googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani

Rabu, 27 Juni 2012

Kong Hee Ditangkap Karena Dituduh Gelapkan Uang Gereja

Kong Hee yang merupakan pendiri dari Gereja City Harvest ditahan karena dituduh menggunakan jutaan dolar uang gereja untuk membantu istrinya yang seorang artis, Ho Yeow Sun, untuk meningkatkan karirnya. Polisi Singapura berencana akan menahan dia pada hari ini, Rabu (27/6) dengan konspirasi melanggar kepercayaan. Menurut pernyataan polisi, pemimpin empat gereja dengan 23.000 anggota itu juga akan ditahan dengan tuduhan melakukan konspirasi pencatatan keuangan yang tidak benar. Ditemukan kecurangan setidaknya senilai $18 juta atau hampir Rp 180 miliar dari uang jemaat, menurut pernyataan komisi sumbangan dalam laman websitenya. Karena itu, Gereja City Harvest (CHC) membawanya ke pengadilan pada Selasa (26/6) kemarin. “Pagi ini, Pendeta Kong Hee, Pendeta Tan Ye Peng, John Lam, Chew Eng Han dan Sharon Tan telah diberi informasi untuk menghadiri pengadilan besok (hari ini, red). Tidak ada kasus yang menentang gereja saat ini,” tulis Aries Zulkarnain, pendeta eksekutif Gereja City Harvest. Selama kasus ini berlangsung, maka Dr. Phil Pringle yang merupakan pendiri Gereja Christian City di Sydney dan Dr. A. R. Bernard pendiri dan CEO Christian Cultural Centre di New York yang akan melayani menggantikan Pendeta Kong Hee. “Kedua pendeta ini ditunjuk sebagai pendeta penasihat senior melalui CHC,” tulis Zulkarnain. “Managemen gereja akan terus menyediakan arahan untuk tetap menjalankan gereja. Tata laksana di gereja dan pertemuan kelompok sel akan berlangsung seperti biasa, termasuk ibadah Minggu di Singapore Expo dan Jurong West. Sementara ini, tetap mempertahankan gereja, pendeta-pendeta kami, pemimpin dan keluarga mereka di dalam doa.” tambahnya. Ini merupakan salah satu kasus besar karena terjadi kepada pendeta yang cukup terkenal. Namun, kita tetap mengharapkan yang terbaik dari situasi yang buruk ini dan berharap gereja ini akan terus berdiri dan menjadi berkat buat sekeliling mereka. Sekaligus berdoa bahwa kebenaran, yang terburuk sekalipun, akan terungkap sehingga di dalam gereja tidak ada kebohongan. Sumber: jawaban.com Baca Selengkapnya...

Selasa, 26 Juni 2012

Menjadi seorang Penatalayanan

Surat Pastoral Minggu 1 Juli 2012

Pandangan Anda tentang Sorga dan kekekalan akan seiring dengan prioritas-prioritas hidup yang akan Anda lakukan di dunia. Jika kita menghayati dengan benar dan sehat tentang Sorga dan kekekalan maka kehidupan di dunia ini merupakan suatu penatalayanan. Sikap hidup yang mengabdi dan melayani, dengan prioritas pertama kepada Tuhan.

Penatalayanan di dunia ini kepada Tuhan merupakan suatu investasi. Investasi adalah melepaskan sesuatu hari ini untuk hari esok, karena Anda mempercayai hari esok akan datang., dan Anda perlu bersiap untuk hal itu, walaupun Anda tidak dapat melihat hari esok.

Konsep Alkitab tentang Penatalayanan berhubungan dengan cara Anda dan saya menangani apa yang kita miliki sekarang, berkenaan dengan apa yang akan datang.

Seorang investor dan seorang penatalayanan yang baik harus dapat melihat melampaui situasi dan kondisi sekarang ini. Ia tidak dapat dipengaruhi dan dikecohkan oleh mereka yang menghamburkan segala miliknya pada kesenangan – kesenangan sesaat sekarang ini.

Ia harus mempunyai disiplin dan kesabaran. Disiplin dalam menggunakan segala sesuatu yang telah dipercayakan untuk kepentingan tuannya dalam hal ini adalah Tuhan. Ia sadar suatu saat ia harus mempertanggung jawabkan semua pemberian Tuhan. Apakah ia menggunakan dengan setia, penuh tanggung jawab atau menyalahgunakan dan bermalas-malas. Ia juga harus sabar karena hasilnya seringkali tidak serta merta datang, bahkan sebagian besar hasilnya hanya dapat dinikmati kelak pada kekekalan dan bukan di bumi.

Seorang Penatalayanan harus berani menghadapi resiko, resiko itu adalah ada kemungkinan Anda mengalami kerugian-kerugian secara duniawi. Namun yang pasti adalah Anda tidak akan mengalami kerugian pada kekekalan, bahkan kerugian-kerugian di bumi seringkali memperbesar keuntungan-keuntungan Sorgawi.

Mari kita sadari bahwa semua yang ada pada kita adalah milik Tuhan yang harus kita kelola secara bertanggung jawab untuk kepentingan Tuhan.
Baca Selengkapnya...

Kuasa Pujian

Surat Pastoral Minggu 24 Juni 2012

“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” KPR 16:25

Ketika Paulus memberitakan Injil dengan mengusir roh tenung dari seorang hamba perempuan (KPR 16:18), maka tuan-tuannya marah dan menangkap serta menyeret Paulus dan Silas menghadap penguasa. Para penguasa, oleh desakan orang banyak, akhirnya mendera Paulus dan Silas berulang kali. Pastilah Paulus dan Silas sangat kepayahan dan setengah mati menerima hukuman ini. Mereka pun dimasukkan ke penjara paling tengah dan kaki mereka dipasung dengan kuat. Ini merupakan penjara yang paling dalam dan suram, tanpa ada cahaya sedikitpun dari luar sehingga benar-benar terisolasi.

Beberapa jam pertama Paulus dan Silas berada di dalam penjara yang gelap gulita. Namun kira-kira tengah malam mereka menyanyikan pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain pun mendengarkan mereka. Pastilah mereka memuji Tuhan dengan suara yang lantang. Maka terjadilah gempa bumi yang mengakibatkan sendi-sendi penjara goyah, pintu terbuka dan kepala penjara yang ditugasi menjaga akan bunuh diri karena ketakutan, namun dicegah oleh Paulus, malahan ia dan seisi rumahnya bertobat dan diselamatkan.

Mujizat selalu terjadi dimana ada umat Tuhan yang mau memuji-muji Tuhan di tengah segala tekanan dan permasalahan yang berat. Mujizat tidak pernah terjadi di dalam keadaan semua lancar dan baik-baik saja. Bersyukurlah jika Tuhan mengijinkan masalah yang berat menghampiri. Karena itu berarti kita berkesempatan melihat demonstrasi kuasa Allah yang hebat sekali lagi terjadi di dalam hidup kita. Namun ini hanya akan terjadi jika kita bersedia memuji-Nya dengan tulus, segenap hati dan kekuatan di tengah kesulitan yang berat.

Pujian yang dilandaskan iman tidak pernah berlalu dengan percuma. Allah selalu hadir dan bersemayam di tengah pujian umat-Nya. Jikalau kita tahu bahwa Allah bertahta di Surga, maka kini kita juga tahu bahwa Ia juga bertahta di atas pujian umatNya! Ia siap membela dan menyatakan kuasaNya bagi orang-orang yang mau memujiNya senantiasa.

Oleh: Hengky Candra
Baca Selengkapnya...

Jumat, 15 Juni 2012

Keberhasilan

Surat Pastoral Minggu 17 Juni 2012

Setiap orang selalu menginginkan kehidupan yang berhasil, dan merupakan suatu keinginan yang wajar dan tidak salah, hanya yang menjadi persoalan ialah dengan apa kita mengukur keberhasilan seseorang. Ada yang mengukur keberhasilan dari seberapa banyak uang yang dimiliki, seberapa tinggi kedudukan yang dicapai, seberapa tenar namanya di mata orang lain, sehingga keberhasilan pada umumnya diukur dengan besarnya angka-angka dan semua hal itu bersifat lahiriah dan jasmaniah.

Banyak buku-buku yang ditulis mengajarkan tentang bagaimana cara untuk hidup berhasil, misalnya, bagaimana cara dapat memperoleh kedudukan yang tinggi dengan cepat, bagaimana cara mengendalikan orang lain, bagaimana dapat tampak cerdas dibanding orang lain, bagaimana saya dapat berkesan yang baik di mata orang lain, dan tak satupun buku berbicara tentang keberhasilan yang lebih utuh yaitu keberhasilan rohaniah yang berdampak pada jasmaniah.

Alkitab memang tidak melarang orang mencapai keberhasilan walau bersifat lahirian dan jasmaniah, namun memperingatkan bahwa semua itu sifatnya terbatas dan tidak abadi seperti perumpamaan Tuhan Yesus kepada murid-Nya, tentang seorang kaya yang berlimpah hartanya, tetapi tidak memperhatikan kehidupan rohaninya, tetapi Firman Allah kepadanya, "Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil daripadamu dan apa yang telah engkau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah" Lukas 12:20-21.

Raja Salomo, seorang raja yang sangat kaya, pandai, berhikmat dan namanya dikenal sampai ke mancanegara, setelah merenungkan segala pencapaiannya ia menulis: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Keberhasilan bukan cuma ditentukan oleh kecerdasan intelegensia saja, tetapi banyak ditentukan oleh kecerdasan emosi dan spiritual seseorang untuk berpikir positif, percaya diri, mau bekerja keras, tidak gampang menyerah, tidak mudah mengeluh, tapi mampu juga menjaga hatinya. Orang disebut berhasil kalau ia mampu mengembangkan sumber daya hidupnya hingga bermanfaat, tidak saja bagi dirinya sendiri, tetapi bagi Tuhan, bagi keluarganya, dan bagi orang lain yang ada di sekitarnya.
Baca Selengkapnya...

Asteroid Besar Menghampiri Bumi Hari Ini

ASTEROID selebar 1.000 hingga 2.300 kaki atau sekitar 300 hingga 700 meter mendekati bumi pada hari Kamis (14/6) pukul 8 pagi waktu Amerika bagian Timur atau sekitar pukul 8 malam WIB. Asteroid tersebut akan mendekat hingga jarak 3,35 juta mil dari bumi. Jika dilakukan perbandingan maka jaraknya sekitar 14 kali jarak bumi ke bulan.

Besarnya asteroid 2012 LZ1 ini sekitar dua hingga empat kali Monumen Washington. Ukuran itu memang takkan memusnahkan kehidupan di bumi, tapi sanggup untuk menimbulkan kerusakan yang cukup serius.

Kepingan batu luar angkasa itu ternyata baru ditemukan beberapa hari yang lalu.

Adalah Rob McNaught seorang astronomer di observatorium Australia yang berhasil melihat obyek ini. 2012 LZ1 dianggap sebagai obyek dekat bumi karena berukuran lebih lebar dari 500 kaki dan terletak dalam jangkauan jarak 4,65 juta mil dari bumi.

Ilmuwan meyakini kalau mereka sudah menemukan sekitar 93% dari 25 ribu asteroid besar yang diperkirakan mampu memusnahkan kehidupan di bumi. []


Selengkapnya di: http://perisai.net/iptek/asteroid_besar_menghampiri_bumi_hari_ini/#ixzz1xvGSeti9
© PERISAI.net
Baca Selengkapnya...

Kontras Luncurkan Panduan Agar Polisi Lindungi Kelompok Minoritas

LSM HAM Kontras meluncurkan buku panduan berjudul "Pemolisian dan Hak Berkeyakinan, Beragama dan Beribadah". Buku itu dibuat untuk mendorong polisi agar bertanggung jawab melindungi hak-hak kelompok minoritas?

Koordinator LSM Kontras Haris Azhar mengungkapkan, selama ini polisi gamang menindak kasus pelanggaran hak berkeyakinan. Polisi cenderung tunduk terhadap ketentuan lokal serta ancaman kekerasan.

“Ya, buku ini kan dibikin dalam rangka sebenarnya untuk memperkaya keberanian dan pengetahuan polisi untuk menjalankan tugasnya. Memberikan pelayanan di bidang hukum tapi juga hak azasi manusia. Harusnya polisi tahu di lapangan, kapan dan di mana, bagaimana memberikan perlindungan terhadap siapa, dalam konteks hari ini kan terhadap kelompok minoritas yang kesannya dibiarkan,” kata Haris.

Haris Azhar mengatakan, akan membagikan 10 ribu eksemplar buku ke kepolisian. Kontras berharap upaya ini bisa meningkatkan komitmen polisi dalam melindungi hak-hak warga negara dalam berkeyakinan, beribadah dan beragama.

Selama ini polisi dianggap membiarkan berbagai peristiwa kekerasan yang mengatasnamakan agama. Misalnya kekerasan dan pelarangan beribadah terhadap jemaat HKBP Filadellfia Bekasi, pelarangan beribadat dan penyegelan GKI Yasmin bogor, penyerangan pemeluk Ahmadiyah dan sebagainya. []


Selengkapnya di: http://perisai.net/agama/kontras_luncurkan_panduan_agar_polisi_lindungi_kelompok_minoritas/#ixzz1xvEjVoK9
© PERISAI.net
Baca Selengkapnya...

Selasa, 12 Juni 2012

Lebih Dikasihi Dari Malaikat

Ibrani 2:16
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.


Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 13; Galatia 2; 1 Raja-Raja 5-6

Jika hal buruk terjadi, dan Tuhan memberitahu kita alasan mengapa hal itu terjadi, apakah hal tersebut dapat menghapus rasa sakit dan menyembuhkan hati kita yang hancur? Mari bayangkan sejenak Tuhan berkata, “Oke, oke, Aku lelah dengan rengekanmu. Sekarang Aku akan beritahu. Kamu siap? Tulislah. Aku lakukan itu dengan alasan…” Dan Tuhan membeberkan kepada kita semua alasan-Nya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah kita akan berkata, “Oh… oke.. Luar biasa, puji Tuhan.”? Mungkin tidak.

Kita mungkin berkata, “Saya tidak setuju dengan-Mu Tuhan. Hal itu tidak masuk akal menurut saya. Maksud saya.. maaf ya.. tapi..”

Itu sebabnya mungkin Tuhan membuat kita tidak perlu mengerti semua alasan sesuatu terjadi. Yang kita butuhkan bukanlah penjelasan, tetapi janji bahwa semuanya akan mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Harusnya kita tidak menghabiskan waktu untuk bertanya “Mengapa ini terjadi?” Sebaliknya, kita harusnya bertanya “Apa?” Seperti “Apa yang harus saya lakukan?” maka hal tersebut akan membawa kita berbalik kepada Tuhan.

Selain itu, ada satu hal yang perlu kita selalu ingat, bahwa setiap rasa sakit yang kita rasakan, Yesus pun merasakannya. Kita tidak sendiri. Yesus, sekalipun Dia Tuhan, Dia juga saudara sulung kita, dan “dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya” (Ibrani 2:17). Dia secara sukarela mati di kayu salib untuk kita semua, hal itu karena Ia mengasihi kita lebih daripada yang lainnya, bahkan lebih dari para malaikat-malaikat yang setiap saat memuji dan menyembah-Nya. Ia merasakan kesedihan dan luka yang kita alami. Datanglah kepada-Nya, dan percayalah bahwa dalam semua yang terjadi dalam kehidupan ini, tidak ada sedikitpun maksud jahat dalam hati Tuhan. Semuanya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Tidak pernah sedikitpun Tuhan bermaksud jahat kepada kita, semuanya untuk mendatangkan kebaikan.

Sumber : Greg Laurie | CrossWalk.com | Puji Astuti
Jawaban.com
Baca Selengkapnya...