Salam Saudara-saudara...
Hanya ada empat ayat dalam Alkitab yang merujuk kepada “antikristus” dengan nama itu dan orang harus bertanya mengapa rasul Yohanes – dan hanya Yohanes – yang menyebut dia. Well, kapan kitab-kitab Yohanes ditulis? Sekitar tahun 95 sampai 105 M. Rasul-rasul yang lain semuanya sudah menjadi martir dan hanya Yohanes sendirilah yang masih hidup. Pada waktu itu, banyak penyesatan yang telah masuk ke dalam gereja: ajaran-ajaran Marcionit, Gnostic, Nicolaitan, Balaamit, dsb, dsb, dan Yohanes tahu mengenai mereka semua.
Menurut pendapat saya, Injil Yohanes dan surat-suratnya ditulis dengan tujuan utama untuk memberantas penyesatan-penyesatan itu. Misalnya, Yohanes 1:1-18 secara langsung pandangan Gnostik mengenai hakekat Yesus sementara bagian yang lain dari Injil Yohanes secara mentah-mentah menyatakan keilahian Yesus dan kesatuan-Nya Allah Bapa (bahwa Ia dan Bapa adalah satu, -red). Dalam pandangan saya, keempat ayat dalam 1 dan 2 Yohanes yang merujuk kepada antikristus ditulis untuk tujuan yang sama: untuk memberantas pandangan-pandangan sesat yang telah ada di gereja mula-mula. Frasa “telah kamu dengar” menunjukkan bahwa ide mengenai suatu karakter super jahat yang akan datang, yang disebut “Antikristus” itu, [pada saat itu] telah ada dalam Gereja. . . .
1 Yohanes 2:18, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, [bahwa] seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.”
1 Yohanes 2:22, "Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah [SI] antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.”
1 Yohanes 4:3, "dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.”
2 Yohanes 7, "Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus datang sebagai manusia. Itu adalah SI penyesat dan antikristus.” (Catatan penerjemah: LAI menerjemahkan pengakuan itu ‘Yesus Kristus telah datang sebagai manusia’ sedangkan KJV, NAS, dll menulisnya dalam bentuk present tense: ‘Jesus Christ is come in the flesh’ – dalam bentuk waktu kini).
Jadi jelas bahwa roh Antikristus telah ada pada zaman Yohanes dan ia tidak menyebutkan mengenai adanya satu roh lain yang akan datang. Yohanes juga berkata bahwa gereja atau jemaat telah “mendengar” antikristus akan datang, namun kemudian Gereja juga mendengar penyesatan yang lain bahwa Yesus tidak datang sebagai manusia, yang diluruskan oleh Yohanes dalam 1 Yohanes 4:1-3. Anda lihat apa yang sedang rasul itu lakukan, bukan? Ide abad pertama mengenai kedatangan antikristus hanyalah penyesatan lain yang sedang dimaksudkan oleh Yohanes.
Dalam 2 Tesalonika 2 kita membaca mengenai seorang “manusia [durhaka]” yang “duduk di Bait Allah, menyatakan diri sebagai Allah.” Banyak orang yang percaya bahwa “manusia” itulah “SI Antikristus” dan sudah pasti ia menentang Tuhan, namun apakah ia adalah Antikristus yang dipercaya secara popular itu? Well, mari kita lihat Bait Allah itu. Bait di Yerusalem telah dihancurkan oleh bangsa Roma pada tahun 70 M. Banyak orang percaya bahwa 1 Tesalonika ditulis sebelum penghancuran itu, namun Alkitab menunjukkan lain.
1Tesalonika 2:16 " karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya.” Lihatlah tense (bentuk waktu) dari kata kerjanya – past tense (bentuk lampau), jadi terhadap ‘murka” yang manakah yang Paulus bisa rujuk jika itu bukan kejatuhan Yerusalem? Konsekwensinya, Paulus menulis 2 Tesalonika sesudah kehancuran Bait itu. Sekarang marilah kita melihat dimanakah Bait Allah terletak sesudah bait fisik di Yerusalem dihancurkan:
1 Korintus 3:16 "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
2 Korintus 6:16 "Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka (terjemahan lain: Aku akan diam di dalam mereka dan bergerak di dalam mereka), dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
Efesus 2:21,22 " Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”
Begitu kita mengetahui dimana bait suci itu berada, maka kita bisa memandang 2 Tesalonika 2 dalam suatu terang yang baru . . .
2 Tesalonika 2:3-6 "Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”
Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya.
Sekarang kita mengerti dimanakah bait suci Allah selama Era Kristen, “dia” ini yang mengambil kedudukan di hati manusia jelas sama sekali bukan seorang manusia, melainkan suatu roh, “roh antikristus” yang sama yang disebutkan dalam 1 dan 2 Yohanes . . . dan siapa lagikah manusia durhaka itu jika bukan Iblis?
Oleh : Ellis Skolfield >> www.ellisskolfield.com
Sumber: http://warriorsofprayer.blogspot.com/2010/10/notes-on-antichrist-catatan-catatan.html
Baca Selengkapnya...
Minggu, 11 Maret 2012
Sabtu, 10 Maret 2012
Gerakan Zaman Baru “Penyesatan Ideologi”
Mungkin sudah cukup sering kita mendengar dan melihat aktivitas New Age Movement dengan segala bentuk penyesatannya. Tetapi satu hal perlu kita sadari bersama bahwa di hari-hari terakhir ini Gerakan Zaman Baru (GZB) tersebut sudah memasuki tahap kebangkitannya secara mengejutkan. Telah terjadi peningkatan yang luar biasa dari usaha penyesatannya ke dalam semua area kehidupan manusia. GZB telah masuk dan mempengaruhi cukup banyak orang Kristen di ujung akhir zaman ini, dan tentunya ini merupakan tantangan yang sangat serius bagi kekeristenan. Kurangnya perhatian dan pengetahuan menjadikan GZB dengan leluasa masuk kedalam hidup orang Kristen. Aktivitasnya bahkan semakin diterima menjadi bagian kehidupan tanpa menyadari penyesatan dan ikatan spiritual yang menyertainya.
Sebenarnya gerakan ini bukanlah kebangkitan suatu jenis agama baru atau suatu aliran kekristenan, walau memang dalam banyak hal GZB seringkali mengambil thema, inisiatif, bahkan konsep-konsep kekristenan tetapi dengan pengertian yang bertolak belakang atau diselewengkan dengan sangat cerdas. Jelas GZB tidak berkembang sebagai suatu agama atau sekte Kristen tertentu, tetapi lebih merupakan gerakan yang terencana (terstruktur) dengan sangat rapih dan berkembang diseluruh dunia dengan identitas dan corak yang berbeda-beda tetapi tetap dengan nafas ajaran yang sama dan tujuan utama yang sama, yaitu berusaha keras untuk menjauhkan seorang dari Tuhan guna tercapainya satu target global yang sudah dirancangkan, yaitu universialisme agama, penyatuan agama-agama dunia ke dalam suatu bentuk kesatuan (perzinahan) Babel seperti yang telah dinubuatkan Alkitab.
GZB juga bukan suatu organisasi dunia yang formal walaupun aktivitasnya seringkali menerapkan kaidah-kaidah organisasi politik, ekonomi, dan sosial. GZB lebih merupakan suatu ideologi atau falsafah hidup yang bergerak merasuki banyak aspek di dalam kehidupan manusia. Gerakannya ditandai dengan gaya hidup yang baru, universal, dan dikemas secara modern walaupun tetap menghidupkan tradisi. GZB berusaha membangkitkan kembali atau mengaktivitasi agama-agama dan tradisi-tradisi kuno, terutama dari Timur kedalam aktivitas modern manusia. Pengaruhnya dengan mengejutkan sudah sangat meluas, terutama dalam tiga dasawarsa terakhir, GZB telah mempengaruhi banyak Ilmu Pengetahuan dan kebudayaan umum di dalam banyak bangsa melalui format baru pencampuran kebatinan Timur dengan Ilmu Pengetahuan Barat seperti Filsafat Modern, Psikologi dan Para-Psikologi, juga Sosiologi, ilmu-ilmu budaya, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Ditengah pengaruh rasionalisme dan materialisme kita melihat kebangunan GZB banyak menawarkan perubahan (transformasi) tatanan nilai moral religius masyarakat, baik dalam area politik, ekonomi maupun agama-agama. Contoh nyata adalah bagaimana GZB berusaha menghidupkan kembali ajaran reinkarnasi yang dikemas dalam jubah ilmu pengetahuan, khususnya Psikologi dan Teologi Humanisme Barat. Antara lain dengan mempopulerkan apa yang disebut sebagai Self Actualization (aktualisasi diri) dari Abraham Maslow sampai praktek Transcedental Meditation ajaran Maharishi Mahesh Yogi yang melanda begitu banyak masyarakat modern saat ini di bagian bumi manapun.
GABUNGAN HUMANISME SEKULAR DAN ORIENTALISME
Paham agama yang mendasari pemikiran GZB adalah pantheisme kuno yang penuh dengan tradisi okultisme dan penyembahan kepada benda dan diri sendiri. Humanisme juga merupakan dasar filosofi GZB. Diambil dari paham "humanisme lama" zaman Renaissance (abad 15-16) yang merupakan percampuran antara mistik Timur dengan humanisme Barat, kemudian berkembang di abad 20 menjadi "Humanisme Sekular" bahkan menjadi "Humanisme Kosmis" di abad ini. Praktek-praktek okultisme disamarkan di dalam bentuk-bentuk yang lebih rasional, dan konsep memper-tuhan-kan diri sendiri disosialisasikan sebagai potensi-potensi inhern manusia.
(Catatan: Akar dari gerakan ini bermula dari Tanah Sinear, Babel kuno (Kejadian 11), sekitar 5000 tahun yang lalu. Keberadaannya sebagai gerakan anti Tuhan sudah teridentifikasi dengan jelas sejak Yeshua Hamasiah mengalahkan Iblis dalam peristiwa Kalvari 2000 tahun yang lalu. Rasul Paulus dalam perjalanan pelayanannya di Athena (Yunani) pernah menemukan dua aliran filsafat Zaman Baru, yaitu Epikuros dan Stoa (Kisah Para Rasul 17:18). Golongan Epikuros mewakili paham Atheisme (tidak ada Tuhan) dan golongan Stoa mewakili paham Pantheisme (segala sesuatu adalah Tuhan), mereka beribadah kepada dewa-dewa dan patung-patung berhala. Penelitian dari keberadaan mereka secara organisasi kuno berawal dari "para tukang batu bebas" (Freemasonry) yang bangkit pada zaman tentara Babelonia meruntuhkan Kuil Salomo (Bait Tuhan) sekitar tahun 500 sM. Kemudian diketahui juga adanya ikatan hubungan ritual mereka dengan para penyembah matahari (dewa Ra) di Mesir. Tetapi keberadaan GZB dalam organisasi-organisasi modern dibawah bendera Illuminati dan Freemasonry bermula dari penyatuan tiga organisasi Iblis di Paris tahun 1776 (dibahas di dalam topik Illuminati).
Di akhir zaman ini kedua paham (atheism & pantheisme) tersebut membaur dan terwakili dalam Humanisme Kosmis yang menjangkau semua wilayah secular kehidupan manusia, yaitu The New Age Movement. Dasar gerakannya dikembangkan oleh seorang filsuf Yunani: Epikuros (341-270 sM) melalui Teori Democritus. Paham ini sangat bergantung kepada pancaindera sebagai ukuran kebenaran (pada dasarnya manusia adalah alat pengukur segala sesuatu). Pada masa selanjutnya berkembang dan masuklah pemikiran materialisme, sekularisme, rasionalisme, dan humanisme yang diterjemahkan kedalam wujud baru Epikorus dan Stoa. Epikorus bersifat individualistis, dan Stoa bersifat idealisme universal (persaudaraan semesta). GZB mengambil dan menggabungkan semua itu dengan kebathinan Timur (orientalisme) sebagai dasar gerakannya. Mistik India, termasuk ajaran Yoga, Transcendental Meditation, dan ajaran Sai Baba, mistik China dan Taoisme, termasuk Yin dan Yang, Tai Chi, Waitankung, Feng Shui, Hong Sui - Feng Sui, dan Geomancy, Astrologi Mesir, Zen Buddhisme, termasuk Nichiren Soshu, Mahikari dari Jepang yang kemudian memberi warna gerakan ini. GZB membawa masuk dan mengadaptasikan begitu banyak tradisi dan budaya okultisme Timur.
Di Indonesia telah lama berkembang Aliran Kepercayaan, Kejawen, Silat Kebathinan, Tenaga Dalam, Debus, Primbon, dan seterusnya. Mistik, okultisme, penyembahan kepada benda-benda yang bercampur baur atau berpadu dengan agama-agama dunia seperti Budha, Hindu dan Islam. Praktek perdukunan, magic, spiritisme, satanisme, klenik, paranormal, nujum, ramalan, bahkan juga semi magic akupuntur, pijat refleksi, senam konsentrasi, dan seterusnya merupakan praktek-praktek GZB yang sudah sangat merakyat di Indonesia.
Dalam dunia modern ini GZB juga mencoba menampilkan sentuhan-sentuhan baru dimana ilmu pengetahuan dan teknologi dipadukan. Muncullah Gerakan Pengembangan Pribadi dalam berbagai bentuk dan coraknya sebagai aplikasi ilmu Psikologi Baru dengan ajaran-ajaran kuncinya seperti: Self Actualization, dan Transpersonal Psychology, termasuk di dalamnya Human Potential Movement, Teknik Relaksasi, Biofeedback, Biorythms, Holistic Health Movement, dan seterusnya.
KRISTEN NEW AGE
Dalam ilmu pengetahuan Teologi (Kristen) GZB juga tampil dengan Kristen Zaman Baru, suatu percampuran sinkretisme ajaran Kristen dengan humanisme dan okultisme. Muncullah Teosofi & Christian Science yang dalam wujudnya berbentuk praktek-praktek Inner Healing yang ngawur & Visualisasi Spiritisme yang sangat berbeda dengan ajaran Yeshua Hamasiah( Yesus Kristus). Mirip dengan praktek "Simon si Sihir" di era awal Perjanjian Baru. Humanisme Kristen dan segala ajarannya saat ini merambah dunia modern, juga masuk kedalam lembaga-lembaga Kristen diseluruh dunia. Ajaran-ajaran sektaris dan sinkretis bahkan berkembang luas dikalangan umat Kristen tanpa banyak disadari penyesatan dan bahayanya. Dalam sejarahnya gereja selalu berurusan dengan ajaran-ajaran GZB yang tampaknya benar. Secara halus ajaran sektaris berusaha menggeser kedudukan Yeshua Hamasiah sebagai Juruselamat, dan berusaha menjadikan Kitab Suci bukan sebagai otoritas tertinggi bagi kehidupan iman, moral dan tingkah laku. Ajaran sinkretisme berusaha mencampur-adukkan kekristenan dengan lainnya, mereka berusaha untuk memunculkan satu anggapan universal bahwa semua agama itu sama dan menuju kepada satu tujuan yaitu Pencipta alam semesta. Padahal jelas Yeshua Hamasiah berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).
Anggapan universal GZB tersebut tentunya sangat bertentangan dengan prinsip dasar kekristenan dimana Yeshua Hamasiah menjadi satu-satunya jalan kepada Bapa dan Kitab Suci adalah firman Tuhan yang hidup sebagai penuntun kehidupan umat. Tidak mungkin Yeshua Hamasiah dipadukan dengan manusia-manusia dan Kitab Suci dipadukan dengan kitab-kitab manusia atau konsili atau aturan-aturan buatan manusia apapun bentuknya. Kekristenan tidak mengenal kompromi.
Harus diakui bahwa saat ini GZB telah menjadi suatu gerakan universal, ia menyatakan diri bukan hanya dalam agama-agama dunia dan dalam kekristenan, tetapi menyatakan diri pula dalam berbagai aplikasi kekuatan sosial, ekonomi, dan politik. Juga melalui payung ilmu pengetahuan praktis maupun science fiction, bahkan gaya hidup. Gerakan ini telah meresap ke dalam banyak ajaran Kristen secara sinkretis, dan percampuran paham ini sangat berbahaya karena umumnya tidak dicurigai padahal pengaruhnya benar-benar menyesatkan.
Sebagian besar orang Kristen yang bergabung dengan segala aktivitas GZB adalah orang Kristen yang tidak berpengetahuan, tidak berakar secara benar dalam firman Tuhan. Tidak mengerti mana yang benar mana yang tidak benar karena tidak mengenal firman Tuhan dan tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Hari minggu ke gereja tetapi ditempat kerja bergabung dalam kelas-kelas "Peningkatan Sumber Daya Manusia" melalui seminar dan terapi A-level dan sejenisnya yang jelas-jelas ajaran GZB yang sangat menyesatkan. Mengaku sebagai pengikut Yeshua Hamasiah tetapi begitu rajin mengunjungi paranormal atau bergabung kelas-kelas meditasi Multi Level Marketing.
Tidak mengerti karena tidak mengenal Firman. "My people (Orang Kristen) are destroyed for lack of knowledge" (Hosea 4:6). Faktanya sekarang, setiap hari ratusan ribu orang Kristen diseluruh dunia menghadiri seminar-seminar SDM yang mengajarkan bagaimana menghasilkan banyak uang dengan potensi subliminal yang dikembangkan dari dalam diri pribadi sendiri. Terapi mind control dalam meditasi, pesan-pesan tersembunyi dan musik-musik tertentu dalam ritme-ritme magis, merupakan transformasi ke alam bawah sadar dimana kekuatan potensi pikiran terletak. Di dalam area itulah Iblis bekerja.
Beberapa seminar Zaman Baru menamakan dirinya seperti: Silva Method of Mind Development, The Forum and Erhard Seminars Training, Self tranformation Therapy, Corporate Mind Control, Alpha Dynamic, dsb. telah banyak diikuti bahkan populer di seluruh dunia. Kesuksesan strategi Iblis di dalam hal ini tidak dapat diragukan lagi. Ia menyeret manusia kedalam kematian kekal secara sangat sistematis di area-area strategis manusia. "Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta" (Yohanes 8:44).
DIPOLUPERKAN
Kebangkitan global GZB di ujung akhir zaman ini dapat diketahui sejak negara Israel Raya hadir kembali di muka bumi ini setelah menghilang selama 2500 tahun. Ada kaitan-kaitan yang erat bahwa kebangkitan Yahudi telah menjadi "tanda waktu" dimana sejarah manusia segera akan mencapai klimaksnya, dan menjadi isyarat bahwa Iblis akan bergerak dalam pergerakan global yang maksimal untuk mencapai target akhir zamannya , yaitu penguasaan "de facto" atas dunia (Wahyu 13:7-8).
Awalnya sebutan New Age dipopulerkan oleh suatu kelompok musik mistis melalui lagu "Age of Aquarius" di tahun 60-an. Aquarius sebagai "pembawa air" dalam zodiac melambangkan aliran air yang memenuhi kehausan jiwa semesta. GZB mengambil dan menafsirkan kata-kata "kendi berisi air" di dalam Lukas 22:10 sebagai pertanda atau symbol datangnya zaman Aquarius. Di tahun yang sama berkembang generasi Beatnik dan Hippies yang sangat menekuni ajaran Zen, kelompok musik The Beatles merupakan wakil dari generasi ini dimana mereka (orang Kristen) berguru kepada beberapa guru mistik India, Ravi Sankar dan juga Maharishi Mahesh Yogi yang kemudian mempopulerkan Transcedental Meditation yang mirip dan sejalan dengan konsep Psikologi Modern-nya Abraham Maslow, yaitu Self Actualization.
Di era 70-an, New Age menjadi sangat populer di Amerika Serikat karena hadirnya buku "New Age Politics" karangan Mark Satin, dan beredarnya buku "New Age Journal". Marlyn Ferguson kemudian menambah populer New Age melalui bukunya "Aquarian Conspirasy". Di tahun 80-an New Age semakin populer lagi melalui buku karangan Shirley Maclaine, bintang film terkenal, yang berjudul "Out On a Limb". Buku ini menceriterakan tentang pertobatannya kepada ajaran New Age melalui eksperimen dan pengalaman spiritual dan pengembaraannya kedalam dunia roh, demikian juga buku Out of The Body Experience dan Trance Channeling. Buku berikutnya "Dancing in The Light" menceriterakan perjalanan pengalamannya masuk lebih dalam lagi ke dunia roh melalui teknik meditasi Yoga dan pengucapan mantera-mantera Hindu. Ini pengalaman spiritual penulis bersama penguasa-penguasa dunia kegelapan yang secara pribadi membuka banyak pengetahuan baru mengenai penyatuan roh dengan Iblis dan setan-setannya.
Tahun 90-an GZB sudah dikenal disemua penjuru dunia dan tahun 2000 keatas merupakan puncak era kebangkitan global-nya ditandai dengan berkibarnya bendera GZB hampir disemua area hidup manusia. Mulai dari bidang kesehatan (holistik) sampai politik. Mulai dari bisnis sampai mainan anak-anak. Ekologi sampai feminisme bahkan sex (Kamasutra). Tidak satupun bidang kehidupan manusia yang bebas dari pengaruh GZB. Menjelang kedatangan Yeshua Hamasiah yang semakin dekat, Iblis bergerak sangat aktif dalam penyesatannya GZB-nya. Dan ironisnya, begitu banyak, bahkan sangat banyak orang Kristen telah melayani Iblis dan masuk kedalam perangkapnya tanpa sadar.
LAMBANG FREEMASONRY
Gerakan New Age ini dapat dikenali dari lambang-lambang yang digunakan seperti segitiga piramida (lambang Illuminati), mata dalam segitiga (all seeing eye = mata Iblis), kuda bertanduk (unicorn), binatang berkepala manusia, pelangi, lingkaran kosentris, berkas cahaya, swastika (Nazi), yin & yang, trisula, kepala kambing, salib patah, salib terbalik, pentagram, dan juga angka 666. Lambang-lambang tersebut identik dengan organisasi Iblis Illuminati dan Freemasonry. Keduanya berperan besar di dalam penyebaran GZB, bahkan Freemasonry merupakan "atasan" langsung GZB, tidak heran bila mereka memakai lambang-lambang yang sama.
Pada dasarnya GZB tidak berbeda dengan gereja setan, hanya jangkauannya lebih luas dan penyesatannya lebih terselubung sehingga orang awam sukar untuk mencurigainya. Mengenali lambang-lambang mereka memang akan mempermudah mengenalinya, tetapi GZB juga sering memakai lambang-lambang Kristen untuk mengelabui umat. Mengenali mereka dari ajaran-ajarannya merupakan cara yang tepat (Matius 7:20 = dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka).
Kita akan menemukan banyak hal yang bertentangan dengan firman Tuhan di dalam ajaran-ajarannya yang bahkan sering di bungkus dengan firman Tuhan supaya tampaknya benar. Kelihaian mereka dalam menipu dan memutarbalikkan pengertian firman Tuhan menjadikan penyesatannya sukar dikenali, tidak semudah yang diperkirakan, karena Iblis juga hafal firman dan sebagai bapak penipu ia sangat profesional dalam membalikkan pengertian dan memutar kata. Ia masuk di dalam area para politisi, para ekonom, para bisnismen, dan para selebritis. Ia bahkan berdiri dibalik mimbar-mimbar gereja dan berbicara atas nama Tuhan, ia hadir diantara para pendoa syafaat, dan di segala aktivitas Kristen. Ya benar!, ia hadir di sekitar kita, ada dimana-mana, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (I Petrus 5:8).
PENIPUAN YANG LIHAI
GZB melalui bermacam-macam programnya telah menghadirkan revolusi dalam pemikiran dan aktivitas manusia. Pengaruh kepercayaan supranatural yang campur aduk dan aneh menyebar di masyarakat luas dengan menciptakan atau merubah paradigma, seperti membentuk ulang pemikiran, mempromosikan kesehatan tubuh, menggali sumber daya ekstra manusia, dan sebagainya. Falsafah GZB telah menembus semua bidang kehidupan modern, siapapun tidak dapat menghindari pengaruh kuat gerakan ini. Kekristenan diseluruh dunia sedang diserang dengan cara itu, penipuan yang cerdas dan licik yang dirancang Iblis dan kerajaan kegelapannya untuk me-minimize peran Tuhan dalam kehidupan manusia kalau tidak meniadakannya sama sekali. Target langsung dari penipuan yang lihai ini adalah menawan dan menguasai jiwa seseorang untuk digiring dalam penyesatan yang sistimatis untuk akhirnya tenggelam dan hilang dalam kerajaan kematian Iblis.
PRINSIP DASAR PENYESATANNYA
Pada dasarnya Iblis hanya memutar-balikkan pengertian firman Tuhan dengan penipuan dan kebohongan. Dimulai di Taman Eden ketika Iblis membujuk Hawa dengan mengatakan "sekali-kali kamu tidak akan mati" (Kejadian 3:4). Ini kebohongan pertama yang dijadikan prinsip dasar falsafah GZB melalui apa yang mereka namakan reinkarnasi. GZB menyangkal kenyataan tentang kematian dan menyangkal penghakiman terakhir Tuhan. Dikatakan bahwa seseorang mengalami siklus kehidupan beberapa kali sampai keseimbangan karma tercapai.
Kebohongan kedua: "Kamu akan menjadi sama seperti Tuhan" (Kejadian 3:5). Ini prinsip dasar penting GZB lainnya. Merupakan kepercayaan GZB bahwa manusia adalah Tuhan. Menurut mereka masalah umat manusia bukanlah masalah dosa, melainkan masalah ketidaktahuan manusia akan keberadaan elohim-nya. Prinsip ini dalam prakteknya memaksa seseorang untuk menerima kenyataan bahwa potensi jiwa merupakan penentu dari segala keberhasilan yang hendak dicapai. Dengan kata lain, manusia tidak perlu Tuhan, karena kekuatan jiwa manusia mampu berbuat lebih banyak daripada Tuhan.
Sebagaimana dijelaskan diatas, GZB bukanlah kepercayaan atau agama baru, tetapi suatu ideologi atau faham dimana manusia diajak untuk melihat segala sesuatunya dengan cara pandang baru, termasuk cara baru melihat Tuhan, Yeshua Hamasiah, dosa, keselamatan, dan seterusnya. Secara nyata ini adalah pergeseran nilai spiritual dengan falsafah dan kebudayaan anti Kristen menjadi landasan pemikiran, gaya hidup, dan sistem normatif yang ingin diterapkan secara universal bagi generasi manusia akhir zaman.
Tuhan bukan pribadi, pendapat mereka, dan ini kebohongan Iblis yang berikutnya. Tuhan adalah kosmos yang berisi energi alam semesta, sehingga segala sesuatunya adalah Tuhan. Setiap fenomena yang kelihatan adalah bagian dari Tuhan dan ruang diantara fenomena-fenomena itu adalah Tuhan. Dan karena semuanya adalah Tuhan, maka tidak ada Tuhan. Manusia tidak tergantung kepada sesuatu diluar dirinya tetapi dari potensi kekuatan dirinya sendiri. Kitab Suci berkata: "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam" (Zakaria 4:6). Kitab Suci menyatakan Tuhan secara kongkrit yang adalah seorang pribadi melalui pengungkapan sifat-sifat-Nya, yang bisa marah, sedih, dan penuh dengan kasih. Demikian juga secara fisik menyatakan dirinya: "Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah menganuriakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16), manusia mengenal Tuhan lewat Anak. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah... Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yohanes 1:1,10-12); Pernyataan firman Tuhan ini sekaligus membuktikan bahwa hidup kekal manusia sepenuhnya tergantung kepada Tuhan, melalui Yeshua Hamasiah, bukan tergantung kepada diri sendiri. Hanya Tuhan yang patut disembah bukan diri sendiri, karena pada dasarnya manusia di-design dan diciptakan untuk tergantung hanya kepada-Nya, bukan kepada kekuatan, potensi, dan kemampuan sendiri.
Tokoh GZB, MacLaine, dalam bukunya Dancing In The Light, 1985, halaman 358, menulis seperti ini: "Setiap jiwa adalah Tuhan sendiri. Anda tidak boleh memuja yang lain atau apapun selain diri sendiri. Sebab anda adalah Tuhan. Mencintai diri sendiri adalah mencintai Tuhan".
DOSA
Sekali lagi, permasalahan manusia yang terbesar menurut GZB adalah manusia tidak mengetahui keberadaannya yang elohim. Oleh sebab itu manusia perlu disadarkan melalui berbagai teknik terapi yang melibatkan pikiran dan tubuh. Kitab Suci mengatakan bahwa masalah manusia yang terbesar adalah dosa, yang mengakibatkan manusia kehilangan kemuliaan Tuhan, dan ber-upahkan maut. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, dan oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Hamasiah Yeshua" (Roma 3:23-24). "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Tuhan ialah hidup yang kekal dalam Hamasiah Yeshua, Tuhan kita" (Roma 6:23).
Kitab Suci mengajarkan tentang penebusan dosa, pembenaran, kelahiran baru dan pemulihan citra (tabiat) Tuhan di dalam diri manusia melalui Yeshua Hamasiah (Yesus Kristus), sebagai suatu proses rencana keselamatan Tuhan bagi manusia kepada kehidupan kekal. Dosa merupakan satu hal yang ditolak GZB. Menurut mereka itu adalah etika moral yang bersifat relatif. Tidak ada baik dan jahat, baik dan jahat adalah satu, sama saja. Ini kebohongan Iblis yang sangat disamarkan.
GZB dan Kitab Suci
Dikatakan bahwa kebenaran yang hakiki tidak mungkin ada di dalam Kitab Suci, tetapi ada di dalam manusia sendiri. David Spangler, tokoh GZB dalam bukunya Exploration, 1980, halaman 72, mengemukakan pendapatnya tentang orang-orang GZB. Ia mengutip ayat firman Tuhan dan mendefinisikan kembali pengertiannya (diputar-balik) supaya sesuai dengan tujuan penyesatan GZB: "Apa yang sedang muncul saat ini adalah sekelompok orang (GZB) yang secara harfiah disebut sebagai garam dunia, tetapi secara sadar dan secara spiritual juga menerima ke-elohim-an mereka tanpa menjadi sombong. Mereka adalah pemberi hidup, dan mereka meletakkan dasar pemerintahan masa depan, The New World Order".
Mereka banyak mengambil ayat-ayat firman Tuhan yang ditafsirkan diluar konteksnya untuk mengajarkan konsep-konsep mereka. Tentang reinkarnasi misalnya, mereka mengambil ayat Yohanes 3:3, Yohanes 9:1-3, Matius 11:14, Matius 17:12, dan masih banyak lagi. GZB juga mengakui Injil Gnostik yang ditemukan dekat Nag-Hamadi, Mesir, dan menganggapnya sebagai tulisan yang asli tentang ajaran Yeshua Hamasiah (buku: A Short Introduction to The New Age Movement, Lucas, Vol. 4 no. 1). Marilyn Ferguson, penulis GZB, dalam bukunya Aquarian Gospel of Jesus The Christ, mengatakan bahwa Yeshua Hamasiah mempelajari ajaran Timur dari para Yogi di India dan mengungkapkannya dengan baik dalam doktrin reinkarnasi. Satu lagi dusta Iblis.
Melihat begitu banyaknya penyimpangan dan kesesatan disekitar kita dewasa ini, membuktikan bahwa saat-saat terakhir zaman ini akan segera datang. Kitab Suci menubuatkan akan datangnya masa-masa yang sukar, kembalinya zaman Nuh dan zaman Lot, banyak mesias palsu, guru palsu dan ajaran-ajaran palsu yang menipu dan menyesatkan. Umat Tuhan, kita semua, dituntut untuk lebih giat dalam meningkatkan kwalitas rohani. Tidak ada jaminan anda akan tidak tersesat jika anda tidak benar-benar "melekat" pada "pokok anggur" Yeshua Hamasiah. Pengenalan akan Tuhan mutlak dituntut dari semua kita. Walaupun Iblis tidak sepintar yang dia kira, tetapi dia juga tidak sebodoh yang kita duga. Pekerjaan-pekerjaan merusaknya melalui sarana Gerakan Zaman Baru membuktikan hal itu.
Walaupun Iblis tidak sepintar yang dia kira, tetapi dia tidak sebodoh yang kita duga.
BANGKIT GEREJA TUHAN
Kesadaran spiritual gereja/umat Tuhan harus bangkit, pengetahuan-pengetahuan harus dinyatakan. Saat ini adalah periode hari-hari terakhir menjelang kedatangan Yeshua Hamasiah kembali. Gereja-Nya sebagai partner Tuhan dimuka bumi ini dituntut untuk berperan dan berfungsi menahan segala kekuatan musuh dengan segala penyesatannya. Tubuh Hamasiah harus dibersihkan dari segala bentuk kebinasaan yang ditaburkan Iblis, khususnya melalui GZB dan unit-unit kerja dibawahnya. Sebagaimana telah dinubuatkan Tuhan tentang apa yang harus dilakukan umat-Nya diakhir zaman dalam kitab Wahyu: Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya." Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Keluarlah, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya (Wahyu 18:2-4).
Kitab Suci menubuatkan bahwa untuk sesaat lamanya Iblis dan kerajaannya akan menguasai seluruh dunia sebelum menerima penghukumannya. Tetapi Kitab Suci juga menubuatkan gereja Tuhan yang tidak akan dikuasai oleh Iblis, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18) kata Yeshua Hamasiah.
Untuk itu Tetapi apa yang kita lihat saat ini? Kehadiran GZB di dalam kehidupan orang Kristen menjadi warning bagi kita. Keterlibatan umat Tuhan di dalam GZB terus meningkat, bahkan banyak gereja Tuhan menerapkan prinsip-prinsip GZB di dalam beribadah kepada Tuhan. Gereja-gereja kompromi bermunculan, pendeta-pendeta homo mengawinkan pasangan-pasangan homo, lambang-lambang okultisme bertebaran di dalam rumah Tuhan, ritual-ritual roh yang berbahaya diselenggarakan. Belum lagi kehadiran nabi-nabi palsu, pengajar-pengajar sesat dan dukun-dukun yang terus menerus mengajarkan penyesatannya di dalam gereja Tuhan atas nama kebenaran.
Hal-hal menjijikkan Tuhan terjadi di rumah-Nya sendiri. "Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN" (Yeremia 7:11). Waktunya akan datang bahkan sudah datang, dimana Tuhan akan menendang dan menjungkir-balikkan meja-meja dan mezbah-mezbah palsu di rumah-Nya, karena rumah-Nya telah menjadi sarang penyamun. "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" (Markus 11:17).
Sumber: http://akhirzaman.org/index.php/konten/artikel/1737-gerakan-zaman-baru-penyesatan-ideologi
Baca Selengkapnya...
Sebenarnya gerakan ini bukanlah kebangkitan suatu jenis agama baru atau suatu aliran kekristenan, walau memang dalam banyak hal GZB seringkali mengambil thema, inisiatif, bahkan konsep-konsep kekristenan tetapi dengan pengertian yang bertolak belakang atau diselewengkan dengan sangat cerdas. Jelas GZB tidak berkembang sebagai suatu agama atau sekte Kristen tertentu, tetapi lebih merupakan gerakan yang terencana (terstruktur) dengan sangat rapih dan berkembang diseluruh dunia dengan identitas dan corak yang berbeda-beda tetapi tetap dengan nafas ajaran yang sama dan tujuan utama yang sama, yaitu berusaha keras untuk menjauhkan seorang dari Tuhan guna tercapainya satu target global yang sudah dirancangkan, yaitu universialisme agama, penyatuan agama-agama dunia ke dalam suatu bentuk kesatuan (perzinahan) Babel seperti yang telah dinubuatkan Alkitab.
GZB juga bukan suatu organisasi dunia yang formal walaupun aktivitasnya seringkali menerapkan kaidah-kaidah organisasi politik, ekonomi, dan sosial. GZB lebih merupakan suatu ideologi atau falsafah hidup yang bergerak merasuki banyak aspek di dalam kehidupan manusia. Gerakannya ditandai dengan gaya hidup yang baru, universal, dan dikemas secara modern walaupun tetap menghidupkan tradisi. GZB berusaha membangkitkan kembali atau mengaktivitasi agama-agama dan tradisi-tradisi kuno, terutama dari Timur kedalam aktivitas modern manusia. Pengaruhnya dengan mengejutkan sudah sangat meluas, terutama dalam tiga dasawarsa terakhir, GZB telah mempengaruhi banyak Ilmu Pengetahuan dan kebudayaan umum di dalam banyak bangsa melalui format baru pencampuran kebatinan Timur dengan Ilmu Pengetahuan Barat seperti Filsafat Modern, Psikologi dan Para-Psikologi, juga Sosiologi, ilmu-ilmu budaya, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Ditengah pengaruh rasionalisme dan materialisme kita melihat kebangunan GZB banyak menawarkan perubahan (transformasi) tatanan nilai moral religius masyarakat, baik dalam area politik, ekonomi maupun agama-agama. Contoh nyata adalah bagaimana GZB berusaha menghidupkan kembali ajaran reinkarnasi yang dikemas dalam jubah ilmu pengetahuan, khususnya Psikologi dan Teologi Humanisme Barat. Antara lain dengan mempopulerkan apa yang disebut sebagai Self Actualization (aktualisasi diri) dari Abraham Maslow sampai praktek Transcedental Meditation ajaran Maharishi Mahesh Yogi yang melanda begitu banyak masyarakat modern saat ini di bagian bumi manapun.
GABUNGAN HUMANISME SEKULAR DAN ORIENTALISME
Paham agama yang mendasari pemikiran GZB adalah pantheisme kuno yang penuh dengan tradisi okultisme dan penyembahan kepada benda dan diri sendiri. Humanisme juga merupakan dasar filosofi GZB. Diambil dari paham "humanisme lama" zaman Renaissance (abad 15-16) yang merupakan percampuran antara mistik Timur dengan humanisme Barat, kemudian berkembang di abad 20 menjadi "Humanisme Sekular" bahkan menjadi "Humanisme Kosmis" di abad ini. Praktek-praktek okultisme disamarkan di dalam bentuk-bentuk yang lebih rasional, dan konsep memper-tuhan-kan diri sendiri disosialisasikan sebagai potensi-potensi inhern manusia.
(Catatan: Akar dari gerakan ini bermula dari Tanah Sinear, Babel kuno (Kejadian 11), sekitar 5000 tahun yang lalu. Keberadaannya sebagai gerakan anti Tuhan sudah teridentifikasi dengan jelas sejak Yeshua Hamasiah mengalahkan Iblis dalam peristiwa Kalvari 2000 tahun yang lalu. Rasul Paulus dalam perjalanan pelayanannya di Athena (Yunani) pernah menemukan dua aliran filsafat Zaman Baru, yaitu Epikuros dan Stoa (Kisah Para Rasul 17:18). Golongan Epikuros mewakili paham Atheisme (tidak ada Tuhan) dan golongan Stoa mewakili paham Pantheisme (segala sesuatu adalah Tuhan), mereka beribadah kepada dewa-dewa dan patung-patung berhala. Penelitian dari keberadaan mereka secara organisasi kuno berawal dari "para tukang batu bebas" (Freemasonry) yang bangkit pada zaman tentara Babelonia meruntuhkan Kuil Salomo (Bait Tuhan) sekitar tahun 500 sM. Kemudian diketahui juga adanya ikatan hubungan ritual mereka dengan para penyembah matahari (dewa Ra) di Mesir. Tetapi keberadaan GZB dalam organisasi-organisasi modern dibawah bendera Illuminati dan Freemasonry bermula dari penyatuan tiga organisasi Iblis di Paris tahun 1776 (dibahas di dalam topik Illuminati).
Di akhir zaman ini kedua paham (atheism & pantheisme) tersebut membaur dan terwakili dalam Humanisme Kosmis yang menjangkau semua wilayah secular kehidupan manusia, yaitu The New Age Movement. Dasar gerakannya dikembangkan oleh seorang filsuf Yunani: Epikuros (341-270 sM) melalui Teori Democritus. Paham ini sangat bergantung kepada pancaindera sebagai ukuran kebenaran (pada dasarnya manusia adalah alat pengukur segala sesuatu). Pada masa selanjutnya berkembang dan masuklah pemikiran materialisme, sekularisme, rasionalisme, dan humanisme yang diterjemahkan kedalam wujud baru Epikorus dan Stoa. Epikorus bersifat individualistis, dan Stoa bersifat idealisme universal (persaudaraan semesta). GZB mengambil dan menggabungkan semua itu dengan kebathinan Timur (orientalisme) sebagai dasar gerakannya. Mistik India, termasuk ajaran Yoga, Transcendental Meditation, dan ajaran Sai Baba, mistik China dan Taoisme, termasuk Yin dan Yang, Tai Chi, Waitankung, Feng Shui, Hong Sui - Feng Sui, dan Geomancy, Astrologi Mesir, Zen Buddhisme, termasuk Nichiren Soshu, Mahikari dari Jepang yang kemudian memberi warna gerakan ini. GZB membawa masuk dan mengadaptasikan begitu banyak tradisi dan budaya okultisme Timur.
Di Indonesia telah lama berkembang Aliran Kepercayaan, Kejawen, Silat Kebathinan, Tenaga Dalam, Debus, Primbon, dan seterusnya. Mistik, okultisme, penyembahan kepada benda-benda yang bercampur baur atau berpadu dengan agama-agama dunia seperti Budha, Hindu dan Islam. Praktek perdukunan, magic, spiritisme, satanisme, klenik, paranormal, nujum, ramalan, bahkan juga semi magic akupuntur, pijat refleksi, senam konsentrasi, dan seterusnya merupakan praktek-praktek GZB yang sudah sangat merakyat di Indonesia.
Dalam dunia modern ini GZB juga mencoba menampilkan sentuhan-sentuhan baru dimana ilmu pengetahuan dan teknologi dipadukan. Muncullah Gerakan Pengembangan Pribadi dalam berbagai bentuk dan coraknya sebagai aplikasi ilmu Psikologi Baru dengan ajaran-ajaran kuncinya seperti: Self Actualization, dan Transpersonal Psychology, termasuk di dalamnya Human Potential Movement, Teknik Relaksasi, Biofeedback, Biorythms, Holistic Health Movement, dan seterusnya.
KRISTEN NEW AGE
Dalam ilmu pengetahuan Teologi (Kristen) GZB juga tampil dengan Kristen Zaman Baru, suatu percampuran sinkretisme ajaran Kristen dengan humanisme dan okultisme. Muncullah Teosofi & Christian Science yang dalam wujudnya berbentuk praktek-praktek Inner Healing yang ngawur & Visualisasi Spiritisme yang sangat berbeda dengan ajaran Yeshua Hamasiah( Yesus Kristus). Mirip dengan praktek "Simon si Sihir" di era awal Perjanjian Baru. Humanisme Kristen dan segala ajarannya saat ini merambah dunia modern, juga masuk kedalam lembaga-lembaga Kristen diseluruh dunia. Ajaran-ajaran sektaris dan sinkretis bahkan berkembang luas dikalangan umat Kristen tanpa banyak disadari penyesatan dan bahayanya. Dalam sejarahnya gereja selalu berurusan dengan ajaran-ajaran GZB yang tampaknya benar. Secara halus ajaran sektaris berusaha menggeser kedudukan Yeshua Hamasiah sebagai Juruselamat, dan berusaha menjadikan Kitab Suci bukan sebagai otoritas tertinggi bagi kehidupan iman, moral dan tingkah laku. Ajaran sinkretisme berusaha mencampur-adukkan kekristenan dengan lainnya, mereka berusaha untuk memunculkan satu anggapan universal bahwa semua agama itu sama dan menuju kepada satu tujuan yaitu Pencipta alam semesta. Padahal jelas Yeshua Hamasiah berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).
Anggapan universal GZB tersebut tentunya sangat bertentangan dengan prinsip dasar kekristenan dimana Yeshua Hamasiah menjadi satu-satunya jalan kepada Bapa dan Kitab Suci adalah firman Tuhan yang hidup sebagai penuntun kehidupan umat. Tidak mungkin Yeshua Hamasiah dipadukan dengan manusia-manusia dan Kitab Suci dipadukan dengan kitab-kitab manusia atau konsili atau aturan-aturan buatan manusia apapun bentuknya. Kekristenan tidak mengenal kompromi.
Harus diakui bahwa saat ini GZB telah menjadi suatu gerakan universal, ia menyatakan diri bukan hanya dalam agama-agama dunia dan dalam kekristenan, tetapi menyatakan diri pula dalam berbagai aplikasi kekuatan sosial, ekonomi, dan politik. Juga melalui payung ilmu pengetahuan praktis maupun science fiction, bahkan gaya hidup. Gerakan ini telah meresap ke dalam banyak ajaran Kristen secara sinkretis, dan percampuran paham ini sangat berbahaya karena umumnya tidak dicurigai padahal pengaruhnya benar-benar menyesatkan.
Sebagian besar orang Kristen yang bergabung dengan segala aktivitas GZB adalah orang Kristen yang tidak berpengetahuan, tidak berakar secara benar dalam firman Tuhan. Tidak mengerti mana yang benar mana yang tidak benar karena tidak mengenal firman Tuhan dan tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Hari minggu ke gereja tetapi ditempat kerja bergabung dalam kelas-kelas "Peningkatan Sumber Daya Manusia" melalui seminar dan terapi A-level dan sejenisnya yang jelas-jelas ajaran GZB yang sangat menyesatkan. Mengaku sebagai pengikut Yeshua Hamasiah tetapi begitu rajin mengunjungi paranormal atau bergabung kelas-kelas meditasi Multi Level Marketing.
Tidak mengerti karena tidak mengenal Firman. "My people (Orang Kristen) are destroyed for lack of knowledge" (Hosea 4:6). Faktanya sekarang, setiap hari ratusan ribu orang Kristen diseluruh dunia menghadiri seminar-seminar SDM yang mengajarkan bagaimana menghasilkan banyak uang dengan potensi subliminal yang dikembangkan dari dalam diri pribadi sendiri. Terapi mind control dalam meditasi, pesan-pesan tersembunyi dan musik-musik tertentu dalam ritme-ritme magis, merupakan transformasi ke alam bawah sadar dimana kekuatan potensi pikiran terletak. Di dalam area itulah Iblis bekerja.
Beberapa seminar Zaman Baru menamakan dirinya seperti: Silva Method of Mind Development, The Forum and Erhard Seminars Training, Self tranformation Therapy, Corporate Mind Control, Alpha Dynamic, dsb. telah banyak diikuti bahkan populer di seluruh dunia. Kesuksesan strategi Iblis di dalam hal ini tidak dapat diragukan lagi. Ia menyeret manusia kedalam kematian kekal secara sangat sistematis di area-area strategis manusia. "Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta" (Yohanes 8:44).
DIPOLUPERKAN
Kebangkitan global GZB di ujung akhir zaman ini dapat diketahui sejak negara Israel Raya hadir kembali di muka bumi ini setelah menghilang selama 2500 tahun. Ada kaitan-kaitan yang erat bahwa kebangkitan Yahudi telah menjadi "tanda waktu" dimana sejarah manusia segera akan mencapai klimaksnya, dan menjadi isyarat bahwa Iblis akan bergerak dalam pergerakan global yang maksimal untuk mencapai target akhir zamannya , yaitu penguasaan "de facto" atas dunia (Wahyu 13:7-8).
Awalnya sebutan New Age dipopulerkan oleh suatu kelompok musik mistis melalui lagu "Age of Aquarius" di tahun 60-an. Aquarius sebagai "pembawa air" dalam zodiac melambangkan aliran air yang memenuhi kehausan jiwa semesta. GZB mengambil dan menafsirkan kata-kata "kendi berisi air" di dalam Lukas 22:10 sebagai pertanda atau symbol datangnya zaman Aquarius. Di tahun yang sama berkembang generasi Beatnik dan Hippies yang sangat menekuni ajaran Zen, kelompok musik The Beatles merupakan wakil dari generasi ini dimana mereka (orang Kristen) berguru kepada beberapa guru mistik India, Ravi Sankar dan juga Maharishi Mahesh Yogi yang kemudian mempopulerkan Transcedental Meditation yang mirip dan sejalan dengan konsep Psikologi Modern-nya Abraham Maslow, yaitu Self Actualization.
Di era 70-an, New Age menjadi sangat populer di Amerika Serikat karena hadirnya buku "New Age Politics" karangan Mark Satin, dan beredarnya buku "New Age Journal". Marlyn Ferguson kemudian menambah populer New Age melalui bukunya "Aquarian Conspirasy". Di tahun 80-an New Age semakin populer lagi melalui buku karangan Shirley Maclaine, bintang film terkenal, yang berjudul "Out On a Limb". Buku ini menceriterakan tentang pertobatannya kepada ajaran New Age melalui eksperimen dan pengalaman spiritual dan pengembaraannya kedalam dunia roh, demikian juga buku Out of The Body Experience dan Trance Channeling. Buku berikutnya "Dancing in The Light" menceriterakan perjalanan pengalamannya masuk lebih dalam lagi ke dunia roh melalui teknik meditasi Yoga dan pengucapan mantera-mantera Hindu. Ini pengalaman spiritual penulis bersama penguasa-penguasa dunia kegelapan yang secara pribadi membuka banyak pengetahuan baru mengenai penyatuan roh dengan Iblis dan setan-setannya.
Tahun 90-an GZB sudah dikenal disemua penjuru dunia dan tahun 2000 keatas merupakan puncak era kebangkitan global-nya ditandai dengan berkibarnya bendera GZB hampir disemua area hidup manusia. Mulai dari bidang kesehatan (holistik) sampai politik. Mulai dari bisnis sampai mainan anak-anak. Ekologi sampai feminisme bahkan sex (Kamasutra). Tidak satupun bidang kehidupan manusia yang bebas dari pengaruh GZB. Menjelang kedatangan Yeshua Hamasiah yang semakin dekat, Iblis bergerak sangat aktif dalam penyesatannya GZB-nya. Dan ironisnya, begitu banyak, bahkan sangat banyak orang Kristen telah melayani Iblis dan masuk kedalam perangkapnya tanpa sadar.
LAMBANG FREEMASONRY
Gerakan New Age ini dapat dikenali dari lambang-lambang yang digunakan seperti segitiga piramida (lambang Illuminati), mata dalam segitiga (all seeing eye = mata Iblis), kuda bertanduk (unicorn), binatang berkepala manusia, pelangi, lingkaran kosentris, berkas cahaya, swastika (Nazi), yin & yang, trisula, kepala kambing, salib patah, salib terbalik, pentagram, dan juga angka 666. Lambang-lambang tersebut identik dengan organisasi Iblis Illuminati dan Freemasonry. Keduanya berperan besar di dalam penyebaran GZB, bahkan Freemasonry merupakan "atasan" langsung GZB, tidak heran bila mereka memakai lambang-lambang yang sama.
Pada dasarnya GZB tidak berbeda dengan gereja setan, hanya jangkauannya lebih luas dan penyesatannya lebih terselubung sehingga orang awam sukar untuk mencurigainya. Mengenali lambang-lambang mereka memang akan mempermudah mengenalinya, tetapi GZB juga sering memakai lambang-lambang Kristen untuk mengelabui umat. Mengenali mereka dari ajaran-ajarannya merupakan cara yang tepat (Matius 7:20 = dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka).
Kita akan menemukan banyak hal yang bertentangan dengan firman Tuhan di dalam ajaran-ajarannya yang bahkan sering di bungkus dengan firman Tuhan supaya tampaknya benar. Kelihaian mereka dalam menipu dan memutarbalikkan pengertian firman Tuhan menjadikan penyesatannya sukar dikenali, tidak semudah yang diperkirakan, karena Iblis juga hafal firman dan sebagai bapak penipu ia sangat profesional dalam membalikkan pengertian dan memutar kata. Ia masuk di dalam area para politisi, para ekonom, para bisnismen, dan para selebritis. Ia bahkan berdiri dibalik mimbar-mimbar gereja dan berbicara atas nama Tuhan, ia hadir diantara para pendoa syafaat, dan di segala aktivitas Kristen. Ya benar!, ia hadir di sekitar kita, ada dimana-mana, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (I Petrus 5:8).
PENIPUAN YANG LIHAI
GZB melalui bermacam-macam programnya telah menghadirkan revolusi dalam pemikiran dan aktivitas manusia. Pengaruh kepercayaan supranatural yang campur aduk dan aneh menyebar di masyarakat luas dengan menciptakan atau merubah paradigma, seperti membentuk ulang pemikiran, mempromosikan kesehatan tubuh, menggali sumber daya ekstra manusia, dan sebagainya. Falsafah GZB telah menembus semua bidang kehidupan modern, siapapun tidak dapat menghindari pengaruh kuat gerakan ini. Kekristenan diseluruh dunia sedang diserang dengan cara itu, penipuan yang cerdas dan licik yang dirancang Iblis dan kerajaan kegelapannya untuk me-minimize peran Tuhan dalam kehidupan manusia kalau tidak meniadakannya sama sekali. Target langsung dari penipuan yang lihai ini adalah menawan dan menguasai jiwa seseorang untuk digiring dalam penyesatan yang sistimatis untuk akhirnya tenggelam dan hilang dalam kerajaan kematian Iblis.
PRINSIP DASAR PENYESATANNYA
Pada dasarnya Iblis hanya memutar-balikkan pengertian firman Tuhan dengan penipuan dan kebohongan. Dimulai di Taman Eden ketika Iblis membujuk Hawa dengan mengatakan "sekali-kali kamu tidak akan mati" (Kejadian 3:4). Ini kebohongan pertama yang dijadikan prinsip dasar falsafah GZB melalui apa yang mereka namakan reinkarnasi. GZB menyangkal kenyataan tentang kematian dan menyangkal penghakiman terakhir Tuhan. Dikatakan bahwa seseorang mengalami siklus kehidupan beberapa kali sampai keseimbangan karma tercapai.
Kebohongan kedua: "Kamu akan menjadi sama seperti Tuhan" (Kejadian 3:5). Ini prinsip dasar penting GZB lainnya. Merupakan kepercayaan GZB bahwa manusia adalah Tuhan. Menurut mereka masalah umat manusia bukanlah masalah dosa, melainkan masalah ketidaktahuan manusia akan keberadaan elohim-nya. Prinsip ini dalam prakteknya memaksa seseorang untuk menerima kenyataan bahwa potensi jiwa merupakan penentu dari segala keberhasilan yang hendak dicapai. Dengan kata lain, manusia tidak perlu Tuhan, karena kekuatan jiwa manusia mampu berbuat lebih banyak daripada Tuhan.
Sebagaimana dijelaskan diatas, GZB bukanlah kepercayaan atau agama baru, tetapi suatu ideologi atau faham dimana manusia diajak untuk melihat segala sesuatunya dengan cara pandang baru, termasuk cara baru melihat Tuhan, Yeshua Hamasiah, dosa, keselamatan, dan seterusnya. Secara nyata ini adalah pergeseran nilai spiritual dengan falsafah dan kebudayaan anti Kristen menjadi landasan pemikiran, gaya hidup, dan sistem normatif yang ingin diterapkan secara universal bagi generasi manusia akhir zaman.
Tuhan bukan pribadi, pendapat mereka, dan ini kebohongan Iblis yang berikutnya. Tuhan adalah kosmos yang berisi energi alam semesta, sehingga segala sesuatunya adalah Tuhan. Setiap fenomena yang kelihatan adalah bagian dari Tuhan dan ruang diantara fenomena-fenomena itu adalah Tuhan. Dan karena semuanya adalah Tuhan, maka tidak ada Tuhan. Manusia tidak tergantung kepada sesuatu diluar dirinya tetapi dari potensi kekuatan dirinya sendiri. Kitab Suci berkata: "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam" (Zakaria 4:6). Kitab Suci menyatakan Tuhan secara kongkrit yang adalah seorang pribadi melalui pengungkapan sifat-sifat-Nya, yang bisa marah, sedih, dan penuh dengan kasih. Demikian juga secara fisik menyatakan dirinya: "Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah menganuriakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16), manusia mengenal Tuhan lewat Anak. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah... Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yohanes 1:1,10-12); Pernyataan firman Tuhan ini sekaligus membuktikan bahwa hidup kekal manusia sepenuhnya tergantung kepada Tuhan, melalui Yeshua Hamasiah, bukan tergantung kepada diri sendiri. Hanya Tuhan yang patut disembah bukan diri sendiri, karena pada dasarnya manusia di-design dan diciptakan untuk tergantung hanya kepada-Nya, bukan kepada kekuatan, potensi, dan kemampuan sendiri.
Tokoh GZB, MacLaine, dalam bukunya Dancing In The Light, 1985, halaman 358, menulis seperti ini: "Setiap jiwa adalah Tuhan sendiri. Anda tidak boleh memuja yang lain atau apapun selain diri sendiri. Sebab anda adalah Tuhan. Mencintai diri sendiri adalah mencintai Tuhan".
DOSA
Sekali lagi, permasalahan manusia yang terbesar menurut GZB adalah manusia tidak mengetahui keberadaannya yang elohim. Oleh sebab itu manusia perlu disadarkan melalui berbagai teknik terapi yang melibatkan pikiran dan tubuh. Kitab Suci mengatakan bahwa masalah manusia yang terbesar adalah dosa, yang mengakibatkan manusia kehilangan kemuliaan Tuhan, dan ber-upahkan maut. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, dan oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Hamasiah Yeshua" (Roma 3:23-24). "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Tuhan ialah hidup yang kekal dalam Hamasiah Yeshua, Tuhan kita" (Roma 6:23).
Kitab Suci mengajarkan tentang penebusan dosa, pembenaran, kelahiran baru dan pemulihan citra (tabiat) Tuhan di dalam diri manusia melalui Yeshua Hamasiah (Yesus Kristus), sebagai suatu proses rencana keselamatan Tuhan bagi manusia kepada kehidupan kekal. Dosa merupakan satu hal yang ditolak GZB. Menurut mereka itu adalah etika moral yang bersifat relatif. Tidak ada baik dan jahat, baik dan jahat adalah satu, sama saja. Ini kebohongan Iblis yang sangat disamarkan.
GZB dan Kitab Suci
Dikatakan bahwa kebenaran yang hakiki tidak mungkin ada di dalam Kitab Suci, tetapi ada di dalam manusia sendiri. David Spangler, tokoh GZB dalam bukunya Exploration, 1980, halaman 72, mengemukakan pendapatnya tentang orang-orang GZB. Ia mengutip ayat firman Tuhan dan mendefinisikan kembali pengertiannya (diputar-balik) supaya sesuai dengan tujuan penyesatan GZB: "Apa yang sedang muncul saat ini adalah sekelompok orang (GZB) yang secara harfiah disebut sebagai garam dunia, tetapi secara sadar dan secara spiritual juga menerima ke-elohim-an mereka tanpa menjadi sombong. Mereka adalah pemberi hidup, dan mereka meletakkan dasar pemerintahan masa depan, The New World Order".
Mereka banyak mengambil ayat-ayat firman Tuhan yang ditafsirkan diluar konteksnya untuk mengajarkan konsep-konsep mereka. Tentang reinkarnasi misalnya, mereka mengambil ayat Yohanes 3:3, Yohanes 9:1-3, Matius 11:14, Matius 17:12, dan masih banyak lagi. GZB juga mengakui Injil Gnostik yang ditemukan dekat Nag-Hamadi, Mesir, dan menganggapnya sebagai tulisan yang asli tentang ajaran Yeshua Hamasiah (buku: A Short Introduction to The New Age Movement, Lucas, Vol. 4 no. 1). Marilyn Ferguson, penulis GZB, dalam bukunya Aquarian Gospel of Jesus The Christ, mengatakan bahwa Yeshua Hamasiah mempelajari ajaran Timur dari para Yogi di India dan mengungkapkannya dengan baik dalam doktrin reinkarnasi. Satu lagi dusta Iblis.
Melihat begitu banyaknya penyimpangan dan kesesatan disekitar kita dewasa ini, membuktikan bahwa saat-saat terakhir zaman ini akan segera datang. Kitab Suci menubuatkan akan datangnya masa-masa yang sukar, kembalinya zaman Nuh dan zaman Lot, banyak mesias palsu, guru palsu dan ajaran-ajaran palsu yang menipu dan menyesatkan. Umat Tuhan, kita semua, dituntut untuk lebih giat dalam meningkatkan kwalitas rohani. Tidak ada jaminan anda akan tidak tersesat jika anda tidak benar-benar "melekat" pada "pokok anggur" Yeshua Hamasiah. Pengenalan akan Tuhan mutlak dituntut dari semua kita. Walaupun Iblis tidak sepintar yang dia kira, tetapi dia juga tidak sebodoh yang kita duga. Pekerjaan-pekerjaan merusaknya melalui sarana Gerakan Zaman Baru membuktikan hal itu.
Walaupun Iblis tidak sepintar yang dia kira, tetapi dia tidak sebodoh yang kita duga.
BANGKIT GEREJA TUHAN
Kesadaran spiritual gereja/umat Tuhan harus bangkit, pengetahuan-pengetahuan harus dinyatakan. Saat ini adalah periode hari-hari terakhir menjelang kedatangan Yeshua Hamasiah kembali. Gereja-Nya sebagai partner Tuhan dimuka bumi ini dituntut untuk berperan dan berfungsi menahan segala kekuatan musuh dengan segala penyesatannya. Tubuh Hamasiah harus dibersihkan dari segala bentuk kebinasaan yang ditaburkan Iblis, khususnya melalui GZB dan unit-unit kerja dibawahnya. Sebagaimana telah dinubuatkan Tuhan tentang apa yang harus dilakukan umat-Nya diakhir zaman dalam kitab Wahyu: Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya." Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Keluarlah, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya (Wahyu 18:2-4).
Kitab Suci menubuatkan bahwa untuk sesaat lamanya Iblis dan kerajaannya akan menguasai seluruh dunia sebelum menerima penghukumannya. Tetapi Kitab Suci juga menubuatkan gereja Tuhan yang tidak akan dikuasai oleh Iblis, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18) kata Yeshua Hamasiah.
Untuk itu Tetapi apa yang kita lihat saat ini? Kehadiran GZB di dalam kehidupan orang Kristen menjadi warning bagi kita. Keterlibatan umat Tuhan di dalam GZB terus meningkat, bahkan banyak gereja Tuhan menerapkan prinsip-prinsip GZB di dalam beribadah kepada Tuhan. Gereja-gereja kompromi bermunculan, pendeta-pendeta homo mengawinkan pasangan-pasangan homo, lambang-lambang okultisme bertebaran di dalam rumah Tuhan, ritual-ritual roh yang berbahaya diselenggarakan. Belum lagi kehadiran nabi-nabi palsu, pengajar-pengajar sesat dan dukun-dukun yang terus menerus mengajarkan penyesatannya di dalam gereja Tuhan atas nama kebenaran.
Hal-hal menjijikkan Tuhan terjadi di rumah-Nya sendiri. "Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN" (Yeremia 7:11). Waktunya akan datang bahkan sudah datang, dimana Tuhan akan menendang dan menjungkir-balikkan meja-meja dan mezbah-mezbah palsu di rumah-Nya, karena rumah-Nya telah menjadi sarang penyamun. "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" (Markus 11:17).
Sumber: http://akhirzaman.org/index.php/konten/artikel/1737-gerakan-zaman-baru-penyesatan-ideologi
Baca Selengkapnya...
Jumat, 09 Maret 2012
IT IS WELL WITH MY SOUL
Oleh: Julita Manik (Penyanyi dan pencipta lagu Kristiani)
Beberapa waktu lalu saya turut menghadiri gathering keluarga. Dan pada kesempatan itu seorang keponakan bersuara emas menyanyikan dua buah pujian. Salah satu lagu yang dinyanyikan adalah sebuah lagu hymne :
It is well, it is well, with my soul. * Refrain: It is well, with my soul, It is well, it is well, with my soul.
Semua keluarga yang hadir sangat terharu mendengar setiap lirik yang dinaikkan gadis kecil ini. Bahkan banyak juga yang meneteskan air mata.
Kehidupan keluarganya digoncangkan karena penyakit Encephalitis yang tiba-tiba menyerang otaknya.
Dari seorang anak kecil yang pintar, lincah, dan bersuara emas (sering memenangkan lomba nyanyi), mendadak menjadi tidak berdaya di ICU dengan selang-selang infus yang memenuhi sekujur tubuhnya.
Bernafaspun harus memakai alat bantu. Tubuhnya terpaksa di-knockdown oleh tim medis, karena kalau tidak, setiap beberapa menit akan mengalami kejang-kejang. Kehidupan yang berbalik 180 derajat terjadi dengan sangat tiba-tiba. Tanpa peringatan apa-apa.
Dokter berpendapat sudah tidak ada harapan. Bahkan kalaupun nanti gadis kecil ini bisa sadar kembali, maka resikonya adalah cacat mental.
Keluar dari ICU, masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit selama 2 bulan dengan kondisi masih harus belajar bernafas, dan harus belajar lagi untuk makan, duduk, bicara dan berjalan. Belajar dari awal lagi untuk mengenali orang-orang yang mengasihinya.
Kondisi otaknya benar-benar seperti baru di ctrl-alt-del.
Tapi Tuhan Yesus Maha Besar (dan tidak ada yang seperti Dia).
11 Juni 2011, kami mendengar gadis kecil ini menyanyikan "it is well.... it is well... with my soul'.
Suaranya masih bening dan indah seperti dulu. Dan yang mengherankan, ia hafal seluruh lirik lagu pujian ini dari awal sampai akhir.
Masih panjang dan berat perjalanan pemulihan tubuhnya, tapi gadis kecil ini berkata, "it is well, it is well with my soul."
Sebuah makna pengucapan syukur yang amat sangat sangat sangat dalam, because she sang a thanksgiving from the desert.
Beberapa waktu lalu saya turut menghadiri gathering keluarga. Dan pada kesempatan itu seorang keponakan bersuara emas menyanyikan dua buah pujian. Salah satu lagu yang dinyanyikan adalah sebuah lagu hymne : "It is well with my soul": When peace, like a river, attendeth my way, When sorrows like sea billows roll; Whatever my lot, Thou has taught me to say,
It is well, it is well, with my soul. * Refrain: It is well, with my soul, It is well, it is well, with my soul.
Semua keluarga yang hadir sangat terharu mendengar setiap lirik yang dinaikkan gadis kecil ini. Bahkan banyak juga yang meneteskan air mata.
Bagaimana tidak ?
Beberapa bulan sebelumnya, akhir Januari sampai awal Maret 2011 gadis kecil ini terbaring di ICU selama 1.5 bulan. Kehidupan keluarganya digoncangkan karena penyakit Encephalitis yang tiba-tiba menyerang otaknya.
Dari seorang anak kecil yang pintar, lincah, dan bersuara emas (sering memenangkan lomba nyanyi), mendadak menjadi tidak berdaya di ICU dengan selang-selang infus yang memenuhi sekujur tubuhnya.
Bernafaspun harus memakai alat bantu. Tubuhnya terpaksa di-knockdown oleh tim medis, karena kalau tidak, setiap beberapa menit akan mengalami kejang-kejang. Kehidupan yang berbalik 180 derajat terjadi dengan sangat tiba-tiba. Tanpa peringatan apa-apa.
Dokter berpendapat sudah tidak ada harapan. Bahkan kalaupun nanti gadis kecil ini bisa sadar kembali, maka resikonya adalah cacat mental.
Keluar dari ICU, masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit selama 2 bulan dengan kondisi masih harus belajar bernafas, dan harus belajar lagi untuk makan, duduk, bicara dan berjalan. Belajar dari awal lagi untuk mengenali orang-orang yang mengasihinya.
Kondisi otaknya benar-benar seperti baru di ctrl-alt-del.
Tapi Tuhan Yesus Maha Besar (dan tidak ada yang seperti Dia).
11 Juni 2011, kami mendengar gadis kecil ini menyanyikan "it is well.... it is well... with my soul'.
Suaranya masih bening dan indah seperti dulu. Dan yang mengherankan, ia hafal seluruh lirik lagu pujian ini dari awal sampai akhir.
Masih panjang dan berat perjalanan pemulihan tubuhnya, tapi gadis kecil ini berkata, "it is well, it is well with my soul."
Sebuah makna pengucapan syukur yang amat sangat sangat sangat dalam, because she sang a thanksgiving from the desert.
"IT IS WELL WITH MY SOUL" (story behind the song)
Saya penasaran sekali siapa yang menciptakan lagu hymne "It is Well with My Soul" yang sudah menjadi berkat bagi orang percaya selama ratusan tahun.
Dan akhirnya saya mengerti kenapa lagu ini begitu luar biasa memberkati.
He wrote a thanksgiving song from the desert.
Nama penulis lagu ini adalah HORATIO G. SPAFFORD (1828-1888).
Seorang lawyer di Chicago yang kaya dan sukses. Tentunya kita berpikir bahwa statement "it is well with my soul" itu diciptakan dalam masa-masa kegemilangannya. X X X. Salah besar. Justru lagu tersebut diciptakan dalam titik terendah dalam kehidupannya.
Dan akhirnya saya mengerti kenapa lagu ini begitu luar biasa memberkati.
He wrote a thanksgiving song from the desert.
Nama penulis lagu ini adalah HORATIO G. SPAFFORD (1828-1888).
Seorang lawyer di Chicago yang kaya dan sukses. Tentunya kita berpikir bahwa statement "it is well with my soul" itu diciptakan dalam masa-masa kegemilangannya. X X X. Salah besar. Justru lagu tersebut diciptakan dalam titik terendah dalam kehidupannya.
WHEN STORM STRIKES
Horatio Spafford bukan hanya kaya, tetapi juga seorang percaya yang sangat mendukung pelayanan tubuh Kristus. Salah seorang penginjil besar pada masa itu yang didukung oleh Horatio adalah D.L Moody.
Tahun 1870, anak laki-laki satu-satunya, meninggal karena penyakit scarlet fever. Seperti belum cukup badai menerpa, setahun sesudahnya, tahun 1871 investasi Horatio di bidang real estate di Lake Michigan tersapu bersih oleh kebakaran besar yang melanda Chicago.
Akhir tahun 1873, untuk menghibur keluarganya, Horatio dan Anna istrinya berniat untuk berlibur ke Eropa bersama 4 orang anak perempuannya, Annie, Maggie, Bessie and Tanetta. Horatio menunda keberangkatannya karena mendadak ada urusan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. Hanya Anna dan anak-anak saja yang ikut dalam kapal tersebut.
Pada tanggal 22 November 1873 kapal Ville de Havre yang ditumpangi Anna dan ke 4 anak perempuannya bertabrakan dengan kapal The Lochearn.
Dalam tempo 12 menit kapal ini tenggelam ke dasar laut dengan korban jiwa 226 orang. Bagaimana dengan nasib Anna dan ke 4 anak perempuannya?
Sebelum kapal itu tenggelam, Anna berdiri di dek kapal, berpegangan erat dengan Annie, Maggie, Bessie and Tanetta. Dan akhirnya mereka harus menyerah kepada kekuatan ombak laut.
Horatio menerima telegram dari istrinya Anna,
"Saved alone..., what shall I do?"
Suatu kenyataan yang sangat pahit. Tidak satupun anak mereka yang selamat. Horatio segera menyusul istrinya, dan di tengah perjalanan, kapten kapal memanggil Horatio dan menunjukkan lokasi dimana kapal Ville de Havre tenggelam. Horatio menatap laut yang dalamnya hampir 5 km, tempat dimana ke empat jasad anak perempuannya terkubur.
Yang dilakukan selanjutnya oleh Horatio membuka babak baru dalam kehidupannya. Dia tidak menangis menggerung-gerung, tidak marah-marah dan menyerapahi Tuhan, tapi....
dia kembali ke kabinnya, mengambil pena dan secarik kertas, dan menulis kata demi kata......
Dalam kurun waktu 3 tahun, Horatio kehilangan semua anaknya (1 anak laki-laki dan 4 anak perempuan), juga harta kekayaannya.
Sungguh suatu penderitaan yang hampir setara dengan penderitaan Ayub.
Yang membedakan dengan Ayub, Horatio tidak mengalami sakit penyakit dan istrinya tetap setia mendampinginya.
Coba renungkan.......
Horatio tidak punya alasan untuk bersyukur, namun ia bersyukur.
Horatio memiliki banyak alasan untuk menggerutu, namun ia bersyukur.
Horatio memiliki cukup alasan untuk tidak percaya dan meninggalkan Tuhan, namun ia tetap setia.
Horatio memiliki cukup alasan untuk kecewa dan tidak lagi melayani Tuhan karena pernyataan saudara seiman yang berkata "kesalahan apa yang dilakukan oleh Anna dan Horatio, sehingga mengalami tragedi ini?" Namun ia tidak kecewa dan tetap gigih melayani Tuhan hingga akhir hayatnya. Yang dilakukannya hanya mengucap syukur di padang gurun.
Dan melalui lagu yang dia tulis, Horatio mengajarkan banyak orang percaya yang diijinkan mengalami padang gurun untuk bersyukur.
Sekalipun tidak mengerti, kenapa semuanya terjadi.
Lagu hymne ini sudah berumur 135 tahun, dan menjadi sebuah lagu abadi sepanjang masa.
Sudah sangat terbukti memberkati jutaan demi jutaan orang percaya untuk bertahan dalam iman dan kesetiaan kepada Tuhan, bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan kepada umatNya.
Friends, God has reasons we cannot see.
"All that we can do is : in everything give thanks; for this is the will of God in Christ Jesus for you." 1 Thessalonians 15:8 / NKJV
Baca Selengkapnya...
Horatio Spafford bukan hanya kaya, tetapi juga seorang percaya yang sangat mendukung pelayanan tubuh Kristus. Salah seorang penginjil besar pada masa itu yang didukung oleh Horatio adalah D.L Moody.
Tahun 1870, anak laki-laki satu-satunya, meninggal karena penyakit scarlet fever. Seperti belum cukup badai menerpa, setahun sesudahnya, tahun 1871 investasi Horatio di bidang real estate di Lake Michigan tersapu bersih oleh kebakaran besar yang melanda Chicago.
Akhir tahun 1873, untuk menghibur keluarganya, Horatio dan Anna istrinya berniat untuk berlibur ke Eropa bersama 4 orang anak perempuannya, Annie, Maggie, Bessie and Tanetta. Horatio menunda keberangkatannya karena mendadak ada urusan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. Hanya Anna dan anak-anak saja yang ikut dalam kapal tersebut.
Pada tanggal 22 November 1873 kapal Ville de Havre yang ditumpangi Anna dan ke 4 anak perempuannya bertabrakan dengan kapal The Lochearn.
Dalam tempo 12 menit kapal ini tenggelam ke dasar laut dengan korban jiwa 226 orang. Bagaimana dengan nasib Anna dan ke 4 anak perempuannya?
"SAVED ALONE......"
Sebelum kapal itu tenggelam, Anna berdiri di dek kapal, berpegangan erat dengan Annie, Maggie, Bessie and Tanetta. Dan akhirnya mereka harus menyerah kepada kekuatan ombak laut.
Horatio menerima telegram dari istrinya Anna,
"Saved alone..., what shall I do?"
Suatu kenyataan yang sangat pahit. Tidak satupun anak mereka yang selamat. Horatio segera menyusul istrinya, dan di tengah perjalanan, kapten kapal memanggil Horatio dan menunjukkan lokasi dimana kapal Ville de Havre tenggelam. Horatio menatap laut yang dalamnya hampir 5 km, tempat dimana ke empat jasad anak perempuannya terkubur.
Yang dilakukan selanjutnya oleh Horatio membuka babak baru dalam kehidupannya. Dia tidak menangis menggerung-gerung, tidak marah-marah dan menyerapahi Tuhan, tapi....
dia kembali ke kabinnya, mengambil pena dan secarik kertas, dan menulis kata demi kata......
When peace like a river, attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll;
Whatever my lot, Thou hast taught me to say,
It is well, it is well with my soul.
.................................
................................
HE TAUGHT EVERYONE IN THE DESERT TO GIVE THANKS IN EVERYTHING
Dalam kurun waktu 3 tahun, Horatio kehilangan semua anaknya (1 anak laki-laki dan 4 anak perempuan), juga harta kekayaannya.
Sungguh suatu penderitaan yang hampir setara dengan penderitaan Ayub.
Yang membedakan dengan Ayub, Horatio tidak mengalami sakit penyakit dan istrinya tetap setia mendampinginya.
Coba renungkan.......
Horatio tidak punya alasan untuk bersyukur, namun ia bersyukur.
Horatio memiliki banyak alasan untuk menggerutu, namun ia bersyukur.
Horatio memiliki cukup alasan untuk tidak percaya dan meninggalkan Tuhan, namun ia tetap setia.
Horatio memiliki cukup alasan untuk kecewa dan tidak lagi melayani Tuhan karena pernyataan saudara seiman yang berkata "kesalahan apa yang dilakukan oleh Anna dan Horatio, sehingga mengalami tragedi ini?" Namun ia tidak kecewa dan tetap gigih melayani Tuhan hingga akhir hayatnya. Yang dilakukannya hanya mengucap syukur di padang gurun.
Dan melalui lagu yang dia tulis, Horatio mengajarkan banyak orang percaya yang diijinkan mengalami padang gurun untuk bersyukur.
Sekalipun tidak mengerti, kenapa semuanya terjadi.
Lagu hymne ini sudah berumur 135 tahun, dan menjadi sebuah lagu abadi sepanjang masa.
Sudah sangat terbukti memberkati jutaan demi jutaan orang percaya untuk bertahan dalam iman dan kesetiaan kepada Tuhan, bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan kepada umatNya.
Friends, God has reasons we cannot see.
"All that we can do is : in everything give thanks; for this is the will of God in Christ Jesus for you." 1 Thessalonians 15:8 / NKJV
Dikutip dari Sumber asli: http://julitamanik.blogspot.com/
Rabu, 07 Maret 2012
Pendeta Atheis di Gereja Belanda Makin Banyak
![]() |
| Pdt. Klaas Hendrikse mengaku dirinya atheis |
Klaas Hendrikse, yang memimpin sebuah gereja PNK di Gorinchem, menulis sebuah buku berjudul Believing in a Non-Existent God yang mendorong gerejanya untuk mempertimbangkan dikeluarkannya dia dari gerejanya tersebut.
Namun, setelah menemukan bahwa pandangan Hendrikse ini ternyata tersebar luas di antara para pendeta di gereja tersebut, gereja pun membatalkan niat mereka.
Dalam salah satu wawancara dengan BBC, Hendrikse mengatakan bahwa ia tidak percaya dengan kehidupan setelah kematian. Ia juga mengatakan bahwa TUHAN adalah "sebuah kata bagi pengalaman, atau pengalaman kemanusiaan." Bahkan, Hendrikse mengatakan bahwa Yesus tidak pernah ada.
Pendeta lain dari gereja yang sama, Kirsten Slattenaar, percaya bahwa Yesus adalah "manusia yang spesial" tetapi bukan Tuhan.
Di Amsterdam, Rikko Voorberg, salah satu pelayan di Gereja Stroom West, mengatakan bahwa gereja harus beradaptasi dengan masyarakat postmodern.
"Gereja harus waspada dengan apa yang sedang terjadi dalam masyarakat. Dibutuhkan perubahan untuk tetap eksis sebagai orang Kristen. Anda tidak bisa berkhotbah tentang surga dengan cara yang sama dengan yang dikhotbahkan 2.000 tahun lalu, dan kita harus memikirkan ulang hal itu. Kita bisa menggunakan kata-kata yang sama tetapi dengan pengucapan yang berbeda sama sekali," kata Voorberg.
Meskipun banyak pendeta semakin atheis dan agnostik, namun orang-orang Kristen di Belanda banyak yang tidak sepaham dengan para pendetanya.
Sytse de Jong, wakil walikota di Staphorst mengatakan, "Ketika kita memasukkan orang-orang ke dalam gereja dengan mengeluarkan Yesus Kristus, maka kita telah kehilangan inti Kekristenan. Maka, kita tidak mereformasi lembaga dan sikap kita, melainkan inti dari pesan kita."
Sumber : http://www.perisai.net Baca Selengkapnya...
Kamis, 23 Februari 2012
Bagaimana televisi menempatkan kita di pihak setan
Ada banyak alasan bagi setiap orang bahwa televisi tampaknya tidak berbahaya dalam rumah tangga kita. Karena ada beberapa acara-acara yang lulus dalam ujian Alkitab dalam hal kebenaran, kesucian, dll, maka kita dengan mudah terserap ke dalam pendapat yang mengatakan bahwa peralatan ini akan digunakan sebagai sarana pendidikan bagi keluarga. Keputusan khidmat seringkali dibuat sebagai suatu batasan kualitas acara bagaimana yang disetujui untuk ditonton. Namun marilah kita jujur dan berkata benar. Berapa lamakah peraturan-peraturan yang membatasi ini berlangsung untuk mengatur televisi? Mengawasi hampir tidaklah mungkin karena sifat perbatasan dari banyak acara. Ketidakpastian tentang di mana harus menarik garis batas, apakah beberapa kata yang kasar merusak program dokumenter sepanjang satu jam, dan keputusan-keputusan lain yang menekan segera menjadi tidak dapat ditoleransi lagi. Pintu telah terbuka lebih lebar dan dan semakin lebar, dan indra pembeda menyesuaikan dengan aliran gambar dan pemandangan yang memang telah diatur oleh pengeendali media massa yang adalah agen-agen setan. Adalah mudah membenarkan bahasa yang merendahkan nilai karena penggunaan kata-kata seru di mana-mana oleh pembawa berita televisi yang populer, iklan yang dihiasi dengan tarik ulur yang merendahkan standar moral Kristen dengan halus, dan program-program hiburan yang tidak lain adalah penyembahan kepada Setan.
Menjadi semakin sulit untuk dipercaya bahwa bahkan tontonan yang dipilih secara paling berhati-hati sekalipun tidak akan menghasilkan ketidakpekaan rohani. Perkataan-perkataan dan gambar-gambar pendek dari percakapan pasaran secara perlahan masuk ke dalam pertunjukan pendidikan yang sangat dipuji-puji. Banyak yang berpendapat bahwa kita harus belajar hidup dengan bahasa seperti ini karena itu ada di sekitar kita setiap saat. Memang benar bahwa kita sering mendengar kekasaran dunia di sekeliling kita, namun apakah kita harus dengan sengaja meng-expose diri kita kepada sesuatu yang seharusnya dapat kita hindarkan?
Kebenarannya adalah bahwa kita menghadapi pergumulan yang berat untuk berpaling dari pemandangan-pemandangan kejahatan yang memikat yang tidak dapat kita hindarkan ketika kita berada di jalanan. Begitu banyaknya pencobaan yang setan ciptakan dimana-mana yang memenuhi seluruh waktu dan usaha kita, namun kita tidak perluh secara sengaja membawa masuk sumber pencobaan ke dalam ruang keluarga.
Apa yang gagal dipahami oleh banyak orang adalah bahwa ada dosa di dalam pemandangan. Jikalau seseorang ada di belakang Ibu Hawa di Taman Eden dan bertanya kepadanya apakah yang dilakukannya di depan pohon larangan itu, ia barangkali akan menjawab, "Saya hanya melihat-lihat." Namun apa yang dilihat-lihat oleh Hawa membawa kepada penderitaan berlipat ganda dan pada akhirnya kematian dari milyaran umat manusia selama kurang lebih enam ribu tahun yang tragis.
Raja Daud bangun dari tidur sore, dan dengan diam-diam, dan tidak sengaja, melihat istri tetangganya yang cantik sedang mandi di taman di atas atap rumah Mediterania-nya. Tampaknya, jikalau seseorang bertanya kepada Daud apa yang sedang dilakukannya, ia akan menjawab, "Cuma melihat-lihat saja." Namun apa yang dilihatnya membawa kepada perzinahan dan pembunuhan, dosa yang mempengaruhi suatu bangsa untuk melupakan Tuhan. Akibat ketidakbermoralannya dengan Batseba berbekas tajam di dalam keluarga Daud sehingga empat dari anak-anaknya sendiri diambil daripadanya melalui tragedi atau kemurtadan. Betapa pahitnya ia kemudian meratapi akibat-akibat yang mengerikan dari "melihat-lihat" yang tampaknya tidak berbahaya.
Pengaruh yang tetap melekat dari pola-pola mental adalah perlu diperhatikan. Dengan melihat kita diubahkan. Pikiran-pikiran dihasilkan dari apa yang dilihat oleh seseorang. " Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia." Amsal 23:7. Ini membawa kita kepada salah satu argumentasi yang paling khidmat bahwa televisi dapat merusak kehidupan Kristen. Ini didasarkan atas prinsip partisipasi mental atau dari pengalaman orang lain di dalam dosa. Yesus menyatakan, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Matius 5:27, 28.
Tolonglah perhatikan bahwa pikiran dapat menciptakan suatu gambar mental yang realistis bahwa orang sesungguhnya menjadi begitu terlibat dalam gambar-gambar imajinasi. Partisipasi menjadi begitu nyata sehingga Yesus mengatakan bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita izinkan masuk ke dalam pikiran kita, seolah kita melakukannya melalui tindakan fisik itu sendiri. Karena otak adalah pusat keputusan bagi seluruh tubuh, setiap tindakan yang dilakukan haruslah pertama-tama terbentuk di dalam pikiran sebelum diterjemahkan ke dalam tindakan. Otak, melalui sistem komunikasi syaraf yang luas, mengirimkan pesan ke tangan, kaki dan organ tubuh lainnya untuk melakukan tindakan. Namun, ini adalah titik persis pencobaan terberat. Menyimpan gambar mental hingga mengirimkan perintah untuk dilakukan oleh tubuh yang bersifat sangat angkuh dan melemahkan bagi kehendak sehingga sedikit orang yang mampu berbalik dari menuruti perintah itu.
Satu-satunya perlindungan yang pasti dari dosa bagi orang Kristen adalah menolak imajinasi atau pikiran jahat yang berusaha dimasukkan oleh Setan ke dalam pikiran. Sekali perbuatan jahat telah diterima dan direnungkan, meskipun hanya sebagai pikiran, hubungan akrab yang luar biasa antara pikiran dan tubuh mulai menghasilkan reaksi-reaksi fisik. Dengan kecepatan listrik otak mengirimkan pesan yang memperingatkan seluruh tubuh terhadap tindakan yang dipikirkan. Sekarang pikiran dan tubuh bersatu menekan seseorang untuk melakukan tindakan itu.
Namun marilah kita menganggap bahwa tidaklah mungkin bagi seseorang untuk melakukan pemanjaan fisik yang dipicu oleh pikiran. Barangkali suatu sikap penuh hawa nafsu telah dihasilkan di dalam pikiran, namun tidak seorangpun yang diajak berpartisipasi di dalam tindakan dosa. Atau jikalau dia adalah seorang Kristen, ia mungkin memiliki kecenderungan keras melawan tindakan yang dipikirkan itu sehingga ia menolak melakukan dorongan pikiran itu. Dalam hal ini, dosa ada hanya di dalam imajinasinya. Namun demikianlah kuasa pikiran, sehingga di mata Tuhan, pelaksanaan dosa secara mental tanpa partisipasi nyata dianggap serius sebagai pemanjaan fisik itu sendiri.
Sekarang marilah kita menerapkan prinsip ini kepada menonton televisi. Tidak ada penggambaran lain yang lebih hidup dari partisipasi dengan melihat. Meskipun penonton mungkin cukup dewasa untuk mengetahui bahwa pemandangan itu hanyalah situasi pura-pura yang dikarang saja, namun ia menjadi begitu terlibat secara emosional dengan gambaran seolah-olah ia benar-benar menghidupkan pengalaman itu. Jantung berdegup karena takut, mata dipenuhi air mata, dan penonton secara mental memproyeksikan dirinya ke dalam pemandangan itu. Apakah berperang atau melemparkan dirinya dari situasi yang menyedihkan itu, penderitaan trauma dari penyakit yang tidak dapat disembuhkan, atau menyerah kepada kesenangan akan pemandangan tempat tidur yang provokatif, penonton terperangkap di dalam alur cerita, berpartisipasi secara perwakilan dalam penjelajahan si pahlawan. Yesus berkata bahwa partisipasi seperti ini adalah sama salahnya dengan keterlibatan fisik yang nyata.
Cobalah bayangkan strategi fantastis Setan dalam penggunaan media televisi. Menegangkan pikiran bahkan jikalau kita memikirkannya. Inilah suatu keadaan yang dinspirasikan oleh iblis menjadi satu tindakan dari dosa yang disimulasikan; misalnya, gambaran perzinahan yang pura-pura dan artifisial. Namun melalui manipulasi emosi, Setan dapat mengubah satu dosa yang dilakukan itu menjadi jutaan dosa perzinahan yang sesungguhnya, karena jutaan orang akan memproyeksikan dirinya ke dalam gambar itu. Dan di dalam pikiran mereka itu bukanlah pura-pura. Itu begitu nyata bahkan tubuh mereka ikut bereaksi. Emosi hawa nafsu dan ketakutan begitu penuh terobsesi si penonton sehingga meskipun mereka tidak dapat mengambil bagian secara fisik di dalam dosa itu, pikiran dan kehendak dipengaruhi melalui cara yang sama seolah mereka mengambil bagian. Dan yang lebih serius lagi, Tuhan menuntut mereka sama bersalahnya seolah mereka sendiri telah melakukannya.
Betapa suatu cara yang cerdik dan penuh muslihat untuk mengubah orang menjadi pencuri, pembunuh dan pezinah! Setan hanya perlu bekerja dengan penulis naskah dan aktor untuk menghasilkan alur-alur cerita yang yang paling emosional, realistis, dan memikat. Dari titik itu, hukum alam pikiran mengambil alih, dan penonton menjadi terperangkap secara emosional dari apa yang mereka izinkan untuk dilihat. Suatu hari mereka akan menghidupkan pengalaman sebagai pencuri toko, keesokan harinya sebagai pembunuh, dan kemudian pelaku amoral atau perzinahan. Bagi si aktor di layar, itu adalah kepura-puraan yang tidak masuk akal, namun bagi si penonton, itu setidaknya untuk sesaat adalah suatu kesempatan untuk melakukan perkara-perkara yang menyenangkan yang dilarang oleh Tuhan dan masyarakat, tanpa harus menghadapi akibat-akibat dari melakukannya. Namun apakah kita harus menghadapi akibat-akibatnya? Barangkali bukan secara fisik, melainkan tanggung jawab moral karena perbuatan-perbuatan tanpa partisipasi yang harus dihadapi setiap orang dalam penghakiman. Bagi mereka yang tidak mengakui dan meninggalkan dosa-dosa itu, betapa suatu tanggung jawab yang mengerikan yang harus ditanggung karena pelacuran terhadap kuasa-kuasa kudus dari pikiran dan kehendak.
Tentulah prinsip dosa ini dapat menjelaskan mengapa Alkitab berbicara begitu keras tentang perkara lima panca indra kita. Yesus menjelaskan bahwa tidak boleh ada usaha setengah-setengah untuk melindungi jalan-jalan masuk ke dalam pikiran. Segera setelah perkataanNya tentang memandang seorang perempuan dengan hawa nafsu, Ia berkata: "Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka." Matius 5:29.
Tentu saja Yesus tidak sedang berbicara tentang sekedar mata jasmani. Seseorang bisa saja kehilangan satu mata dan masih jahat dan bengkok. Yesus sedang berbicara tentang perkara-perkara yang difokuskan oleh mata dan dampak yang dapat disebabkan olehnya. Jikalau mata melihat kepada sesuatu yang dapat menggiring pikiran untuk memikirkan dosa, Yesus berkata bahwa tindakan yang paling dramatis harus dilakukan untuk menghapuskan pemandangan ini dari pandangan. Dengan perkataan lain, "Janganlah lanjutkan melihat sesuatu yang bersifat menyinggung atau melanggar dan provokatif secara rohani." Melakukan itu dapat membawa ke dalam dosa dan menyebabkan seseorang "dicampakkan ke dalam neraka."
Perintah Kristus adalah "cungkillah," yaitu berpalinglah dari apa yang sedang dilihat oleh mata. Pilihannya ada pada kita. Satu-satunya cara untuk memiliki pikiran yang murni adalah melihat, mendengarkan, dan berbicara hanya tentang perkara-perkara yang murni. Paulus berkata, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Filipi 4:8. Rahasia untuk menjadi suci, jujur, penuh kebajikan adalah berpikir dengan cara itu, dan cara kita berpikir adalah ditentukan oleh apa yang kita lihat, dengar dan katakan. Daud berkata, "Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku." Mazmur 101:3.
Tentang faktor-faktor rohani ini kita dapat menambahkan berhalaman-halaman statistik yang mengejutkan tentang efek kekerasan televisi terhadap pikiran dan moral, terhadap dorongan kejahatan, dan prestasi skolastik. Ini sangat dikenal dan seringkali diulang. Tak seorangpun akan pernah mengetahui secara pasti berapa banyak cetak biru kejahatan telah diceritakan secara rinci di dalam sebuah kisah dalam televisi, dan kemudian dilaksanakan melalui berbagai-bagai perampokan, pencurian, dan pemerkosaan.
Masyarakat saat ini berada di ujung kepuasan yang semakin berkembang menuju kekerasan dan penderitaan manusia. Melalui televisi secara terus menerus melihat kejahatan dan ketidakmanusiawian telah menciptakan suatu iklim ketidakperdulian yang luar biasa terhadap sesama manusia. Orang tidak mau terlibat. Biasanya mereka melintasi korban penyerangan. Reaksi umum terhadap bencana alam seperti gempa bumi,banjir,atau kelaparan hampir kelu. Gambar-gambar ribuan orang mati di Amerika Selatan atau Turki dalam berita jam 6 sore bahkan memberi semakin sedikit kesan dibandingkan pemandangan dalam film larut malam semalam. Penggambaran kartun yang aneh yang telah dipersiapkan secara komersial untuk mengesankan tanggapan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kisah yang sesungguhnya tentang penderitaan dan kematian. Kepekaan yang halus terhadap perasaan iba hati telah ditumpulkan dan hampir dihancurkan oleh serangan emosi terus menerus oleh agen-agen setan para ahli "ketegangan dan kengerian" Hollywood.
Dampak kematian dikecilkan oleh pemajanan yang berlebihan. Bahkan laporan gambar dan berita tentang pembunuhan dan kematian ditunjukkan berulang-ulang dalam acara berturut-turut. Seolah-olah korban pembunuhan itu hidup kembali untuk dibunuh dan dibangkitkan berulang-ulang. Layar yang berkepanjangan tentang pembunuhan oleh Lee Harvey Oswald adalah contoh dari kekerasan televisi seperti ini. Pikiran pada akhirnya hampir menolak kenyataan tentang apa yang sedang ditonton.
Efek apakah yang pada akhirnya terdapat pada hati nurani dan tabiat manusia? Tidak diragukan lagi, terdapat keinginan yang tidak wajar untuk menyaksikan kekerasan tanpa perasaan bersalah. Sebagai penonton yang tidak berdosa, penonton TV bukanlah penyerang juga bukan korban.Dengan hanya menonton, dan tidak mam-pu turut campur, ia secara perlahan-lahan menyesuaikan diri kepada suatu mentalitas tidak bertindak yang memikat. Di bawah serangan terus menerus, pikiran sesungguhnya mengaburkan antara fantasi dan realitas. Inilah mengapa begitu banyak orang yang bisa bertahan dan menonton kebrutalan dan kekerasan di dalam kehidupan nyata tanpa mengangkat satu jari pun.
Seorang mempelai pria beberapa waktu yang lalu berkata,"Kami memulai hanya dengan kebutuhan-kebutuhan hidup yang seadanya; sebuah tempat tidur, sebuah kompor, dan sebuah televisi." Dengan 98 persen rumah tangga Amerika memiliki satu pesawat televisi, cobalah menggambarkan efek menyalanya selama 6½ jam.
Anak-anak menghabiskan sepertiga dari waktu terjaga mereka di bawah pengaruh gagasan dan falsafah yang mendera dan artifisial ini yang tidak dimulai oleh orangtua mereka dan seringkali mereka bahkan tidak menyadarinya. Telah ditemukan bahwa seperempat dari jumlah anak-anak antara 5-20 tahun menonton televisi lebih dari 5 jam setiap hari dalam hari sekolah mereka. Ini bahkan lebih panjang dari-pada ketika mereka dibawah pengawasan langsung oleh guru kelas mereka; lebih panjang daripada waktu mereka bermain setiap hari, ataupun waktu makan. Hanya waktu tidur yang lebih panjang daripada waktu menonton televisi mereka.
Jenis pesan apakah yang secara harafiah dimasukkan ke dalam pikiran-pikiran terbuka dari anak-anak ini? Dari seluruh acara televisi, 83 persen berisikan KEKERASAN, dan 98 persen kartun menunjukkan TINDAKAN KEKERASAN. Sesungguhnya, ketika anak-anak anda menonton kartun, mereka disuguhi dengan rata-rata 30 tindak kekerasan dalam setiap dua menit. Drama-drama Barat dan detektif tidak lebih baik, karena 97 persen berisikan kekerasan.
Namun bagaimanakah dengan anak-anak yang belum cukup umur untuk bersekolah? Terdapat hampir 12 juta anak usia antara 3 hingga 5 tahun. Menurut Indeks Televisi Nielsen, anak-anak usia pra-sekolah ini duduk di depan televisi selama rata-rata 54,1 jam setiap minggu. Pikirkanlah kekuatan yang dimasukkan ke dalam pikiran dan emosi yang masih labil dari anak-anak yang masih bayi ini. Selama hampir 64 persen dari jam-jam terjaga mereka, mereka menyerap ketegangan, kekerasan, dan kekosongan yang menegangkan saraf dari televisi komersial. Apakah kita heran mengapa generasi anak muda yang lebih tua tampaknya menghadapi kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan nyata dan dengan orang banyak?
Dr. Victor B. Cline dari Universitas Utah telah memperkirakan bahwa antara usia taman kanak-kanak dan 14 tahun, seorang anak menyaksikan kematian dengan kekerasan dari lebih 13.000 manusia di layar televisi. Karena anak-anak di bawah usia pra-taman kanak-kanak menonton televisi dalam 64 persen waktu siang mereka, cobalah bayangkan berapa banyak pembunuhan yang mereka saksikan melampaui 13.000 tersebut. Tidak ada seorang veteran perang yang berperang setiap hari sekalipun yang mencapai kengerian dan pembunuhan seperti dalam televisi setiap hari.
Barangkali penelitian yang paling lengkap tentang serangan televisi didokumentasikan oleh Alfred Bandura and Associates, dan diterbitkan dalam Journal of Abnormal and Social Psychology. Kesimpulan-kesimpulan mereka diambil dari pengamatan nyata terhadap anak-anak normal, diukur melalui reaksi-reaksi kelompok perlakuan, ketika ditontonkan kekerasan di layar televisi. Kesimpulan mereka yang mengesankan adalah bahwa serangan yang difilmkan meningkatkan sikap agresif pada anak-anak. Mereka secara pasti meniru perilaku kekerasan yang mereka tonton dalam acara televisi.
Di tahun 1969 Komisi Nasional bagi Penyebab dan Pencegahan Kekerasan menyampaikan laporan penelitian mereka yang mendalam. Beginilah intisari kesimpulan mereka: "Sejumlah besar bukti-bukti penelitian yang ada secara keras menunjukkan...bahwa kekerasan dalam acara-acara televisi dapat dan memang memiliki akibat buruk terhadap penonton khususnya penonton anak-anak."
Salah satu akibat yang nyata dan menyedihkan dari kecanduan televisi pada anak adalah putusnya hubungan komunikasi yang tragis dengan orangtua. Selama lima jam terpenting setiap hari mutlak tidak terjadi interaksi dengan siapapun. Dr. D.M. Azimi, Ketua Jurusan Sosiologi dan Antropologi di Universitas Pennsylvania di Indiana, Pennsylvania, percaya bahwa anak-anak dapat "berhalusinasi" dengan pertunjukan-pertunjukkan dan diisi dengan kekerasan, seks, dan serangan. "Cobalah sela seseorang yang sedang menonton televisi dan perhatikanlah kerasukan yang mendalam yang sedang dialaminya. Ia akan menjadi jengkel kepada anda karena menyerobot masuk ke dalam lamunannya seperti sedang kecanduan, namun jikalau anda menanyakan apa yang baru saja dikatakan dalam acara itu, ia tidak akan dapat mengatakannya.
"Para orangtua menjadi "pendorong" televisi kepada anak-anak mereka. Sebagian besar anak-anak, pada usia yang amat dini, ingin memiliki hubungan yang akrab dan hangat dengan orangtua mereka. Namun orangtua mereka berkata, 'Pergilah menonton televisi saja. Saya sibuk.'
"Segera saja kebiasaan menguasai mereka dan mereka mulai duduk dengan mata menatap ke layar, dalam keadaan kelenger, 'terpaku' oleh TV. Dan sekali mereka memperoleh kebiasaan itu, sangatlah sulit menjauh daripadanya sebagaimana sulitnya menjauh dari obat-obatan."
Jikalau orangtua tidak melindungi anak-anak mereka sendiri dari serangan emosional televisi yang terus menerus, siapakah yang akan melakukannya?Perusahaan ini tidak memikirkan anak-anak siapapun. Mereka hanya menginginkan satu hal—komsumsi. Tidak diperlukan seorang ahli untuk melihat bahwa seruan utama mereka adalah kesia-siaan manusia, nafsu dan keserakahan. Ahli psikologi pemasaran mengarahkan iklan-iklan mereka kepada anak-anak yang tidak berdosa yang matanya terbelalak yang tidak memiliki pertahanan. Namun, pengakuan-pengakuan munafik dan spektakuler mereka segera tidak terbuktikan, dan kepalsuannya terbuka. Akibat sesudahnya yang menyedihkan adalah sikap sinisme yang merusak dan ketidakpercayaan anak-anak muda.
Apakah anda pernah melihat apakah stereotipe yang digambarkan pada rata-rata acara televisi? Guru-guru biasanya digambarkan orang-orang salah tempat yang tidak berkemampuan dan penuh balas dendam. Kebahagiaan adalah menjadi muda dan seksi. Perkawinan digambarkan sebagai jerat dungu, atau sesuatu yang dipamerkan dengan ketidaksetiaan yang menyenangkan. Orangtua seringkali diproyeksikan sebagai pasangan yang ketinggalan zaman, cerewet, tanpa memiliki wewenang ataupun kemampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal. Landasan rumah tangga dan masyarakat dirusak secara halus dan sistematis oleh sebagian terbesar pertunjukan-pertunjukan televisi, termasuk beberapa acara-acara yang paling populer. Maka tidaklah mengherankan bahwa masalah sosial terbesar kita saat ini adalah bagaimana memelihara keluarga dari kemusnahan sebagai unit terkecil masyarakat.
Disadur dari buku: Creeping Compromise (Kompromi Perlahan-lahan), New York: Homeward Publishing, "Perangkap Televisi", 2002.
By Joe Crews
Sumber: Akhirzaman.org Baca Selengkapnya...
Menjadi semakin sulit untuk dipercaya bahwa bahkan tontonan yang dipilih secara paling berhati-hati sekalipun tidak akan menghasilkan ketidakpekaan rohani. Perkataan-perkataan dan gambar-gambar pendek dari percakapan pasaran secara perlahan masuk ke dalam pertunjukan pendidikan yang sangat dipuji-puji. Banyak yang berpendapat bahwa kita harus belajar hidup dengan bahasa seperti ini karena itu ada di sekitar kita setiap saat. Memang benar bahwa kita sering mendengar kekasaran dunia di sekeliling kita, namun apakah kita harus dengan sengaja meng-expose diri kita kepada sesuatu yang seharusnya dapat kita hindarkan?
Kebenarannya adalah bahwa kita menghadapi pergumulan yang berat untuk berpaling dari pemandangan-pemandangan kejahatan yang memikat yang tidak dapat kita hindarkan ketika kita berada di jalanan. Begitu banyaknya pencobaan yang setan ciptakan dimana-mana yang memenuhi seluruh waktu dan usaha kita, namun kita tidak perluh secara sengaja membawa masuk sumber pencobaan ke dalam ruang keluarga.
Apa yang gagal dipahami oleh banyak orang adalah bahwa ada dosa di dalam pemandangan. Jikalau seseorang ada di belakang Ibu Hawa di Taman Eden dan bertanya kepadanya apakah yang dilakukannya di depan pohon larangan itu, ia barangkali akan menjawab, "Saya hanya melihat-lihat." Namun apa yang dilihat-lihat oleh Hawa membawa kepada penderitaan berlipat ganda dan pada akhirnya kematian dari milyaran umat manusia selama kurang lebih enam ribu tahun yang tragis.
Raja Daud bangun dari tidur sore, dan dengan diam-diam, dan tidak sengaja, melihat istri tetangganya yang cantik sedang mandi di taman di atas atap rumah Mediterania-nya. Tampaknya, jikalau seseorang bertanya kepada Daud apa yang sedang dilakukannya, ia akan menjawab, "Cuma melihat-lihat saja." Namun apa yang dilihatnya membawa kepada perzinahan dan pembunuhan, dosa yang mempengaruhi suatu bangsa untuk melupakan Tuhan. Akibat ketidakbermoralannya dengan Batseba berbekas tajam di dalam keluarga Daud sehingga empat dari anak-anaknya sendiri diambil daripadanya melalui tragedi atau kemurtadan. Betapa pahitnya ia kemudian meratapi akibat-akibat yang mengerikan dari "melihat-lihat" yang tampaknya tidak berbahaya.
Pengaruh yang tetap melekat dari pola-pola mental adalah perlu diperhatikan. Dengan melihat kita diubahkan. Pikiran-pikiran dihasilkan dari apa yang dilihat oleh seseorang. " Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia." Amsal 23:7. Ini membawa kita kepada salah satu argumentasi yang paling khidmat bahwa televisi dapat merusak kehidupan Kristen. Ini didasarkan atas prinsip partisipasi mental atau dari pengalaman orang lain di dalam dosa. Yesus menyatakan, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Matius 5:27, 28.
Tolonglah perhatikan bahwa pikiran dapat menciptakan suatu gambar mental yang realistis bahwa orang sesungguhnya menjadi begitu terlibat dalam gambar-gambar imajinasi. Partisipasi menjadi begitu nyata sehingga Yesus mengatakan bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita izinkan masuk ke dalam pikiran kita, seolah kita melakukannya melalui tindakan fisik itu sendiri. Karena otak adalah pusat keputusan bagi seluruh tubuh, setiap tindakan yang dilakukan haruslah pertama-tama terbentuk di dalam pikiran sebelum diterjemahkan ke dalam tindakan. Otak, melalui sistem komunikasi syaraf yang luas, mengirimkan pesan ke tangan, kaki dan organ tubuh lainnya untuk melakukan tindakan. Namun, ini adalah titik persis pencobaan terberat. Menyimpan gambar mental hingga mengirimkan perintah untuk dilakukan oleh tubuh yang bersifat sangat angkuh dan melemahkan bagi kehendak sehingga sedikit orang yang mampu berbalik dari menuruti perintah itu.
Satu-satunya perlindungan yang pasti dari dosa bagi orang Kristen adalah menolak imajinasi atau pikiran jahat yang berusaha dimasukkan oleh Setan ke dalam pikiran. Sekali perbuatan jahat telah diterima dan direnungkan, meskipun hanya sebagai pikiran, hubungan akrab yang luar biasa antara pikiran dan tubuh mulai menghasilkan reaksi-reaksi fisik. Dengan kecepatan listrik otak mengirimkan pesan yang memperingatkan seluruh tubuh terhadap tindakan yang dipikirkan. Sekarang pikiran dan tubuh bersatu menekan seseorang untuk melakukan tindakan itu.
Namun marilah kita menganggap bahwa tidaklah mungkin bagi seseorang untuk melakukan pemanjaan fisik yang dipicu oleh pikiran. Barangkali suatu sikap penuh hawa nafsu telah dihasilkan di dalam pikiran, namun tidak seorangpun yang diajak berpartisipasi di dalam tindakan dosa. Atau jikalau dia adalah seorang Kristen, ia mungkin memiliki kecenderungan keras melawan tindakan yang dipikirkan itu sehingga ia menolak melakukan dorongan pikiran itu. Dalam hal ini, dosa ada hanya di dalam imajinasinya. Namun demikianlah kuasa pikiran, sehingga di mata Tuhan, pelaksanaan dosa secara mental tanpa partisipasi nyata dianggap serius sebagai pemanjaan fisik itu sendiri.
Sekarang marilah kita menerapkan prinsip ini kepada menonton televisi. Tidak ada penggambaran lain yang lebih hidup dari partisipasi dengan melihat. Meskipun penonton mungkin cukup dewasa untuk mengetahui bahwa pemandangan itu hanyalah situasi pura-pura yang dikarang saja, namun ia menjadi begitu terlibat secara emosional dengan gambaran seolah-olah ia benar-benar menghidupkan pengalaman itu. Jantung berdegup karena takut, mata dipenuhi air mata, dan penonton secara mental memproyeksikan dirinya ke dalam pemandangan itu. Apakah berperang atau melemparkan dirinya dari situasi yang menyedihkan itu, penderitaan trauma dari penyakit yang tidak dapat disembuhkan, atau menyerah kepada kesenangan akan pemandangan tempat tidur yang provokatif, penonton terperangkap di dalam alur cerita, berpartisipasi secara perwakilan dalam penjelajahan si pahlawan. Yesus berkata bahwa partisipasi seperti ini adalah sama salahnya dengan keterlibatan fisik yang nyata.
Cobalah bayangkan strategi fantastis Setan dalam penggunaan media televisi. Menegangkan pikiran bahkan jikalau kita memikirkannya. Inilah suatu keadaan yang dinspirasikan oleh iblis menjadi satu tindakan dari dosa yang disimulasikan; misalnya, gambaran perzinahan yang pura-pura dan artifisial. Namun melalui manipulasi emosi, Setan dapat mengubah satu dosa yang dilakukan itu menjadi jutaan dosa perzinahan yang sesungguhnya, karena jutaan orang akan memproyeksikan dirinya ke dalam gambar itu. Dan di dalam pikiran mereka itu bukanlah pura-pura. Itu begitu nyata bahkan tubuh mereka ikut bereaksi. Emosi hawa nafsu dan ketakutan begitu penuh terobsesi si penonton sehingga meskipun mereka tidak dapat mengambil bagian secara fisik di dalam dosa itu, pikiran dan kehendak dipengaruhi melalui cara yang sama seolah mereka mengambil bagian. Dan yang lebih serius lagi, Tuhan menuntut mereka sama bersalahnya seolah mereka sendiri telah melakukannya.
Betapa suatu cara yang cerdik dan penuh muslihat untuk mengubah orang menjadi pencuri, pembunuh dan pezinah! Setan hanya perlu bekerja dengan penulis naskah dan aktor untuk menghasilkan alur-alur cerita yang yang paling emosional, realistis, dan memikat. Dari titik itu, hukum alam pikiran mengambil alih, dan penonton menjadi terperangkap secara emosional dari apa yang mereka izinkan untuk dilihat. Suatu hari mereka akan menghidupkan pengalaman sebagai pencuri toko, keesokan harinya sebagai pembunuh, dan kemudian pelaku amoral atau perzinahan. Bagi si aktor di layar, itu adalah kepura-puraan yang tidak masuk akal, namun bagi si penonton, itu setidaknya untuk sesaat adalah suatu kesempatan untuk melakukan perkara-perkara yang menyenangkan yang dilarang oleh Tuhan dan masyarakat, tanpa harus menghadapi akibat-akibat dari melakukannya. Namun apakah kita harus menghadapi akibat-akibatnya? Barangkali bukan secara fisik, melainkan tanggung jawab moral karena perbuatan-perbuatan tanpa partisipasi yang harus dihadapi setiap orang dalam penghakiman. Bagi mereka yang tidak mengakui dan meninggalkan dosa-dosa itu, betapa suatu tanggung jawab yang mengerikan yang harus ditanggung karena pelacuran terhadap kuasa-kuasa kudus dari pikiran dan kehendak.
Tentulah prinsip dosa ini dapat menjelaskan mengapa Alkitab berbicara begitu keras tentang perkara lima panca indra kita. Yesus menjelaskan bahwa tidak boleh ada usaha setengah-setengah untuk melindungi jalan-jalan masuk ke dalam pikiran. Segera setelah perkataanNya tentang memandang seorang perempuan dengan hawa nafsu, Ia berkata: "Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka." Matius 5:29.
Tentu saja Yesus tidak sedang berbicara tentang sekedar mata jasmani. Seseorang bisa saja kehilangan satu mata dan masih jahat dan bengkok. Yesus sedang berbicara tentang perkara-perkara yang difokuskan oleh mata dan dampak yang dapat disebabkan olehnya. Jikalau mata melihat kepada sesuatu yang dapat menggiring pikiran untuk memikirkan dosa, Yesus berkata bahwa tindakan yang paling dramatis harus dilakukan untuk menghapuskan pemandangan ini dari pandangan. Dengan perkataan lain, "Janganlah lanjutkan melihat sesuatu yang bersifat menyinggung atau melanggar dan provokatif secara rohani." Melakukan itu dapat membawa ke dalam dosa dan menyebabkan seseorang "dicampakkan ke dalam neraka."
Perintah Kristus adalah "cungkillah," yaitu berpalinglah dari apa yang sedang dilihat oleh mata. Pilihannya ada pada kita. Satu-satunya cara untuk memiliki pikiran yang murni adalah melihat, mendengarkan, dan berbicara hanya tentang perkara-perkara yang murni. Paulus berkata, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Filipi 4:8. Rahasia untuk menjadi suci, jujur, penuh kebajikan adalah berpikir dengan cara itu, dan cara kita berpikir adalah ditentukan oleh apa yang kita lihat, dengar dan katakan. Daud berkata, "Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku." Mazmur 101:3.
Tentang faktor-faktor rohani ini kita dapat menambahkan berhalaman-halaman statistik yang mengejutkan tentang efek kekerasan televisi terhadap pikiran dan moral, terhadap dorongan kejahatan, dan prestasi skolastik. Ini sangat dikenal dan seringkali diulang. Tak seorangpun akan pernah mengetahui secara pasti berapa banyak cetak biru kejahatan telah diceritakan secara rinci di dalam sebuah kisah dalam televisi, dan kemudian dilaksanakan melalui berbagai-bagai perampokan, pencurian, dan pemerkosaan.
Masyarakat saat ini berada di ujung kepuasan yang semakin berkembang menuju kekerasan dan penderitaan manusia. Melalui televisi secara terus menerus melihat kejahatan dan ketidakmanusiawian telah menciptakan suatu iklim ketidakperdulian yang luar biasa terhadap sesama manusia. Orang tidak mau terlibat. Biasanya mereka melintasi korban penyerangan. Reaksi umum terhadap bencana alam seperti gempa bumi,banjir,atau kelaparan hampir kelu. Gambar-gambar ribuan orang mati di Amerika Selatan atau Turki dalam berita jam 6 sore bahkan memberi semakin sedikit kesan dibandingkan pemandangan dalam film larut malam semalam. Penggambaran kartun yang aneh yang telah dipersiapkan secara komersial untuk mengesankan tanggapan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kisah yang sesungguhnya tentang penderitaan dan kematian. Kepekaan yang halus terhadap perasaan iba hati telah ditumpulkan dan hampir dihancurkan oleh serangan emosi terus menerus oleh agen-agen setan para ahli "ketegangan dan kengerian" Hollywood.
Dampak kematian dikecilkan oleh pemajanan yang berlebihan. Bahkan laporan gambar dan berita tentang pembunuhan dan kematian ditunjukkan berulang-ulang dalam acara berturut-turut. Seolah-olah korban pembunuhan itu hidup kembali untuk dibunuh dan dibangkitkan berulang-ulang. Layar yang berkepanjangan tentang pembunuhan oleh Lee Harvey Oswald adalah contoh dari kekerasan televisi seperti ini. Pikiran pada akhirnya hampir menolak kenyataan tentang apa yang sedang ditonton.
Efek apakah yang pada akhirnya terdapat pada hati nurani dan tabiat manusia? Tidak diragukan lagi, terdapat keinginan yang tidak wajar untuk menyaksikan kekerasan tanpa perasaan bersalah. Sebagai penonton yang tidak berdosa, penonton TV bukanlah penyerang juga bukan korban.Dengan hanya menonton, dan tidak mam-pu turut campur, ia secara perlahan-lahan menyesuaikan diri kepada suatu mentalitas tidak bertindak yang memikat. Di bawah serangan terus menerus, pikiran sesungguhnya mengaburkan antara fantasi dan realitas. Inilah mengapa begitu banyak orang yang bisa bertahan dan menonton kebrutalan dan kekerasan di dalam kehidupan nyata tanpa mengangkat satu jari pun.
Seorang mempelai pria beberapa waktu yang lalu berkata,"Kami memulai hanya dengan kebutuhan-kebutuhan hidup yang seadanya; sebuah tempat tidur, sebuah kompor, dan sebuah televisi." Dengan 98 persen rumah tangga Amerika memiliki satu pesawat televisi, cobalah menggambarkan efek menyalanya selama 6½ jam.
Anak-anak menghabiskan sepertiga dari waktu terjaga mereka di bawah pengaruh gagasan dan falsafah yang mendera dan artifisial ini yang tidak dimulai oleh orangtua mereka dan seringkali mereka bahkan tidak menyadarinya. Telah ditemukan bahwa seperempat dari jumlah anak-anak antara 5-20 tahun menonton televisi lebih dari 5 jam setiap hari dalam hari sekolah mereka. Ini bahkan lebih panjang dari-pada ketika mereka dibawah pengawasan langsung oleh guru kelas mereka; lebih panjang daripada waktu mereka bermain setiap hari, ataupun waktu makan. Hanya waktu tidur yang lebih panjang daripada waktu menonton televisi mereka.
Jenis pesan apakah yang secara harafiah dimasukkan ke dalam pikiran-pikiran terbuka dari anak-anak ini? Dari seluruh acara televisi, 83 persen berisikan KEKERASAN, dan 98 persen kartun menunjukkan TINDAKAN KEKERASAN. Sesungguhnya, ketika anak-anak anda menonton kartun, mereka disuguhi dengan rata-rata 30 tindak kekerasan dalam setiap dua menit. Drama-drama Barat dan detektif tidak lebih baik, karena 97 persen berisikan kekerasan.
Namun bagaimanakah dengan anak-anak yang belum cukup umur untuk bersekolah? Terdapat hampir 12 juta anak usia antara 3 hingga 5 tahun. Menurut Indeks Televisi Nielsen, anak-anak usia pra-sekolah ini duduk di depan televisi selama rata-rata 54,1 jam setiap minggu. Pikirkanlah kekuatan yang dimasukkan ke dalam pikiran dan emosi yang masih labil dari anak-anak yang masih bayi ini. Selama hampir 64 persen dari jam-jam terjaga mereka, mereka menyerap ketegangan, kekerasan, dan kekosongan yang menegangkan saraf dari televisi komersial. Apakah kita heran mengapa generasi anak muda yang lebih tua tampaknya menghadapi kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan nyata dan dengan orang banyak?
Dr. Victor B. Cline dari Universitas Utah telah memperkirakan bahwa antara usia taman kanak-kanak dan 14 tahun, seorang anak menyaksikan kematian dengan kekerasan dari lebih 13.000 manusia di layar televisi. Karena anak-anak di bawah usia pra-taman kanak-kanak menonton televisi dalam 64 persen waktu siang mereka, cobalah bayangkan berapa banyak pembunuhan yang mereka saksikan melampaui 13.000 tersebut. Tidak ada seorang veteran perang yang berperang setiap hari sekalipun yang mencapai kengerian dan pembunuhan seperti dalam televisi setiap hari.
Barangkali penelitian yang paling lengkap tentang serangan televisi didokumentasikan oleh Alfred Bandura and Associates, dan diterbitkan dalam Journal of Abnormal and Social Psychology. Kesimpulan-kesimpulan mereka diambil dari pengamatan nyata terhadap anak-anak normal, diukur melalui reaksi-reaksi kelompok perlakuan, ketika ditontonkan kekerasan di layar televisi. Kesimpulan mereka yang mengesankan adalah bahwa serangan yang difilmkan meningkatkan sikap agresif pada anak-anak. Mereka secara pasti meniru perilaku kekerasan yang mereka tonton dalam acara televisi.
Di tahun 1969 Komisi Nasional bagi Penyebab dan Pencegahan Kekerasan menyampaikan laporan penelitian mereka yang mendalam. Beginilah intisari kesimpulan mereka: "Sejumlah besar bukti-bukti penelitian yang ada secara keras menunjukkan...bahwa kekerasan dalam acara-acara televisi dapat dan memang memiliki akibat buruk terhadap penonton khususnya penonton anak-anak."
Salah satu akibat yang nyata dan menyedihkan dari kecanduan televisi pada anak adalah putusnya hubungan komunikasi yang tragis dengan orangtua. Selama lima jam terpenting setiap hari mutlak tidak terjadi interaksi dengan siapapun. Dr. D.M. Azimi, Ketua Jurusan Sosiologi dan Antropologi di Universitas Pennsylvania di Indiana, Pennsylvania, percaya bahwa anak-anak dapat "berhalusinasi" dengan pertunjukan-pertunjukkan dan diisi dengan kekerasan, seks, dan serangan. "Cobalah sela seseorang yang sedang menonton televisi dan perhatikanlah kerasukan yang mendalam yang sedang dialaminya. Ia akan menjadi jengkel kepada anda karena menyerobot masuk ke dalam lamunannya seperti sedang kecanduan, namun jikalau anda menanyakan apa yang baru saja dikatakan dalam acara itu, ia tidak akan dapat mengatakannya.
"Para orangtua menjadi "pendorong" televisi kepada anak-anak mereka. Sebagian besar anak-anak, pada usia yang amat dini, ingin memiliki hubungan yang akrab dan hangat dengan orangtua mereka. Namun orangtua mereka berkata, 'Pergilah menonton televisi saja. Saya sibuk.'
"Segera saja kebiasaan menguasai mereka dan mereka mulai duduk dengan mata menatap ke layar, dalam keadaan kelenger, 'terpaku' oleh TV. Dan sekali mereka memperoleh kebiasaan itu, sangatlah sulit menjauh daripadanya sebagaimana sulitnya menjauh dari obat-obatan."
Jikalau orangtua tidak melindungi anak-anak mereka sendiri dari serangan emosional televisi yang terus menerus, siapakah yang akan melakukannya?Perusahaan ini tidak memikirkan anak-anak siapapun. Mereka hanya menginginkan satu hal—komsumsi. Tidak diperlukan seorang ahli untuk melihat bahwa seruan utama mereka adalah kesia-siaan manusia, nafsu dan keserakahan. Ahli psikologi pemasaran mengarahkan iklan-iklan mereka kepada anak-anak yang tidak berdosa yang matanya terbelalak yang tidak memiliki pertahanan. Namun, pengakuan-pengakuan munafik dan spektakuler mereka segera tidak terbuktikan, dan kepalsuannya terbuka. Akibat sesudahnya yang menyedihkan adalah sikap sinisme yang merusak dan ketidakpercayaan anak-anak muda.
Apakah anda pernah melihat apakah stereotipe yang digambarkan pada rata-rata acara televisi? Guru-guru biasanya digambarkan orang-orang salah tempat yang tidak berkemampuan dan penuh balas dendam. Kebahagiaan adalah menjadi muda dan seksi. Perkawinan digambarkan sebagai jerat dungu, atau sesuatu yang dipamerkan dengan ketidaksetiaan yang menyenangkan. Orangtua seringkali diproyeksikan sebagai pasangan yang ketinggalan zaman, cerewet, tanpa memiliki wewenang ataupun kemampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal. Landasan rumah tangga dan masyarakat dirusak secara halus dan sistematis oleh sebagian terbesar pertunjukan-pertunjukan televisi, termasuk beberapa acara-acara yang paling populer. Maka tidaklah mengherankan bahwa masalah sosial terbesar kita saat ini adalah bagaimana memelihara keluarga dari kemusnahan sebagai unit terkecil masyarakat.
Disadur dari buku: Creeping Compromise (Kompromi Perlahan-lahan), New York: Homeward Publishing, "Perangkap Televisi", 2002.
By Joe Crews
Sumber: Akhirzaman.org Baca Selengkapnya...
Rabu, 15 Februari 2012
Memilih Pendamping Hidup
Tidak ada seorangpun yang hendak menikah ingin sengsara, atau menjalani kehidupan yang malang dalam pernikahan, akan tetapi banyak yang gagal mencegahnya. Kalau langkah-langkah menuju pernikahan diambil dengan tidak bijaksana, tidak ada pertimbangan yang tekun dan sungguh-sungguh, maka pernikahan akan menjadi salah satu alat setan yang efektif untuk meruntuhkan daya guna pemuda dan pemudi. Hidup itu akan menjadi suatu beban, menjadi satu kutuk. Tidak ada seorang yang dapat merusak kebahagiaan dan kegunaan seorang wanita dengan sangat menyedihkan serta membuat kehidupannya penuh beban yang meremukkan hati, selain dari suaminya sendiri; dan tidak ada seorang pun yang dapat melakukan seperseratus bahagian buat menghancurkan segala pengharapan dan cita-cita seorang suami serta merusak pengaruh dan karirnya selain daripada seorang istri. Sejak dari pernikahan itulah banyak pria dan wanita menentukan keberhasilannya dalam kehidupan yang akan datang.
1. Meminta Allah Yang Memilihkan.
Pernikahan merupakan sesuatu yang sangat mempengaruhi kehidupan di dalam dunia ini dan dalam dunia yang akan datang. Seorang Kristen yang tulus hati tidak akan meneruskan rencananya ke arah ini tanpa mengetahui bahwa Allah menyetujui jalannya. Ia tidak akan mau memilih bagi dirinya sendiri, melainkan akan merasa bahwa Allahlah yang harus memilihkan baginya. Jangan hendaknya kita menyenangkan diri sendiri, karena Kristus tidak menyenangkan Diri-Nya Sendiri. Bukannya maksud saya bahwa seseorang harus menikah dengan seseorang yang tidak dikasihinya. Hal ini dosa adanya. Tetapi khayalan dan perasaan emosional jangan dibiarkan menjadi penuntun kepada kehancuran. “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya...” Mazmur 127:1
2. Mengerti Dengan Benar Arti Berumah Tangga.
Mereka yang sedang berniat hendak menikah harus mempertimbangkan bagaimana kelak sifat dan pengaruh rumah tangga yang sedang mereka dirikan. Bila mereka menjadi orang tua, suatu tanggung jawab yang suci diamanatkan kepada mereka. Kesejahteraan anak-anak mereka di dunia ini, serta kebahagiaan mereka di dunia yang akan datang banyak sekali bergantung kepada mereka. Kebanyakan pria dan wanita yang telah bertindak memasuki hubungan pernikahan, tampaknya yang menjadi pertanyaan kepada mereka ialah, adakah mereka mencintai satu dengan yang lain atau tidak? Tetapi haruslah mereka menyadari bahwa tugas yang dipercayakan kepada mereka dalam pernikahan masih lebih jauh daripada itu. Mereka harus mempertimbangkan apakah keturunan mereka akan memiliki kesehatan jasmani, pikiran dan mempunyai moral yang kuat. Mereka yang menentukan sebagian besar kwalitas jasmani maupun akhlak yang diperoleh anak-anak kecil ini. Dan pada sifat rumah tanggalah bergantung keadaan masyarakat; kuatnya pengaruh setiap keluarga dapat dilihat pada naik turunnya neraca moral masyarakat. Kwalitas suatu masyarakat bergantung pada kwalitas suatu rumah tangga.
3. Selektif Dalam Bersahabat.
Orang-orang muda Kristen harus sangat berhati-hati dalam pembentukan persahabatan dan dalam pemilihan sahabat-sahabat. Berhati-hatilah, jangan-jangan apa yang engkau kira emas tulen terbukti hanyalah logam yang rendah mutunya. Pergaulan duniawi cenderung menjadi penghambat pada jalan pelayananmu kepada Allah, dan banyak jiwa dirusakkan oleh penyatuan yang tidak berbahagia, baik dalam perusahaan atau dalam perkawinan, dengan mereka yang sekali-kali tidak dapat mengangkat atau meninggikan derajat akhlak. Dari persahabatanlah ceritanya dimulai.
4. Perhatikan Perkembangan Tabiatnya.
Pertimbangkanlah setiap perasaan, dan perhatikanlah setiap perkembangan tabiat pada seorang yang akan engkau hubungkan dengan nasib kehidupanmu. Langkah yang sudah hampir engkau ambil itu paling penting dalam kehidupanmu, dan jangan hendaknya engkau ambil terburu-buru. Meskipun engkau mencintai, jangan hendaknya engkau mencintai secara buta.
5. Lihat Perubahan Pada Dirimu Ketika Dekat Dengan Dia.
Periksalah dengan saksama untuk melihat apakah kehidupanmu setelah berumah tangga akan berbahagia atau tidak serasi dan malang. Tanyakanlah sama dirimu, apakah penyatuan dalam hal nikah ini akan menolong membawa saya ke surga? Apakah hal itu akan menambah kasih saya bagi Allah? Dan apakah hal itu akan memperluas ruang lingkup pelayanan serta menambah dayaguna saya dalam kehidupan ini? Kalau segala pertimbangan ini tidak menunjukkan adanya penghambat, maka didalam takut akan Tuhan, maju terus!
6.Pastikan Kesehatan Jasmani, Pikiran, Dan Rohaninya.
Pemilihan seorang taman hidup harus diadakan sebaik-baiknya seperti, memastikan kesejahteraan jasmani, pikiran dan rohani guna orang tua dan anak-anak untuk mendatangkan berkat kepada sesama manusia dan menghormati Khalik mereka.
7.Jangan Takut Untuk Memulai Lagi Dengan Awal Yang Benar.
Adalah lebih baik memutuskan pertunangan yang tidak bijaksana dari pada berpikir nanti akan memperbaikinya dalam pernikahan. Janganlah berpendapat bahwa pertunangan itu memastikan perlunya bagimu untuk menikah serta mengikatkan diri seumur hidup kepada seorang, yang tidak dapat kamu kasihi dan hormati. Berhati-hatilah bagaimana mengadakan persyaratan pertunangan itu; tetapi, lebih baik memutuskan hubungan pertunangan itu sebelum menikah dan pisahkan diri, jika engkau mengerti bahwa hal itu harus dilakukan. Engkau boleh berkata: "Tetapi saya telah berjanji, apakah saya akan tarik janji itu kembali?" Aku menjawab, Kalau engkau telah berjanji berlawanan dengan Alkitab, dengan segala resiko tariklah janji itu kembali sebelum terlamhat, kemudian dengan rendah hati di hadapan Allah bertobatlah dari mabuk cinta yang telah membuat perjanjian tanpa pikir lebih mendalam. Jauh lebih baik membatalkan perjanjian yang demikian dengan takut kepada Allah, daripada meneruskannya, dengan menghina Khalikmu.
Biarlah tiap-tiap langkah yang menuju kepada persekutuan pernikahan ditandai dengan kejujuran, kesederhanaan, ketulusan dan dengan maksud yang tekun, berkenan dan menghormati Allah. Pernikahan mempengaruhi kehidupan di kemudian hari baik dalam dunia ini maupun dalam dunia yang akan datang. Orang Kristen yang tulus hati tidak pernah mengadakan rencana yang tidak berkenaan kepada Allah.
Sumber: akhirzaman.org Baca Selengkapnya...
1. Meminta Allah Yang Memilihkan.
Pernikahan merupakan sesuatu yang sangat mempengaruhi kehidupan di dalam dunia ini dan dalam dunia yang akan datang. Seorang Kristen yang tulus hati tidak akan meneruskan rencananya ke arah ini tanpa mengetahui bahwa Allah menyetujui jalannya. Ia tidak akan mau memilih bagi dirinya sendiri, melainkan akan merasa bahwa Allahlah yang harus memilihkan baginya. Jangan hendaknya kita menyenangkan diri sendiri, karena Kristus tidak menyenangkan Diri-Nya Sendiri. Bukannya maksud saya bahwa seseorang harus menikah dengan seseorang yang tidak dikasihinya. Hal ini dosa adanya. Tetapi khayalan dan perasaan emosional jangan dibiarkan menjadi penuntun kepada kehancuran. “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya...” Mazmur 127:1
2. Mengerti Dengan Benar Arti Berumah Tangga.
Mereka yang sedang berniat hendak menikah harus mempertimbangkan bagaimana kelak sifat dan pengaruh rumah tangga yang sedang mereka dirikan. Bila mereka menjadi orang tua, suatu tanggung jawab yang suci diamanatkan kepada mereka. Kesejahteraan anak-anak mereka di dunia ini, serta kebahagiaan mereka di dunia yang akan datang banyak sekali bergantung kepada mereka. Kebanyakan pria dan wanita yang telah bertindak memasuki hubungan pernikahan, tampaknya yang menjadi pertanyaan kepada mereka ialah, adakah mereka mencintai satu dengan yang lain atau tidak? Tetapi haruslah mereka menyadari bahwa tugas yang dipercayakan kepada mereka dalam pernikahan masih lebih jauh daripada itu. Mereka harus mempertimbangkan apakah keturunan mereka akan memiliki kesehatan jasmani, pikiran dan mempunyai moral yang kuat. Mereka yang menentukan sebagian besar kwalitas jasmani maupun akhlak yang diperoleh anak-anak kecil ini. Dan pada sifat rumah tanggalah bergantung keadaan masyarakat; kuatnya pengaruh setiap keluarga dapat dilihat pada naik turunnya neraca moral masyarakat. Kwalitas suatu masyarakat bergantung pada kwalitas suatu rumah tangga.
3. Selektif Dalam Bersahabat.
Orang-orang muda Kristen harus sangat berhati-hati dalam pembentukan persahabatan dan dalam pemilihan sahabat-sahabat. Berhati-hatilah, jangan-jangan apa yang engkau kira emas tulen terbukti hanyalah logam yang rendah mutunya. Pergaulan duniawi cenderung menjadi penghambat pada jalan pelayananmu kepada Allah, dan banyak jiwa dirusakkan oleh penyatuan yang tidak berbahagia, baik dalam perusahaan atau dalam perkawinan, dengan mereka yang sekali-kali tidak dapat mengangkat atau meninggikan derajat akhlak. Dari persahabatanlah ceritanya dimulai.
4. Perhatikan Perkembangan Tabiatnya.
Pertimbangkanlah setiap perasaan, dan perhatikanlah setiap perkembangan tabiat pada seorang yang akan engkau hubungkan dengan nasib kehidupanmu. Langkah yang sudah hampir engkau ambil itu paling penting dalam kehidupanmu, dan jangan hendaknya engkau ambil terburu-buru. Meskipun engkau mencintai, jangan hendaknya engkau mencintai secara buta.
5. Lihat Perubahan Pada Dirimu Ketika Dekat Dengan Dia.
Periksalah dengan saksama untuk melihat apakah kehidupanmu setelah berumah tangga akan berbahagia atau tidak serasi dan malang. Tanyakanlah sama dirimu, apakah penyatuan dalam hal nikah ini akan menolong membawa saya ke surga? Apakah hal itu akan menambah kasih saya bagi Allah? Dan apakah hal itu akan memperluas ruang lingkup pelayanan serta menambah dayaguna saya dalam kehidupan ini? Kalau segala pertimbangan ini tidak menunjukkan adanya penghambat, maka didalam takut akan Tuhan, maju terus!
6.Pastikan Kesehatan Jasmani, Pikiran, Dan Rohaninya.
Pemilihan seorang taman hidup harus diadakan sebaik-baiknya seperti, memastikan kesejahteraan jasmani, pikiran dan rohani guna orang tua dan anak-anak untuk mendatangkan berkat kepada sesama manusia dan menghormati Khalik mereka.
7.Jangan Takut Untuk Memulai Lagi Dengan Awal Yang Benar.
Adalah lebih baik memutuskan pertunangan yang tidak bijaksana dari pada berpikir nanti akan memperbaikinya dalam pernikahan. Janganlah berpendapat bahwa pertunangan itu memastikan perlunya bagimu untuk menikah serta mengikatkan diri seumur hidup kepada seorang, yang tidak dapat kamu kasihi dan hormati. Berhati-hatilah bagaimana mengadakan persyaratan pertunangan itu; tetapi, lebih baik memutuskan hubungan pertunangan itu sebelum menikah dan pisahkan diri, jika engkau mengerti bahwa hal itu harus dilakukan. Engkau boleh berkata: "Tetapi saya telah berjanji, apakah saya akan tarik janji itu kembali?" Aku menjawab, Kalau engkau telah berjanji berlawanan dengan Alkitab, dengan segala resiko tariklah janji itu kembali sebelum terlamhat, kemudian dengan rendah hati di hadapan Allah bertobatlah dari mabuk cinta yang telah membuat perjanjian tanpa pikir lebih mendalam. Jauh lebih baik membatalkan perjanjian yang demikian dengan takut kepada Allah, daripada meneruskannya, dengan menghina Khalikmu.
Biarlah tiap-tiap langkah yang menuju kepada persekutuan pernikahan ditandai dengan kejujuran, kesederhanaan, ketulusan dan dengan maksud yang tekun, berkenan dan menghormati Allah. Pernikahan mempengaruhi kehidupan di kemudian hari baik dalam dunia ini maupun dalam dunia yang akan datang. Orang Kristen yang tulus hati tidak pernah mengadakan rencana yang tidak berkenaan kepada Allah.
Sumber: akhirzaman.org Baca Selengkapnya...
Rabu, 08 Februari 2012
Memalukan! Pendeta Goncang Malaysia Dengan Rencana Menikahi Pasangan Gay-nya
Nama Pendeta Ouyang Wen Feng menjadi pusat pemberitaan bagi media di Malaysia, pasalnya pendeta yang secara terbuka menyatakan dirinya seorang homoseksual ini menyatakan akan melangsungkan pernikahan dengan pacar prianya, yang berwarga negara Amerika dan tinggal di New York pada tahun depan dan akan melakukan resepsi pernikahan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Negara Malaysia sendiri mengharamkan homoseksual, pemerintah melarang film dan lagu yang liriknya mempromosikan kaum LGBT. Bahkan bagi pelaku sodomi akan mendapatkan ganjaran hukuman 20 tahun penjara.
Namun kritikan pedas yang dituai oleh Pendeta Ouyang Feng tidak membuatnya bergeming dari keinginannya untuk mewujudkan pernikahan sesama jenis tersebut. Pria berusia 41 tahun yang merupakan keturunan etnis China ini menyatakan dirinya memiliki hak untuk berbagi kebahagiannya dengan teman-tamannya dengan mengadakan resepsi pernikahan.
“Saya percaya, saya berhak minimal ini adalah hak mendasar saya untuk berbagi kebahagian dengan teman-teman dengan makan malam bersama, bahkan di Malaysia,” demikian ungkap Pendeta Feng melalui email kepada AFP.
Minggu lalu, Menteri Urusan Islam Malaysia, Jamil Khir Baharom menyatakan bahwa pemerintah mengkuatirkan dengan publikasi yang dilakukan oleh Pendeta Ouyang Feng mengenai pernikahannya, sekalipun demikian hingga saat ini pemerintah belum membuat pernyataan resmi atau melakukan tindakan tegas tentang rencana pendeta yang memiliki gereja kecil di pinggir kota Kuala Lumpur dimana diantara jemaatnya beberapa juga homoseksual.
Mungkin pemerintah Malaysia berpikir bahwa perkembangan homoseksualitas yang dipromosikan oleh pendeta ini akan mengguncang sendi-sendi negaranya. Dan pemikiran itu benar, bahkan bukan hanya negara, namun juga sendi-sendi agama, terutama ke-Kristenan.
Bagaimana mungkin seorang pendeta yang memberitakan nama Kristus dikenal oleh dunia namun bukan karena terang yang diberitakannya? Alkitab sendiri menyatakan bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia diciptakan untuk menikahi pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Tuhan membentuk lembaga pernikahan untuk menyatukan seorang pria dan seorang wanita, itulah pernikahan yang kudus di hadapan Tuhan.
Inilah akhir zaman! Doakan doakan doakan supaya terjadi pertobatan!
Sumber:
http://akhirzaman.org/index.php/peristiwa-akhir-zaman/kemerosotan-moral/1870-memalukan-pendeta-goncang-malaysia-dengan-rencana-menikahi-pasangan-gay-nya
http://www.kabargereja.tk Baca Selengkapnya...
Negara Malaysia sendiri mengharamkan homoseksual, pemerintah melarang film dan lagu yang liriknya mempromosikan kaum LGBT. Bahkan bagi pelaku sodomi akan mendapatkan ganjaran hukuman 20 tahun penjara.
Namun kritikan pedas yang dituai oleh Pendeta Ouyang Feng tidak membuatnya bergeming dari keinginannya untuk mewujudkan pernikahan sesama jenis tersebut. Pria berusia 41 tahun yang merupakan keturunan etnis China ini menyatakan dirinya memiliki hak untuk berbagi kebahagiannya dengan teman-tamannya dengan mengadakan resepsi pernikahan.
“Saya percaya, saya berhak minimal ini adalah hak mendasar saya untuk berbagi kebahagian dengan teman-teman dengan makan malam bersama, bahkan di Malaysia,” demikian ungkap Pendeta Feng melalui email kepada AFP.
Minggu lalu, Menteri Urusan Islam Malaysia, Jamil Khir Baharom menyatakan bahwa pemerintah mengkuatirkan dengan publikasi yang dilakukan oleh Pendeta Ouyang Feng mengenai pernikahannya, sekalipun demikian hingga saat ini pemerintah belum membuat pernyataan resmi atau melakukan tindakan tegas tentang rencana pendeta yang memiliki gereja kecil di pinggir kota Kuala Lumpur dimana diantara jemaatnya beberapa juga homoseksual.
Mungkin pemerintah Malaysia berpikir bahwa perkembangan homoseksualitas yang dipromosikan oleh pendeta ini akan mengguncang sendi-sendi negaranya. Dan pemikiran itu benar, bahkan bukan hanya negara, namun juga sendi-sendi agama, terutama ke-Kristenan.
Bagaimana mungkin seorang pendeta yang memberitakan nama Kristus dikenal oleh dunia namun bukan karena terang yang diberitakannya? Alkitab sendiri menyatakan bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia diciptakan untuk menikahi pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Tuhan membentuk lembaga pernikahan untuk menyatukan seorang pria dan seorang wanita, itulah pernikahan yang kudus di hadapan Tuhan.
Inilah akhir zaman! Doakan doakan doakan supaya terjadi pertobatan!
Sumber:
http://akhirzaman.org/index.php/peristiwa-akhir-zaman/kemerosotan-moral/1870-memalukan-pendeta-goncang-malaysia-dengan-rencana-menikahi-pasangan-gay-nya
http://www.kabargereja.tk Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)










