googleb2757ebb443295f5 Kebenaran Kristiani

Senin, 02 April 2012

#6: WRONG ROCK ( Batu yang Keliru )

Lihatlah di antara bangsa-bangsa Dan perhatikanlah, jadilah heran dan Tercengang-cengang, sebab Aku melakukan Suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak Akan kamu percayai, jika diceritakan
Habakuk 1 : 5


Dari tempat kita dalam hari hari-hari awal di abad ke-21, kita dapat melihat sedikit dari rencana Tuhan. Si “Kekejian yang membawa kebinasaan ( The Abomination that maketh Desolate )” bukan seorang antikris dalam masa depan kita; hal itu adalah sebuah bangunan Agama Islam yang telah berdiri di Gunung Moria selama lebih dari 1300 tahun. Tetapi seperti yang dikatakan Habakuk diatas, kita tidak dapat mempercayai-Nya jika Dia memberitahukan sesuatu kepada kita yang berhubungan dengan masa depan, dan sekarang apa yang kita dapat lihat atas hal itu, kita akan sangat sulit mempercayainya.


LOKASI BAIT SUCI SALOMO

Ke-1290 hari dari Daniel, ketika diinterpretasikan sebagai tahun, yang ternyata sangat sesuai dengan suatu peristiwa dalam sejarah adalah tidak cukup bukti untuk membuktikan bahwa semua nubuatan “hari” seharusnya dipahami sebagai tahun - bahkan ketika 1290 hari tepat pada suatu peristiwa yang luar biasa sebagai pembangunan dari the Dome of the Rock di gunung Moria, yang sesuai dengan tahunnya. Bagaimanapun, dalam 70 masa Daniel, kita melihat bahwa 69 dari masa tersebut adalah sungguh-sungguh penggenapan dalam hitungan tahun yang digenapi pada salib. Sejak ada suatu sistem waktu nubuatan dari Tuhan yang digunakan pada salah satu bagian Firman Tuhan, bukankah tidak diperlukan lagi firman-firman yang mengesahkan untuk merubah metode kita dalam menterjemahkan jika kita melihat nubuatan mengenai hari pada bagian lain ?

Bukankah hal ini akan menjadi tidak pantas untuk melepaskan sistem yang diperintahkan oleh firman yang suci yang telah terbukti bekerja dengan baik dan mencoba untuk menginterpretasikan “hari” dengan beberapa cara lain, khususnya sejak hal itu akan bertentangan dengan, saya memberikan kalian " satu hari untuk satu tahun " ? Tentu saja, agar tetap sama dengan Firman, kita pada akhirnya harus melihat kemungkinan lain dari sejarah hari-tahun yang memenuhi kriteria tersebut dalam nubuatan “hari“ yang lain dalam Alkitab.


Mari kita mulai dengan mencari tahu dimana tempat lokasi yang sebenarnya dari Bait Suci. Adalah sudah menjadi kepercayaan yang umum bahwa Bait Suci berdiri pada tempat yang sekarang menjadi lokasi dari Dome of the Rock Agama Islam, tetapi baik Firman dan arkeologi ternyata tidak mendukung pandangan tersebut. Mari kita melihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai dimana Bait Suci dibangun...

2 Taw 3:1 “ Salomo mulai mendirikan Rumah Tuhan di Yerusalem di gunung Moria, dimana Tuhan menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, ditempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.”

Sekarang saya bukan seorang petani, jadi saya tidak menyatakan bahwa saya mengetahui banyak mengenai menebah biji-bijian, bagaimanapun, kalian dapat menemukan gambar-gambar apa yang digunakan ketika para petani menebah biji-bijian pada waktu jaman dahulu. Para petani juga memakai binatang-binatang yang dipasang alat-alat menebah atau mereka berdiri disekitar area yang datar yang biasa disebut lantai tebah dimana kemudian mereka secara manual memukul biji-bijan agar terlepas dari kulitnya. Mereka masih melakukan hal yang sama pada banyak tempat di negara-negara dunia ketiga. Tetapi tanpa peduli dengan cara yang mereka pakai, lantai tebah seharusnya adalah suatu tempat yang benar-benar datar dan lebih disukai di bukit yang berangin dimana angin akan meniup kulit sehingga terlepas.

Sekarang as-Sakhra, bebatuan yang ada di the Dome of The Rock dibangun adalah sesungguhnya berada di atas sebuah bukit, tetapi tidak ada petani dengan otak yang waras akan ingin mencoba menebah disana, sebab as-Sakhra adalah sangat kasar seperti sebuah batang jagung. Setiap petani akan memilih batu yang datar, pada ketinggian yang sama, pada bukit yang sama, yang hanya berjarak 300 kaki ke utara. Jadi tanpa bantuan arkeologis, dari Firman sendiri, 2 Taw 3:1, kita dapat mengetahui lokasi yang benar dari Bait Suci.

Sekarang biarkan periuk maju ke depan 1100 tahun dan membayangkan diri kita sendiri berada di pulau kecil Patmos pada akhir abad ke-1, mencari dunia melalui mata dari Rasul Yohanes seperti saat dia menulis kitab Wahyu. Hal ini kira-kira 70 tahun setelah Yesus disalibkan, Bangsa Yahudi telah sekali lagi memberontak melawan Roma seperti yang telah pernah mereka lakukan sekali pada tahun 65 M. Pasukan Roma silih berganti dikirim ke Tanah Suci untuk menumpas pemberontakan yang terus berlanjut. Karena kehilangan kesabaran, Roma akhirnya mengirimkan jenderal terbaiknya untuk menundukkan Yerusalem dan seluruh kota hampir dihancurkan. Diperkirakan 1.000.000 orang Yahudi dibunuh dengan pedang dan disiksa dan Bait Suci kedua yang indah dihancurkan sampai rata dengan tanah. Dibutuhkan waktu 45 tahun untuk membangunnya, tetapi batu demi batu dilemparkan ke lembah Tyropoen dan Kidron seperti yang telah dinubuatkan Yesus 37 tahun sebelumnya : ”tidak ada satu batupun yang akan tersisa.” Nubuatan-Nya mengenai penghancuran yang akan datang dicatat dalam tiga tempat, Mat. 24:2, Mark. 13:2 dan Luk. 21:6.


Orang-orang Kristen di kota Yerusalem mengingat nubuatan Tuhan Yesus tersebut, jadi sebelum kota benar-benar dihancurkan, mereka meninggalkan Yerusalem dengan tergesa-gesa. Catatan gereja mula-mula memastikan bahwa tidak ada orang Kristen yang tertinggal di kota dan bahwa tidak ada orang Kristen hidup yang hilang sebagai akibat dari pembantaian. Penghancuran Bait Suci begitu sempuna, sehingga kenangan dan ingatan mengenai lokasi yang tepat dari bait Suci kemudian hilang. Lalu, kecuali untuk waktu yang singkat berdiri Kuil Jupiter, Bait Suci rumah Tuhan tetap dalam kondisi puing-puing dan rata dengan tanah hampir selama 600 tahun (Menurut Tacitus, kota dipenuhi dengan 600.000 pendatang. Setelah lima bulan, tembok-tembok diruntuhkan, Bait Suci dibakar, dan seluruh kota jatuh di bawah pedang. Josephus menyatakan bahwa 1 juta orang Yahudi di bunuh dan 95 ribu menjadi tawanan. Henry Halley, Halley’s Bible Handbook [ Grand Rapids, MI, Zondervan, 1965 ], hal 655-656. Eusibius menulis, “ Pada bagian yang lain, jemaat gereja Yerusalem, yang dipimpin oleh oracle yang mengetahui wahyu tersebut kemudian meninggalkan kota dan mengungsi dan diam di kota-kota di Perea, yang mereka sebut Pella.” Ecclesiasical History, Book 3, v. 5. In, 3-4).

Dan kemudian pada tahun 685 M, gubernur pemerintah Islam di Yerusalem, salah satu kalifah Abd el Malik ibn Marwan, mulai membersihkan gunung Bait Suci. Dia memakai penduduk lokal untuk melaksanakannya, termasuk orang-orang Kristen dan Yahudi yang masih tinggal dalam kota. Ketika batu dalam tanah terbuka, mereka menemukan dua batu padat yang muncul menjorok yang berjarak 300 kaki satu sama lain. Satu di utara mereka namakan “as-Sakhra” ( Menurut tradisi Agama Islam, as-Sakhra adalah batu dimana nabi Muhammad tiba-tiba diangkat ke surga, Bagaimana hal ini mempengaruhi secara spiritual, bahwa mereka membangun diatas batu yang salah. Muhammad janganlah dianggap sebagai hanya nabi kecil; dia dan pengikutnya telah mengubah mengenai siapa yang harus disembah di Bukit Bait Suci untuk selama lebih 1300 tahun dan masih berlanjut sampai hari ini ) dan diatas as-Sakhra mereka membangun memorial untuk Muhammad, the Dome of the Rock, pembangunan yang sebenarnya dimulai pada tahun 688 M. Kalian masih ingat dengan angka-angka dari bab sebelumnya :

1290 Nubuatan Tahun Perjanjian Lama ( 1271.5 Tahun Matahari )

sesudah tahun 583 M adalah tahun 688 M
583 - 1271.34 = 688.66

Diatas bebatuan yang menjorok lainnya – sebuah batu yang datar yang tidak biasa ke arah utara dan tepat dari barat as-Sakhra – satu kubah kecil yang mengesankan di bangun mereka yang dinamakan mereka dengan tepat “The Dome of the Spirits,” atau “The Dome of The Tablets.” Yang pasti pada waktu itu tidak ada ilmuwan atau arkeolog, tebak apa yang terjadi ?

Orang-orang Muslim membangun the Dome of The Rock pada Batu yang Salah !

Sekarang saya tidak bisa membayangkan apa yang kalian rasakan ketika membaca kalimat diatas, tetapi saya ingat dengan jelas perasaan saya 30 tahun yang lalu ketika saya pertama kali memahami hal tersebut. Saya duduk di depan meja, terpesona dan terkejut untuk sementara waktu, menyondongkan badan ke belakang dan tertawa terbahak-bahak. Saya baca lagi firman dan data-data arkeologi, lagi dan lagi, memuji Tuhan. Batu yang dimana mereka dirikan bangunan, as-Sakhra, tidak memiliki sejarah atau kepentingan spiritual apapun juga. The Dome of the Rock tepat berada di tengah dari apa yang dikenal sebagai pelataran bangsa-bangsa lain. Bahkan secara seremonial, budak Kanaan diijinkan untuk berada di pelataran tersebut. Kalian tidak perlu untuk menjadi seorang imam, atau seorang Lewi atau bahkan seorang Yahudi untuk berada disitu.

The House of The Lord ( Rumah Tuhan ), yang untuk masuk kedalamnya hanya anak-anak dan keturunan dari Harun, berdiri diatas batu kecil yang datar kira-kira 300 kaki sebelah utara dari posisi the Dome. Kita tahu dengan tepat dimana Bait Suci berdiri disebabkan dari lubang-lubang yang digali di dataran sebagai tempat untuk benda suci ( Orang-orang Ibrani memiliki dua unit pengukuran : benda kuno yang biasa { the ordinary cubit } kira-kira 18 in., dan sebuah benda kuno yang suci { a sacred cubit }, “ a cubit and a span “ kira-kira 21 ½ in. Benda Suci hanya digunakan dalam Bait Suci ) . Benda suci hanya digunakan dalam Bait Suci itu sendiri, dan dari lubang-lubang tersebutlah yang menunjukkan dengan tepat sasaran dari lokasi The House of The Lord ( Rumah Tuhan ).

The Kodesh Ha-Kodashim atau Ruangan Maha Suci ( Holy of Holies ), berada langsung diatas batu kecil yang lain ( little flat rock ) [ diterangkan sebagai “Dome of the Tablets” dalam ilustrasi di hal…]. Diliputi dalam Shekinah Glory, batu datar tersebut adalah tempat diletakkannya Tabut Perjanjian : “ Tempat Tuhan berdiam dan tempat kaki-Nya berpijak selama-lamanya. “ Tempat tersebut tepat berada di sebuah jalur Timur – Barat dengan The Golden Gate. Gerbang yang mana Tuhan Yesus berjalan dengan cara-Nya untuk mengajar di Bait Suci. Sekarang, untuk pertama kalinya, kita dapat memahami dengan jelas maksud dari ayat yang membingungkan dalam Yehezkiel :

Yeh 42 : 20 “ Keempat sisinya diukur. Sekeliling lingkungan itu ada tembok: panjangnya limaratus hasta dan lebarnya limaratus hasta, utuk memisahkan yang kudus dari yang tidak kudus “

Dinding spiritual yang menjadi pemisah, kemungkinan dijaga oleh malaikat-malaikat suci, yang berdiri diatas gunung bait suci untuk selama lebih 1300 tahun, dan kita tidak dapat melihatnya. The Dome of The Rock terletak 300 kaki sebelah utara dari bait suci. Bangunan besar dari agama Islam sekarang tidak dan tidak akan pernah berdiri diatas lokasi Bait Suci. The Dome telah dan akan selalu ( selama bangunan itu berdiri ) berada tepat di tengah dari pelataran yang ditujukan bagi bangsa-bangsa lain.

42 BULAN

Bukankah hal itu menakjubkan untuk mengetahui bahwa walaupun Bait Suci telah total dihancurkan, ternyata Tuhan tetap menjaga dan melindungi Ruangan Maha Suci milik-Nya dari hal yang menajiskan dengan membuat sebuat tempat yang mengenang tuhan yang palsu dan seorang nabi palsu di atasnya ? Bahkan ada yang lebih penting lagi, jika Kalifa Abd el Malik ibn Marwan tidak membangun pada batu yang salah, adalah menjadi sesuatu yang tidak mungkin bagi kutipan berikutnya dari Kitab Wahyu untuk dipenuhi. Sekarang perhatikan dengan seksama pada bahasanya dan lihat bagaimana tepatnya hal tersebut memenuhi nubuatan tersebut dengan situasi yang ada di Bait Suci pada hari ini :

Wah 11:2 “ Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang disebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak kota suci empat puluh dua bulan lamanya “

“ Kecualikan pelataran… karena telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain ! “ The Dome of the Rock ada di dalam pelataran, dan hal ini menyangkut struktur bangsa-bangsa lain atau bangsa asing. Jadi sekarang kita telah mengetahui lokasinya. Kemudian kita sendiri membaca bahwa kota Yerusalem akan dkuasai oleh bangsa-bangsa asing selama 42 bulan. Tidak seperti yang biasa di dengar, haruskan 42 bulan diartikan dalam hari dan atau diartikan dalam tahun ? Nubuatan tersebut berhubungan dengan hari-tahun dalam Perjanjian Lama, dan untuk hal ini tidak ada firman lain dimanapun yang dapat mendukung interpretasi yang berbeda dengan ini. Jadi mari sekarang kita melihat data sejarah untuk mencocokkan pemakaian hari-tahun. Kapan nubuatan itu di mulai dan kapan nubuatan itu berakhir ? kita memerlukan latar belakang sejarah.

Pada tanggal 6 Juni 1967, di akhir perang enam hari, Jendral Moshe Dayan dan pasukannya berdiri di depan tembok yang merupakan batu-batu kuno. Bahu mereka berguncang, dan air mata mengalir dari wajah-wajah mereka. Mereka sedang berdiri di Tembok Ratapan di Yerusalem Timur, tempat Suci dimana mereka telah terusir untuk selama berabad-abad lamanya. Mereka menangis untuk berterimaksih kepada Tuhan yang telah merestorasi kota kuno mereka yang dikembalikan kepada mereka. Kemudian secara serentak mereka berjanji, “ Tidak akan pernah lagi kami diusir dari tempat ini. “ untuk pertama kali dalam 2573 tahun, Bangsa Yahudi kembali menguasai tanah suci mereka. Bukankah kejadian yang dicatat dalam sejarah itu merupakan catatan sejarah yang mengakhiri dari “ dan mereka [ bangsa-bangsa ] lain akan menguasai kota suci selama 42 bulan ?” 42 bulan x 30.44 menghasilkan 1278.5 hari (Sebagai Tahun Matahari yang terdiri dari 365.24 hari. Membagi 365.24 hari ke 12 bulan dalam setahun memberikan hasil sebulan sebanyak 30.44 hari) :

1967 M – 1278.5 = 688 M … The Dome of the Rock !


Buka Mata ! Dalam nubuatan 1290 hari dalam Daniel 12, Tuhan membawa kita dari tahun 583 SM, dan sebuah penghentian dari persembahan korban bakaran pada jamannya Daniel, sampai dengan tahun 688 SM berdirinya the Dome of the Rock yang merupakan suatu kekejian yang membinasakan. Kemudian dalam 42 bulan, Tuhan menunjukkan kepada kita keakuratan dari interpretasi hal tersebut. Dia membawa kita pada waktu restorasi dan kembalinya Yerusalem pada tahun 1967 M, kembali tepat ke 688 SM dan sekali lagi the Dome of the Rock.


Jadi kita mengetahui dari kedua nubuatan tersebut yang menujuk pada tahun 688 SM dan bangunan the Dome, sesuai dengan tahunnya. Sebagai akibatnya dari titik pandang Tuhan, pusat kejadian yang mengambil tempat di Yerusalem selama waktu bangsa-bangsa lain adalah dibangunnya sebuah kekejian yang membinasakan di tempat dimana kaki-Nya berpijak. Dan hal ini tidak hanya menggenapi dalam hal tahun. Lihat bagaimana hal ini memenuhi semua kata dalam Firman :

[1] “ Korban bakaran dihentikan ( Sacrifices abolished ) “
[2] “ Kekejian terjadi ( Abomination set up )”
[3] “ Kecualikan bagian pelataran ( leave the court ) “
[4] “ Kota suci akan diinjak-injak bangsa-bangsa lain selama 42 bulan ( holy city tread under
        foot for 42 months ) “

Faktor-faktor yang banyak ini yang datang bersamaan tidaklah dapat hanya sebuah kebetulan secara verbal bukan ? Hal tersebut ditulis sebagai sebuah kebetulan secara statistik bukanlah sesuatu yang beralasan, dan masih ada beberapa pemenuhan nubuatan yang memakai cara pengukuran yang masih sama.

WAKTU KESUSAHAN BAGI YAKUB
Ketika Tuhan tidak mengunci sebuah kitab dan membuka mata kita, Dia melakukan dengan cara ini dan hal ini tidak dapat menjadi sebuah alasan yang membuktikan bahwa sesuatu itu tidak benar. Memakai kembali prinsip hari- tahun, Tuhan kembali memberikan kita bukti diatas bukti :

Wah 12 : 1-5 “ Maka tampaklah suatu tanda besar dilangit: Seorang perempuan berselubung matahari, dengan bulan dibawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri dihadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. “

Siapakah wanita ini, dan siapakah anak laki-laki tersebut ? ketika kita membaca keterangan mengenai-Nya, hanya ada satu Pribadi dalam kekekalan yang memenuhi gambaran itu. Siapakah yang akan memerintah segala bangsa dengan gada besi ? ( Wahyu 19:15 “ Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi..) . Siapa yang turun dari surga dan siapa yang kembali naik ke surga ? ( Efesus 4:10 “ Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu.”). Siapa sekarang yang duduk disebelah kanan Tahta Allah ? ( Kolose 3: 1 “ Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk disebelah kanan Yahwe.” ) . Tidak ada orang lain, selain Yesus Kristus yang layak. Yang dimaksud perempuan itu adalah Israel, 12 bintang adalah 12 suku. Naga sudah pasti adalah Setan, yang berusaha mengalahkan Yesus di kayu salib, dan bintang-bintang yang jatuh adalah malaikat-malaikat yang jatuh.

Wah 12:6 “ Perempuan itu lari ke padang gurun, dimana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara disitu seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. “

Selama masa, era atau jaman Kristen, bangsa Yahudi terserak ke segala bangsa. Untuk berabad-abad lamanya bangsa Yahudi terluka dan menderita dari suatu Negara ke Negara lain, menjadi budak, dirampok, disiksa dan dibunuh secara besar-besaran, seperti yang dilakukan pihak NAZI Jerman..... tetapi hal ini tidak akan pernah lagi. Tuhan telah berjanji bahwa bangsa Yahudi tidak akan lagi mengalami penderitaan apapun seperti holocaust yang membunuh 6 juta orang Yahudi atau ada lagi keturunan Abraham yang dibunuh :

Yeremia 30 : 3-8 “ sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah Firman Tuhan, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda - Firman Tuhan – dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya.” Inilah perkataan – perkataan yang telah difirmankan Tuhan tentang Israel dan tentang Yehuda : “ Sungguh, beginilah firman Tuhan : Telah kami dengar jerit kegentaran, kedahsyatan dan tidak ada damai. Cobalah tanyakan dan selidiki, adakah laki-laki melahirkan ? mengapa setiap laki-laki Kulihat tangannya pada pinggangnya seperti seorang perempuan yang melahirkan ? mengapakah setiap muka berubah menjadi pucat ? Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. Maka pada hari itu, demikianlah Firman Tuhan semesta Alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka, dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang-orang asing. “

Apa yang kita dengan mengenai kekejaman yang dilakukan oleh NAZI Jerman di kamp konsentrasi sangat sulit dibayangkan. Disana, ditengah salju yang berangin, berdiri baris demi baris, laki-laki Yahudi, telanjang, tangan mereka didepan melindungi tubuh mereka yang telanjang. Tubuh-tubuh yang menggigil, mati rasa karena dingin, disiksa dan kelaparan. Muka-muka pucat, mereka berjalan sambil menyeret kaki mereka dalam keadaan yang dilupakan. Seperti Anak-Mu yang telanjang di kayu salib dahulu kala, maka sekarang hal itu terjadi kepada bangsa pilihan-Mu, Oh Tuhan.

Tetapi bahwa semua itu telah berlalu sekarang. Masa-masa kesukaran dan penderitaan dari keturunan Yakub telah selesai. Tuhan telah mematahkan kuk yang dipasang setan di leher mereka, dan bangsa Yahudi tidak akan lagi dalam perbudakan.

Yeremia 30 : 7-8, “Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. Maka pada hari itu, demikianlah Firman Tuhan semesta Alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka, dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang- orang asing. “

Sejak tahun 1948, bangsa Yahudi tidak lagi tesebar diantara bangsa- bangsa. Pada tanggal 15 Mei tahun itu, Perdana Menteri Israel, David Ben- Gurion, berdiri diatas lantai Knesset (Parlemen) dan mendeklarasikan berdirinya Negara Israel menjadi sebuat Negara yang berdaulat. Ini adalah fakta sejarah yang tidak ada seorangpun bisa hapuskan. Pada tahun 1948, perempuan, Israel, tidak lagi di padang gurun, dan sejak perempuan itu tidak di padang gurun, hal ini memenuhi nubuatan Wah 12: 6.

Sesuai dengan Wahyu 12:6, perempuan, Israel, akan berada di padang gurun selama 1260 hari. Dapatkah ini berarti tahun lagi ? dalam kalimat ini, Tuhan memberikan kepada kita sebuah nubuatan yang tepat tanpa kalkulasi matematika yang pelik ( adalah benar dan tepat untuk memakai 365.24 hari untuk tahun matahari dalam menterjemahkan nubuatan Perjanjian Baru. Dalam jaman Perjanjian Baru, Bangsa Yahudi berada dibawah kekuasaan Roma dan 365.24 hari bangsa Roma adalah yang umum digunakan ). Bahkan anak kelas 2 SD dapat menghitungnya :

1948 – 1260 = 688 … dan sekali lagi tahun berdirinya Dome of The Rock !


Kenapa kita tidak dapat melihat itu sebelumnya ? Tuhan merencanakan memang, seperti, dan bahkan telah memberitahukan kepada kita. Masih ingat dalam Dan 12:9, ketika Tuhan menetapkan bahwa Kitab Daniel akan dimaterai sampai dengan akhir jaman ? Sampai dengan negara baru Israel menjadi sebuah realitas sejarah ( yang dimulainya akhir jaman ) adalah tidak mungkin untuk membuktikan bahwa nubuatan 1290 hari Daniel akan dipenuhi oleh berdirinya bangunan the Dome of the Rock.

Menurut para peramal masa depan, nubuatan-nubuatan “hari” tersebut adalah mengenai juga yang pertama dan setengah yang terakhir dari masa penderitaan besar ( the great tribulation ), tetapi jelas sekali bahwa nubuatan tersebut tidak dimaksudkan untuk memenuhi hal tersebut. Nubuatan-nubuatan tersebut adalah mengenai Orang-Orang Muslim, Orang-Orang Yahudi, Yerusalem dan Kota Suci. Nubuatan-nubuatan tersebut adalah mengenai restorasi atau pemulihan dari orang-orang yang mana Tuhan telah memberikan tanah tersebut untuk pertama kalinya, yaitu keturunan jasmani dari Israel.

Bagaimana mungkin sekarang kita menolak bukti-bukti yang ada di depan mata kita ? pada Bendera Israel, yang berkibar diatas medan pertempuran di Yerusalem dalam tahun yang tepat sesuai dengan nubuatan Tuhan, dan berjuta-juta orang-orang Yahudi telah pulang ke tanah air mereka. Semuanya ini bukan sebuah teologia kebetulan, saudara-saudara, tetapi adalah kenyataan.


Daftar lengkap Ebook Islam di akhir zaman (Klik untuk membaca):

Catatan Penerjemah
Dedikasi
#1: CRIME SCENE (Adegan Kejahatan)
#2: THE DETECTIVE ( Sang Detektif )
#3: WHEN ARE WE ? ( Kita Sekarang berada di jaman apa ? )
#4: 69 WEEKS ( 69 Masa )
#5: 1290 DAYS ( 1290 Hari )
#6: WRONG ROCK ( Batu yang Keliru )
#7: TWO WITNESSES ( Dua Saksi )
#8: TIME, TIMES & A HALF (Satu Masa, Dua Masa dan Setengah Masa)
#9: MOUNTING EVIDENCE ( Bukti Yang Segunung )
#10: LEOPARD – BEAR – LION ( Macan Tutul – Beruang – Singa )
#11: TWO-HORNS ( Dua-Tanduk )
#12: MARK OF THE BEAST ( Tanda dari Binatang )
#13: SCARLET BEAST ( Binatang Merah ungu )
#14: HOUR, DAY, MONTH & YEAR ( Jam, Hari, Bulan & Tahun )
#15: A LITTLE ABOUT RIVETS ( Sedikit Cerita Tentang Paku-Paku )

Atau Klik disini untuk mengunduh versi Ebook/Pdf-nya
Baca Selengkapnya...

Keselamatan kekal dari Allah

I. PENGERTIAN DOSA

Dosa pada dasarnya bukanlah suatu yang bersifat pasif, seperti: kelemahan, kesalahan atau ketidaksempurnaan. Dosa merupakan suatu permusuhan yang aktif terhadap Tuhan dan secara aktif melanggar hukum atau perintah Tuhan (1 Yohanes 3:4), sehingga menyebabkan kesalahan, kelemahan. Dosa ini diakibatkan dari manusia sendiri dengan kebebasannya menolak untuk tunduk kepada Allah yang berotoritas dan menolak untuk mengikuti petunjuk atau perintah-Nya. Dengan kebebasan sendiri, manusia memilih petunjuk Iblis, sehingga manusia tidak setia kepada Tuhan, menyimpang dari jalan dan sasaran yang benar, melanggar hukum dan perjanjian dengan Allah. Pengertian ini dapat kita lihat dari Adam dan Hawa yang dengan kebebasannya secara aktif memilih untuk mengikuti apa yang mereka mau dan cocok dengan pendapat iblis, melawan Tuhan yang berotoritas yang seharusnya mereka percayai dan sandari sepenuhnya (Kejadian 2-3). Dosa yang telah menjangkiti manusia menyebabkan manusia terpisah dengan Allah yang suci.



II. KEMATIAN ADALAH AKIBAT DOSA

Upah dosa ialah maut (Roma 6:23). Maut atau kematian adalah akibat atau upah dari dosa. Manusia yang berdosa ini dikatakan telah mati. "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu" (Efesus 2:1). Kalau kita memperhatikan Efesus 2:1, dikatakan bahwa kondisi manusia yang dulu sudah mati, padahal mereka masih hidup secara fisik. Hal ini membuat kita memperhatikan arti mati di sini bukan mati tubuh atau fisik. Alkitab mengajarkan tiga (3) macam kematian, yaitu: kematian tubuh atau fisik, kematian rohani dan kematian kedua - perpisahan kekal atau penghukuman selama-lamanya.

Alkitab dari sejak mula, menyatakan upah dari suatu pelanggaran (dosa) adalah mati :

* Kejadian 2:17
LAI TB, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
KJV, But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die.
Hebrewוּמֵעֵץ הַדַּעַת טֹוב וָרָע לֹא תֹאכַל מִמֶּנּוּ כִּי בְּיֹום אֲכָלְךָ מִמֶּנּוּ מֹות תָּמֽוּת ׃
Translit Interlinear, UME'ETS {dan dari pohon} HADA'AT {pengetahuan itu} TOV {yang baik} VARA' {dan yang jahat} LO' {jangan} TO'KHAL {engkau makan} MIMENU {darinya} KI {karena} BEYOM {pada hari} 'AKHALKHA {engkau makan} MIMENU {darinya} MOT {mati} TAMUT {engkau mati}

Upah kematian, harus ditebus dengan kematian. Apabila manusia ingin terlepas dari "vonis nyawa" ini, tidak bisa tidak manusia harus membayar harga-pengampunan yang setimpal, yaitu membayar dengan nyawa sesuai hukum Taurat "Nyawa ganti nyawa…" (Keluaran 21:24).


III. ALLAH MENAWARKAN KESELAMATAN

Allah melalui ketentuan hukum Taurat, menetapkan: hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), lihat ayat ini.

* Ibrani 9:22,
LAI TB, Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
KJV, And almost all things are by the law purged with blood; and without shedding of blood is no remission.
TR, και σχεδον εν αιματι παντα καθαριζεται κατα τον νομον και χωρις αιματεκχυσιας ου γινεται αφεσις
Translit, kai skhedon en haimati panta katharizetai kata ton nomon kai khôris haimatekkhusias ou ginetai aphesis


Ketentuan Korban penghapusan dosa/kesalahan/pelanggaran keseluruhannya adalah dengan "menumpahkan darah". Dalam Imamat dicatatat macam-macam korban sbb :
- Korban bakaran (Imamat 1:1-17); darah
- Korban Sajian (Imamat 2:1-16) ; tepung/ minyak
- Korban Kedamaian/keselamatan (Imamat 3:1-17) ; darah
- Korban Penghapusan Dosa (Imamat 4:1-35) ; darah
- Korban Pelanggaran (Imamat 5:1-13) ; darah, (orang miskin boleh memakai tepung dibakar
diatas korban "darah" binatang orang lain).
- Korban penebus salah (Imamat 5:14-19; 6:1-7) ; darah


Penumpahan darah sebagai korban pengampunan dosa ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh Mesias.

Allah sendiri yang memberikan jalan keluar atas dosa dan kematian, yaitu dengan sistem penggantian atau substitusi. Setelah manusia berdosa, dijalankan sistem penggantian. Setelah Adam berdosa di hadapan Allah, Allah menentukan sistem penggantian dengan darah yang dicucurkan, binatang yang mati dibunuh. Pertama, ada binatang yang dibunuh untuk diambil kulitnya untuk pakaian Adam dan Hawa.

Kemudian ada korban Habel yang diterima. Ada sistem penggantian. Tetapi sistem korban orang Israel tidak mencapai puncaknya, hanya merupakan satu simbol atau bayang-bayang yang akan datang. Kalau kita bandingkan dengan Ibrani 10:1-5, binatang tidak mungkin mengganti manusia karena ada perbedaan kualitas. Yang bisa menggantikan manusia haruslah manusia juga. Maka dikatakan, tidak ada cara lain, Allah Bapa menentukan Tuhan Yesus Kristus menjadi jalan pendamaian, yakni harus mati menebus dosa, harus mati untuk membayar hutang dosa dengan memakukan surat dakwaan, surat hutang itu di kayu salib (Roma 3:25; Kol. 2:14-15). Itu cara yang Allah tentukan, dan hanya satu cara itu. Manusia bersalah kepada Allah, harus Allah yang menentukan cara pengampunan, dan cara pengampunan itu adalah melalui kematian Kristus Yesus di kayu salib - yang menggantikan.

Keselamatan dari darah yang tertumpah dari kematian Yesus Kristus, tidak akan dimengerti tanpa kita mempelajari konsep kurban dalam Perjanjian Lama.

Ada banyak pertanyaan :

BUKANKAH ALLAH BISA MENGAMPUNI SAJA?
APA PERLUNYA ALLAH MENYERAHKAN NYAWA YESUS UNTUK PENEBUSAN DOSA?



MENGAMPUNI?

Apa yang ada dalam benak anda dengan istilah 'mengampuni' ?
Allah mensyaratkan pengampunan dalam arti yang amat mendasar, yaitu keharusan bagi si pengampun untuk membayar harga, harga tebusan!

Allah yang Maha Kuasa memang berkuasa mengampuni kita di setiap waktu, namun dosa kita tidak bisa diampuni begitu saja karena Allah juga Adil, dan konsekwen dengan hukum-pokok keadilanNya adalah Dia harus menghukum setiap dosa yang kita perbuat.

Di satu pihak Allah itu Maha Kasih, mau dan bisa mengampuni. Tetapi di lain pihak Allah itu Maha Adil, apabila hanya sekadar “melupakan” atau “membiarkan” kesalahan seseorang tanpa mempertanggung-jawabkannya dengan suatu harga, yaitu yang disebut penebusan.


Anda bertanya, mengapa ada harga yang terlibat?

Ya, pemahaman kita atas Azaz Pengampunan cenderung larut menurut arti populer saja, bukan arti murninya.

Untuk mencernakannya kembali, kini pikirkanlah ada seorang anak Anda yang berbuat dosa terhadap Anda, misalnya ia memberontak dan membakar tas kantor Anda. Anda-pun marah. Mengapa?
Karena anda merasa dirugikan oleh perbuatan tersebut. Akhirnya sang anak sadar akan perbuatan kesalahannya dan minta pengampunan, dan anda rela mengampuninya.

Mengampuni adalah rela membayar harga tebusan!

Ketika anda rela mengampuninya, itu IDENTIK dengan anda rela menyedot dan membayar harga kerugian yang tadinya anda rasakan, yaitu kerugian moril maupun materiil. Anda mengampuninya dengan jalan menebus harga tersebut! Jadi, dalam setiap pengampunan ada harga yang harus dibayar, yang menuntut suatu penebusan!.

Kini, karena sudah ditetapkan Allah sendiri bahwa setiap pelaku dosa harus dihukum mati dalam kekekalan (dengan istilah "upah dosa adalah maut", Kejadian 2:17, Roma 6:23), maka manusia tidak mungkin bisa membayar harga sebesar itu dengan usaha amal-ibadah atau cara apapun. Itu sama halnya dengan hukuman mati di pengadilan yang tak bisa dilunaskan dengan jasa apapun yang pernah dibuat oleh si terhukum!
Maka, diperlukan pertolongan dan kekuatan dari luar sebagai penyelamat atau penebus.

Dicontohkan satu kasus tebusan sebagai berikut :

Ada cerita tentang seorang wanita muda yang tertangkap di diskotik ketika sedang diadakan razia narkoba oleh aparat negara. Ia dihadapkan ke meja-hijau. Jaksa penuntut membacakan dakwaan dan tuntutan. Maka, sang Hakim-pun bertanya kepada si tertuduh : “Anda bersalah atau tidak bersalah?”

Gadis tersebut mengaku bersalah, minta ampun dan ingin bertobat. Namun sang Hakim yang adil itu tetap mengetuk palunya mendenda Rp. 10,000,000.-- atau penjara 3 bulan. Tiba-tiba terjadi hal yang mengagetkan semua orang dalam sidang tersebut. Sang Hakim turun dari kursinya sambil membuka jubahnya. Ia segera menuju kursi si terhukum, mengeluarkan uang 10juta dari tas-nya untuk membayar denda si gadis. Mengapa? Ternyata sang hakim tersebut adalah bapak dari si gadis. Walau bagaimanapun cinta yang bapak kepada anak-gadisnya, ia tetaplah Hakim yang adil dan tidak bisa berkata : “Aku mengampuni kamu, karena kamu menyesal dan bertobat”. Atau mengatakan : “Karena cintaku kepadamu, maka Aku mengampuni kesalahanmu”.

Hukum keadilan tidak memungkinkan sang Hakim mengampuni dosa anaknya dengan sesukanya “tanpa prosedur harga”. Maka ia yang begitu mengasihi anaknya bersedia turun dari kursi dan menanggalkan jubah kehakimannya, lalu menjadi wali untuk membayar harga denda. Inilah jalan satu-satunya bagi seorang hakim yang adil untuk memberi pengampunan bagi seorang terhukum yang dikasihinya



Dan inilah analogi untuk Yesus Kristus yang menanggalkan jubah keilahianNya dan turun ke dunia menjadi manusia demi untuk membayar harga MAUT di kayu salib, yang tidak sanggub dibayar oleh si pendosa sendiri yang sudah terhukum mati. Yesus telah mengatakannya secara lurus, tanpa usah tafsiran, bahwa "Anak Manusia (Yesus) datang untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan (nyawa) bagi banyak orang" (Markus 10:45).

Maka hak-qisas (hukum pembalasan yang setimpal) terhadap hutang nyawa, kini dipenuhi dalam kematian Yesus bagi manusia : "nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan… luka ganti luka, bengkak ganti bengkak" (Keluaran 21:24). Demi menebus kematian Anda dan saya!.


Bukankah Allah bisa mengampuni saja?

Akan timbul masalah lain :

Allah itu bebas tidak terbatas? Menghalalkan segala cara demi kasihNya

Disini, teologi agama-agama yang tidak mengenal konsep penebusan Yesus (tidak mengimani anugerah Ilahi), melainkan hanya mengenal konsep usaha diri dalam mencari ridha Allah lewat ibadah-amal-pahala, akan menemui dilema yang besar. Mereka tidak mempunyai cara apapun untuk merekonsiliasikan kedua sifat Allah yang saling menentang, yaitu Maha Kasih versus Maha Adil.

Bagaimana Allah bisa-bisanya Maha Kasih (yang mengampuni dosa), padahal Ia juga Maha Adil(yang menghukum dosa), sungguh kontradiktif!

Sebab, jikalau Allah menghalalkan diriNya secara bebas dalam mengampuni, semata-mata karena Ia Maka Pengasih dan penyayang, maka tentulah Ia Non-Adil, karena berkolusi, dengan tidak menghukum dosa yang seharusnya tidak dihukum. Pengampunan model begini adalah keputusan tanpa dasar apapun kecuali sewenang-wenang. Allah yang Maha Adil, Maha Benar dan Suci itu sungguh tidak bisa begitu saja menyebut 'putih' atas sesuatu yang sebenarnya 'hitam'. Hukum dan Jalan Allah itu lurus, dan itu yang menjadikan diri Allah terbatas, karena Ia tidak bisa keluar batas dengan mengingkari diriNya sendiri :

*2 Timotius 2:13
jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.

Walau demikian, masih banyak orang menafsirkan bahwa Allah itu adalah Pencipta Hukum. Jadi Dia berdaulat dan berdiri sepenuhnya diatas hukum, tidak ada yang bisa membatasi Allah!.
Namun, Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan "dibatasi" oleh hakikat keberadaanNya sendiri, bukan oleh pihak luar manapun. Dia sepenuhnya dapat dipercaya dan konsisten dengan Apa yang diucapkanNya. Dia selalu berkiprah dalam jalur/ batas ucapan dan hukumNya. Dia tidak berdiri di atas Hukum.
Melainkan diriNya adalah HukumNya, dan HukumNya adalah diriNya.

Dia tidak berubah, dahulu, sekarang dan selamanya!

Maka, Firman Allah itu selalu benar dan kekal, tak ada ayat-ayat susulan yang bisa membatalkan atau menggantikan ayat-ayat terdahulu. Allah yang Maha Tahu dan Benar tidak mengkoreksi diriNya sendiri, dengan alasan apapun! Makin Dia mengkoreksi, dan makin memberi alasan, makin bukan Allah-lah Dia.

Maka Allah yang Maha Kasih sekaligus Maha Adil melakukan keduanya sekaligus! Ia dengan kasihNya datang sebagai Kurban untuk pengganti "vonis nyawa-ganti nyawa" akibat dosa yang dilakukan manusia.


PENJELASAN KEMATIAN YESUS :
KEMATIAN KURBAN DAN DARAH PERJANJIAN UNTUK PENGAMPUNAN DOSA


Kematian Yesus bukanlah kematian "martir" yang bermakna “mati demi mempertahankan kebenaran dan bertahan terhadap pemaksaan dari musuh-musuh Tuhan hingga akhir hayatnya”. Seseorang bisa saja menjadi martir “sebagai tanda cinta kepada Tuhan dan kebenaranNya”, sehingga ia dibunuh dalam kemartiran dimana Tuhanlah yang menjadi pusat pembaktiannya.

Namun kematian Yesus adalah KEMATIAN-KURBAN, dimana seseorang merelakan jiwanya sendiri untuk dikorbankan (masih bisa dihindari , tetapi ia merelakan) demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihinya. Inilah sebuah kematian “tukar-guling” yang merupakan “win-win solution” (semua pihak diuntungkan) demi menebus kematian para kekasihnya.

Jenis kematian diatas, total berlandaskan kasih, dan tidak diselewengkan dengan dalil-dalil manusia yang melekatkan kebencian dan dendam atas nama Tuhan atau ‘perjuangan’ :

* 1 Korintus 13:3
LAI TB, Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
KJV, And though I bestow all my goods to feed the poor, and though I give my body to be burned, and have not charity, it profiteth me nothing.
TR, και εαν ψωμισω παντα τα υπαρχοντα μου και εαν παραδω το σωμα μου ινα καυθησωμαι αγαπην δε μη εχω ουδεν ωφελουμαι
Translit, kai ean psômisô panta ta huparkhonta mou kai ean paradô to sôma mou hina kauthêsômai agapên de mê ekhô ouden ôpheloumai


* Yakobus 1:20
LAI TB, sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
KJV, For the wrath of man worketh not the righteousness of God.
TR, οργη γαρ ανδρος δικαιοσυνην θεου ου κατεργαζεται
Translit, orgê gar andros dikaiosunên theou ou katergazetai


Kematian kurban itu sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama dalam Yesaya 52:13 sampai dengan Yesaya 53:1-12 dengan judul perikop HAMBA TUHAN yang MENDERITA. Dituliskan tentang kedatangan seorang Hamba yang akan berkorban, dinubuatkan sejak awal bahwa Ia akan menderita, dihina, dianiaya dan mati sebagai korban tebusan bagi umat yang seharusnya dihukum mati karena dosa-dosanya.


Ia sendiri berkata dalam :

* Lukas 24:26
LAI TB, Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?
KJV, Ought not Christ to have suffered these things, and to enter into his glory?
TR, ουχι ταυτα εδει παθειν τον χριστον και εισελθειν εις την δοξαν αυτου
Translit, oukhi tauta edei pathein ton khriston kai eiselthein eis tên doxan autou

Jadi, berlainan dengan martir, kematian Yesus tidak ada hubungannya dengan emosi, kebencian atau karena iming-iming mendapat upah surgawi melainkan justru bertujuan membayar harga tebusan yang dapat langsung menyelamatkan jiwa umatNya. Dan kematian-kurban ini dinyatakan dalam perkataan Yesus sendiri :

* Yohanes 10:11,17-18
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya
10:17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
10:18 Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.

Sumber: sarapanpagi.org
Baca Selengkapnya...

Kematian Martir VS Kematian Kurban

Baru saja saya menyelesaikan nonton film-serial, 10 episode produksi dari Showtime dan HBO yang berjudul Sleeper Cell, menceritakan kelompok-sel yang mempunyai agenda jihad untuk menegakkan kebenaran agamanya. Mereka terdiri dari 5 orang-orang yang gagah berani dan setia kepada agamanya. Kelompok kecil-kecil ini tersebar dibeberapa kota di Amerika Serikat. Mereka adalah kelompok orang-orang yang pintar, cekatan dan menguasai tekhnologi. Dalam film ini juga diceritakan keterlibatan mahasiswa Indonesia berdarah Atjeh yang menguasai bio-technology, yang menandakan bahwa jihad orang Indonesia cukup dikenal di manca-negara.

Kita mengenal istilah "mati syahid", yang menurut pengertian saudara kita dari kalangan Muslim adalah "mati di jalan Allah atau karena Allah, misalnya mati membela agama atau kebenaran hakiki". "Mati syahid" dalam bahasa Inggris adalah 'martyr', berasal dari kata Yunani 'martur' yang berarti "saksi". Disepanjang film diatas mati istilah "mati syahid" sangat sering diucapkan. Disamping itu pula, kita mengenal dari beberapa tulisan di media masa atau opini verbal di televisi dari kalangan muslim, biasanya dari golongan moderat yang menekankan arti jihad secara kaffah, bahwa melawan hawa nafsu diri sendiri adalah jihad terbesar yang sangat berat dan wajib dilakukan umat.

Ada banyak orang yang 'berani mati' bagi agamanya atau bagi tujuan-tujuan tertentu dari golongannya, kita melihat dalam peristiwa 9/11 beberapa orang dengan gagah berani menabrakkan diri ke gedung Pentagon dan WTC. Dr Asahari, Asmar Latin Sani, Misno, Salik Firdaus dkk. juga kita kenal keberanian mereka untuk "mati syahid" demi agenda tertentu di beberapa kasus terorisme di Indonesia ini. Dan mati yang "syahid" ini dilakukan oleh berbagai kalangan, misalnya bom-syahid di Haiva 2004 dilakukan oleh seorang gadis Palestina, Hanadi. April 2001, Wang Wei, seorang pilot pesawat tempur China dengan gagah berani menabrakkan diri pada pesawat mata-mata milik Amerika. Mei 1991, Malli, gadis muda mengenakan sabuk-bom pada tubuhnya untuk 'membunuh' Rajiv Gandhi dan ia mati bersamanya. Belum lagi peristiwa historis lainnya misalnya 'kamikaze' pilot Jepang di Pearl Harbour 1941, mereka semuanya itu melakukannya demi negara, nyawapun mereka persembahkan.

Kematian Yesus di kayu-salib jika disamakan dengan bermacam-macam "mati syahid" seperti diatas, kematianNya tidak terlalu istimewa, dan kemudian orang juga membanding-bandingkan kematian para murid/pengikut Tuhan yang sebagian besar mati sebagai martir. Beberapa contohnya adalah : Petrus mati di Roma disalib dengan kepala di bawah. Andreas, konon memberitakan Injil hingga ke Rusia Selatan dan Balkan, mati disalib dengan salib model "X" di Patras, Yunani. Yakobus bin Zebedeus, saudara Yohanes, mati sebagai martir di era Herodes Agripa I (Kisah Para Rasul 12:2). Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Paulus juga mati sebagai martir, ia dieksekusi mati dibawah pemerintahan Kaisar Nero.

Kematian Yesus bukanlah kematian 'martir' yang bermakna "mati demi mempertahankan kebenaran dan bertahan terhadap pemaksaan dari musuh-musuh Tuhan hingga akhir hayatnya". Seseorang bisa saja menjadi martir "sebagai tanda cinta kepada Tuhan dan kebenaranNya", sehingga ia dibunuh dalam kemartiran dimana Tuhanlah yang menjadi pusat pembaktiannya. Namun kematian Yesus adalah kematian-kurban, dimana seseorang merelakan jiwanya sendiri untuk dikorbankan (masih bisa dihindari , tetapi Ia merelakan) demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihinya. Jenis kematian ini adalah total berlandaskan kasih, dan tidak diselewengkan dengan dalil-dalil manusia yang melekatkan kebencian dan dendam atas nama Tuhan atau 'perjuangan' :

* 1 Korintus 13:3
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.


Yahudi, Kristen dan Islam biasa disebut agama-agama Ibrahimi (abrahamic religions). Agama-agama di dunia lainnya misalnya Hindu dan Buddha juga tergolong dalam agama etika (ethical religion), yakni agama yang mengajarkan ethic, bahwa keselamatan manusia tergantung pada perbuatan baik dan amal salehnya. Ini berbeda dengan Kekristenan. Kristen adalah agama sakramental (sacramen religion) yaitu agama yang mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh melalui Sang Penebus Dosa. Esensi kematian Yesus di kayu salib sering dipersoalkan oleh kalangan yang tidak mengerti arti kematian Yesus. Yesus merupakan 'anak domba' yang disediakan Allah untuk dikorbankan sebagai pengganti orang berdosa. Melalui kematian-Nya, Yesus memungkinkan penghapusan kesalahan dan kuasa dosa dan membuka jalan kepada Allah bagi seluruh dunia (Yohanes 1:29). Dalam Perjanjian Lama telah dikenal bahwa menurut ajaran Yahudi, perlu darah untuk pengampunan dosa, ini ditegaskan di PB dalam Ibrani 9:22. Oleh karena itu Allah menyediakan tubuh dari daging dan darah dan datang ke dalam dunia sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia (Ibrani 10:5). Allah sendiri telah datang ke dalam dunia karena selain dari Dia tidak ada juruselamat (Yesaya 43:11).

* Ibrani 9:22
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

* Ibrani 10:5
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: 'Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.'

* Yesaya 43:11
"Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku."


Perbuatan baik tidak memaafkan seseorang dari dosanya. Lukas 18:18-27 menulis ada seorang kaya menganggap 'perbuatan baik dapat menyelamatkan' (beroleh hidup kekal), namun kebenaran yang dijelaskan Alkitab, perbuatan baik tersebut tidak menyelamatkan. Keselamatan hanya dengan darah. Darah itu telah disediakan oleh Yesus Kristus, sehingga kepada setiap orang yang percaya kepadaNya, dia akan diselamatkan.

Di sepanjang Perjanjian Lama, sejak mulanya Allah sudah memberikan gambaran kisah datangnya Tuhan Yesus Kristus sejak kitab Kejadian. Mulai dari analogi 'cawat-kulit' dari tertumpahnya darah binatang, yang kulitnya dipakai untuk menutup aurat Adam. Kemudian analogi 'kurban anak Abraham' yang diganti dengan 'domba yang disediakan Allah'. Peristiwa 'darah paskah' yang membebaskan Israel dari tulah ke 10 pada zaman Musa. Dan nubuat-nubuat para nabi pada Perjanjian Lama akan datangnya Mesias yang memberikan darahNya untuk keselamatan manusia. Perjanjian Lama, walaupun spesifik ditujukan untuk orang-orang Yahudi (Yudaisme), namun Perjanjian Lama tetap merupakan Firman yang sangat berharga bagi umat Kristiani. Dan tidak dipungkiri bahwa Yudaisme ini adalah akar dari Kekristenan. Dan penekanan Kekristenan itu ada dalam Perjanjian Baru. Hal itu amat berharga bagi umat Kristiani. Konsep harga yang harus dibayar terhadap perbuatan dosa, penebusan dosa dengan darah, keselamatan dengan darah (inti pengertian paskah) adalah merupakan hal yang pokok.

Dalam hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan "tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan" (Ibrani 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh Sang Mesias. Datangnya Allah dalam manusia Yesus yang menyediakan 'darah' bagi pengampunan, adalah selaras dengan prinsip Taurat tadi, dan benar Dia sedirilah yang menggenapinya. Hadirnya Yesus ke dunia, mati disalibkan, bangkit dan naik ke Surga dan kedatanganNya yang kedua kali nanti adalah pokok dari iman Kristiani. Yesus dengan gelar Mesias/Kristus, dan sebutan Juruselamat kepadaNya, semuanya bukan hanya sekedar memberikan pengajaran, melainkan justru memerankan fungsi penyelamatan "Allah Juruselamat" (Yesaya 45:21).

Pembuktian kematian Yesus disalib serta kebangkitanNya, tidak terkira kokohNya, internal maupun external. Itu sudah banyak sekali ditulis oleh para ahli tanpa ada sanggahan yang layak. Kematian-kurban memang exist bagi Mesias, dan itu bukan bikinan atau diada-adakan oleh manusia. Ia sungguh telah dijanjikan Tuhan dari Firman yang keluar dari mulutNya dan/atau dari tanganNya sendiri dan diteruskan turun-temurun sejak manusia-pertama!.

Pengertian keselamatan dari Allah ini, memang tidak selaras dengan ketentuan yang berlaku di agama-agama lain, sehingga serangan-serangan yang ditujukan kepada iman Kristiani dengan mempersoalkan kematian Yesus jika dipandang dari kepercayaan mereka yang menganggap keselamatan dari amal-ibadah, tentu saja tidak akan dimengerti ataupun diselaraskan. Dan perbedaan ini sangat prinsip, tidak bisa diperdebatkan. It just different....

Syukur kepada Allah yang telah memberikan keselamatan dengan darahNya. Amin.

Sumber: sarapanpagi.org
Baca Selengkapnya...

Apakah Yesus Benar-benar Mati?

Gagasan bahwa Yesus tidak pernah benar-benar mati muncul pada tulisan di abad ketujuh. Di situ dikatakan bahwa Yesus melarikan diri ke India. Bahkan sampai saat ini terdapat sebuah makam keramat yang dianggap makam Yesus di Srinagar, Kashmir.

Pada permulaan abad ke-19, Karl Bahrdt, Karl Venturini, dan yang lain-lainnya mencoba menjelaskan Kebangkitan dengan mengemukakan gagasan bahwa Yesus hanya pingsan karena kepayahan di atas kayu salib, atau Ia telah diberi obat yang membuatnya kelihatan mati, dan bahwa selanjutnya Ia dihidupkan kembali oleh udara kubur yang sejuk dan lembab. Mereka menjelaskan bahwa Yesus telah diberi suatu cairan di suatu bunga karang ketika tergantung di atas salib (Markus 15:36) dan bahwa Pilatus kelihatan terkejut akan betapa cepatnya Yesus mati (Markus 15:44).

Konsekuensinya, kata mereka, pemunculan Yesus kembali bukanlah suatu kebangkitan mukjizat, tetapi sekedar suatu kesadaran kembali yang kebetulan, dan kubur-Nya kosong karena Ia masih terus hidup.

Apa yang sebenarnya terjadi saat Penyaliban? Apa penyebab kematian Yesus? Adakah cara yang mungkin bagi-Nya untuk bertahan hidup dari siksaan ini? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat dibantu diselesaikan dengan bukti medis.


Wawancara dengan Alexander Metherell, M.D., PH.D.

Metherell adalah seseorang dengan gelar medis dari University of Miami di Florida dan gelar doktor dalam bidang teknik dari University of Bristol di Inggris. Ia memperoleh sertifikat dalam diagnosis dari The American Board of Radiology dan menjadi konsultan bagi The National Heart, Lung, and Blood Institute of the National Institutes of Health of Bethesda, Maryland.

Metherell adalah mantan ilmuwan riset yang mengajar di The University of California, dan editor lima buku ilmiah dan telah membuat tulisan-tulisan yang diterbitkan mulai dari Aerospace Medicine sampai Scientific American. Analisis cerdasnya atas konstraksi muskular telah diterbitkan dalam The Physiologist dan Biophysics Journal. Ia berpenampilan sesuai dengan perannya sebagai seorang otoritas medis terkemuka.


Penyiksaan Sebelum Penyaliban

Dapatkah Anda melukiskan suatu gambaran tentang apa yang terjadi pada Yesus?

Itu dimulai setelah Perjamuan Terakhir. Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke Taman Getsemani. Di sana Ia berdoa semalam-malaman. Nah, selama proses itu Ia mengantisipasi datangnya peristiwa-peristiwa pada hari berikutnya. Karena Ia mengetahui beratnya penderitaan yang akan Ia pikul, sungguh wajar jika Ia mengalami tekanan psikologis yang sangat besar.

Dalam Lukas 22:44 menceritakan bahwa Ia mulai meneteskan keringat darah pada keadaan ini. Bukankah ini hanyalah imajinasi yang terlalu fiktif?

Tidak sama sekali. Ini adalah suatu kondisi medis yang dikenal dengan hematidrosis. Ini terjadi karena tekanan psikologis yang sangat tinggi. Kegelisahan yang hebat menyebabkan terlepasnya zat-zat kimia yang memecahkan kapiler-kapiler dalam kelenjar-kelenjar keringat. Akibatnya terjadi pendarahan dalam kelenjar-kelenjar ini, dan keringat yang keluar disertai dengan darah. Hal ini menyebabkan kulit menjadi amat sangat rapuh ketika Yesus dicambuk oleh serdadu Roma keesokan harinya, kulit-Nya menjadi amat sangat sensitif.

Pencambukan Roma dikenal sangat brutal, biasanya terdiri dari 39 cambukan, tetapi seringkali lebih banyak daripada itu, tergantung pada suasana hati Si Serdadu yang melaksanakan pukulan. Si Serdadu akan menggunakan cemeti dari kepangan tali kulit dengan bola-bola logam yang dijalin ke dalamnya. Ketika cemeti itu menghantam daging, bola-bola ini akan menyebabkan memar atau lebam yang dalam, yang akan pecah terbuka akibat pukulan selanjutnya. Dan cemeti itu juga memiliki potongan-potongan duri tajam, yang akan mengiris daging dengan hebat.

Punggung yang dipukul itu akan menjadi tercabik-cabik, sehingga sebagian dari tulang belakang kadangkala terlihat akibat irisan yang dalam, sangat dalam. Pencemetian itu akan ditimpakan ke segala arah: dari bahu turun ke punggung, pantat, dan bagian belakang kaki. Itu akan sangat mengerikan.

Selagi pencambukan berlanjut, luka koyakan akan tercabik sampai ke otot-otot kerangka di bawahnya dan menghasilkan goresan-goresan daging berdarah yang gemetar. Seorang sejarawan abad ketiga bernama Eusebius menggambarkan pencambukan dengan mengatakan, "Pembuluh-pembuluh si penderita terbuka telanjang, dan otot-otot, urat-urat, dan isi perut si korban terlihat".

Banyak orang akan mati dari pemukulan semacam ini, bahkan sebelum mereka disalibkan. Setidaknya, Si Korban akan mengalami kesakitan hebat dan keguncangan karena efek-efek kehilangan sejumlah besar darah (hipovolemik).

Ini mengakibatkan 4 hal:
1. Jantung berdetak cepat untuk mencoba memompa darah yang tidak ada di sana.
2. Tekanan darah turun, menyebabkan pingsan.
3. Ginjal berhenti menghasilkan urin untuk mempertahankan volume darah yang masih tinggal.
4. Orang itu menjadi sangat haus sewaktu tubuhnya sangat membutuhkan cairan untuk menggantikan volume darah yang hilang.

Apakah Anda melihat bukti ini dari catatan-catatan Injil?

Ya, sangat pasti. Yesus berada dalam keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah ketika Ia berjalan terhuyung-huyung ke lokasi hukuman mati di Kalvari, memikul batang kayu salib yang horizontal. Akhirnya Yesus tak sadarkan diri, dan serdadu Roma memerintahkan Simon untuk memikul salib-Nya. Selanjutnya kita membaca bahwa Yesus berkata, 'Aku haus', pada saat ketika sedikit cuka diberikan kepada-Nya.

Karena efek-efek mengerikan dari pemukulan ini, sudah pasti Yesus berada dalam kondisi kritis, bahkan sebelum paku-paku ditancapkan menembus kedua tangan dan kaki-Nya.


Penderitaan Salib

Apa yang terjadi ketika Ia tiba di lokasi Penyaliban?

Ia akan dibaringkan, kedua tangan-Nya akan dipakukan dalam posisi terentang ke batang kayu horizontal. Orang-orang Roma biasanya menggunakan paku besar yang panjangnya 5 sampai 7 inci dan meruncing ke suatu ujung yang tajam. Paku ini ditancapkan menembus pergelangan tangan. Ini adalah posisi kokoh yang akan mengunci posisi tangan.

Dan penting untuk dipahami bahwa paku itu akan menembus ke tempat di mana urat syaraf tengah berada. Ini adalah urat syaraf terbesar yang menuju ke tangan, dan itu akan diremukkan oleh paku yang diketokkan ke dalamnya.

Kesakitan apa yang akan ditimbulkannya?

Apakah Anda pernah merasakan rasa sakit ketika Anda membenturkan siku Anda dan memukul tulang ujung siku Anda? Itu sebenarnya urat syaraf lain, disebut urat syaraf ulna. Akan sangat menyakitkan bila tanpa sengaja Anda memukulnya. Yah, bayangkan mengambil sebuah tang dan memeras dan meremukkan urat syaraf itu. Efek itu akan mirip dengan apa yang Yesus alami. Kesakitannya sama sekali tak tertahankan, secara harafiah itu di luar kata-kata untuk menjelaskannya.

Pada keadaan seperti ini Yesus dinaikkan, selagi balok salib dipasangkan ke tiang vertikal, dan kemudian paku-paku ditancapkan menembus kedua kaki Yesus. Sekali lagi, urat syaraf di kedua kaki-Nya akan remuk, dan di sana akan terasa jenis kesakitan yang sama.


Penyebab Kematian

Penyaliban pada intinya adalah kematian perlahan yang diakibatkan oleh asfiksiasi (sesak nafas karena kekurangan oksigen dalam darah). Alasannya adalah bahwa tekanan-tekanan pada otot-otot dan diafragma membuat dada berada pada posisi menarik nafas, agar dapat menghembuskan nafas, orang itu harus mendorong kedua kakinya agar tekanan pada otot-otot dapat dihilangkan untuk sesaat. Ketika melakukan itu, paku akan merobek kaki, lalu akhirnya mengunci posisi terhadap tulang-tulang tumit kaki.

Setelah dapat menarik nafas, orang itu kemudian akan dapat relaks dan menarik nafas lagi. ekali lagi ia harus mendorong tubuhnya naik untuk menghembuskan nafas, menggesekkan punggungnya yang berdarah ke kayu salib yang kasar. Ini akan berlangsung terus dan terus sampai kepayahan, dan orang itu tidak akan mampu mengangkat diri dan bernafas lagi.

Ketika nafas orang itu semakin perlahan, ia mengalami apa yang disebut asidosis pernafasan, karbondioksida dalam darah larut sebagai asam karbonik, menyebabkan keasaman darah meningkat. Ini akhirnya mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur. Dengan jantung-Nya yang berdetak tak menentu, Yesus berada dalam saat-saat kematian-Nya, yakni ketika Ia berkata, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku". Kemudian Ia mati akibat berhentinya detak jantung.

Bahkan sebelum Ia mati, keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah akan menyebabkan jantung berdebar kencang terus-menerus, yang akan menyebabkan: kegagalan jantung serta terkumpulnya cairan dalam membran-membran di sekitar jantung dan juga sekitar paru-paru.


Mengapa hai ini penting?

Karena ketika serdadu Roma datang, dan hampir yakin bahwa Yesus telah mati, mereka menegaskannya dengan menusukkan sebuah tombak ke pinggang kanan-Nya. Tombak itu menembus paru-paru kanan dan ke jantung, jadi ketika tombak itu ditarik keluar, sejumlah cairan dalam membran-membran sekitar jantung dan juga sekitar paru-paru keluar. Ini akan terlihat sebagai cairan jernih, seperti air, diikuti dengan banyak darah, seperti yang dijelaskan saksi mata Yohanes dalam Injilnya (Yohanes 19:34).


Tulang-tulang-Nya Tidak Dipatahkan

Injil-injil berkata bahwa para serdadu mematahkan kaki kedua penjahat yang disalibkan Yesus. Mengapa mereka melakukan itu?

Mereka ingin mempercepat kematian, dan dengan datangnya hari Sabat dan Paskah, para pemimpin Yahudi tentunya ingin segera mengakhiri ini sebelum matahari tenggelam. Serdadu-serdadu Roma akan menggunakan gagang baja dari tombak Roma untuk menghancurkan tulang-tulang kaki bagian bawah Si Korban. Ini akan mencegahnya dari mengangkat diri dengan kakinya, sehingga dapat bernafas, dan kematian akibat sesak nafas kekurangan oksigen dalam darah akan terjadi dalam beberapa menit.

Perjanjian Baru menjelaskan kepada kita bahwa kaki-kaki Yesus tidak dipatahkah karena para serdadu telah menyatakan bahwa Ia telah mati, dan mereka hanya menggunakan tombak untuk memastikannya. Ini menggenapi Perjanjian Lama tentang Mesias, yaitu bahwa tulang-tulang-Nya tidak akan dipatahkan (Mazmur 34:21).

Para serdadu Roma adalah orang yang tidak ahli dalam hal pengobatan/medis, apakah pernyataan mereka tentang kematian Yesus dapat dipercaya?

Para serdadu Roma memang tidak pergi ke sekolah medis/pengobatan. Tetapi ingat, mereka adalah ahli dalam membunuh orang karena itu adalah tugas mereka, dan mereka melakukannya dengan baik. Mereka tahu tanpa keraguan sedikitpun kapan seseorang mati, dan itu tidak sulit untuk mengetahuinya.

Disamping itu, jika seorang tahanan berhasil melarikan diri, serdadu-serdadu yang bertanggung jawab itu sendiri akan dibunuh, jadi mereka memiliki dorongan besar untuk memastikan bahwa setiap korban telah mati ketika ia diturunkan dari salib.


Argumen Terakhir

Adakah cara apapun yang memungkinkan Yesus bisa bertahan hidup dari penderitaan salib ini?

Sama sekali tidak ada. Ingatlah bahwa Ia sudah berada dalam keguncangan akibat kehilangan banyak darah, bahkan sebelum penyaliban dimulai. Ia tidak mungkin mempura-purakan kematian-Nya, karena Anda tidak mungkin mempura-purakan ketidakmampuan bernafas untuk waktu yang lama. Disamping itu, tombak yang dihunjamkan ke jantungnya akan menetapkan kematian-Nya. Dan serdadu-serdadu Roma tidak akan mengambil resiko kematian sendiri dengan membiarkan-Nya pergi dalam keadaan hidup.

Jadi bila seseorang mengajukan gagasan kepada Anda bahwa Yesus sekedar pingsan di atas kayu salib, akan saya beritahu bahwa itu tidak mungkin. Itu adalah khayalan tanpa dasar.


Pertanyaan Bagi Hati


Yesus dengan sengaja melangkah ke dalam tangan-tangan lawan-Nya. Ia tidak menolak penangkapan. Ia tidak mempertahankan diri-Nya saat persidangan. Jelas bahwa Ia bersedia mengajukan diri-Nya untuk mengalami penyaliban, suatu bentuk penyiksaaan yang memalukan dan memilukan. Apa yang mungkin memotivasi seseorang untuk bersedia menanggung penghukuman semacam ini?

Yesus tahu apa yang akan terjadi, dan Ia bersedia melewati semuanya itu, karena itu merupakan satu-satunya cara Ia dapat menebus kita, dengan menjadi pengganti kita dan menanggung hukuman maut yang layak kita terima karena pemberontakan kita terhadap Tuhan. Itu merupakan misi-Nya yang sepenuhnya ketika Ia datang ke bumi.

Jadi bila Anda bertanya apa yang memotivasi Dia, jawabannya dapat diringkas dalam satu kata, yaitu KASIH.


Kesimpulan

Yesus tidak mungkin bertahan hidup dari siksaan salib, suatu bentuk kekejian yang begitu keji, sehingga orang-orang Roma membebaskan warga negara mereka sendiri dari itu, kecuali untuk kasus-kasus pengkhianatan besar.

Kesimpulan-kesimpulan Metherell konsisten dengan penemuan dokter-dokter lain yang dengan teliti mempelajari hal ini. Di antara mereka adalah Dr. William D. Edwards, yang artikelnya pada tahun 1986, dalam The Journal of the America Medical Association menyimpulkan, "Jelas, bobot bukti historis dan medis menunjukkan Yesus telah mati sebelum pinggangnya dilukai.... Sesuai dengan itu, penafsiran-penafsiran yang didasarkan pada asumsi bahwa Yesus tidak mati di atas salib bertentangan dengan pengetahuan medis modern".


Untuk direnungkan

Di hadapan Allah, Saudara adalah orang yang berdosa yang harus menghadap pengadilan Allah dan harus menerima hukuman kekal karena dosa-dosa yang Saudara lakukan. Saudara tidak bisa menyelamatkan diri Saudara sendiri.

Yesus telah menanggung hukuman dosa yang seharusnya Saudara terima. Ia telah menerima hukuman yang seharusnya Saudara tanggung. Jika Saudara menerima penggantian hukuman ini, Saudara bisa selamat dari hukuman Tuhan.

Maukah Saudara menerima penggantian hukuman ini?
Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan?


Sumber :
Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press, PO BOX 238, Batam Center, 29432. F: 021-74709281

Disalin dari : http://pemudakristen.com/pengajaran/apa ... s_mati.htm


-------------------------------


Yes 53:2-12

2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.



Ayat2 diatas adalah nubuatan dari Nabi Yesaya yg di nubuatkan ± 700 tahun sebelum Yesus Kristus lahir ke dalam dunia.

Nubuatan tersebut adalah nubuatan tentang Mesias, yaitu Mesias harus menanggung penderitaan, kesengsaraan, dosa dan menubuatkan tentang kematian-Nya. Semua nubuatan tsb sepenuhnya digenapi di dalam diri Yesus Kristus. Namun di sini kita akan fokuskan kepada kematian-Nya yaitu pada ayat 8,9 dan 12.

Pada ayat 8 ,Nabi Yesaya menubuatkan,
”Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah”

Ayat tersebut dengan tegas menjelaskan bahwa “Mesias” terputus dari negeri orang-orang hidup atau dengan kata lain “Mesias” mengalami kematian. Dan kata “Sungguh” disitu dengan jelas memastikan bahwa “Mesias” mati. Jadi tidak ada keraguan dari Nabi Yesaya bahwa “Mesias” harus mengalami kematian.

Dan pada ayat 9, Nabi Yesaya sekali lagi menubuatkan bahwa Mesias akan mengalami kematian,

“Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.”

Nabi Yesaya dengan jelas menyatakan bahwa matinya “Mesias” ada di antara penjahat-penjahat. Jika “Mesias” tidak mati maka Nabi Yesaya tidak akan menubuatkan bahwa “Mesias” matinya ada di antara penjahat-penjahat.

Kemudian ayat 12, Nabi Yesaya sekali lagi menegaskan tentang kepastian kematian “Mesias”.

“Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak”

Jika “Mesias” tidak mati maka Nabi Yesaya tidak akan menubuatkan bahwa “Mesias” telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut.

Oleh karena itu dari nubuatan Yesaya tentang Mesias ini, maka kita mengetahui bahwa “Mesias harus mengalami kematian”.

Dan hal ini sepenuhnya digenapi di dalam Yesus Kristus.

Nubuatan Yesaya ini tidak mungkin direkayasa oleh umat Kristiani atau Pendeta-pendeta, karena Kitab Yesaya merupakan salah satu kitab dari kitab Suci orang Yahudi. Sehingga, jika ada umat Kristiani atau Pendeta yg merubah nubuatan Nabi Yesaya tsb maka orang Yahudi (Yudaisme) akan terlebih dahulu protes karena mereka akan terlebih dahulu mengetahui jika isi Alkitab khususnya kitab Yesaya tsb diubah.

Demikian juga orang Yahudi tidak mungkin merekayasa nubuatan tsb karena mereka sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk merubah nubuatan tsb agar bisa digenapi oleh Yesus Kristus. Karena mereka menolak bahwa Yesus adalah “Mesias”.

Jadi jika kita menyatakan dan percaya bahwa Yesus tidak sungguh2 mati maka itu berarti kita sudah melawan dan menolak nubuatan dari Nabi Yesaya tsb. Dan itu berarti kita melawan Tuhan yang mewahyukan nubuatan tsb kepada Nabi-Nya yaitu Yesaya.

Dan Jika kita percaya bahwa Yesus tidak mengalami kematian spt yg dinubuatkan maka dengan kata lain, sama juga kita menyatakan bahwa Nabi Yesaya adalah Nabi Palsu karena telah menubuatkan bahwa “Mesias” mengalami kematian.

Namun benarkah Nabi Yesaya adalah Nabi Palsu?? Atau justru jika kita percaya bahwa Yesus tidak mati, itu berarti kita sudah melawan apa yg di firmankan oleh Allah melalui Nabi-Nya tsb??

Jawabannya sudah pasti bahwa Nabi Yesaya adalah Nabi Allah (utusan dari Allah). Oleh karena itu jika ada pendeta atau ajarannya yang menyatakan bahwa Yesus tidak mati seperti yg telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, maka jelas pendeta tersebut adalah pendeta palsu dan ajarannya tsb melawan firman-Nya alias ajaran palsu.

Dan Yesus pun sudah memperingatkan agar waspada mengenai nabi2, atau mesias2 palsu.

Za 12:10
"Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Ayat diatas juga nubuatan tentang Mesias yg digenapi oleh Yesus Kristus. Ayat diatas menjelaskan “akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.”

Mengapa dikatakan “menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. ”
Menurut saya kata “anak sulung ” dalam hal ini berhubungan dgn cerita kematian “anak sulung” pada saat Allah memberikan tulah ke 10 di Mesir. Dimana pada saat Allah memberikan tulah yg ke 10 di Mesir, seluruh “anak sulung” dari orang Mesir mati karena tulah tsb dan terjadi ratap tangis di seluruh mesir. Oleh karena itu kalimat “menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung ” berarti mempertegas bahwa “Mesias” mengalami kematian spt halnya “anak sulung” di mesir yg mengalami kematian karena tulah.


Yer 11:19 Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!"

Silakan bandingkan ayat diatas dengan Yes 53:7-8, Ayat diatas juga merupakan nubuatan yg digenapi oleh Yesus Kristus.

Yesus Kristus disebut juga sebagai “Anak Domba” Allah yg disembelih utk penebusan dosa. Dan nubuatan diatas menyatakan bahwa “musuh2nya bersepakat utk melenyapkannya dari negeri orang2 yg hidup”, atau dengan kata lain “musuh2nya bersepakat utk mematikan Yesus”. Dan hal ini memang telah tergenapi seluruhnya di dalam Diri Yesus Kristus.

Jika Nabi Yesaya, Nabi Yeremia dan Nabi Zakharia menubuatkan bahwa “Mesias” yaitu Yesus harus mati untuk menebus dosa.

Bagaimana dengan anda?? Apakah anda masih meragukan bahwa Yesus sungguh2 mati diatas kayu salib??

Sekarang kita akan melihat, apa yang dinyatakan di dalam Perjanjian Baru (PB) mengenai kematian Yesus Kristus.

Kita akan mulai dari nubuatan Yesus sendiri mengenai kematian-Nya.

Mat 17:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."

Mrk 9:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.

Luk 24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

Ayat2 diatas adalah pernyataan Yesus sendiri bahwa Ia harus mati dan bangkit. Dan Yesus sangat jelas di dalam pernyataannya bahwa “Anak Manusia bangkit dari antara orang mati”. Jika Yesus tidak mati, maka di dalam nubuatan-Nya, Yesus tidak akan berkata bahwa “Anak Manusia bangkit dari antara orang mati”.

Dari kalimat Yesus ini, kita bisa melihat ada 2 penekanan yaitu “bangkit” dan “dari antara orang mati”.

Yesus menyatakan bahwa Ia akan “bangkit “, hal ini berarti Ia akan bangkit dari kematian, karena jika Yesus tidak mati maka Ia tidak perlu menggunakan kata “bangkit”. Dan kata “bangkit” ini diperjelas oleh Yesus dengan pernyataan berikutnya sbg keterangan dari kata bangkit tsb yaitu “dari antara orang mati”.

Jadi disini Yesus memperjelas dgn 2 kata penekanan tsb bahwa “Ia bangkit dari antara orang mati”, walaupun kata “bangkit” itu sendiri sudah menunjukkan bahwa Yesus bangkit dari kematian , namun Yesus mempertegas hal tsb dgn memberikan keterangan bahwa Ia akan bangkit dari antara orang mati. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa sebelum Yesus bangkit maka Ia berada di antara orang mati(mengalami kematian), namun Ia akan bangkit pada hari ketiga. Sehingga dgn kalimat Yesus tsb tidak ada lagi argumentasi / bantahan yang menyatakan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib, kecuali Yesus adalah seorang penipu sehingga nubuatannnya tsb tidak terjadi. Namun benarkah Yesus seorang penipu?? Atau Ia sungguh2 menubuatkan tentang kematian-Nya??

Yoh 18:32 Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati

Penulis Injil Yohanes menjelaskan bahwa “apa yang telah di firmankan oleh Yesus tergenapi”, hal ini membuktikan bahwa Yesus bukan seorang penipu karena Ia telah menggenapi apa yang telah Ia nubuatkan sebelumnya mengenai “bagaimana caranya Ia akan mati”

Dan sekali lagi, jika Yesus tidak mati di kayu salib, maka Yesus tidak perlu menubuatkan dng menjelaskan “bagaimana caranya Ia akan mati” (Yoh 12:32). Jika Yesus tidak mati di kayu salib, bukankah cukup dgn bernubuat bahwa “Anak Manusia akan menderita” dan tidak perlu menubuatkan “Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati”

Mat 16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Mat 17:22-23
22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
23 dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.


Demikian juga dengan ayat2 diatas. Ayat2 diatas juga memiliki 2 kata penekanan yaitu “dibunuh” dan “dibangkitkan”.

Yesus menggunakan kata “dibunuh” untuk menunjukkan bahwa Ia akan mengalami kematian. Karena jika Ia tidak mengalami kematian maka Yesus tidak perlu menggunakan kata “dibunuh”, cukup dengan menggunakan kata “disiksa”. Dan hal ini juga dipertegas dgn kata keterangan “dibangkitkan”. Jadi sebenarnya dgn kata “dibunuh” sudah cukup membuktikan bahwa Yesus mengalami kematian, namun jika ada yg membantah bahwa Yesus tidak mati maka kata “dibangkitkan” disini akan membantah argumentasi tsb. Dan jika kita lihat kalimat2 nubuatan Yesus tsb dari keempat Injil maka kita akan mendapatkan kata “dibunuh”, dibangkitkan” dan “dari antara orang mati”. Maka kata2 ini merupakan bukti kuat bahwa Yesus sungguh2 mengalami kematian.

Mat 20:18-19.
18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."


Mat 26:12
12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

Mrk 8:31
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Mrk 9:31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."

Mrk 10:32-34
32 Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya,
33 kata-Nya: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,
34 dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit."


Luk 9:22
Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

Ayat2 diatas selain kata “dibunuh dan dibangkit” seperti yang saya sudah jelaskan diatas, jika kita lihat Mat 20:18, dikatakan bahwa “imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat” menjatuhi Yesus dengan “hukuman mati”. Jika Yesus dihukum mati maka mungkinkah Ia masih hidup pada saat dihukum mati??

Sbg contoh saja, jika suatu Negara menghukum mati seseorang, mungkinkah orang tsb tetap hidup pada saat ia dihukum mati?? (jelas ada dokter yg memverifikasi bahwa org tsb telah mati), dan orang yg menghukum mati jelas tidak akan membiarkan orang yang dihukum mati tsb tetap hidup.
Demikian juga halnya yg terjadi dengan Yesus Kristus. Pada saat Yesus sudah mati, prajurit Romawi memverifikasi kematian Yesus dan memastikan kematiannya dengan menusukkan tombak ke lambung-Nya.

Yoh 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Kemudian jika kita lihat, Mat 26:12 Yesus berkata “, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku”. Jelas Yesus mengetahui bahwa waktunya sudah tiba bahwa ia akan mati dan jika kita baca ayat2 tsb sesuai dengan konteksnya maka kita mengetahui bahwa pada saat itu sudah tiba waktunya bagi Yesus utk menuju ke Yerusalem dan menggenapi semua nubuatan nabi2 tentang diri-Nya.

Jadi karena Yesus mengetahui bahwa waktunya sudah tiba dan sebentar lagi Ia akan mati maka Ia mengatakan bahwa apa yg dilakukan oleh perempuan tsb sebagai “suatu persiapan untuk penguburan-Nya”.

Jika Yesus tidak mati maka Ia tidak akan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh perempuan tsb sbg suatu persiapan untuk penguburan-Nya. Justru karena Yesus mengetahui bahwa waktunya telah tiba dan Ia harus mati maka Ia menyatakan kalimat tsb.

Luk 18:31-33
31 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
32 Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
33 dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."


Ayat diatas menunjukkan bahwa Yesus menyatakan bahwa “segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.”

Dari artikel sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa nabi2 di PL telah menubuatkan tentang penderitaan, kematian-Nya, dll.

Dan sudah saya jelaskan juga bahwa Nabi Yesaya dengan jelas menubuatkan bahwa “Mesias” sungguh terputus dari negeri orang2 hidup. Dengan demikian Yesus menyatakan bahwa nubuatan Yesaya tentang Diri-Nya tsb harus digenapi dan Yesus memang menggenapi nubuatan tsb.

Yoh 12:23-36
23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"
29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia."
30 Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.
31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;
32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."
33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
34 Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?"
35 Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.
36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.


Pada ayat Yoh 12:23, Yesus menyatakan “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan” , karena Yesus mengetahui bahwa Ia segera akan disalibkan. Bagi “orang dunia” salib adalah sesuatu yang aib atau hina, namun hikmat Allah jauh lebih tinggi dari hikmat manusia sehingga Ia telah membuat sesuatu yg aib / hina menjadi suatu kemuliaan bagi Allah. Dan umat Kristiani memahami hal ini, bahwa di dalam Salib Yesus Kristus nyata Kemuliaan Allah.

Kemudian di ayat Yoh 12:24, Yesus menyatakan “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah ”

Perumpamaan ini pun menunjukkan kepada kematian-Nya. Sebenarnya Yesus ingin menyatakan bahwa “Ia harus mati” dan dengan kematian-Nya tsb maka akan dihasilkan suatu umat pilihan-Nya yaitu orang2 yg diselamatkan-Nya.

Lalu ayat Yoh 12:27, Yesus menyatakan “Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini”

Dari kalimat Yesus ini jelas bahwa Yesus mengetahui bahwa Ia akan segera mati, dan Ia juga mengetahui misi-Nya datang ke dunia ini utk hal tsb. Dan dgn jelas Yesus menyatakan “Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? ” atau dengan kata lain Yesus mohon pertolongan kepada Bapa-Nya untuk menyelamatkan-Nya dari kematian. Namun dengan tegas Yesus menjawab “tidak” karena Ia tahu misi-Nya yaitu melakukan Kehendak Bapa-Nya.

Dan hal ini pun juga dengan tegas dinyatakan oleh Yesus di ayat berikut ini:

Mat 26:53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?

Jadi dari ayat2 di Alkitab secara keseluruhan, jelas sekali bahwa Bapa mengutus Anak-Nya utk menggenapi misi penebusan dosa umat pilihan-Nya dengan mati diatas kayu salib. Dan Yesus dengan jelas mengetahui misi tsb dan Ia menggenapi misi tsb. Itu sebabnya ia mengatakan “tidak” dan kita juga mengetahui bahwa Yesus adalah utusan Bapa-Nya dan Yesus melakukan apa yang telah direncanakan-Nya. Jika Bapa merencanakan penebusan dosa umat manusia dgn cara mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk disalibkan bagi mereka, mungkinkah Bapa menggagalkan rencana-Nya tsb dengan menyelamatkan Yesus dari kematian di atas kayu salib?? Jawabannya tidak.

Karena apa yang direncanakan oleh Allah pasti digenapi-Nya.

Kemudian ayat 32 dan 33 Yesus menyatakan “bagaimana cara Ia akan mati” , penulis Injil Yohanes dengan jelas mengatakan bahwa Yesus menyatakan bagaimana cara Ia akan mati, artinya penulis Injil Yohanes menjadi saksi bahwa Yesus sungguh2 mati spt yg telah dinubuatkan oleh Yesus. Dengan demikian, jika Yesus tidak mati maka penulis Injil Yohanes tidak akan mengatakan “bagaimana cara Ia mati” tetapi cukup dengan mengatakan “bagaimana cara Ia disiksa”. Namun penulis Injil Yohanes menekankan pada pernyataan tsb yang menunjukkan bahwa Yesus sungguh2 mati.

Note:
Jika Nubuatan Yesus tentang kematian-Nya tidak tergenapi, hal ini berarti Yesus bukan seorang Nabi, apalagi Tuhan. Namun pada umumnya umat Kristiani mengimani bahwa Yesus adalah seorang Nabi dan Ia adalah Tuhan, dan Ia telah menggenapi nubuatan2 tentang Diri-Nya termasuk tentang kematian-Nya. Rasul2, murid2nya bahkan musuh2nya pun bersaksi mengenai hal ini dan sejarah telah
membuktikan hal tsb.


---------------------------------


Sekarang kita lihat, kesaksian2 dari murid2 Yesus serta dari musuh2-Nya.


Yoh 20:8-9
8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.



Yoh 21:14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Yoh 2:22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus

Dari ayat2 diatas, murid2 Yesus adalah saksi langsung mengenai kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Dan setelah Kebangkitan-Nya mereka baru teringat dng nubuatan Yesus mengenai kematian dan kebangkitan-Nya. Jika Yesus tidak mati maka murid2 Yesus tidak akan bersaksi bahwa Yesus mati dan bangkit. Justru karena Yesus sungguh2 mati dan bangkit maka mereka rela mati martir untuk memberitakan kesaksian tsb.

Jadi jika kita mengimani bahwa Yesus tidak mati, maka hal ini berarti kita menyatakan bahwa Nabi2 di PL yg menubuatkan tentang kematian “Mesias” adalah Nabi Palsu, dan sekaligus menyatakan bahwa Yesus adalah Nabi Palsu karena telah menubuatkan tentang kematian-Nya sendiri, lalu kita juga menyatakan bahwa Kesaksian dari murid2 Yesus (atau para Rasul) adalah kesaksian Palsu.

Maka dari itu hanya ada 2 pilihan bagi anda yg mengimani bahwa Yesus tidak mati diatas kayu salib, yaitu:

1. Nabi PL yg menubuatkan kematian Yesus dan Yesus sendiri adalah Nabi Palsu serta kesaksian murid2 Yesus adalah kesaksian Palsu. Dan apa yg anda imani benar bahwa Yesus tidak mati di atas kayu salib.
2. Nabi PL, Nubuatan Yesus sendiri serta kesaksian murid2 Yesus adalah benar, dan apa yg anda imani bahwa Yesus tidak mati diatas kayu salib adalah tidak benar (ajaran yg salah).

Bagaimana dengan anda?? Pilih no 1 atau no 2??

Mrk 15:39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"

Musuh2 Yesus pun bersaksi bahwa Yesus sudah mati di atas kayu salib. Dalam hal ini kepala pasukan yg menyalibkan Yesus yg bersaksi bahwa Yesus sudah mati.

Yoh 19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya

Demikian juga ayat diatas, dimana prajurit yg mematahkan kaki perampok yg disalibkan bersama Yesus, tidak mematahkan kaki Yesus karena mereka melihat Yesus sudah mati. Maka hal ini adalah salah satu kesaksian dari musuh-Nya bahwa Yesus sudah mati di atas kayu salib.

Yoh 11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, Bahkan di dalam Rencana Allah, Allah memberikan nubuatan tentang kematian Yesus Kristus melalui musuh-Nya yaitu Imam Besar.

Mat 27:63-64
63 dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.
64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama."

Ayat2 diatas adalah salah satu bukti dari musuh2 Yesus, yg membuktikan bahwa Yesus sungguh2 sudah mati diatas kayu salib.

Jika Yesus tidak mati diatas kayu salib, maka musuh2-Nya tsb tidak perlu memberikan perintah utk menjaga kubur tsb, karena jika Yesus tidak mati sudah tentu nubuatan Yesus tentang kematian dan kebangkitan-Nya sudah tidak tergenapi. Namun sebaliknya ayat2 diatas menunjukkan bahwa musuh2-Nya tsb takut jika nubuatan Yesus tsb tergenapi, oleh karena itu mereka memberikan perintah utk menjaga kubur Yesus. Maka hal ini membuktikan bahwa Yesus sudah mati diatas kayu salib.


------------------------------


Salah satu inti dari isi Alkitab adalah Keselamatan (penebusan dosa manusia) yg dilakukan oleh Yesus Kristus dgn jalan mati diatas kayu salib dan bangkit pada hari yang Ketiga. Dan Rasul2 bersaksi mengenai hal ini. Di bawah ini adalah ayat2 yg merupakan kesaksian dari Rasul Paulus dan Rasul Petrus mengenai Kematian Yesus.

Kis 3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

Kis 4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati—bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.

Kis 10:41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.

Kis 13:30 Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.

Kis 13:34 Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.

Kis 17:3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."

Kis 17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."

Kis 26:23 yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain."

Rm 1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Rm 4:24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,

Rm 5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

Rm 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Rm 6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Rm 6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

Rm 7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

Rm 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Rm 8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Rm 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Rm 14:9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

Rm 14:15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.

1Kor 8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.

1Kor 15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,

1Kor 15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?

1Kor 15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

2Kor 5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Gal 1:1 Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,

Ef 1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

Ef 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Flp 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Kol 1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Kol 2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

1Tes 1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

1Tes 4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

2Tim 2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.


Ibr 9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Ibr 13:20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,

1Ptr 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

1Ptr 1:21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

1Ptr 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

1Ptr 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Why 1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Why 1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Why 2:8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali."

Rm 5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Rm 6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

Rm 6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru

Rm 6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Rm 6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

1Kor 11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

2Kor 1:10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,

2Kor 4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

Gal 2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Flp 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Kol 1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Ibr 2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;

Jika ada puluhan ayat yg menjadi kesaksian dari para Rasul yg menyatakan kematian Yesus Kristus. Masihkah kita meragukan kematian Yesus Kristus diatas kayu salib??

Alkitab adalah Firman Allah, oleh karena itu jika kita menyangkal kematian Yesus Kristus diatas kayu salib, itu berarti kita sudah menyangkal Firman Tuhan .


Sumber: sarapanpagi.org
Baca Selengkapnya...