googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani

Senin, 11 Juni 2012

Aku Ajak Istriku Berjudi dan Menipu

Dari coba-coba, hingga ketagihan dan berakhir dalam jerat hutang, itulah yang dialami Erick Aristino ketika mencoba judi online. Bagaimana kisah hidupnya? Simak pengakuannya berikut ini:

Saya Erick Aristino, saya bekerja di sebuah institusi perbankan. Suatu saat saya terlibat dalam sebuah perjudian di internet. Pada awalnya sih saya cuma coba-coba saja. Saya mulai dari nominal yang kecil, mungkin sekitar 1 sampai 2 dolar saja. Jadi kalau saya menang juga dalam hitungan dolar. Namun ketika saya menang, saya mulai berani menaruh uang dalam jumlah yang lebih besar.

Suatu kali saya mengalami kemenangan yang cukup besar, 30 juta rupiah. Kemenangan besar itu membuat saya semakin berani, saya menaikkan nilai taruhan sebesar 50 juta rupiah. Ternyata saya kalah. Saya merasa bingung, saya merasa panik, dan tidak tahu apa yang harus saya kerjakan. Satu sisi, waktu saya menang, saya begitu bangganya. Namun saat saya kalah, saya merasakan betul-betul kosong.

Kekalahan itu membuat saya terbelit hutang. Akhirnya saya dan istri saya membuat proyek palsu. Setelah itu saya mendatangi seorang teman dan bercerita bahwa saya menang tender, menang suatu proyek dan ingin mengajaknya kerjasama.”

“Ketika itu saya ditanya, saya butuhnya berapa. Saya bilang sekitar seratus jutaan. Saya berjanji akan mengembalikannya dalam jangka waktu 30 hari dan saya janjikan keuntungan 20 persen dari uang yang saya pinjam. Dan dia langsung acc proposal tersebut. Namun saya telah menipu dia. Uang itu tidak digunakan untuk pembelian server, namun uang itu digunakan untuk bermain judi.

Uang pinjaman itu habis, karena saya kalah terus. Saya panik sekali, dan apapun yang saya lakukan, saya cuma ingin marah dan marah saja. Dalam kondisi stres seperti itu, saya memperparah keadaan dengan mengusir istri dan anak saya. Tapi sesaat setelah mereka pergi, saya segera tersadar. Saya menyusul mereka dan meminta istri dan anak saya untuk kembali ke rumah.

Setibanya di rumah saya berlutut dan berkata, "Tuhan ampuni aku. Aku sudah melakukan hal yang ngga berkenan Tuhan. Aku sudah jauh Tuhan. Kehidupanku sudah tercela Tuhan. Hubunganku dengan istriku semakin jauh Tuhan. Aku ingin mengaku Tuhan. Aku ingin berubah."

Ketika saya berdoa, ketika saya memuji Tuhan. Saya merasakan damai sejahtera yang selama ini belum pernah saya dapatkan. Begitu tenang pikiran saya, begitu damai hati saya. Dan saya tahu pada saat itu, Tuhan sedang menjawab.

Erik dan istrinya akhirnya memutuskan untuk menghadapi kenyataan yang selama ini menghantui hidup mereka. Erick menemui temannya yang memberikan pinjaman uang kepadanya.

Saya turun dari mobil, saya minta istri saya untuk berdoa. Dan saat saya melangkah, memang ada sedikit rasa cemas, tapi takut itu sama sekali tidak ada. Saya tahu kalau Tuhan menyertai saya.

Saya katakan saya bisa mencicil satu juta perbulan. Saat itu saya tidak punya uang, bagaimana bisa membayar satu juta perbulan. Hal yang tidak saya sangka-sangka, dia bilang, "Ya udah Rick, kalau kamu maunya seperti itu. Terserah kamu saja."

Saya ngga habis pikir. Sukacita melimpah dalam hati saya. Saya senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Karena saya pikir hal ini adalah hal yang gila, belum pernah saya alami."

Setelah peristiwa itu, Erick pun berusaha mencari pekerjaan. Namun kenyataan pahit harus ia hadapi.

Lamaran yang saya masukkan itu ada 12. Dari level manajer sampai level buruh. Sampai saya mau bekerja gratis, tapi tidak ada panggilan. Dan itu membuat saya bingung.

Dalam kebingungannya itu, Erick menyadari bahwa itu adalah proses yang harus dilaluinya. Hingga sebuah kesempatan datang menghampirinya.

Melalui pinjaman modal dari sang ayah, Erick mendirikan Arpanet. Erick akhirnya diberikan kepercayaan untuk menangani akses internet bagi perusahaan dari salah satu kliennya sewaktu bekerja. Dari usahanya itu, Erick mendapatkan penghasilan yang cukup dan mulai melunasi berbagai hutangnya.

Tapi Tuhan pun menjamah hati teman saya itu. Jadi utang yang tadinya 200 juta, saya cukup bayarkan sebesar 75 juta saja. Itu semua karena kebaikan Tuhan.

Kesuksesan demi kesuksesan diraih oleh Erick, kini Arpanet menjadi perusahaan konsultan bagi 30 perusahaan baik lokal maupun asing.

Saya bersyukur satu hal, bahwa Tuhan Yesus sudah mengampuni dosa saya. Dia sudah membebaskan saya dari permasalahan saya. Dari pergumulan saya. Sehingga saya bisa ada seperti saat ini karena kebaikan Tuhan Yesus saja.(Kisah ini ditayangkan 4 November 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).


Sumber Kesaksian:
Erick Aristino
Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 09 Juni 2012

Survei: Kebanyakan Orang Kristen Benci Acara Kristen

CEO DoersTV.com Pastor David Wright melakukan survei melalui channel televisinya terhadap lebih dari 100.000 fans di facebook untuk mencari tahu apa yang mereka pikirkan mengenai tayangan televisi Kristen – dan hasilnya sungguh mengejutkan. Wright terkejut saat mengetahui bahwa sebagian besar responden mengatakan mereka membenci program acara TV Kristen dan memilih untuk tidak menontonnya. Wright mengatakan 90 persen responden memberikan umpan balik yang negatif.

Komentar dalam postingan tanggapan menunjukkan kenapa orang memilih mematikan televisi ketika program Kristen ditayangkan:

Terlalu sering meminta uang dan penggalangan dana melalui telethon.
Memanipulasi orang untuk memberi dengan pengajaran yang salah mengenai kemakmuran.
Membosankan dan kurangnya kualitas dari tayangan program.
Kurangnya penyiaran mengenai integritas pemimpin Kristen.
Wrigt mengatakan ia terperangah dengan beragam tanggapan yang ia terima.

“Harapan saya hanya sebatas bahwa orang kristen berpikir program televisi Kristen terlalu membosankan dan tidak relevan dengan perkembangan zaman, namun saya tidak pernah membayangkan adanya ribuan kebencian dari orang Kristen terhadap program acara televisi Kristen,” ungkapnya.

“Sayangnya keserakahan akan uang telah menggantikan kebutuhan untuk melayani di antara banyaknya pelayanan dan jaringan televisi Kristen. Orang-orang muak dengan nafsu akan hal-hal yang berbau materi.”

Wright menambahkan bahwa kurangnya integritas di kalangan pendeta dan pemimpin Kristen hari-hari ini telah memainkan peranan utama terhadap persepsi negatif program-program acara televisi Kristen.

“Kita tidak mungkin membiarkan pendeta terlibat dalam dosa kemudian berharap agar masyarakat tidak mematikan televisi,l” ujarnya.

Hidup dalam integritas adalah tuntutan dunia terhadap setiap anak Tuhan. Melakukannya memang tidak mudah namun hanya dengan cara ini dunia dapat melihat perbedaan nyata antara orang dunia dan orang Kristen yang pada akhirnya dapat menuntun mereka untuk mengenal Tuhan dan Juru Selamat Yesus Kristus.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Jumat, 08 Juni 2012

Minim Game Positif, Bocah 13 Tahun Ciptakan Game Sendiri

Bahaya laten video game sejatinya disadari oleh para orangtua yang memiliki anak-anak di abad modern ini. Namun beda halanya dengan Fahma Waluya Rosmansyah. Bocah yang baru berusia 13 tahun ini sadar betul bahwa game yang beredar saat ini banyak yang tidak mendidik. Selain hanya mengandalkan kecekatan pemainnya, game-game saat ini sering kali hanya mengumbar kekerasan. Pemainnya tidak diajak untuk belajar.

Kondisi ini akhirnya membuat Fahma memutuskan untuk membuat game-game sendiri. Syarat game ciptaannya hanya dua, berfilosofi dan memiliki manfaat. Keprihatinan akan minimnya game-game yang edukatif dan kecintaan kepada adiknya membuat Fahma menciptakan beberapa aplikasi dan game.

Sejak belia Fahma terus berkarya, karya pertamanya merupakan buah cinta terhadap adiknya yang saat itu berusia 3 tahun. Saat ini Hania Pracika Rosmansyah adik Fahma, sudah berusia 7 tahun. Saat itu ia ditantang ayahnya untuk membuat aplikasi game edukatif agar adiknya dapat belajar sekaligus bermain, melihat sang adik suka sekali main ponsel ibunya. Kemudian ia dibelikan buku dan CD tutorial untuk membuat aplikasi oleh ayahnya. Jadilah sebuah aplikasi yang ia beri nama "My Mom's Mobile Phone as My Sister's Tutor" (Ponsel Ibuku Untuk belajar adikku). Disini Hania dibuatkan aplikasi tentang mengenal warna, huruf dan angka, dalam proses pembuatannya Hania dilibatkan sebagai pengisi suara.

Semua game dan aplikasi buatannya walaupun sederhana namun dapat menjadi alat belajar untuk anak-anak. English for Children (Enrich) misalnya, adalah sebuah aplikasi yang mengajak pemainnya untuk belajar bahasa Inggris. Tidak hanya berupa teks dan gambar, aplikasi ini juga memiliki suara.

“Jujur apa yang menginspirasi saya untuk membuat game dan aplikasi adalah dia (sambil menunjuk adiknya Hania). Saya buat ini biar adik saya belajar. Itulah sebabnya game atau aplikasi buatan saya adalah game atau aplikasi edukasi,” ungkap siswa yang masih duduk di bangku SMP Al Farisi Bandung ini.

Hania juga dilibatkan dalam proses pembuatan game dan animasi. Selain menjadi sumber inspirasi, sang adik juga menjadi pengisi suara dan tester dari setiap aplikasi atau game yang dibuat. Menjadikan adiknya sebagai partner membuat Fahma yakin ide-ide yang dimilikinya dalam pembuatan aplikasi dan game tidak akan dibajak oleh orang lain.

“Saya lebih suka kerja bareng adik sendiri. Pernah sih kepikiran untuk bikin tim dengan temen. Tapi saya kurang cocok. Karena kalau dengan adik kan sudah tahu apa keinginannya, apa kebutuhannya. Dan terus bareng-bareng. Kalau dengan teman kan kadang suka susah ketemu, dan ngga semua temen bisa jaga rahasia. Itu yang penting,” ungkapnya.

Pada usia sekarang ini Fahma telah mendapat penghargaan sebagai programmer termuda versi Ovi Nokia, selain beberapa penghargaan lain seperti Juara 1 the Asia Pasifik Information and Communications Technologi Awards (APICTA), Juara 1 Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA), bersama adiknya ia juga mendapat SCTV Award, Si Bolang Award, Habibie Award serta berbagai penghargaan lainnya. Sampai saat ini sudah lebih dari 45 aplikasi dibuat oleh Fahma, termasuk aplikasi ponsel, Ipad dan komputer. Beberapa aplikasinya bahkan sudah bisa diunduh di OVI Store Nokia.

Sosok Fahma tidak lepas dari dampingan orangtua. Ini menjadi pembelajaran bagi kita pentingnya peran orangtua dalam mengenalkan sesuatu yang baik pada anaknya, kemudian menstimulasinya. Jika saat ini Anda mempunyai putra/putri dan nyaman ketika mereka menghabiskan waktu dengan menonton televisi atau bermain game, cobalah kurangi kebiasaan ini. Mengenalkan komputer sejak usia dini adalah suatu hal yang positif. Sebagai orangtua mari dampingi tumbuh kembang anak-anak dengan situasi dan stimulan terbaik.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Alat Pendeteksi Hantu Dan Fenomena Pemburu Hantu

Kepercayaan dan keyakinan hadirnya roh halus di sekeliling kehidupan kita membuat banyak orang yang berkeinginan untuk dapat berkomunikasi dengan mereka maupun sekedar menyadari kehadirannya dan menikmati sensasi takut dan merinding yang ditimbulkannya. Fenomena pemburu hantu ini bahkan telah masuk ke dalam beberapa program televisi yang dapat Anda temukan dengan mudah di beberapa stasiun televisi.

Mengapa kehadiran ‘makhluk lain’ menjadi suatu hal yang menarik bagi beberapa orang? Banyak alasannya, seperti Lady Gaga yang dikabarkan selalu mengirimkan tim pengusir hantu sebelum menginjakkan kakinya di suatu tempat. Kabarnya Lady Gaga sangat meyakini kehadiran makhluk halus ini dan tidak mau istirahatnya terganggu akibat kehadiran mereka.

Lalu ada juga Gary Galka yang tak dapat melupakan kehadiran putrinya meskipun kecelakaan tragis yang merenggut nyawa putrinya tersebut telah terjadi 8 tahun yang lalu. Gary mengaku hubungannya dengan Melisa tetap kuat dan ia selalu merasakan kehadiran putrinya itu. Hal itulah yang pada akhirnya membuat Gary terobsesi untuk mendesain perangkat dijital yang dapat mendeteksi kehadiran makhluk halus atau alat pemburu hantu.

Tak hanya Gary, alat pendeteksi hantu ternyata juga diciptakan di Jepang dengan nama Baketen. Alat ini dikatakan mampu mendeteksi hantu dalam radius 2 meter. Bila sensor Baketen mendeteksi kehadiran hantu, maka lampu akan menyala merah dan bila sebaliknya, maka lampu hijau yang akan menyala. Sama dengan alat pendeteksi hantu lainnya, alat-alat ini menggunakan gelombang elektromagnetik yang dapat digunakan untuk mendeteksi energi lain selain manusia.

Masyarakat Indonesia termasuk kelompok masyarakat yang masih mempercayai hal-hal supranatural semacam itu. Paranormal, dukun, dan beragam tempat keramat dipercaya dapat menjadi jalan keluar bagi beragam permasalahn hidup. Kasus terbaru seperti yang terjadi di Kudus beberapa waktu lalu ketika kekuatiran tidak lulus Ujian Nasional membuat paranormal bertindak.

Fenomena mistis ternyata terjadi di tiap negara, baik dari negara dunia berkembang sampai negara maju. Sebuah fenomena yang telah terjadi selama berabad-abad dan harus diwaspadai oleh setiap kita sebagai orang Kristen. Apa alasannya?

Karena sebagai orang Kristen, kita memiliki Allah yang besar, yang sanggup melakukan segala perkara yang luar biasa jauh melebihi akal pikiran kita. Hal-hal mistis termasuk kehadiran tekhnologi pendeteksi kehadiran hantu sesungguhnya merupakan tipu muslihat si jahat untuk mengalihkan pandangan dan keyakinan kita akan kebesaran Tuhan. Dengan segala macam kisah horor maupun kisah fantastis yang menyertainya, seolah-olah ada makhluk lain yang juga memiliki kuasa melebihi Tuhan.

Padahal, Yesus telah menakhlukkan kematian dan segala kuasa di bawah telapak kakinya. Takut pada kehadiran makhluk halus bukanlah sikap yang diinginkan Tuhan untuk dimiliki anak-anak-Nya. Mempercayai kemampuan mereka untuk memecahkan masalah hidup kita sungguh mendukakan hati Tuhan karena dengan melakukan hal itu sama saja dengan mengatakan bahwa kuasa Tuhan lebih kecil daripada kuasa yang mereka miliki.

Miliki hati dan pandangan yang senantiasa tertuju kepada Tuhan. Nikmatilah segala kuasa dan kemenangan yang sesungguhnya telah dianugerahkan di dalam Anda ketika Anda benar-benar mengarahkan hidup Anda kepada-Nya.


Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...

Ketahuan Murtad, Seorang Muslim Tunisia Disembelih

Ilustrasi
SEBUAH aksi biadab yang tidak menghargai kebebasan memilih keyakinan kembali dilakukan oleh kelompok agama yang konon menjunjung 'kedamaian' dan baru-baru ini membanggakan diri sebagai kelompok paling toleran dalam hal kebebasan beragama, walaupun telah ditegur keras oleh berbagai pihak atas aksi-aksi intoleransi mereka selama ini.

Dipublikasikan oleh Raymond Ibrahim di Gatestone Institute, pada Senin (04/05/2012), mengutip program talkshow kontroversial di Mesir 'Egypt Today' di stasiun TV El-Faraeen, yang dibawakan oleh Tawfiq Okasha, pada Sabtu (02/06/2012), menampilkan sebuah video tentang seorang pemuda Tunisia yang disembelih oleh sekelompok pria muslim bertopeng dan bercadar hitam.

Dalam video berdurasi 5 menit tersebut diperlihatkankan sebuah aksi penghilangan nyawa oleh para muslim Tunisia, negara pemicu awal 'revolusi Arab', karena korban penyembelihan tersebut yang telah menjadi Kristen dan menolak berpaling ke agama Islam.

Sembari membacakan ayat-ayat dalam Quran dengan keras, salah seorang dari muslim tersebut menyeret pemuda naas itu, dengan menaruh sebilah pisau dilehernya. Terlihat pemuda itu tidak melawan dan pasrah dengan nasib yang dihadapinya.

Suara 'narasi' dari seorang muslim yang turut dalam aksi tersebut muncul kemudian, dengan
mendengungkan doa-doa para muslim yang isinya mengutuk Kekristenan, dengan mengatakan Tritunggal adalah sebuah kepercayaan polytheis (bertuhan lebih dari satu).

"Biarkan allah menghukum para murtad polytheis itu; allah menguatkan agamamu, membuat kemenangan melawan para polytheis; allah, mengalahkan para kafir ditangan para muslim," tuturnya.

Kemudian, sembari meneriakkan 'tuhan maha besar!', pria pemegang pisau mulai menggorok leher pemuda Kristen yang nampak menggangkat doa terakhirnya, beberapa saat kemudian tenggorokannya mulai terbelah.

Aksi keji itu dilanjutkan dengan mengiris wajah pemuda itu dengan pisau sehingga melukai pemuda yang sudah sekarat itu.

Dengan nada kecewa, Okasha, sang pembawa acara tersebut bertanya: "Apakah ini Islam? Apakah Islam yang melakukannya? Bagaimana Islam terlibat dengan hal ini?... ini adalah gambar yang telah tersebar ke semua media elektronik di Eropa dan Amerika... dapatkah anda membayangkannya?"

Selanjutnya, ia mengemukakan pertanyaan yang menyinggung dua kelompok Islam fundamentalis di Mesir, Ikwanul Muslimin dan Salafi yang secara gamblang menganjurkan aksi-aksi keji seperti ini.

"Bagaimana orang-orang seperti ini dapat menjalankan pemerintahan?"

Ucapannya ini dikaitkan dengan perkataan pemimpin Islam Salafi Mesir, Sheikh Yassir al Burhami saat debat kandidat presiden pada bulan Mei lalu yang kembali menegaskan, muslim yang murtad akan dibunuh.

"Apakah dibenarkan seorang muslim menjadi seorang Kristen atau agama lain? tentu saja tidak dibenarkan; ini adalah perihal peraturan sharia yang disampaikan secara jelas, sebab menurut hadith, hal itu tidak diperbolehkan... mengacu kepada ucapan nabi Muhammad, siapa saja yang meninggalkan agamanya [Islam], ia harus dibunuh."

Tawfiq Okasha, sang tokoh liberal Mesir yang baru-baru ini mencalonkan diri sebagai Presiden negara itu, dianggap kontroversial karena secara gamblang mendukung pemerintahan Mubarak selama masa 'revolusi' Mesir 2011 lalu serta menggunakan media yang dikelolanya sebagai senjata penyerang kelompok Islam fundamentalis, Ikwanul Muslimin dan Salafi yang dicap sebagai kelompok bertopeng agama yang oportunis, culas dan munafik.

Mohon perhatian!
Sebelum menonton video dibawah ini, kami memberitahukan:
Alasan kami menyediakan video ini sebagai bukti valid menampik sikap skeptis para intoleran yang menuduh jika berita ini hanyalah isapan jempol/ hoax/ muslihat/ rekayasa/ kabar bohong.
Video dibawah ini mengandung gambar sadis dan penuh kekerasan, sehingga kami mengharapkan agar anda memikirkan segala pertimbangan dahulu dengan matang sebelum menyaksikannya.
Bagi anda yang bimbang, ragu dan tidak mampu menyaksikan adegan sadis dan kekerasan, kami sarankan agar tidak menyaksikan video ini.


Sumber: Perisai.net
Baca Selengkapnya...

Lebih Dari 200 Pemimpin Gereja Menjadi Ateis di AS

Mike Aus, pendeta di gereja Theophilus
di Katy yang memutuskan untuk menjadi ateis
LEBIH dari 200 pemimpin gereja di seluruh negeri di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka tidak lagi percaya kepada TUHAN, termasuk seorang pendeta di wilayah Houston, yang pertama kali mengumumkan keputusannya ke publik. Mike Aus, pendeta di gereja Theophilus di Katy, mengumumkan keputusannya untuk menjadi ateis dalam suatu acara televisi Minggu pagi di MSNBC.

"Hampir tidak ada orang yang membaca Alkitab," kata Aus dalam acara Up with Chris Hayes, "Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada dalam masalah."

Jemaat-jemaat di Gereja Theophilus sendiri, kepada Local 2, mengaku tidak tahu apa-apa tentang perubahan kepercayaan Aus sampai ia mengumumkannya sendiri melalui siaran televisi itu.

"Apakah Anda akan berkhotbah Minggu depan?" tanya Chris Hayes, pemandu acara tersebut.

"Saya akan kembali minggu depan dan bertemu dengan atasan Saya untuk membicarakan bagaimana selanjutnya," kata Aus. "Kita lihat saja nanti."

Aus adalah seorang pendeta Lutheran yang telah berkhotbah selama hampir 20 tahun. Sekarang, ia mengatakan bahwa ia tidak lagi mempercayai pesan-pesan yang telah dia khotbahkan itu. Ia pun telah menolak permintaan wawancara dari Local 2. Menurutnya, ia telah kehilangan imannya.
"Ketika Saya mulai membuang iman Saya, Saya pun menyadari belakangan ini bahwa tidak banyak yang harus Saya tinggalkan," kata Aus.

Dampak pernyataan Aus sangat dirasakan oleh gerejanya yang beranggotakan sekitar 80 orang. Sepekan setelah pengumumannya, gerejanya pun dibubarkan. Jemaatnya tidak mau berbicara lagi dengan Local 2, tetapi mereka mengatakan bahwa pendeta mereka telah menghancurkan mereka.

"Ketika seorang pendeta muncul dan berkata, 'Saya tidak lagi beriman,' maka itu akan mengguncangkan dunia mereka," kata Dr. Keith Jenkins, seorang pendeta Methodist, mantan presiden Houston Graduate School of Theology. "Jemaat melihat pendeta sebagai super hero spiritual."

Menurut Jenkins, banyak pemimpin gereja yang bertanya-tanya dan kemudian kehilangan iman mereka, tapi belum pernah ada sebelumnya yang kemudian menjadi fenomena umum.

Para pendeta, pelayan dan pemimpin gereja yang tidak lagi percaya TUHAN itu telah membentuk kelompok pertemuan rahasia melalui situs clergyproject.com. Menurut mereka, jumlah anggota yang ada sekarang telah mencapai 240 orang. Beberapa di antaranya, seperti Aus, telah terang-terangan mempublikasikan keputusan mereka. Sementara, pada umumnya memilih untuk merahasiakannya.

Mereka yang memilih untuk merahasiakan keputusan mereka, tetap aktif melayani di gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan, meskipun mereka tidak lagi percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.

"Saya yakin, ada banyak pendeta yang aktif melayani di gereja-gereja, tetapi sedang mengalami krisis iman dan bahkan kehilangan iman mereka, tetapi mereka belum keluar karena memikirkan kehidupan mereka," kata Jenkins.

"Mereka harus segera mengambil keputusan. Mereka tidak perlu tetap bertahan dalam gereja kemudian menggunakan posisi mereka sebagai pendeta dan mencoba mempengaruhi yang lain."

Sumber: Perisai.net
Baca Selengkapnya...

Rabu, 06 Juni 2012

Demi Pernikahan Bahagia, Lepaskan Masa Lalu !

Banyak dari pasangan suami istri yang terjebak dengan masa lalunya. Padahal, kalau dipikir-pikir semanis apapun hal tersebut, itu tetaplah kejadian yang sudah lampau.

Kita tidak bisa berjalan ke masa depan sambil berpijak di masa yang telah kita lewati. Jika ini terus dilakukan maka kehidupan pernikahan yang Anda jalani sekarang akan hambar dan bahkan penuh dengan konflik. Anda berdua justru akan menjadi korban dari apa yang Anda perbuat.

Adalah sebuah kebohongan jika ada yang berkata ia menjalani rumah tangga dengan bahagia walaupun tetap mengingat-ingat akan apa yang pernah dijalaninya. Sangat sedikit hal baik yang bisa diambil untuk kehidupan masa kini dan masa depan kala kita memutuskan memegang masa lalu.

Oleh sebab itu, mari lepaskan semua yang telah terjadi di kehidupan Anda masing-masing. Tatalah kehidupan masa kini dengan berorientasi hanya kepada masa yang datang. Sesungguhnya, ini akan membawa kebaikan bagi Anda pribadi dan juga tentu bagi pasangan Anda.

Dengan tidak menoleh kepada masa lalu, Anda sedang berkata kepada diri Anda ’saya bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan sekarang’. Dengan tidak menoleh kepada masa lalu juga, Anda sedang menjauhkan diri Anda sebagai pribadi yang suka membanding-bandingkan. Ingatlah bahwa salah satu sumber konflik di dalam keluarga adalah ketika salah satu pun pihak di dalam keluarga tersebut membanding-bandingkan pihak lain dengan orang lain yang pernah diketahui atau dikenalnya.

Nikmati apa yang Anda jalani sekarang ini dan minta Tuhan untuk memberkati kehidupan Anda. Lihatlah saat Anda melaksanakan hal ini, kehidupan bahtera rumah tangga keluarga Anda akan semakin penuh sukacita dan gembira.


Sumber: jawaban.com
Baca Selengkapnya...