Saat mendengar pembebasan bersyarat saya (1993), saya menyelesaikan studi saya tentang semua kata-kata Yesus dalam Perjanjian Baru. Saya terkejut, setelah berbulan-bulan belajar, saya menyimpulkan bahwa tidak ada satu hal baik pun yang Yesus katakan tentang uang. Sebagian besar pernyataan Yesus tentang kekayaan, kemakmuran, dan mendapatkan hal material berada dalam konteks negatif. Bahkan "Anak yang hilang," salah satu cerita favorit saya. Saya segera menyadari bahwa cerita dimulai dengan si bungsu berkata kepada ayahnya, "Berikan kepada saya! Beri kepada saya bagian warisan saya" (Lukas 15:12). Dia bahkan tidak mengatakan, "Tolong beri aku." Dia hanya menuntut. Tak lama, pemuda itu mendarat di kandang babi itu. Saya mulai melihat bahwa cara tercepat untuk masuk ke kandang babi dimulai dengan "Beri saya”.
Saya kagum akan wahyu "baru" itu, tapi di luar itu, saya sangat prihatin. Dampak sebenarnya dari kata-kata Yesus tentang uang yang mengenai pada hati dan pikiran saya, membuat saya menjadi mual. Saya salah. Saya salah! Salah dalam gaya hidup saya, tentu, tapi lebih mendasar, salah dalam pemahaman saya mengenai berita sejati Alkitab. Bukan saja saya salah, tapi apa yang saya ajar adalah kebalikan dari apa yang Yesus ajarkan. Itulah yang membuat hancur hati saya, ketika saya sadar bahwa saya benar-benar telah bertentangan dengan Kristus, saya merasa ngeri.
Selama bertahun-tahun saya telah menganut dan mendukung suatu injil yang oleh kaum skeptis telah dicap sebagai "Injil Kemakmuran." Saya tidak keberatan dengan label itu, sebaliknya, saya malah bangga karenanya. "Anda benar!" Saya akan mengatakan kepada para pengkritik : "Saya mengkhotbahkan dan menghidupinya! Saya percaya pada Tuhan yang ingin memberkati umat-Nya. Lihat semua orang kudus yang kaya dalam Perjanjian Lama.! Dan Perjanjian Baru dengan jelas mengatakan bahwa di atas segalanya, Tuhan ingin kita makmur bahkan jiwa kita makmur. Jika jiwa Anda makmur, Anda harus makmur secara materi juga!. "
Saya bahkan sampai ke titik di mana saya mengajar orang di PTL. "Jangan berdoa," Tuhan, jadilah kehendak-Mu, ' ketika Anda berdoa untuk kesehatan atau kekayaan. Anda sudah tahu itu adalah kehendak Allah bagi Anda untuk memiliki hal-hal itu. Meminta Tuhan untuk mengkonfirmasi kehendak-Nya ketika Dia sudah memberitahu Anda apa kehendak-Nya bagi Anda adalah sebuah 'penghinaan' terhadap Tuhan. Seolah-olah Anda tidak benar-benar mempercayai-Nya. Daripada berdoa 'Jadilah kehendak-Mu', kalau Anda ingin mobil baru, Anda tinggal mengklaimnya. Pastikan Anda berdoa secara spesifik dan katakan kepada Tuhan warna apa yang Anda inginkan juga.”
Sebuah arogansi! Sebuah kebodohan! Sebuah dosa! Alkitab mengatakan seharusnya kita tidak boleh memberanikan diri mengatakan seperti itu kepada Allah, tetapi kita harus mengatakan, "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu" (Yakobus 4:15).
Saya mungkin tidak sebegitu mencolok tentang hal itu, tapi saya sering mengkhotbahkan 'pesan kemakmuran' di Heritage USA (tempat retreat) dan dalam program televisi kami PTL (Praise The Lord). Tapi ketika saya mulai mempelajari Kitab Suci lebih mendalam di penjara, sesuatu yang membuat saya malu dan malu untuk mengakui bahwa saya jarang mengambil waktu untuk mempelajari Kitab Suci karena kesibukan dalam melayani dan membangun PTL, saya sangat tertekan dengan apa yang saya temukan. Saya menyadari bahwa selama bertahun-tahun saya membantu menyebarkan suatu penipuan, bukan Injil yang benar, suatu injil yang lain - "! "Tuhan ingin Anda menjadi kaya" suatu injil yang menyatakan orang Kristen harus memiliki yang terbaik karena kita adalah anak-anak Allah, "Anak-Anak Raja". Dan bukankah seharusnya anak-anak Raja memiliki yang terbaik yang ditawarkan dunia ini?
Semakin saya mempelajari Alkitab, bagaimanapun, saya harus mengakui bahwa pesan kemakmuran tidak sejalan dengan Kitab Suci. Hati saya hancur saat berpikir bahwa saya telah menyesatkan begitu banyak orang. Saya sangat terkejut bahwa saya bisa begitu salah, dan saya sangat bersyukur bahwa Allah tidak memukul saya mati sebagaimana selayaknya seorang nabi palsu!
Bagaimana saya bisa mengajar dan bahkan menulis buku tentang subjek tentang "Bagaimana menjadi kaya" ketika Yesus berbicara begitu jelas tentang bahaya dari kekayaan duniawi? Salah satu pernyataan Yesus yang terus menggema di kepala dan hati saya adalah dalam perumpamaan tentang penabur, di mana Yesus mengatakan bahwa "Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginannya akan hal yang lain masuklah dan menghimpit firman itu sehingga tidak tidak berbuah "(Markus 4:19). Tipu daya kekayaan.! Semakin saya memikirkannya, semakin saya harus mengakui bahwa saya telah jatuh ke dalam perangkap itu. Saya telah membiarkan pencarian harta benda dan tipu daya kekayaan dan nafsu untuk hal-hal materi menahan Firman Allah dalam kehidupan saya sendiri dan dalam kehidupan anggota keluarga saya dan rekan kerja saya.
Di penjara, saya memutuskan untuk menggali Kitab Suci lebih lanjut untuk melihat apa lagi yang Yesus katakan tentang uang. Saya melihat bahwa Dia berkata,"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Mat. 6:19-21 )
Lain bagian Alkitab lainnya, Matius 6:24, " Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Matius 6:31-33 : Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Dalam bagian yang sama, saya menemukan bahwa prioritas Allah itu jauh berbeda dari apa yang saya cari dahulu.
Ajaran lain Yesus yang juga menegur langsung hati saya: " Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. " (Lukas 6:24). "Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, 'Jika ada orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'" (Matius 16:24 ). Ayat ini secara dramatis menggambarkan secara kontras antara apa yang Yesus ajarkan dan apa yang telah saya ajarkan. Saya telah mengajarkan bahwa orang Kristen dapat memiliki yang terbaik dari kedua dunia, yang terbaik yang dunia ini tawarkan dan yang surga tawarkan. Yesus berkata, "Sangkallah dirimu sendiri."
Di dalam sel, saya mempelajari Alkitab jam larut malam. Seringkali saat matahari terbit di ufuk timur, saya masih meneliti Kitab Suci. Semakin saya mempelajarinya, semakin saya harus menghadapi kenyataan mengerikan: Saya telah mengkhotbahkan doktrin palsu selama bertahun-tahun dan bahkan saya tidak mengetahuinya!
Tragisnya, saya sudah terlambat, untuk mengakui pada PTL bahwa saya telah melakukan hal yang berlawanan dengan yang Yesus ajarkan yaitu saya mengajarkan orang untuk jatuh cinta dengan uang. Yesus tidak pernah menyamakan berkat-berkat-Nya dengan hal-hal materi, tapi saya telah melakukan hal itu. Saya telah meletakkan begitu banyak penekanan pada hal-hal materi, saya secara halus mendorong orang untuk menempatkan hati mereka pada hal-hal materi, daripada kepada Yesus.
Saya mulai berbagi beberapa hal yang saya pelajari dengan beberapa narapidana Kristen. Saya terkejut oleh tanggapan mereka. Alih-alih menjadi gembira bahwa saya akhirnya datang ke sebuah pengetahuan tentang kebenaran, mereka terkejut bahwa saya mengingkari apa yang mereka anggap sebagai prinsip-prinsip rohani yang jelas yang diajarkan oleh hamba-hamba Allah yang tulus
"Ya, tetapi bukankah Yesus juga mengatakan bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup yang berkelimpahan?" tanya David, seorang yang mendukung teologi kemakmuran. Kami beralih ke Yohanes 10:10 dan membaca, "Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan bahwa mereka mungkin memiliki lebih berlimpah" . Itu adalah pernyataan yang luar biasa oleh Yesus sendiri, jadi aku bisa dengan mudah melihat bagaimana David mengaitkannya dengan kemakmuran material. Ketika kami mencari kata-kata dalam kamus bahasa Inggris-Yunani, bagaimanapun, kami menemukan bahwa kata Yunani untuk "hidup" digunakan dalam ayat ini adalah zoe, sebuah kata yang menunjukkan "hidup dalam roh dan jiwa" bukan bios dunia yang digunakan untuk mengacu ke fisik, kehidupan material. Dari dua kata, zoe biasanya dianggap kata, lebih mulia lebih tinggi. Pada dasarnya, Yesus berkata, "Saya ingin Anda untuk memiliki hidup yang berkelimpahan dalam roh, yang saya tertinggi dan terbaik untuk Anda."
"Hei, ayat yang ini tidak ada hubungannya dengan kemakmuran materi," kata David, seperti cahaya yang menghidupkan hati dan pikirannya. "Jika hidup berkelimpahan berarti memiliki rumah, mobil, kekayaan, pesta dan hiburan, maka saya kira dunia sedang mengalami hidup yang berkelimpahan Namun, kita memiliki lebih banyak kebencian, penyakit, dan rasa sakit dari sebelumnya.." "Tidak hanya itu," seru Jorge, seorang pria Spanyol dengan senyum lebar yang telah masuk ke sel saya dan sedang bersandar berlawanan dengan ranjang sambil mengawasi David dan saya mencari melalui buku-buku referensi Alkitab, "Tetapi jika Anda mengukur betapa Tuhan mengasihi Anda dengan berapa banyak uang yang Anda miliki, atau apa jenis mobil yang Anda kendarai, atau seberapa besar rumah Anda tinggal, apa yang terjadi ketika semua hal-hal itu lenyap? " Jorge telah memukul paku tepat di kepala.
Malam harinya sepulang kerja, David dan Jorge sudah kembali. David telah berbicara dengan pacar Kristennya di telepon sore itu dan ia berkata kepadanya, "Tentu saja Tuhan ingin kita makmur, David. Kau tahu. Alkitab bahkan mengatakan demikian dalam 3 Yohanes 1:2." Aku tahu ayat itu dengan baik. Jelas ayat favorit saya "ayat kemakmuran" selama bertahun-tahun, itu adalah ayat utama Perjanjian Baru di mana saya telah membangun pesan kemakmuran saya dan gaya hidup. Ayat ini berbunyi: "Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau makmur dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu makmur. ". Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth (King James Version).
Saya telah mengkhotbahkan ayat ini untuk sebagian besar pelayanan saya. Dikatakan persis apa yang saya percaya - bahwa Tuhan ingin umat-Nya makmur, dan oleh itu, saya mengartikan itu berarti makmur secara finansial dan material, dengan kata lain, untuk menjadi kaya. Sekali lagi, saya tidak pernah benar-benar memeriksa arti sebenarnya dari teks tersebut, dan aku tidak pernah serius mempertimbangkan mengapa ayat ini, pada permukaan bagaimanapun, tampaknya bertentangan dengan begitu banyak dari apa yang Perjanjian Baru katakan di tempat lain. Aku hanya menarik ayat ini keluar dari konteks dan mengartikannya - secara harfiah!
" Aku tiba-tiba teringat salah satu dosen Alkitab saya yang memperingatkan saya untuk tidak pernah untuk mencari kata-kata Alkitab dalam sebuah kamus bahasa Inggris, karena kata-kata mungkin memiliki arti yang sama sekali berbeda daripada di Alkitab bahasa aslinya. Aku menarik kamus Alkitab dan leksikon Yunani dari rak. Kami melihat arti dari kata' makmur'. Kami menemukan kata yang diterjemahkan "kesejahteraan" dalam King James Version dari Alkitab berasal dari eudoo, kata Yunani, yang terdiri dari dua kata akar Yunani, eu, yang berarti "baik," dan hodos, yang berarti "jalan, atau rute, kemajuan, atau perjalanan. " Kami tidak menemukan referensi tunggal dalam bahasa Yunani untuk uang, kekayaan atau keuntungan materi dari kata makmur seperti yang diterjemahkan dalam King James Version.
Rasul Yohanes hanya berkata, "Saya berharap Anda memiliki sebuah perjalanan yang baik, aman, dan sehat sepanjang hidup Anda, bahkan ketika jiwa Anda memiliki perjalanan yang baik dan aman ke surga." Yohanes tidak mengatakan "Di atas segalanya, saya ingin Anda menjadi kaya Di atas segalanya, Anda harus makmur dan menghasilkan uang.." Pernyataan itu bahkan tidak tersirat dalam arti sebenarnya dari ayat itu.
Rasul Yohanes mengatakan sesuatu yang sangat mirip ketika ia berkata, "Saudaraku yang terkasih, aku berharap atas segala sesuatu supaya engkau beruntung dan berada dalam kesehatan, bahkan seperti jiwamu." Itu, ucapan keinginan doa dari rasul, bukan prinsip menyarankan orang Kristen harus kaya.
David yang masih tetap berpegang pada teologi kemakmuran menunjuk sebuah bagian dalam Perjanjian Lama Ulangan 08:18. Saya telah menggunakan ayat itu sendiri dalam pesan yang tak terhitung jumlahnya. Ayat ini berbunyi, "Tetapi engkau ingat TUHAN, Allahmu: untuk itu adalah dia yang memberi kekuatan engkau untuk mendapatkan kekayaan, bahwa ia dapat membentuk perjanjian-Nya yang ia bersumpah kepada nenek moyangmu, seperti yang terjadi sekarang ini".
Pada pandangan pertama, ayat itu tampaknya mendukung gagasan bahwa Allah adalah orang yang memberikan kita kekuatan untuk menjadi kaya. Ketika David dan saya membaca ayat dalam konteks dengan berlalunya seluruh Ulangan 8:1-18, bagaimanapun, itu mengambil arti yang berbeda. Kami menyadari bahwa apa yang sebenarnya Allah berkata kepada umat-Nya dalam bagian ini adalah, "Ketika aku membawa kamu keluar dari Mesir ke Tanah Perjanjian dan Anda menikmati berkat-berkat yang telah saya berikan kepada Anda, jangan berpikir bahwa Anda telah berhasil karena Anda kekuatan sendiri. Jangan katakan bahwa itu adalah kekuatan Anda sendiri,. bahwa Anda melakukan semua ini sendiri. " Tuhan kemudian memperingatkan umat-Nya untuk mengingat bahwa Dia adalah layak menerima kemuliaan. Apa yang Tuhan ingin katakan adalah "Ketika Anda masuk ke Tanah Perjanjian, jangan lupa siapa yang membawa Anda ke sana dan memberikan kepada Anda segala sesuatu yang Anda miliki."
David dan saya menggali kata-kata dalam bagian ini, terutama melihat pada kata diterjemahkan kekayaan. Dengan melihat ‘kekayaan’ dalam leksikon Ibrani, kami menemukan bahwa kata itu berasal dari ‘chayil’ kata Ibrani yang digunakan 232 kali dalam Perjanjian Lama. Dalam hampir setiap kasus, kata tersebut dimaksudkan untuk menyiratkan, " kekuatan, kekuasaan, kemampuan, kebajikan, keberanian," dan, oh, ya: "kekayaan." Hal yang paling sering digunakan adalah untuk menggambarkan pria dan wanita yang gagah berani dan tentara.
Seperti David dan saya membaca bagian dengan pemahaman baru, kami menyimpulkan bahwa Tuhan tidak mengatakan, "Aku adalah orang yang memberikan kekayaan." Apa yang benar-benar Dia katakan adalah: "Ingat, Tuhanlah yang telah memberi Anda kekuatan untuk menerima semua yang Anda miliki, Dialah yang telah memberi Anda kekuatan. Dia adalah orang yang telah memberi Anda rumah, tanah, atau lainnya.. harta. "
Saya mengakui, di masa lalu saya telah menggunakan ayat ini untuk membuatnya terdengar seolah-olah itu kehendak Tuhan untuk membuat semua orang kaya dan jika salah satu dari umat-Nya yang miskin itu mungkin karena kurangnya iman atau tidak menerapkan "formula" Alkitab dengan benar . Itu penafsiran yang tidak benar dari bagian itu. Ya, sebenarnya Allah yang memberikan kita kekuatan untuk menerima semua yang kita miliki, tetapi untuk menganggap bahwa Dia ingin semua umat-Nya untuk menjadi kaya berdasarkan Alkitab ini merupakan suatu usaha pelegitimasian yang tidak benar terhadap kebenaran itu.
Setelah David dan saya mempelajari Alkitab tentang kekayaan materi, ia menjadi yakin bahwa Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah menginginkan kita untuk menjadi kaya harta benda. "Tapi Jim, bukankah Tuhan ingin memberkati umat-Nya?" Tanya David. "Tentu saja," jawabku, "Tapi kita tidak harus memutar ke dalam Alkitab ke dalam mengatakan sesuatu yang tidak tepat. Ada banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang memberitahu kita bahwa Allah akan menyediakan bagi kita, dan sebagai kita menghormati Dia dengan menggunakan sumber daya yang Dia memberi kita untuk kemuliaan-Nya, Dia akan terus mencurahkan berkat-berkat yang lebih besar atas kita. " (Bakker kemudian mengutip Mal. 3:10-11, 2 Kor 9:6)
Allah telah berjanji untuk memberkati orang-orang yang menaruh Dia pertama dalam hidup mereka. Prinsip ini tidak pernah berubah. Saya masih percaya bahwa Tuhan memberkati umat-Nya dan akan memenuhi kebutuhan mereka. Tuhan tidak ingin kita menyamakan uang hanya dengan kesalehan. Bahkan, Rasul Paulus berkata bahwa " Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat--yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, .. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. ". (1 Tim 6:3, 5-6).
Untuk pertama kalinya, aku mulai benar-benar mengerti apa yang Paulus maksudkan ketika ia menulis:
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. (1 Tim. 6:8-11)
Selama bertahun-tahun saya mengomentari bagian Alkitab itu. Saya mengabaikannya, membuat alasan untuk itu, atau mencoba untuk memberi penjelasan yang berbeda. Saya menolak untuk menerima penafsiran yang benar. Sekarang saya melihat bahwa pesan itu benar ada sepanjang waktu, sehingga jelas bahwa bahkan seorang anak kecil bisa melihat dan memahaminya. Saya salah.
Saya telah mempengaruhi begitu banyak orang untuk menerima "pesan kemakmuran," Saya sekarang merasa bahwa saya punya tanggung jawab untuk memberitahu teman-teman saya apa yang saya telah pelajari dari studi saya di Alkitab. Beberapa orang terkejut saat mengetahui saya - orang yang mereka anggap sebagai penyebar utama pesan kemakmuran di abad kedua puluh - telah mengingkari pengajaran saya sebelumnya. Lainnya menulis kepada saya dengan sangat senang bahwa saya "akhirnya telah melihat terang."
Saya tahu apa yang Tuhan telah dengan sangat jelas tunjukkan kepada saya dari Firman-Nya. Saya telah mempelajari setiap kata Yesus selama dua tahun, dan saya yakin bahwa pesan kemakmuran adalah suatu penyimpangan dan paling buruk, suatu "injil lain" yang berlawanan dengan Injil Yesus Kristus. Meskipun saya masih percaya Tuhan memberkati umat-Nya, pesan kemakmuran yang telah saya khotbahkan selama bertahun-tahun itu salah.
Catatan :
Pendeta Jim Bakker adalah seorang tele-evangelist yang terkenal dengan acara televisinya PTL (Praise the Lord) yang disiarkan lewat satelit ke seluruh dunia di tahun 1970-80-an. Pada awal 1980-an dia membangun “Heritage USA”, pusat retreat seluas 23.000 di Fort Mill, South Carolina. Pendapatan yang diperkirakan masuk perminggu lewat siaran TV-nya sekita 1 juta dollar. Uangnya itu dipakai untuk pengembangan Heritage USA. Tahun 1984-1987 ternyata ada penyalahgunaan dana keanggotaan Heritage USA yang dilakukan oleh Jim Bakker. Dibayangi skandal seks akhirnya Jim Bakker mengundurkan diri dari acara PTL dan dia dijebloskan ke dalam penjara.
Puji Tuhan, Pendeta Jim Bakker bertobat kembali di penjara dan dia mulai mempelajari Alkitab sungguh-sungguh dan mengkritisi pengajarannya sebelumnya. Dia menulis kesaksian tentang pertobatannya terutama refleksinya atas pengajaran “The Prosperity Gospel” atau Injil Kemakmuran dalam buku yang berjudul “I Was Wrong” dan” Prosperity and the Coming Apocalypse”.
Sumber : inspirazio.blogspot.com
Baca Selengkapnya...
Senin, 08 Oktober 2012
Kamis, 06 September 2012
Orang Kristen di Inggris harus siap menerima resiko kehilangan pekerjaan
INGGRIS, London (5/9/12)
Orang-orang Kristen di Inggris harus meninggalkan iman mereka di rumah atau menerima kenyataan bahwa mereka kemungkinan harus menerima resiko kehilangan pekerjaan mereka, demikian disampaikan seorang pengacara Pemerintah Inggris pada sebuah sidang di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, seperti dilansir The Christian Institute.
Komentar ini muncul di tengah-tengah persidangan kasus empat orang Kristen yang telah diberhentikan dari pekerjaan mereka karena keyakinan agama mereka, termasuk Lilian Ladele, seorang pegawai pencatat perkawinan sipil, kerena menolak mencatat nikah sipil pasangan sesama jenis atas dasar hati nurani sebagai seorang pemeluk Kristen.
Tiga orang lainnya adalah Nadia Eweida, seorang pramugari yang menolak menanggalkan pin salib kecil di seragamnya, Shirley Chaplin yang dilarang memakai kalung salib ketika bertugas di rumah sakit, dan Gary McFarlane, konselor Kristen yang diberhentikan karena menolak memberikan konseling seks pada pasangan sejenis. Mereka menganggap bahwa Pemerintah Inggris gagal melindungi kebebasan beragama mereka.
James Eadie QC, pengacara Pemerintah Inggris tersebut, mengatakan bahwa orang Kristen “yang mengalami masalah” tidak mendapat perlakuan diskriminatif jika mereka mempunyai pilihan untuk “mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain.”
Materi yang disampaikan pada para hakim termasuk pernyataan tertulis Uskup Michael Nazir-Ali yang pernah menjabat sebagai uskup Rochester. Ia memperingatkan tentang “agenda hak asasi manusia (HAM)” yang diselewengkan. Hal ini menurutnya mirip dengan rezim komunis ateis di Eropa Timur yang juga menekan Agama Kristen dengan melarang pengungkapan iman di ranah kehidupan masyarakat umum, demikian dilaporkan The Telegraph.
“Pelecehan HAM oleh pemerintah sekuler di Eropa Tengah dan Timur semuanya masih begitu segar dalam ingatan.
“Agenda HAM yang baru harus menghormati nilai-nilai Yudeo-Kristen jika itu hendak menghindar dari menjadi sebuah ideologi tak-manusiawi lainnya yang memasung kebebasan pribadi.
“Ada ketakutan yang dalam di Inggris bahwa agenda HAM sedang diarahkan untuk melawan HAM; dan bermaksud untuk menghapuskan nilai-nilai Yudeo-Kristen dari kehidupan masyarakat umum,” ungkapnya dalam pernyataan tersebut. Ia juga menekankan bahwa iman Kristen dan nilai-nilai Yudeo-Kristen adalah batu penjuru untuk "kebebasan, kemakmuran, dan kemerdekaan di Eropa."
Uskup Nazir-Ali memperingatkan bahaya penyelewengan agenda HAM yang bisa menjadi sebuah bentuk totalitarian yang baru di Eropa yang sedang dilanda oleh "sekularisme yang secara agresif semakin meningkat." Hal ini menurutnya memerlukan suatu "jalan keluar yang bijaksana."
Sumber : menarapenjaga.blogspot.com
Baca Selengkapnya...
Menelanjangi 8 trik gereja setan dalam menghancurkan gereja Tuhan
Elaine, seorang mantan petinggi gereja setan sekaligus mantan penyihir ini bersaksi membongkar rencana dan trik-trik Iblis dalam usahanya menghancurkan gereja-gereja Kristen:
Selama tahun-tahunku di The Brotherhood (kelompok pemuja setan-red) aku amat sungguh-sungguh dilatih, dan aku ganti melatih orang lain, bagaimana cara menyelinap dan menghancurkan berbagai macam gereja. Tujuan Iblis adalah membuat setiap gereja Kristen seperti gereja di Laodikia yang digambarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus dalam Wahyu 3:15-16:
"Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku."
Gereja-gereja yang penuh dengan jemaat yang pasif yang tidak pernah terganggu untuk membaca atau mempelajari Alkitab, yang "secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya..." seperti yang dijelaskan dalam Timotius II:3:5, tidak menjadi ancaman bagi Iblis.
Kami diajar delapan hal penting sebagai rencana dasar untuk menyerang yang dapat disesuaikan di denominasi gereja manapun kami dikirimkan.
Kenyataan bahwa hampir semua pengikut Iblis yang memiliki tingkat tinggi secara teratur menghadiri kebaktian di gereja-gereja Kristen tidak perlu mengherankan bagi setiap orang. Yaitu, setiap orang yang menyediakan waktu untuk membaca firman Tuhan. Setiap orang Kristen dengan sangat jelas diperingatkan bahwa serangan Iblis akan datang dari dalam gereja sendiri - khususnya di zaman kemakmuran.
Ketika Paulus mengucapkan "selamat tinggal" kepada para penatua di Efesus, dia memberi mereka peringatan ini:
"Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata." Kisah Para Rasul 20:25-31.
"Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka." II Korintus 11:13-15
"Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus." Yudas 1:4.
Ayat-ayat diatas menunjukkan dengan jelas sekali bahwa serangan Iblis akan datang dari dalam gereja-gereja kita. Kami tidak akan mencoba memulai perburuan terhadap pengikut Iblis, tetapi keinginan kami adalah untuk menunjukkan kepada Anda taktik-taktik utama yang digunakan Setan sehingga Anda dapat menghentikan aktivitas semacam ini di dalam gereja Anda sendiri. Masing-masing individu bertanggungjawab di hadapan Allah untuk menjadi waspada dan peka, untuk membaca dan sungguh-sungguh mempelajari firman Allah (Alkitab), secara seksama mendengarkan apa yang diajarkan di gereja mereka. Setiap ajaran yang tidak cocok dengan firman Allah harus dilawan, tidak peduli siapa yang mengajarkannya. Namun perlawanan itu harus dilakukan dengan kasih dan lemah lembut, tetapi tegas. Paulus emberikan beberapa nasihat yang sangat baik kepada Timotius tentang masalah ini:
Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian. 1 Timotius 5:1-2.
Kata "tegurlah" berarti meminta dengan sangat, memohon; memohon dengan sangat hormat. Jangan lupa bahwa Yesus mengasihi orang-orang ini dan telah mati bagi mereka sebagaimana Dia telah mati untuk Anda dan aku. Tujuan Anda bukan untuk membongkar mereka, tetapi untuk mengendalikan mereka dan membuat mereka supaya diselamatkan.
Harap jangan melupakan pengalamanku ini. Gereja kecil dimana aku dikirim untuk menghancurkannya mengetahui bahwa aku adalah seorang tukang sihir, namun mereka tidak secara terang-terangan membongkar diriku atau menentangku. Jika mereka melakukan hal itu pasti aku sudah terbunuh dengan segera. Sebaliknya, mereka mengasihiku, mengendalikan diriku sehingga aku tidak bisa membawa doktrin yang menghancurkan dan mereka juga berdoa bagiku sampai akhirnya aku diselamatkan.
Berikut ini adalah 8 hal utama dari serangan yang diajarkan Iblis kepada hamba-hambanya untuk dipergunakan dalam menghancurkan gereja-gereja Kristen.
#1) Pernyataan Iman
Pertama-tama, semua pengikut Iblis harus membuat "pernyataan iman." Dia harus berpura-pura untuk diselamatkan agar bisa memperoleh kepercayaan dari jemaat gereja. Di gereja-gereja yang mengadakan tantangan, orang itu akan maju ke depan, biasanya dengan air mata, dan berpura-pura untuk "diselamatkan." Jika gereja yang khusus itu adalah gereja kharismatik yang sangat menekankan tentang karunia berbahasa lidah maka pengikut Iblis itu akan berbahasa lidah juga. Ini bukan masalah, setan-setan dapat berbahasa lidah dengan amat mudah. Ingat bahwa ketika aku didiami oleh Mann-Chan (salah satu roh jahat yang cukup kuat - red), aku dapat berbicara dengan pejabat-pejabat tinggi negara asing dalam bahasa mereka secara lancar. Inilah mengapa Tuhan begitu menekankan pentingnya ada penafsiran:
"Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah." I Korintus 14:26-28.
Sayang, berapa banyak kerusakan yang dilakukan karena gereja-gereja tidak memperhatikan peringatan yang sederhana ini. Sudah menjadi kebiasaan di gereja-gereja kharismatik dimana banyak orang berbicara dan berdoa dalam bahasa lidah pada waktu yang sama tanpa adan yang menafsirkan selama kebaktian dan persekutuan doa. Pengikut Iblis mengambil banyak keuntungan dari sini. Selama aku melayani Iblis, aku berbicara dalam bahasa lidah secara teratur didalam setiap ibadah dan persekutuan doa, demikian juga yang dilakukan pengikut Iblis lainnya yang bekerja sama denganku. Tidak ada seorangpun yang menafsirkannya. Kami mengutuki gereja. pendeta, seluruh jemaat dan Allah! Dan Tidak seorang pun tahu! Kami menasehati gereja-gereja di manapun berada supaya memperhatikan firman Tuhan ini. Apabila Anda datang bersekutu dalam suatu kelompok, batasilah penggunaan bahasa lidah Anda seperti yang dianjurkan firman Tuhan. Jika Anda melakukan hal ini, berarti Anda telah mengambil langkah yang penting sekali untuk menahan serangan Iblis atas diri Anda.
Tiga bagian Firman Tuhan yang sering diabaikan oleh kebanyakan gereja adalah:
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia." I Yohanes 4:1-3.
"Jawab-Nya: Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku.." Lukas 21:8.
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Matius 7:21-23.
Ini kelihatannya menjadi salah satu hal yang paling membingungkan diantara orang-orang Kristen. Para pengikut Iblis dapat dan benar-benar menggunakan nama Yesus. Mereka dapat mengajar dan berkotbah tentang Yesus, mereka dapat menggunakan nama Yesus dalam doa, dan sebagainya. Ayat-ayat firman Tuhan yang hanya dikutip dari Lukas dan Matius secara jelas menunjukkan hal ini. Satu hal yang tidak bisa mereka lakukan adalah lulus dalam tes yang diberikan dalam I Yohanes 4. Mereka tidak bisa menatap mata Anda dan berkata, "Yesus Kristus yang adalah Allah, yang telah datang menjadi manusia,mati di kayu salib dan tiga hari kemudian bangkit dari antara orang mati dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus inilah Juru Selamat dan Tuhanku." Oh, mereka dapat berkata, "Yesus menyelamatkan aku." Namun, Yesus yang manakah yang sedang mereka bicarakan? Yesus sendiri berkata bahwa banyak orang yang akan muncul dengan menyatakan diri sebagai diri-Nya. Mereka dapat juga membaca atau menirukan pengakuan dan pernyataan iman di dalam Yesus Kristus. Mereka dapat dan benar-benar membaca Alkitab. Jika Anda bertanya kepada mereka apakah Yesus Kristus yang telah menjelma menjadi manusia adalah Juru Selamat mereka, maka mereka bisa berbohong dan berkata "Ya". Namun mereka tidak dapat, dengan mulut mereka sendiri, membuat pernyataan seperti yang disampaikan diatas. Allah telah memberikan kepada kita sebuah ujian untuk digunakan. Marilah kita menggunakan firman Allah.
#2) Membangun Kredibilitas
Para pengikut Iblis membangun kredibilitas d antara gereja-gereja Kristen dengan berbagai macam cara, tergantung pada gereja tertentu. Mereka merupakan para pengunjung tetap. Mereka bisa diharapkan untuk selalu siap dan bersedia membantu dalam setiap proyek pelayanan. Mereka tidak hanya membangun kredibilitas dengan cara seperti ini, namun mereka juga amat mengenal gereja dan anggota jemaatnya. Sangat mudah dan cepat bagi mereka untuk mengetahui siapakah yang benar-benar menyerahkan diri kepada Kristus dan siapakah yang tidak sungguh-sungguh.
#3) Menghancurkan Dasar Doa
"Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus." Efesus 6:18.
Satu tujuan yang terpenting dari pada pengikut Iblis adalah untuk menghancurkan kehidupan doa dalam gereja. Ada begitu banyak ayat dalam Alkitab mengenai doa sehingga kami tidak bisa mendaftarnya semuanya. Gereja yang kuat adalah gereja yang berdoa. Doa memerlukan kedisplinan diri, tapi sayangnya sebagian besar orang Kristenhanya menyediakan sangat sedikit waktu untuk berdoa. Biarlah aku menceritakan kepada Anda kisah nyata tentang bagaimana cara seorang pengikut Iblis menghancurkan kuasa dalam gereja dimana aku dulu dilepaskan. Rebecca dan aku amat bersedih hati atas apa yang telah terjadi, namun kami tidak mampu membuat para pemimpin gereja itu mendengarkan kami.
Tak lama setelah aku benar-benar dilepaskan, kami merasa terkejut sekali melihat pendeta kepala dari coven yang besar dan kuat di kota dimana gereja kami berada,mulai menghadiri gereja kami. Aku mengenal orang ini dan keluarganya secara pribadi ketika aku masih menjadi pengikut Iblis, dan dia pun secara pribadi telah mengancam Rebecca maupun diriku lebih dari satu kesempatan. Hanya dalam waktu dua tahun, dia dan teman-temannya berhasil menghancurkan sama sekali gereja yang luar biasa dan kuat ini! Berulang kali Rebecca dan aku telah memohon dengan sangat disertai cucuran air mata kepada pendeta maupun para penatua gereja, namun mereka tidak mau mendengarkan kami. Kami tidak bisa menuduh "Roh" (bukan namanya yang sebenarnya) sebagai pengikut Iblis, tentu saja karena kami tidak memiliki bukti. Hanya perkataan kamilah yang menunjukkan bahwa kami melawannya. Tetapi kami telah sungguh-sungguh berusaha untuk menunjukkan kepada pendeta dan dua orang penatua lebih dari satu kesempatan bahwa buah-buah dalam hidupnya tidak sesuai dengan Alkitab. Inilah yang telah dia kerjakan.
Roy amat kaya. Dia menjadi anggota gereja tak lama setelah dia mulai menghadirinya. Dia menyatakan bahwa dirinya amat memahami Alkitab, yang kenyataannya memang benar. Dia sumbangan dalam jumlah yang amat besar kepada gereja, menghadiri setiap pertemuan dan aktivitas yang diadakan, dan bergabung dalam grup koor. Pada waktu itu gereja kami memiliki persekutuan doa yang sangat kuat setiap Rabu malam. Setiap minggunya 200-300 orang menghadiri persekutuan doa dan berdoa sebagai satu tubuh yang bersatu. Kami mengadakan persekutuan doa yang amat kuat sehingga kuasa Roh Kudus benar-benar menggoncangkan bangunan gereja. Orang-orang ini memang serius dengan doa.
Kemudian, seperti yang telah diharapkan, gereja mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Anggotanya bertumbuh mulai dari 300 menjadi lebih dari seribu orang dalam waktu kurang daris setahun. Ini merupakan saat yang amat berbahaya bagi setiap gereja. Pendeta dan penatua tidak lagi dapat mengenali setiap anggotanya secara pribadi. Mereka tidak membangun cabang gereja baru untuk memenuhi kebutuhan ini. Sebaliknya, mereka memperbesar bangunan gereja, dan gereja itu terus bertumbuh dengan pesatnya. Setiap orang berpikir bahwa mereka sedang diberkati Allah secara berlimpah - dan memang benar. Namun, banyak diantara pada pendatang yang baru sesungguhnya adalah para pengikut Iblis yang berlagak sebagai orang-orang Kristen. Kurang dari 6 bulan setelah bergabung dengan gereja itu, Roy mulai melakukan aksinya dan mengatakan kepada gereja bahwa Allah telah menaruhkan beban yang amat berat dalam hatinya bagi Amerika. Dia mengatakan bahwa Allah menghendaki agar orang-orang dalam gereja itu mulai datang seminggu sekali pada siang hari untuk berdoa selama satu jam bagi negara itu. Dia bersedia untuk memimpin kelom pok itu. Setiap orang berpikir bahwa ini merupakan hal yang luar biasa, dan Roy pun makin terpandang saja di gereja. Dalam waktu dua bulan dia dipilih menjadi penatua, dan tidak lama kemudian dia terpilih menjadi anggota dewan pemimpin dalam gereja.
Kira-kira 4 bulan setelah pembentukan kelompok "Doa bagi Amerika", dia melancarkan dua serangan berikutnya. Dia bersama istrinya dan sekitar 20 anggota koor dengan nada memelas mengatakan kepada pemimpin koor bahwa mereka mesti berhenti mengikut berlatih koor karena kegiatan itu "terlalu banyak menyita waktu mereka bagi keluarga." Mereka menyatakan bahwa beban mereka terlalu berat jika harus menghadiri persekutuan doa setiap Rabu malam, kemudian langsung berlatih koor, setelah persekutuan doa. Tidak perlu dikatakan, tidak lama kemudian pimpinan koor itu mendatangi para penatua untuk membicarakan tentang latihan koor selama persekutuan doa, dan "Tentu saja mengadakan persekutuan doa mereka sendiri sebelum latihan." Para penatua itu setuju, dan 20 anggota bergabung lagi. Serangan pertama sukses. Karena anggota koor itu besar , maka sebagian besar anggota gereja lantas memilih mengikuti latihan koor, dan mereka tidak lagi mengikuti persekutuan doa yang amat berkuasa itu. Kebanyakan dari anggota gereja lainnya mulai berpikir apakah persekutuan doa itu penting sekali.
Kurang lebih sebulan setelah kemenangan dengan koor, Roy menyerang pada suatu pertemuan para penatua maupun dewan pimpinan. Roy mengatakan kepada mereka bahwa karena pertumbuhan anggota gereja yang amat pesat, maka tidak cukup lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengajar mereka satu per satu agar bertumbuh di dalam Tuhan, atau bagaimana cara menyampaikan Injil kepada orang lain. Dia mengatakan bahwa Sekolah Minggu sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. Dia juga menunjukkan kenyataan bahwa orang-orang tidak bisa mengenal satu sama lain secara pribadi seperti dulu lagi ketika gereja mereka masih kecil. Semua pendapatnya itu betul. NAMUN pemecahannya atas masalah itu adalah menghentikan persekutuan doa yang besar itu dan membaginya menjadi beberapa persekutuan yang lebih kecil yang disebut "kelompok pemuridan", dimana mereka bisa "diajar secara individu" bagaimana agar bisa "bertumbuh dan menginjili" serta dapat mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Pendeta, para penatua dan dewan pimpinan gereja menelan umpan yang dia tawarkan, dan tenggelam.
Persekutuan doa dibubarkan dan kelompok-kelompok pemuridan yang kecil dibentuk. Tentu saja, Roylah yang bertugas membentuk kelompok-kelompok ini. Orang-orang yang dia pilih untuk memimpin mereka kebanyakan adalah para pengikut Iblis. Doa dan kuasa dari gereja itu telah dihancurkan!
Rebecca dan aku menemui pendeta maupun beberapa penatua dengan air mata, mencoba untuk menunjukkan kepada mereka secara Alkitabiah bahwa persekutuan doa yang penuh kuasa merupakan tulang punggung gereja. Mereka tidak mau mendengarkan kami. Dari masing-masing mereka kami mendengar alasan yang sama, "Roy adalah orang pertama yang mengetahui pentingnya doa. Perhatikan bagaimana dia memulai kelompok Doa bagi Amerika."
#4)Gosip
Apabila dasar doa dalam gereja telah dihancurkan, maka para pengikut Iblis akan bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan. Salah satu hal yang paling mudah digunakan adalah gosip. Gosip adalah senjata utama Iblis. Amat sedikit orang yang cukup kuat untuk tidak meneruskan gosip yang telah mereka dengar. Para pengikut Iblis dengan mudah dapat menghancurkan kredibilitas pendeta atau orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam sebuah gereja dengan cara menimbulkan gosip.
Kami menghimbau seluruh penatua gereja supaya benar-benar waspada. Jangan sekali-kali pergi sendirian ke rumah salah seorang anggota gereja yang berlainan jenis kelaminnya untuk membantu atau membimbing mereka. Anda dapat dijebak dengan mudah sekali. Sungguhpun Anda tidak berbuat sesuatu yang kelihatannya salah, tapi siapakah yang dapat membuktikannya? Ada banyak karier seorang pendeta yang telah dihancurkan karena langkah seperti ini. I Tesalonika 5:22 mengatakan, "Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan." Setiap orang Kristen harus dengan hati-hati mentaati ayat firman Tuhan ini.
#5) Mengajar dan Mengubah doktrin
Pengikut Iblis amat ingin mendapatkan posisi untuk mengajar di gereja-gereja. Mereka dapat mengakibatkan kerusakan yang amat luar biasa dalam posisi-posisi seperti ini. Apakah Anda benar-benar tahu dimanakah para pengajar Sekolah Minggu Anda berdiri dengan Tuhan? Apakah Anda sungguh-sungguh tahu segala sesuatu yang mereka ajarkan kepada anak-anak Anda? Ataukah itu biar menjadi urusan orang lain saja? Aku dulu pernah mengajar Sekolah Minggu di sebuah gereja kharismatik di kotaku selama beberapa tahun, dan diberi kesempatan untuk memimpin serta mengajar koor pemuda, sedangkan pada saat yang bersamaan aku melayani Iblis. Kini hatiku hancur saat memikirkan tentang kehidupan banyak orang muda yang telah kuhancurkan dengan cara merekrut mereka menjadi pengikut Iblis melalui kelas-kelas yang kupimpin, dan tidak terbilang lainnya yang waktunya kubuang percuma dengan tidak mengajarkan kepada mereka tentang Injil Yesus Kristus yang benar.
Jangan tertipu. Sejumlah pendeta dari gereja-gereja yang besar dan kaya di negara kami adalah para pengikut Iblis. Pengaruh mereka sangat hebat, dan mereka dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan karena kebanyakan orang Kristen dimana-mana terlalu malas dalam mempelajari Alkitab secara pribadi untuk mengecek segala sesuatu yang mereka katakan!
Ada tiga hal dasar yang paling gencar diajarkan oleh para pengikut Iblis:
a) Doa. Mereka membuat doa menjadi prosedur yang demikian rumit. Mereka seringkali mengajarkan bahwa ada sejumlah langkah yang harus dilalui orang percaya agar mereka bisa yakin bahwa mereka benar-benar memiliki hubungan yang "benar" dengan Allah sebelum mereka dapat memiliki kuasa dalam doa, atau bahkan sebelum Allah dapat mendengar mereka. Mereka menggunakan dan memutarbalikkan banyak ayat Alkitab untuk menjadikan doktrin mereka yang begitu keliru supaya kelihatan benar. Tidak terhitung jumlah orang yang menjadi lemah sekali dalam doa karena doa dinyatakan sebagai beban yang begitu berat dan hal yang amat kompleks. Kami menganjurkan setiap orang untuk mempelajari Ibrani 4:14-16:
"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." Ibrani 4:14-16.
b) Salah satu doktrin Iblis yang paling menghancurkan pada masa kini adalah berita tentang sehat dan kaya. Salah satu cara terbaik untuk menghalangi orang agar tidak bersedia menderita apapun untuk menolong seorang saudara dan untuk melemahkan orang Kristen yang sungguh-sungguh dalam mengalami aniaya (ini benar-benar terjadi di negara kami setiap hari) adalah ajaran bahwa setiap orang Kristen harus sehat setiap waktu dan kaya. Seseorang yang tidak seperti itu berarti gagal di dalam sebagian hidupnya. Ayat-ayat yang menunjukkan tentang kesalahan doktrin itu terlalu banyak jumlahnya untuk didaftar. Salah satu ayat singkat yang meringkas itu semua menyatakan:
"Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya." II Timotius 3:12.
Coba perhatikan bahwa tidak ada batasan mengenai aniaya macam apakah yang akan diderita orang percaya - ini dapat berarti secara keuangan, fisik atau emosional.
c) Doktrin kasih - "Kita tidak dapat menghakimi setiap orang." Para pengikut Iblis melindungi diri mereka sendiri dengan doktrin ini, dan orang Kristen yang pasif tidak ingin menginjak kaki siapapun. Mereka hanya tidak ingin diganggu karena jika mereka melakukan hal itu, maka kehidupan mereka yang sudah terencana dengan baik, tenteram dan berkelimpahan tidak akan seperti itu lagi.
#6) Menghancurkan kesatuan keluarga
Iblis tahu bahwa jika dia berhasil menghancurkan kesatuan keluarga, maka dia dapat juga menghancurkan kesatuan dalam gereja, dan perlu aku tambahkan, menghancurkan negara juga. Pengikut Iblis di dalam gereja Kristen bekerja keras untuk memisahkan keluarga. Mereka mulai melaksanakan berbagai macam program bagi kaum remaja, anak-anak usia sekolah, dan anak-anak prasekolah. Mereka mengembangkan program-program yang terpisah bagi kaum wanita dan pria, sehingga mencoba memisahkan orang tua sesering mungkin.
Anak-anak perlu mendengarkan kotbah-kotbah dan mengikuti persekutuan-persekutuan doa sama banyaknya dengan orang tua mereka. Dengan jelas Alkitab menunjukkan prinsip belajar bersama dalam keluarga. Anak-anak belajar menghormati Allah maupun gereja dengan belajar duduk tenang di gereja dan mendengarkan pendetanya. Segera setelah berbagai program dibuat bagi kaum muda yang memisahkan mereka dari kebaktian utama, mereka kehilangan rasa hormat kepada pendeta dan gereja. MEREKA merasa tidak perlu duduk dan mendengarkan pendeta, dia sudah terlalu membosankan. Inilah sikap yang dengan cepat sekali mereka kembangkan.
#7) Menghentikan semua ajaran yang akurat tentang Iblis.
"Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya." II Korintus 2:11
"Umatku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka aku juga akan melupakan anak-anakmu." Hosea 4:6
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." I Petrus 5:8
"Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat." Yohanes 3:19.
Salah satu sasaran utama Iblis dan antek-anteknya adalah untuk mencegah setiap ajaran tentang dia atau aktivitasnya. Selama orang tetap bersikap acuh-tak acuh terhadap Iblis, dia tidak akan dihalangi dalam melakukan segala sesuatu yang dikehendakinya. Para pengikut Iblis selalu diperintahkan untuk mencegah setiap pengajaran tentang Iblis di dalam gereja yang mereka hadiri.
Alasannya banyak. Mereka mengatakan bahwa setiap pengajaran tentang Iblis memuliakan dia, membuat pikiran orang jauh dari Tuhan, menggoda orang untuk datang kepada Iblis dan dst. Firman Allah secara jelas banyak mengajar tentang Iblis, dan mengingatkan kita bahwa jika kita acuh tak acuh terhadap musuh kita itu, maka dia pasti akan mengambil keuntungan dari kita.
Sebuah pembacaan mantera yang sederhana oleh seorang pengikut Iblis berpangkat tinggi akan memerintahkan roh jahat untuk mengganggu setiap orang yang menghadiri gereja dimana dia juga hadir. Tujuan roh jahat ini adalah untuk berjaga-jaga dan begitu seseorang mengatakan sesuatu tentang Iblis, maka roh jahat itu memasukkan pikiran ke dalam benak orang itu sehingga dia tidak usah mendengarkan segala sesuatu yang disampaikan tentang Iblis.
Awas, ada anggota gereja yang mengeluh paling keras terhadap setiap ajaran tentang Iblis dan segala taktiknya, mungkin akan berubah menjadi pengikut Iblis pada akhirnya.
8) Serangan langsung oleh Tukang Sihir melawan para anggota gereja yang utama.
Inilah alasan lainnya mengapa doa begitu penting. Setiap pendeta dan para pemimpin gereja dan/atau anggota jemaat yang benar-benar berdiri di pihak Tuhan dan melawan Iblis akan mendapat serangan yang luar biasa dari para pengikut Iblis.
Mereka akan ditimpa oleh berbagai macam penyakit jasmani, kesukaran dalam berkonsentrasi, kebingungan, kelelahan, kesukaran dalam berdoa, dll. Para pemimpin gereja manapun harus terus-menerus didukung dalam doa oleh segenap anggota jemaat. Apabila dasar doa seperti ini telah hilang, maka pendeta dan pemimpin-pemimpin gereja akan menghadapi serangan-serangan itu sendirian. Seringkali mereka dikalahkan. Itulah sebabnya mengapa Paulus meminta agar saudara-saudara seimannya berdoa baginya pada bagian akhir sebagian besar surat yang ditulisnya.
Sejumlah besar gereja Kristen yang mati dan tidak berdaya di Amerika Serikat pada masa kini merupakan saksi bagi keberhasilan taktik Iblis yang direncanakan dengan cermat. Doa kami ialah agar setiap orang Kristen yang membaca buku ini akan menghadap Tuhan di dalam doa dan meminta petunjuk-Nya untuk mengetahui cara berperang menghadapi serangan semacam ini dalam gerejaNya.
Dikutip dari buku "Bebas dari cengkeraman setan" by. Rebecca Brown Baca Selengkapnya...
Selama tahun-tahunku di The Brotherhood (kelompok pemuja setan-red) aku amat sungguh-sungguh dilatih, dan aku ganti melatih orang lain, bagaimana cara menyelinap dan menghancurkan berbagai macam gereja. Tujuan Iblis adalah membuat setiap gereja Kristen seperti gereja di Laodikia yang digambarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus dalam Wahyu 3:15-16:
"Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku."
Gereja-gereja yang penuh dengan jemaat yang pasif yang tidak pernah terganggu untuk membaca atau mempelajari Alkitab, yang "secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya..." seperti yang dijelaskan dalam Timotius II:3:5, tidak menjadi ancaman bagi Iblis.
Kami diajar delapan hal penting sebagai rencana dasar untuk menyerang yang dapat disesuaikan di denominasi gereja manapun kami dikirimkan.
Kenyataan bahwa hampir semua pengikut Iblis yang memiliki tingkat tinggi secara teratur menghadiri kebaktian di gereja-gereja Kristen tidak perlu mengherankan bagi setiap orang. Yaitu, setiap orang yang menyediakan waktu untuk membaca firman Tuhan. Setiap orang Kristen dengan sangat jelas diperingatkan bahwa serangan Iblis akan datang dari dalam gereja sendiri - khususnya di zaman kemakmuran.
Ketika Paulus mengucapkan "selamat tinggal" kepada para penatua di Efesus, dia memberi mereka peringatan ini:
"Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata." Kisah Para Rasul 20:25-31.
"Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka." II Korintus 11:13-15
"Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus." Yudas 1:4.
Ayat-ayat diatas menunjukkan dengan jelas sekali bahwa serangan Iblis akan datang dari dalam gereja-gereja kita. Kami tidak akan mencoba memulai perburuan terhadap pengikut Iblis, tetapi keinginan kami adalah untuk menunjukkan kepada Anda taktik-taktik utama yang digunakan Setan sehingga Anda dapat menghentikan aktivitas semacam ini di dalam gereja Anda sendiri. Masing-masing individu bertanggungjawab di hadapan Allah untuk menjadi waspada dan peka, untuk membaca dan sungguh-sungguh mempelajari firman Allah (Alkitab), secara seksama mendengarkan apa yang diajarkan di gereja mereka. Setiap ajaran yang tidak cocok dengan firman Allah harus dilawan, tidak peduli siapa yang mengajarkannya. Namun perlawanan itu harus dilakukan dengan kasih dan lemah lembut, tetapi tegas. Paulus emberikan beberapa nasihat yang sangat baik kepada Timotius tentang masalah ini:
Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian. 1 Timotius 5:1-2.
Kata "tegurlah" berarti meminta dengan sangat, memohon; memohon dengan sangat hormat. Jangan lupa bahwa Yesus mengasihi orang-orang ini dan telah mati bagi mereka sebagaimana Dia telah mati untuk Anda dan aku. Tujuan Anda bukan untuk membongkar mereka, tetapi untuk mengendalikan mereka dan membuat mereka supaya diselamatkan.
Harap jangan melupakan pengalamanku ini. Gereja kecil dimana aku dikirim untuk menghancurkannya mengetahui bahwa aku adalah seorang tukang sihir, namun mereka tidak secara terang-terangan membongkar diriku atau menentangku. Jika mereka melakukan hal itu pasti aku sudah terbunuh dengan segera. Sebaliknya, mereka mengasihiku, mengendalikan diriku sehingga aku tidak bisa membawa doktrin yang menghancurkan dan mereka juga berdoa bagiku sampai akhirnya aku diselamatkan.
Berikut ini adalah 8 hal utama dari serangan yang diajarkan Iblis kepada hamba-hambanya untuk dipergunakan dalam menghancurkan gereja-gereja Kristen.
#1) Pernyataan Iman
Pertama-tama, semua pengikut Iblis harus membuat "pernyataan iman." Dia harus berpura-pura untuk diselamatkan agar bisa memperoleh kepercayaan dari jemaat gereja. Di gereja-gereja yang mengadakan tantangan, orang itu akan maju ke depan, biasanya dengan air mata, dan berpura-pura untuk "diselamatkan." Jika gereja yang khusus itu adalah gereja kharismatik yang sangat menekankan tentang karunia berbahasa lidah maka pengikut Iblis itu akan berbahasa lidah juga. Ini bukan masalah, setan-setan dapat berbahasa lidah dengan amat mudah. Ingat bahwa ketika aku didiami oleh Mann-Chan (salah satu roh jahat yang cukup kuat - red), aku dapat berbicara dengan pejabat-pejabat tinggi negara asing dalam bahasa mereka secara lancar. Inilah mengapa Tuhan begitu menekankan pentingnya ada penafsiran:
"Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah." I Korintus 14:26-28.
Sayang, berapa banyak kerusakan yang dilakukan karena gereja-gereja tidak memperhatikan peringatan yang sederhana ini. Sudah menjadi kebiasaan di gereja-gereja kharismatik dimana banyak orang berbicara dan berdoa dalam bahasa lidah pada waktu yang sama tanpa adan yang menafsirkan selama kebaktian dan persekutuan doa. Pengikut Iblis mengambil banyak keuntungan dari sini. Selama aku melayani Iblis, aku berbicara dalam bahasa lidah secara teratur didalam setiap ibadah dan persekutuan doa, demikian juga yang dilakukan pengikut Iblis lainnya yang bekerja sama denganku. Tidak ada seorangpun yang menafsirkannya. Kami mengutuki gereja. pendeta, seluruh jemaat dan Allah! Dan Tidak seorang pun tahu! Kami menasehati gereja-gereja di manapun berada supaya memperhatikan firman Tuhan ini. Apabila Anda datang bersekutu dalam suatu kelompok, batasilah penggunaan bahasa lidah Anda seperti yang dianjurkan firman Tuhan. Jika Anda melakukan hal ini, berarti Anda telah mengambil langkah yang penting sekali untuk menahan serangan Iblis atas diri Anda.
Tiga bagian Firman Tuhan yang sering diabaikan oleh kebanyakan gereja adalah:
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia." I Yohanes 4:1-3.
"Jawab-Nya: Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku.." Lukas 21:8.
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Matius 7:21-23.
Ini kelihatannya menjadi salah satu hal yang paling membingungkan diantara orang-orang Kristen. Para pengikut Iblis dapat dan benar-benar menggunakan nama Yesus. Mereka dapat mengajar dan berkotbah tentang Yesus, mereka dapat menggunakan nama Yesus dalam doa, dan sebagainya. Ayat-ayat firman Tuhan yang hanya dikutip dari Lukas dan Matius secara jelas menunjukkan hal ini. Satu hal yang tidak bisa mereka lakukan adalah lulus dalam tes yang diberikan dalam I Yohanes 4. Mereka tidak bisa menatap mata Anda dan berkata, "Yesus Kristus yang adalah Allah, yang telah datang menjadi manusia,mati di kayu salib dan tiga hari kemudian bangkit dari antara orang mati dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus inilah Juru Selamat dan Tuhanku." Oh, mereka dapat berkata, "Yesus menyelamatkan aku." Namun, Yesus yang manakah yang sedang mereka bicarakan? Yesus sendiri berkata bahwa banyak orang yang akan muncul dengan menyatakan diri sebagai diri-Nya. Mereka dapat juga membaca atau menirukan pengakuan dan pernyataan iman di dalam Yesus Kristus. Mereka dapat dan benar-benar membaca Alkitab. Jika Anda bertanya kepada mereka apakah Yesus Kristus yang telah menjelma menjadi manusia adalah Juru Selamat mereka, maka mereka bisa berbohong dan berkata "Ya". Namun mereka tidak dapat, dengan mulut mereka sendiri, membuat pernyataan seperti yang disampaikan diatas. Allah telah memberikan kepada kita sebuah ujian untuk digunakan. Marilah kita menggunakan firman Allah.
#2) Membangun Kredibilitas
Para pengikut Iblis membangun kredibilitas d antara gereja-gereja Kristen dengan berbagai macam cara, tergantung pada gereja tertentu. Mereka merupakan para pengunjung tetap. Mereka bisa diharapkan untuk selalu siap dan bersedia membantu dalam setiap proyek pelayanan. Mereka tidak hanya membangun kredibilitas dengan cara seperti ini, namun mereka juga amat mengenal gereja dan anggota jemaatnya. Sangat mudah dan cepat bagi mereka untuk mengetahui siapakah yang benar-benar menyerahkan diri kepada Kristus dan siapakah yang tidak sungguh-sungguh.
#3) Menghancurkan Dasar Doa
"Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus." Efesus 6:18.
Satu tujuan yang terpenting dari pada pengikut Iblis adalah untuk menghancurkan kehidupan doa dalam gereja. Ada begitu banyak ayat dalam Alkitab mengenai doa sehingga kami tidak bisa mendaftarnya semuanya. Gereja yang kuat adalah gereja yang berdoa. Doa memerlukan kedisplinan diri, tapi sayangnya sebagian besar orang Kristenhanya menyediakan sangat sedikit waktu untuk berdoa. Biarlah aku menceritakan kepada Anda kisah nyata tentang bagaimana cara seorang pengikut Iblis menghancurkan kuasa dalam gereja dimana aku dulu dilepaskan. Rebecca dan aku amat bersedih hati atas apa yang telah terjadi, namun kami tidak mampu membuat para pemimpin gereja itu mendengarkan kami.
Tak lama setelah aku benar-benar dilepaskan, kami merasa terkejut sekali melihat pendeta kepala dari coven yang besar dan kuat di kota dimana gereja kami berada,mulai menghadiri gereja kami. Aku mengenal orang ini dan keluarganya secara pribadi ketika aku masih menjadi pengikut Iblis, dan dia pun secara pribadi telah mengancam Rebecca maupun diriku lebih dari satu kesempatan. Hanya dalam waktu dua tahun, dia dan teman-temannya berhasil menghancurkan sama sekali gereja yang luar biasa dan kuat ini! Berulang kali Rebecca dan aku telah memohon dengan sangat disertai cucuran air mata kepada pendeta maupun para penatua gereja, namun mereka tidak mau mendengarkan kami. Kami tidak bisa menuduh "Roh" (bukan namanya yang sebenarnya) sebagai pengikut Iblis, tentu saja karena kami tidak memiliki bukti. Hanya perkataan kamilah yang menunjukkan bahwa kami melawannya. Tetapi kami telah sungguh-sungguh berusaha untuk menunjukkan kepada pendeta dan dua orang penatua lebih dari satu kesempatan bahwa buah-buah dalam hidupnya tidak sesuai dengan Alkitab. Inilah yang telah dia kerjakan.
Roy amat kaya. Dia menjadi anggota gereja tak lama setelah dia mulai menghadirinya. Dia menyatakan bahwa dirinya amat memahami Alkitab, yang kenyataannya memang benar. Dia sumbangan dalam jumlah yang amat besar kepada gereja, menghadiri setiap pertemuan dan aktivitas yang diadakan, dan bergabung dalam grup koor. Pada waktu itu gereja kami memiliki persekutuan doa yang sangat kuat setiap Rabu malam. Setiap minggunya 200-300 orang menghadiri persekutuan doa dan berdoa sebagai satu tubuh yang bersatu. Kami mengadakan persekutuan doa yang amat kuat sehingga kuasa Roh Kudus benar-benar menggoncangkan bangunan gereja. Orang-orang ini memang serius dengan doa.
Kemudian, seperti yang telah diharapkan, gereja mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Anggotanya bertumbuh mulai dari 300 menjadi lebih dari seribu orang dalam waktu kurang daris setahun. Ini merupakan saat yang amat berbahaya bagi setiap gereja. Pendeta dan penatua tidak lagi dapat mengenali setiap anggotanya secara pribadi. Mereka tidak membangun cabang gereja baru untuk memenuhi kebutuhan ini. Sebaliknya, mereka memperbesar bangunan gereja, dan gereja itu terus bertumbuh dengan pesatnya. Setiap orang berpikir bahwa mereka sedang diberkati Allah secara berlimpah - dan memang benar. Namun, banyak diantara pada pendatang yang baru sesungguhnya adalah para pengikut Iblis yang berlagak sebagai orang-orang Kristen. Kurang dari 6 bulan setelah bergabung dengan gereja itu, Roy mulai melakukan aksinya dan mengatakan kepada gereja bahwa Allah telah menaruhkan beban yang amat berat dalam hatinya bagi Amerika. Dia mengatakan bahwa Allah menghendaki agar orang-orang dalam gereja itu mulai datang seminggu sekali pada siang hari untuk berdoa selama satu jam bagi negara itu. Dia bersedia untuk memimpin kelom pok itu. Setiap orang berpikir bahwa ini merupakan hal yang luar biasa, dan Roy pun makin terpandang saja di gereja. Dalam waktu dua bulan dia dipilih menjadi penatua, dan tidak lama kemudian dia terpilih menjadi anggota dewan pemimpin dalam gereja.
Kira-kira 4 bulan setelah pembentukan kelompok "Doa bagi Amerika", dia melancarkan dua serangan berikutnya. Dia bersama istrinya dan sekitar 20 anggota koor dengan nada memelas mengatakan kepada pemimpin koor bahwa mereka mesti berhenti mengikut berlatih koor karena kegiatan itu "terlalu banyak menyita waktu mereka bagi keluarga." Mereka menyatakan bahwa beban mereka terlalu berat jika harus menghadiri persekutuan doa setiap Rabu malam, kemudian langsung berlatih koor, setelah persekutuan doa. Tidak perlu dikatakan, tidak lama kemudian pimpinan koor itu mendatangi para penatua untuk membicarakan tentang latihan koor selama persekutuan doa, dan "Tentu saja mengadakan persekutuan doa mereka sendiri sebelum latihan." Para penatua itu setuju, dan 20 anggota bergabung lagi. Serangan pertama sukses. Karena anggota koor itu besar , maka sebagian besar anggota gereja lantas memilih mengikuti latihan koor, dan mereka tidak lagi mengikuti persekutuan doa yang amat berkuasa itu. Kebanyakan dari anggota gereja lainnya mulai berpikir apakah persekutuan doa itu penting sekali.
Kurang lebih sebulan setelah kemenangan dengan koor, Roy menyerang pada suatu pertemuan para penatua maupun dewan pimpinan. Roy mengatakan kepada mereka bahwa karena pertumbuhan anggota gereja yang amat pesat, maka tidak cukup lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengajar mereka satu per satu agar bertumbuh di dalam Tuhan, atau bagaimana cara menyampaikan Injil kepada orang lain. Dia mengatakan bahwa Sekolah Minggu sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. Dia juga menunjukkan kenyataan bahwa orang-orang tidak bisa mengenal satu sama lain secara pribadi seperti dulu lagi ketika gereja mereka masih kecil. Semua pendapatnya itu betul. NAMUN pemecahannya atas masalah itu adalah menghentikan persekutuan doa yang besar itu dan membaginya menjadi beberapa persekutuan yang lebih kecil yang disebut "kelompok pemuridan", dimana mereka bisa "diajar secara individu" bagaimana agar bisa "bertumbuh dan menginjili" serta dapat mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Pendeta, para penatua dan dewan pimpinan gereja menelan umpan yang dia tawarkan, dan tenggelam.
Persekutuan doa dibubarkan dan kelompok-kelompok pemuridan yang kecil dibentuk. Tentu saja, Roylah yang bertugas membentuk kelompok-kelompok ini. Orang-orang yang dia pilih untuk memimpin mereka kebanyakan adalah para pengikut Iblis. Doa dan kuasa dari gereja itu telah dihancurkan!
Rebecca dan aku menemui pendeta maupun beberapa penatua dengan air mata, mencoba untuk menunjukkan kepada mereka secara Alkitabiah bahwa persekutuan doa yang penuh kuasa merupakan tulang punggung gereja. Mereka tidak mau mendengarkan kami. Dari masing-masing mereka kami mendengar alasan yang sama, "Roy adalah orang pertama yang mengetahui pentingnya doa. Perhatikan bagaimana dia memulai kelompok Doa bagi Amerika."
#4)Gosip
Apabila dasar doa dalam gereja telah dihancurkan, maka para pengikut Iblis akan bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan. Salah satu hal yang paling mudah digunakan adalah gosip. Gosip adalah senjata utama Iblis. Amat sedikit orang yang cukup kuat untuk tidak meneruskan gosip yang telah mereka dengar. Para pengikut Iblis dengan mudah dapat menghancurkan kredibilitas pendeta atau orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam sebuah gereja dengan cara menimbulkan gosip.
Kami menghimbau seluruh penatua gereja supaya benar-benar waspada. Jangan sekali-kali pergi sendirian ke rumah salah seorang anggota gereja yang berlainan jenis kelaminnya untuk membantu atau membimbing mereka. Anda dapat dijebak dengan mudah sekali. Sungguhpun Anda tidak berbuat sesuatu yang kelihatannya salah, tapi siapakah yang dapat membuktikannya? Ada banyak karier seorang pendeta yang telah dihancurkan karena langkah seperti ini. I Tesalonika 5:22 mengatakan, "Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan." Setiap orang Kristen harus dengan hati-hati mentaati ayat firman Tuhan ini.
#5) Mengajar dan Mengubah doktrin
Pengikut Iblis amat ingin mendapatkan posisi untuk mengajar di gereja-gereja. Mereka dapat mengakibatkan kerusakan yang amat luar biasa dalam posisi-posisi seperti ini. Apakah Anda benar-benar tahu dimanakah para pengajar Sekolah Minggu Anda berdiri dengan Tuhan? Apakah Anda sungguh-sungguh tahu segala sesuatu yang mereka ajarkan kepada anak-anak Anda? Ataukah itu biar menjadi urusan orang lain saja? Aku dulu pernah mengajar Sekolah Minggu di sebuah gereja kharismatik di kotaku selama beberapa tahun, dan diberi kesempatan untuk memimpin serta mengajar koor pemuda, sedangkan pada saat yang bersamaan aku melayani Iblis. Kini hatiku hancur saat memikirkan tentang kehidupan banyak orang muda yang telah kuhancurkan dengan cara merekrut mereka menjadi pengikut Iblis melalui kelas-kelas yang kupimpin, dan tidak terbilang lainnya yang waktunya kubuang percuma dengan tidak mengajarkan kepada mereka tentang Injil Yesus Kristus yang benar.
Jangan tertipu. Sejumlah pendeta dari gereja-gereja yang besar dan kaya di negara kami adalah para pengikut Iblis. Pengaruh mereka sangat hebat, dan mereka dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan karena kebanyakan orang Kristen dimana-mana terlalu malas dalam mempelajari Alkitab secara pribadi untuk mengecek segala sesuatu yang mereka katakan!
Ada tiga hal dasar yang paling gencar diajarkan oleh para pengikut Iblis:
a) Doa. Mereka membuat doa menjadi prosedur yang demikian rumit. Mereka seringkali mengajarkan bahwa ada sejumlah langkah yang harus dilalui orang percaya agar mereka bisa yakin bahwa mereka benar-benar memiliki hubungan yang "benar" dengan Allah sebelum mereka dapat memiliki kuasa dalam doa, atau bahkan sebelum Allah dapat mendengar mereka. Mereka menggunakan dan memutarbalikkan banyak ayat Alkitab untuk menjadikan doktrin mereka yang begitu keliru supaya kelihatan benar. Tidak terhitung jumlah orang yang menjadi lemah sekali dalam doa karena doa dinyatakan sebagai beban yang begitu berat dan hal yang amat kompleks. Kami menganjurkan setiap orang untuk mempelajari Ibrani 4:14-16:
"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." Ibrani 4:14-16.
b) Salah satu doktrin Iblis yang paling menghancurkan pada masa kini adalah berita tentang sehat dan kaya. Salah satu cara terbaik untuk menghalangi orang agar tidak bersedia menderita apapun untuk menolong seorang saudara dan untuk melemahkan orang Kristen yang sungguh-sungguh dalam mengalami aniaya (ini benar-benar terjadi di negara kami setiap hari) adalah ajaran bahwa setiap orang Kristen harus sehat setiap waktu dan kaya. Seseorang yang tidak seperti itu berarti gagal di dalam sebagian hidupnya. Ayat-ayat yang menunjukkan tentang kesalahan doktrin itu terlalu banyak jumlahnya untuk didaftar. Salah satu ayat singkat yang meringkas itu semua menyatakan:
"Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya." II Timotius 3:12.
Coba perhatikan bahwa tidak ada batasan mengenai aniaya macam apakah yang akan diderita orang percaya - ini dapat berarti secara keuangan, fisik atau emosional.
c) Doktrin kasih - "Kita tidak dapat menghakimi setiap orang." Para pengikut Iblis melindungi diri mereka sendiri dengan doktrin ini, dan orang Kristen yang pasif tidak ingin menginjak kaki siapapun. Mereka hanya tidak ingin diganggu karena jika mereka melakukan hal itu, maka kehidupan mereka yang sudah terencana dengan baik, tenteram dan berkelimpahan tidak akan seperti itu lagi.
#6) Menghancurkan kesatuan keluarga
Iblis tahu bahwa jika dia berhasil menghancurkan kesatuan keluarga, maka dia dapat juga menghancurkan kesatuan dalam gereja, dan perlu aku tambahkan, menghancurkan negara juga. Pengikut Iblis di dalam gereja Kristen bekerja keras untuk memisahkan keluarga. Mereka mulai melaksanakan berbagai macam program bagi kaum remaja, anak-anak usia sekolah, dan anak-anak prasekolah. Mereka mengembangkan program-program yang terpisah bagi kaum wanita dan pria, sehingga mencoba memisahkan orang tua sesering mungkin.
Anak-anak perlu mendengarkan kotbah-kotbah dan mengikuti persekutuan-persekutuan doa sama banyaknya dengan orang tua mereka. Dengan jelas Alkitab menunjukkan prinsip belajar bersama dalam keluarga. Anak-anak belajar menghormati Allah maupun gereja dengan belajar duduk tenang di gereja dan mendengarkan pendetanya. Segera setelah berbagai program dibuat bagi kaum muda yang memisahkan mereka dari kebaktian utama, mereka kehilangan rasa hormat kepada pendeta dan gereja. MEREKA merasa tidak perlu duduk dan mendengarkan pendeta, dia sudah terlalu membosankan. Inilah sikap yang dengan cepat sekali mereka kembangkan.
#7) Menghentikan semua ajaran yang akurat tentang Iblis.
"Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya." II Korintus 2:11
"Umatku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka aku juga akan melupakan anak-anakmu." Hosea 4:6
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." I Petrus 5:8
"Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat." Yohanes 3:19.
Salah satu sasaran utama Iblis dan antek-anteknya adalah untuk mencegah setiap ajaran tentang dia atau aktivitasnya. Selama orang tetap bersikap acuh-tak acuh terhadap Iblis, dia tidak akan dihalangi dalam melakukan segala sesuatu yang dikehendakinya. Para pengikut Iblis selalu diperintahkan untuk mencegah setiap pengajaran tentang Iblis di dalam gereja yang mereka hadiri.
Alasannya banyak. Mereka mengatakan bahwa setiap pengajaran tentang Iblis memuliakan dia, membuat pikiran orang jauh dari Tuhan, menggoda orang untuk datang kepada Iblis dan dst. Firman Allah secara jelas banyak mengajar tentang Iblis, dan mengingatkan kita bahwa jika kita acuh tak acuh terhadap musuh kita itu, maka dia pasti akan mengambil keuntungan dari kita.
Sebuah pembacaan mantera yang sederhana oleh seorang pengikut Iblis berpangkat tinggi akan memerintahkan roh jahat untuk mengganggu setiap orang yang menghadiri gereja dimana dia juga hadir. Tujuan roh jahat ini adalah untuk berjaga-jaga dan begitu seseorang mengatakan sesuatu tentang Iblis, maka roh jahat itu memasukkan pikiran ke dalam benak orang itu sehingga dia tidak usah mendengarkan segala sesuatu yang disampaikan tentang Iblis.
Awas, ada anggota gereja yang mengeluh paling keras terhadap setiap ajaran tentang Iblis dan segala taktiknya, mungkin akan berubah menjadi pengikut Iblis pada akhirnya.
8) Serangan langsung oleh Tukang Sihir melawan para anggota gereja yang utama.
Inilah alasan lainnya mengapa doa begitu penting. Setiap pendeta dan para pemimpin gereja dan/atau anggota jemaat yang benar-benar berdiri di pihak Tuhan dan melawan Iblis akan mendapat serangan yang luar biasa dari para pengikut Iblis.
Mereka akan ditimpa oleh berbagai macam penyakit jasmani, kesukaran dalam berkonsentrasi, kebingungan, kelelahan, kesukaran dalam berdoa, dll. Para pemimpin gereja manapun harus terus-menerus didukung dalam doa oleh segenap anggota jemaat. Apabila dasar doa seperti ini telah hilang, maka pendeta dan pemimpin-pemimpin gereja akan menghadapi serangan-serangan itu sendirian. Seringkali mereka dikalahkan. Itulah sebabnya mengapa Paulus meminta agar saudara-saudara seimannya berdoa baginya pada bagian akhir sebagian besar surat yang ditulisnya.
Sejumlah besar gereja Kristen yang mati dan tidak berdaya di Amerika Serikat pada masa kini merupakan saksi bagi keberhasilan taktik Iblis yang direncanakan dengan cermat. Doa kami ialah agar setiap orang Kristen yang membaca buku ini akan menghadap Tuhan di dalam doa dan meminta petunjuk-Nya untuk mengetahui cara berperang menghadapi serangan semacam ini dalam gerejaNya.
Dikutip dari buku "Bebas dari cengkeraman setan" by. Rebecca Brown Baca Selengkapnya...
Selasa, 28 Agustus 2012
Wow, ada bahasa lidah palsu! Fakta mencengangkan yang banyak mengacaukan gereja-gereja
Ron (nama samaran) datang kepadaku (Rebecca-red) dengan keluhan utama bahwa dia tidak lagi dapat membaca Alkitabnya atau berdoa, kecuali dalam bahasa lidah. Dia mengalami sakit perut yang hampir terus menerus, sukar tidur dan mengalami depresi berat. Dia telah mencari pertolongan dari berbagai macam gereja selama satu tahun tapi tidak berhasil. Ibunya kebetulan membaca bukuku dan minta Ron untuk membacanya. Setelah membaca bukuku, dia menelponku dan minta untuk bertemu denganku. Aku setuju, dan mengkonseling Ron dengan seorang pendeta yang melayani bersamaku. Aku berharap untuk menekankan sekali lagi bahwa aku TIDAK PERNAH menkonseling laki-laki sendirian. Aku bekerja sama dengan saudara lain di dalam Kristus utuk memimpin acaranya.
Inilah kisah Ron saat kami mulai menanyainya tentang kehidupannya.
Ron dilahirkan dari orang tua Kristen. Mereka adalah misionaris di Meksiko. Dia tidak tahu adanya masalah keturunan karena kedua orang tuanya berasal dari garis keturunan keluarga Kristen yang panjang.
Semua berjalan dengan baik sampai Ron berusia enam belas tahun. Pada waktu itu familinya kembali ke Amerika Serikat selama satu tahun. Selama waktu itu, ibunya jatuh ke dalam dosa perzinahan dan ekibatnya pernikahan mereka pecah. Di dalam pergumulan emosional yang Ron alami akibat perceraian kedua orang tuanya, dia mencari Tuhan secara pribadi untuk pertama kalinya. Dia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Dia mengalami suatu pengalaman yang mendalam dengan Tuhan dan menjadi amat antusias untuk melayani Tuhan. Kesukaannya adalah membaca Alkitab dan berdoa.
Sekitar enam bulan setelah keselamatannya, Ron diminta untuk mengikuti suatu perkemahan Kristen untuk suatu kebaktian kebangunan rohani kaum muda. Dia mengikuti acara itu dan sangat menikmatinya. Kamp rohani itu cukup baik kecuali satu hal. Mereka mengajar hal yang salah tentang baptisan Roh Kudus. Pada akhir kebaktian terakhir pada kamp yang amat emosional itu, sebuah undangan diberikan bagi mereka yang ingin menerima baptisan Roh Kudus. Tentu saja Ron menginginkannya, jadi ia maju ke mimbar untuk didoakan.
Sayangnya orang-orang di mimbar diberitahu untuk menutup mata mereka dan mengankat lengan dan tangan mereka. Kemudian mereka diberitahu untuk menggoyangkan lengan dan tangan mereka, membuatnya santai, dan kemudian menghentikan kendali atas lengan dan tangan mereka, mengosongkan pikiran mereka dan menyerahkan kendali pikiran dan tubuh mereka kepada "Roh Kudus". Mereka diberitahu bahwa, saat mereka melakukan hal ini Roh Kudus akan bebas untuk memasuki mereka dan benar-benar mengambil alih mereka. Ron adalah orang Kristen yang terlalu muda untuk menyadari kesalahan ajaran ini, sehingga dia mencoba untuk mengikuti segala instruksi itu dengan lengkapnya.
Ron berkata bahwa. saat dia mulai membuat lengan dan tangannya santai dan mencoba untuk membersihkan pikirannya, dia tiba-tiba merasakan sesuatu memegang tangannya. Kemudian dia merasakan suatu sengatan energi memasuki lengannya ke dalam perutnya dengan kekuatan yang begitu rupa sehingga membuatnya rebah ke belakang. Dia merasa seakan-akan sebuah bola api berada di dalam perutnya yang mendesak ke atas dadanya dan dia mulai berbicara dalam bahasa lidah. Dia bersukacita dan pulang ke rumah sambil berpikir bahwa dia telah dibaptis oleh Roh Kudus. Sayangnya, Ron telah membuat kondisi untuk menerima roh-roh jahat dengan mengosongkan pikirannya dan menyerahkan kendali atas tubuhnya.
Segera setelah pulang dari camp, seseorang memberi Ron sebuah buku tentang bagaimana mendengar Tuhan berbicara dengan Anda. Buku ini mengajarkan bahwa seorang Kristen harus mengosongkan pikirannya atau menjernihkan benaknya dari semua pikiran dan menunggu Tuhan dengan tenang sehingga Roh Kudus dapat berbicara kepada mereka. Hal ini, tentu saja, suatu kesalahan mutlak, tetapi Ron menerimanya sebagai kebenaran karena dengan cara seperti itulah dia mulai berbicara dalam bahasa lidah di kamp dulu. Saat Ron mempraktikkan cara itu, dia belajar untuk mengosongkan pikirannya dengan cepat dan mengalami ekstasi emosional berulang kali yang dia tafsirkan sebagai pengalaman hadirat Tuhan. Melalui saat-saat meditasi ini, Ron memperolah tiga roh pembimbing. Menurut Anda, bagaimana mereka menyebut diri mereka sendiri? "Bapa, Putra dan Roh Kudus" tentu saja. Nama apa lagi yang akan dipakai roh-roh jahat itu untuk menyebut diri mereka sendiri kepada orang Kristen kecuali ketiga nama itu? Tentu saja Ron tidak menyadari bahwa ketiga roh itu adalah roh-roh jahat yang membimbingnya. Dia mengira dia sedang mendengar suara Tuhan. Dia telah lama bercakap-cakap dengan "tuhan" dan menerima banyak petunjuk dari roh-roh itu. Meskipun begitu, Ron seharusnya menyadari bahwa dia tidak mendengar dari Tuhan yang benar ketika roh-roh itu mulai membimbingnya ke arah dosa. Mereka memberitahu Ron bahwa dia "khusus" dan memutar-balikkan dan membelokkan Kitab Suci untuk melakukan semua macam dosa yang secara langsung bertentangan dengan perintah Allah.
Ron masuk ke universitas Kristen dan kemudian mengikuti Sekolah Alkitab. Ketika dia kuliah, ketiga roh pembimbing tersebut dengan segera menuntunnya ke arah pornografi, hubungan seksual berganti-ganti pasangan, dan akhirnya homoseksual.
Ron menyelesaikan kuliahnya danmenjadi seorang pembantu pendeta di sebuah gereja karismatik besar di Texas. Dia adalah pendeta kaum muda. Ketika berada di gereja ini, dia terlibat dalam inner healing dengan memakai visualisasi dan gambar tuntunan. Karena kemampuannya untuk mengosongkan pikirannya dan berhubungan dengan dunia roh, dia menjadi pakar di dalam teknik-teknik ini dan sangat sibuk diminta untuk menjadi staff konselor di gereja. Dia secara mantap mulai menarik makin banyak saja laki-laki muda ke dalam pengalaman homoseksual. Kelakuannya ini secara terus-menerus dibenarkan oleh ketiga roh pembimbingnya.
Setelah sekitar tiga tahun melayani sebagai pendeta kaum muda. Allah, di dalam anugerah-Nya mulai bekerja di dalam kehidupan Ron. Seorang saudara Kristen datang ke gereja Ron dan menantangnya, memberitahunya bahwa pengalamannya di dunia roh bukan berasal dari Allah. Ron terkejut dan tidak dapat menerima kemungkinan bahwa dia telah ditipu selama ini. Kemudian, sebagai akibat tantangan saudara ini, Ron mulai yakin bahwa perilaku homoseksualnya adalah dosa. Dia memutuskan untuk berjalan lurus dan menikah. Ron mulai berpacaran dengan seorang perempuan yang juga merupakan seorang staff konselor di gereja. Meskipun demikian, gadis ini adalah seorang tukang sihir. Dia ingin menikahi Ron dan mulai membawa Ron ke dalam kendalinya. Ron ketakutan ketika dia menyadari bahwa gadis ini mengendalikan seluruh hidupnya. Dia mencoba untuk memutuskan hubungan mereka dan ketika itulah masalah timbul. Setiap kali Rob secara fisik tidak berdekatan dengan gadis itu, dia mengalami sakit perut yang luar biasa. Dia dengan cepat sampai pada suatu titik, tempat dia tidak lagi dapat membaca Alkitab sama sekali. Dia tidak juga dapat berdoa, kecuali di dalam bahasa lidah. Karena merasa ketakutan dan tertekan, Ron lari. Dia menghentikan pekerjaannya sebagai pembantu pendeta di gereja itu dan pergi ke arah utara ke negara bagian lain untuk mencari pertolongan agar terbebas dari mantera yang ditempatkan tukang sihir itu kepadanya. Dia pergi dari satu gereja ke gereja lain selama satu tahun tanpa pertolongan. Pada saat itulah dia datang kepada kami.
Kami berbicara kepada Ron dengan ekstensif untuk membuat daftar pintu-pintu masuk yang telah dia buat. Ron mengalami kesukaran besar dalam menerima fakta bahwa ketiga roh yang dia dengar secara teratur itu sesungguhnya roh-roh jahat pembimbing. Kami menunjukkan kepadanya dari Kitab Suci bahwa roh-roh ini menunjukkan sifat mereka dengan fakta bahwa mereka telah membimbing Ron ke dalam bermacam dosa seksual. Untuk pertama kalinya, Ron harus berhadapan langsung dengan fakta bahwa Allah tidak membuat perkecualian atas perintah-perintahNya seperti yang roh-roh pembimbing itu katakan kepada Ron.
Ron secara khusus ragu-ragu untuk menyerahkan bahasa lidah yang telah dia kuasai. Dia berargumentasi bahwa satu-satunya cara dia dapat berdoa adalah dengan bahasa lidah. Hal itu saja membuktikan bahwa bahasa lidahnya bukan berasal dari Roh Kudus. Roh-roh jahat telah begitu mengikat Ron sehingga dia secara harfiah tidak dapat berdoa dalam bahasa Inggris. Dia hanya dapat melakukannya di bawah kendali roh jahat di dalam bahasa lidah yang berasal dari roh jahat juga.
Kami menghabiskan waktu beberapa jam bersama Ron untuk menolongnya berdoa melalui semua pintu masuk untuk bertobat dan menutup pintu-pintu masuk itu serta memerintahkan roh-roh jahat itu untuk keluar. Saat Ron berdoa, Tuhan melakukan suatu karya yang menakjubkan dan dengan mantap menunjukkan kepadanya lebih banyak dosa yang telah dia lupakan dan tidak dia ceritakan kepada kami. Setelah Ron menutup setiap pintu masuk secara individu, dia juga membersihkan roh-roh jahat dan memisahkan antara jiwa dan roh, jiwa dan tubuh seperti yang aku gambarkan di dalam kasus #1. Setelah semuanya selesai, kami semua kelelahan.
Kami menghembuskan napas lega dan duduk di lantai dengan bersandar pada kursi tempat kami berlutut. "Wow, Ron," ujarku, "Roh Kudus sungguh-sungguh berkarya dengan indah di dalammu. Tidakkah menakjubkan bagaimana Dia menunjukkan kepadamu bidang-bidang yang engkau lupa ceritakan kepada kami?"
Ron menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Ya, aku kira begitu, aku kira tidak ada yang terjadi."
"Apa maksudmu?" tanyaku.
"Yang aku maksudkan, aku tidak mengira roh-roh jahat itu pergi karena aku tidak merasakan apa-apa."
Hanya karena anugerah Tuhan belaka yang membuatku tidak memuntir leher Ron di tempat itu juga. Hari sudah larut malam dan kami semua sudah menghabiskan waktu lima jam yang melelahkan bersamanya, dan dia tidak mengira sesuatu terjadi karena dia tidak MERASAKAN apa-apa! Inilah contoh yang amat bagus tentang perangkap yang membuat ribuan orang Kristen terjerumus ke dalamnya. Jika mereka tidak merasakan sesuatu, mereka mengira tidak ada apa-apa yang terjadi!
TIDAK ADA PERASAAN DI DALAM IMAN!
TINDAK LANJUT:
Ron mengalami tahun yang amat sulit setelah dilayani pelepasan. Dia terus-menerus menuntut pahala emosional, dan merasa bahwa Tuhan tidak tertarik berhubungan dengannya karena Dia tidak memberi Ron perasaan yang dia inginkan. Ron juga terus-menerus mengalami sakit perut meskipun tidak parah. Aku memberitahunya bahwa- roh-roh jahat dapat dan akan menciptakan gejala-gejala yang sama dari luar maupun dari dalam. Aku mendorongnya untuk memeriksakan tubuhnya secara medis. Dia melakukannyas. Dokter itu tidak mampu menemukan adanya sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Pendeta yang menolongku bersama Ron terus membimbingnya dan akhirnya Ron menjadi anggota sebuah gereja Kristen yang baik. Aku mendorong Ron untuk menghabiskan banyak waktu untuk belajar Alkitab dan menghafalkannya. Aku juga mengkonselingnya untuk minta Tuhan berbicara kepadanya HANYA melalui Kitab Suci selama periode waktu tertentu karena Ron dulu biasa berkomunikasi dengan roh-roh jahat.
Tahun itu merupakan tahun yang berat bagi Ron, tetapi Ron mulai bertumbuh secara rohani dan berjalan dengan iman. Dia mengalami kebebasan untuk berdoa setelah dilayani pelepasan dan dapat membaca Alkitabnya tanpa kesukaran. Dia memperoleh sebuah pekerjaan sekular dan mendisiplin hidupnya. Aku kehilangan kontak dengannya selama satu tahun, tetapi pada saat itu sakit perutnya hilang dan dia terus bertumbuh di dalam Tuhan.
Hatiku sedih saat aku melihat begitu besar kerusakan yang telah dilakukan melalui ajaran yang salah kepada orang-orang muda yang dibakar semangatnya untuk melayani Tuhan. Ada berapa banyak Ron di gereja-gereja kita saat ini? Aku kira kita akan terkejut jika kita mengetahui jumlahnya. Betapa hal ini mendukakan hati Tuhan kita. Aku tidak dapat cukup memuji Tuhan atas kesabaran dan karunia-Nya yang luar biasa di dalam hidup kita dan hidup orang-orang seperti Ron. Sunggguh, Yesus datang untuk membebaskan orang-orang yang terbelenggu!
Dikutip dari buku "Menjadi bejana kemuliaan Allah" oleh Rebecca Brown M.D
Untuk mendapatkan Ebooknya gratis, klik link ini: lalu klik download di sisi kiri atas. Kemudian Anda akan diminta mengupload dokumen apapun untuk dapat mengunduhnya. Upload-lah dokumen yang kecil saja, kemudian link unduh akan segera muncul. Baca Selengkapnya...
Inilah kisah Ron saat kami mulai menanyainya tentang kehidupannya.
Ron dilahirkan dari orang tua Kristen. Mereka adalah misionaris di Meksiko. Dia tidak tahu adanya masalah keturunan karena kedua orang tuanya berasal dari garis keturunan keluarga Kristen yang panjang.
Semua berjalan dengan baik sampai Ron berusia enam belas tahun. Pada waktu itu familinya kembali ke Amerika Serikat selama satu tahun. Selama waktu itu, ibunya jatuh ke dalam dosa perzinahan dan ekibatnya pernikahan mereka pecah. Di dalam pergumulan emosional yang Ron alami akibat perceraian kedua orang tuanya, dia mencari Tuhan secara pribadi untuk pertama kalinya. Dia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Dia mengalami suatu pengalaman yang mendalam dengan Tuhan dan menjadi amat antusias untuk melayani Tuhan. Kesukaannya adalah membaca Alkitab dan berdoa.
Sekitar enam bulan setelah keselamatannya, Ron diminta untuk mengikuti suatu perkemahan Kristen untuk suatu kebaktian kebangunan rohani kaum muda. Dia mengikuti acara itu dan sangat menikmatinya. Kamp rohani itu cukup baik kecuali satu hal. Mereka mengajar hal yang salah tentang baptisan Roh Kudus. Pada akhir kebaktian terakhir pada kamp yang amat emosional itu, sebuah undangan diberikan bagi mereka yang ingin menerima baptisan Roh Kudus. Tentu saja Ron menginginkannya, jadi ia maju ke mimbar untuk didoakan.
Sayangnya orang-orang di mimbar diberitahu untuk menutup mata mereka dan mengankat lengan dan tangan mereka. Kemudian mereka diberitahu untuk menggoyangkan lengan dan tangan mereka, membuatnya santai, dan kemudian menghentikan kendali atas lengan dan tangan mereka, mengosongkan pikiran mereka dan menyerahkan kendali pikiran dan tubuh mereka kepada "Roh Kudus". Mereka diberitahu bahwa, saat mereka melakukan hal ini Roh Kudus akan bebas untuk memasuki mereka dan benar-benar mengambil alih mereka. Ron adalah orang Kristen yang terlalu muda untuk menyadari kesalahan ajaran ini, sehingga dia mencoba untuk mengikuti segala instruksi itu dengan lengkapnya.
Ron berkata bahwa. saat dia mulai membuat lengan dan tangannya santai dan mencoba untuk membersihkan pikirannya, dia tiba-tiba merasakan sesuatu memegang tangannya. Kemudian dia merasakan suatu sengatan energi memasuki lengannya ke dalam perutnya dengan kekuatan yang begitu rupa sehingga membuatnya rebah ke belakang. Dia merasa seakan-akan sebuah bola api berada di dalam perutnya yang mendesak ke atas dadanya dan dia mulai berbicara dalam bahasa lidah. Dia bersukacita dan pulang ke rumah sambil berpikir bahwa dia telah dibaptis oleh Roh Kudus. Sayangnya, Ron telah membuat kondisi untuk menerima roh-roh jahat dengan mengosongkan pikirannya dan menyerahkan kendali atas tubuhnya.
Segera setelah pulang dari camp, seseorang memberi Ron sebuah buku tentang bagaimana mendengar Tuhan berbicara dengan Anda. Buku ini mengajarkan bahwa seorang Kristen harus mengosongkan pikirannya atau menjernihkan benaknya dari semua pikiran dan menunggu Tuhan dengan tenang sehingga Roh Kudus dapat berbicara kepada mereka. Hal ini, tentu saja, suatu kesalahan mutlak, tetapi Ron menerimanya sebagai kebenaran karena dengan cara seperti itulah dia mulai berbicara dalam bahasa lidah di kamp dulu. Saat Ron mempraktikkan cara itu, dia belajar untuk mengosongkan pikirannya dengan cepat dan mengalami ekstasi emosional berulang kali yang dia tafsirkan sebagai pengalaman hadirat Tuhan. Melalui saat-saat meditasi ini, Ron memperolah tiga roh pembimbing. Menurut Anda, bagaimana mereka menyebut diri mereka sendiri? "Bapa, Putra dan Roh Kudus" tentu saja. Nama apa lagi yang akan dipakai roh-roh jahat itu untuk menyebut diri mereka sendiri kepada orang Kristen kecuali ketiga nama itu? Tentu saja Ron tidak menyadari bahwa ketiga roh itu adalah roh-roh jahat yang membimbingnya. Dia mengira dia sedang mendengar suara Tuhan. Dia telah lama bercakap-cakap dengan "tuhan" dan menerima banyak petunjuk dari roh-roh itu. Meskipun begitu, Ron seharusnya menyadari bahwa dia tidak mendengar dari Tuhan yang benar ketika roh-roh itu mulai membimbingnya ke arah dosa. Mereka memberitahu Ron bahwa dia "khusus" dan memutar-balikkan dan membelokkan Kitab Suci untuk melakukan semua macam dosa yang secara langsung bertentangan dengan perintah Allah.
Ron masuk ke universitas Kristen dan kemudian mengikuti Sekolah Alkitab. Ketika dia kuliah, ketiga roh pembimbing tersebut dengan segera menuntunnya ke arah pornografi, hubungan seksual berganti-ganti pasangan, dan akhirnya homoseksual.
Ron menyelesaikan kuliahnya danmenjadi seorang pembantu pendeta di sebuah gereja karismatik besar di Texas. Dia adalah pendeta kaum muda. Ketika berada di gereja ini, dia terlibat dalam inner healing dengan memakai visualisasi dan gambar tuntunan. Karena kemampuannya untuk mengosongkan pikirannya dan berhubungan dengan dunia roh, dia menjadi pakar di dalam teknik-teknik ini dan sangat sibuk diminta untuk menjadi staff konselor di gereja. Dia secara mantap mulai menarik makin banyak saja laki-laki muda ke dalam pengalaman homoseksual. Kelakuannya ini secara terus-menerus dibenarkan oleh ketiga roh pembimbingnya.
Setelah sekitar tiga tahun melayani sebagai pendeta kaum muda. Allah, di dalam anugerah-Nya mulai bekerja di dalam kehidupan Ron. Seorang saudara Kristen datang ke gereja Ron dan menantangnya, memberitahunya bahwa pengalamannya di dunia roh bukan berasal dari Allah. Ron terkejut dan tidak dapat menerima kemungkinan bahwa dia telah ditipu selama ini. Kemudian, sebagai akibat tantangan saudara ini, Ron mulai yakin bahwa perilaku homoseksualnya adalah dosa. Dia memutuskan untuk berjalan lurus dan menikah. Ron mulai berpacaran dengan seorang perempuan yang juga merupakan seorang staff konselor di gereja. Meskipun demikian, gadis ini adalah seorang tukang sihir. Dia ingin menikahi Ron dan mulai membawa Ron ke dalam kendalinya. Ron ketakutan ketika dia menyadari bahwa gadis ini mengendalikan seluruh hidupnya. Dia mencoba untuk memutuskan hubungan mereka dan ketika itulah masalah timbul. Setiap kali Rob secara fisik tidak berdekatan dengan gadis itu, dia mengalami sakit perut yang luar biasa. Dia dengan cepat sampai pada suatu titik, tempat dia tidak lagi dapat membaca Alkitab sama sekali. Dia tidak juga dapat berdoa, kecuali di dalam bahasa lidah. Karena merasa ketakutan dan tertekan, Ron lari. Dia menghentikan pekerjaannya sebagai pembantu pendeta di gereja itu dan pergi ke arah utara ke negara bagian lain untuk mencari pertolongan agar terbebas dari mantera yang ditempatkan tukang sihir itu kepadanya. Dia pergi dari satu gereja ke gereja lain selama satu tahun tanpa pertolongan. Pada saat itulah dia datang kepada kami.
Kami berbicara kepada Ron dengan ekstensif untuk membuat daftar pintu-pintu masuk yang telah dia buat. Ron mengalami kesukaran besar dalam menerima fakta bahwa ketiga roh yang dia dengar secara teratur itu sesungguhnya roh-roh jahat pembimbing. Kami menunjukkan kepadanya dari Kitab Suci bahwa roh-roh ini menunjukkan sifat mereka dengan fakta bahwa mereka telah membimbing Ron ke dalam bermacam dosa seksual. Untuk pertama kalinya, Ron harus berhadapan langsung dengan fakta bahwa Allah tidak membuat perkecualian atas perintah-perintahNya seperti yang roh-roh pembimbing itu katakan kepada Ron.
Ron secara khusus ragu-ragu untuk menyerahkan bahasa lidah yang telah dia kuasai. Dia berargumentasi bahwa satu-satunya cara dia dapat berdoa adalah dengan bahasa lidah. Hal itu saja membuktikan bahwa bahasa lidahnya bukan berasal dari Roh Kudus. Roh-roh jahat telah begitu mengikat Ron sehingga dia secara harfiah tidak dapat berdoa dalam bahasa Inggris. Dia hanya dapat melakukannya di bawah kendali roh jahat di dalam bahasa lidah yang berasal dari roh jahat juga.
Kami menghabiskan waktu beberapa jam bersama Ron untuk menolongnya berdoa melalui semua pintu masuk untuk bertobat dan menutup pintu-pintu masuk itu serta memerintahkan roh-roh jahat itu untuk keluar. Saat Ron berdoa, Tuhan melakukan suatu karya yang menakjubkan dan dengan mantap menunjukkan kepadanya lebih banyak dosa yang telah dia lupakan dan tidak dia ceritakan kepada kami. Setelah Ron menutup setiap pintu masuk secara individu, dia juga membersihkan roh-roh jahat dan memisahkan antara jiwa dan roh, jiwa dan tubuh seperti yang aku gambarkan di dalam kasus #1. Setelah semuanya selesai, kami semua kelelahan.
Kami menghembuskan napas lega dan duduk di lantai dengan bersandar pada kursi tempat kami berlutut. "Wow, Ron," ujarku, "Roh Kudus sungguh-sungguh berkarya dengan indah di dalammu. Tidakkah menakjubkan bagaimana Dia menunjukkan kepadamu bidang-bidang yang engkau lupa ceritakan kepada kami?"
Ron menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Ya, aku kira begitu, aku kira tidak ada yang terjadi."
"Apa maksudmu?" tanyaku.
"Yang aku maksudkan, aku tidak mengira roh-roh jahat itu pergi karena aku tidak merasakan apa-apa."
Hanya karena anugerah Tuhan belaka yang membuatku tidak memuntir leher Ron di tempat itu juga. Hari sudah larut malam dan kami semua sudah menghabiskan waktu lima jam yang melelahkan bersamanya, dan dia tidak mengira sesuatu terjadi karena dia tidak MERASAKAN apa-apa! Inilah contoh yang amat bagus tentang perangkap yang membuat ribuan orang Kristen terjerumus ke dalamnya. Jika mereka tidak merasakan sesuatu, mereka mengira tidak ada apa-apa yang terjadi!
TIDAK ADA PERASAAN DI DALAM IMAN!
TINDAK LANJUT:
Ron mengalami tahun yang amat sulit setelah dilayani pelepasan. Dia terus-menerus menuntut pahala emosional, dan merasa bahwa Tuhan tidak tertarik berhubungan dengannya karena Dia tidak memberi Ron perasaan yang dia inginkan. Ron juga terus-menerus mengalami sakit perut meskipun tidak parah. Aku memberitahunya bahwa- roh-roh jahat dapat dan akan menciptakan gejala-gejala yang sama dari luar maupun dari dalam. Aku mendorongnya untuk memeriksakan tubuhnya secara medis. Dia melakukannyas. Dokter itu tidak mampu menemukan adanya sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Pendeta yang menolongku bersama Ron terus membimbingnya dan akhirnya Ron menjadi anggota sebuah gereja Kristen yang baik. Aku mendorong Ron untuk menghabiskan banyak waktu untuk belajar Alkitab dan menghafalkannya. Aku juga mengkonselingnya untuk minta Tuhan berbicara kepadanya HANYA melalui Kitab Suci selama periode waktu tertentu karena Ron dulu biasa berkomunikasi dengan roh-roh jahat.
Tahun itu merupakan tahun yang berat bagi Ron, tetapi Ron mulai bertumbuh secara rohani dan berjalan dengan iman. Dia mengalami kebebasan untuk berdoa setelah dilayani pelepasan dan dapat membaca Alkitabnya tanpa kesukaran. Dia memperoleh sebuah pekerjaan sekular dan mendisiplin hidupnya. Aku kehilangan kontak dengannya selama satu tahun, tetapi pada saat itu sakit perutnya hilang dan dia terus bertumbuh di dalam Tuhan.
Hatiku sedih saat aku melihat begitu besar kerusakan yang telah dilakukan melalui ajaran yang salah kepada orang-orang muda yang dibakar semangatnya untuk melayani Tuhan. Ada berapa banyak Ron di gereja-gereja kita saat ini? Aku kira kita akan terkejut jika kita mengetahui jumlahnya. Betapa hal ini mendukakan hati Tuhan kita. Aku tidak dapat cukup memuji Tuhan atas kesabaran dan karunia-Nya yang luar biasa di dalam hidup kita dan hidup orang-orang seperti Ron. Sunggguh, Yesus datang untuk membebaskan orang-orang yang terbelenggu!
Dikutip dari buku "Menjadi bejana kemuliaan Allah" oleh Rebecca Brown M.D
Untuk mendapatkan Ebooknya gratis, klik link ini: lalu klik download di sisi kiri atas. Kemudian Anda akan diminta mengupload dokumen apapun untuk dapat mengunduhnya. Upload-lah dokumen yang kecil saja, kemudian link unduh akan segera muncul. Baca Selengkapnya...
Rabu, 01 Agustus 2012
Kontroversi Chick-fil-A: Antara iman dan ekonomi
Di kalangan orang Kristen, pilihan ekonomi tak jarang dibuat tanpa pertimbangan keimanan. Namun dengan kontroversi Chick-fil-A, sebuah jaringan-restoran mirip KFC, banyak orang semakin sadar bahwa tindakan ekonomi dan iman adalah dua hal yang berkaitan.
USA -- Dua minggu yang lalu, pelaksana harian direktur utama Chick-fil-A, Dan Cathy, menyatakan bahwa restoran yang menyajikan burger ayam ini akan tetap menjunjung nilai-nilai kristiani termasuk pemahamannya tentang keluarga. Di Amerika Serikat, negara adidaya yang saat ini sedang berada di persimpangan jalan antara meniru Eropa Barat yang telah dikuasai oleh sekularisme atau kembali ke fondasi Kekristenan, tidak dapat tidak pernyataan semacam itu mengundang reaksi pro maupun kontra.
Organisasi-organisasi pro-homoseksualisme yang didukung oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Ford (mobil), Hewlett-Packard (komputer), Kodak (kamera), Coca-cola (minuman), Nike (sepatu), Starbucks (rumah kopi), Oreo (biskuit), dan sederet merk terkenal lainnya (lihat di sini), termasuk Levi's (jeans) dan Google.com (Internet), langsung menyerukan boikot terhadap Chick-fil-A.
“Eat chikin' no more,” (berhenti makan ayam) ungkap mereka. Chikin' adalah pelesetan dari kata Bahasa Inggris chicken (ayam) yang digunakan dalam iklan milik Chick-fil-A.
Dua walikota, yaitu Chicago dan Boston, telah mengatakan akan menolak restoran yang tidak beroperasi pada hari Minggu itu untuk dibuka di kota mereka.
“Nilai-nilai Chick-fil-A tidak sesuai dengan nilai-nilai kota Chicago,” demikian ungkap Rahm Emanuel, walikota Chicago, seperti dilansir Sun Times.
Ketua Penasihat Umum gereja The Assemblies of God, George Wood, menanyakan serangkaian pertanyaan sebagai respon terhadap ungkapan walikota Chicago yang merupakan tim kampanye Obama ini:
“Apakah Anda mengatakan bahwa umat Katolik tidak di-welcome di Chicago karena mereka tidak mengikuti 'nilai-nilai Chicago'? Bahwa umat Kristen Injili tidak di-welcome? Demikian dengan umat Muslim? Dengan umat Yahudi Ortodoks?
“Bahwa mereka yang keyakinan agamanya menyatakan bahwa pernikahan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan tidak punya 'nilai-nilai Chicago' sehingga dengan demikian tidak termasuk komunitas Anda? Apakah Anda bermaksud mendiskriminasi masyarakat beragama? Apakah Anda bermaksud memarginalisasi mereka? Apakah Anda, menurut pandangan Anda sendiri, sedang bersikap intoleran terhadap masyarakat beragama?” demikian dikutip charismanews.
Dalam laporan Sun Times, Rahn Emanuel, mempertahankan pernyataannya tersebut dan menolak meminta maaf. Hanya Thomas Menino, walikota Boston, yang kemudian menarik kata-katanya: “Mundur dari rencana kalian untuk memiliki lokasi di Boston,” ungkapnya seperti dikutip yahoonews.
Pernyataan Mike Huckabee
Menanggapi serangan pedas dari homoseksualis militan ini, Mike Huckabee, mantan gubernur Arkansas dan juga seorang penulis best-selling untuk NY-Times, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan:
“Keluarga Cathy, yang dipimpin oleh pendiri Chick-fil-A, Truett Cathy, adalah keluarga Kristen luar biasa yang berkomitmen untuk mengoperasikan perusahaannya menurut prinsip-prinsip alkitabiah dan yang ceritanya adalah benar-benar sebuah kisah sukses di Amerika. Dimulai pada usia 46, Truett Cathy membangun Chick-fil-A menjadi perusahaan beromset $4 milyar pertahun dengan lebih dari 1.600 cabang. Pada usia 91, dia masih aktif di perusahaannya, tapi anaknya Dan adalah pelaksana harian direktur utama perusahaan. Ini adalah kisah Amerika yang hebat yang dikotori oleh ungkapan kebencian dan fanatisme intoleran dari pihak kiri.
"Perusahaan Chick-fil-A menolak untuk beroperasi pada hari Minggu supaya karyawan mereka dapat pergi ke gereja jika mereka menginginkannya. Meskipun mal, bandara dan dunia usaha menekan perusahaan untuk buka pada hari Minggu, keputusan ini dipertahankan. Mereka memperlakukan pelanggan dan karyawan dengan rasa hormat dan penghargaan.
"Pendukung homoseksual militan telah meluncurkan serangan terhadap Dan Cathy dan Chick-fil-A, mendorong pemboikotan karena keluarga Cathy telah memberikan kontribusi terhadap organisasi yang mendukung pernikahan menurut tradisi. Upaya untuk menyakiti atau menghancurkan Chick-fil-A tidak kurang dari sebuah pengancaman ekonomi.
"Mengatas-namakan 'toleransi', ada upaya dilakukan untuk menekan orang-orang supaya berhenti makan di Chick-fil-A. Lebih buruk lagi adalah upaya menjelek-jelekan perusahaan dan karyawannya. Pandangan Kristen yang dimiliki Dan Cathy telah disikapi dengan sikap intoleransi dan ungkapan kebencian yang kejam.”
Lebih jauh Huckabee, sambil menekankan bahwa pihak perusahaan maupun keluarga pemilik tidak berkaitan apa-apa dengan pernyataannya ini, mengajak masyarakat untuk makan di Chick-fil-A sebagai bentuk dukungan bagi “sebuah bisnis yang beroperasi atas dasar prinsip-prinsip Kristen dengan pemimpin yang berani mengambil sikap untuk mempertahankan nilai-nilai kesalehan.” Ia mengajak untuk makan di Chick-fil-A pada hari Rabu 1 Agustus.
“Terlalu sering, mereka yang berhaluan kiri membuat pernyataan bersama untuk mendukung 'pernikahan' sesama jenis, pembunuhan bayi (aborsi) atau ketidak-senonohan, tetapi jika orang-orang Kristen menegaskan nilai-nilai sesuai tradisi [Kekristenan], kita dikatakan 'homofobia', fundamentalis, pembenci, dan intoleran,” ungkapnya dalam pernyataan itu.
Penyebaran doktrin homoseksualisme
Sementara itu, upaya untuk mempengaruhi opini masyarakat di Asia, Afrika, dan di belahan dunia lainnya terus dilakukan lewat media-media atau 'LSM-LSM' yang berhaluan sama atau yang telah dibeli oleh gerakan sistematik homoseksualisme yang tak hanya ditunjang dana yang besar tapi juga kekuatan politik. Tak kurang dari administrasi pemerintah Inggris dan Amerika saat ini yang telah menyatakan bahwa bantuan luar negeri mereka turut ditentukan oleh penerimaan atas hubungan sesama jenis.
Militansi gerakan homoseksualisme tak hanya menguatirkan masyarakat beragama, tetapi juga para homoseks sendiri. Senator Ted Lieu baru-baru ini mengusulkan sebuah RUU di senat negara bagian California, USA, yang didalamnya dicantumkan: “Tidak boleh dalam situasi apapun penyedia perawatan kesehatan mental melibatkan diri dalam upaya merubah orientasi seksual dari pasien umur 18 tahun ke bawah, sekalipun dengan persetujuan pasien, orangtua pasien, penjaganya, walinya, atau orang lain untuk menempuh upaya itu.” (Lihat selengkapnya di sini.)
Marisa Lobo, seorang psikolog, menentang kebijakan seperti ini di Brazil. Lobo melihat bahwa larangan untuk melakukan terapi reparatif bagi yang memiliki ketertarikan pada sesama jenis “melanggar kebebasan pribadi seorang pasien” dan sebagai seorang ahli jiwa ia harus “mendengar penderitaan psikologi” ketika seorang homoseks ingin merubah orientasi seksualnya. Saat ini terapi ini dilarang oleh Federal Council of Pscyhology (CFP) Brazil. Pernyataannya telah menuai kritik dari organisasi ini, dan Lobo sendiri beresiko kehilangan ijin prakteknya. (Lihat selengkapnya di sini.)
Topik tentang homoseks telah mengganggu pikiran banyak orang Kristen pada akhir-akhir ini. Pada kenyataannya hal ini adalah kenyataan hidup yang harus disikapi dengan bijaksana dan terlebih lagi, dengan belas kasih. Gereja perlu menjadi “tempat utama di mana orang beriman mencari dukungan, penghiburan dan pemuridan seiring mereka membuat keputusan untuk hidup menurut prinsip-prinsip Kristen.”
Ungkapan organanisasi Exodus dapat menjadi titik refleksi bagi gereja yang berusaha untuk mengikuti Kepalanya, yaitu Yesus Kristus. “Kami percaya mengenai padangan yang berpusat pada Injil, maksudnya bahwa semua orang, tanpa peduli akan pergumulan pribadi masing-masing, dapat mengalami pembebasan dari kuasa dosa lewat hubungan dengan Yesus Kristus setiap hari, komitmen terhadap firman Tuhan, dan dengan menjadi bagian dari sebuah komunitas orang percaya yang bersemangat, terbuka, dan relasional yang terdapat di gereja setempat.”
Umat Kristen saat ini diperhadapkan dengan situasi dunia yang semakin tak bersahabat, sekaligus menempatkan kita pada pilihan-pilihan yang menuntut sikap etis kristiani. Pergunakanlah hikmat dari Allah dalam setiap tindakan iman kita, baik dalam ekonomi, politik, bahkan seluruh kehidupan kita dengan berlandaskan iman, pengharapan, dan kasih, serta dengan mengingat pesan firman: "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu... (Yohanes 15:18). Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia" (Yohanes 16:33).
Sumber: menarapenjaga.blogspot.com Baca Selengkapnya...
USA -- Dua minggu yang lalu, pelaksana harian direktur utama Chick-fil-A, Dan Cathy, menyatakan bahwa restoran yang menyajikan burger ayam ini akan tetap menjunjung nilai-nilai kristiani termasuk pemahamannya tentang keluarga. Di Amerika Serikat, negara adidaya yang saat ini sedang berada di persimpangan jalan antara meniru Eropa Barat yang telah dikuasai oleh sekularisme atau kembali ke fondasi Kekristenan, tidak dapat tidak pernyataan semacam itu mengundang reaksi pro maupun kontra.
Organisasi-organisasi pro-homoseksualisme yang didukung oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Ford (mobil), Hewlett-Packard (komputer), Kodak (kamera), Coca-cola (minuman), Nike (sepatu), Starbucks (rumah kopi), Oreo (biskuit), dan sederet merk terkenal lainnya (lihat di sini), termasuk Levi's (jeans) dan Google.com (Internet), langsung menyerukan boikot terhadap Chick-fil-A.
“Eat chikin' no more,” (berhenti makan ayam) ungkap mereka. Chikin' adalah pelesetan dari kata Bahasa Inggris chicken (ayam) yang digunakan dalam iklan milik Chick-fil-A.
Dua walikota, yaitu Chicago dan Boston, telah mengatakan akan menolak restoran yang tidak beroperasi pada hari Minggu itu untuk dibuka di kota mereka.
“Nilai-nilai Chick-fil-A tidak sesuai dengan nilai-nilai kota Chicago,” demikian ungkap Rahm Emanuel, walikota Chicago, seperti dilansir Sun Times.
Ketua Penasihat Umum gereja The Assemblies of God, George Wood, menanyakan serangkaian pertanyaan sebagai respon terhadap ungkapan walikota Chicago yang merupakan tim kampanye Obama ini:
“Apakah Anda mengatakan bahwa umat Katolik tidak di-welcome di Chicago karena mereka tidak mengikuti 'nilai-nilai Chicago'? Bahwa umat Kristen Injili tidak di-welcome? Demikian dengan umat Muslim? Dengan umat Yahudi Ortodoks?
“Bahwa mereka yang keyakinan agamanya menyatakan bahwa pernikahan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan tidak punya 'nilai-nilai Chicago' sehingga dengan demikian tidak termasuk komunitas Anda? Apakah Anda bermaksud mendiskriminasi masyarakat beragama? Apakah Anda bermaksud memarginalisasi mereka? Apakah Anda, menurut pandangan Anda sendiri, sedang bersikap intoleran terhadap masyarakat beragama?” demikian dikutip charismanews.
Dalam laporan Sun Times, Rahn Emanuel, mempertahankan pernyataannya tersebut dan menolak meminta maaf. Hanya Thomas Menino, walikota Boston, yang kemudian menarik kata-katanya: “Mundur dari rencana kalian untuk memiliki lokasi di Boston,” ungkapnya seperti dikutip yahoonews.
Pernyataan Mike Huckabee
Menanggapi serangan pedas dari homoseksualis militan ini, Mike Huckabee, mantan gubernur Arkansas dan juga seorang penulis best-selling untuk NY-Times, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan:
“Keluarga Cathy, yang dipimpin oleh pendiri Chick-fil-A, Truett Cathy, adalah keluarga Kristen luar biasa yang berkomitmen untuk mengoperasikan perusahaannya menurut prinsip-prinsip alkitabiah dan yang ceritanya adalah benar-benar sebuah kisah sukses di Amerika. Dimulai pada usia 46, Truett Cathy membangun Chick-fil-A menjadi perusahaan beromset $4 milyar pertahun dengan lebih dari 1.600 cabang. Pada usia 91, dia masih aktif di perusahaannya, tapi anaknya Dan adalah pelaksana harian direktur utama perusahaan. Ini adalah kisah Amerika yang hebat yang dikotori oleh ungkapan kebencian dan fanatisme intoleran dari pihak kiri.
"Perusahaan Chick-fil-A menolak untuk beroperasi pada hari Minggu supaya karyawan mereka dapat pergi ke gereja jika mereka menginginkannya. Meskipun mal, bandara dan dunia usaha menekan perusahaan untuk buka pada hari Minggu, keputusan ini dipertahankan. Mereka memperlakukan pelanggan dan karyawan dengan rasa hormat dan penghargaan.
"Pendukung homoseksual militan telah meluncurkan serangan terhadap Dan Cathy dan Chick-fil-A, mendorong pemboikotan karena keluarga Cathy telah memberikan kontribusi terhadap organisasi yang mendukung pernikahan menurut tradisi. Upaya untuk menyakiti atau menghancurkan Chick-fil-A tidak kurang dari sebuah pengancaman ekonomi.
"Mengatas-namakan 'toleransi', ada upaya dilakukan untuk menekan orang-orang supaya berhenti makan di Chick-fil-A. Lebih buruk lagi adalah upaya menjelek-jelekan perusahaan dan karyawannya. Pandangan Kristen yang dimiliki Dan Cathy telah disikapi dengan sikap intoleransi dan ungkapan kebencian yang kejam.”
Lebih jauh Huckabee, sambil menekankan bahwa pihak perusahaan maupun keluarga pemilik tidak berkaitan apa-apa dengan pernyataannya ini, mengajak masyarakat untuk makan di Chick-fil-A sebagai bentuk dukungan bagi “sebuah bisnis yang beroperasi atas dasar prinsip-prinsip Kristen dengan pemimpin yang berani mengambil sikap untuk mempertahankan nilai-nilai kesalehan.” Ia mengajak untuk makan di Chick-fil-A pada hari Rabu 1 Agustus.
“Terlalu sering, mereka yang berhaluan kiri membuat pernyataan bersama untuk mendukung 'pernikahan' sesama jenis, pembunuhan bayi (aborsi) atau ketidak-senonohan, tetapi jika orang-orang Kristen menegaskan nilai-nilai sesuai tradisi [Kekristenan], kita dikatakan 'homofobia', fundamentalis, pembenci, dan intoleran,” ungkapnya dalam pernyataan itu.
Penyebaran doktrin homoseksualisme
Sementara itu, upaya untuk mempengaruhi opini masyarakat di Asia, Afrika, dan di belahan dunia lainnya terus dilakukan lewat media-media atau 'LSM-LSM' yang berhaluan sama atau yang telah dibeli oleh gerakan sistematik homoseksualisme yang tak hanya ditunjang dana yang besar tapi juga kekuatan politik. Tak kurang dari administrasi pemerintah Inggris dan Amerika saat ini yang telah menyatakan bahwa bantuan luar negeri mereka turut ditentukan oleh penerimaan atas hubungan sesama jenis.
Militansi gerakan homoseksualisme tak hanya menguatirkan masyarakat beragama, tetapi juga para homoseks sendiri. Senator Ted Lieu baru-baru ini mengusulkan sebuah RUU di senat negara bagian California, USA, yang didalamnya dicantumkan: “Tidak boleh dalam situasi apapun penyedia perawatan kesehatan mental melibatkan diri dalam upaya merubah orientasi seksual dari pasien umur 18 tahun ke bawah, sekalipun dengan persetujuan pasien, orangtua pasien, penjaganya, walinya, atau orang lain untuk menempuh upaya itu.” (Lihat selengkapnya di sini.)
Marisa Lobo, seorang psikolog, menentang kebijakan seperti ini di Brazil. Lobo melihat bahwa larangan untuk melakukan terapi reparatif bagi yang memiliki ketertarikan pada sesama jenis “melanggar kebebasan pribadi seorang pasien” dan sebagai seorang ahli jiwa ia harus “mendengar penderitaan psikologi” ketika seorang homoseks ingin merubah orientasi seksualnya. Saat ini terapi ini dilarang oleh Federal Council of Pscyhology (CFP) Brazil. Pernyataannya telah menuai kritik dari organisasi ini, dan Lobo sendiri beresiko kehilangan ijin prakteknya. (Lihat selengkapnya di sini.)
Topik tentang homoseks telah mengganggu pikiran banyak orang Kristen pada akhir-akhir ini. Pada kenyataannya hal ini adalah kenyataan hidup yang harus disikapi dengan bijaksana dan terlebih lagi, dengan belas kasih. Gereja perlu menjadi “tempat utama di mana orang beriman mencari dukungan, penghiburan dan pemuridan seiring mereka membuat keputusan untuk hidup menurut prinsip-prinsip Kristen.”
Ungkapan organanisasi Exodus dapat menjadi titik refleksi bagi gereja yang berusaha untuk mengikuti Kepalanya, yaitu Yesus Kristus. “Kami percaya mengenai padangan yang berpusat pada Injil, maksudnya bahwa semua orang, tanpa peduli akan pergumulan pribadi masing-masing, dapat mengalami pembebasan dari kuasa dosa lewat hubungan dengan Yesus Kristus setiap hari, komitmen terhadap firman Tuhan, dan dengan menjadi bagian dari sebuah komunitas orang percaya yang bersemangat, terbuka, dan relasional yang terdapat di gereja setempat.”
Umat Kristen saat ini diperhadapkan dengan situasi dunia yang semakin tak bersahabat, sekaligus menempatkan kita pada pilihan-pilihan yang menuntut sikap etis kristiani. Pergunakanlah hikmat dari Allah dalam setiap tindakan iman kita, baik dalam ekonomi, politik, bahkan seluruh kehidupan kita dengan berlandaskan iman, pengharapan, dan kasih, serta dengan mengingat pesan firman: "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu... (Yohanes 15:18). Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia" (Yohanes 16:33).
Sumber: menarapenjaga.blogspot.com Baca Selengkapnya...
Senin, 23 Juli 2012
Pasangan Broken Home Pun Dapat Memiliki Pernikahan Bahagia
Tidak dapat ditampik bahwa masa lalu seseorang pasti membawa efek bagi kehidupan orang tersebut baik di masa kini maupun mendatang. Namun, ini bukan berarti bahwa kejadian buruk di waktu lampau akan membawa dampak yang buruk kepada orang yang mengalaminya.
Jika Anda melihat kepada kehidupan sejumlah keluarga yang ada di sekitar, Anda akan menemukan bahwa tidak sedikit suami atau istri yang berlatar belakang dari rumah tangga yang ayah dan ibunya bercerai ketika mereka masih kecil. Dalam usia yang sangat muda, mereka harus menerima kenyataan bahwa mereka harus terpisah dari kedua orang yang mereka hormati dan sayangi.
Akan tetapi, fakta pahit ini tak membuat para suami atau istri tersebut menjadi orang-orang yang rapuh, sebaliknya mereka menjadi orang-orang yang kuat dan menghargai pernikahan yang mereka jalani bersama pasangannya hari-hari ini.
Tentu menjadi pertanyaan, bagaimanakah mereka dapat melakukannya? Berikut beberapa kunci yang berhasil penulis dapatkan dari sejumlah pernikahan sukses suami istri yang ber-background broken home :
1. Mereka melepaskan pengampunan kepada orang tua yang masing-masing telah berperan melukai hati mereka.
2. Mereka memutuskan untuk tidak mengikuti peristiwa yang dialami oleh orang tuanya.
3. Mereka membentuk diri mereka menjadi pribadi yang tidak hanya baik, tetapi pribadi (pria dan wanita) yang seperti tertulis di dalam Alkitab.
Mempertahankan sebuah rumah tangga bukanlah perkara mudah, apalagi jika Anda dan pasangan berasal dari keluarga yang berantakan. Diperlukan usaha ekstra dan penyertaan Tuhan agar apa yang menjadi motivasi bagi Anda dan pasangan dahulu sebelum menikah yakni memiliki keluarga yang utuh selamanya dapat terwujud. Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Jika Anda melihat kepada kehidupan sejumlah keluarga yang ada di sekitar, Anda akan menemukan bahwa tidak sedikit suami atau istri yang berlatar belakang dari rumah tangga yang ayah dan ibunya bercerai ketika mereka masih kecil. Dalam usia yang sangat muda, mereka harus menerima kenyataan bahwa mereka harus terpisah dari kedua orang yang mereka hormati dan sayangi.
Akan tetapi, fakta pahit ini tak membuat para suami atau istri tersebut menjadi orang-orang yang rapuh, sebaliknya mereka menjadi orang-orang yang kuat dan menghargai pernikahan yang mereka jalani bersama pasangannya hari-hari ini.
Tentu menjadi pertanyaan, bagaimanakah mereka dapat melakukannya? Berikut beberapa kunci yang berhasil penulis dapatkan dari sejumlah pernikahan sukses suami istri yang ber-background broken home :
1. Mereka melepaskan pengampunan kepada orang tua yang masing-masing telah berperan melukai hati mereka.
2. Mereka memutuskan untuk tidak mengikuti peristiwa yang dialami oleh orang tuanya.
3. Mereka membentuk diri mereka menjadi pribadi yang tidak hanya baik, tetapi pribadi (pria dan wanita) yang seperti tertulis di dalam Alkitab.
Mempertahankan sebuah rumah tangga bukanlah perkara mudah, apalagi jika Anda dan pasangan berasal dari keluarga yang berantakan. Diperlukan usaha ekstra dan penyertaan Tuhan agar apa yang menjadi motivasi bagi Anda dan pasangan dahulu sebelum menikah yakni memiliki keluarga yang utuh selamanya dapat terwujud. Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Kendala-Kendala Ketika Istri Jauh Lebih Tua Dari Suami
Hari-hari ini, pernikahan beda usia khususnya dimana usia istri jauh lebih tua dibandingkan suami bukanlah hal yang aneh lagi. Sepertinya orang-orang sudah tidak terlalu menghiraukan tentang hal tersebut. Bagi mereka, umur hanyalah sebatas angka saja, tidak lebih. Apakah ini benar ?
Jika ditilik lebih dalam, pemikiran hanya sebatas angka ternyata tidak 100 % betul. Mengapa? Karena disana ternyata terdapat sejumlah kendala yang cukup besar. Apa sajakah kendala- kendala yang dimaksud.
1. Perbedaan Cara Pandang
Cara pandang wanita yang 12 tahun lebih tua pada masa tertentu mungkin tidak terlalu membawa masalah. Pandangan terhadap karier, contohnya. Ketika si istri ber usia 40 tahun dan suaminya ber usia 28 tahun mungkin saja keduanya masih memiliki cara pandang yang kurang lebih sama karena keduanya masih aktif bekerja. Akan tetapi hal ini akan berubah begitu si istri memasuki usia setengah abad (50 tahun) sedangkan suaminya baru 38 tahun. Sangat mungkin si istri sudah tidak terlalu ambisius untuk mengejar karier sementara suaminya justru sedang penuh semangat mewujudkan impian masa mudanya.
2. Perbedaan Gaya Hidup
Sebagai seorang yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan di dunia, seorang wanita yang sudah ber usia diatas 40 tahun biasanya akan berfokus kepada keluarga. Sebaliknya, pria yang ber usia 20-an atau bahkan 30-an awal walau pun telah memiliki istri dan anak-anak justru masih mengejar kehidupan bersosialisasi dengan rekan-rekan se usianya.
3. Pola Pengeluaran
Walau seorang istri yang usianya lebih tua masih akan tetap melakukan kegiatan belanja, tetapi biasanya ia akan lebih berbelanja yang berkaitan dengan rumah, anak-anak, atau bahkan kebutuhan suaminya. Sebaliknya, suami yang masih muda biasanya masih ingin memenuhi apa yang menjadi keperluan pribadinya.
4. Hasrat seksual
Selagi usia masih di kisaran 25-40 tahunan, sangat mungkin hubungan intim tak jadi masalah bagi pasangan istri yang usianya terpaut cukup jauh. Namun tak bisa dipungkiri ini akan jadi masalah ketika istri memasuki masa pramenopause-menopause, yakni di usia sekitar 50 tahunan. Bisa dimaklumi karena hasrat seksual suami masih menggebu-gebu sementara istri sudah mulai ogah-ogahan memberi respons seksual karena secara biologis hasrat seksualnya menurun drastis. Ketidakseimbangan ini tentu akan memengaruhi relasi suami istri.
Apa yang diungkapkan diatas adalah sedikit dari sejumlah kendala yang akan dihadapi oleh pasangan suami istri yang dimana usia istri jauh lebih tua dari suami. Namun begitu, hal ini bukan tanpa jalan keluar.
Memegang prinsip-prinsip rumah tangga yang ada di dalam Alkitab dan berkomitmen dengan janji pernikahan yang pernah diucapkan dihadapan Tuhan dan jemaat adalah cara terbaik untuk melewati setiap masalah tersebut. Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Jika ditilik lebih dalam, pemikiran hanya sebatas angka ternyata tidak 100 % betul. Mengapa? Karena disana ternyata terdapat sejumlah kendala yang cukup besar. Apa sajakah kendala- kendala yang dimaksud.
1. Perbedaan Cara Pandang
Cara pandang wanita yang 12 tahun lebih tua pada masa tertentu mungkin tidak terlalu membawa masalah. Pandangan terhadap karier, contohnya. Ketika si istri ber usia 40 tahun dan suaminya ber usia 28 tahun mungkin saja keduanya masih memiliki cara pandang yang kurang lebih sama karena keduanya masih aktif bekerja. Akan tetapi hal ini akan berubah begitu si istri memasuki usia setengah abad (50 tahun) sedangkan suaminya baru 38 tahun. Sangat mungkin si istri sudah tidak terlalu ambisius untuk mengejar karier sementara suaminya justru sedang penuh semangat mewujudkan impian masa mudanya.
2. Perbedaan Gaya Hidup
Sebagai seorang yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan di dunia, seorang wanita yang sudah ber usia diatas 40 tahun biasanya akan berfokus kepada keluarga. Sebaliknya, pria yang ber usia 20-an atau bahkan 30-an awal walau pun telah memiliki istri dan anak-anak justru masih mengejar kehidupan bersosialisasi dengan rekan-rekan se usianya.
3. Pola Pengeluaran
Walau seorang istri yang usianya lebih tua masih akan tetap melakukan kegiatan belanja, tetapi biasanya ia akan lebih berbelanja yang berkaitan dengan rumah, anak-anak, atau bahkan kebutuhan suaminya. Sebaliknya, suami yang masih muda biasanya masih ingin memenuhi apa yang menjadi keperluan pribadinya.
4. Hasrat seksual
Selagi usia masih di kisaran 25-40 tahunan, sangat mungkin hubungan intim tak jadi masalah bagi pasangan istri yang usianya terpaut cukup jauh. Namun tak bisa dipungkiri ini akan jadi masalah ketika istri memasuki masa pramenopause-menopause, yakni di usia sekitar 50 tahunan. Bisa dimaklumi karena hasrat seksual suami masih menggebu-gebu sementara istri sudah mulai ogah-ogahan memberi respons seksual karena secara biologis hasrat seksualnya menurun drastis. Ketidakseimbangan ini tentu akan memengaruhi relasi suami istri.
Apa yang diungkapkan diatas adalah sedikit dari sejumlah kendala yang akan dihadapi oleh pasangan suami istri yang dimana usia istri jauh lebih tua dari suami. Namun begitu, hal ini bukan tanpa jalan keluar.
Memegang prinsip-prinsip rumah tangga yang ada di dalam Alkitab dan berkomitmen dengan janji pernikahan yang pernah diucapkan dihadapan Tuhan dan jemaat adalah cara terbaik untuk melewati setiap masalah tersebut. Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)




