Dengan mengklik mouse setiap kita dapat menemukan apapun yang kita inginkan: Belanja online, game online, persahabatan online bahkan sex online. Cepat, mudah, dan jika Anda tidak berhati-hati, Anda dapat terperangkap di dalamnya. Hal itu benar adanya, membahayakan bagi mereka yang terperangkap, dan menciptakan masalah bagi banyak orang bahkan banyak pernikahan. Apa yang sepertinya menyenangkan namun dapat menyebabkan Anda jauh dari komitmen pernikahan Anda dan juga hubungan Anda dengan Tuhan.
Mungkin saja Anda berpikir bahwa pandangan seperti ini sedikit berlebihan. Namun fakta menunjukkan bahwa kecanduan online bertumbuh pada tingkat yang fenomenal, seperti halnya untuk game online dan situs porno. Saat ini situs kencan online yang berkembang menawarkan hal-hal yang baru, mudah dan cepat untuk bertemu dengan pasangan masa depan Anda – tak memandang apakah Anda belum atau sudah menikah. Suka atau tidak, ada bahaya yang harus Anda sadari dalam dunia online. Tanpa langkah-langkah keamanan – seseorang yang dapat menjaga kita agar tetap jujur – godaan akan menjadi terlalu besar untuk dihadapi. Banyak orang yang berhasil mengatasi godaan, namun banyak juga yang jatuh dalam pencobaan dan menyebabkan kerusakan yang menghancurkan pernikahan, serta kehidupan emosional dan spiritual.
Sebuah surat yang masuk mungkin dapat menjadi contoh kasus dari apa yang kita bicarakan ini:
Dear Dr Hawkins,
Saya baru menikah 3 bulan dan belum menjadi awal yang baik. Saya baru saja menerima Tuhan Yesus secara pribadi. Masalah saya adalah dengan suami saya – dia adalah seorang yang tidak percaya Tuhan. Tiga minggu setelah kami menikah saya menemukan bahwa ia sangat menggemari dunia online dan telah membayar untuk memiliki akses pada situs-situs kencan. Dia bilang dia melakukan hal itu untuk melacak teman-temannya. Saya tidak percaya itu karena saya baru-baru ini menemukan bahwa dia juga telah bercakap-cakap dengan wanita yang ditemuinya melalui salah satu situs. Suami saya adalah seorang pria yang jauh lebih tua dan hati saya sangat sakit dengan sikapnya ini. Suami saya akan berusia 46 tahun di tahun ini sedangkan saya baru akan memasuki 30 tahun. Terlebih lagi ia telah menikah sebelumnya dan telah memiliki lima orang anak, semuanya berusia remaja, dan mereka semua tidak menyukai saya. Saya telah menyerahkan keadaan ini kepada Tuhan sepenuhnya dan juga kepada suami saya. Keluarga saya telah mengatakan kepada saya untuk meninggalkan suami saya tapi saya tidak ingin melanggar sumpah yang saya buat di hadapan Allah. Adakah saran untuk situasi ini?
Ya, ada banyak saran yang dapat saya berikan bagi Anda yang berada di dalam sutuasi seperti ini:
Pertama, buatlah batasan-batasan yang jelas dan sesuai bagi kegiatan online Anda dan pasangan. Sangatlah tidak pantas bagi setiap orang yang telah menikah untuk memiliki teman lawan jenis di internet. Pengaturan seperti ini berlaku untuk semua masalah. Karena adanya rahasia, belum lagi bangkitnya gairah dan kegembiraan dari persahabatan online dengan lawan jenis seringkali memicu timbulnya masalah.
Selanjutnya, sangat penting bagi Anda untuk membuat perlindungan dalam memantau kegiatan online. Pasangan suami istri harus memiliki kesepakatan tentang memeriksa history dari penggunaan komputer pasangan, bahkan menginstall program “watchdog” untuk memastikan akses ditolak pada situs-situs tertentu.
Kedua, karena pasangan jelas-jelas telah menipu Anda dengan kebohongannya, hal ini menunjukkan masalah yang lebh dalam. Tipu dayanya menunjukkan masalah lebih dalam yang perlu dieksplorasi, seperti kurangnya rasa hormat terhadap Anda, mengabaikan batasan-batasan yang sehat dan mungkin ketidakpuasan dalam pernikahan. Saya ingin tahu seberapa besar komitmennya atas janji pernikahan yang baru diucapkannya. Menciptakan persahabatan dengan wanita lain secara online menunjukkan masalah yang serius.
Ketiga, ada juga masalah keluarga tiri yang membutuhkan perhatian. Anda menunjukkan bahwa anak-anak dari suami tidak menyukai Anda. Kenapa? Apa yang telah Anda lakukan untuk menciptakan persahabatan dengan mereka? Apakah suami Anda merasa terjebak di tengah-tengah? Isu-isu ini, dikombinasikan dengan akltivitas online suami Anda, membutuhkan bantuan darurat pernikahan. Ini bukan waktunya untuk pasif menunggu, melainkan bersikap kritis dan langsung bertindak. Saya sangat setuju dan mendukung dengan pilihan Anda untuk meminta Tuhan membimbing dalam kebijaksanaan, dan berdoa sungguh-sungguh bagi pernikahan Anda, namun Anda juga harus mengambil tindakan. Sebuah intervensi diperlukan, saat Anda atau orang lain yang Anda berdua hormati, berhadapan langsung dengan suami untuk memberitahunya akan kelakuannya yang tidak pantas.
Melihat keadaan yang Anda hadapi saat ini, saya sangat menyarankan agar Anda segera mencari nasehat, dan tentu saja, secara tegas, ajak suami Anda untuk berpartisipasi dalam konseling bersama dengan Anda. Ada banyak hal yang harus dilakukan, namun tidak ada kata menyerah bagi pernikahan Anda. Inilah waktunya untuk mengambil tindakan, menetapkan batasan yang jelas, dan membiarkan suami Anda tahu bahwa Anda akan berjuang untuk menyelamatkan pernikahan.
Sumber: Jawaban.com
Baca Selengkapnya...
Selasa, 29 Mei 2012
Senin, 28 Mei 2012
Makin Beringas, Jemaat HKBP Filadelfia Dilempari Air Kencing
Massa intoleran makin bertindak beringas pada saat Minggu (27/5) kemarin. Sekitar pukul 08.00 WIB mereka menghadang Kepala HKBP Filadelfia, Tambun, Bekasi, Pendeta Palti Panjaitan yang hendak memimpin ibadah. “Massa bergerak menghadang di depan perumahan Vila Bekasi Indah 2, tidak jauh dari rumah saya. Anehnya, polisi membiarkan massa itu mendekati kami, dan malah bergerak bersama massa,” kata Panjaitan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (27/5).
Jemaat yang ingin beribadah itu dihujani bermacam-macam. Mulai dari batu, batok kelapa, botol-botol air mineral sampai telur busuk. Tak hanya itu, bahkan massa juga melempari jemaat HKBP dengan air kencing dan kodok sambil meneriakkan kata-kata kasar.
Disesalkan, petugas kepolisian yang semestinya melindungi jemaat tampak tak berdaya dan kalah oleh tekanan massa intoleran. Bahkan, akhirnya Kapolres Bekasi memerintahkan Pendeta Palti untuk membubarkan ibadah bila tidak ingin ada korban jatuh lebih parah dan lebih banyak. Maka kegiatan ibadah pun berhenti pada pukul 09.00 WIB.
Di sisi lain, ada beberapa pengaruh positif dari peristiwa ini. Jemaat GKI Yasmin Bogor pun melakukan kebaktian bersama jemaat HKBP Filadelfia sebagai salah satu wujud peduli. Pendeta Hariman Patianakota dari Gereja Kristen Pasundan yang ditunjuk PGI untuk memimpin ibadah menyerukan pada jemaat agar tetap memelihara kasih di tengah perbedaan dan konflik yang mereka hadapi. Tak hanya itu, beberapa simpatisan dan tokoh nasional tampil memberi orasi. Bungaran Saragih, mantan Menteri Pertanian era Presiden Megawati menyatakan kekagumannya pada perjuangan jemaat. Kendati diperlakukan tidak adil, tetapi jemaat tetap memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Sekitar pukul 15.00 WIB jemaat membubarkan diri dengan tertib sambil memunguti sampah-sampah yang berserakan di sekitar mereka.
Perjuangan mereka agar dapat bebas beribadah perlu mendapatkan perhatian dari semua umat Kristen di Indonesia bahkan di dunia. PBB pun menyoroti intoleransi yang terjadi di Indonesia. Kita tetap percaya bahwa Indonesia suatu hari akan diubah dan menjadi negara yang benar-benar Bhineka Tunggal Ika.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Jemaat yang ingin beribadah itu dihujani bermacam-macam. Mulai dari batu, batok kelapa, botol-botol air mineral sampai telur busuk. Tak hanya itu, bahkan massa juga melempari jemaat HKBP dengan air kencing dan kodok sambil meneriakkan kata-kata kasar.
Disesalkan, petugas kepolisian yang semestinya melindungi jemaat tampak tak berdaya dan kalah oleh tekanan massa intoleran. Bahkan, akhirnya Kapolres Bekasi memerintahkan Pendeta Palti untuk membubarkan ibadah bila tidak ingin ada korban jatuh lebih parah dan lebih banyak. Maka kegiatan ibadah pun berhenti pada pukul 09.00 WIB.
Di sisi lain, ada beberapa pengaruh positif dari peristiwa ini. Jemaat GKI Yasmin Bogor pun melakukan kebaktian bersama jemaat HKBP Filadelfia sebagai salah satu wujud peduli. Pendeta Hariman Patianakota dari Gereja Kristen Pasundan yang ditunjuk PGI untuk memimpin ibadah menyerukan pada jemaat agar tetap memelihara kasih di tengah perbedaan dan konflik yang mereka hadapi. Tak hanya itu, beberapa simpatisan dan tokoh nasional tampil memberi orasi. Bungaran Saragih, mantan Menteri Pertanian era Presiden Megawati menyatakan kekagumannya pada perjuangan jemaat. Kendati diperlakukan tidak adil, tetapi jemaat tetap memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Sekitar pukul 15.00 WIB jemaat membubarkan diri dengan tertib sambil memunguti sampah-sampah yang berserakan di sekitar mereka.
Perjuangan mereka agar dapat bebas beribadah perlu mendapatkan perhatian dari semua umat Kristen di Indonesia bahkan di dunia. PBB pun menyoroti intoleransi yang terjadi di Indonesia. Kita tetap percaya bahwa Indonesia suatu hari akan diubah dan menjadi negara yang benar-benar Bhineka Tunggal Ika.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Tipe Pria Seperti Ini Wajib Dihindari
Anda jomblo dan ingin segera punya pasangan? Jangan terburu-buru. Perdalam pengenalan Anda dengan pribadi calon pasangan Anda dan juga sifat-sifatnya. Sebelum jadi korban, kenali dulu tipe-tipe pria yang harus dihindari.
Temperamental
Emosi berlebihan adalah salah satu pemicu seseorang untuk bertindak kasar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kalau masalah kecil saja sudah membuatnya marah besar, bahkan sampai kasar, itu berarti sudah berbahaya. Selain memaki, dia bisa saja melakukan tindakan yang akan menyakiti Anda.
Posesif
Ini itu dilarang? Kumpul sama teman tidak boleh, ke manapun harus seijin dia, aktivitas Anda harus dibawah pengawasannya? Berarti pria itu cenderung posesif. Pria posesif biasanya tidak suka hal yang tak sesuai harapannya. Cenderung mudah cemburu, termasuk dalam masalah waktu, misalnya waktu bersama teman atau keluarga. Menjalin hubungan dengan pria seperti ini akan emmbuat hidup Anda terkekang dan tidak bisa menghirup kebebasan.
Main Pukul
Sudah tidak diragukan lagi kalau dia adalah pria kasar. Kalau Anda selalu mendapat memar dan rasa sakit di tubuh, itu berarti dia sudah melakukan pelecehan fisik. Terlalu lama bersama pria seperti ini biasanya akan membuat Anda tidak percaya diri, tertutup, dan selalu ketakutan. Dan siapapun tidak pantas menerimanya. Kalau masih pacaran saja sudah seperti ini, apalagi kalau sudah menikah?
Suka Merendahkan
Selain “main tangan”, perilaku kasar juga bisa ditunjukkan dengan kata-kata. Biasanya pria seperti ini suka merendahkan pasangannya. Dan tanpa ragu ia akan melontarkannya di depan Anda dan bahkan semakin menjadi saat Anda berusaha membela diri. Anda harus waspada saat dia bahkan berani merendahkan Anda di depan umum.
Pendendam
Kesulitan mengatasi rasa marah bisa membuat seseorang menjadi pendendam. Kalau ia mengancam untuk menyakiti atau melakukan balas dendam atas perilaku Anda yang tak disukainya, waspadalah. Ini perlu ditanggapi secara serius untuk menghindari kejadian yang lebih buruk lagi.
Mencari pasangan berarti mencari teman hidup. Umumnya kita mencari teman hidup yang dapat membangun pribadi kita menjadi lebih baik, yang dapat melindungi, menjaga kita. Bukan hanya menjadi pasangan namun juga menjadi sahabat serta saudara dan membuat kita senantiasa merasa aman dan nyaman. Dalam mencari pasangan, jangan lupa minta campur tangan Tuhan. Biar Tuhan memberikan pasangan yang terbik bagi hidup kita.
Sumber :
kompas
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Temperamental
Emosi berlebihan adalah salah satu pemicu seseorang untuk bertindak kasar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kalau masalah kecil saja sudah membuatnya marah besar, bahkan sampai kasar, itu berarti sudah berbahaya. Selain memaki, dia bisa saja melakukan tindakan yang akan menyakiti Anda.
Posesif
Ini itu dilarang? Kumpul sama teman tidak boleh, ke manapun harus seijin dia, aktivitas Anda harus dibawah pengawasannya? Berarti pria itu cenderung posesif. Pria posesif biasanya tidak suka hal yang tak sesuai harapannya. Cenderung mudah cemburu, termasuk dalam masalah waktu, misalnya waktu bersama teman atau keluarga. Menjalin hubungan dengan pria seperti ini akan emmbuat hidup Anda terkekang dan tidak bisa menghirup kebebasan.
Main Pukul
Sudah tidak diragukan lagi kalau dia adalah pria kasar. Kalau Anda selalu mendapat memar dan rasa sakit di tubuh, itu berarti dia sudah melakukan pelecehan fisik. Terlalu lama bersama pria seperti ini biasanya akan membuat Anda tidak percaya diri, tertutup, dan selalu ketakutan. Dan siapapun tidak pantas menerimanya. Kalau masih pacaran saja sudah seperti ini, apalagi kalau sudah menikah?
Suka Merendahkan
Selain “main tangan”, perilaku kasar juga bisa ditunjukkan dengan kata-kata. Biasanya pria seperti ini suka merendahkan pasangannya. Dan tanpa ragu ia akan melontarkannya di depan Anda dan bahkan semakin menjadi saat Anda berusaha membela diri. Anda harus waspada saat dia bahkan berani merendahkan Anda di depan umum.
Pendendam
Kesulitan mengatasi rasa marah bisa membuat seseorang menjadi pendendam. Kalau ia mengancam untuk menyakiti atau melakukan balas dendam atas perilaku Anda yang tak disukainya, waspadalah. Ini perlu ditanggapi secara serius untuk menghindari kejadian yang lebih buruk lagi.
Mencari pasangan berarti mencari teman hidup. Umumnya kita mencari teman hidup yang dapat membangun pribadi kita menjadi lebih baik, yang dapat melindungi, menjaga kita. Bukan hanya menjadi pasangan namun juga menjadi sahabat serta saudara dan membuat kita senantiasa merasa aman dan nyaman. Dalam mencari pasangan, jangan lupa minta campur tangan Tuhan. Biar Tuhan memberikan pasangan yang terbik bagi hidup kita.
Sumber :
kompas
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Sikap Kita Pada Pembantu Pengaruhi Karakter Kita
Apa yang kita lakukan di dalam rumah akan mempengaruhi sikap kita di luar rumah, salah satunya adalah bagaimana cara kita memperlakukan pembantu. Berikut adalah beberapa kisah yang mungkin dapat mengubah sikap dan paradigma anda dalam memperlakukan pembantu anda di rumah :
Siapa yang Bayar Siapa yang Perintah
Bi Tini adalah pembantu di rumah Nanda, namun sejak kecil orangtua Nanda mendidiknya untuk tidak seenaknya memerintah Bi Tini. Ibunya selalu berpesan: “Nanda, yang bayar gaji Bi Tini adalah mama. Jadi cuma mama yang boleh perintah Bi Tini, kalau Nanda butuh bantuan Nanda boleh minta tolong. Itu pun juga kalau Bi Tini bisa jadi Nanda tidak boleh memaksa yaaa…,” ajar ibu Nanda.
Kebiasaan mandiri yang dimulai dari dalam rumah inilah yang dibawa Nanda masuk ke masyarakat, hasilnya pun luar biasa. Nanda menjadi sosok yang kreatif dan tidak bergantung pada orang lain, baginya kehidupannya merupakan tanggung jawab dirinya sendiri.
Dimulai dengan “Tolong” akhiri dengan “Terima Kasih”
Ada banyak nama Rina di kampus, tapi hanya satu Rina yang dikenal sebagai, “Rina si Ramah”. Hal ini tidak terjadi begitu saja, sifat Rina yang ramah pada setiap orang membuatnya menjadi sosok yang sangat dicintai dan dikagumi orang-orang di sekitarnya.
Saat diselidiki, ternyata hal ini adalah kebiasaan Rina yang dibawa dari rumah. “Saya selalu melihat mama papa mengucapkan ‘tolong dan terima kasih’ bahkan kepada pembantu. Hal itu mengajarkan saya untuk rendah hati dan mengapresiasi pekerjaan orang lain dengan baik, ungkap Rina sembari tersenyum.
Kasihilah Sesamamu, Termasuk Pembantumu
Sejak kecil Joni melihat kedua orangtuanya memperlakukan pembantunya dengan penuh kasih, mereka kerap membantu Bi Minah setiap kali Bi Minah kesulitan, bahkan orangtua Joni memperlakukan anak Bi Minah, Rio sama seperti mereka memperlakukan Joni. Sampai akhirnya ketika ayah Rio jatuh bangkrut, keluarga memutuskan untuk tidak lagi mempekerjakan Bi Minah karena tidak mampu membayar. Namun saat hal itu disampaikan, Bi Minah justru bekerja tanpa dibayar asal dia dan anaknya bisa tetap berada dalam lingkungan keluarga Rio.
“Saya banyak belajar tentang kasih di keluarga ini Pak, saya tidak mau meninggalkan rumah ini. Biar saya tetap bekerja di sini dan membantu keluarga ini, karena saya percaya keluarga ini adalah keluarga yang diberkati Tuhan,” ucap Bi Minah dengan terisak.
Teladan kasih yang didapatkan Joni dari kedua orangtuanya membuat Joni menjadi pribadi yang penuh kasih. Tak heran, Joni menjadi sosok yang sangat dikagumi teman-temannya bahkan selalu menjadi pembawa damai di lingkungan tempatnya berada.
Karakter yang baik bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir seperti halnya bakat atau talenta. Karakter adalah hasil dari pilihan dan keputusan yang kita buat, jadi tidak ada kata terlambat untuk melatih diri memiliki karakter yang baik.
Sumber : jawaban.com Baca Selengkapnya...
Siapa yang Bayar Siapa yang Perintah
Bi Tini adalah pembantu di rumah Nanda, namun sejak kecil orangtua Nanda mendidiknya untuk tidak seenaknya memerintah Bi Tini. Ibunya selalu berpesan: “Nanda, yang bayar gaji Bi Tini adalah mama. Jadi cuma mama yang boleh perintah Bi Tini, kalau Nanda butuh bantuan Nanda boleh minta tolong. Itu pun juga kalau Bi Tini bisa jadi Nanda tidak boleh memaksa yaaa…,” ajar ibu Nanda.
Kebiasaan mandiri yang dimulai dari dalam rumah inilah yang dibawa Nanda masuk ke masyarakat, hasilnya pun luar biasa. Nanda menjadi sosok yang kreatif dan tidak bergantung pada orang lain, baginya kehidupannya merupakan tanggung jawab dirinya sendiri.
Dimulai dengan “Tolong” akhiri dengan “Terima Kasih”
Ada banyak nama Rina di kampus, tapi hanya satu Rina yang dikenal sebagai, “Rina si Ramah”. Hal ini tidak terjadi begitu saja, sifat Rina yang ramah pada setiap orang membuatnya menjadi sosok yang sangat dicintai dan dikagumi orang-orang di sekitarnya.
Saat diselidiki, ternyata hal ini adalah kebiasaan Rina yang dibawa dari rumah. “Saya selalu melihat mama papa mengucapkan ‘tolong dan terima kasih’ bahkan kepada pembantu. Hal itu mengajarkan saya untuk rendah hati dan mengapresiasi pekerjaan orang lain dengan baik, ungkap Rina sembari tersenyum.
Kasihilah Sesamamu, Termasuk Pembantumu
Sejak kecil Joni melihat kedua orangtuanya memperlakukan pembantunya dengan penuh kasih, mereka kerap membantu Bi Minah setiap kali Bi Minah kesulitan, bahkan orangtua Joni memperlakukan anak Bi Minah, Rio sama seperti mereka memperlakukan Joni. Sampai akhirnya ketika ayah Rio jatuh bangkrut, keluarga memutuskan untuk tidak lagi mempekerjakan Bi Minah karena tidak mampu membayar. Namun saat hal itu disampaikan, Bi Minah justru bekerja tanpa dibayar asal dia dan anaknya bisa tetap berada dalam lingkungan keluarga Rio.
“Saya banyak belajar tentang kasih di keluarga ini Pak, saya tidak mau meninggalkan rumah ini. Biar saya tetap bekerja di sini dan membantu keluarga ini, karena saya percaya keluarga ini adalah keluarga yang diberkati Tuhan,” ucap Bi Minah dengan terisak.
Teladan kasih yang didapatkan Joni dari kedua orangtuanya membuat Joni menjadi pribadi yang penuh kasih. Tak heran, Joni menjadi sosok yang sangat dikagumi teman-temannya bahkan selalu menjadi pembawa damai di lingkungan tempatnya berada.
Karakter yang baik bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir seperti halnya bakat atau talenta. Karakter adalah hasil dari pilihan dan keputusan yang kita buat, jadi tidak ada kata terlambat untuk melatih diri memiliki karakter yang baik.
Sumber : jawaban.com Baca Selengkapnya...
Kisah Cinta Seorang Penginjil Youtube
Jefferson Bethke, penginjil muda yang menghebohkan dunia maya karena video testimoninya di Youtube yang berjudul “Why I Hate Religion, But Love Jesus” baru-baru ini memberitakan bahwa dia akan segera menikah dengan wanita yang sudah dua tahun menjadi kekasihnya. Kepada Christian Post, pasangan muda itu membagikan pandangan mereka tentang pernikahan, iman dan cinta.
Alyssa Joy Fenton (24) gadis yang akan segera menjadi istri Bethke (22) itu adalah teman satu kampus Bethke. Namun mereka belum terlalu saling mengenal sampai akhirnya ketika lulus dari perguruan tinggi Southern California, mereka bertemu lagi dalam sebuah acara pernikahan.
Sejak perkenalan itu, baik Fenton maupun Bethke saling mendoakan. Bahkan menurut Bethke, sejak kencan pertama dia sudah mengetahui bahwa Fenton akan menjadi istrinya. "Bahkan setelah kencan pertama kami, ibuku bertanya mengapa saya bercahaya, dan saya berkata, 'saya baru saja bertemu calon istri saya,'" ungkap Fenton kepada CP.
Baik Fenton maupun Betkhe percaya bahwa yang mempertemukan dan menyatukan mereka adalah Tuhan. “Tanpa Tuhan kami tidak akan bersama seperti ini, atau sekalipun kami bersama, hubungan kami akan biasa-biasa saja karena kami masing-masing akan terlalu egois,” ungkap Fenton.
“Alkitab mengajarkan bahwa kita mencintai karena Allah lebih dahulu mencintai kami. Tanpa Allah, saya tidak akan tahu bagaimana cara mengasihi, berkorban, menghormati. Disitulah letak persamaan kami, kami membangun hubungan kami dengan terlebih dulu mengasihi Tuhan,” ungkap Bethke.
Banyak pasangan muda yang fokus pada pasangannya dan cenderung mengabaikan Tuhan, namun hal itu justru kerap menimbulkan banyak kegagalan dalam hubungan. Sebaliknya, dengan meletakkan fokus utama kita pada Tuhan maka Tuhan akan memberikan peneguhan terhadap hubungan kita. Kisah cinta Fenton dan Betkhe membuktikan bahwa segala sesuatu yang dimulai besama Tuhan akan lebih bertahan lama serta indah pada waktu-Nya.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Alyssa Joy Fenton (24) gadis yang akan segera menjadi istri Bethke (22) itu adalah teman satu kampus Bethke. Namun mereka belum terlalu saling mengenal sampai akhirnya ketika lulus dari perguruan tinggi Southern California, mereka bertemu lagi dalam sebuah acara pernikahan.
Sejak perkenalan itu, baik Fenton maupun Bethke saling mendoakan. Bahkan menurut Bethke, sejak kencan pertama dia sudah mengetahui bahwa Fenton akan menjadi istrinya. "Bahkan setelah kencan pertama kami, ibuku bertanya mengapa saya bercahaya, dan saya berkata, 'saya baru saja bertemu calon istri saya,'" ungkap Fenton kepada CP.
Baik Fenton maupun Betkhe percaya bahwa yang mempertemukan dan menyatukan mereka adalah Tuhan. “Tanpa Tuhan kami tidak akan bersama seperti ini, atau sekalipun kami bersama, hubungan kami akan biasa-biasa saja karena kami masing-masing akan terlalu egois,” ungkap Fenton.
“Alkitab mengajarkan bahwa kita mencintai karena Allah lebih dahulu mencintai kami. Tanpa Allah, saya tidak akan tahu bagaimana cara mengasihi, berkorban, menghormati. Disitulah letak persamaan kami, kami membangun hubungan kami dengan terlebih dulu mengasihi Tuhan,” ungkap Bethke.
Banyak pasangan muda yang fokus pada pasangannya dan cenderung mengabaikan Tuhan, namun hal itu justru kerap menimbulkan banyak kegagalan dalam hubungan. Sebaliknya, dengan meletakkan fokus utama kita pada Tuhan maka Tuhan akan memberikan peneguhan terhadap hubungan kita. Kisah cinta Fenton dan Betkhe membuktikan bahwa segala sesuatu yang dimulai besama Tuhan akan lebih bertahan lama serta indah pada waktu-Nya.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Orangtua Ingin Bercerai, Harus Bagaimana?
Perceraian selalu membawa dampak buat orang yang terlibat di dalamnya. Pasangan suami istri itu sendiri maupun anak-anak mereka merasakannya. Namun, bagi para remaja, perceraian itu dapat membawa dampak yang lebih besar. Di dalam buku Anthony Wolf (1998) “Why Did You Have to Get a Divorce? And When Can I Get a Hamster?” pun memberikan penjelasan mengenai dampak tersebut.
Orangtua Harus Dapat Melihat Ini
Bagi kebanyakan remaja, perceraian orangtua membuat mereka kaget sekaligus terganggu. Remaja sudah merasa cukup sulit mengendalikan kehidupan mereka sendiri sehingga pasti tidak ingin diganggu dengan kehidupan orangtua yang mengungkapkan perceraian. Mereka tidak memiliki ruang atau waktu lagi terhadap gangguan perceraian orangtua dalam kehidupan mereka.
Meskipun mereka kelihatannya mandiri namun sesungguhnya mereka tidak mandiri. Meskipun menjauh dari orangtua, mencari lebih banyak kemandirian dan kebebasan, remaja tetap ingin mengetahui bahwa orangtua masih ada jika mereka membutuhkan. Perceraian akan merongrong semuanya, mengganggu landasan rasa aman yang mereka butuhkan untuk menghadapi semua isu remaja. Kondisi seperti ini menghasilkan kemandirian yang dipaksakan dan perkembangan yang tidak diinginkan remaja.
Mereka dapat berkata, “Aku tidak peduli jika mereka bercerai. Aku benci mereka berdua. Semua yang mereka lakukan akhir-akhir ini membuat hidupku sengsara. Mereka tidak akan membiarkan aku melakukan apapun yang aku inginkan. Mereka terus mendesak aku untuk hal-hal yang benar-benar bodoh. Aku sungguh tidak peduli pada apa yang mereka lakukan.” Namun, sebenarnya mereka sangat peduli, perasaan mereka bisa menjadi sangat rumit.
Bagaimana Remaja Harus Menghadapinya?
Menurut Alkitab, setiap pasangan yang sudah dipersatukan Allah, tidak bisa diceraikan manusia. Namun, bagaimana jika berada di dalam keluarga yang sudah terlanjur bercerai? Sebagai seorang remaja, menghadapi perceraian orangtua merupakan sebuah masalah yang rumit. Tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Karena itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan :
Taruh di dalam pikiranmu bahwa semua masalah yang ada sifatnya hanya sementara, kita pasti dimampukan Tuhan untuk mengatasinya. Karena itu, jangan sampai putus asa menghampiri. Jangan biarkan pikiran negatif mengembara kemana-mana.
Minta Tuhan untuk mempersatukan orangtua kembali dengan sungguh-sungguh dan tanpa menyerah.
Ingat, masa depanmu ditentukan dari bagaimana engkau bertindak saat ini dan membuat keputusan. Jika kita memutuskan untuk menyerah dalam hidup karena masalah tertentu, maka masa depan kita pun menyerah terhadap kita. Karena itu, ingat tentang masa depan yang ingin kau tuju. Jangan fokus kepada saat ini.
Kiranya Tuhan mempersatukan kembali keluarga yang retak dan setiap pasangan yang ada mau berubah dengan sungguh-sungguh sehingga anak-anak tidak mengalami dampak buruknya.
Sumber :
kompas-telaga by lois horiyanti/jawaban.com
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Orangtua Harus Dapat Melihat Ini
Bagi kebanyakan remaja, perceraian orangtua membuat mereka kaget sekaligus terganggu. Remaja sudah merasa cukup sulit mengendalikan kehidupan mereka sendiri sehingga pasti tidak ingin diganggu dengan kehidupan orangtua yang mengungkapkan perceraian. Mereka tidak memiliki ruang atau waktu lagi terhadap gangguan perceraian orangtua dalam kehidupan mereka.
Meskipun mereka kelihatannya mandiri namun sesungguhnya mereka tidak mandiri. Meskipun menjauh dari orangtua, mencari lebih banyak kemandirian dan kebebasan, remaja tetap ingin mengetahui bahwa orangtua masih ada jika mereka membutuhkan. Perceraian akan merongrong semuanya, mengganggu landasan rasa aman yang mereka butuhkan untuk menghadapi semua isu remaja. Kondisi seperti ini menghasilkan kemandirian yang dipaksakan dan perkembangan yang tidak diinginkan remaja.
Mereka dapat berkata, “Aku tidak peduli jika mereka bercerai. Aku benci mereka berdua. Semua yang mereka lakukan akhir-akhir ini membuat hidupku sengsara. Mereka tidak akan membiarkan aku melakukan apapun yang aku inginkan. Mereka terus mendesak aku untuk hal-hal yang benar-benar bodoh. Aku sungguh tidak peduli pada apa yang mereka lakukan.” Namun, sebenarnya mereka sangat peduli, perasaan mereka bisa menjadi sangat rumit.
Bagaimana Remaja Harus Menghadapinya?
Menurut Alkitab, setiap pasangan yang sudah dipersatukan Allah, tidak bisa diceraikan manusia. Namun, bagaimana jika berada di dalam keluarga yang sudah terlanjur bercerai? Sebagai seorang remaja, menghadapi perceraian orangtua merupakan sebuah masalah yang rumit. Tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Karena itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan :
Taruh di dalam pikiranmu bahwa semua masalah yang ada sifatnya hanya sementara, kita pasti dimampukan Tuhan untuk mengatasinya. Karena itu, jangan sampai putus asa menghampiri. Jangan biarkan pikiran negatif mengembara kemana-mana.
Minta Tuhan untuk mempersatukan orangtua kembali dengan sungguh-sungguh dan tanpa menyerah.
Ingat, masa depanmu ditentukan dari bagaimana engkau bertindak saat ini dan membuat keputusan. Jika kita memutuskan untuk menyerah dalam hidup karena masalah tertentu, maka masa depan kita pun menyerah terhadap kita. Karena itu, ingat tentang masa depan yang ingin kau tuju. Jangan fokus kepada saat ini.
Kiranya Tuhan mempersatukan kembali keluarga yang retak dan setiap pasangan yang ada mau berubah dengan sungguh-sungguh sehingga anak-anak tidak mengalami dampak buruknya.
Sumber :
kompas-telaga by lois horiyanti/jawaban.com
Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Jatuh di Gereja, Jemaat Tuntut Gereja
Cheryl Jones, seorang jemaat simpatisan menuntut gereja kerena terluka ketika terjatuh dan tidak sadarkan diri saat pencurahan Roh Kudus. Jones menyayangkan sebuah gereja di East St Louis, Illinois, Amerika Serikat, tidak menyediakan pelayan yang bertugas untuk menangkap jemaat yang jatuh ketika kepenuhan Roh.
"Mereka seharusnya memperingatkan Cheryl dan orang-orang sepertinya tentang bahaya, terutama apa yang mungkin terjadi, jika mereka tidak akan memiliki diaken atau umat paroki untuk membantu orang-orang ketika mereka jatuh," ungkap pengacara Cheryl Jones, Brian Millikan seperti dilansir dari ABCNews..
Jones menuntut gereja untuk membayar biaya medis yang harus ditanggungnya akibat kejadian itu. Menurut Jones, biasaya ada dua orang pelayan yang akan berdiri di setiap sisi jemaat untuk mencegah jemaat jatuh dan terluka, namun sayangnya ketika dia terjatuh tidak ada yang menjaganya.
Menurut Jonathan Turley, professor fakultas hukum George Washington University, hal ini membuktikan gereja tidak kebal dari hukum. Gereja tetap harus mengambil tindakan pencegahan yang wajar. Namun pihak gereja sendiri tidak memberikan komentar mengenai pengaduan ini.
Tidak ada penjelasan yang logis ketika seseorang mengaku kepenuhan Roh hingga akhirnya terjatuh. Namun, jika seseorang benar-benar merasakan hal supranatural itu, seharusnya mereka tidak memikirkan lagi tentang keadaan mereka dan hanya fokus pada hadirat Allah.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
"Mereka seharusnya memperingatkan Cheryl dan orang-orang sepertinya tentang bahaya, terutama apa yang mungkin terjadi, jika mereka tidak akan memiliki diaken atau umat paroki untuk membantu orang-orang ketika mereka jatuh," ungkap pengacara Cheryl Jones, Brian Millikan seperti dilansir dari ABCNews..
Jones menuntut gereja untuk membayar biaya medis yang harus ditanggungnya akibat kejadian itu. Menurut Jones, biasaya ada dua orang pelayan yang akan berdiri di setiap sisi jemaat untuk mencegah jemaat jatuh dan terluka, namun sayangnya ketika dia terjatuh tidak ada yang menjaganya.
Menurut Jonathan Turley, professor fakultas hukum George Washington University, hal ini membuktikan gereja tidak kebal dari hukum. Gereja tetap harus mengambil tindakan pencegahan yang wajar. Namun pihak gereja sendiri tidak memberikan komentar mengenai pengaduan ini.
Tidak ada penjelasan yang logis ketika seseorang mengaku kepenuhan Roh hingga akhirnya terjatuh. Namun, jika seseorang benar-benar merasakan hal supranatural itu, seharusnya mereka tidak memikirkan lagi tentang keadaan mereka dan hanya fokus pada hadirat Allah.
Sumber: Jawaban.com Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)





