googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani

Senin, 23 September 2013

Kesaksian Enoch Wang (MUST READ TESTIMONY!!!)

Enoch Wang adalah pemimpin sebuah gerakan Kristen yang tumbuh dari ajaran Watchman Nee. Saat ini gerakan ini sudah mencapai jutaan orang percaya di seluruh Cina. Saudara Enoch telah menghabiskan 16 tahun dari 20 tahun terakhir ini di penjara demi Injil. Hanya setelah beberapa bulan memberikan wawancara ini, ia ditangkap lagi. Pemimpin penting dari gereja Cina ini berbicara tentang arti gerakan Kembali ke Yerusalem bagi diri-Nya dan ia membagikan sebuah kesaksian luar biasa yang sangat terkenal dan diteguhkan kebenarannya oleh banyak pemimpin gereja di Cina.



Saya pertama kali menjadi seorang Kristen pada tahun 1969 – yaitu saat berlangsungnya Revolusi Kebudayaan. Saat itu saya adalah seorang pimpinan Pasukan Tentara Merah Komunis. Iman saya kepada Allah pada tahun pertama itu sangat dangkal. Pada tahun 1970 saya sungguh-sungguh menjadi seorang anggota partai Komunis, sekalipun saya juga seorang pengikut Kristus! Tanpa menunggu lama, saya dipromosikan dalam posisi kepemimpinan Liga Kaum Muda Komunis, dan pada tahun 1972 saya ditugaskan untuk bekerja di sebuah pabrik senjata milik tentara pembebasan Cina. Barulah pada tahun 1973 saya menjadi serius tentang melayani Tuhan Yesus. 


Pertama kali saya masuk penjara karena iman saya kepada Allah adalah dari tahun 1982 hingga 1994. Mereka tidak senang dengan kenyataan bahwa seorang Pasukan Tentara Merah yang ateis dan seorang pemimpin Liga Kaum Muda Komunis sekarang adalah seorang Pendeta Kristen! Dalam tahun-tahun itu mereka berusaha agar saya berpaling dari Tuhan, tetapi karena kasih karunia Allah mereka tidak bisa mengambil harta Allah di dalam hati saya. 

Ketika saya ditangkap, putri kecil kami baru berusia tiga tahun. Adalah sangat menyakitkan dipisahkan dari istri dan anak saya, tetapi saat itu saya berharap bahwa orang-orang Kristen setempat bisa mengurus mereka saat saya tidak ada. Pihak penguasa mengetahui hal ini sehingga mereka memutuskan untuk mengawasi keluarga saya untuk mendeteksi apakah mereka memperoleh bantuan dari luar. Saya dihukum sebagai seorang penentang Revolusi dan seorang pengkhianat – sebuah kejahatan paling buruk di Cina. Siapapun yang didapati mencoba untuk menolong keluarga seorang Penentang Revolusi akan dituduh melakukan kejahatan yang sama, sehingga ketakutan akan hukuman akan membuat kawan-kawan Kristen saya tidak bisa membantu keluarga saya. 

Kami tinggal di sebuah tanah pertanian, tetapi istri saya tdak tahu bagaimana menanam dan menuai padi, sehingga keluarga saya segera mengalami kelaparan dan menjalani suatu masa yang sangat sulit. Pada musim panas pertama, istri saya berusaha untuk memanen jagung di ladang kami sementara putri saya tinggal di rumah. Usianya yang baru menginjak empat tahun, ia telah belajar bagaimana memasak sehingga ia bisa membantu ibunya! Ia bahkan telah belajar bagaimana menyalakan api dan menanak air untuk memasak mi, atau masakan sederhana lainnya. 

Tekanan terhadap putri kecil kami begitu besar. Tidak ada seorang anakpun yang seharusnya menghadapi kehidupan seperti yang harus ia jalani, tetapi Tuhan membantu mereka dan saat ini putri saya adalah seorang wanita muda yang cantik dan melayani Tuhan dengan sepenuh hatinya. 

Setelah saya dipindahkan ke sebuah kamp kerja paksa di sebuah wilayah lain dari provinsi kami, istri dan putrid saya juga pindah ke kota itu agar mereka bisa terus-menerus menjenguk saya. Selama bertahun-tahun, istri saya yang tercinta membesarkan putrid saya sendirian, tanpa dukungan dari sesama orang Kristen, tanpa suami dan tanpa uang. Kadang-kadang mereka harus mengais-ngais tong sampah untuk mencari remah makanan yang bisa mereka makan atau menemukan beberapa barang yang bisa mereka jual di pasar demi beberapa sen uang. Di saat lain, beberapa kali mereka terpaksa mengemis. Dalam sebuah kesempatan, ketika ia berada di titik terendahnya, Allah memberinya penglihatan akan Surga yang mendorong imannya dan membantunya untuk terus melangkah. 

Banyak orang di seluruh dunia mendoakan para pendeta di Cina saat mereka dipenjarakan, dan kami berterimakasih untuk dukungan ini. Akan tetapi, perlu diingat juga untuk mendoakan keluarga para pendeta itu, karena penderitaan mereka seringkali lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang ada di dalam penjara. Lagipula, setidaknya saya memperoleh jatah makan setiap hari walau hanya makanan berkualitas rendah. 

Kunjungan dari keluarga saya merupakan pengalaman yang pahit-manis. Mereka tidak pernah mengeluh atas kehidupan mereka, tetapi tubuh kurus kurang gizi mereka mengungkapkan pergulatan mereka yang berat. Saya rindu menemui mereka dan merasa dikuatkan saat mereka datang. Tetapi penderitaan karena mengetahui apa yang sedang mereka alami adalah penganiayaan terburuk yang bisa ditimpakan pihak penguasa kepada saya. 

Putri saya tidak bisa bersekolah karena kami tidak memiliki uang untuk sekadar membeli buku atau seragam sekolah. Selain itu anak-anak kaum “kontrarevolusi” diejek dan dilecehkan oleh para guru dan murid-murid lainnya. Saat saya dibebaskan dari penjara, orang-orang percaya di gereja berkumpul dan memutuskan untuk menyekolahkan putri saya ke universitas untuk mengejar ketertinggalan dari tahun-tahun dimana ia harus kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Tuhan telah menolongnya dan tahun ini ia lulus. 

Ketika saya akhirnya dibebaskan pada tahun 1994, saya pikir kami akan mengalami pertemuan kembali yang menggembirakan, tetapi saya tidak sepenuhnya menyadari apa yang telah istri dan putri saya alami selama tahun-tahun tersebut. Begitu banyak emosi dan penderitaan yang telah menumpuk selama 13 tahun tertumpah seperti banjir. Saya dan istri saya harus kembali memulai membangun hubungan kami dari awal. Hanya karena kemurahan kasih karunia Tuhan Yesus kami bisa mengalami kemajuan. Sekarang segala sesuatunya telah menjadi baik dan saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi saya seorang pasangan yang luar biasa. Tanpa istri saya, saya tidak bisa apa-apa! Tuhan selalu baik bagi kami. 

Saat saya masuk penjara, saya beranggapan bahwa gereja saya benar-benar secara doktrin dan praktek, dan bahwa kelompok gereja lain di Cina melakukan kesalahan serius. Karena itu, pada tahun-tahun awal saya kurang atau tidak memiliki hubungan dengan tubuh Kristus lainnya di Cina, karena keyakinan bahwa saya melayani Allah dengan menghindari berhubungan dengan mereka. Barulah setelah saya dibebaskan dari penjara saya belajar untuk memiliki hati Allah bagi seluruh anak-anakNya. 

Pada tahun 1997, saat kehidupan keluarga kami semakin mapan, saya ditangkap lagi dan menghabiskan tiga tahun lagi dipenjara. Hal yang sama terjadi saat Brother Yun dan Xu ditangkap, maupun banyak pemimpin gereja rumah lainnya. Saya sedang di dalam penjara ketika Allah secara ajaib memungkinkan Yun bisa meloloskan diri dari penjara, meskipun kakinya telah dipukuli habis-habisan sehingga ia dikenal sebagai “si pincang”. Allah secara adikodrati membuka pintu bagi Yun untuk melarikan diri. Saya adalah saksi dari kenyataan bahwa “apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka” (Wahyu 3:7). Saya ingin membagikan suatu bagian dari kesaksian saya yang langsung terkait dengan visi Kembali ke Yerusalem. 

Pada tahun 1995, saya dan istri saya memiliki seorang putri lagi. Saya berusia 45 tahun dan tidak berharap menjadi ayah lagi. Alkitab berkata, “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah.” (Mazmur 127:3). Kami sangat senang. 

Pada Hari Tahun Baru 1997, sebuah pertemuan gabungan diadakan oleh Brother Yun di dekat kota tempat tinggal saya. Para pemimpin dari berbagai jaringan gereja rumah diundang untuk hadir agar kami bisa bersekutu satu dengan yang lain, berdoa bersama, dan meruntuhkan tembok pemisah yang ada diantara berbagai kelompok gereja yang berlainan. Saya sangat ingin hadir karena Tuhan telah menunjukkan kepada saya bahwa kesatuan di dalam gerakan gereja rumah adalah sangat penting jika kami ingin memajukan Injil sebagaimana yang dikehendaki Tuhan. Sebelum kami saling mengampuni dan melakukan rekonsiliasi, saya yakin bahwa Allah tidak akan pernah sepenuhnya memberkati pekerjaan kami. 

Pada saat itu keluarga saya sedang dicari polisi. Kami tinggal di lantai empat sebuah apartemen yang masih dalam proses pembangunan. Kami tidak bisa memperoleh tempat tinggal yang wajar karena untuk melakukannya kami harus mendaftar pada penguasa setempat, yang tentu saja akan segera membuat kami tertangkap. 

Di pagi hari ketika saya harus berangkat ke pertemuan gabungan itu, saya sedang berbicara di telepon saat saya mendengar teriakan. Istri saya lari memasuki ruangan sambil berteriak histeris. Putri tertua saya, yang berusia 18 tahun, tengah menggendong adiknya, yang saat itu berusia 15 bulan, diatas balkon sambil melihat ke jalan. Entah bagaimana bayi kami terlepas dari gendongannya. Ia jatuh dari lantai empat dengan kepala lebih dahulu mendarat diatas setumpuk batu bata yang ada di jalan. 

Istri saya menggendong putri kecil kami sambil menangis. Ia berkata,”Cepat, kita harus membawanya ke rumah sakit segera!” Saya segera bisa melihat bahwa bayi itu sudah meninggal dunia. Kepalanya terbentur dan sebagian dari lapisan otaknya keluar melalui bagian depan tengkoraknya yang retak. 

Saya berkata, “Tidak ada gunanya pergi ke rumah sakit. Ia sudah meninggal dunia. Tidak ada apapun yang bisa dilakukan oleh rumah sakit untuk memperbaiki kondisinya.” Sebuah gejolak emosi menguasai saya. Di satu sisi saya tahu bahwa ia sudah meninggal dunia, sehingga tidak perlu pergi ke rumah sakit. Saya juga tahu bahwa jika kami pergi ke rumah sakit pihak berwenang akan segera mengetahui bahwa kami bukan penduduk yang terdaftar, dan saya akan segera ditangkap dan dikirim kembali ke penjara, kemungkinan besar dengan tuduhan membunuh bayi saya sendiri. Kami akan mendapat masalah karena tinggal secara illegal di sebuah bangunan yang belum selesai, dan keluarga yang telah mengijinkan kami tinggal disana juga akan mendapatkan kesulitan. 

Saya juga merasa bahwa insiden ini merupakan serangan langsung dari setan yang bermaksud untuk mengalihkan perhatian saya dan menghalangi saya dan rekan-rekan kerja saya yang akan menghadiri pertemuan gabungan yang penting itu. Setan tidak senang ketika umat Allah berkumpul bersama untuk meruntuhkan tembok-tembok pemisah diantara mereka. Iblis selama bertahun-tahun secara diam-diam mendirikan tembok-tembok pemisah berupa sikap tidak mengampuni, kesalahpahaman, dan prasangka. Saya saat itu tidak terkejut bahwa iblis akan melakukan apapun untuk menghalangi pertemuan itu berlangsung. 

Saya pun berlutut dan berdoa. Saya dalam keadaan marah, terguncang dan berduka pada saat yang bersamaan. Saya berkata, “Tuhan jika ini adalah kehendakMu bagi gereja di Cina untuk bersatu, maka aku berdoa kepadaMu agar Engkau menghidupkan kembali putriku. Aku berdoa agar hari ini Engkau mengembalikan napas kehidupan ke dalam tubuhnya, besok Engkau akan membuatnya berbicara, dan lusa ia akan kembali bisa berjalan. Tetapi, jika bukan kehendakMu bagi gereja di Cina untuk bersatu, maka aku akan bersembunyi dan tidak akan pernah lagi memberitakan Injil-Mu.” Tentu saja saya akan selalu mempercayai Tuhan, tetapi saya hanya akan menarik diri dari garis depan dan memutuskan untuk menjalani kehidupan yang damai dan tenang. 

Sebagian orang Kristen mungkin akan berkata, saya tidak mempunyai hak untuk berbicara kepada Allah seperti itu, tetapi Anda perlu memahami bahwa saya sedang dalam keadaan terguncang dan marah dan saya tahu bahwa kecelakaan ini adalah sebuah tindakan Iblis yang sengaja dirancang untuk menghalangi saya datang ke pertemuan gabungan itu. 

Istri saya terus memeluk bayi itu dan menggendong tubuh tanpa nyawa itu. Putri cantik kami telah berhenti bernapas, jantungnya berhenti berdenyut, dan wajahnya pucat. 

Pertemuan it akan dimulai pada malam itu di sebuah lokasi sekitar 20 mil jauhnya dari rumah kami. Saya memutuskan untuk mengesampingkan rasa duka saya dan tetap datang ke pertemuan itu sebagai tanda sikap tidak tunduk kepada setan dan sebagai sebuah tindakan iman kepada Allah. Saya juga memutuskan untuk tidak menangis, sekalipun saya sangat berduka di dalam hati saya. Saya ingin menunjukkan kepada iblis bahwa ia tidak akan pernah bisa mengintimidasi atau menghentikan saya. 

Di akhir sore itu, saya meninggalkan rumah saya menuju ke pertemuan itu, dibungkus pakaian hangat untuk menghadapi dinginnya udara musim dingin. Saat saya meninggalkan rumah istri saya masih menggendong bayi itu sambil menangis. Bagian otak yang keluar masih terlihat, mengalir keluar dari retakan tulang tengkoraknya. Putri tertua saya hancur hatinya, menyalahkan dirinya karena telah menjatuhkan adiknya dari balkon. 

Ketika saya sampai di pertemuan, Brother Yun telah mulai berbicara. Saya dan rekan-rekan pelayanan saya mengambil tempat duduk kami dan tidak memberi tahu siapapun tentang apa yang telah terjadi. Selama makan malam, kami memutuskan untuk tidak makan. Sebaliknya, kami berpuasa dan berdoa bersama-sama di ruang pertemuan, tetapi saya masih belum mau menceritakan apa yang telah terjadi kepada orang lain. Saya terus mengingatkan Tuhan betapa putri kecil kami adalah berkat yang luar biasa, dan betapa kelahirannya telah mendatangan sukacita bagi saya di usia saya yang ke-45 tahun. Saya menguji hati saya untuk melihat apakah hal ini terjadi karena ada dosa di dalam kehidupan saya. 

Saya berkata kepada Tuhan, jika hal ini terjadi karena saya telah melukai hati-Nya maka saya tidak mempunyai alas an mengeluh. “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayub 2:10, 1:21). 

Setelah pertemuan hari pertama itu ditutup, saya tahu keluarga saya membutuhkan saya sehingga saya segera kembali ke rumah dimana saya mendapati istri dan putri saya masih menangis. Mata mereka merah dan bengkak. Istri saya masih menggendong bayi tak bernyawa itu dengan tangannya. Saya membungkuk maju dan mendoakan bayi saya di dalam nama Yesus Kristus. Tiba-tiba saya mendengar seperti suara embusan nafas lemah dari dalam mulutnya, seperti bunyi sendawa kecil. Saya sadar bahwa ia pasti bernafas dan saya, “Terpujilah Tuhan!” Kami berempat tidur di ruang yang sama, tetapi malam itu tak satupun dari kami yang tidur. Karena emosi kami sudah kering, kami hanya duduk disana berdoa secara perlahan. Pada pukul lima pagi, saya bangun dan kembali ke pertemuan gabungan itu dan menghabiskan seluruh hari dengan berdoa dan berdiskusi dengan sesame pemimpin gereja rumah lainnya, yang masih tidak tahu apa yang telah terjadi. Pada pukul sepuluh malam, pertemuan itu berakhir dan saya kembali pulang ke rumah. 

Ketika saya memasuki pintu rumah kami, saya menemukan suasana yang berbeda. Putus asa telah berganti dengan sukacita. Istri saya menyusui putri kecil kami. Ia telah bernapas dengan baik, pipinya telah kembali memerah, dan ia lapar! Allah secara ajaib telah menyembuhkan tengkoraknya, dan kulit telah membungkus bagian otaknya yang tadi terlihat. Tidak ada bantuan medis yang telah diberikan kepadanya, kecuali dari Dokter Terbesar, Yesus. Yang tersisa hanyalah luka kecil di tengah dahinya. 

Terlepas dari perbaikan yang nyata ini, ia masih jauh dari normal. Ia tidak bisa berjalan atau bergerak, matanya tertutup, dan ia hanya terbaring disana tidak bergerak kecuali bernapas dan menyusu. 

Saya memanggil namanya, “Sheng Ling”, yang berarti “berkat rohani”. Ketika ia mendengar suara saya, ia berhenti minum susu dan sebuah suara kecil keluar dari mulutnya, seolah-olah ia memberi salam kepada saya. Malam itu saya bisa tidur dengan tenang, karena tahu bahwa Tuhan sedang melakukan sebuah keajaiban besar. 

Keesokan paginya, saya kembali bangun awal dan menuju pertemuan di hari ketiga. Ada banyak pertobatan dan pengakuan dosa dari para pemimpin dari berbagai kelompok gereja. Kami mendengar berjam-jam kesaksian tentang bagaimana Allah sedang bekerja di setiap jaringan gereja rumah, dan kami semua menyadari bahwa Tuhan menyertai kelompok gereja lainnya sebagaimana Ia beserta dengan kami. Tahun-tahun kepahitan dan perpecahan runtuh dibawah kaki salib. Air mata mengalir saat kami saling berangkulan dan saling menerima sebagai saudara sejati di dalam Kristus. Iblis tentu sangat marah bahwa kami berkumpul bersama sebagai umat Allah yang bersatu. Ia ingin agar kami terus bekerja secara terpisah, dilemahkan oleh dinding-dinding pemisah. Keinginan Yesus adalah agar anak-anak-Nya berjalan bersama-sama. Dia berdoa dalam Yohanes 17:22-23, 

"Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. " 

Saya yakin bahwa tanpa pertemuan itu, dan pertemuan lainnnya seperti ini, tidak aka nada kesatuan diantara berbagai ranting yang berlainan dari gereja rumah di Cina saat ini. Dalam kondisi kami sebelumnya yang tercerai berai, tidak mungkin kami akan memiliki kemungkinan untuk menaati panggilan Allah untuk membawa Injil melalui Negara-negara yang belum mengenal Allah kembali ke Yerusalem. 

Ketika saya kembali ke rumah pada malam itu, istri saya masih menyusui putri saya. Saya mengulurkan lengan saya dan berkata, “Sheng Ling, mari ayah gendong kamu.” Ia mengambil satu langkah ke arah saya dan limbung, tetapi kami semua gembira karena ia telah mengambil langkah pertamanya, hanya dua hari setelah ia meninggal dunia dengan otak keluar dari tengkoraknya yang retak. Saya mulai menangis dalam sukacita. 

Pada malam ketiga inilah saya menceritakan kepada keluarga saya apa yang telah saya doakan ketika Sheng Ling jatuh dari jendela. Saya berkata kepada mereka, “Ketika kamu pertama kali mengambil tubuhnya dari jalan, saya berlutut dan berkata kepada Allah, “Aku berdoa agar Engkau mengembalikan nyawanya kedalam tubuhnya, besok Engkau akan membuatnya berbicara, dan lusa ia akan bisa berjalan.” 

Ketika mereka mendengar hal ini, mereka sangat bersukacita, karena mengetahui bahwa Allah telah melakukan suatu keajaiban yang besar. 

Pada pagi keempat, saya pergi ke pertemuan dengan sukacita yang sangat besar di dalam hati saya. Akan tetapi, antusiasme saya mendadak surut ketika sejumlah pemimpin gereja rumah mengacungkan telunjuknya kepada saya dan berkata, “Mereka yang menghadiri pertemuan ini diharapkan untuk tinggal disini. Komitmen untuk bersatu seperti apakah yang Anda miliki jika untuk tetap bersama dengan kami pun Anda tidak bisa, sebaliknya setiap malam Anda justru tergesa-gesa pulang ke rumah begitu pertemuan berakhir?” Saya memang belum menceritakan apapun kepada pemimpin lainnya dalam pertemuan itu, sehingga mereka tidak tahu apa yang tengah terjadi dalam hidup saya. 

Dalam sesi terakhir dari pertemuan itu, Brother Yun dijadwalkan untuk berbicara, kemudian para pemimpin bermaksud untuk berdoa bersama sekali lagi sebelum setiap orang kembali ke rumahnya masing-masing. Ketika ia tengah berbicara, putrid tertua saya memasuki ruangan dan dengan girang mulai membisikkan sesuatu ke telinga saya. Ia buru-buru datang ke tempat pertemuan itu untuk memberi tahu saya bahwa adiknya sekarang telah berjalan dan berbicara dengan normal! Pada tahap itulah saya merasa harus berdiri. Saya berkata kepada setiap orang, Saya tahu sekarang bahwa adalah kehendak Tuhan bagi gereja di Cina untuk bersatu!” Di hadapan lebih dari seratus orang pemimpin, saya memberikan kesaksian tentang apa yang telah terjadi pada putri kecil saya. Setiap orang memuji Tuhan. Mereka yang menegur saya karena selalu pulang setiap malam menemui saya dan meminta maaf. 

Tuhan bukan hanya menyembuhkan Sheng ling dari kecelakaan itu, melainkan ia juga telah memberkatinya dengan cara yang sangat istimewa. Ia sekarang berusia delapan tahun dan sangat cerdas sehingga di sekolah ia melompat setahun lebih awal dari teman-teman sekelasnya! Ia tidak mengalami dampak kerusakan jangka panjang sebagai akibat kecelakaan yang dialaminya. Yang tersisa hanyalah tanda luka kecil di dahinya. Tampaknya Tuhan memang meninggalkan luka kecil itu untuk mengingatkan kami akan betapa besar kuasa dan kasih karuniaNya. 

Anda semua silakan datang dan mengunjungi kami kapanpun! Anda akan melihat bahwa Sheng ling sekarang adalah seorang gadis kecil yang energik dan cerdas, yang mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya. Namanya yang bermakna “berkat rohani” sangat cocok untuknya. 

Tuhan pertama kali berbicara kepada saya tentang membawa Injil kembali ke Yerusalem pada tahun 1979. Sejak itu, visi ini telah semakin menjadi tujuan saya dalam melayani Tuhan. Ini adalah perintah yang saya terima dari Tuhan, panggilanNya kepada saya. 

Doakan agar gereja di Cina mengenal kehendak Allah sehingga kami akan mempersembahkan diri kami kepada Allah tanpa mendua hati dan ragu-ragu. Doakan agar semakin banyak orang percaya di Cina yang memiliki beban untuk membawa Injil kembali ke Yerusalem. 

Doakan agar kami mampu bekerja sama dengan sesama orang percaya dari seluruh dunia sehingga kita bisa menyelesaikan Amanat Agung bersama-sama. Ketika semua bangsa telah menerima kesaksian Injil, akhir zaman akan datang.
Baca Selengkapnya...

Benarkah pelayanan para Rasul dan para Nabi sudah berakhir?

Andaikata anggapan ini benar, maka ayat-ayat dibawah ini musti ditelaah kembali : 

Eph 2:19-22 "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan KAWAN SEWARGA dari ORANG-ORANG KUDUS dan anggota-anggota KELUARGA ALLAH, yang DIBANGUN DI ATAS DASAR para RASUL dan para NABI, dengan Kristus Yesus sebagai BATU PENJURU. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh." 



Eph 3:4-6 "Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada RASUL-RASUL dan NABI-NABI-NYA yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi AHLI-AHLI WARIS dan ANGGOTA-ANGGOTA TUBUH dan PESERTA dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus." 

Luk_11:49 Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka NABI-NABI DAN RASUL-RASUL dan SEPARUH dari antara NABI-NABI dan RASUL-RASUL itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,

(Ini adalah nubuat Yesus Kristus mengenai pelayanan Rasul dan Nabi di sepanjang zaman kekristenan dan salah satu tanda utama dari para RASUL dan para NABI sejati adalah aniaya berat karena memberitakan Injil dan karena mendirikan jemaat-jemaat baru. Yesus meramalkan setidaknya SEPARUH dari mereka (pasti) akan terbunuh, dan sisanya minimal akan mengalami aniaya berat. Well...ramalan Yesus akan selalu menjadi kenyataan. Paling tidak sekarang kita menemukan salah satu alasan sulitnya mengenali Rasul dan Nabi yang asli, karena mereka sering berada di garis terdepan penginjilan dan SEPARUH-nya hilang dari peredaran karena terbunuh). 

1Co_12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai RASUL, kedua sebagai NABI, ketiga sebagai PENGAJAR. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. 

1Co_12:29 Adakah mereka semua RASUL, atau NABI, atau PENGAJAR? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, 

Eph_4:11 Dan Ialah yang memberikan baik RASUL-RASUL maupun NABI-NABI, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (Mengapa RASUL dan NABI diletakkan Paulus dalam urutan pertama dan kedua? Bukan karena mereka lebih baik atau lebih utama, melainkan karena FUNGSI mereka sebagai Arsitek Bangunan dan Juru Peta Bangunan). 

2Pe_3:2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh NABI-NABI kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh RASUL-RASULmu kepadamu.

(Mengapa kita disuruh mengingat perintah Tuhan yang disampaikan melalui para Rasul dan Nabi? karena mereka berfungsi meletakkan dasar kehidupan keluarga Allah supaya bangunan rohani ini menjadi RAPIH TERSUSUN berdasarkan hikmat Allah, bukan hikmat manusia - Efesus 2:19-22). 

Rev_18:20 Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, RASUL-RASUL dan NABI-NABI, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu."

(Rupanya salah satu alasan penghukuman Allah atas Iblis dan antek-anteknya adalah karena darah para Rasul, Nabi dan orang-orang kudus yang berteriak kepada-Nya, menuntut penghakiman yang adil dari Allah : Rev 6:9-11 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.)

-----------

Akan tetapi sebaliknya kalau memang pelayanan mereka benar-benar ada, mengapa seolah-olah mereka seperti tidak ada? Apakah karena sebenarnya mereka memang tidak ada? Ataukah mereka benar-benar ada namun dibuat menjadi seolah-olah "tidak ada"? Mungkinkah masalahnya hanya karena kita yang tidak bisa mengenalinya - karena rasul dan nabi yang asli memiliki konsep-kerangka-kerjanya yang "asing" bagi kebanyakan pola pikir kita? Mungkinkah masalahnya hanya karena mereka tidak mendapat "tempat" yang fit di dalam "Rumah Tuhan" - karena telah dibangun diatas "fondasi yang keliru" - dan oleh karenanya maka mereka dipandang secara tidak seimbang? 

2Co_11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.

(Jika ada Rasul palsu maka pastilah ada Rasul yang asli. Salah satu strategi Iblis yang paling jitu adalah membuat apa yang benar-benar penting (IMPORTANT) dalam pandangan Allah menjadi seolah-olah tidak-penting (UN-IMPORTANT) dalam pandangan manusia. Jangan membuang bayi bersama-sama dengan air bekas mandinya. Rasul Palsu sudah pasti juga sulit dideteksi karena "penyamaran" mereka begitu hebat dan sempurna sehingga seolah-olah sangat mirip dengan yang asli. Kalau tidak demikian maka tentu tidak dapat dikatakan sebagai "penyamaran". Bahkan seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang "menyamar" dikarenakan mereka sesungguhnya sedang tertawan). 

Mat_7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 

Mat_10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. 

Joh_10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. 

Act_20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 

-----------

Rumah Tuhan tidak akan pernah mencapai destiny dari Sang Master Builder (Sang Batu Penjuru) jikalau tidak dibangun berdasar Juru Arsitek Bangunan (Rasul) dan Juru Peta (Nabi) yang Yesus Kristus sendiri telah tentukan bagi pembangunannya. Tanpa pelayanan mereka Amanat Agung-pun hanya akan menjadi slogan yang masih jauh dari pemenuhannya dan jemaat-pun akan suam secara rohani malahan seolah-olah menjadi alergi terhadap Amanat Agung. 

Bagi gereja mula-mula, mereka memiliki 22 rasul yang menjadi arsiteknya. 12 rasul mengalami pemuridan langsung dari Yesus Kristus dan 10 yang lain tidak secara langsung. Setahu saya dari ke-22 Rasul gereja mula-mula ini, hanya Yohanes yang tidak mati secara martir. Gereja Tuhan di akhir zaman ini tidak akan pernah menjadi mempelai yang siap sedia, tak bercacat cela dan tak berkerut selama tidak dibangun berdasarkan instruksi para arsitek bangunan dan para juru peta bangunan ini. 

Luk_1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu UMAT YANG LAYAK BAGI-NYA." 

Eph_5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan CEMERLANG TANPA CACAT atau KERUT atau YANG SERUPA ITU, tetapi supaya jemaat KUDUS dan TIDAK BERCELA.

Mat_25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah SIAP SEDIA masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 

Rev_19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah SIAP SEDIA

Rev_21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang BERHIAS bagaikan PENGANTIN PEREMPUAN yang BERDANDAN untuk suaminya. 

Rev_21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu PENGANTIN PEREMPUAN, mempelai Anak Domba." 

Rev_22:17 Roh dan PENGANTIN PEREMPUAN itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! 

AMIN !
Baca Selengkapnya...

Kesaksian Christian Andryansah; pelaku kerusuhan `98

Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir tidak masuk akal.
Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu .

Sebelum saya mengenal Isa Almasih , saya di didik oleh orang tua saya maupun para ulama baik di bangku sekolah , musholla , maupun masjid bahwa orang di luar penganut Islam adalah kafir dan Islam merupakan ajaran yang paling benar dari segala kitab yang ada di muka bumi ini , dan yang paling utama apabila ada di antara kami yang dapat mengenyahkan penganut di luar Islam , adalah merupakan suatu pahala yang besar , sebab menurut apa yang telah mereka ajarkan kepada saya intinya adalah penganut di luar Islam merupakan jamaah syaithon yang harus segera di musnahkan dari muka bumi ini , dan bahaya yang paling besar pada saat itu adalah kaum nashara (Nasrani) yang selalu berkembang di Indonesia secara perlahan lahan , yang mana pada saat itu saya selalu di cekoki pelajaran yang terdapat di dalam quran maupun hadist , begitulah bagaimana sikap saya yang bagaikan iblis semula sebelum mengenal Isa Almasih yang mulia di bumi maupun akhirat dengan kasihNya .

Dan pada suatu waktu tepatnya awal kerusuhan mei 1998 , saya bersama kawan-kawan saya (penganut Islam) mengendarai sepeda motor beramai – ramai dengan tujuan untuk menjarah toko-toko milik non muslim , sebelum kami berangkat melakukan hal tersebut , sebenarnya saya enggan mengikuti mereka karena keluarga kami pun orang yang hidup di atas rata-rata dan hal tersebut sepertinya merupakan sesuatu yang memalukan , dan pada saat itu saya telah menyelesaikan study di perguruan tinggi dan saya masih dalam status penggaguran dan hal inilah yang membuat saya mengikuti ajakan teman saya, terutama apalagi bila ada salah satu dari mereka berteriak mari kita hancurkan para kafir, hal inilah yang membuat semangat saya menggebu gebu.

Sampai pada suatu saat kami telah sampai di depan toko yang bernama El – Shadai , dan kami yakin bahwa toko itu adalah toko milik kafir Nasrani , dan akhirnya kamipun melempari toko tsb sambil meneriakan Allahuakbar bersama-sama , dan meneriakan kafir keluar lu dari dalam toko lu , dan pada waktu itu ada beberapa orang yang berhamburan keluar , dan salah satu dari mereka mengendarai motor untuk melarikan diri dari kami , dan pada saat itu lah kami melihat pria itu mengenakan kalung salib di lehernya , lalu teman saya yang bernama sultan (nama samaran) berseru kepada saya ndry mari kita kejar dia, saya pun bergegas untuk membonceng teman saya , sebelum saya membonceng motor kawan saya, saya mengambil sepotong besi .

Dan akhirnya kami pun mengejar pria itu , dan yang mana pada waktu itu keadaan di jalan sangat carut marut , tetapi pria itu tetap menancap gas , mungkin saking takutnya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kami , dan kawan saya pun mempercepat laju motornya , berhubung motor yang kami tuggangi adalah motor king sedangkan pria tsb menggunakan motor bebek , maka perlahan-lahan kami dapat menyusulnya.

Dan pada suatu saat pria itu membelokkan motornya pada persimpangan dengan cepatnya, dan pada saat itulah kami tidak tahu darimana mobil tersebut datang, seingat saya kamipun akhirnya menabrak mobil tersebut dan saya serasa terbang di udara dan sesudah itu saya tidak dapat memahami lagi .

Pada waktu saya sadar, saya melihat banyak kerumunan di sekitar saya, dan dengan reflek saya mencari teman saya, untuk melihat kondisinya, lalu saya pun memisahkan diri untuk mencari teman saya dari kerumunan orang tersebut, tetapi saya tidak tahu mengapa orang tersebut masih berkerumun di tempat saya berada tadi .

Lalu saya pun melangkah ke jalan , dan saya mendapati kerumunan di sisi jalan yang lain , dan saya pun berpikir itu pasti teman saya, lalu saya pun melangkah mendekatinya, tiba tiba saya berhenti sontak di tengah jalan, karena saya melihat di beberapa kerumunan teman saya, saya melihat teman saya jadi dua dan ada banyak orang yang berwajah bengis dan hewan kurus seperti anjing yang hendak memperebutkannya, lalu saya mengucek mata saya sebab saya pikir saya masih belum sadar, setelah itu saya melihat teman saya yang ada dua tersebut , salah satunya di seret-seret oleh mereka untuk keluar dari kerumunan tersebut dan teman saya itu berteriak ndry, ndry tolong saya, saya pun tak berani melangkah karena saya takut dan saya tetap diam terpaku di tengah jalan raya tersebut .

Dan pada waktu itu ada sinar datang dari sebelah kanan saya dan waktu saya menoleh ternyata mobil ambulance pas di samping kanan saya dan menabrak saya dan saya pun tersontak dan menyebut Masyaallah sambil memejamkan mata, tetapi mobil itu serasa melintasi tubuh saya , lalu sayapun membuka mata saya dan dengan reflek saya memegang tangan saya sendiri , lalu saya pun melihat mobil ambulance tersebut berhenti pas di tempat saya jatuh tadi .

Dan yang membuat saya terdiam seribu bahasa, ketika saya melihat tubuh saya di masukkan ke dalam ambulance tersebut , hal ini yang membuat saya seperti gila, sayapun akhirnya berlari tanpa tujuan dan saya tidak berani mendatangi kerumunan di mana saya jatuh sebelumnya, karena saya takut setelah melihat kejadian teman saya.

Tidak jelas kemana saya berlari tiba tiba saya sampai di sebuah taman, dan saya duduk dan menangis, apakah saya sudah mati, saya terus mencubit cubit tangan saya, tapi saya tidak merasakan apapun, lalu saya menangis lebih keras , dan sayapun tersungkur menangis di atas tanah, dan pada saat saya tersungkur saya melihat sepasang kaki di depan mata saya dan saya pun sontak mundur kebelakang, karena saya teringat langsung apa yang di alami teman saya, tapi pada saat saya mau bangun dan melarikan diri saya seperti lumpuh tidak bisa bergerak, dan saya pun memberanikan diri untuk menatap siapakah yang di depan saya, tapi saya tidak bisa melihat wajahnya karena sangat silau dan hal itu membuat saya pasrah dan menundukkan muka.

Lalu orang yang berpakaian putih di depan saya itu pun bertanya kepada saya "Nak mengapa engkau menganiaya AKU" lalu saya pun menjawabnya "Setan pergi kau jangan ganggu saya " sayapun akhirnya mengucapkan ayat-ayat kursi untuk mengusirnya .

Lalu Dia pun berkata lagi "Nak mengapa engkau menganiaya Aku " sayapun masih melapatkan ayat kursi di bibir saya dan saya mengucapkan ya allah usirlah setan itu dari hadapanku .

Lalu Dia berkata lagi "Nak apakah kesalahanKu hingga kau menganiaya Aku "
Lalu setelah saya sadar ayat kursi tidak ampuh untuk menghadapiNya akupun tersungkur di bawah kakiNya dan menangis tersedu sedu dan akhirnya akupun menjawabnya "Saya tidak tahu kenapa saya melakukannya , maafkanlah saya " dan saya pun meraung-raung di bawah kakinya. Dan diapun berkata "Bangunlah , jangan takut , peganglah tanganKu."

Dan sayapun berdiri di depanNya sambil menundukkan muka saya (dan pada waktu itu sayapun masih berpikir bagaimana cara melarikan diri dariNya), sepertinya Dia tahu pikiran saya , dan Dia berkata lagi "Jangan takut akan Aku, karena Aku lembut dan murah hati". Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk menatapNya, saya merasakan kesedihan yang ada di hati saya menjadi sirna seketika, dan saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepadaNya "Siapakah kamu sesungguhnya" lalu Dia menjawab "Akulah yang selalu di perdebatkan oleh banyak anak manusia , Akulah jalan yang lurus , Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian" , setelah saya mendengar Dia berkata "Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian" sayapun langsung tersadar bahwa Dialah Isa Almasih atau Yesus Kristus yang banyak sekali di puja puja oleh kaum Nasrani sebagai TuhanNya , lalu sayapun tersungkur di di bawah kakinya kembali dan pada saat itu secara tak sadar saya memperhatikan kakiNya yang
mempunyai tanda berlobang bekas luka, dan saya pun berkata "Ya Nabi Isa , ampunilah segala sesuatu yang pernah saya perbuat terhadap pengikutMu, ampunilah saya" , dan sayapun menangis kembali karena merasa berdosa terhadapNya , lalu dia pun berkata "Mengapa kamu menganiaya mereka" sayapun menjawabNya "saya tidak tahu , atau mungkin karena mereka menganggapmu Allah , dan menduakan Allah " lalu Dia pun berkata "Segala apa yang ada padaKu adalah milik BapaKu yang di Sorga , dan segala apa yang ada pada BapaKu di Sorga adalah MilikKu juga , karena olehNya segala kekuasaan baik di bumi maupun di sorga telah di serahkanNya kepadaKu , karena Aku dan Bapa adalah satu, begitu juga kau , kau sekarang adalah milikKu."

Sayapun masih menangis di bawah kakiNya pada saat Dia menerangkan tentang siapa diriNya sebenarNya , yaitu Dia adalah Allah itu sendiri , lalu sayapun berkata "Ya Isa Allahku ampunilah segala sesuatu yang pernah saya lakukan " di sinilah saya pertama kali menyatakan Isa adalah Allah saya , lalu Isa Almasih berkata, "Pulanglah dan beritakanlah tentang Aku , apa yang pernah kau lihat 'Aku akan menyertai kalian semua hingga zaman akhir'"

Dan pada saat itu pula sontak saya terbangun , ternyata saya sudah berada di Rumah Sakit tepatnya ruang ICU kurang lebih selama 2 minggu dalam keadaan koma , pada saat saya terbangun saya langsung menangis dan menyebut ya Isa ya Tuhanku ampunilah saya , pada saat itu ibu dan saudara-saudara saya sedang menunggu di luar dan bergegas masuk saat mendengar suara saya , tetapi kebanyakan dari mereka heran mengapa saya menyebut Isa sebagai Tuhan saya, dan banyak di antara mereka yang menganggap saya kerasukan iblis dengan jalan membaca ayat kursi bersama sama, hal inilah yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal pada saat ini ketika mengingat mereka melakukan hal tersebut .

Akhirnya sayapun di bawa pulang ke rumah setelah kondisi saya membaik , dan pada saat itu merupakan kegoncangan iman yang terbesar dalam hidup saya tentang apa yang pernah saya percayai sebelumnya yang selalu penuh dengan kekerasan , iri, dan dengki , dan saya mengingat tentang pertemuan saya dengan Tuhan kita Yesus Kristus betapa baiknya dia terhadap saya , Dia tahu saya telah menganiaya pengikutNya seharusnya Dia memenggal kepala saya tetapi Dia malah mengampuni saya dan mengembalikan Roh saya menyatu kembali dengan jiwa dan tubuh saya. Padahal ibu saya pernah berkata bahwa pada saat saya di rumah sakit dokter telah mengatakan bahwa saya telah mengalami pendarahan otak dan mustahil bisa di sembuhkan , dan sekalipun saya sembuh saya akan mengalami kelumpuhan total , banyak para dokter yang merasa aneh pada kejadian saya yang ajaib , dan apabila mereka bertanya saya hanya menjawab Isa / Yesus Kristus lah yang menyembuhkan saya , kadang-kadang hal ini membuat mereka yang belum menerima Yesus di dalam hatinya menganggap saya kerasukan iblis , begitu juga saudara-saudara saya maupun bapak saya sendiri , sehingga sering bapak saya mengundang para kiai maupun dai untuk mengotbahi saya , lalu saya bertanya kepada mereka sudahkah kalian pernah merasakan kematian , merekapun jawab belum, lalu sayapun bilang kepada mereka , percayalah kepada Isa , karena Isa lah yang menyelamatkan saya dari kematian , akhirnya banyak dari antara mereka yang pergi dengan hati yang dongkol . Untungnya bapak saya merupakan Muslim yang liberal , dan akhirnya sayapun menceritakan tentang semua kejadian yang pernah saya alami pada waktu itu (mungkin bapak saya mendengarkannya dengan cara masuk kuping kiri , keluar kuping kanan) dan akhirnya bapak saya berkata seandainya apa yang saya alami itu memang benar maka saya (bapak saya) akan mengucap sukur kepada nabi Isa yang telah menyelamatkan saya, dan sayapun selalu berdebat dengan bapak saya , sampai akhirnya saya berkata kepada bapak saya " sungguh apa yang
semua saya alami adalah benar karena saya melihatnya dengan kepala dan mata saya sendiri " dan bapak sayapun bilang bagaimana mungkin kamu melihatNya , orang pada saat itu bapak bersama ibumu selalu menunggui kamu di rumah sakit , kapan kamu keluar dan bertemu denganNya tahukah kamu ndry semua itu karena ridho allah titik , pada waktu itu saya pun bingung menjawab pertanyaan yang di lontarkan bapak saya kepada saya , ibu saya pun menangis dan memeluk saya ketika melihat kami berdebat dengan keras , dan menyuruh saya diam dan meninggalkannya , dan tanpa sebab saya berkata kepada bapak saya "Ya benar Isa Almasih adalah Tuhan saya sekarang ini , pelangi adalah saksi apa yang pernah saya katakan " Lalu bapak saya tertawa menyindir kepada saya , di musim kemarau begini mana mungkin ada pelangi , dan sayapun akhirnya pergi meninggalkan tempat saya berdebat dengan ayah saya itu dan menuju pintu rumah untuk pergi keluar.

Pada saat saya di luar rumah sayapun menangis dan berbicara sendiri "Ya Isa Tuhanku mengapa begitu keraskah hati bapak saya seperti batu " lalu saya pun mendongak ke atas langit , dan aneh nya saya melihat pelangi , lalu saya menangis dengan penuh suka cita, lalu sayapun lari kembali ke dalam rumah untuk menemui bapak saya , dan saya memanggilnya untuk menunjukkannya , setelah bapak saya melihat pelangi tersebut diapun diam seribu bahasa dan setelah kejadian itu bapakku seperti mengalami kegoncangan iman, seperti yang pernah saya alami sebelumnya .

Sayapun mulai mencari lebih dalam tentang siapa Isa Almasih sebenarnya melalui Al-Quran maupun hadist dan saya menemukan hal-hal yang membuat saya terharu:

Misalnya ayat surat-surat di bawah ini :
(Maryam, 19:19) Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia suci.
(Al Imran, 3:45) Bahkan Dia (Isa Almasih) terkemuka di dunia dan di akhirat

(Al Fatihah, 1:6) "Indinash shiraathal mustaqiim"
Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus

(Az Zukhruf, 43:61) "Wa innahu la'ilmu lis saa'ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi'unni haadzaa shiraathum mustaqiim…"
Artinya: Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus …

(Az Zukhruf, 43:63) "Wa lammaa jaa-a 'Isa bil bayyinaati qaala qad ji'tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba'dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii'u…"
Artinya: Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu…

(An Nisa, 4:171) "Inamal Masihu 'isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu …"
Artinya: Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya…

(Hadis Anas bin Malik hal.72) "Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu…"
Artinya: Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya

(Maryam, 19:17) "… arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya."
Artinya: …Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna…

(Hadis Ibnu Majah) "Laa mahdia illa isabnu Maryama…"
Artinya: Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam…

(Al Anbiyaa, 21:91) "Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja'alnaahaa wabnahaa ayatal lil 'aalamiin"
Artinya: Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.

(Maryam, 19:33) "Wa salaamu 'alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub'atsu hayaa."

Artinya: Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali."

(Al Imran, 3:55) "Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi'uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa'ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati."
Artinya: Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu kepadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat."

(Al Baqarah, 2:253) "Wa aatainaa 'isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi."
Artinya: Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.

(An Nisa, 4:156) "Wa bi kufrihim wa qaulihim 'alaa Maryama buhtaanan 'azhiimaa."
Artinya: Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).

(Al Imran, 3:45) "Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu 'isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin."
Artinya: Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah.

Dan sayapun akhirnya menelusuri dan mencari segala hal tentang Isa Almasih Tuhan kita , dan akhirnya sayapun berpikir bahwa saya harus mendapatkan Injil itu sendiri untuk memahami siapa Isa Almasih itu sesungguhNya , ada keinginan yang sangat kuat di hati saya untuk mendapatkannya (Injil) , lalu saya pun teringat akan toko yang pernah kami (saya bersama kawan saya dulu ) rusakkan yaitu toko buku El – Shadai , lalu sayapun pergi kesana .

Pada saat saya sampai di toko tersebut , toko itu masih kelihatan rapi, baik kaca-kacanya yang dulu kamu lempari dengan batu hingga pecah , telah rapi terenovasi kembali, lalu sayapun menghampiri toko tersebut dan akhirnya saya berbicara dengan salah satu penjaganya "mbak apakah anda menjual Injil " ya jawabnya , lalu penjaga itu pun mencarikan Injil tersebut , lalu dia pun menyerahkan kepada saya Kitab Perjanjian Baru , lalu saya bertanya lagi kepadanya , apakah ini Injil Isa Almasih punya? , mbak penjaga itupun berkata sambil tertawa kecil ,'iya Perjanjian Baru itu adalah Injil , lalu mbak itu pun berkata kepada saya "Apakah kamu non Kristen?" , sayapun bingung menjawabnya , karena agak takut oleh sebab sebelumnya , seandainya mbak itu tahu apabila saya muslim mungkin dia akan benci kepada saya , pikir saya dalam hati , akhirnya dengan berat hati sayapun menjawabnya " Ya saya muslim " sambil saya menundukkan muka , lalu mbak itu pun berkata ah itu tak masalah bagi kami sambil tersenyum, hal ini yang membuat saya heran kenapa mereka yang begitu ramah bisa kami benci tanpa sebab sebelumnya?

Lalu sayapun bertanya kepada dia, mbak adakah buku-buku tentang kisah nabi-nabi menurut Kristen, lalu mbak itupun mencarikannya , sesudah itu sayapun mananyakan harga totalnya untuk membayar buku-buku tersebut dan sebelumnya saya pun bertanya kepadanya "Mbak apakah ada di antara pegawai toko ini yang celaka pada saat kerusuhan sebelumnya" mbak itupun menjawab saya "Pada waktu kejadian tersebut toko ini telah kami tutup lebih awal kira-kira jam sepuluh pagi " lalu saya bertanya lagi "Apakah ada yang menempati toko ini sebagai tempat tinggal ?" ah tidak mas jawabnya , hanya satpam yang menjaga toko-toko di sekitar kami , itupun juga mereka hanya menjaga di luaran saja untuk keamanan sekitarnya. Hal ini yang membuat saya sangat bingung dalam hati , seingat saya waktu kami merusak dan menjebol toko ini pada waktu petang hari masih ada beberapa orang yang di dalamnya, sedangkan mbak itu bilang toko telah tutup sejak jam 10 pagi dan tidak ada satupun penghuni yang menempatinya, lalu siapakah di antara mereka yang kami kejar pada waktu itu? Hal ini yang membuat saya heran hingga sekarang, seandainya apabila saya menemui pria yang kami kejar-kejar dulu , mungkin saya akan berlutut untuk meminta maaf kepadanya.

Dan akhirnya sayapun kembali kerumah , dan sayapun mulai membaca Injil satu persatu di kamar saya , saya sangat terenyuh ,sedih ,dan bangga pada saat saya membaca kisah Injil , betapa mulianya segala sesuatu yang pernah di perbuat oleh Isa Almasih / Yesus Kristus, begitu pun juga ucapan-ucapan nya yang bagaikan pisau belati langsung menusuk hati mengajarkan tentang kasih yang tulus, kerendahan hati , maupun keselamatan, hal ini yang belum pernah saya peroleh sebelumnya semenjak saya hidup di muka bumi, yang mana sebelumnya saya menganggap diri kami sebagai muslim adalah yang tertinggi dari golongan lain kafir yang mana para golongan kafir itu harus tunduk kepada kami yaitu para penganut Islam, sebab ada di quran yang mengatakan "Hanya penganut Islam lah yang masuk Sorga" dan hal ini sangat tidak masuk akal , bagaimana mungkin nabi-nabi sebelum Muhammad bisa di sebut Islam, karena mereka pun tidak pernah sekalipun mengucapkan kalimat syahadat , dan juga pada saat saya mengalami kejadian yang aneh di mana roh saya berpisah dengan tubuh saya pada waktu kecelakaan dan mengalami koma , kenapa yang menemui saya justeru Isa Almasih / Yesus Kristus , kemanakah muhammad yang dulu selalu kami junjung-junjung namanya? dan siapakah mereka yang menyeret jiwa teman saya dan memperebutkannya seperti makanan? sekali lagi Muhammad tidak menolong kami (padahal teman saya sultan itu pemahaman tentang Islam lebih hebat dari saya). Sekali lagi yang ingin saya sampaikan kepada anda semua bahwa Muhammad sekalipun tidak dapat menyelamatkan jiwa anda , karena Muhammad itu penipu , pendusta yang selalu mengotori hati kita dengan penuh kebencian dan munafik. Dan akhirnya sayapun menyerahkan diri saya sepenuhnya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan saya dan Juruselamat saya , dan pada tanggal 27 oct 2000 saya pun di baptis dalam nama Anak, Bapa dan Roh Kudus, Halleluya saya telah menerima kasih karunianya, baik susah maupun senang Tuhan Yesus selalu menyertai saya.

Amin

Bandingkanlah dengan apa yang pernah di katakan Yesus Kristus Juruselamat kita:
Matius 5 : 5 – 6:
"Berbahagialah orang yang lemah-lembut,
Kerana mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
Kerana mereka makan dipuaskan"

Yesus mengajarkan kasih dengan lemah lembut , bandingkan dengan Muhammad yang mengajarkan kasih dengan Teror dan dendam

Yohanes 3 : 12 - 13
"3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. "

Yesus datang langsung dari sorga hanya Dia yang sebenarnya tahu akan keadaan Sorga , bandingkan dengan Muhammad yang telah menipu anda bahwa dia pergi ke sorga hayalan dia sendiri , dan menipu anda semua , bahwa sorganya Muhammad tak lain adalah sorga duniawi .

Lukas 5:20
"5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." "

Hanya Tuhan Yesus yang bisa mengampuni dosa manusia , bandingkan dengan Muhammad yang hanya bisa berkata insyaallah (mudah2x an ) hal ini mirip seperti orang bermain judi , bagaimana mungkin dia (muhammad) bisa berkata hanya orang Islam yang bisa masuk ke sorga, padahal Muhammad sendiri tidak tahu dia masuk sorga apa neraka , sekali lagi insyaallah , masalahnya maukah anda mempertaruhkan Roh dan Jiwa anda dengan kata insyaallah agar masuk Sorga?

Yohanes 17:6 – 26
Doa Yesus Kristus Tuhan kita di taman Getsemani untuk mendoakan kita semua yang percaya kepadanya

"17:6. Aku sudah memperkenalkan Bapa kepada orang-orang dari dunia ini yang sudah Bapa berikan kepada-Ku. Mereka adalah kepunyaan Bapa, dan Bapa sudah memberikan mereka kepada-Ku. Mereka sudah menuruti perkataan Bapa.
17:7 Sekarang mereka tahu bahwa semua yang Bapa berikan kepada-Ku berasal dari Bapa.
17:8 Sudah Kusampaikan kepada mereka perkataan yang Bapa berikan kepada-Ku; dan mereka sudah menerimanya. Mereka tahu bahwa Aku benar-benar datang dari Bapa dan mereka percaya bahwa Bapalah yang mengutus Aku.
17:9 Aku berdoa untuk mereka. Aku tidak berdoa untuk dunia melainkan untuk orang-orang yang sudah Bapa berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah kepunyaan Bapa.
17:10 Semua milik-Ku adalah milik Bapa juga; dan semua milik Bapa adalah milik-Ku juga. Aku diagungkan di antara mereka.
17:11. Sekarang Aku datang kepada Bapa. Aku tidak tinggal lagi di dunia; tetapi mereka ada di dunia. Bapa yang suci! Jagalah mereka dengan kekuasaan nama Bapa, yaitu nama yang sudah Bapa berikan kepada-Ku--supaya mereka menjadi satu, sama seperti Bapa dan Aku juga satu.
17:12 Sewaktu Aku masih bersama mereka, Aku sudah menjaga mereka dengan kekuasaan nama Bapa--nama yang Bapa berikan kepada-Ku. Aku sudah menjaga mereka dan tak seorang pun dari mereka hilang, kecuali dia yang memang sudah seharusnya hilang; supaya dengan itu terjadilah apa yang tertulis dalam Alkitab.
17:13 Sekarang Aku datang kepada Bapa. Semuanya ini Kukatakan sementara Aku masih di dunia; supaya mereka dengan sepenuhnya merasakan kegembiraan-Ku.
17:14 Aku sudah menyampaikan kepada mereka perkataan Bapa, dan dunia membenci mereka, sebab mereka bukan milik dunia, sama seperti Aku juga bukan milik dunia.
17:15 Aku tidak minta supaya Bapa mengambil mereka dari dunia ini, tetapi Aku minta supaya Bapa menjaga mereka dari si Jahat.
17:16 Sama halnya seperti Aku bukan milik dunia, mereka pun bukan milik dunia.
17:17. Jadikanlah mereka milik khusus Bapa melalui kebenaran; perkataan Bapa itulah kebenaran.
17:18 Seperti Bapa sudah mengutus Aku ke dunia, begitu juga Aku mengutus mereka ke dunia.
17:19 Untuk kepentingan mereka, Aku menyerahkan diri sebagai milik khusus Bapa, supaya mereka pun menjadi milik khusus Bapa melalui kebenaran.
17:20. Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa. Aku juga berdoa untuk orang-orang yang akan percaya kepada-Ku oleh kesaksian mereka ini.
17:21 Aku mohon, Bapa, supaya mereka semua menjadi satu, seperti Bapa bersatu dengan Aku, dan Aku dengan Bapa. Semoga mereka menjadi satu dengan Kita supaya dunia percaya bahwa Bapa yang mengutus Aku.
17:22 Aku sudah memberikan mereka keagungan yang Bapa berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita juga satu;
17:23 Aku dengan mereka, dan Bapa dengan Aku; supaya mereka benar-benar satu. Maka dunia akan tahu bahwa Bapalah yang mengutus Aku, dan bahwa Bapa mengasihi mereka seperti Bapa mengasihi Aku.
17:24. Bapa, Aku ingin supaya mereka, yang Bapa berikan kepada-Ku, ada bersama-Ku di tempat Aku berada, supaya mereka melihat keagungan-Ku; yaitu keagungan yang Bapa berikan kepada-Ku, karena Bapa mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
17:25 Bapa yang adil! Dunia tidak mengenal Bapa, tetapi Aku mengenal Bapa; dan orang-orang ini tahu bahwa Bapa mengutus Aku.
17:26 Aku sudah menyatakan nama Bapa kepada mereka; dan Aku akan terus berbuat begitu, supaya kasih Bapa kepada-Ku tetap di dalam hati mereka dan Aku bersatu dengan mereka.""

Kita yang percaya kepadaNya Tuhan kita Yesus Kristus , begitupun juga kita adalah milikNya , bandingkan dengan Muhammad , dia memperlakukan pengikutnya hanya sebagai alat kekuasaan untuk melaksanakan nafsu duniawinya. Melalui jalan kekerasan dan perbudakan , dan dusta .

Yohanes 10 :7 -18
Hanya Yesus Kristus Tuhan kita yang dapat menyelamatkan kita

"10:7 Maka Yesus berkata sekali lagi, "Sungguh benar kata-Ku ini: Akulah pintu untuk domba.
10:8 Semua yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok, tetapi domba-domba tidak mendengarkan suara mereka.
10:9 Akulah pintu. Siapa masuk melalui Aku akan selamat; ia keluar masuk dan mendapat makanan.
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri, untuk membunuh dan untuk merusak. Tetapi Aku datang supaya manusia mendapat hidup--hidup berlimpah-limpah.
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya.
10:12 Orang upahan yang bukan gembala dan bukan juga pemilik domba-domba itu, akan lari meninggalkan domba-domba kalau ia melihat serigala datang. Maka domba-domba itu akan diterkam dan diceraiberaikan serigala.
10:13 Orang upahan itu lari, sebab ia bekerja untuk upah. Ia tidak mempedulikan domba-domba itu.
10:14 Akulah gembala yang baik. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku dan mereka pun mengenal Aku. Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mereka.
10:15 (10:14)
10:16 Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku, tetapi tidak tergolong dalam kawanan domba ini. Mereka juga harus Kubawa dan mereka akan mendengarkan suara-Ku. Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
10:17 Bapa mengasihi Aku sebab Aku menyerahkan nyawa-Ku, untuk menerimanya kembali.
10:18 Tidak seorang pun dapat mengambilnya daripada-Ku. Aku menyerahkannya atas kemauan sendiri. Aku berkuasa untuk menyerahkannya, dan berkuasa mengambilnya kembali. Itulah tugas yang Aku terima dari Bapa-Ku." "

Begitu cintanya Tuhan kita Yesus Kristus demi menyelamatkan kita semua yang percaya kepadaNya , sehingga Dia rela mengorbankan nyawanya demi menebus dosa-dosa kita semua , bandingkan dengan Muhammad , dia rela mengorbangkan berjuta-juta nyawa pengikutnya demi melindungi Muhammad itu sendiri , apakah dia benar-benar mencintai para pengikutnya sehingga dia bertindak seperti itu , atau dia mencintai dirinya sendiri ?
Ya muhammad adalah gembala serigala yang haus darah .

Matius 7 : 15-20
Yesus memperingatkan kita agar berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu

"7:15. "Hati-hatilah terhadap nabi-nabi palsu. Mereka datang kepada kalian berkedok domba, tetapi mereka sebenarnya seperti serigala yang buas.
7:16 Kalian akan mengenal mereka dari hasil perbuatannya. Belukar berduri tidak mengeluarkan buah anggur, dan semak berduri tidak menghasilkan buah ara.
7:17 Dari pohon yang subur diperoleh buah yang baik, dan dari pohon yang tidak subur buah yang buruk.
7:18 Pohon yang subur tidak dapat menghasilkan buah yang buruk, dan pohon yang tidak subur tidak dapat menghasilkan buah yang baik.
7:19 Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, ditebang dan dibakar.
7:20 Begitu pula dengan nabi-nabi palsu. Kalian akan mengenal mereka dari hasil perbuatannya." "

Matius 24:24-26
"24:24 Sebab akan muncul penyelamat-penyelamat palsu dan nabi-nabi palsu. Mereka akan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang luar biasa, dan keajaiban-keajaiban untuk menipu, kalau mungkin, umat Allah juga.
24:25 Jadi, ingatlah! Aku sudah memberitahukannya kepada kalian lebih dahulu sebelum hal itu terjadi.
24:26 Kalau orang berkata kepadamu, 'Lihat, Dia ada di sana di padang gurun!' --jangan kalian ke sana. Atau kalau mereka berkata, 'Lihat, Ia bersembunyi dalam kamar di sini!' --jangan percaya. "

Bukan hanya muhammad saja nabi palsu di dunia ini masih banyak nabi-nabi palsu di masa ini , lihatlah buahnya , apabila mereka melakukan hal yang baik di mata Allah itu adalah datang dari Allah , apabila mereka melakukan hal yang tidak baik dari Allah itulah dari sang penyesat sendiri , karena sang penyesat itu congkak dan sombong yang selalu menimbulkan keresahan di sekelilingnya baik dalam bentuk , terror , dusta maupun percabulan , dari buahnyalah kalian dapat menilainya , karena buah dari Allah adalah kasih dan lemah lembut yang tidak mengenal pamrih.

Markus 14 :38
26:41 Berjaga-jagalah, dan berdoalah supaya kalian jangan mengalami cobaan. Memang rohmu mau melakukan yang benar tetapi kalian tidak sanggup, karena tabiat manusia itu lemah."

Mari kita mempersenjatai iman kita dengan senjata Allah , senjata Allah adalah Firman Allah itu sendiri melalui kasihNya , janganlah kita takut terhadap apa yang menganiaya tubuh kita , melainkan takutlah terhadap apa yang dapat memusnahkan tubuh maupun jiwa dan roh kita , oleh sebab itu takutlah akan Yesus Kristus Tuhan kita yang mempunyai kuasa itu baik di bumi maupun di sorga .

Matius 5:3-12
"5:3. "Berbahagialah orang yang merasa tidak berdaya dan hanya bergantung pada Tuhan saja; mereka adalah anggota umat Allah!
5:4 Berbahagialah orang yang bersedih hati; Allah akan menghibur mereka!
5:5 Berbahagialah orang yang rendah hati; Allah akan memenuhi janji-Nya kepada mereka!
5:6 Berbahagialah orang yang rindu melakukan kehendak Allah; Allah akan memuaskan mereka!
5:7 Berbahagialah orang yang mengasihani orang lain; Allah akan mengasihani mereka juga!
5:8 Berbahagialah orang yang murni hatinya; mereka akan mengenal Allah.
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai di antara manusia; Allah akan mengaku mereka sebagai anak-anak-Nya!
5:10 Berbahagialah orang yang menderita penganiayaan karena melakukan kehendak Allah; mereka adalah anggota umat Allah!
5:11 Berbahagialah kalian kalau dicela, dianiaya, dan difitnah demi Aku.
5:12 Nabi-nabi yang hidup sebelum kalian pun sudah dianiaya seperti itu. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah upah di surga yang disediakan Tuhan untuk kalian." "
Marilah kita semua bersuka cita akan namaNya , karena Dialah yang selalu menyertai kita semua , janganlah takut bila dunia membenci anda , karena kita bukan lagi milik dunia ini , melainkan kita adalah milikNya , yaitu Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mengorbankan diriNya di atas kayu salib demi membebaskan kita semua dari kutukan maut. Amin .

Saya adalah saksi yang telah di selamatkan oleh kasihNya , semua yang telah saya alami adalah hal yang benar benar terjadi , yang dimana saya dulu penuh dengan kebencian , iri , dengki , dan dusta , ternyata Tuhan kita Yesus Kristus telah menyelamatkan jiwa saya dan membuat saya lahir kembali dengan penuh rasa suka cita , rendah hati dan kasih.

Shallom

Solo , Indonesia , 3 mei 2006

Nama asli saya Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil dan saya akhirnya mengganti nama saya menjadi Christian Andryansah , dan saya menghapus nama Ahmad karena nama tersebut selalu mengingatkan saya akan kekejian.
Baca Selengkapnya...

Minggu, 22 September 2013

Gereja itu seperti air jernih

Gereja itu seperti air jernih, yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup manusia2 percaya.

Anda dapat menambahkan apapun ke dalam air jernih sesuka Anda sebagai penambah rasa atau warna minuman Anda, air itu tetap akan mendatangkan manfaat. Tambahkan gula dan teh, maka ia akan jadi teh manis yang nikmat bagi yang menyukai teh manis. Tambahkan kopi dan gula, maka ia akan terasa nikmat bagi penyuka kopi. Tambahkan susu, coklat, atau bahan2 lain, maka ia akan menjadi seperti apapun yang Anda inginkan.

Namun ada satu hal yang perlu diingat. Ketika air jernih telah ditambahkan berbagai bahan2 lain, maka ia akan menjadi terbatas kegunaannya. Anda tidak bisa minum teh manis, kopi, susu, coklat, dan bahan2 tambahan lain sebanyak2nya tanpa resiko terserang berbegai penyakit yang akan melemahkan, bahkan membunuh Anda. Demikianlah gereja bila terlalu banyak ditambahkan unsur2 lain akan memang terasa seperti lebih nikmat bagi anggotanya. Namun penambahan unsur2 lain itu pada titik tertentu bisa berbalik menjadi malapetaka. Kebanyakan unsur2 tambahan bisa membuat kecanduan terhadap bahan tambahannya (bukan air jernihnya), dan itulah yang membuat banyak gereja akhirnya tergeletak karena tergerogoti oleh diabetes rohani, kolesterol rohani, dan lain2.

Sebaliknya dengan air jernih yang bersih dan segar, yang bebas dari unsur2 tambahan buatan manusia. Tak ada batasan dalam mengkonsumsinya. Anda dapat minum sebanyak yang Anda inginkan untuk memuaskan dahaga Anda, dan kesehatan Anda tidak akan terganggu. Itulah gereja sederhana, gereja perjanjian baru.

Semakin sedikit Anda menambahkan unsur2 lain ke dalam Gereja Tuhan, semakin bebas Anda menikmati gerejaNya. Gereja yang murni sama seperti air jernih, bisa dinikmati kapan saja, dimana saja, tanpa batasan.

Ini adalah jawaban singkat atas pertanyaan, mengapa gereja begitu terasa menyegarkan ketika masih sederhana, masih kecil, dan menjadi begitu sumpek, rumit, dan memusingkan ketika ia telah menjadi begitu besar, apalagi kalau dia sudah menjadi mega church. Unsur2 tambahan yang terlalu banyak dikonsumsi itulah penyebabnya.

Simple Church is wonderful.
Baca Selengkapnya...

Bom Bunuh Diri Tewaskan 53 Orang di Gereja di Pakistan

PESHAWAR, KOMPAS.COM - Sedikitnya 53 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainya luka-luka saat dua pembom bunuh diri, Minggu (22/9), melancarkan serangan di sebuah gereja di kota Peshawar di Pakistan barat laut yang bergolak, kata sejumlah pejabat. Peristiwa itu merupakan salah satu serangan paling mematikan selama bertahun-tahun terhadap umat Kristen di Pakistan yang mayoritas penduduknya Muslim.

Angka korban tewas itu disampaikan Dokter Sher Ali, wakil pengawas medis Rumah Sakit Lady Reading, sebuah rumah sakit utama di Peshawar.

Komisaris polisi Peshawar, Sahibzada Anees, mengatakan kepada wartawan bahwa para pembom menyerang saat kebaktian di geraja itu baru saja berakhir. "Sebagian besar korban luka berada dalam kondisi kritis," kata Anees. Ia menambahkan, pengamanan khusus telah diberlakukan untuk melindungi gereja itu. "Kami berada di sebuah daerah yang merupakan sasaran terorisme dan di dalam daerah itu sudah ada pengaturan keamanan khusus untuk gereja. Kami kini berada dalam fase penyelamatan dan setelah itu selesai kami akan menyelidiki apa yang salah," tambahnya.

Seorang guru, Nazir Khan, 50 tahun, mengatakan kebaktian baru saja berakhir dan setidaknya 400 umat saling menyapa ketika terjadi sebuah ledakan besar. "Sebuah ledakan besar menghempaskan saya di lantai dan begitu saya kembali sadar, ledakan kedua terjadi dan saya melihat orang-orang yang terluka di mana-mana," kata Khan kepada kantor berita AFP.

Tayangan televisi menunjukkan sejumlah ambulans bergegas untuk membawa mereka yang terluka ke rumah sakit. Para kerabat yang berduka berkumpul di luar gereja dan meneriakkan sejumlah slogan terhadap polisi terkait kelalaian dalam pengamanan.

Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, mengecam keras pengeboman itu. "Teroris itu tidak punya agama dan menyasar orang yang tidak bersalah jelas bertentangan dengan ajaran Islam dan semua agama," katanya dalam sebuah pernyataan. Sharif mengatakan, "Tindakan kejam dari terorisme mencerminkan kebrutalan dan pola pikir yang tidak manusiawi dari para teroris itu." Dia menyampaikan rasa solidaritas kepada komunitas Kristen dan simpati yang mendalam kepada anggota keluarga para korban.

Hanya ada dua persen dari 180 juta populasi Pakistan 180 yang beragama Kristen. Komunitas Kristen sebagian besar miskin dan mengeluhkan meningkatnya diskriminasi.

Komisi AS tentang Kebebasan Beragama Internasional telah memperingatkan bahwa risiko bagi kaum minoritas Pakistan telah mencapai tingkat krisis. Tahun 2010, seorang perempaun Kristen dijatuhi hukuman mati karena dakwaan penghujatan. Tahun 2009, di kota Gojra, massa membakar 77 rumah dan menewaskan tujuh orang setelah ada rumor bahwa sebuah kitab suci Alquran telah dinodai.Tahun lalu seorang gadis muda Kristen mendekam tiga minggu di penjara setelah dituduh menghujat. Kasusnya kemudian dicabut tapi gadis itu berserta keluarganya telah bersembunyi sejak itu karena takut akan keamanan nyawa mereka.
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 21 September 2013

PERSOALAN LEBIH DARI RUMAH IBADAH, Arti manusia di dalam itu kepada sesama

Kitab Suci, Surat Roma
15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

Kitab Suci, Injil, Surat Matius
5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Ada hal dianggap persoalan bersama yang “sangat penting” umat Kristiani di negeri ini: “KESULITAN MEMBANGUN RUMAH IBADAH”. Namun sesungguhnya apa betul itu hakekat persoalan di tengah kita?

Mari kembali dulu kepada asal kata ibadah. Ibadah adalah kata yang sama saat Tuhan memberi perintah kepada Adam dalam Kitab Kejadian 2:15,yaitu untuk “mengusahakan dan memelihara” Taman yang Tuhan jadikan.

Sementara tanpa berpikir diartikan sempit menjadi sangat agamawi: pergi untuk sejauh duduk mendengar ceramah di rumah ibadah lalu "termotivasi" dan "adduh berkesan senengnya ketemu saudara seiman". Itu lah kebanyakan kita lakukan seumur hidup, dalam waktu satu atau dua kali seminggu selama beberapa jam. Jadi praktek ibadah kita ini sangat bergeser pengertiannya.

Mengapa? Mungkin karena yang mengajar Cuma berlatar belakang ajaran tradisi agama saja, bukan makna dan teladan hidup orang beriman. Belajarlah dari isi dan TUHAN yang berfirman dari Injil itu sendiri, bukan kulitnya saja yaitu "dari kata orang".

Kitab Suci INJIL, Surat Matius
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi

Sesungguhnya perlu usaha untuk memelihara apa yang baik yang Tuhan telah karuniakan, yang kita miliki dan memberkati komunitas sekeliling kita. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan berbicara tentang talenta, sesuat yang bernilai yang dititipkan untuk diusahakan. Kelak, pelipatgandaan nilai itu yang Tuhan tagih dan pertanyakan secara pribadi kepada semua orang.

Nah di tengah-tengah umat Tuhan saat ini jarang ada yang berpikir Surat Roma 15:1-2 di atas. Kita berpikir individual dan mengukur dan mentargetkan secara individual parsial pula.

Singkat cerita, “diam-diam” semua berpikir kesuksesan menurut perspektifnya. Jadi, gembala jemaat hanya berpikir keberhasilannya sebagai rohaniawan yang berhasil memanfaatkan banyaknya jemaat/pengikutnya mendukung kegiatan agamawinya.

Namun para jemaat yang ada juga “diam-diam” menyimpan hasrat keinginan meraih semua target pribadinya dengan jalan diberkati Tuhan melalui ketaatan hadir di “ibadah” yang dipercayainya, tanpa pertimbangan apa hakekat ibadahnya itu kelak bila ditanya Tuhan kepada diri masing-masing.

Teman-teman, ibadah anda adalah persoalan kontribusi kekuatan anda di tengah komunitasmu. Tidak banyak kita yang memperhatikan komposisi anggota komunitasnya masing-masing lalu menerjemahkannya kepada kebutuhan untuk saling melengkapi.

Berapa banyak diantara kita yang terampil dan Terdidik lalu peduli kebenaran mengasihani yang belum terampil dan belum terdidik, agar terjadi perbaikan dan saling meningkatkan kompetensi semua? Namun tidak terpikir sedikitpun untuk share/berbagi akan “kekuatan”nya tersebut kepada orang lain di sekelilingnya.

Kita jangan berbicara uang atau materi saja. KEKUATAN ANDA ADALAH SKILL ANDA. Dan sesungguhnya kita tidak akan jadi miskin bila share skill dan kompetensi, sebaliknya dunia kita akan jauh lebih indah karena semua tambah hari lebih baik keadaannya.

Paling sederhana, yang bisa mengemudikan mobil, maukah mengajar mengemudi kepada yang ingin bisa mengemudi tapi tidak ada yang mengajari?

Ada banyak Kompetensi di tengah komunitas jemaat, namun tidak terpikir untuk saling berbagi untuk menolong yang lebih lemah. Yang sudah fasih di berbagai bidang seni, paramedis, berbahasa, ekonomi, computer, soft skil atau hard skill. Masing-masing setidaknya bisa sebagai relawan mengajari para muda-mudi atau siapa yang membutuhkan, melalui kompetensinya masing-masing.

Apakah sudah pernah di listing kumpulan kompetensi dan yang masih lemah dalam berbagi kompetensi? Siapa yang mau peduli?

Dalam bidang serba IT saat ini semua orang perlu tambahan keterampilan, dan keterampilan tersebut sudah dimiliki setidaknya oleh beberapa orang, namun itu tidak (belum) di share kepada anggota komunitasnya, Contoh: kemampuan bermain alat musik, atau penguasaan paket software aplikasi disiplin ilmu telah beredar, ada yang mahir dan saat ini bisa mulai di share.

Teman yang memiliki “kekuatan” tersebut perlu dengan senang hati rela untuk mengajari teman lain yang perlu; agar yang lain juga bisa memiliki keterampilan tambahan. Bahkan satu sama lain bisa untuk saling berbagi kelebihan “kekuatan”nya tanpa berkurang sedikitpun hal itu dari dirinya.

Kitab Suci, Surat I Korintus
14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Saya percaya, pengajaran disini selain berarti khotbah agamawi yang begitu klise (pengkhotbah atau yang dikhotbahi sama-sama lupa tuh khotbah tiga bulan apalagi tiga tahun lalu hi hi hi hi hi) bisa juga berarti ada berbagai kesibukan orang-orang sharing kompetensinya lebih dari sekedar pengajaran bertutur (tukang jual obat/kampanye JANJI tanpa pernah ada bukti==> ingat! hari gini masyarakat sudah malu deh kalau: manusia hidup capeknya cuma cuap-cuap tanpa makna lalu pulang diamplopin lagi).

Dan saat untuk berkumpul bisa juga by appointment. Karena disini hanya dikatakan bilamana kamu berkumpul.

Anda penganut sakralnya hari sabat atau hari minggu? Apa kata Isa al Masih mengenai hari sabat dan bait Allah?

Kitab Suci, Injil, Surat Matius

12:6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
12:7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Mari kita lanjutkan.

Hidup ini akan menjadi lebih indah saat kita berbagi. Dan berbagai kompetensi keahlian yang dimiliki sudah saatnya untuk dibagikan untuk saling membangun sesama. Itu harus dimulai dari sekarang dan dari diri kita, melalui komunitas yang ada.

Namun ironis, semua masih berkumpul untuk duduk mendengar ceramah keagamaan monolog satu orang di depan banyak orang (untuk rada lupa lagi), terus menerus. Tanpa perubahan pikiran untuk saling memperhatikan kekurangan orang lain dan membantu mereka melalui keterampilan yang telah kita miliki, maka memang himpunan orang dan rumah ibadah itu sangat kecil arti dan kontribusinya bagi sesama apalagi bagi bangsa yang besar ini.

Dalam kondisi seperti ini, kehadiran dan bertambahnya rumah ibadah kristen tidak berbanding lurus dengan benefit bagi mayarakat luas yang membutuhkan.....Apakah anda yakin kekristenan ini merupakan rencana Tuhan sejak semula atau ....? ....aneh tapi nyata bukan?

Dalam perspektif parsial, harusnya kita terus bertanya apa kontribusi saya, kita, atau kami kepada “mereka” yang belum beruntung atau seperti saya.

Ini otokritik saya. Apakah arsitek kristen sudah berpikir menolong orang membangun rumah sehat lebih efisien dan ekonomis kepada orang di sekitarnya? Belum? Atau setidaknya mengajar beberapa aplikasi komputer sederhana kepada teman komunitas di sekitar anda.

Lalu bagaimana anda bisa berpikir orang akan peduli atau respek akan keberadaan status anda mentereng sebagai arsitek kristen? Selama belum dirasakan kontribusi nyata skill/kekuatan anda tersebut kepada sesama, diri anda bahkan uang anda rasanya kurang berarti (orang mual mau muntah melihat kekristenan yang ditunjukkan selama ini).

Saya agak sarkastis, tapi supaya lebih jelas cara orang lain yang idiot berpikirnya: kalau begini memang taik adanya, buat apa si arsitek kristen ini ada di bumi, bakar saja!

Atau anda terlalu profesional dan tidak mau karena takut ilmu anda jadi murahan? Setidaknya berpikirlah secara corporate social response seperti yang dipraktekkan dunia saat ini.

Kelak kita malu jika kebaikan kita tidak ada dibanding orang yang bahkan tanpa pengenalan yang jelas akan TUHAN (menurut kita) tapi sudah begitu luarbiasa berusaha memberi arti hidupnya bagi dunia.

Berikut adalah share sedikit dari ceramah ibu Lili Everin dalam sebuah pertemuan komunitas kami.

Buat manusia di kalangan paruh baya, perlu paham "empat S" fase hidup: 1. Struggling 2.Success. Tidak selesai disitu. Manusia 45 tahun keatas harus mengenal 2 fase berikutnya: 3.significant dan 4.surrender.

Wow keren valuenya bukan?

1. Struggling, Masa Berjuang. Kita semua kenal fase ini,sejak muda berusaha dan terus berusaha lebih berhasil lagi untuk sampai fase

2.Sukses . Banyak orang peraih-peraih sukses di usia paruh bayanya dan menikmati itu. Awas, ini bahaya.

Sampai difase Sukses saja adalah awal kehancuran manusia paruh baya. Pria sukses diparuh baya sering tergelincir dan binasa di banyak dosa saat mulai bisa dan leluasa mencicipi ini dan itu "yang baru" dari kenikmatan maknyus dunia. Sekedar nostalgia, semasa SMA dulu, teman-teman masuk diskotik dan berlarian keluar. Karena bertemu ayah teman (seorang kristen) punya jabatan BUMN lagi asyik di dalam.

Anak dan ayah sangat mungkin bertemu di comberan. Tanpa terus melangkah ke fase significant, Berarti ( bagi sesama) sukses hanyalah jerat dunia belaka.

Hanya sampai pada puas dan bangga mengenai pencapaian diri adalah sinting kalau bukan gila.Tanpa signifikansi, kekristenan equivalent dengan nol

3. Fase signifikan justru penting. Ada contoh menarik dari significant. Dua pria terkaya di dunia ini sudah masuk ke dunia significant mereka yaitu Bill Gates dan Warren Buffet. Mereka melangkah menjadi philantroupe, hidup untuk membaktikan diri dan sukses yang diraihnya kepada umat manusia seluruh dunia.

Mungkin karena begitu rahasianya, sulit menceritakan siapa orang kristen anak bangsa yang berniat mulia bagi sesama dan tenang menunjukkan siapa dirinya. Mungkin Oom William pendiri Astra. Mereka tidak sibuk menghitung suksesnya saja, namun terus menyempurnakan definisi suksesnya. Bahkan value itu hidup, bahkan sampai si foundernya sudah tidak ada. Kenapa? karena prinsip 4S ini. Bahkan banyak orang kaya di negara barat yang sudah menyadari ini, memutuskan untuk tidak semena-mena menghibahkan kekayaannya sebelum keturunannya mengenal fase struggling itu sendiri. Mereka sadar,tanpa struggling, melepas kesuksesan hanya berarti membunuh masa depan keturunannya.

Gampangnya buat kita adalah mengasihani diri sendiri dan menyalahkan dunia. Dunia kejam, tidak adil, dsb. Tapi itu suara pecundang. Salib itu bukti teladan Junjungan kita Isa Al Masih, sama sekali bukan pecundang.

Namun signifikani juga belum selesai, karena kesombongan dan keangkuhan juga siap menjerat dan menghadang orang-orang di fase ketiga ini. Dalam sukses dan berhasilnya John Lenon pernah berkata: sekarang lihat, The Beatles lebih terkenal dari Yesus.

Tanpa publikasi luas, namun akhirnya meluas Kita tahu sampai akhir hidupnya dia berjuang mencari identitas dan tenggelam dengan drugs, bahkan hidupnya berakhir dibunuh justru oleh fans fanatiknya sendiri. Tragis.

Puas dan bangga diri dekat kepada Keangkuhan. Itu adalah pelukan maut yang mematikan. Ingat kisah raja Babel Nebukadnezar, emperor (raja besar), harus menanggung hina dan gila saat menyombongkan diri dan tidak tunduk pada Tuhan, atau King Herod mencoba berkata sebagai suara Tuhan. Amblassshh sampai ke jurang maut.. Takutlah akan Tuhan.

Kitab Suci, Surat Amsal Solaiman
8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat

Kitab Suci, Surat Amsal Solaiman
10:27 Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek.

Kitab Suci, Surat Amsal Solaiman
14:2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

Kitab Suci, Surat Amsal Solaiman
14:26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.

Fase keempat buat insan paruh baya adalah 4. Surrender, berserah (menyerahkan hidup) kepada TUHAN. Pelayanan Isa Al Masih dalam menyenangkan dan taat bagi Bapa di awal dan akhir adalah menyerahkan kehendakNya.

Awal pelayananNya dicatat sebagai berikut.

Kitab Suci, Injil, Surat Matius

3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya

Di akhir masa pelayananNya pun tidak berubah

Kitab Suci, Injil, Surat Matius
26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"

Tidak ada teladan lain: Isa Al Masih, Yesus Kristus. Penyerahan kepada Kristus yang tersalib bagi kemuliaan Bapa, memastikan siapapun kita bebas dan sanggup terus melangkah bahkan untuk mengulang dan meraih banyak sukses atau pun signifikansi tanpa tersandung kesombongan yang sia-sia.

Hope you all be blessed my dear friends
Baca Selengkapnya...