Sekarang ini diketahui dengan pasti bahwa darah yang mengalir di dalam arteri seorang bagi yang masih ada di dalam kandungan tidak berasal dari si ibu, tetapi dihasilkan di dalam tubuh fetus. Namun ini terjadi hanya setelah sel sperma membuahi sel telur dan fetus mulai terbentuk, lalu muncullah darah. Sebagai ilustrasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan hal ini, perhatikan telur seekor ayam.
Sebutir telur yang tidak dibuahi ber¬asal dari sel telur yang ukurannya sedikit lebih besar dari sel telur manusia. Saudara mungkin bisa mengerami telur yang tidak dibuahi ini, tetapi ia tidak akan berkembang. Ia akan segera kering, namun tidak akan menghasilkan anak ayam.
Tetapi coba biarkan telur itu dibuahi dengan cara mempertemukannya dengan sel sperma jantan, maka pengeraman akan membawa kepada terbentuknya kehidupan di dalam embrio. Setelah beberapa jam akan tampak perkembangannya. Dalam beberapa waktu lapisan merah akan pecah yang menunjukkan munculnya darah. Dan nyawa ada di dalam darah sesuai dengan apa yang dituliskan di dalam Alkitab, seperti yang difirman¬kan kepada Musa,
[11]Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya. Imamat 17:11
[14]Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Imamat 17:14
TIDAK MENGANDUNG DARAH IBU
Tidak ada gunanya setetes darah diberikan untuk mengembangkan embrio di dalam rahim seorang ibu. Demikian pandangan para ahli. Ibu menyediakan bagi fetus (janin bayi yang belum lahir), zat-zat makanan untuk pertumbuhan tubuh fetus itu ada di dalam rahim¬nya, tetapi darah yang ada di dalam tubuh fetus itu di¬hasilkan oleh embrio itu sendiri.
Sejak masa pembuahan sampai lahirnya bayi, tidak setetes darah pun yang dialir-kan dari si ibu kepada bayinya. Plasenta, suatu jaringan yang lebih dikenal dengan Hama 'Uri/Lembuni,' yang membentuk setang antara si ibu dengan bayinya. Plasenta terbentuk dengan begitu sempurna sehingga walaupun semua zat makanan yang dapat larut seperti protein, lemak, karbohidrat, garam, mineral, dan juga antibodi mengalir dengan bebas dari si ibu kepada bayinya dan sampah-sampah yang dihasilkan dari metabolisme si bayi dikeluarkan kembali ke sirkulasi si ibu, tidak terjadi pertukaran darah walau setetes pun, dan ini terjadi secara normal.
Darah si bayi itu dihasilkan di dalam tubuh bayi itu sendiri. Si ibu sama sekali tidak menyumbangkan darahnya.
Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #14: Kesaksian para ahli.
Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com
Baca Selengkapnya...
Senin, 26 Maret 2012
Di Arab Saudi, Pembantu Dianggap Budak
TKI asal Bekasi, Ruyati binti Satubi, dipancung oleh pemerintahan Arab Saudi karena membunuh majikan perempuannya. Keluarga Ruyati mengatakan, Ruyati kerap disiksa oleh majikannya. Kaki Ruyati bahkan pernah patah karena dianiaya. Tak pelak, eksekusi Ruyati membuat geram publik di tanah air. TKI lagi-lagi menjadi korban.
Anggota Komisi IX DPR yang menangani sektor tenaga kerja, Hanif Dhakiri, menyatakan Arab Saudi sangat rawan sebagai negara penempatan TKI. Ada beberapa alasan yang membuat Saudi cenderung lebih rawan dibanding negara-negara lain yang dituju oleh para TKI. Apakah itu?
Alasan pertama, kata Hanif, ada persepsi di kalangan masyarakat Saudi bahwa pembantu sama dengan budak yang boleh diapakan saja sesuka hati majikan. “Ini adalah pengaruh dari ideologi zaman perbudakan di sana yang tampaknya masih belum hilang,” jelas politisi muda PKB itu dalam perbincangan dengan VIVAnews, Selasa 21 Juni 2011.
Menurutnya, persepsi perbudakan di Saudi belum hilang karena struktur masyarakat Saudi yang superpatriarkis berkelindan dengan sistem teokrasi kekuasaan negara. “Persepsi semacam itu tentu rawan bagi TKI kita yang bekerja di sana,” kata Hanif. Kalau saja Saudi adalah negara demokratis, maka persepsi perbudakan di negeri itu pasti akan hilang secara bertahap.
Alasan kedua, lanjut Hanif, Saudi merupakan negara teokrasi berbentuk kerajaan di mana seluruh kekuasaan berpusat pada Raja yang menjalankan kekuasaan atas dasar legitimasi agama Islam. “Dalam negara semacam ini, posisi perempuan sangat lemah dan tidak dihargai. Perempuan saja tidak boleh menyetir mobil,” ujar legislator asal Salatiga, Jawa Tengah, itu.
“Jika penghargaan terhadap perempuan Saudi saja kurang, bagaimana Saudi bisa menghargai perempuan dari negara lain?” tukas Hanif. Padahal, Tenaga Kerja Indonesia di sana kebanyakan perempuan. Bisa dipastikan posisi mereka amat rentan.
Alasan ketiga, ujar Hanif, Saudi menggunakan hukum Islam yang ditafsirkan secara kaku dan sering dianggap banyak kalangan diskriminatif. “Misalnya, hukuman mati (qishas) sering langsung diterapkan dalam kasus pembantu membunuh majikan. Tetapi dalam kasus sebaliknya, di mana majikan membunuh pembantu, qishas sering dihindarkan atas dasar pengampunan,” papar Hanif yang dibesarkan dalam lingkungan santri.
Diskriminasi semacam itu, jelas tidak menguntungkan TKI yang notabene kebanyakan berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. “Seharusnya pengampunan diberikan kepada mereka yang melakukan tindak pembunuhan karena lalai atau dalam keadaan terpaksa. Itu ada dalam hadits Nabi,” tegas Hanif. Dalam kasus TKI seperti Ruyati, mereka membunuh majikan karena terpaksa akibat dianiaya majikan, dilecehkan, atau diperkosa.
“Jadi sebenarnya itu bentuk pertahanan diri yang harus bisa diampuni,” tukas Hanif. Intinya, kata alumni Forum for Democratic Leaders in Asia-Pasific itu, sistem hukum dan budaya masyarakat Arab Saudi memang belum kondusif bagi TKI, khususnya Tenaga Kerja Wanita.
Secara terpisah, berbagai kalangan mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara pengiriman TKI ke Arab Saudi. “Kita minta moratorium TKI sampai sistem dibenahi,” kata Wakil Ketua DPR Anis Matta. DPR sendiri akan membawa persoalan TKI ini untuk dibahas di Rapat Paripurna DPR. (umi) Baca Selengkapnya...
Anggota Komisi IX DPR yang menangani sektor tenaga kerja, Hanif Dhakiri, menyatakan Arab Saudi sangat rawan sebagai negara penempatan TKI. Ada beberapa alasan yang membuat Saudi cenderung lebih rawan dibanding negara-negara lain yang dituju oleh para TKI. Apakah itu?
Alasan pertama, kata Hanif, ada persepsi di kalangan masyarakat Saudi bahwa pembantu sama dengan budak yang boleh diapakan saja sesuka hati majikan. “Ini adalah pengaruh dari ideologi zaman perbudakan di sana yang tampaknya masih belum hilang,” jelas politisi muda PKB itu dalam perbincangan dengan VIVAnews, Selasa 21 Juni 2011.
Menurutnya, persepsi perbudakan di Saudi belum hilang karena struktur masyarakat Saudi yang superpatriarkis berkelindan dengan sistem teokrasi kekuasaan negara. “Persepsi semacam itu tentu rawan bagi TKI kita yang bekerja di sana,” kata Hanif. Kalau saja Saudi adalah negara demokratis, maka persepsi perbudakan di negeri itu pasti akan hilang secara bertahap.
Alasan kedua, lanjut Hanif, Saudi merupakan negara teokrasi berbentuk kerajaan di mana seluruh kekuasaan berpusat pada Raja yang menjalankan kekuasaan atas dasar legitimasi agama Islam. “Dalam negara semacam ini, posisi perempuan sangat lemah dan tidak dihargai. Perempuan saja tidak boleh menyetir mobil,” ujar legislator asal Salatiga, Jawa Tengah, itu.
“Jika penghargaan terhadap perempuan Saudi saja kurang, bagaimana Saudi bisa menghargai perempuan dari negara lain?” tukas Hanif. Padahal, Tenaga Kerja Indonesia di sana kebanyakan perempuan. Bisa dipastikan posisi mereka amat rentan.
Alasan ketiga, ujar Hanif, Saudi menggunakan hukum Islam yang ditafsirkan secara kaku dan sering dianggap banyak kalangan diskriminatif. “Misalnya, hukuman mati (qishas) sering langsung diterapkan dalam kasus pembantu membunuh majikan. Tetapi dalam kasus sebaliknya, di mana majikan membunuh pembantu, qishas sering dihindarkan atas dasar pengampunan,” papar Hanif yang dibesarkan dalam lingkungan santri.
Diskriminasi semacam itu, jelas tidak menguntungkan TKI yang notabene kebanyakan berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. “Seharusnya pengampunan diberikan kepada mereka yang melakukan tindak pembunuhan karena lalai atau dalam keadaan terpaksa. Itu ada dalam hadits Nabi,” tegas Hanif. Dalam kasus TKI seperti Ruyati, mereka membunuh majikan karena terpaksa akibat dianiaya majikan, dilecehkan, atau diperkosa.
“Jadi sebenarnya itu bentuk pertahanan diri yang harus bisa diampuni,” tukas Hanif. Intinya, kata alumni Forum for Democratic Leaders in Asia-Pasific itu, sistem hukum dan budaya masyarakat Arab Saudi memang belum kondusif bagi TKI, khususnya Tenaga Kerja Wanita.
Secara terpisah, berbagai kalangan mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara pengiriman TKI ke Arab Saudi. “Kita minta moratorium TKI sampai sistem dibenahi,” kata Wakil Ketua DPR Anis Matta. DPR sendiri akan membawa persoalan TKI ini untuk dibahas di Rapat Paripurna DPR. (umi) Baca Selengkapnya...
Minggu, 25 Maret 2012
Pamrih dalam memberi persembahan
Secara tidak sadar banyak pengkotbah akhir-akhir ini membawa pola pikir jemaatnya untuk memberikan pesembahan kepada Tuhan supaya kita diberkati. Pengajaran di balik mimbar yang saat ini menggejala, dan cenderung menitik-beratkan pada berkat secara materi. Hal ini akan membawa jemaat pada pola pikir dan moral materialisme “berilah maka kau akan diberkati berlipat kali ganda” seperti ajakan salesman perusahaan dana investasi. Bahkan seperti menganggap Tuhan itu tidak beda dengan illah-illah lain yang memberikan rejeki. Ini bahkan memberhalakan Tuhan!
Saya mengharap saudara tidak terlampau cepat merasa aman dan bebas dari bahaya penyembahan berhala, hanya karena saudara tidak menyimpan satu patung pun dan menyembahnya. Tetapi ketika kita menganggap bahwa Allah hanya sebagai sumber berkat, kita memberhalakan Dia menjadi illah yang sama dengan kepercayaan lain, sama dengan patung-patung, sama dengan dewa ini dan dewi itu.
Kelihatannya benar walaupun mereka menggunakan banyak ayat-ayat yang mendukung yang diambil dari alkitab tentang pemberian persembahan supaya kita diberkati . Namun Allah adalah selalu menepati janjinya, tidak pernah ada janjinya yang tidak pernah ditepati :
Bilangan 23:19
“Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”
Raja Salomo mengatakan bahwa 1 Raja-raja 8:56
"Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.
Tuhan tidak akan berbohong, ini adalah satu-satunya hal yang Tuhan tidak bisa lakukan, karena berbohong bukanlah sifat Tuhan. Apa yang telah difirmankanNya tidak akan ada yang tidak digenapi!
Tetapi bagaimana dengan manusia? Ada banyak tendensius dari manusia untuk memanfaatkan (to abuse) sifat Firman yang kekal ini. Manusia memberikan persembahan kepada Tuhan karena punya maksud “tidak mau miskin dan ingin selalu diberkati dengan berkelimpahan” namun dalam mempersembahkannya tidak dilakukan dengan tulus dan kasih. Ini tentu menyakiti hati Tuhan, ayat-ayat Alkitab yang sering dimanfaatkan untuk meraup rejeki, contohnya adalah :
Maleakhi 3:10-12
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.
Amsal 3:9-10
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Walaupun Tuhan berjanji demikian, namun janganlah kita memberikan persembahan kepada Tuhan atas dasar pamrih supaya diberkati lebih ; “kalau aku memberi perpuluhan maka Allah akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadaku sampai berkelimpahan” Ini jelas perbuatan jahat dimata Tuhan.
Tidak salah apabila jemaat diajar “berilah maka engkau akan diberi”. Tidak salah mereka diajar dalam hal “perpuluhan yang mendatangkan berkat berlimpah” Tetapi hendaknya hal itu diimbangi dengan pengajaran pembentukan hati yang berkenan kepada Tuhan. Sehingga ketika mereka memberi, mereka memberi dengan hati yang mengasihi, bukan dengan tujuan untuk mendapat imbalan dari apa yang diberikannya. Penonjolan berkat jasmani dijadikan suatu bukti bahwa Allah mengasihi kita. Itu adalah penonjolan yang keliru. Maka secara tidak sengaja, jemaat digiring pada kehidupan yang materialisme. Jemaat yang kaya, merasa lebih diberkati dibandingkan jemaat yang miskin.
Saya percaya bahwa ada pahala/ reward untuk setiap ketaatan yang tulus dalam pemberian persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, asalkan kita melakukan dan memberikan dengan motivasi yang benar. Berilah persembahan itu karena engkau benar-benar mengasihi Tuhan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan semata. Sedangkan ketaatan dengan motivasi adalah sebuah egoisme ; mau memberi persembahan karena yakin betul Allah akan memberkati dengan berlipat kali ganda. Berikan persembahan itu karena engkau mengasihi Tuhan, titik!
Yohanes 14:15
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
1 Korintus 10:31
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Marilah kita pelajari kisah Ananias dan Safira :
Kisah Para Rasul 5 : 1-11
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.
Apa yang menyebabkan mereka mati? Mereka memberi persembahan dengan pamrih. Untuk dipuji manusia bahwa mereka sungguh mengasihi Tuhan. Seolah-olah mereka telah mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah untuk pekerjaan Tuhan. Seolah-olah mereka yang paling mengasihi Tuhan. Tuhan tidak mempersoalkan berapa besar jumlah persembahannya, tetapi memperhatikan maksud persembahan itu. Apakah persembahan itu diberi dengan hati yang tulus atau bukan. Maka berhati-hatilah dalam memberikan peresembahan, lakukan semua dengan kerelaan hati dan dengan kemampuan yang kita punya.
Sumber: Sarapanpagi.org Baca Selengkapnya...
Saya mengharap saudara tidak terlampau cepat merasa aman dan bebas dari bahaya penyembahan berhala, hanya karena saudara tidak menyimpan satu patung pun dan menyembahnya. Tetapi ketika kita menganggap bahwa Allah hanya sebagai sumber berkat, kita memberhalakan Dia menjadi illah yang sama dengan kepercayaan lain, sama dengan patung-patung, sama dengan dewa ini dan dewi itu.
Kelihatannya benar walaupun mereka menggunakan banyak ayat-ayat yang mendukung yang diambil dari alkitab tentang pemberian persembahan supaya kita diberkati . Namun Allah adalah selalu menepati janjinya, tidak pernah ada janjinya yang tidak pernah ditepati :
Bilangan 23:19
“Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”
Raja Salomo mengatakan bahwa 1 Raja-raja 8:56
"Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.
Tuhan tidak akan berbohong, ini adalah satu-satunya hal yang Tuhan tidak bisa lakukan, karena berbohong bukanlah sifat Tuhan. Apa yang telah difirmankanNya tidak akan ada yang tidak digenapi!
Tetapi bagaimana dengan manusia? Ada banyak tendensius dari manusia untuk memanfaatkan (to abuse) sifat Firman yang kekal ini. Manusia memberikan persembahan kepada Tuhan karena punya maksud “tidak mau miskin dan ingin selalu diberkati dengan berkelimpahan” namun dalam mempersembahkannya tidak dilakukan dengan tulus dan kasih. Ini tentu menyakiti hati Tuhan, ayat-ayat Alkitab yang sering dimanfaatkan untuk meraup rejeki, contohnya adalah :
Maleakhi 3:10-12
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.
Amsal 3:9-10
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Walaupun Tuhan berjanji demikian, namun janganlah kita memberikan persembahan kepada Tuhan atas dasar pamrih supaya diberkati lebih ; “kalau aku memberi perpuluhan maka Allah akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadaku sampai berkelimpahan” Ini jelas perbuatan jahat dimata Tuhan.
Tidak salah apabila jemaat diajar “berilah maka engkau akan diberi”. Tidak salah mereka diajar dalam hal “perpuluhan yang mendatangkan berkat berlimpah” Tetapi hendaknya hal itu diimbangi dengan pengajaran pembentukan hati yang berkenan kepada Tuhan. Sehingga ketika mereka memberi, mereka memberi dengan hati yang mengasihi, bukan dengan tujuan untuk mendapat imbalan dari apa yang diberikannya. Penonjolan berkat jasmani dijadikan suatu bukti bahwa Allah mengasihi kita. Itu adalah penonjolan yang keliru. Maka secara tidak sengaja, jemaat digiring pada kehidupan yang materialisme. Jemaat yang kaya, merasa lebih diberkati dibandingkan jemaat yang miskin.
Saya percaya bahwa ada pahala/ reward untuk setiap ketaatan yang tulus dalam pemberian persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, asalkan kita melakukan dan memberikan dengan motivasi yang benar. Berilah persembahan itu karena engkau benar-benar mengasihi Tuhan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan semata. Sedangkan ketaatan dengan motivasi adalah sebuah egoisme ; mau memberi persembahan karena yakin betul Allah akan memberkati dengan berlipat kali ganda. Berikan persembahan itu karena engkau mengasihi Tuhan, titik!
Yohanes 14:15
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
1 Korintus 10:31
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Marilah kita pelajari kisah Ananias dan Safira :
Kisah Para Rasul 5 : 1-11
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.
Apa yang menyebabkan mereka mati? Mereka memberi persembahan dengan pamrih. Untuk dipuji manusia bahwa mereka sungguh mengasihi Tuhan. Seolah-olah mereka telah mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah untuk pekerjaan Tuhan. Seolah-olah mereka yang paling mengasihi Tuhan. Tuhan tidak mempersoalkan berapa besar jumlah persembahannya, tetapi memperhatikan maksud persembahan itu. Apakah persembahan itu diberi dengan hati yang tulus atau bukan. Maka berhati-hatilah dalam memberikan peresembahan, lakukan semua dengan kerelaan hati dan dengan kemampuan yang kita punya.
Sumber: Sarapanpagi.org Baca Selengkapnya...
Jumat, 23 Maret 2012
Mantan Presiden Gereja FLDS Disidangkan Atas Kasus Bigami
![]() |
| Wendell Loy Nielsen, 71 tahun |
Juri dalam persidangan ini terdiri dari lima perempuan dan tujuh laki-laki. Mereka mendengarkan kesaksian dalam persidangan dengan terdakwa Wendell Loy Nielsen, 71 tahun, mantan presiden Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS).
Sekte yang mengajarkan bahwa seorang pria jika ingin menjadi bagian di antara orang-orang pilihan di surga harus memiliki setidaknya tiga istri ini diperkirakan telah memiliki 10.000 pengikut di Amerika Utara.
Direktur Criminal Defence Clinic di Texas Tech University School of Law, Patrick Metze, mengatakan bahwa kasus bigami yang dibawa ke pengadilan sangatlah jarang.
Hukumannya biasanya adalah penjara dua hingga sepuluh tahun atau denda hingga 10 ribu dollar AS.
Oktober silam, Nielsen mengaku tidak keberatan dengan denda dan hukuman 10 tahun masa percobaan. Namun, ketika ia tidak bisa menjalani masa percobaannya di tempat tinggal anaknya di Colorado, Nielsen langsung menyatakan tidak setuju dengan hukuman percobaan itu. Ia kemudian mengajukan diri untuk ke pengadilan.
Nielsen sendiri telah mendapatkan hukuman ekskomunikasi dari FLDS. []
Selengkapnya di: Perisai.net Baca Selengkapnya...
Hampir 1.000 Wanita Pakistan Dibunuh Demi Kehormatan
Perisai.net - MENGERIKAN! Hampir 1.000 wanita Pakistan tewas dibunuh demi menjaga kehormatan keluarga sepanjang tahun 2011. Para wanita dan gadis remaja yang dibunuh ini dianggap mencoreng kehormatan keluarga karena menjadi korban pemerkosaan ataupun kawin lari.
"Sedikitnya 943 wanita dibunuh demi kehormatan keluarga, di mana 93 orang di antaranya di bawah umumr," demikian pernyataan organisasi HAM Pakistan, Human Rights Commission of Pakistan, dalam laporan tahunannya, seperti dilansir oleh AFP, Kamis (22/3/2012).
Dari jumlah tersebut, 7 orang di antaranya menganut agama Kristen dan 2 orang lagi menganut Hindu.
Jumlah ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan laporan tahun 2010, yang menyatakan ada 791 wanita Pakistan dibunuh demi kehormatan keluarga. Peningkatan jumlah ini menunjukkan peningkatan kekerasan terhadap perempuan di negara muslim konservatif ini.
Human Rights Commisson of Pakistan menilai, selama ini wanita di Pakistan seringkali diperlakukan sebagai warga negara kelas kedua. Sama sekali tidak ada proses hukum bagi pria-pria yang melakukan kekerasan terhadap wanita.
Pemerintah Pakistan pun diminta lebih aktif untuk menindak tegas setiap kasus kekerasan terhadap wanita, yang selama ini lebih dianggap sebagai masalah pribadi oleh aparat kepolisian.
Dari jumlah tersebut, sekitar 595 wanita tewas dibunuh karena memiliki 'hubungan gelap' dengan seorang pria dan sekitar 219 wanita lainnya dibunuh karena menikah tanpa restu orangtua alias kawin lari. Sedangkan sisanya merupakan wanita yang menjadi korban pemerkosaan.
Sebagian besar wanita malang tersebut dibunuh oleh saudara laki-laki atau suami mereka sendiri. []
© Detikcom
Selengkapnya di: http://perisai.net/serbaserbi/hampir_1000_wanita_pakistan_dibunuh_demi_kehormatan/#ixzz1pvsEWpcO
© PERISAI.net Baca Selengkapnya...
"Sedikitnya 943 wanita dibunuh demi kehormatan keluarga, di mana 93 orang di antaranya di bawah umumr," demikian pernyataan organisasi HAM Pakistan, Human Rights Commission of Pakistan, dalam laporan tahunannya, seperti dilansir oleh AFP, Kamis (22/3/2012).
Dari jumlah tersebut, 7 orang di antaranya menganut agama Kristen dan 2 orang lagi menganut Hindu.
Jumlah ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan laporan tahun 2010, yang menyatakan ada 791 wanita Pakistan dibunuh demi kehormatan keluarga. Peningkatan jumlah ini menunjukkan peningkatan kekerasan terhadap perempuan di negara muslim konservatif ini.
Human Rights Commisson of Pakistan menilai, selama ini wanita di Pakistan seringkali diperlakukan sebagai warga negara kelas kedua. Sama sekali tidak ada proses hukum bagi pria-pria yang melakukan kekerasan terhadap wanita.
Pemerintah Pakistan pun diminta lebih aktif untuk menindak tegas setiap kasus kekerasan terhadap wanita, yang selama ini lebih dianggap sebagai masalah pribadi oleh aparat kepolisian.
Dari jumlah tersebut, sekitar 595 wanita tewas dibunuh karena memiliki 'hubungan gelap' dengan seorang pria dan sekitar 219 wanita lainnya dibunuh karena menikah tanpa restu orangtua alias kawin lari. Sedangkan sisanya merupakan wanita yang menjadi korban pemerkosaan.
Sebagian besar wanita malang tersebut dibunuh oleh saudara laki-laki atau suami mereka sendiri. []
© Detikcom
Selengkapnya di: http://perisai.net/serbaserbi/hampir_1000_wanita_pakistan_dibunuh_demi_kehormatan/#ixzz1pvsEWpcO
© PERISAI.net Baca Selengkapnya...
Esther Dapat Kemampuan Meramal Dari Roh Gaib
Membakar kemenyan dan melakukan ritual-ritual untuk memohon keselamatan sudah menjadi tradisi dalam keluarga Esther, bahkan bisa dikatakan sudah merupakan tradisi turun temurun sejak nenek moyang. Hal ini membuatnya akrab dengan suatu hal yang tidak lazim bagi anak-anak seumurnya, yaitu berteman dengan roh halus.
Hal ini diperparah oleh hubungannya yang tidak harmonis dengan sang ayah, Esther semakin menjauhkan diri dari keluarganya. Dapur adalah tempat favoritnya untuk menyendiri, disanalah ia menemui teman setianya.
“Kenapa mesti dapur? Karena disanalah saya merasa tenang. Jadi apa yang saya rasakan bisa saya cerita. Pertama hanya cerita-cerita, terus tiba-tiba ada yang balik ngomong sama saya. Saya ngga tahu suara dari mana, tapi saya tenang. Jadi kenapa saya tidak butuh seorang teman, karena apa yang saya dapat dari dia lebih dari yang saya dapat dari seorang teman.”
Bertahun-tahun Esther berteman dengan roh gaib itu, hingga suatu hari ia dan teman-temannya mengunjui seorang para normal.
“Kita dateng ke satu orang pinter, pertama sih kita cuma ngobrol-ngobrol, iseng-iseng, biasa anak-anak. Dia bukain kartunya, pas bagian saya, terus dia bilang begini: Kamu tidak perlu datang ke sini lagi karena kamu akan menggantikan posisi saya walaupun kartu hanya seperti ini.”
Saat ia pulang, suara itu menawarkan sesuatu yang membuat Esther harus membuat langkah berani.
“Dia tanya begini: Kamu mau lihat saya apa enggak? Karena setelah sekian lama kita kenal, kamu kok ngga mau lihat saya. Saya jawab saya mau. Dia bilang jika saya mau melihat dia, saya harus ijin dulu kepada orangtua saya.”
Esther dengan semangat mendatangi mamanya, akhirnya ia membuka rahasia yang selama ini ia simpan. Diceritakannya pada sang mama, bahwa sejak kecil ia sering mendengar dari roh halus. Kali ini roh itu mau menampakkan diri kepadanya, namun ia harus mendapat ijin dari orangtuanya.
“Ngga, kamu ngga boleh,” demikian tolak sang mama.
Sedih dan marah, itulah yang dirasakan Esther. Apa lagi sejak itu, suara itu seperti menghilang begitu saja.
“Saya merasa kalau saya ngga punya teman lagi,” ungkap Esther, “yang selama ini mendengar curhat saya cuma dia. Sejak itu, saya mulai kurang komunikasinya ( dengan roh halus itu).”
Memang roh tersebut seperti mulai jarang menemui Esther, namun ada sesuatu yang berbeda dialami Esther. Terkadang, saat sedang berkumpul dengan keluarga Esther yang sedang tertawa senang tiba-tiba seperti sesak nafas dan badannya terbungkuk-bungkuk seperti seorang nenek-nenek. Di sisi lain, Esther mulai memiliki kemampuan baru, yaitu meramal.
“Waktu itu, kami cuma main-main biasa. Tapi semua yang saya ucapin kok kejadian.”
Hari itu ia sadar bahwa apa yang diramalkan oleh orang pintar waktu itu benar. Menyadari kemampuannya itu dari roh halus yang menjadi temannya, Esther menjadi semakin rajin melakukan ritual. Namun kemampuan barunya itu merubah pribadi Esther.
“Saya menjadi cepat emosi, cepat marah. Apa yang saya omongin, orang itu harus nurut. Saat itu, apa yang saya mau bisa saya dapatkan, tapi saya ngga bisa merasakan damai dan sukacita.”
Hingga tiba di tahun 2003, suatu hari mamanya bertemu dengan seorang saudaranya. Ia menceritakan sesuatu yang tidak biasa. Saudaranya itu menceritakan tentang seorang pribadi bernama Yesus Kristus, dan dia pergi ke sebuah ibadah dimana ia merasakan hadirat Tuhan.
“Mama penasaran deh, hadirat Tuhan itu apa ya pa?”
“Tuhan Yesus?” demikian tanya Esther dalam hati, “Mama sama papa udah umur segini baru tanya siapa itu Tuhan Yesus? Sementara mama dan papa selama ini ngajarin saya tradisi-tradisi yang berlawanan dengan ajaran Tuhan Yesus. Saya merasa agak aneh, dan saya ingin menunjukkan kalau tidak ada Tuhan Yesus.”
Mereka sekeluarga pun memutuskan untuk bertemu dengan hamba Tuhan yang diceritakan oleh saudara mamanya itu. Disana hamba Tuhan itu membongkar dosa sang papa, pada hal mereka baru bertemu. Hamba Tuhan itu bahkan tahu bahwa Esther masih menjalin hubungan dengan roh-roh halus.
“Kalau kaya gitu doang sih aku juga bisa,” demikian ujar Esther ketus.
“Kalau begitu kita lihat besok, roh-roh yang ada pada kamu atau Tuhan Yesus yang lebih berkuasa,” demikian tantang hamba Tuhan itu.
Esther pun menerima tantangan tersebut, ia ingin membuktikan bahwa roh-roh yang selama ini menjadi temannya lebih nyata dari Tuhan Yesus. Harinya pun tiba, Esther hadir dalam ibadah tempat hamba Tuhan itu melayani.
“Dia berdoa, saya juga berdoa,” tutur Esther.
Namun sesuatu yang tidak pernah Esther bayangkan terjadi. Saat ia didoakan, ia seperti tidak berdaya. Ia pun meminta tolong pada roh yang selama ini membantunya, namun roh itu tidak juga menolongnya.
“Tiba-tiba ada suara, dia bilang seperti ini: Udahlah, sekarang kamu ikut saya aja. Kamu lepasin hidup kamu! Disitu saya mikir, maksudnya saya ngelepasin hidup saya dengan cara seperti apa? Terus saya bilang begini: Kalau memangnya Tuhan Yesus lebih hebat dari kamu, saya mau ikut Yesus saja kalau gitu.”
Keputusan itu mengubah hidup Esther selamanya. Ia akhirnya dilepaskan dari cengkeraman kuasa roh-roh jahat itu.
“Hamba Tuhan itu kemudian datang, dan bilang: sekarang kamu tenangin diri saja. Sekarang hati kamu sudah bersih, semua roh yang bukan dari Tuhan sudah dibersihin semua. Tuhan mau kasih roh yang baru sama kamu. Roh yang dari Tuhan Yesus, ini Roh yang akan memberikan kamu damai sejahtera. Keselamatan itu sekarang ada disini.”
Esther menerima sebuah Alkitab dari hamba Tuhan tersebut. Setibanya di rumah, ia kembali ingin menyakinkan dirinya bahwa Yesus itu benar-benar pribadi Tuhan yang hidup.
“Sesudah sampai di rumah, saya mau berdoa sama Tuhan Yesus. Saya bilang: Tuhan Yesus, Engkau Tuhan yang hidup kata orang-orang. Saya juga mau tahu kalau emangnya Tuhan itu ada, tolong pimpin saya, saya mau buka (Alkitab), Tuhan mau ngomong apa sama saya, karena saya ngga bisa dengar. Entah bagaimana, selesai berdoa tangan saya membuka Alkitab, waktu itu letak (ayatnya) disebelah kiri atas, tiba-tiba tulisan itu muncul lebih tebal dari tulisan yang lain. Ditulisnya: Tuhan mengampuni wanita peramal, dukun-dukun dan hal-hal yang berhubungan dengan roh jahat. Tuhan mau mengampuni dan mengasihi mereka. Buat saya hal itu memberikan ketenangan dan kedamaian. Tuhan ternyata Engkau mengampuni saya.”
Namun tidak semudah itu roh halus yang selama ini menemani Esther melepaskannya, suara itu datang kembali.
“Tiba-tiba ada suara bilang begini: Tuhan mana yang kamu sembah?! Saya bilang Tuhan Yesus. Tuhan mana yang kamu sembah! Tiga kali suara itu semakin lama semakin kencang. Dan suara itu adalah suara yang selama ini saya dengar, lalu saya berkata: Saya percaya Yesus. Lalu suara itu hilang. Di hati ini tiba-tiba muncul suara yang berkata: Aku mengasihi engkau. Itu amazing banget deh! Sesuatu yang ngga pernah saya dengar, bahkan dari orangtua saya jarang saya mendengar kata-kata itu. Suara itu membuat saya tenang, membuat saya damai. Beda dengan suara yang sebelumnya saya dengar, begitu keras, begitu emosi, ada rasa arogan yang egois dari kata-katanya. Tapi ini suaranya lembut, dan tenang. Disitu saya merasa aneh, apa ini suara Tuhan? Disitu saya merasa damai dan sukacita. Itu pertama kalinya saya dengar suara Tuhan.”
Perjumpaan Esther dengan Tuhan bukan hanya merubah hidupnya, namun juga merubah seluruh keluarganya. Kini seluruh keluarganya telah mengenal Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.
“Setelah mengenal Yesus saya merasa damai. Saya sama papa sudah tidak ribut lagi. Kalau dulu saya bantu orang dari apa yang saya dengar (dari roh halus), sekarang saya bisa kasih solusi sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Bagi saya Yesus adalah penolong dalam kehidupan saya. Yesus yang sudah selamatkan saya, Dia tujuan hidup saya,” demikian Esther menutup kesaksiannya.
Tradisi keluarga tanpa sadar bisa membuka celah untuk roh jahat masuk dalam kehidupan keluarga, untuk itu penting sekali orangtua mencermati tradisi dan apa yang diajarkan kepada anak-anaknya. Hal yang lebih penting lagi, adalah membawa anak-anak mengenal Yesus sebagai Tuhan sejak dini, sehingga mereka bisa bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan dan hidup dalam rencana-Nya. (Kisah ini ditayangkan 27 Juni 2011 dalam acara Solusi Life di O’Channel).
Sumber Kesaksian:
Esther Shinta Samali (jawaban.com) Baca Selengkapnya...
Hal ini diperparah oleh hubungannya yang tidak harmonis dengan sang ayah, Esther semakin menjauhkan diri dari keluarganya. Dapur adalah tempat favoritnya untuk menyendiri, disanalah ia menemui teman setianya.
“Kenapa mesti dapur? Karena disanalah saya merasa tenang. Jadi apa yang saya rasakan bisa saya cerita. Pertama hanya cerita-cerita, terus tiba-tiba ada yang balik ngomong sama saya. Saya ngga tahu suara dari mana, tapi saya tenang. Jadi kenapa saya tidak butuh seorang teman, karena apa yang saya dapat dari dia lebih dari yang saya dapat dari seorang teman.”
Bertahun-tahun Esther berteman dengan roh gaib itu, hingga suatu hari ia dan teman-temannya mengunjui seorang para normal.
“Kita dateng ke satu orang pinter, pertama sih kita cuma ngobrol-ngobrol, iseng-iseng, biasa anak-anak. Dia bukain kartunya, pas bagian saya, terus dia bilang begini: Kamu tidak perlu datang ke sini lagi karena kamu akan menggantikan posisi saya walaupun kartu hanya seperti ini.”
Saat ia pulang, suara itu menawarkan sesuatu yang membuat Esther harus membuat langkah berani.
“Dia tanya begini: Kamu mau lihat saya apa enggak? Karena setelah sekian lama kita kenal, kamu kok ngga mau lihat saya. Saya jawab saya mau. Dia bilang jika saya mau melihat dia, saya harus ijin dulu kepada orangtua saya.”
Esther dengan semangat mendatangi mamanya, akhirnya ia membuka rahasia yang selama ini ia simpan. Diceritakannya pada sang mama, bahwa sejak kecil ia sering mendengar dari roh halus. Kali ini roh itu mau menampakkan diri kepadanya, namun ia harus mendapat ijin dari orangtuanya.
“Ngga, kamu ngga boleh,” demikian tolak sang mama.
Sedih dan marah, itulah yang dirasakan Esther. Apa lagi sejak itu, suara itu seperti menghilang begitu saja.
“Saya merasa kalau saya ngga punya teman lagi,” ungkap Esther, “yang selama ini mendengar curhat saya cuma dia. Sejak itu, saya mulai kurang komunikasinya ( dengan roh halus itu).”
Memang roh tersebut seperti mulai jarang menemui Esther, namun ada sesuatu yang berbeda dialami Esther. Terkadang, saat sedang berkumpul dengan keluarga Esther yang sedang tertawa senang tiba-tiba seperti sesak nafas dan badannya terbungkuk-bungkuk seperti seorang nenek-nenek. Di sisi lain, Esther mulai memiliki kemampuan baru, yaitu meramal.
“Waktu itu, kami cuma main-main biasa. Tapi semua yang saya ucapin kok kejadian.”
Hari itu ia sadar bahwa apa yang diramalkan oleh orang pintar waktu itu benar. Menyadari kemampuannya itu dari roh halus yang menjadi temannya, Esther menjadi semakin rajin melakukan ritual. Namun kemampuan barunya itu merubah pribadi Esther.
“Saya menjadi cepat emosi, cepat marah. Apa yang saya omongin, orang itu harus nurut. Saat itu, apa yang saya mau bisa saya dapatkan, tapi saya ngga bisa merasakan damai dan sukacita.”
Hingga tiba di tahun 2003, suatu hari mamanya bertemu dengan seorang saudaranya. Ia menceritakan sesuatu yang tidak biasa. Saudaranya itu menceritakan tentang seorang pribadi bernama Yesus Kristus, dan dia pergi ke sebuah ibadah dimana ia merasakan hadirat Tuhan.
“Mama penasaran deh, hadirat Tuhan itu apa ya pa?”
“Tuhan Yesus?” demikian tanya Esther dalam hati, “Mama sama papa udah umur segini baru tanya siapa itu Tuhan Yesus? Sementara mama dan papa selama ini ngajarin saya tradisi-tradisi yang berlawanan dengan ajaran Tuhan Yesus. Saya merasa agak aneh, dan saya ingin menunjukkan kalau tidak ada Tuhan Yesus.”
Mereka sekeluarga pun memutuskan untuk bertemu dengan hamba Tuhan yang diceritakan oleh saudara mamanya itu. Disana hamba Tuhan itu membongkar dosa sang papa, pada hal mereka baru bertemu. Hamba Tuhan itu bahkan tahu bahwa Esther masih menjalin hubungan dengan roh-roh halus.
“Kalau kaya gitu doang sih aku juga bisa,” demikian ujar Esther ketus.
“Kalau begitu kita lihat besok, roh-roh yang ada pada kamu atau Tuhan Yesus yang lebih berkuasa,” demikian tantang hamba Tuhan itu.
Esther pun menerima tantangan tersebut, ia ingin membuktikan bahwa roh-roh yang selama ini menjadi temannya lebih nyata dari Tuhan Yesus. Harinya pun tiba, Esther hadir dalam ibadah tempat hamba Tuhan itu melayani.
“Dia berdoa, saya juga berdoa,” tutur Esther.
Namun sesuatu yang tidak pernah Esther bayangkan terjadi. Saat ia didoakan, ia seperti tidak berdaya. Ia pun meminta tolong pada roh yang selama ini membantunya, namun roh itu tidak juga menolongnya.
“Tiba-tiba ada suara, dia bilang seperti ini: Udahlah, sekarang kamu ikut saya aja. Kamu lepasin hidup kamu! Disitu saya mikir, maksudnya saya ngelepasin hidup saya dengan cara seperti apa? Terus saya bilang begini: Kalau memangnya Tuhan Yesus lebih hebat dari kamu, saya mau ikut Yesus saja kalau gitu.”
Keputusan itu mengubah hidup Esther selamanya. Ia akhirnya dilepaskan dari cengkeraman kuasa roh-roh jahat itu.
“Hamba Tuhan itu kemudian datang, dan bilang: sekarang kamu tenangin diri saja. Sekarang hati kamu sudah bersih, semua roh yang bukan dari Tuhan sudah dibersihin semua. Tuhan mau kasih roh yang baru sama kamu. Roh yang dari Tuhan Yesus, ini Roh yang akan memberikan kamu damai sejahtera. Keselamatan itu sekarang ada disini.”
Esther menerima sebuah Alkitab dari hamba Tuhan tersebut. Setibanya di rumah, ia kembali ingin menyakinkan dirinya bahwa Yesus itu benar-benar pribadi Tuhan yang hidup.
“Sesudah sampai di rumah, saya mau berdoa sama Tuhan Yesus. Saya bilang: Tuhan Yesus, Engkau Tuhan yang hidup kata orang-orang. Saya juga mau tahu kalau emangnya Tuhan itu ada, tolong pimpin saya, saya mau buka (Alkitab), Tuhan mau ngomong apa sama saya, karena saya ngga bisa dengar. Entah bagaimana, selesai berdoa tangan saya membuka Alkitab, waktu itu letak (ayatnya) disebelah kiri atas, tiba-tiba tulisan itu muncul lebih tebal dari tulisan yang lain. Ditulisnya: Tuhan mengampuni wanita peramal, dukun-dukun dan hal-hal yang berhubungan dengan roh jahat. Tuhan mau mengampuni dan mengasihi mereka. Buat saya hal itu memberikan ketenangan dan kedamaian. Tuhan ternyata Engkau mengampuni saya.”
Namun tidak semudah itu roh halus yang selama ini menemani Esther melepaskannya, suara itu datang kembali.
“Tiba-tiba ada suara bilang begini: Tuhan mana yang kamu sembah?! Saya bilang Tuhan Yesus. Tuhan mana yang kamu sembah! Tiga kali suara itu semakin lama semakin kencang. Dan suara itu adalah suara yang selama ini saya dengar, lalu saya berkata: Saya percaya Yesus. Lalu suara itu hilang. Di hati ini tiba-tiba muncul suara yang berkata: Aku mengasihi engkau. Itu amazing banget deh! Sesuatu yang ngga pernah saya dengar, bahkan dari orangtua saya jarang saya mendengar kata-kata itu. Suara itu membuat saya tenang, membuat saya damai. Beda dengan suara yang sebelumnya saya dengar, begitu keras, begitu emosi, ada rasa arogan yang egois dari kata-katanya. Tapi ini suaranya lembut, dan tenang. Disitu saya merasa aneh, apa ini suara Tuhan? Disitu saya merasa damai dan sukacita. Itu pertama kalinya saya dengar suara Tuhan.”
Perjumpaan Esther dengan Tuhan bukan hanya merubah hidupnya, namun juga merubah seluruh keluarganya. Kini seluruh keluarganya telah mengenal Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.
“Setelah mengenal Yesus saya merasa damai. Saya sama papa sudah tidak ribut lagi. Kalau dulu saya bantu orang dari apa yang saya dengar (dari roh halus), sekarang saya bisa kasih solusi sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Bagi saya Yesus adalah penolong dalam kehidupan saya. Yesus yang sudah selamatkan saya, Dia tujuan hidup saya,” demikian Esther menutup kesaksiannya.
Tradisi keluarga tanpa sadar bisa membuka celah untuk roh jahat masuk dalam kehidupan keluarga, untuk itu penting sekali orangtua mencermati tradisi dan apa yang diajarkan kepada anak-anaknya. Hal yang lebih penting lagi, adalah membawa anak-anak mengenal Yesus sebagai Tuhan sejak dini, sehingga mereka bisa bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan dan hidup dalam rencana-Nya. (Kisah ini ditayangkan 27 Juni 2011 dalam acara Solusi Life di O’Channel).
Sumber Kesaksian:
Esther Shinta Samali (jawaban.com) Baca Selengkapnya...
Terjebak Dalam Dunia Seks Setelah Dilecehkan Pembantu
Chatting porno dipilihnya untuk memenuhi hasrat seksnya daripada berhubungan intim dengan istri tercintanya. “Kelas 4 SD saya pernah dilecehkan oleh pembantu. Tangan saya dipegang olehnya dan disuruh dimasukkan ke dalam bajunya. Saya merasakan kenikmatan pada saat itu. Hal itu dilakukan berulang-ulang dan bukannya saya takut, terkadang malah saya yang minta. Sampai akhirnya saya melakukan seks pertama kali dengan wanita penghibur. Di hari saya melakukan itu, malamnya saya tidak bisa tidur. Dan keesokan harinya saya pergi lagi untuk melakukan hal itu. Saya benar-benar terikat dengan seks,” ujar Surya mengawali kesaksiannya.
Surya yang pada awalnya merasa bersalah atas tindakannya itu menjadi kebal dan tidak lagi merasa bersalah. Dia merasa semua hal yang dilakukannya adalah suatu hal yang wajar dilakukan laki-laki. Surita Jap, istri Surya, sempat merasa jijik setiap kali berhubungan dengan suaminya karena tahu suaminya melakukan hal yang sama dengan wanita lain. Ia takut terkena penyakit tapi ia tidak memiliki pilihan lain selain tetap melayani suaminya. Setiap kali Surita menolak, Surya akan marah besar.
Sikap egois Surya semakin membuat rumah tangganya seperti neraka. Setiap hari pertengkaran demi pertengkaran seakan tidak pernah terlewatkan. Kata-kata cerai seringkali terlontar dari mulut Surya dan hal itu sangat melukai hati Surita. Betapa Surita merasa Surya sungguh tidak menghargai dirinya dengan melontarkan kata cerai segampang itu dari mulutnya. Namun Surita selalu memikirkan nasib anaknya. Surita bertekad akan tetap mempertahankan pernikahannya apapun yang terjadi.
“Saya yakin Tuhan tidak mungkin tidak menolong keuarga saya jika saya memiliki pengharapan kepada-Nya,” ungkap Surita.
Namun apa yang dirasakan Surita berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Surya.
“Ketika saya melihat dia menangis, ketika saya kesal kepadanya, ada satu kepuasan tersendiri di dalam hati saya karena telah menyakiti dia,” ungkap Surya.
Suatu hari mereka mencoba peruntungan untuk hidup di negara lain dan berharap bahwa rumah tangga mereka akan semakin membaik. Namun semua itu hanyalah impian belaka.
“Hubungan saya dengan istri semakin memburuk karena waktu kami berhubungan intim, saya merasakan ia bersikap dingin kepada saya. Pada akhirnya saya merasa bahwa istri saya hanya melakukan ini sebatas kewajiban tanpa adanya keinginan dari dirinya sendiri,” ungkap Surya.
“Kata-kata cacian dan makian yang dilontarkan suami saya selalu terngiang-ngiang di pikiran saya. Sehingga saat kami berhubungan intim, saya benar-benar tidak dapat merasakan apa-apa sebagaimana seorang istri melayani seorang suami,” ungkat Surita.
Tak puas dilayani istrinya, Surya mencari alternatif lain untuk memuaskan hasrat seksnya. Ia mulai melakukan chatting porno. Surita tidak mengerti dengan aktivitas yang dilakukan Surya. Yang ia tahu bahwa suaminya berkenalan dengan wanita lain, Hal ini sunnguh membuat Surita merasa tertekan namun ia selalu berusaha tegar di depan Surya.
Sekalipun sering diperlakukan tidak baik, sebagai seorang istri Surita tetap menyayangi Surya. Beberapa tahun kemudian mereka kembali ke Indonesia. Saat itu Surya harus menghadapi tantangan yang lebih berat lagi. Ia idak mendapatkan pekerjaan meskipun sudah mencoba melamar ke sana-sini. Surya sudah benar-benar merasa putus asa, tidak tahu harus mencari bantuan kemana lagi. Surya pun kembali berkumpul dengan teman-teman lamanya ke tempat prostitusi tanpa sepengetahuan Surita.
Sempat terpikir oleh Surya untuk mati. Ia berpikir mungkin dengan cara itulah semua beban hidup itu bisa lepas dari dirinya. Tapi untuk segala dosa perzinahan yang dilakukannya, Surya tetap dapat menikmatinya meskipun di tengah himpitan hidup yang dihadapinya.
Di tengah keterpurukan Surya, istrinya memberikan semangat kepada Surya dengan mengajaknya bergabung ke sebuah komunitas rohani.
“Pada waktu mereka menaikkan nyanyian, saya merasakan damai sejahtera, sukacita, dan segala beban saya diangkat. Selama ini saya merasa sedang berada di titik terendah hidup saya, bamun saat itu saya benar-benar merasa sebagai seorang yang sudah melakukan dosa perzinahan seperti ini, saya yang memperlakukan istri saya dengan buruk namun Tuhan masih mau menjamah saya. Betapa Tuhan masih mau mengasihi saya padahal sesungguhnya saya benar-benar tidak layak untuk menerima kasih Tuhan,” ujar Surya.
Surya benar-benar merasakan jamahan tangan Tuhan. Surita menyambut gembira reformasi yang dialami suaminya. Surita yang selama ini merasa segala doanya tidak dijawab Tuhan baru menyadari bahwa sebenarnya selama ini Tuhan mendengarkan segala doa yang dipanjatkannya. Hanya saja waktu yang diinginkannya berbeda dengan waktu Tuhan.
Mukjizat terjadi dalam hidup Surya. Setelah pulang dari komunitas rohani itu, ia pun lepas dari dosa perzinahannya. Surya pun akhirnya meminta maaf kepada isri dan ayahnya atas perbuatan yang selama ini ia lakukan. Sebuah kehidupan baru pun dimulai dalam keluarga Surya.
“ketika dia mengutarakan permintaan maaf kepada saya, damai sejahtera it turun bagi keluarga kami. Selama ini suami saya tidak pernah mengucapkan kata maaf. Perbedaan suami saya yang dulu dan sekarang, saat ini dia sudah bisa mengontrol emosinya,” ujar Surita.
“Kalau dulu saya menganggap seks itu sebagai suatu kebutuhan yang harus dikejar. Hal itu semata-mata hanya untuk memuaskan saya. Saya tidak dapat hidup tanpa seks. Tapi saat ini saya merasa seks itu adalah sesuatu yang indah, sesuatu yang harus dilakukan untuk mengutarakan kasih kita kepada istri,” ujar Surya.
“Keluarga yang kami miliki sekarang, Tuhan sudah pulihkan seutuhnya. Hubungan anatara suami, isri dan anak-anak sunguh-sungguh dipulihkan Tuhan. Saya sungguh sangat bersyukur kepada Tuhan. Tuhan itu begitu baik untuk keluarga kami,” ujar Surita sambil tersenyum bahagia terpancar di wajahnya.
“Kasih Yesus membuat saya yakin bahwa saya tidak akan kembali lagi kepada kehidupan masa lalu saya yang buruk. Karena saya sudah melakukan berbagai macam cara untuk keluar dari dosa-dosa itu tetapi tidak bisa. Hanya kasih Yesuslah yang mampu mengubahkan saya sedemikian rupa,” ujar Surya menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 22 Juni 2011 dalam acara Solusi Life di O’Channel).
Sumber Kesaksian:
Surya Atmadja (jawaban.com) Baca Selengkapnya...
Surya yang pada awalnya merasa bersalah atas tindakannya itu menjadi kebal dan tidak lagi merasa bersalah. Dia merasa semua hal yang dilakukannya adalah suatu hal yang wajar dilakukan laki-laki. Surita Jap, istri Surya, sempat merasa jijik setiap kali berhubungan dengan suaminya karena tahu suaminya melakukan hal yang sama dengan wanita lain. Ia takut terkena penyakit tapi ia tidak memiliki pilihan lain selain tetap melayani suaminya. Setiap kali Surita menolak, Surya akan marah besar.
Sikap egois Surya semakin membuat rumah tangganya seperti neraka. Setiap hari pertengkaran demi pertengkaran seakan tidak pernah terlewatkan. Kata-kata cerai seringkali terlontar dari mulut Surya dan hal itu sangat melukai hati Surita. Betapa Surita merasa Surya sungguh tidak menghargai dirinya dengan melontarkan kata cerai segampang itu dari mulutnya. Namun Surita selalu memikirkan nasib anaknya. Surita bertekad akan tetap mempertahankan pernikahannya apapun yang terjadi.
“Saya yakin Tuhan tidak mungkin tidak menolong keuarga saya jika saya memiliki pengharapan kepada-Nya,” ungkap Surita.
Namun apa yang dirasakan Surita berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Surya.
“Ketika saya melihat dia menangis, ketika saya kesal kepadanya, ada satu kepuasan tersendiri di dalam hati saya karena telah menyakiti dia,” ungkap Surya.
Suatu hari mereka mencoba peruntungan untuk hidup di negara lain dan berharap bahwa rumah tangga mereka akan semakin membaik. Namun semua itu hanyalah impian belaka.
“Hubungan saya dengan istri semakin memburuk karena waktu kami berhubungan intim, saya merasakan ia bersikap dingin kepada saya. Pada akhirnya saya merasa bahwa istri saya hanya melakukan ini sebatas kewajiban tanpa adanya keinginan dari dirinya sendiri,” ungkap Surya.
“Kata-kata cacian dan makian yang dilontarkan suami saya selalu terngiang-ngiang di pikiran saya. Sehingga saat kami berhubungan intim, saya benar-benar tidak dapat merasakan apa-apa sebagaimana seorang istri melayani seorang suami,” ungkat Surita.
Tak puas dilayani istrinya, Surya mencari alternatif lain untuk memuaskan hasrat seksnya. Ia mulai melakukan chatting porno. Surita tidak mengerti dengan aktivitas yang dilakukan Surya. Yang ia tahu bahwa suaminya berkenalan dengan wanita lain, Hal ini sunnguh membuat Surita merasa tertekan namun ia selalu berusaha tegar di depan Surya.
Sekalipun sering diperlakukan tidak baik, sebagai seorang istri Surita tetap menyayangi Surya. Beberapa tahun kemudian mereka kembali ke Indonesia. Saat itu Surya harus menghadapi tantangan yang lebih berat lagi. Ia idak mendapatkan pekerjaan meskipun sudah mencoba melamar ke sana-sini. Surya sudah benar-benar merasa putus asa, tidak tahu harus mencari bantuan kemana lagi. Surya pun kembali berkumpul dengan teman-teman lamanya ke tempat prostitusi tanpa sepengetahuan Surita.
Sempat terpikir oleh Surya untuk mati. Ia berpikir mungkin dengan cara itulah semua beban hidup itu bisa lepas dari dirinya. Tapi untuk segala dosa perzinahan yang dilakukannya, Surya tetap dapat menikmatinya meskipun di tengah himpitan hidup yang dihadapinya.
Di tengah keterpurukan Surya, istrinya memberikan semangat kepada Surya dengan mengajaknya bergabung ke sebuah komunitas rohani.
“Pada waktu mereka menaikkan nyanyian, saya merasakan damai sejahtera, sukacita, dan segala beban saya diangkat. Selama ini saya merasa sedang berada di titik terendah hidup saya, bamun saat itu saya benar-benar merasa sebagai seorang yang sudah melakukan dosa perzinahan seperti ini, saya yang memperlakukan istri saya dengan buruk namun Tuhan masih mau menjamah saya. Betapa Tuhan masih mau mengasihi saya padahal sesungguhnya saya benar-benar tidak layak untuk menerima kasih Tuhan,” ujar Surya.
Surya benar-benar merasakan jamahan tangan Tuhan. Surita menyambut gembira reformasi yang dialami suaminya. Surita yang selama ini merasa segala doanya tidak dijawab Tuhan baru menyadari bahwa sebenarnya selama ini Tuhan mendengarkan segala doa yang dipanjatkannya. Hanya saja waktu yang diinginkannya berbeda dengan waktu Tuhan.
Mukjizat terjadi dalam hidup Surya. Setelah pulang dari komunitas rohani itu, ia pun lepas dari dosa perzinahannya. Surya pun akhirnya meminta maaf kepada isri dan ayahnya atas perbuatan yang selama ini ia lakukan. Sebuah kehidupan baru pun dimulai dalam keluarga Surya.
“ketika dia mengutarakan permintaan maaf kepada saya, damai sejahtera it turun bagi keluarga kami. Selama ini suami saya tidak pernah mengucapkan kata maaf. Perbedaan suami saya yang dulu dan sekarang, saat ini dia sudah bisa mengontrol emosinya,” ujar Surita.
“Kalau dulu saya menganggap seks itu sebagai suatu kebutuhan yang harus dikejar. Hal itu semata-mata hanya untuk memuaskan saya. Saya tidak dapat hidup tanpa seks. Tapi saat ini saya merasa seks itu adalah sesuatu yang indah, sesuatu yang harus dilakukan untuk mengutarakan kasih kita kepada istri,” ujar Surya.
“Keluarga yang kami miliki sekarang, Tuhan sudah pulihkan seutuhnya. Hubungan anatara suami, isri dan anak-anak sunguh-sungguh dipulihkan Tuhan. Saya sungguh sangat bersyukur kepada Tuhan. Tuhan itu begitu baik untuk keluarga kami,” ujar Surita sambil tersenyum bahagia terpancar di wajahnya.
“Kasih Yesus membuat saya yakin bahwa saya tidak akan kembali lagi kepada kehidupan masa lalu saya yang buruk. Karena saya sudah melakukan berbagai macam cara untuk keluar dari dosa-dosa itu tetapi tidak bisa. Hanya kasih Yesuslah yang mampu mengubahkan saya sedemikian rupa,” ujar Surya menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 22 Juni 2011 dalam acara Solusi Life di O’Channel).
Sumber Kesaksian:
Surya Atmadja (jawaban.com) Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)



