusatan pikiran ini akan menjadi sebuah filter dalam pikiran atlit renang tersebut. Hingga ketika ia melihat air maka pikirannya secara otomatis akan tertuju pada berenang, berlomba, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kejuaraan renang. Saat ia sampai di kolam renang secara otomatis pula ia “melihat” sebuah kejuaraan yang harus dilakoni di depan matanya.

Kita juga melakukan hal yang sama saat membaca firman Tuhan mengenai Kerajaan Tuhan. Orang Kristen memandang topik ini dari berbagai sudut pandangan. Seperti perenang tadi, dalam benak kita sudah ada alur tersendiri mengenai apa itu Kerajaan Tuhan sebagai suatu filter.

Beberapa orang akan berpendapat bahwa Kerajaan Tuhan berbicara mengenai kekuasaan politik dan bagaimana Tuhan Yesus dapat berkuasa melalui anak-anak Tuhan yang menguasai ranah politik suatu negeri. Saudara yang lain melihat Kerajaan Tuhan sebagai pemulihan karunia-karunia rohani seperti kesembuhan, mujizat, kelepasan dari roh jahat, membangkitkan orang mati dll. Ada pula yang memiliki sudut pandang melihat Kerajaan melalui filter penginjilan, kebangunan rohani dan pertumbuhan gereja. Bagi mereka perihal Kerajaan Tuhan berbicara mengenai keselamatan umat manusia melalui pengenalan akan berita Injil. Pandangan lain umpamanya ada pula yang melihat perspektif Kerajaan Tuhan dengan penggenapan dari nubuatan akhir zaman mengenai kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Dan masih banyak lagi pandangan lainnya mengenai Kerajaan Tuhan yang berkembang dalam gereja kita.


Satu Pemikiran Yang Sangat Kita Perlukan

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, Kol. 3:1 - 4

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Kol. 3:9 - 11

Saudara dan saudariku, kita sangat memerlukan pembaharuan budi pekerti kita sebagai ciptaan yang baru. Pembaharuan pikiran ciptaan baru “di dalam Kristus”. Pola pikir Ciptaan Baru!

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Kor. 5:17

Dalam pola pikir baru ini kita dapat melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang baru. Ini merupakan perspektif dari Allah sendiri. IA memandang dari perspektif “di dalam Kristus!” Bapa hanya melihat dari sudut ini saja. Kita dapat menyatakan ini sebagai pola pikir Allah. DIA melihat segala sesuatu dari “filter” Anak Yang IA kasihi.

"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan," Kol. 2:9

Kita tahu bahwa Allah melakukan segala sesuatu di dalam dan melalui Kristus. Sayangnya, kita kita tidak berpikir dengan pola pikirNya tersebut. Sebab itu kita sangat perlu untuk memperbaharui pikiran kita dengan pola pikir Kristus sebagaimana yang dituliskan Rasul Paulus.


Memandang Kerajaan Tuhan Melalui Pikiran Baru

Kita perlu untuk memeriksa kembali pola pikir kita, apakah pemikiran kita mengenai definisi dan pengertian mengenai Kerajaan Tuhan itu benar atau tidak? Milt Rodriguez menyatakan bahwa selama bertahun-tahun ia hanya melihat Alkitab sebagai buku yang penuh prinsip dan topik rohani. Di dalam topik-topik ini memuat “prinsip-prinsip” yang perlu dipelajari oleh setiap orang percaya. Saya bukan saja diajarkan seperti itu, saya pun mengajarkan orang lain hal yang sama. Saya mengucap syukur terhadap Tuhan pada akhirnya saya menyadari Alkitab bukan mengenai topik dan prinsip tetapi buku mengenai Seorang Pribadi. Pribadi tersebut adalah Yesus Kristus, Putra Allah! Kita dapat melihat, Pribadi inilah pusat pemikiran dan tulisan dari Allah. Alkitab bukanlah buku yang sekedar membahas keselamatan, doa, kesembuhan, kebenaran, kekudusan, kasih, pelayanan, gereja, Kerajaan Tuhan dll. Semua ayat firman Tuhan hanya berbicara mengenai satu Pribadi dan menyatakan Pribadi ini saja. (Yohanes 5:39, 40; Lukas 24:27; Wahyu. 1:1; Wahyu 19:13).


Sekarang mari kita lihat “topik” mengenai Kerajaan Tuhan.


Misteri

" Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan." Mrk 4:11

"Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi, supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus." Kol. 2:1 - 2


Benih

"Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya." Mat 13:24

"Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus." Gal. 3:16


Pertama

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Mat 6:33

"Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. " Kol. 1:18

Harta

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. " Mat. 13:44

"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. " 2 Kor. 4:7


Pernikahan

"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.” Mat 22:2

"Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. " Ef. 5:28b - 30


Kebun Anggur

"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya." Mat 20:1

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Yohanes 15:5

Ini seharusnya kini menjadi definisi kita mengenai Kerajaan Tuhan. Kerajaan bukanlah sebuah topik pembahasan lainnya yang perlu kita taati. Kerajaan Tuhan adalah seorang Pribadi dan kita dipanggil untuk mengenal dan hidup sepenuhnya dengan Pribadi yang luar biasa ini.

"Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." Lukas 17:20, 21

Tuhan berbicara mengenai diriNya sendiri. IA ada dalam pola pikir mereka. Kerajaan ada diantara mereka sebab IA ada diantara mereka! IA ADALAH Kerajaan. Kerajaan Allah adalah tempat Allah merupakan yang terutama, Allah berkuasa dan Allah adalah segalanya. Tempat itu berada di dalam Pribadi Kristus.

Sangat menarik bahwa Paulus tidak banyak menggunakan istilah “Kerajaan” namun Tuhan Yesus secara konstan membicarakannya. Milt Rodriguez percaya bahwa alasan Tuhan Yesus menggunakan istilah “Kerajaan” sebab IA pada umumnya berbicara terhadap bangsa Yahudi, yang pada saat itu berpikir (memiliki filter dalam pikirannya) bahwa ketika Yesus berbicara mengenai kerajaan maka yang akan dipulihkan adalah kekuasaan Israel secara politik. Tuhan Yesus ingin menekankan pada mereka bahwa yang DIA maksudkan dengan Kerajaan Tuhan adalah DIRINYA. Bila kita tilik Paulus berbicara pada bangsa non Yahudi, ia lebih sering menggunakan frase “di dalam Kristus”. Ia menggunakan frase tersebut lebih dari duaratus kali dalam surat-suratnya. Baik Tuhan Yesus maupun Paulus berbicara mengenai sebuah “lokasi”, Lokasi tersebut merupakan Pribadi Yang Mulia.


Warisan

Dalam Perjanjian Lama kerajaan dan tanah Kanaan merupakan sinonim. Tentu kita semua tahu bahwa kerajaan Israel dan tanah Kanaan sebagai tanah perjanjian hanyalah bayangan dari janji yang sebenarnya. Janji sebenarnya adalah Yesus Kristus. Paulus menggunakan gambaran tanah Kanaan sebagai penggambaran betapa kaya dan dalamnya kekayaan di dalam Kristus. (Kis 20:32; Kol. 1:12).

"dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. " Kol. 1:12 - 14

Kita dapat melihat disini bagaimana Paulus menyatukan gambaran dari tanah Kanaan (Yos 14:1) dan Kerajaan AnakNya Yang Kekasih. Kerajaan ini, warisan ini, tanah perjanjian ini tidak lain tidak bukan adalah Tuhan Yesus Kristus yang menjadi bagian setiap orang kudus!

Sumber : simplechurch
Baca Selengkapnya...

Selasa, 24 September 2013

KETIKA TUHAN - AGAMA TAK BERDINDING

Menyikapi Surat SPB 2 Menteri tentang: Rumah Ibadat
Oleh: Stevanus Soebagja

Agama tanpa tembok dengan demikian menjadi visi dan cara baru beribadat.

Surat Peraturan Bersama (SPB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadat—yang merupakan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1969—telah ditandatangani.

Selanjutnya, surat yang sudah dikenal sebagai sumber polemik ihwal pendirian rumah ibadat—termasuk yang memicu pelarangan ibadat—itu akan melalui tahap implementasi di lapangan.

Seperti sudah diduga sebelumnya, reaksi yang terjadi adalah beberapa rumah yang dijadikan tempat ibadah di tutup oleh warga. Penutupan lebih karena tidak di penuhinya persyaratan sesuai SPB.

Secara tidak langsung tersirat bahwa terpenuhinya syarat sesuai SPB lebih tinggi nilainya daripada ibadat itu sendiri. Substansi ibadat kepada Tuhan mengalami degradasi, tidak lebih penting dari persyaratan pendirian rumah ibadat.


Transformasi Ibadah

Terlepas dari perdebatan soal perlu tidaknya izin pendirian rumah ibadat (dalam praktiknya mencakup pula izin beribadat), sisi positif kasus ini membuka mata perihal keber-agama-an baru. Baru di sini bukan berarti pertama kali ada, tetapi baru dalam arti pemeluk agama disadarkan akan ketidak-terbatasan Tuhan yang menjadi tujuan ibadat, yang mestinya juga terbawa dalam ketidak-terbatasan cara beribadat kepada-Nya.

Mereka yang menentang SPB sebagai revisi SKB mengatakan bahwa ibadat tidak perlu memakai izin. Setiap pemeluk agama berhak untuk membangun rumah ibadat dan melaksanakan ibadat sesuai keyakinannya, yang merupakan bagian dari hak asasi manusia.

Di satu sisi pernyataan ini benar dan berupaya meletakkan ideal beragama di tengah masyarakat plural. Namun di sisi lain juga menjadi absurt karena dengan menolak syarat izin pendirian rumah ibadat yang sudah ditetapkan pemerintah, justru telah mengingkari sifat ketidak-terbatasan Tuhan—yang berizin atau tidak, memenuhi syarat atau tidak—tidak terpengaruh olehnya. Ketidak-terbatasan Tuhan mestinya akan membuka peluang cara beribadat baru kepada-Nya.

Bahwa sekalipun ibadat harus mempunyai izin dengan tanda tangan ber-KTP dari jemaah sebanyak 90 orang dan dari masyarakat sekitar 60 tanda tangan sesuai syarat SPB, menjadi absurt jika disandingkan dengan sifat ke-Maha-an Tuhan tadi.

Izin memang bisa menghambat pendirian rumah ibadat dan pelaksanaan ibadat dengan cara dan kebiasaan yang sudah berjalan. Tapi peraturan yang dirasakan membatasi itu mestinya justru membuka cara beribadat baru yang tak habis-habisnya, sesuai sifat-Nya yang Maha Tak Terbatas.

Tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa pendirian rumah ibadat dan pelaksanaan ibadat terhambat soal izin di atas. Yang terhambat hanya pendirian rumah ibadat dan pelaksanaan ibadat sebagai kebiasaan selama ini, namun tetap tak terbatas dalam cara beribadat baru, yang bebas dari “terkondisikan” untuk meminta izin seperti disyaratkan.

Tuhan, rumah ibadat dan cara beribadat kepada-Nya bebas dari aturan politik dan legitimasi sosial. Itu semua bukan soal perlu atau tidak perlu izin, tetapi memang substansinya tidak mengenal izin karena sifatnya yang transenden, rohaniah, bahkan imaniah yang undang-undang pun tidak bisa menjangkaunya.

Dengan membuka wawasan dan kesadaran baru tentang sifat ke-maha-an Tuhan, setiap upaya manusia untuk membatasi pendirian rumah ibadat (yang notabene diyakini juga rumah untuk bertemu dengan Tuhan, bahkan “Rumah Tuhan”) hanya menjadi penghambat kecil, bahkan akan tergerus oleh sifat Maha Tak Terbatas. SPB tidak lagi dipandang sebagai hambatan karena Tuhan akan membuka cara beribadat yang baru dan kreatif. Sebuah transformasi ibadat.


“Tuhan tanpa Rumah”

Pasca penandatanganan SPB yang bisa dilakukan ialah membuka seluas mungkin cara beragama baru yang tidak terbentur pada soal izin mendirikan rumah ibadat. Dengan kata lain, upaya matematikanisasi kegiatan spiritual—dengan syarat 90 jemaat ber-KTP dan 60 orang lingkungan sekitar sebagai “baptis politik” pemerintah dan “baptis sosial” warga sekitar—agar ibadat aman dan sah, perlu disikapi dengan membuka pintu teologi baru atas pendirian “rumah Tuhan” dan rutinitas beribadat kepada-Nya.

Sebetulnya tidak ada yang hilang, sekalipun rumah ibadat tidak boleh didirikan atau bahkan yang sudah berjalan ditutup. Meski rumah ibadat diidentikkan sebagai “rumah Tuhan”, penutupan rumah ibadat tidak berarti “Tuhan kehilangan rumah”.

Justru sebaliknya, pendirian rumah ibadat termasuk pelanggaran dan penutupan hanya karena tidak memenuhi syarat sehingga tidak berizin, mengingatkan kembali tentang substansi “Tuhan tanpa rumah”.

Meminjam terminologi Kristen, dimana Anak Manusia (baca: Tuhan) tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Jangankan rumah ibadat, rumah-Nya, bantal saja tak punya. Teologi “Tuhan tanpa rumah” ini justru membebaskan agama dan umat untuk mencari cara ibadat yang tak terbatasi oleh bangunan dan ritual-ritualnya.

Rumah ibadat adalah seluruh alam semesta, yakni dimana saja dan ritual-ritual peribadatan langsung terefleksikan pada keseharian hidup umat beragama dari hati, pikiran ke perilaku sebagai jantung dan etalase ibadat itu sendiri. Selama ini telah terjadi institusionalisasi ibadat, bahwa ibadat hanya dalam rumah ibadat saja, di luar itu dianggap belum atau tidak melakukan ibadat.


Agama tanpa Tembok

Dalam konteks agama, matematikanisasi izin pendirian dan kegiatan peribadatan di dalamnya, justru membuka peluang lahirnya agama tanpa tembok (religion without wall) sebagai konsekuensi teologi “Tuhan tanpa rumah”. Hal mana sejalan dengan prinsip-prinsip universal agama bahwa agama bukan sekedar ditandai dengan bangunan fisik atau ritual ibadat. Tetapi agama adalah organisme hidup, kumpulan mereka yang percaya kepada yang transenden. Primary concern agama dalam hal ini ialah manusia dalam hubungannya dengan Tuhannya, dan bukan semata tempat ibadat dan simbol-simbol keagamaan.

Dakwah agama dengan demikian juga tidak terbatas pada komunitas jemaah lokal (at stated times), tetapi dengan terbebas dari sindrom pendirian rumah ibadat, agama justru dibukakan ladang dakwah baru di mana saja. Sikap agama terhadap SPB yang mensyaratkan pendirian rumah ibadat dengan demikian seharusnya disikapi kebalikannya, yakni dengan menerima tanpa syarat (unconditional acceptance).

Agama tanpa tembok dengan demikian menjadi visi dan cara baru beribadat. Ia lebih mendorong praktek agama yang lebih inklusif dibanding sebelumnya yang tetap mempertahankan etalase rumah ibadat, simbol dan ritual yang eksklusif.

Inilah pokok terpenting dari polemik SPB. Tidak perlu dikhawatirkan bahwa SPB akan melarang hak beribadah seseorang. Meski fenomena rumah ibadat ditutup dengan alasan tidak memenuhi persyaratan SPB, hal ini justru menjadi batu penguji tingkat keber-agama-an seseorang.

Kita tahu bahwa memeluknya seseorang kepada suatu agama lebih karena panggilan yang bersifat transenden yang diyakininya, bahwa dengan percaya kepada agamanya inilah ia menjadi orang yang beruntung dan diselamatkan. Ini berarti memeluk agama membutuhkan a Call (sebuah panggilan). Dengan tidak adanya tempat beribadat, keber-agama-an seseorang justu dikondisikan untuk mendahulukan a Call-nya (panggilan kepada agamanya) daripada sekedar tersedianya a Wall (tembok rumah ibadat).

Sisi postif SPB ialah kemungkinannya melahirkan pola keber-agama-an baru yang kuat karena penekanan pada a Call dan bukan sekedar a Wall. Panggilan agama yang tertoreh di relung hati yang paling dalam yang memancar pada kehidupan sehari-hari dan bukan sekedar pergi ke rumah ibadat dengan mengusung simbol agama dan ritualismenya yang rentan.


KOMPAS, Sabtu, 3 Juni 2006 (halaman 14)
Baca Selengkapnya...

Minggu, 22 September 2013

Gereja itu seperti air jernih

Gereja itu seperti air jernih, yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup manusia2 percaya.

Anda dapat menambahkan apapun ke dalam air jernih sesuka Anda sebagai penambah rasa atau warna minuman Anda, air itu tetap akan mendatangkan manfaat. Tambahkan gula dan teh, maka ia akan jadi teh manis yang nikmat bagi yang menyukai teh manis. Tambahkan kopi dan gula, maka ia akan terasa nikmat bagi penyuka kopi. Tambahkan susu, coklat, atau bahan2 lain, maka ia akan menjadi seperti apapun yang Anda inginkan.

Namun ada satu hal yang perlu diingat. Ketika air jernih telah ditambahkan berbagai bahan2 lain, maka ia akan menjadi terbatas kegunaannya. Anda tidak bisa minum teh manis, kopi, susu, coklat, dan bahan2 tambahan lain sebanyak2nya tanpa resiko terserang berbegai penyakit yang akan melemahkan, bahkan membunuh Anda. Demikianlah gereja bila terlalu banyak ditambahkan unsur2 lain akan memang terasa seperti lebih nikmat bagi anggotanya. Namun penambahan unsur2 lain itu pada titik tertentu bisa berbalik menjadi malapetaka. Kebanyakan unsur2 tambahan bisa membuat kecanduan terhadap bahan tambahannya (bukan air jernihnya), dan itulah yang membuat banyak gereja akhirnya tergeletak karena tergerogoti oleh diabetes rohani, kolesterol rohani, dan lain2.

Sebaliknya dengan air jernih yang bersih dan segar, yang bebas dari unsur2 tambahan buatan manusia. Tak ada batasan dalam mengkonsumsinya. Anda dapat minum sebanyak yang Anda inginkan untuk memuaskan dahaga Anda, dan kesehatan Anda tidak akan terganggu. Itulah gereja sederhana, gereja perjanjian baru.

Semakin sedikit Anda menambahkan unsur2 lain ke dalam Gereja Tuhan, semakin bebas Anda menikmati gerejaNya. Gereja yang murni sama seperti air jernih, bisa dinikmati kapan saja, dimana saja, tanpa batasan.

Ini adalah jawaban singkat atas pertanyaan, mengapa gereja begitu terasa menyegarkan ketika masih sederhana, masih kecil, dan menjadi begitu sumpek, rumit, dan memusingkan ketika ia telah menjadi begitu besar, apalagi kalau dia sudah menjadi mega church. Unsur2 tambahan yang terlalu banyak dikonsumsi itulah penyebabnya.

Simple Church is wonderful.
Baca Selengkapnya...

Senin, 03 Juni 2013

AJAIB PEGUNUNGAN DI CAIRO,MESIR BERPINDAH 3KM - KISAH NYATA

Kota Cairo Mesir menerima mujizat Tuhan yang terbesar dimana Pegunungan Mokattam bagian Timur Cairo berpindah sejauh 3 (tiga) kilo meter kesebelah barat. Sekiranyanya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung (Matius 17 : 20). Ayat tersebut seringkali diartikan dalam arti kiasan, tetapi hal ini pernah terjadi secara nyata di Kairo Mesir. Jika kita menghadapi masalah pasti Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Seorang Khalifa Mesir pada Abad 10 atau tepatnya pada tahun 979 Masehi, namanya Kalifah AL-Mui'z Li Din Allah (nama tersebut mempunyai arti pengelola/ pembela agama Allah, dalam hal ini Islam) bertemu dengan Pastor bernama Abraham bi Zara, Khalifa tersebut langsung bertanya kepada Paus tersebut katanya : “bukankah dalam Alkitab tertulis jika iman mu sebesar biji sesawai dapat memindahkan gunung ?”, langsung dijawab oleh Pastor Abraham bin Zara : “Ia” ... dan Apakah Engkau percaya dengan Alkitab mu, dijawab Pastor: “Ia...” dan Ia bertanya kepada Pastor lagi : “apakah engkau percaya bahwa dapat memindahkan gunung ?” dan dijawab Pastor : “Ia”... Khalifa langsung bukan meminta tetapi menyuruh Pastor ini untuk memindahkan gunung, dan Khalifa menunjuk gunung Mokattam disebelah Timur Kota Cairo untuk pindahkan gunung itu...ke sebelah barat...dan dijawab oleh Pastor bahwa “Kami tidak dapat berbuat apa-apa tanpa campur tangan dan pertolongan dari Tuhan..

Kemudian Kalifa menjawab dengan ancaman bahwa : “baiklah saya memberikan kamu kesempatan 3 (tiga) hari saja untuk memindahkan gunung Mokattam ini jika tidak maka risikonya semua orang Kristen di Cairo akan dibunuh. Anda bisa bayangkan sesuatu yang mustahil harus segera terjadi dan nyawa sebagai taruhannya. Dengan segera Pastor mengumpulan seluruh jemaatnya untuk berpuasa 3 (tiga) hari 3 (tiga) malam bahkan termasuk ternak mereka juga harus berpuasa. Dan akhir dari hari yang ketiga tersebut, Malaikat Tuhan menampakan dirinya dan berkata kepada Paus itu “Kamu jangan takut gunung itu pasti akan pindah”, caranya Pastor harus mengundang Khalifa tersebut dan menemukan seseorang yang hanya mempunyai satu mata saja yang sedang membawa keranjang air dan Dia orangnya sangat baik dan beriman.

Pertanyaannya kenapa harus mencari dan mendapatkan orang buta yang ternyata memiliki nama Simon. Kisah Simon ini dikenal berhati mulia, mengapa matanya cuma satu, ternyata Simon menterjemahkan Alkitab secara harafiah : “kalau matamu merusak engkau maka harus dicungkil dari pada tubuh mu masuk neraka”. Menurutnya Ia melakukan dosa, yang mana Dia tukang Sol sepatu dengan tidak sengaja tunduk melihat aurat wanita, akhirnya Simon mencungkil satu matanya. 

Disamping kerja tukang sol sepatu, dia juga membawa keranjang air, bekerja membantu orang miskin, orang lemah untuk distribusi air sungai nil. Karena ia berhati mulia maka ia dipilihTuhan untuk mendampingi Pastor Abraham bin Zara untuk saksi mujizat terbesar ini.

Selanjutnya hari keempat setelah berpuasa, Abraham bin Zara beserta Simon membawa Khalifa didaerah pegunungan tersebut, tiba pegunungan tersebut mereka berdoa selama 3 jam dan meneriakkan ‘Kyrie Eleison’ ‘Kyrie Eleison’ dalam bahasa Yunani yang berarti ‘Lord, have mercy’ atau ‘Tuhan, kasihanilah kami’ sebanyak 412 kali dan mujizat terjadi pegunungan sebelah Timur itu terangkat dan matahari berada ditengah dasar berpijak, kemudian mereka berdoa terus dan pegunungan timur Mochatam berpindah kesebelah barat dengan jarak 3 kilo meter dari Kota Cairo, dan selanjutnya si Kalifa Almu’as berkata “stop-stop” aku telah melihat bagaimana tangan Tuhan Allah mu yang punya kuasa bekerja...

Setelah Kalifa ini melihat mujizat Tuhan maka Ia merasa bahwa pekerjaannya yang Ia geluti selama ini tidak ada artinya dihadapan Tuhan, akhirnya Ia menyerahkan dirinya untuk mengikuti Tuhan, kemudian hari berikutnya dia dibaptis menjadi orang kristen dan namanya berubah menjadi Stefanus. Untuk menghindari protes orang lain maka Stefanus pindah ke padang gurun.

Cerita ini telah tercatat dalam sejarah bangsa Mesir dan bahkan sampai menceritakan mengapa sampai Kalifa pindah ke padang gurun dan sampai mati melayani Tuhan. Sampai hari ini, apabila anda berkunjung Ke Cairo Mesir, anda dapat menemukan saksi bisu dari kejadian ini di Gereja Sampah. Disebut orang gereja sampah, karena gereja ini terdapat di dekat tempat pembuangan sampah. Pada tahun 1980 para orang Cairo Mesir mulai memotong batu untuk melebarkan tempat Gereja, kira-kira sebanyak 1,5 ton batu dipotong sehingga menjadi gua lorong yang besar, setelah 13 hari bekerja mereka mulai mengadakan kebaktian di tempat ini. Tempat ini ternyata merupakan Gereja terbesar di Mesir dengan kapasitas 15.000 sampai dengan 17.000 orang.



 *) Sumber :
(1). . Jenkins, S., 'Faith to Move Mountains', Cairo Times, 20 March-2 April 1997. (2). Ziarah di Cairo Mesir tanggal 12 Oktober 2009.
(2) http://bamboe-runcing.blogspot.com/2010/11/ajaib-pegunungan-di-cairomesir.html
Baca Selengkapnya...

Kamis, 15 November 2012

Siapakah 144.000 orang dalam Wahyu ?? Apakah Anda seorang murid kristus?

Manusia cenderung menginginkan yang terbaik dalam segala hal, segala sesuatu menurut ukuran dirinya sendiri (bukan ukuran Tuhan). Kita sering melihat orang yang tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapainya; yang kaya terus mencari bisnis tambahan, buka cabang, join, melirik bisnis org lain cenderung serakah... tidak kehabisan ide dalam berbisnis.

Yang cantik, pesohor, para flamboyan terus menggali keinginan tubuhnya untuk memperindah dirinya, selain perawatan rutin tiap minggunya, barang-barang mahal yang dipakai untuk memenuhi hasrat dari keinginan mata. Olahragawan menginginkan menjadi yang tercepat, terkuat dan tertinggi pencapaian rekornya. Para Ilmuwan dengan teknologinya dengan cepat berkembang, selalu ada inovasi baru setiap saat, yang lebih tipis, kecil, cepat, lebih canggih, lebih sempurna. Hasil dari otak manusia yang cerdas.
Negara-negara sesudah menaklukkan bulan, berlomba lomba mencapai planet Mars. 

Di bidang Science manusia telah melampaui kemampuan dengan menciptakan mahluk hidup cloning(ingat pengetahuan yang baik dan jahat). Banyak seminar pengembangan pribadi yang memotivasi manusia untuk menjadi super, tidak mudah menyerah, kamu bisa..!! kamu mampu..!! kamu bisa kaya..!! 

Manusia menjadikan dirinya popular dengan berbagai cara. Bangunanpun menjadi gambaran citra diri manusia yang berhasil dan ambisius, seluruh dunia berlomba-lomba mempunyai gedung pencakar langit tertinggi (termasuk bangunan Babel yang didirikan raja Nimrod). Ilmu pengetahuan yang terus-menerus bertambah...pengetahuan yg baik menurut manusia tetapi jahat dimata Tuhan. 

Kalau direnungkan untuk apa semuanya itu dicapai ???? Satu kata bangga (pride) (kebanggaan) = (kesombongan) manusia sedang menuju utopia menurut pandangannya. Memang yang manusia ciptakan itu kelihatannya baik...ada rumah sakit, ada kantor polisi, ada departemen ini itu, ada pusat pemerintahan, ada angkatan bersenjata, ada stasion transportasi udara,laut, darat...tapi perlu diingat semuanya itu untuk menunjang manusia betah di dunia ini... 

Terlebih lagi hal-hal seperti diatas itu hinggap pada anak-anak Tuhan...bersaing dengan orang dunia, merasa lebih diberkati hartanya dibanding orang dunia, ada rasa sombong yang menonjol. Rasa sombong...sombong adalah bagian dari daging...roh itu penurut (kalau dibawa sombong ngikut...kalo dibawa rendah hati juga ngikut)... 

Kita merasa bangga kalau rumah kita lebih besar dari tetangga kita...kekayaan kita lebih banyak dari orang yang kita kenal, saudara kita, orang lain, ini akan membuat kita menjadi lebih bossy (suka ngatur, seperti orang-orang kaya di pelayanan kita pada umumnya, pada zaman Yesus juga - mereka yg melayani Allah 2000 tahun lalu, sampai datanglah yang lebih muda (Yesus) dan langsung dianggap sesat)...cenderung berkompetisi tidak mau dikalahkan...(kata lain dari keangkuhan hidup)... dosa yang paling Tuhan benci adalah tinggi hati

Dalam hal makanan saja manusia selalu mencari yang enak dan nikmat untuk memenuhi keinginan dari dagingnya (hawa nafsu). Daging cenderung mencari kenikmatan...massage, lulur, therapy, fasilitas VIP, memanjakan dagingnya.

Manusia dengan berbagai macam cara telah bisa mengobati orang lain dan dirinya sendiri, melalui pengobatan alternatif dimana terdapat hal-hal yang berbau esex-esex sehingga manusia tertarik jauh kedalamnya. Dalam hal hiburan manusia menjadi nomor satu untuk segala jenis hiburan, gambling, berburu apa saja, showbiz, entertainment....mobil, rumah, fasilitas yg tambah hari tambah nyaman, segala sesuatu kelihatannya tambah baik menurut ukuran manusia, a better life katanya. Kalau anak Tuhan berkata "diberkati", apa salahnya ???....Well, kalau dilihat dari kaca mata Firman Tuhan banyak salahnya. Roh atau daging kah yang diberi makan? Manusia telah terhilang sejak zaman hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat (bukan buah apel, lebih ke harafiah).





Tetapi apakah yang terbaik menurut Tuhan ???




Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. (1 Yohanes 2:15)

Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yohanes 15:19).

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. (Matius 6:24) (mengabdi kepada Allah dan mengabdi kepada Setan), sumber malapetaka di dunia ini adalah menjadi hamba uang.

(666 = ROH6 JIWA6 DAGING6) bukan tanda chip yg ada ditangan atau di dahi.....terlalu daging itu interpretasi.

Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya (Wahyu 13:16).

Tanda binatang yang dulu menggoda hawa yang telah menyebabkan manusia roh menjadi daging dan Roh Tuhan pergi dari manusia (Yesus pernah berfirman janganlah khawatir dg apa yg akan kamu makan apa yg kamu pakai, juallah seluruh hartamu, berikan kepada yg miskin, cukupkanlah dengan yang ada padamu....(semua pencari uang adalah tidak mengenal Allahnya )...carilah dahulu kerajaan Allah dan segala kebenarannya...semuanya itu akan ditambahkan..(secukupnya oleh Tuhan...). Saya mengerti sekarang kenapa Doa Bapa kami tidak relevan dengan orang kristen duniawi tapi untuk Murid tepat sekali...! Murid tidak mencari duit...dia makan seadanya.... makanannya ialah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikannya....

Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang (dunia) durhaka (Efesus 2:2).

Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar (Yohanes 12:31)(Yesus telah mengalahkan dunia), siapakah penguasa dunia ini ? Dia adalah Setan (sebuah pribadi). Siapakah Setan itu? Dialah binatang yang telah merayu perempuan di taman eden. Kenapa Setan menggoda Hawa bukan Adam? Siapakah perempuan itu? Dialah gambaran mempelai perempuan di akhir zaman...lalu siapakah Adam? Gambaran Kristus sebagai mempelai laki2...yg harus kena kutuk, ditinggalkan Allah, disiksa, disalib dan mati. Gambaran Adam yg rusak digantikan oleh Yesus yang sempurna, jadi Yesus memperbaiki hubungan antara Adam dan Hawa sebagai gambaran memperbaiki hubungan Tuhan dan manusia...thanks to GOD!!

Apa yang Yesus kalahkan dari dunia ini ?? (bukan mahluk yg bertanduk 2 seperti di film-film, bukan genderuwo atau kuntilanak) sekarang binatang ular itu sudah menjadi Naga tua di zaman akhir ini (suatu pengaruh, filsafat, aliran, agama, kekuasaan ekonomi, politik yang tidak bisa ditolak oleh umat manusia), di Wahyu seluruh dunia yang menyembahnya, mempunyai tanda binatang (tanda duniawi) tersebut. Termasuk para pengikut Yesus, yang bukan murid.

Yang Yesus kalahkan dari dunia ini adalah bahwa DIA tidak dikuasai oleh dunia ini. Dalam Yohanes 14:30, Yesus telah menolak 4 tawaran dunia ini (tawaran perut, tawaran untuk mencobai Tuhan, tawaran kekuasaan untuk dunia ini, kekayaan dunia ini, takluk kpd dunia ini dan tawaran untuk menyembah allah lain), Well... menyembah dunia ini sudah termasuk menyembah mamon ilah zaman ini.

Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku (Yohanes 14:30).

Kita harus seperti Yesus ...dunia ini tidak berkuasa atas kita...kita tidak membutuhkan duit ratusan juta hanya untuk makan, tidak perlu bisnis besar-besaran hanya untuk sesuatu untuk kita pakai...duit milyaran untuk mendirikan gereja. Tidak ada korelasi yang tepat jika setelah ikut Tuhan kita jadi kaya harta...kalau kaya Roh tepat sekali...! Kita tidak menemukan di Firman Tuhan utk mendirikan gereja besar, Mega church...jemaat yang besar,...karena setelah kita mendirikan gereja...kita menjadikan domba milik Tuhan itu menjadi masuk denominasi kita (agama kita, aturan kita, dan kita menjadikan mereka 2x lebih jahat dari sebelumnya!), itu yg terjadi pada orang-orang farisi...pada waktu Zaman Yesus datang 2000 tahun lalu.

Jadi manusia yang mencintai dunia adalah manusia yg telah makan pohon pengetahuan yang baik dan jahat, itu adalah anak setan. (kalau mencari setan di kuburan adalah salah alamat, setan adalah pribadi yang mencintai dunia ini) yang telah memakan buah yg menurut mereka baik tapi jahat dimata Tuhan.

Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis." Yohanes 6:70 (Yudas mencintai uang sehingga menjual Yesus), padahal Yudas sudah beribadah dan mengecap Firman yang baik selama 3,5 tahun bersama-sama murid murid-NYA yang lain. Tidak menjadi jaminan sudah menjadi Kristen tahunan...tapi masih seorang iblis.

Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. (Iblis tdk mengerti Firman Tuhan yg sesungguhnya) yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu (Yohanes 8:43).

Itulah yg dikatakan Yesus kepada orang-orang farisi dan ahli taurat...mereka mempelajari firman tuhan lho...setelah direnungkan iblis pun pribadi yg menguasai firman Tuhan, tapi tidak hidup didalamnya.(masih ingat tentang tawaran iblis kepada Yesus dimana Iblis berkata semua kekayaan ini aku serahkan kepadamu kalau engkau sujud menyembahku? Iblis sangat menguasai Firman Tuhan).

Kalau engkau sudah memilih dunia...engkau telah sujud kepada iblis...Ia adalah pembunuh manusia (termasuk pembunuh rohani dengan tipu daya dunia ini) sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri (seenak perutnya sendiri)...(banyak pengkhotbah yang berkotbah dengan type kotbah seenak perutnya sendiri ), sebab iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta. (daging itu pendusta... dengan perut engkau akan menjalar - itulah kutukan sedang berjalan...kepada ular).

Dalam Kitab Wahyu, di akhir zaman ada binatang yang diduduki oleh perempuan sundal,(suatu gambaran organisasi umat allah yg besar duduk dan dibawa arus oleh binatang dunia ini. Banyak ahli-ahli Taurat pada zaman Yesus (yg sesungguhnya mereka mempelajari Firman Allah) dianggap Iblis oleh Yesus...mereka menginterprestasikan dan mempelajari Firman Tuhan dengan daging, contoh.. kedatangan Mesias menurut cara pandang mereka...harus gagah, tidak boleh Mesias itu lahir di kandang domba..harus hingar-bingar megah (Mesias harus gagah perkasa) dan sekarang banyak yang salah dengan tata cara ibadah orang Kristen... banyak yang diinterpretasikan oleh otak (daging) manusia seenak perut gembalanya...bukan oleh Roh...makanya doktrin, tafsir di seluruh dunia tidak ada yang sama... tata cara ibadah di ribuan denominasi gereja berbeda-beda ditentukan oleh gembala sidangnya dengan seenak perutnya dan berkata Roh Kudus berbicara kepada saya...karena sama mereka seperti zamannya Yesus, ada selubung yang tidak diangkat. Mereka mendengar tapi tidak mendengar, mereka melihat tapi tidak melihat, mereka tersesat..lagi (seperti orang-orang yahudi yang keukeuh teguh dg interpretasi, tafsiran sendiri...sehingga menolak Yesus).

"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku" (Lukas 14:26). Banyak yang menjadi pengikut Yesus tetapi mereka tidak menjadi murid. Gambarannya adalah kalau pengikut jumlahnya 5000 orang belum termasuk anak-anak dan istri akan tetapi murid hanya 12 orang...setelah mereka mendapat berkat jasmani roti ...kemudian mereka menyalibkan Yesus.

Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal (Matius 19:29 (meninggalkan segala tawaran dunia ini).

Apa saja tawaran dunia ini??? Ada 1001 macam tawaran dari dunia yang hilang ini. Yang mau dibicarakan disini adalah salah satu pelayanan daging dimana terdapat nama Yesus disana...saya mau sedikit membuka selubung...yg mungkin selama ini menyelimuti mata rohani kita sehingga buta...

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga (Matius 7:21).

Ada ribuan denominasi yg berseru kepada nama Yesus. Namun didalamnya mengajarkan ajaran dunia ini, pola dunia ini....kemakmuran dunia...memandang alkitab dengan daging dan bukan Roh. Contoh ayat Aku datang untuk mempunyai hidup yang berkelimpahan menurut perkataan Yesus...manusia daging menangkapnya sebagai berkelimpahan harta, berkat jasmani (kita semua harus menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran) bukan dalam daging.... ibadah daging {worship yg dibawakan (hanya) dengan emosi}, penyembahan yg benar adalah persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yg harum dan berkenan kpd Allah.





Apakah kehendak Bapa itu?



Luk. 12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
 
Yoh. 4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."
 
Rm. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (kehendak Allah adalah kamu tidak serupa dengan dunia ini ) 

Ef. 5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
 
1 Tes. 4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
 
1 Ptr. 2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
 
1 Ptr. 2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
 
1 Ptr. 4:19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.
 
1 Ptr. 5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan tetapi dengan pengabdian diri. (bayar gedung di mall tempat dimana sekelompok domba-domba minta diberkati dan ditumpangi tangan minta disembuhkan lebih banyak dibebankan kepada domba, sehingga dombanya kurus) ...(termasuk pelayanan kesembuhan daging...jauh lebih penting penyembuhan orang yang buta rohani, lumpuh rohani, sakit rohani) karena setelah KKR Benny hinn ....banyak orang sembuh dagingnya tapi masih buta rohnya waktu pulang. 

1 Yoh. 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (Rasa aman karena uang adalah pasir yang tenggelam...kita harus berdiri diatas Batu karang, inilah kehendak Allah). 

Matius 7:24-27, "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." (orang-orang kaya tidak akan siap kalau kesusahan besar itu datang, merekalah yang akan mencari maut...tapi maut itu lari dari padanya ) Kita pernah mendengar Yesus berkata kpd seorang kaya, juallah seluruh hartamu, berikan kepada yg miskin dan ikutlah aku...kita tahu sekarang...bahwa murid sejati tidak boleh mencintai harta atau dunia ini (mammon), menjadi hamba uang atau mau menjadi hamba Tuhan. Menjadi hamba Tuhan harus mau meninggalkan segalanya...dan siap menderita!! 

Filipi 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.
 
Kol. 1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. 
 
2 Tes. 1:5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 
 
2 Tim. 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
 
2 Tim. 1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada
 
2 Tim. 2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
 
2 Tim. 2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 
 
2 Tim. 3:11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.
 
2 Tim. 3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
 
2 Tim. 4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
 
Ibr. 2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
 
Ibr. 9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. 
 
Ibr. 10:32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak mederita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat,(umat pilihan Allah lebih suka menderita dari Zaman nabi2) 

Ibr. 11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara bersama umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.( DUNIA )mencintai dunia pasti melakukan dosa 

Ibr. 11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
 
Ibr. 13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
 
Yak. 5:13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! 
 
1 Ptr. 4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
 
1 Ptr. 2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
 
1 Ptr. 2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. (GURU MENDERITA DIKAYU SALIB....MURID BERSENANG SENANG MENGGUNAKAN MOBIL MEWAH, RUMAH MEWAH, MERAMPOK PERSEPULUHAN JEMAAT, MENIKMATI BERKAT DARI TUHAN KATANYA... diberkati harta belimpah-limpah - ajaran NABI PALSU !)
 
1 Ptr. 2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
 
1 Ptr. 3:14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
 
1 Ptr. 3:17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
 
1 Ptr. 4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
 
1 Ptr. 4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
 
1 Ptr. 4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
 
1 Ptr. 4:19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia. 
 
1 Ptr. 5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
 
2 Ptr. 2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
 
1 Yoh. 3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
 
Why. 2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
 
Why. 2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.
 
Why. 7:16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
 
Mat. 10:24 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. 
 
Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.(kita harus bertanya kepada diri sendiri....hamba Tuhankah kita, murid Kristuskah kita ??) ada dua macam dasar Tuhan berFirman yg mendirikan Rumah diatas pasir dan diatas batu karang.....pengikut Yesus yg hanya mencari Roti jasmani...dan pengikut Yesus yang mencari roti surgawi....yang mencari roti jasmani jumlahnya 5000 orang...belum termasuk wanita dan anak-anak, namun yang mencari Roti Surgawi dan dipilih hanya 12 orang...sedikit sekali...di wahyu Tuhan memeteraikan lagi (memilih) 144.000 orang lagi dari milyaran manusia sblm bumi dihancurkan...sedikit memang selain dipilih Tuhan mengisyaratkan harus menemukan harta yang terpendam...(144.000 adalah gambaran rohani mengenai jumlah murid Kristus di akhir zaman dan hal ini tidak berarti literal bahwa murid sejati Yesus Kristus berjumlah 144.000 orang). 

Mat. 7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. ( menemukannya ) 

Mat. 9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit."
 
Mat. 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.
 
Wah 2:16-17 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini(Firman Tuhan), Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; (rahasia roti dari surga yaitu pengertian firman Tuhan yang tidak bisa dilihat oleh kekristenan dunia) dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya. Ada suatu nyanyian baru yang hanya bisa dimengerti oleh jumlah 144.000 orang (Gambaran murid Yesus yang sejati) pergi kemana saja Roh Kudus yang menuntun...Amin! 

Dikutip dengan beberapa penyesuaian dari sumbernya : Sarapanpagi.org
Baca Selengkapnya...

Selasa, 12 Juni 2012

Lebih Dikasihi Dari Malaikat

Ibrani 2:16
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.


Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 13; Galatia 2; 1 Raja-Raja 5-6

Jika hal buruk terjadi, dan Tuhan memberitahu kita alasan mengapa hal itu terjadi, apakah hal tersebut dapat menghapus rasa sakit dan menyembuhkan hati kita yang hancur? Mari bayangkan sejenak Tuhan berkata, “Oke, oke, Aku lelah dengan rengekanmu. Sekarang Aku akan beritahu. Kamu siap? Tulislah. Aku lakukan itu dengan alasan…” Dan Tuhan membeberkan kepada kita semua alasan-Nya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah kita akan berkata, “Oh… oke.. Luar biasa, puji Tuhan.”? Mungkin tidak.

Kita mungkin berkata, “Saya tidak setuju dengan-Mu Tuhan. Hal itu tidak masuk akal menurut saya. Maksud saya.. maaf ya.. tapi..”

Itu sebabnya mungkin Tuhan membuat kita tidak perlu mengerti semua alasan sesuatu terjadi. Yang kita butuhkan bukanlah penjelasan, tetapi janji bahwa semuanya akan mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Harusnya kita tidak menghabiskan waktu untuk bertanya “Mengapa ini terjadi?” Sebaliknya, kita harusnya bertanya “Apa?” Seperti “Apa yang harus saya lakukan?” maka hal tersebut akan membawa kita berbalik kepada Tuhan.

Selain itu, ada satu hal yang perlu kita selalu ingat, bahwa setiap rasa sakit yang kita rasakan, Yesus pun merasakannya. Kita tidak sendiri. Yesus, sekalipun Dia Tuhan, Dia juga saudara sulung kita, dan “dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya” (Ibrani 2:17). Dia secara sukarela mati di kayu salib untuk kita semua, hal itu karena Ia mengasihi kita lebih daripada yang lainnya, bahkan lebih dari para malaikat-malaikat yang setiap saat memuji dan menyembah-Nya. Ia merasakan kesedihan dan luka yang kita alami. Datanglah kepada-Nya, dan percayalah bahwa dalam semua yang terjadi dalam kehidupan ini, tidak ada sedikitpun maksud jahat dalam hati Tuhan. Semuanya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Tidak pernah sedikitpun Tuhan bermaksud jahat kepada kita, semuanya untuk mendatangkan kebaikan.

Sumber : Greg Laurie | CrossWalk.com | Puji Astuti
Jawaban.com
Baca Selengkapnya...