Tidak ada seorangpun yang hendak menikah ingin sengsara, atau menjalani kehidupan yang malang dalam pernikahan, akan tetapi banyak yang gagal mencegahnya. Kalau langkah-langkah menuju pernikahan diambil dengan tidak bijaksana, tidak ada pertimbangan yang tekun dan sungguh-sungguh, maka pernikahan akan menjadi salah satu alat setan yang efektif untuk meruntuhkan daya guna pemuda dan pemudi. Hidup itu akan menjadi suatu beban, menjadi satu kutuk. Tidak ada seorang yang dapat merusak kebahagiaan dan kegunaan seorang wanita dengan sangat menyedihkan serta membuat kehidupannya penuh beban yang meremukkan hati, selain dari suaminya sendiri; dan tidak ada seorang pun yang dapat melakukan seperseratus bahagian buat menghancurkan segala pengharapan dan cita-cita seorang suami serta merusak pengaruh dan karirnya selain daripada seorang istri. Sejak dari pernikahan itulah banyak pria dan wanita menentukan keberhasilannya dalam kehidupan yang akan datang.
1. Meminta Allah Yang Memilihkan.
Pernikahan merupakan sesuatu yang sangat mempengaruhi kehidupan di dalam dunia ini dan dalam dunia yang akan datang. Seorang Kristen yang tulus hati tidak akan meneruskan rencananya ke arah ini tanpa mengetahui bahwa Allah menyetujui jalannya. Ia tidak akan mau memilih bagi dirinya sendiri, melainkan akan merasa bahwa Allahlah yang harus memilihkan baginya. Jangan hendaknya kita menyenangkan diri sendiri, karena Kristus tidak menyenangkan Diri-Nya Sendiri. Bukannya maksud saya bahwa seseorang harus menikah dengan seseorang yang tidak dikasihinya. Hal ini dosa adanya. Tetapi khayalan dan perasaan emosional jangan dibiarkan menjadi penuntun kepada kehancuran. “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya...” Mazmur 127:1
2. Mengerti Dengan Benar Arti Berumah Tangga.
Mereka yang sedang berniat hendak menikah harus mempertimbangkan bagaimana kelak sifat dan pengaruh rumah tangga yang sedang mereka dirikan. Bila mereka menjadi orang tua, suatu tanggung jawab yang suci diamanatkan kepada mereka. Kesejahteraan anak-anak mereka di dunia ini, serta kebahagiaan mereka di dunia yang akan datang banyak sekali bergantung kepada mereka. Kebanyakan pria dan wanita yang telah bertindak memasuki hubungan pernikahan, tampaknya yang menjadi pertanyaan kepada mereka ialah, adakah mereka mencintai satu dengan yang lain atau tidak? Tetapi haruslah mereka menyadari bahwa tugas yang dipercayakan kepada mereka dalam pernikahan masih lebih jauh daripada itu. Mereka harus mempertimbangkan apakah keturunan mereka akan memiliki kesehatan jasmani, pikiran dan mempunyai moral yang kuat. Mereka yang menentukan sebagian besar kwalitas jasmani maupun akhlak yang diperoleh anak-anak kecil ini. Dan pada sifat rumah tanggalah bergantung keadaan masyarakat; kuatnya pengaruh setiap keluarga dapat dilihat pada naik turunnya neraca moral masyarakat. Kwalitas suatu masyarakat bergantung pada kwalitas suatu rumah tangga.
3. Selektif Dalam Bersahabat.
Orang-orang muda Kristen harus sangat berhati-hati dalam pembentukan persahabatan dan dalam pemilihan sahabat-sahabat. Berhati-hatilah, jangan-jangan apa yang engkau kira emas tulen terbukti hanyalah logam yang rendah mutunya. Pergaulan duniawi cenderung menjadi penghambat pada jalan pelayananmu kepada Allah, dan banyak jiwa dirusakkan oleh penyatuan yang tidak berbahagia, baik dalam perusahaan atau dalam perkawinan, dengan mereka yang sekali-kali tidak dapat mengangkat atau meninggikan derajat akhlak. Dari persahabatanlah ceritanya dimulai.
4. Perhatikan Perkembangan Tabiatnya.
Pertimbangkanlah setiap perasaan, dan perhatikanlah setiap perkembangan tabiat pada seorang yang akan engkau hubungkan dengan nasib kehidupanmu. Langkah yang sudah hampir engkau ambil itu paling penting dalam kehidupanmu, dan jangan hendaknya engkau ambil terburu-buru. Meskipun engkau mencintai, jangan hendaknya engkau mencintai secara buta.
5. Lihat Perubahan Pada Dirimu Ketika Dekat Dengan Dia.
Periksalah dengan saksama untuk melihat apakah kehidupanmu setelah berumah tangga akan berbahagia atau tidak serasi dan malang. Tanyakanlah sama dirimu, apakah penyatuan dalam hal nikah ini akan menolong membawa saya ke surga? Apakah hal itu akan menambah kasih saya bagi Allah? Dan apakah hal itu akan memperluas ruang lingkup pelayanan serta menambah dayaguna saya dalam kehidupan ini? Kalau segala pertimbangan ini tidak menunjukkan adanya penghambat, maka didalam takut akan Tuhan, maju terus!
6.Pastikan Kesehatan Jasmani, Pikiran, Dan Rohaninya.
Pemilihan seorang taman hidup harus diadakan sebaik-baiknya seperti, memastikan kesejahteraan jasmani, pikiran dan rohani guna orang tua dan anak-anak untuk mendatangkan berkat kepada sesama manusia dan menghormati Khalik mereka.
7.Jangan Takut Untuk Memulai Lagi Dengan Awal Yang Benar.
Adalah lebih baik memutuskan pertunangan yang tidak bijaksana dari pada berpikir nanti akan memperbaikinya dalam pernikahan. Janganlah berpendapat bahwa pertunangan itu memastikan perlunya bagimu untuk menikah serta mengikatkan diri seumur hidup kepada seorang, yang tidak dapat kamu kasihi dan hormati. Berhati-hatilah bagaimana mengadakan persyaratan pertunangan itu; tetapi, lebih baik memutuskan hubungan pertunangan itu sebelum menikah dan pisahkan diri, jika engkau mengerti bahwa hal itu harus dilakukan. Engkau boleh berkata: "Tetapi saya telah berjanji, apakah saya akan tarik janji itu kembali?" Aku menjawab, Kalau engkau telah berjanji berlawanan dengan Alkitab, dengan segala resiko tariklah janji itu kembali sebelum terlamhat, kemudian dengan rendah hati di hadapan Allah bertobatlah dari mabuk cinta yang telah membuat perjanjian tanpa pikir lebih mendalam. Jauh lebih baik membatalkan perjanjian yang demikian dengan takut kepada Allah, daripada meneruskannya, dengan menghina Khalikmu.
Biarlah tiap-tiap langkah yang menuju kepada persekutuan pernikahan ditandai dengan kejujuran, kesederhanaan, ketulusan dan dengan maksud yang tekun, berkenan dan menghormati Allah. Pernikahan mempengaruhi kehidupan di kemudian hari baik dalam dunia ini maupun dalam dunia yang akan datang. Orang Kristen yang tulus hati tidak pernah mengadakan rencana yang tidak berkenaan kepada Allah.
Sumber: akhirzaman.org
Baca Selengkapnya...
Rabu, 15 Februari 2012
Rabu, 08 Februari 2012
Memalukan! Pendeta Goncang Malaysia Dengan Rencana Menikahi Pasangan Gay-nya
Nama Pendeta Ouyang Wen Feng menjadi pusat pemberitaan bagi media di Malaysia, pasalnya pendeta yang secara terbuka menyatakan dirinya seorang homoseksual ini menyatakan akan melangsungkan pernikahan dengan pacar prianya, yang berwarga negara Amerika dan tinggal di New York pada tahun depan dan akan melakukan resepsi pernikahan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Negara Malaysia sendiri mengharamkan homoseksual, pemerintah melarang film dan lagu yang liriknya mempromosikan kaum LGBT. Bahkan bagi pelaku sodomi akan mendapatkan ganjaran hukuman 20 tahun penjara.
Namun kritikan pedas yang dituai oleh Pendeta Ouyang Feng tidak membuatnya bergeming dari keinginannya untuk mewujudkan pernikahan sesama jenis tersebut. Pria berusia 41 tahun yang merupakan keturunan etnis China ini menyatakan dirinya memiliki hak untuk berbagi kebahagiannya dengan teman-tamannya dengan mengadakan resepsi pernikahan.
“Saya percaya, saya berhak minimal ini adalah hak mendasar saya untuk berbagi kebahagian dengan teman-teman dengan makan malam bersama, bahkan di Malaysia,” demikian ungkap Pendeta Feng melalui email kepada AFP.
Minggu lalu, Menteri Urusan Islam Malaysia, Jamil Khir Baharom menyatakan bahwa pemerintah mengkuatirkan dengan publikasi yang dilakukan oleh Pendeta Ouyang Feng mengenai pernikahannya, sekalipun demikian hingga saat ini pemerintah belum membuat pernyataan resmi atau melakukan tindakan tegas tentang rencana pendeta yang memiliki gereja kecil di pinggir kota Kuala Lumpur dimana diantara jemaatnya beberapa juga homoseksual.
Mungkin pemerintah Malaysia berpikir bahwa perkembangan homoseksualitas yang dipromosikan oleh pendeta ini akan mengguncang sendi-sendi negaranya. Dan pemikiran itu benar, bahkan bukan hanya negara, namun juga sendi-sendi agama, terutama ke-Kristenan.
Bagaimana mungkin seorang pendeta yang memberitakan nama Kristus dikenal oleh dunia namun bukan karena terang yang diberitakannya? Alkitab sendiri menyatakan bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia diciptakan untuk menikahi pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Tuhan membentuk lembaga pernikahan untuk menyatukan seorang pria dan seorang wanita, itulah pernikahan yang kudus di hadapan Tuhan.
Inilah akhir zaman! Doakan doakan doakan supaya terjadi pertobatan!
Sumber:
http://akhirzaman.org/index.php/peristiwa-akhir-zaman/kemerosotan-moral/1870-memalukan-pendeta-goncang-malaysia-dengan-rencana-menikahi-pasangan-gay-nya
http://www.kabargereja.tk Baca Selengkapnya...
Negara Malaysia sendiri mengharamkan homoseksual, pemerintah melarang film dan lagu yang liriknya mempromosikan kaum LGBT. Bahkan bagi pelaku sodomi akan mendapatkan ganjaran hukuman 20 tahun penjara.
Namun kritikan pedas yang dituai oleh Pendeta Ouyang Feng tidak membuatnya bergeming dari keinginannya untuk mewujudkan pernikahan sesama jenis tersebut. Pria berusia 41 tahun yang merupakan keturunan etnis China ini menyatakan dirinya memiliki hak untuk berbagi kebahagiannya dengan teman-tamannya dengan mengadakan resepsi pernikahan.
“Saya percaya, saya berhak minimal ini adalah hak mendasar saya untuk berbagi kebahagian dengan teman-teman dengan makan malam bersama, bahkan di Malaysia,” demikian ungkap Pendeta Feng melalui email kepada AFP.
Minggu lalu, Menteri Urusan Islam Malaysia, Jamil Khir Baharom menyatakan bahwa pemerintah mengkuatirkan dengan publikasi yang dilakukan oleh Pendeta Ouyang Feng mengenai pernikahannya, sekalipun demikian hingga saat ini pemerintah belum membuat pernyataan resmi atau melakukan tindakan tegas tentang rencana pendeta yang memiliki gereja kecil di pinggir kota Kuala Lumpur dimana diantara jemaatnya beberapa juga homoseksual.
Mungkin pemerintah Malaysia berpikir bahwa perkembangan homoseksualitas yang dipromosikan oleh pendeta ini akan mengguncang sendi-sendi negaranya. Dan pemikiran itu benar, bahkan bukan hanya negara, namun juga sendi-sendi agama, terutama ke-Kristenan.
Bagaimana mungkin seorang pendeta yang memberitakan nama Kristus dikenal oleh dunia namun bukan karena terang yang diberitakannya? Alkitab sendiri menyatakan bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia diciptakan untuk menikahi pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Tuhan membentuk lembaga pernikahan untuk menyatukan seorang pria dan seorang wanita, itulah pernikahan yang kudus di hadapan Tuhan.
Inilah akhir zaman! Doakan doakan doakan supaya terjadi pertobatan!
Sumber:
http://akhirzaman.org/index.php/peristiwa-akhir-zaman/kemerosotan-moral/1870-memalukan-pendeta-goncang-malaysia-dengan-rencana-menikahi-pasangan-gay-nya
http://www.kabargereja.tk Baca Selengkapnya...
Rabu, 11 Januari 2012
Promosikan Seks Sebagai Berkat dan Karunia Tuhan, Pendeta dan Istrinya Tinggal di Gereja
MEMPROMOSIKAN makna seks sebagai berkat dan karunia dari Tuhan, Pendeta Ed Young dan istrinya akan menghabiskan 24 jam bersama istrinya di sebuah ranjang di dalam gedung gereja. Ini juga dimaksudkan untuk menegaskan pentingnya seks secara teratur bagi pasangan suami-istri Kristen, terutama jemaatnya.
Young bersama istrinya mulai pukul 06.00 Jumat (13/01/2012) hingga Sabtu (14/01/2012) pukul 06.00 akan tinggal di sebuah ruangan besar dalam gereja, selama acara berlangsung mereka akan mengadakan dialog dan diskusi interaktif melalui Skype yang akan ditayangkan langsung melalui streaming di website. Selain juga menjawab pertanyaan interaktif dari jemaat melalui Facebook dan Twitter.
Dikatakan, hubungan ranjang dalam pernikahan tidak saja terkait dengan kepuasan pribadi, melainkan tentang tanggung jawab, serta melepaskan pengaruh-pengaruh jahat dari keinginan dan nafsu berlebihan yang sering ditunjukkan oleh dunia. Sebab pada masa sekarang ini, terlalu banyak tipu daya iblis terkait dosa seks yang sebenarnya dapat dihindari oleh umat Kristen, namun karena ketidaktahuan dan pengaruh buruk dari lingkungan, mereka merasa seks adalah hal tabu yang harus disembunyikan dari gereja.
Oleh karenanya, katanya kita harus libatkan Tuhan, sebab menurut, sudah terlalu lama budaya dan masyarakat telah 'membuang' Tuhan dan Gereja dari ranjang. "Kini waktunya untuk mengembalikan Tuhan kedalam ranjang, dan kembalikan ranjang kedalam gereja, ini makna ranjang yang sebenarnya." ujar Ed kepada Christian Post, Sabtu (07/01/2011).
"Tuhan, memberikan seks sebagai berkat, hal ini sudah ada sejak ia menciptakan kita kedunia ini. Sayangnya, sudah terlalu lama kita ikut terpengaruh dengan penipuan dunia, akan makna seks. Sekarang waktunya untuk kembali mengerti kebenaran sesungguhnya tentang berkat menakjubkan - menurut kebenaran Tuhan."
Ed Young bersama istrinya adalah pendeta yang memimpin Gereja Fellowship, sebuah mega church berlokasi di Grapevine, sebuah kota dekat Dallas, Texas, AS.
Lisa Young, istrinya kepada CNN mengatakan, "Terlalu lama gereja berdiam diri untuk masalah yang Tuhan sendiri selalu bicarakan dalam Alkitab, Ia adalah sang pembuat keajaiban seks, jadi kenapa kita harus diam, dalam konteks gereja , berbicara tentang sesuatu yang ia (Ed Young) tidak malu untuk dikatakan."
Prihatin maraknya percabulan dan perzinahan
Prihatin dengan penyalahgunaan berkat terbesar Tuhan, seperti percabulan dan perzinahan yang kini menjadi senjata utama kuasa jahat mendosakan manusia, Pdt Young pun menulis buku Sexperiment, yang merupakan gabungan dari kata Sex dan experiment berisi tentang tujuh tantangan yang berkaitan dengan masalah-masalah ranjang bagi pasangan suami-istri. Didalam buku itu akan dibahas cara hidup yang baik sebagai sepasang suami istri yang berkomitmen hidup bersama, dengan menggunakan pendekatan-pendekatan alkitabiah.
Selain itu, Young juga menulis buku lain berjudul The Ten Commandments of Marriage (10 Perintah atas Pernikahan) dan Rating Your Dating While Waiting for Mating (Menilai Perkencanan Anda selama Menanti Pernikahan). Dalam bukunya, Ia meminta umatnya untuk secara sistematis menyegarkan kembali kehidupan seks mereka setelah beberapa tahun berlalu.
Dia juga mengembangkan program menjadi semacam panduan untuk membantu secara mandiri bagi pembacanya. Sehingga sebagai Kristen, tidak lagi melakukan dosa-dosa percabulan yang melawan keinginan Tuhan.
Dalam situsnya, seorang pengunjung memberi komentar,"Bagus lah pendeta Ed Young membicarakan tentang ini di dalam gereja. Karena sudah terlalu lama kita malu berbicara soal seks dan iblis yang memiliki lahan ini," tulis Cori seorang pengunjung situs, sembari menyerukan, kini saatnya umat Kristiani mengambil kembali tema pembahasan yang seharusnya menjadi topik pembahasan mereka.
Selengkapnya di: http://perisai.net Baca Selengkapnya...
Jumat, 06 Januari 2012
Gerakan Doa Puasa "Awakening" 1 s/d 31 Januari 2012
Mari kita libatkan diri dalam gerakan doa minimal 5 menit ini. Berdoalah agar terjadi terobosan di dalam :
1. Kehidupan pribadi Anda
2. Keluarga Anda
3. Lingkungan tempat Anda tinggal
4. Pekerjaan dan usaha Anda
5. Gereja dan pelayanan Anda Baca Selengkapnya...
1. Kehidupan pribadi Anda
2. Keluarga Anda
3. Lingkungan tempat Anda tinggal
4. Pekerjaan dan usaha Anda
5. Gereja dan pelayanan Anda Baca Selengkapnya...
Sabtu, 17 Desember 2011
Pengharapan di Tengah Ketakutan
Bagaimanakah jika Anda lahir dan hidup di zaman bangsa Anda sedang mengalami peperangan dan penindasan bangsa asing? Di tengah ketakutan dan kekuatiran, mampukah Anda memiliki pengharapan yang kuat? Beberapa ratus tahun lalu, pada masa itu Israel sedang dijajah oleh Romawi. Kekuasaan sipil dipegang oleh raja Herodes, yang bertanggung jawab atas pembantaian bayi-bayi di Betlehem.
Praktik keagamaan dijalankan secara legalistik dan keras. Belum lagi perekonomian yang dibebani pajak dan disedot kekayaannya secara tidak adil, mengakibatkan sebagian besar penduduk menanggung ketakutan dan penderitaan. Harapan akan kedatangan Sang Mesias yang membebaskan dan mengembalikan kejayaan rakyat Israel seperti pada zaman Daud, sangat besar pada waktu itu.
MALAIKAT GABRIEL DAN MARIA
Di sebuah kota kecil Nazaret, utusan Tuhan malaikat Gabriel datang kepada Maria: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus." (Lukas 1:30-31). Maria terkejut dan berkata: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (Lukas 1:34). Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atas-Mu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." (Lukas 1:35). Mendengar berita tentang kelahiran Yesus, Maria percaya, meskipun rasanya tidak masuk akal. Maria percaya, walaupun menghadapi risiko dan ketakutan yang sangat besar. Di tengah pergumulan yang dialami, Maria tetap memiliki pengharapan. Pengharapan bahwa putra yang dikandungnya kelak akan menjadi Mesias bagi bangsanya, seperti nubuat Yesaya 9:5, ”Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”. Penulis kitab Matius percaya bahwa Imanuel yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya telah digenapi yaitu: kelahiran Yesus. Yesus lahir membawa pengharapan sejati.
PENGHARAPAN MENGHALAU KETAKUTAN
Peristiwa kelahiran Kristus di kota Betlehem atau peristiwa Natal ini merupakan perayaan yang penuh pengharapan. Di tengah pelbagai kesulitan yang tengah kita hadapi saat ini, Anda dan saya membutuhkan pengharapan. Sebagai orang percaya, pengharapan adalah ekspektasi yang teguh terhadap berkat Tuhan di masa yang akan datang (the confident expectation of the future blessing). Pengharapan adalah sesuatu yang luar biasa. Meski Anda tidak memiliki harta apapun, namun bila Anda memiliki pengharapan, Anda adalah orang yang sangat kaya. Dan jangan kuatir, harta, keberhasilan dan kebahagiaan sudah menanti di depan Anda. Namun jika Anda kehilangan pengharapan, maka harta sebanyak apapun tidak ada gunanya. Amsal 18:14 berkata, "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?". Bagaimana caranya untuk bisa bersemangat? Miliki pengharapan sejati dan kuat di dalam Kristus. Sesulit apapun hidup ini, Anda pasti bisa mengatasinya. Selain karena semangat yang akan menguatkan Anda, Yesus pun memberikan kekuatan, pengharapan dan kemampuan untuk menanggung segala sesuatu.
PILAR-PILAR KEKUATAN PENGHARAPAN
1. Karunia atau perkenan Tuhan (God’s favor). Dalam bulan yang ke-6, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." (Lukas 1:26-29). Beroleh perkenan Tuhan berarti memperoleh penyertaan Tuhan. Berdoalah meminta penyertaan Tuhan di setiap langkah hidup Anda.
2. Kasih karunia Tuhan (God’s grace). Kata malaikat itu: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.” (Lukas 1:30). Anda dan saya akan beroleh belas kasih karunia Tuhan, jika kita memiliki hubungan yang erat melalui firman-Nya.
3. Rencana Tuhan (God’s plan). “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Lukas 1:31-33). Memegang janji firman-Nya merupakan kunci utama untuk memasuki rencana Tuhan.
4. Kuasa Tuhan (God’s power). “Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami? Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.“ (Lukas 1:34-35). Kuasa Tuhan diberikan bagi Anda dan saya saat kita menjalani rencana dan kehendak-Nya. Pastikan bahwa Anda kini hidup dalam ketetapan dan rencana Allah.
Sumber: http://gkpb.net Baca Selengkapnya...
Praktik keagamaan dijalankan secara legalistik dan keras. Belum lagi perekonomian yang dibebani pajak dan disedot kekayaannya secara tidak adil, mengakibatkan sebagian besar penduduk menanggung ketakutan dan penderitaan. Harapan akan kedatangan Sang Mesias yang membebaskan dan mengembalikan kejayaan rakyat Israel seperti pada zaman Daud, sangat besar pada waktu itu.
MALAIKAT GABRIEL DAN MARIA
Di sebuah kota kecil Nazaret, utusan Tuhan malaikat Gabriel datang kepada Maria: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus." (Lukas 1:30-31). Maria terkejut dan berkata: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (Lukas 1:34). Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atas-Mu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." (Lukas 1:35). Mendengar berita tentang kelahiran Yesus, Maria percaya, meskipun rasanya tidak masuk akal. Maria percaya, walaupun menghadapi risiko dan ketakutan yang sangat besar. Di tengah pergumulan yang dialami, Maria tetap memiliki pengharapan. Pengharapan bahwa putra yang dikandungnya kelak akan menjadi Mesias bagi bangsanya, seperti nubuat Yesaya 9:5, ”Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”. Penulis kitab Matius percaya bahwa Imanuel yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya telah digenapi yaitu: kelahiran Yesus. Yesus lahir membawa pengharapan sejati.
PENGHARAPAN MENGHALAU KETAKUTAN
Peristiwa kelahiran Kristus di kota Betlehem atau peristiwa Natal ini merupakan perayaan yang penuh pengharapan. Di tengah pelbagai kesulitan yang tengah kita hadapi saat ini, Anda dan saya membutuhkan pengharapan. Sebagai orang percaya, pengharapan adalah ekspektasi yang teguh terhadap berkat Tuhan di masa yang akan datang (the confident expectation of the future blessing). Pengharapan adalah sesuatu yang luar biasa. Meski Anda tidak memiliki harta apapun, namun bila Anda memiliki pengharapan, Anda adalah orang yang sangat kaya. Dan jangan kuatir, harta, keberhasilan dan kebahagiaan sudah menanti di depan Anda. Namun jika Anda kehilangan pengharapan, maka harta sebanyak apapun tidak ada gunanya. Amsal 18:14 berkata, "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?". Bagaimana caranya untuk bisa bersemangat? Miliki pengharapan sejati dan kuat di dalam Kristus. Sesulit apapun hidup ini, Anda pasti bisa mengatasinya. Selain karena semangat yang akan menguatkan Anda, Yesus pun memberikan kekuatan, pengharapan dan kemampuan untuk menanggung segala sesuatu.
PILAR-PILAR KEKUATAN PENGHARAPAN
1. Karunia atau perkenan Tuhan (God’s favor). Dalam bulan yang ke-6, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." (Lukas 1:26-29). Beroleh perkenan Tuhan berarti memperoleh penyertaan Tuhan. Berdoalah meminta penyertaan Tuhan di setiap langkah hidup Anda.
2. Kasih karunia Tuhan (God’s grace). Kata malaikat itu: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.” (Lukas 1:30). Anda dan saya akan beroleh belas kasih karunia Tuhan, jika kita memiliki hubungan yang erat melalui firman-Nya.
3. Rencana Tuhan (God’s plan). “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Lukas 1:31-33). Memegang janji firman-Nya merupakan kunci utama untuk memasuki rencana Tuhan.
4. Kuasa Tuhan (God’s power). “Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami? Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.“ (Lukas 1:34-35). Kuasa Tuhan diberikan bagi Anda dan saya saat kita menjalani rencana dan kehendak-Nya. Pastikan bahwa Anda kini hidup dalam ketetapan dan rencana Allah.
Sumber: http://gkpb.net Baca Selengkapnya...
Senin, 05 Desember 2011
Pedoman Ketika Mendengar Suara Tuhan Tentang Jodoh
Banyak hubungan asmara di antara umat Kristen yang bersangkutan dengan nubuatan Tuhan mengenai pasangan hidup ataupun hal-hal seperti mendengar si A akan jadi pasangannya, mendengar Tuhan berkata di suatu tempat tertentu yang disebutkan, di sanalah ada jodoh kita. Atau mungkin kita mengalami suatu kejadian yang seolah-olah itu perkataan Tuhan. Namun, tidak semua nubuatan itu benar adanya. Untuk itu, berikut ini ada beberapa pedoman yang bisa dipakai untuk mengetahui benarkah itu suara Tuhan atau bukan.
Ujilah ‘suara Tuhan’ tersebut
Bagaimanapun bentuknya nubuatan itu, nubuatan atau suara Tuhan itu perlu kita uji, sebab Alkitab mengingatkan kita untuk ‘janganlah percaya pada setiap roh, tetapi ujilah’ (1 Yoh 4:1). Lalu bagaimana cara mengujinya? Menurut Ps. Bobby yang menjadi gembala di GBI Rahmat Emmanuel, jika jodoh itu berasal dari Tuhan, maka akan ada konfirmasi yang sama dari Tuhan pada kedua belah pihak. Cara-Nya berbicara tentu saja melalui berbagai macam jalan. Bisa dengan pewahyuan, suara Tuhan langsung, penglihatan, mimpi, nubuatan hamba Tuhan maupun dari firman Tuhan.
Ketertarikan yang alami harus ada
“Allah membangun dalam diri pria dan wanita keinginan dan potensi untuk mencintai, berpacaran, dan menikah. Rancangan Allah yang alami adalah pria dan wanita akan saling tertarik.” katanya. Ada damai sejahtera yang juga dirasakan. “Sebab tidak mungkin suatu perkawinan akan berlangsung langgeng bila tidak ada cinta. Allah adalah sumber kasih. Allah pasti akan memberikan rasa yang sama yang dirasakan kedua belah pihak, apabila nubuat yang diterima memang benar berasal dari Allah.” tambahnya lagi.
Panggilan rohani kedua belah pihak
“Namun, sebagai orang percaya, kita tahu bahwa perjodohan bukan hanya berbicara tentang ketertarikan fisik dan kecocokan pribadi, namun juga menyangkut aspek iman, yaitu saling memahami akan panggilan rohani dan pelayanan sampai akhir hidup nanti.” kata pendeta itu di dalam blognya. Karena itu, jika kedua belah pihak sudah mendapatkan konfirmasi yang sama, ada pertimbangan lain yang harus diperhatikan yaitu pelayanan dan panggilan rohani kedua belah pihak.
Ada konfirmasi dari pihak ketiga yang kredibel
Indikator lainnya adalah adanya konfirmasi atau peneguhan dari hamba-hamba Tuhan, orang-orang yang peka dengan Tuhan, ataupun mungkin rhema yang diterima oleh masing-masing pihak yang sudah teruji.
Jika tidak mendengar suara Tuhan
Menurut seorang penulis Kristen, Roh Kudus jarang memakai nubuat untuk mengaktifkan jodoh dan mengarahkan seperti dengan siapa seseorang akan menikah. Namun, setiap orang Kristen yang mempertimbangkan pernikahan memerlukan suatu rhema pribadi dari Tuhan untuk mendatangkan keyakinan dan damai sejahtera mengenai pasangannya.
Faktor nubuat ataupun suara Tuhan tidak boleh dijadikan satu-satunya tolak ukur dalam mencari jodoh. Namun, ketika Anda merasa bahwa Tuhan memberikan nubuat mengenai jodoh kepada Anda, maka harus segera diuji. Tapi ingat, jangan memaksa Allah melakukannya melalui suatu cara tertentu seperti yang Anda inginkan. Tidak bisa juga memaksakan-Nya untuk memberikan nubuatan tentang jodoh. Dia bertindak sesuai kehendak dan rencana-Nya yang sempurna atas setiap pribadi.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Ujilah ‘suara Tuhan’ tersebut
Bagaimanapun bentuknya nubuatan itu, nubuatan atau suara Tuhan itu perlu kita uji, sebab Alkitab mengingatkan kita untuk ‘janganlah percaya pada setiap roh, tetapi ujilah’ (1 Yoh 4:1). Lalu bagaimana cara mengujinya? Menurut Ps. Bobby yang menjadi gembala di GBI Rahmat Emmanuel, jika jodoh itu berasal dari Tuhan, maka akan ada konfirmasi yang sama dari Tuhan pada kedua belah pihak. Cara-Nya berbicara tentu saja melalui berbagai macam jalan. Bisa dengan pewahyuan, suara Tuhan langsung, penglihatan, mimpi, nubuatan hamba Tuhan maupun dari firman Tuhan.
Ketertarikan yang alami harus ada
“Allah membangun dalam diri pria dan wanita keinginan dan potensi untuk mencintai, berpacaran, dan menikah. Rancangan Allah yang alami adalah pria dan wanita akan saling tertarik.” katanya. Ada damai sejahtera yang juga dirasakan. “Sebab tidak mungkin suatu perkawinan akan berlangsung langgeng bila tidak ada cinta. Allah adalah sumber kasih. Allah pasti akan memberikan rasa yang sama yang dirasakan kedua belah pihak, apabila nubuat yang diterima memang benar berasal dari Allah.” tambahnya lagi.
Panggilan rohani kedua belah pihak
“Namun, sebagai orang percaya, kita tahu bahwa perjodohan bukan hanya berbicara tentang ketertarikan fisik dan kecocokan pribadi, namun juga menyangkut aspek iman, yaitu saling memahami akan panggilan rohani dan pelayanan sampai akhir hidup nanti.” kata pendeta itu di dalam blognya. Karena itu, jika kedua belah pihak sudah mendapatkan konfirmasi yang sama, ada pertimbangan lain yang harus diperhatikan yaitu pelayanan dan panggilan rohani kedua belah pihak.
Ada konfirmasi dari pihak ketiga yang kredibel
Indikator lainnya adalah adanya konfirmasi atau peneguhan dari hamba-hamba Tuhan, orang-orang yang peka dengan Tuhan, ataupun mungkin rhema yang diterima oleh masing-masing pihak yang sudah teruji.
Jika tidak mendengar suara Tuhan
Menurut seorang penulis Kristen, Roh Kudus jarang memakai nubuat untuk mengaktifkan jodoh dan mengarahkan seperti dengan siapa seseorang akan menikah. Namun, setiap orang Kristen yang mempertimbangkan pernikahan memerlukan suatu rhema pribadi dari Tuhan untuk mendatangkan keyakinan dan damai sejahtera mengenai pasangannya.
Faktor nubuat ataupun suara Tuhan tidak boleh dijadikan satu-satunya tolak ukur dalam mencari jodoh. Namun, ketika Anda merasa bahwa Tuhan memberikan nubuat mengenai jodoh kepada Anda, maka harus segera diuji. Tapi ingat, jangan memaksa Allah melakukannya melalui suatu cara tertentu seperti yang Anda inginkan. Tidak bisa juga memaksakan-Nya untuk memberikan nubuatan tentang jodoh. Dia bertindak sesuai kehendak dan rencana-Nya yang sempurna atas setiap pribadi.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Bos Wanita Galak? Ini Dia Alasannya...
Para wanita selama puluhan tahun telah berjuang dengan berbagai cara agar dapat mencapai posisi puncak yang dulu hanya diperuntukkan bagi pria. Tetapi keberhasilan mereka di dunia kerja telah memunculkan fenomena baru – boss wanita yang membawa “mimpi buruk”.
Para ahli mengungkapkan terjadinya peningkatan jumlah wanita yang berada dalam posisi penting dan menjadi pribadi yang mengintimidasi bagi rekan kerja maupun karyawannya.
Meskipun perilaku seperti ini lebih sering dikaitkan dengan boss pria, survei yang dilakukan oleh British Association of Anger Management mengungkapkan satu dari lima boss wanita mengakui bahwa mereka berteriak atau berkata kasar di tempat kerja.
10% wanita eksekutif mengakui bahwa mereka menyalahkan dan mempermalukan rekan kerja bila terjadi kesalahan.
Namun, hampir 90% dari mereka yang disurvei mengatakan telah mengalami peningkatan stres dengan lebih dari 60% di antaranya menunjuk manajemen perusahaan yang buruk sebagai alasan untuk kegelisahan mereka.
Mike Fisher, direktur dari asosiasi survei ini, mengatakan wanita yang berada di posisi puncak menghadapi masalah psikologis yang memiliki sejarah suram bagi para pria yang berada di posisi puncak.
Mike mengatakan, “Alasan utama dari peningkatan amarah adalah ketidakmampuan untuk menangani stres. Wanita cenderung lebih memperhatikan detail dibandingkan pria sehingga mereka terganggu dengan hal-hal yang kecil. Mereka bisa tiba-tiba menjadi marah dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyakitkan. Hal ini dapat ditafsirkan oleh rekan kerja mereka sebagai intimidasi.”
Jadi, bila boss Anda yang adalah seorang wanita sering marah-marah, Anda jangan ikut terpancing emosi. Karena sebenarnya dia sedang menderita karena tidak dapat mengatasi rasa stres yang menekan dan mendera hidupnya baik dalam lingkungan pekerjaan maupun kehidupan pribadinya.
Justru sebagai rekan kerja maupun bawahannya, Anda dapat menjadi teman bicara yang dapat membantunya mengatasi stres. Sehingga pada akhirnya secara tidak langsung Anda akan menjadi berkat di tempat kerja Anda.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Para ahli mengungkapkan terjadinya peningkatan jumlah wanita yang berada dalam posisi penting dan menjadi pribadi yang mengintimidasi bagi rekan kerja maupun karyawannya.
Meskipun perilaku seperti ini lebih sering dikaitkan dengan boss pria, survei yang dilakukan oleh British Association of Anger Management mengungkapkan satu dari lima boss wanita mengakui bahwa mereka berteriak atau berkata kasar di tempat kerja.
10% wanita eksekutif mengakui bahwa mereka menyalahkan dan mempermalukan rekan kerja bila terjadi kesalahan.
Namun, hampir 90% dari mereka yang disurvei mengatakan telah mengalami peningkatan stres dengan lebih dari 60% di antaranya menunjuk manajemen perusahaan yang buruk sebagai alasan untuk kegelisahan mereka.
Mike Fisher, direktur dari asosiasi survei ini, mengatakan wanita yang berada di posisi puncak menghadapi masalah psikologis yang memiliki sejarah suram bagi para pria yang berada di posisi puncak.
Mike mengatakan, “Alasan utama dari peningkatan amarah adalah ketidakmampuan untuk menangani stres. Wanita cenderung lebih memperhatikan detail dibandingkan pria sehingga mereka terganggu dengan hal-hal yang kecil. Mereka bisa tiba-tiba menjadi marah dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyakitkan. Hal ini dapat ditafsirkan oleh rekan kerja mereka sebagai intimidasi.”
Jadi, bila boss Anda yang adalah seorang wanita sering marah-marah, Anda jangan ikut terpancing emosi. Karena sebenarnya dia sedang menderita karena tidak dapat mengatasi rasa stres yang menekan dan mendera hidupnya baik dalam lingkungan pekerjaan maupun kehidupan pribadinya.
Justru sebagai rekan kerja maupun bawahannya, Anda dapat menjadi teman bicara yang dapat membantunya mengatasi stres. Sehingga pada akhirnya secara tidak langsung Anda akan menjadi berkat di tempat kerja Anda.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)






